Chapter 13 ^^
Selamat membaca ~
.
.
.
.
.
Lagi-lagi kami harus kehilangan satu teman. Rasa sedih kehilangan SeeU dan Neru pun belum hilang dan sekarang di tambah dengan kehilangan CUL itu membuat kami sangat terpukul. Tapi kami semua harus menyimpan semua rasa sedih itu. Ratu sudah di depan mata. Dengan membunuhnya mungkin kami dapat membalaskan dendam SeeU, Neru, dan CUL.
"Hiks…CUL…" Rin masih menangis
"Sudahlah Rin. Kalau kau begini nanti CUL tidak bisa istirahat dengan tenang" kata ku sambil membelai kepala nya
"Hentikan tangisan mu Rin! Ayo kita pergi dan musnahkan Ratu Iblis itu!" ucap Meiko dengan nada kesal
Kemudian Rin berusaha menghentikan tangisannya. Aku terus menggenggam tangan Rin sambil berjalan menaiki tangga yang terbuat dari kelopak bunga mawar yang berwarna hitam.
"Dimana pintu nya?" tanya Gakupo
"Masih jauh" jawab Haku
"Seberapa jauh lagi?" tanya Gakupo lagi
"Sangat jauh…" jawab Haku dengan santai
"APA!?" Gakupo syok
"Kita harus melewati 200 anak tangga untuk mencapai tempat Ratu" ucap Rui
Ketika mendengar kata 200 anak tangga semua terkejut. Yaaa mau bagaimana lagi? Mau tidak mau kita harus tetap berjalan.
"Ngh…" Miku terlihat kelelahan
"Kau lelah?" tanya Kaito, Miku menggelengkan kepalanya
"Jangan bohong. Ayo naik ke sini!" ucap Kaito sambil berlutut, Miku pun akhirnya menurut dan naik ke atas punggung Kaito
Ketika Kaito berdiri dan mulai berjalan, wajah Miku terlihat merah. Mungkin dia malu sekaligus senang karena di gendong oleh orang yang dia suka.
"Rei! Aku mau seperti mereka…" kata Rui sambil menunjuk ke arah Kaito dan Miku
"Dasar! Ayo sini!" kata Rei
"Yaaaay!" Rui langsung melompat ke arah punggung Rei
"Rin juga mau?" tanya ku
"E-eh…"
"Ayo sini" kata ku
Rin menaiki punggung ku secara perlahan. Badannya memang cukup berat tapi jika aku katakan itu mungkin dia akan tersinggung.
"Luka.." Gakupo melirik Luka
"Ada apa?" Luka melihat ke arah Gakupo
"Mau seper— Gaaaah Meiko apa yang kau lakukan!" Gakupo terkejut ketika Meiko menerjang punggungnya
"Gendong aku! Hahahaha" ucap Meiko dengan bersemangat
Mau tidak mau akhirnya Gakupo pun dengan sangat terpaksa harus menggendong Meiko. Padahal tadi nya aku rasa dia ingin menggendong Luka.
"Luka-san mau ku gendong?" tanya Aoki
"Tidak usah. Aku masih kuat kok" jawabnya
"Kalau begitu bergandengan tangan saja yuk!" kata Aoki
"Hm.." Luka tersenyum dan menggandeng tangan Aoki
"Kapan aku bisa seperti itu…" cetus Gakupo
"Jangan banyak omong! Ayo cepat jalan!" bentak Meiko
Setelah berjalan cukup lama akhirnya kami sampai di depan pintu yang di kelilingi oleh mawar hitam. Pintu itu terbuka dan terlihat sesosok laki-laki berambut merah yang tidak lain pasti dia lah Akaito. Orang yang selalu berada di samping Ratu.
"Dimana Ratu?" tanya Meiko dengan kesal
"Dia sudah menunggu kalian di dalam" jawabnya sambil berjalan ke sebuah pintu yang lebih besar lagi
Kami pun mengikuti nya dari belakang.
"Aku tidak menyangka kau bergabung dengan mereka, Haku.." ucap Akaito
"Bukan urusan mu!" bentak Haku
Kami terus berjalan sampai akhirnya langkah kami terhenti ketika melihat seorang wanita sedang duduk di singgah sana nya. Jarak kami dengannya tak cukup jauh tapi kami belum bisa melihat wajahnya karena dia menutupi nya dengan tangannya. Hawa yang tidak enak pun langsung menyelimuti perasaan kami.
