Naruto by Masashi Kinomoto
Pair : Mina x Kushi (utama), Miko x Fuga (pendukung)
Rate : T+
Languange : Bahasa Indonesia
Genre : Romance, Humor, Supernatural
Keep smile (?) Ralat Keep reading
Chapter 4 : First Date ?
"Mi-Minato-kun," ucap Kushina malu-malu.
"Hmm ?"
"Kita mau kemana ?"
"Kau ikut saja," ucap Minato dingin.
WHAT THE-, Minato ber-ucap dingin permisa
ABAIKAN ITU
Author ralat tuh kalimat
"Ke tempat di mana kita bisa bersenang-senang," ucap Minato dengan senyum menawan.
BLUSH
Muka Kushina memerah karena senyuman Minato.
Sesampainya di Mall Konoha, mall terbesar di KONOHA.
(Kushina : kok serba Konoha sih ? Author : protes mulu nih (-_-")
Arashii : iya. Tadi sekolah Konoha, sekarang mall Konoha
Author : kan ada di kota Konoha, yah wajar dong #tampang polos
Kushina : balik ke cerita #hajarauthor
Author : wuaaa apa salahku #kenabogem)
"Nonton dulu yuk," ajak Minato.
"Nonton apa?" tanya Kushina.
"Kita lihat dulu ada film apa untuk jam sekarang."
Di bioskop
"Wah ada film The Conjuring 2, Now You See Me 2, Ninja Turtle dan Warcraft. Kau mau nonton apa Kushina ?" tanya Minato. Dalam hati ia berharap Kushina memilih The Conjuring 2. Kushina tampak sibuk berpikir.
'Now You See Me 2 ? Itu cuma berhubungan dengan sulap dan aku tidak tertarik. Ninja Turtle ? Udah besar, males banget. Warcraft ? Kayak game dota. Mending The Conjuring 2, dattebane !' batin Kushina.
"Aku Conjuring 2 saja deh, Minato-kun !" seru Kushina. Minato menghela nafas lega. Kemudian ia menggandeng tangan Kushina dan membuat muka Kushina memerah.
"Ya sudah, ayo !" seru Minato.
Sebenarnya sih, ia berharap kalau nanti Kushina takut dan akan memeluknya. Memang pikiran yang picik sekali. Minato tidak tahu sebenarnya Kushina sama sekali tidak takut dengan hantu.
"Saya pesan tiket Conjuring 2-nya dua," kata Minato. Kushina menunggu di luar antrian.
"Baik, untuk jam berapa ?"
"Jam 10.00 saja."
Kemudian penjual tiket tersebut menunjukkan bangku yang kosong. Banyak juga bangku yang sudah terisi, untung saja ia tidak terlambat.
"Aku pilih yang di tengah saja," kata Minato menunjuk bangku yang masih kosong. Kebetulan di layar tersebut satu baris itu baru terisi empat orang, dan dua orang yang lain duduknya di pinggir.
"Baik, saya ulangi lagi, dua tiket untuk film The Conjuring 2 untuk jam 10.00 ya. Jadi semuanya 3000 yen."
Minato mengambil dompetnya dan mengeluarkan tiga lembar uang 1000 yen, menyerahkan uangnya kepada penjual tiket tersebut, dan menerima tiketnya.
"Terima kasih," Minato tersenyum dan menyusul Kushina. Kushina tampak duduk termenung.
"Kushina-chan !" Minato bermaksud untuk mengagetkan Kushina. Kushina tampak terkejut
"Minato-kun ! Apa-apaan sih, dattebane ?" seru Kushina. Minato tertawa dan menunjukkan tiketnya.
"A-arigatou," ucap Kushina.
"Ayo kita beli makanan dulu, Kushina-chan. Sudah jam 9.50, 10 menit lagi bioskopnya sudah mulai."
Kushina mengangguk dan menuju ke stand makanan dan minuman. Memang sedari tadi aroma popcorn menggugah seleranya.
"Aku mau pesan popcorn asin dan minumnya Strawberry Juice," ucap Kushina.
"Aku pesan popcorn asinnya dua, Strawberry Juice-nya satu, dan Orange Juice-nya satu ya," pesan Minato.
"E-eh Minato-kun, tidak usah bayarin punyaku."
"Tidak apa-apa Kushina-chan," ucap Minato sambil tersenyum.
"Benar nih ? Aku jadi tidak enak sama Minato."
"Iya. Ayo Kushina-chan, filmnya akan segera di mulai," Minato menggandeng tangan Kushina.
"I-iya."
Di Cinema 1 (ruang bioskop MinaKushi)
"KYAAAAAA !" seluruh isi bioskop ricuh karena adegan di mana Valak keluar. Minato berharap sekali kalau Kushina akan memeluknya, tapi tidak terjadi apa-apa. Minato meliriknya, Kushina masih asyik menyeruput jusnya, seakan tak terpengaruh.
"Kushina-chan, kamu tidak takut ?" tanya Minato. Kushina menggeleng.
"Tidak, aku dari dulu memang tidak pernah takut sesuatu seperti itu, Minato-kun," kata Kushina. Kini ia memakan popcorn asinnya.
"Yah, kukira kamu akan takut terus memelukku. Harapanku melayang deh," goda Minato. Kushina tersedak popcornnya sendiri.
"Uhuk uhuk !" Kushina meraih minumannya dan meneguknya. Minato tertawa pelan.
"Ba-baka," ucap Kushina dengan muka merah. Minato sukses membuat muka Kushina memerah.
"Ya sudah, kalau tidak mau tidak apa kok," Minato kembali menonton film yang diputar pada layar bioskop tersebut.
"Jadi itu ya sebabnya kamu mengajakku nonton film horror, dattebane ?" kata Kushina.
"Wah, ketahuan ya ?" Kushina menggembungkan pipinya. Lelaki memang punya banyak rencana.
"Dasar Minato mesum !" serunya, Minato membungkam mulut Kushina dengan tangannya.
"Hush ! Ini di bioskop, Kushina-chan !" Minato tersenyum, melepaskan tangannya dari mulut Kushina dan menyeruput Orange Juicenya.
"Huh !" Kushina memalingkan mukanya.
"E-eh, Kushina-chan jangan marah."
Kushina tetap memalingkan mukanya.
"Kalau kau masih marah ku cium beneran nih."
"Hah ?!" Pipi Kushina memerah sambil melihat ke arah Minato
"Nah gitu dong, jangan marah," ucap Minato sambil mengelus kepala Kushina.
BLUSH
"Mi-Minato-kun"
"Nani ?"
"A-apa benar ka-kau menyukai ku ?" tanya Kushina.
"Iya Kushina-chan, bukan suka lagi melainkan cinta."
Kalau di anime-anime yah, nanti ada keluar asap di atas kepalanya dengan muka merah
Author spam nih, balik ke cerita
Yah, dan akhirnya mereka pun terdiam seribu bahasa sampai film berakhir.
THE END (?)
...
...
Loh kok THE END ? Lanjutin ceritanya :v
"Kushina-chan kita makan siang dulu yuk, sudah jam 12 lebih nih," ucap Minato sambil melihat jam tangannya.
"..."
"Kushina-chan ?"
"..."
"Kushina ?" Minato sambil melambaikan tangan di kamera.
Loh kok di kamera ? Dikira acara 'Dunia Lain' kali. Mestinya didepan muka Kushina. Author ralat tuh kalimat.
"Kushina ?" Minato sambil melambaikan tangan di depan muka Kushina.
"A-ah, iya, ada apa ?"
"Kau melamun, kau baik-baik saja ?" tanya Minato cemas.
"Aku baik-baik saja kok," ucap Kushina.
"Kita makan siang dulu. Sekarang jam 12 lebih. Kau mau makan apa ?" tanya Minato.
"Aku ikut kamu saja."
"Oke. Ayo jalan," ucap Minato semangat sambil mengandeng tangan Kushina.
Di kedai Yakiniku Q
"Yo Minato, apa kabar ?" ucap seseorang.
"Baik, baik," ucap Minato ke seseorang itu.
"Wah tumben kau ajak seorang gadis ke sini. Pacarmu, yah ?" tanya seseorang a.k.a Chouza.
"Calon," ucap Minato.
"Oo," Chouza ber-oh-ria.
"Seperti biasa yah," ucap Minato sambil mengedipkan mata.
"Iya. Silahkan duduk Minato," ucap Chouza kemudian meninggalkan mereka.
"Itu kenalanmu, Minato ?" tanya Kushina.
"Iya, dia teman SD ku. Ayo duduk Kushina-chan."
"Ini pesanannya, Minato. Silahkan dinikmati," ucap Chouza sambil tertawa dan menaruh yakiniku di atas tungku (semoga benar) meja Minato dan Kushina.
"Arigatou, Chouza," ucap Minato.