"P-perasaan ini…" Rui ketakutan
Sebegitu kuat dan jahat kah orang ini sampai-sampai keringat dingin mengalir deras dari tubuh ku. Sial! Bagaimana pun caranya dia harus bisa di kalahkan. Kami harus bisa membalas kematian SeeU, Neru, dan CUL.
Tiba-tiba sang Ratu berdiri dan melihat ke arah kami dengan tajam.
"K-kau…" Miku terkejut
Kami semua ikut terkejut ketika melihat wajah orang itu yang sangat mirip dengan Miku! Hanya saja warna rambut nya berbeda.
"K-kenapa kau masih hidup?!" tanya Miku
"Apa perlu aku menjawab itu? Saudara kembar ku sayang" jawab nya
"K-kembar?" aku semakin terkejut
"Bagaimana bisa?! Saat itu kau sudah benar-benar tidak bernafas! Dan kau sudah kami kubur kan!" ucap Meiko
"Apa menurut mu orang yang sudah tidak bernafas tanda nya orang itu sudah mati?" balasnya lagi
"Kau sudah menyebabkan banyak kehancuran! Apa tujuan mu yang sebenarnya!" bentak Gakupo
"Aku ingin memusnahkan orang-orang yang telah melupakan keberadaan ku…semua orang di negeri ini sudah melupakan ku dan yang mereka ingat hanyalah dia! Hatsune! Mereka lupa jika aku juga pernah terlahir ke dunia ini!" Zatsune balik membentak Gakupo
"Terlalu banyak orang yang menderita akibat ulah mu! Bersiaplah untuk mati yang kedua kali!" Kaito bersiap menyerang
Tapi tiba-tiba Miku berjalan perlahan menghampiri Zatsune. Kaito langsung menurunkan pedang nya.
"Akibat ulah mu…aku kehilangan teman-teman ku. Akibat ulah mu…aku kehilangan ibu dan ayah. Akibat ulah mu…aku hampir kehilangan semuanya…dan sekarang kau harus membayarnya…" ucap Miku
Tubuh Miku pun mengeluarkan cahaya yang cukup menyilaukan mata. Mungkin kah ini adalah kekuatan yang sebenarnya? Apakah ini bertanda jika Miku marah?
"Aku tidak akan mengembalikan tempat ini pada mu…" ucap Zatsune
"Ini akan menjadi perang saudara..." ucap Meiko yang langsung pergi menjauh dari Miku dan Zatsune
"Len! Untuk sementara ayo menjaga jarak dengan mereka!" teriak Luka
"Cepat Len!" Gakupo berlari sambil menggendong si kembar, Rei dan Rui
"Onii-chan…" Rin menarik tangan ku
"Hatsune Miku V.S Zatsune Miku..siapakah yang akan menang.." gumam Lily
"Cahaya dan Kegelapan tidak mungkin dapat menyatu" ucap Meiko
Apa yang di ucapkan Meiko ada benar nya. Malaikat dan Iblis tidak mungkin dapat bersatu. Tapi aku yakin jika Miku dapat mengalahkan Zatsune dengan mudah. Tapi jika seandainya Miku kalah maka apa yang kami lakukan sampai saat ini adalah sia-sia.
"Holy Word" ucap Miku
"I-itu…" aku terkejut
"Kau pikir bisa mengalahkan ku dengan sihir rendahan seperti itu?" ucap Zatsune, Miku mengarahkan kedua tangannya pada Zatsune
"Time : Stop" ucap Miku lagi, Zatsune tidak bisa bergerak
"Sihirnya…" Haku terkejut
"Nona Miku…" Aoki tersenyum sambil menutup matanya
"Bloody Ice" Miku kembali menggunakan sihir nya
Aku belum pernah melihat sihir milik Miku dan sekarang aku melihat nya. Dia menggunakan 3 sihir dalam satu waktu! Ternyata dia cukup hebat. Di tambah lagi dia bisa menggunakan sihir seperti milik Neru, Aoki, dan…aku…
"Hahahaha…hahaha…" Zatsune tertawa ketika tubuh nya tertusuk Es berwarna merah darah itu
"Dia mulai gila!" cetus Gakupo
Zatsune pun mundur 7 langkah. Kemudian Akaito menghampiri nya dan dengan seketika semua luka pada Zatsune pun menghilang.
". . ." Miku terdiam
"Selama ada Akaito di samping nya Ratu tidak bisa di kalahkan" kata Haku
"Kenapa kau tidak bilang sejak awal!" Gakupo kesal
"Kenapa kau tidak tanya?" balas Haku
"Miku-nee! Kalahkan Akaito terlebih dahulu!" teriak si kembar
Tiba-tiba Kaito maju ke depan dan berdiri di samping Miku.
"K-Kaito…"
"Tidak adil jika 2 lawan 1" sahut Kaito dengan nada kesal
"Menarik…" Zatsune tersenyum
Tiba-tiba Akaito membisikan sesuatu pada Zatsune. Zatsune pun tersenyum sambil melihat ke arah ku dan yang lainnya.
"Necro Rebith" Zatsune menggunakan sihirnya
"Apa yang terjadi?" tanya Luka
"Lihat lah ke belakang" kata Zatsune, aku dan yang lainnya pun berbalik
"N-Neru…" aku terkejut
"Dell…" Meiko terdiam
"SeeU…" Gakupo ikut terkejut
"Neru kau ma—"
"Hentikan Len! Dia bukan Neru yang kita kenal!" teriak Haku
"CUL!" Rin berlari ke arah nya
"C-CUL…ah…" CUL menusuk Rin
"Rin!" aku segera menghampiri Rin
Ternyata Zatsune dapat menghidupkan kembali orang-orang yang sudah mati. Meskipun begitu Neru dan yang lainnya sama sekali tidak mengenali kami. Mereka yang semasa hidupnya adalah teman kami kini berbalik menjadi musuh kami.
"Iblis!" Kaito menebaskan pedangnya pada Zatsune, tapi Akaito berhasil menahannya
"Bermainlah dengan Zombie ku" kata Zatsune
Kami semua panik karena tak hanya Neru, CUL, SeeU, dan Dell yang menjadi Zombie, tapi semua orang-orang yang dulu mati pun bangkit menjadi Zombie. Zombie-zombie itu pun tidak hanya berasal dari dalam istana tapi juga dari luar istana.
"Ini gawat! Zombie di luar istana pu sudah mulai memasuki halaman istana!" ucap Luka sambil melihat keluar melalui jendela
"Hmmm…" Zatsune melirik Miku
"Aku…benar-benar tidak akan memaafkan mu…" ucap Miku dengan mata berlinangan air mata
Zatsune hanya tersenyum ketika Miku mengatakan hal yang terdengar lucu bagi nya. Kemudian Miku menutup mata nya dan suasana pun berubah seketika.
"Len! Kau diam di sini!" ucap Meiko yang sedang bertarung dengan Dell yang sekarang mungkin adalah Zombie
"Aku akan membantu kalian!" kata ku
"Bodoh! Lalu siapa yang akan menjaga Rin?!" bentak Gakupo
"Kami akan membereskan ini! Jaga Rin…" Luka mengelus kepala ku kemudian berlari keluar pintu untuk menghalangi Zombie yang lain masuk lebih jauh kedalam istana
"Salamander!"
"Leviathan!"
"Len-nii kami pergi dulu yaa!" kata si kembar yang pergi lewat jendela dengan menaiki naga nya masing-masing
Semuanya bertarung sedangkan aku harus diam menjaga Rin yang terluka akibat serangan dari CUL yang sekarang adalah Zombie. Sejak tadi Rin terus memanggil-manggil nama CUL tanpa henti.
"Rin…" aku memeluknya sambil menutup luka di perutnya dengan tangan kiri ku
"CUL…hosh…hosh…CUL…"
"Blizzard!" Aoki menyerang SeeU
"Kelihatannya Ratu tidak bisa menggunakan sihir lagi…" kata Haku
"Huh?" aku langsung melihat ke arah Zatsune yang sedari tadi tidak melakukan apa-apa lagi
"Aku rasa sihirnya yang tadi cukup menguras banyak tenaga nya…" kata ku
"Tidak. Dia memang tidak bisa menggunakan sihir yang lain sebelum semua zombie-zombie itu musnah" ucap Haku
Setelah mendengar perkataan Haku aku langsung berdiri dan meminta Haku untuk menjaga Rin.
"Kau mau apa?" tanya Haku
"Kau pasti sudah tau.." jawab ku sambil menggenggam Excalibur
Miku masih menutup matanya dan ntah apa yang akan dia lakukan. Kaito masih bertarung satu lawan satu dengan Akaito. Itu bagus karena dengan begitu Zatsune tidak akan mendapatkan perlindungan dari Akaito. Dengan cepat aku pun berlari dengan hati-hati dan Zatsune ataupun Akaito sama sekali tidak menyadarinya.
Jika aku berhasil membunuh nya maka kedamaian akan terjadi di negeri ini. Dan jika semua ini berakhir maka aku dapat membawa pulang Rin. Hidup dengan normal tanpa ada pertarungan seperti ini.
"Holy Word Explosion" kata ku yang menggabungkan sihir Holy Word dengan jurus pedang Holy Explosion
Zatsune terkejut ketika terkena serangan ku. Kaito dan Akaito pun berhenti bertarung dan melihat ke arah Zatsune. Begitu juga dengan Miku, dia membuka mata nya dan melihat apa yang terjadi pada Zatsune.
"Miku!" Akaito menghampiri Zatsune yang tergeletak di lantai
"Len…" Miku masih terkejut
"Aka..i..to.." panggil Zatsune, Akaito pun langsung menggenggam tangan Ratu nya tersebut
"Sa…kit…" ucap Zatsune sambil menangis
"Miku…bertahanlah…" Akaito mencoba mengentikan pendarahan pada seluruh tubuh Zatsune
Di saat Zatsune merintih kesakitan, Miku pun berjalan ke arah balkon dan kembali menutup matanya.
"Inilah akhirnya…" ucap Kaito
"Shining Ururu" Miku kembali menggunakan sihirnya
Kemudian di luar terlihat seperti hujan bulu burung berwarna putih yang indah. Dan ketika aku kembali menghampiri Rin, terdengar suara kebiasan sayap yang cukup keras. Aku pun menggendong Rin yang masih lemas tapi luka nya sudah menghilang. Lalu aku pun berjalan ke tempat Miku berdiri. Dan ketika aku sampai, aku melihat sayap burung..ah..tidak..lebih tepatnya sayap malaikat berwarna putih.
Kibasan dari sayap itu memusnahkan zombie-zombie yang sedang di lawan oleh Luka dan yang lainnya. Mereka semua tampak terkejut ketika membalikan badannya dan melihat ke atas istana dan melihat sepasang sayap yang mereka sebut sebagai sayap kedamaian. Tak hanya mereka saja yang melihatnya, tapi seluruh masyarakat negeri ururu pun dapat melihatnya. Seluruh zombie yang di luar maupun di dalam istana telah lenyap. Semua bangunan yang runtuh pun kembali seperti semula. Tanaman yang mati pun kembali hidup.
"Akhirnya…" Meiko meneteskan air mata kebahagiaan
"Semuanya berakhir…" ucap Gakupo yang menahan tangisan bahagia nya
"Miku-nee! Len-nii! Meiko-nee!" Rui dan Rei menghampiri kami semua di atas
Negeri Ururu yang tadinya terlihat mengerikan kini kembali menjadi Negeri yang indah.
Kemudian kami semua masuk ke dalam untuk melihat apa yang terjadi pada Zatsune. Kami melihat tubuh Zatsune yang sudah kaku.
"Kaito…" Miku berlari ke arah Kaito
"Apa dia sudah mati?" tanya Meiko
"Aku rasa begitu…" jawab Kaito
"Setelah Ratu mu mati, apa yang akan kau lakukan?" tanya Meiko
"Aku telah memilih untuk terus bersamanya…sejahat apapun dia aku tetap mencintai nya…" ucap Akaito
"Jadi?" Meiko bingung
"Aku akan terus berada di samping nya…sampai kapan pun…" Akaito menghancurkan jantung nya sendiri dengan kekuatannya
Akaito bunuh diri demi menunjukan kesetiaannya pada Zatsune. Hal itu terlihat begitu dramatis. Tapi tiba-tiba terdengar sorak-sorak yang cukup keras dari luar. Kami pun berlari menuju balkon demi melihat apa yang sedang terjadi. Dan kami cukup terkejut ketika melihat seluruh masyarakat negeri ururu datang dan berkumpul di depan istana sambil meneriakan nama Hatsune Miku. Miku tak bisa berkata-apa ketika melihat orang-orang yang tadi sempat membenci nya sekarang datang dan menyebut-nyebut namanya.
"Mikuuuu-samaaa" teriak Luka dari bawah sambil melambaikan tangannya
"Luka-nee tadi pergi dan mengumpulkan mereka semua" ucap Rei
Lalu Aoki berlari lagi ke dalam dan mengambil mahkota yang di pakai Zatsune.
"Semuanya dengarkan aku…" ucap Aoki
"Sambutlah Ratu kita yang baru…Hatsune Miku…" kata Aoki sambil meletakan mahkota itu di kepala Miku
"Hidup Ratu Miku! Hidup Ratu Miku!" teriak masyarakat negeri ururu
"Terimakasih banyak…" Miku terharu
Kemudian Rei dan Rui berlutut di hadapan Miku.
"Kami akan mengabdi pada mu dan pada negeri ini" ucap mereka berdua
Lalu Haku pun mengikuti langkah si kembar.
"Akan ku lakukan apapun demi menebus dosa ku pada negeri ini" ucap Haku
Semuanya terlihat sangat gembira.
"Onii-chan…" Rin memeluk ku dengan erat
Tapi tiba-tiba tubuh ku dan Rin terasa tertarik ke atas.
"W-waaa ada apa ini?!" aku terkejut
"Kyaaaa…aku takut jatuh…"kata Rin
Kemudian Luka menahan tangan kami berdua.
"Terimakasih banyak Len…Rin…" ucap Luka
"Ini saatnya berpisah ya? Padahal aku masih ingin bersama-sama dengan kalian" Gakupo mengelus kepala kami berdua
"Kagamine Len dan Kagamine Rin…kami tidak akan pernah melupakan kalian berdua…karena mulai sekarang kalian adalah bagian dari kami semua" ucap Miku
"Sampaikan pesan Neru pada Nero ya?" Haku tersenyum
"Rin-nee…Len-nii…" Rei dan Rui kelihatan sedih
"Kami tidak akan melupakan semua kenangan yang sudah kita buat bersama.." Rei mencium pipi Rin dan Rui mencium pipi ku
"Sampai jumpa…" Luka melepaskan tangan kami, dan tubuh kami pun kembali tertarik pada sebuah cahaya putih
"Ayo pulang.." kata ku, Rin mengangguk dan untuk kedua kalinya dia kembali mencium ku
Kami pun terhisap kedalam cahaya itu sampai akhirnya aku pun kembali ke toilet sekolah, tempat pertama aku tertarik ke dunia Miku. Tapi Rin tidak ada di samping ku. Aku terkejut karena takut semua itu hanyalah mimpi. Demi memastikannya aku pun segera berlari keluar dari toilet dan berlari menuju kelas tapi kelihatannya tidak ada yang berubah. Semuanya sama seperti saat terakhir kali aku meninggalkan kelas.
"Hey Len! Bagaimana rasanya membersihkan toilet?" tanya seseorang yang sudah tidak asing lagi bagi ku
"Nero!" aku mencengkram bahu nya dengan cukup kencang
"A-ada apa?" tanya nya
Aku pun langsung menarik nya keluar kelas.
"Seseorang meminta ku untuk menyampaikan pesannya padaku" kata ku dengan serius
"Pesan? Dari siapa?" tanya nya
"Akita Neru.." jawab ku
". . ." Nero terkejut
"Dia bilang kalau dia merindukan mu…" ucap ku
"Jangan bilang kalau kau pergi ke dunia tempat Neru berada…" Nero masih tidak percaya
Aku pun menceritakannya dari awal pada Nero. Dia meneteskan air mata ketika mengetahui adiknya tersayang sudah tidak ada. Nero bilang ketika aku pergi ke dunia itu meskipun berpuluh-puluh tahun lamanya tidak akan mempengaruhi waktu di dunia ini tapi kalau umur jelas saja mempengaruhi. Jika kita tumbuh tua di sana maka ketika kita kembali pun maka akan tetap tua.
"Kalau aku kembali dari tempat pertama aku pergi, maka Rin juga pasti begitu" pikir ku
"Nero! Apa kau mau mengantar ku ke pantai?" tanya ku
"Tentu…" jawab nya
Kami pun pergi meninggalkan sekolah dengan modal nekad padahal jam pelajaran masih berlangsung. Tapi aku sama sekali tidak peduli.
Ketika sampai di sana aku segera mencari Rin, tapi pantai terlihat sangat sepi.
"Ada apa?" tanya Nero
"Apa adik ku tidak ikut kembali ke dunia ini ya…" kata ku dengan putus asa
"Leeeen!" panggil seseorang
"Rin?!" aku pun berlari mencari nya
"Kau dimana?" tanya ku
"Di sini hoiii!" Rin melambaikan tangannya
"Rinny!" aku langsung memeluk nya
Kemudian aku pun memperkenalkan Rin pada Nero.
"Rin, kenalkan dia ini Nero sahabat baik ku. Dia juga adalah kakak nya Neru" kata ku
"Hai.." sapa Nero
"Kakak ku…menyukai adik mu…" ucap Rin pada Nero
"Eh?" Nero terkejut
"R-Rin! Awas kau!" aku mengejar Rin yang berlari
Setelah aku berhasil menangkapnya aku pun menariknya. Lalu aku dan Rin melihat Nero mengangkat tangan kanan nya.
"Meteor.." ucap Nero
Kamudian aku dan Rin pun mengambil ranting pohon dan mengangkatnya ke atas.
"Statis Sword" kata Rin
"Lighting Stab"kata ku
Tapi tidak ada yang terjadi. Pada akhirnya kami bertiga pun tertawa.
"Rasanya seperti Chuunibyou ya? Hahahaha" kata Nero
Kemudian Rin bertanya pada Nero kenapa dia dan ayah nya bisa tinggal di dunia ini sedangkan Neru di dunia sana. Nero menjawab jika dulu ayahnya sempat tertarik ke dunia sana dan bertemu dengan ibu nya, lalu mereka saling jatuh cinta sampai akhirnya menikah dan memiliki dua anak. Tapi suatu ketika Nero dan ayahnya tertari kedalam cahaya yang waktu itu sempat menarik ku dan juga Len. Itu karena Nero lebih mewarisi darah ayah nya makanya dia tertarik ke dunia ini bersama ayah nya. Begitu juga dengan Neru, dia lebih mewarisi darah ibu nya makanya tidak tertarik ke dunia ini. Mendengar ceritanya aku cukup sedih tapi sepertinya Nero senang karena Neru masih mengingatnya.
"Cahaya itu bisa muncul kapan saja dan menarik siapa saja dari dunia ini" ucap Nero
"Begitu ya…" aku senang mendengar penjelasan itu dari Nero
Setelah melihat matahari terbenam kami pun langsung berpisah dengan Nero karena dia harus meminjam buku di perpustakaan sebelum perpustakaan itu tutup. Dan akhirnya aku pun pulang ke rumah bersama Rin.
Setelah sampai di rumah Rin terlihat kebingungan.
"Ini rumah yang baru ya?" tanya Rin
"Kau sadar rupanya. Ayo masuk!" jawab ku
Ketika aku membuka pintu nya aku langsung masuk duluan dan menutup lagi pintu nya.
"Hey! Apa yang kau lakukan!?" teriak Rin dari luar
"Masuk lah!" balas teriak ku
"Bodoh! Apa yang kau la—"
"Okaerinasai.." ucap ku
"Onii-chan…" Rin terharu
"Ta..tadaimaaa…" katanya sambil memeluk ku
Mulai hari ini aku tidak akan tinggal sendirian lagi. Sekarang sudah ada Rin dan aku tidak akan merasa kesepian lagi. Besok aku akan membawa Rin ke makam ayah dan ibu. Dengan begitu mereka tau jika Rin masih ada. Aku bersumpah akan menjaga Rin dengan sepenuh hati karena aku tidak mau kehilangannya untuk yang kedua kalinya.
Tetaplah bersama ku di dunia nyata ini, Rin…
Maaf lama update nya ~
Maaf juga cerita nya aneh X'D tapi makasih buat kalian yg udah mau baca sampe akhir ^^
Maaf kalau ada kesalahan dalam penulisan kata atau kalimat :'3 *plak* ~