"Kushina-chan, buka mulutmu," ucap Minato sambil tersenyum dan menyodorkan daging yang sudah matang.
"A-aaa..." Kushina membuka mulutnya sambil muka merah. Ia mengunyahnya perlahan dan tersenyum.
"Wah, enak, dattebane !" ucap Kushina. Minato tertawa dan memakan yakiniku yang kini ada di hadapannya.
"Nah, sekarang kau buka mulutmu Minato," ucap Kushina sambil menyodorkan daging.
Tentu saja Minato kaget dengan perkataan Kushina dan Minato membuka mulutnya. Orang-orang yang melihat ini iri kepada mereka.
"Hihihi," Kushina tertawa kecil ketika melihat Minato.
"Kenapa ?"
"Kau terlihat seperti anak kecil, dattebane !" ucap Kushina.
"Bukannya kau, yah, Kushina ? Buktinya saja kemarin kau makan ramen masih berantakan," goda Minato membuat muka Kushina memerah lagi.
"I-itu..." Kushina menundukkan kepalanya.
"Ayo kita selesaikan makannya, kita akan pergi ke Taman Konoha."
"I-iya."
TAMAN KONOHA
(Minato : author hobi banget dah, serba Konoha.
Author : kan aku cinta Konoha.
Kushina : bukannya kau IKAN LOVERS yah ? *muka polos*
Author : ka-kau tau itu dari mana ? *muka merah*
Kushina : dari ini *menunjukkan hp author*
Author : wuaaa kau bajak hp ku *mengambil hp dari Kushina*
Minato : Kushina-chan, jangan begitu *menyentil dahi Kushina*
Kushina : i-ittai *memegang dahi*
Author : ehem, bisa kalian simpan adegan itu nanti, kita akan melanjutkan ceritanya
Kushina & Minato : *muka merah*)
"Kita mau main apa dulu ?" tanya Kushina.
"Apa saja boleh untuk Hime-ku."
BLUSH
"Ja-jangan be-berkata seperti itu, dattebane !" Minato terkekeh.
"Ayo kita main itu dulu," ucap Minato sambil menunjuk roller coaster.
"Eh ada Minato-san," ucap seorang gadis berambut hitam yakni Mikoto.
"Wah Miko-chan," ucap Kushina.
"Ada Kushi-chan juga. Jangan-jangan kalian kencan, yah ?" tanya Mikoto polos membuat muka Kushina memerah lagi.
"Ti-tidak, kok. Kau sendiri sedang ngapain disini ?"
"Kencan bareng Fugaku-nii, iya kan ?" tanya Mikoto ke Fugaku.
"Hn."
"Iya atau gak ?"
"Iya iya."
Kushina melongo, sejak kapan Fugaku bisa nyerah sama Mikoto (sejak negara api menyerang #plak dikira avatar kali)
"Kalau begitu bareng yuk," ajak Minato yang disambut anggukan dari 3 orang itu.
"Kita main itu dulu," ucap Mikoto sambil menunjuk roller coaster.
"Ayo," ucap Minato.
Author mau men-skip bagian itu
"Mi-Minato, pelan-pelan," ucap Kushina berkeringat.
"Apa aku terlalu cepat ?" tanya Minato, dia juga berkeringat.
"I-iya, perutku sakit sekali," ucap Kushina.
"Sebentar Kushina."
"AKKH !"
"Gapapa ?"
"Sudah Minato, pelan-pelan."
"Ini juga sudah ku usahaiin."
"Ini terlalu cepat Minato. Aku tahu kau ingin mengalahkan Fugaku, tapi tidak begini juga."
"Sebentar lagi kita sampai." Minato menabrak Fugaku.
"KYAAA !" teriak Mikoto.
"Sudah kena," ucap Minato menyerigai.
"Fugaku-nii, balas Minato-san !" ucap Mikoto yang disambut anggukan Fugaku.
Dan terjadi tabrak-tabrakan.
"Mentang-mentang main ini, jangan saling tabrak-tabrakan. Perutku sakit," ucap Kushina.
"Kan namanya juga bom-bom car Kushina-chan," ucap Minato.
Ternyata mereka main bom-bom car toh, dikira... *author mimisan*
Ingat author, ini rate T bukan M.
...
Loh kok author yang diingetin yah, kan mestinya MinaKushi.
Abaikan 2 kalimat diatas.
"Sudah selesai nih. Ayo Kushina-chan, kita main yang lain," ucap Minato.
"Se-sebentar, kita ke toilet dulu," ucap Kushina dengan muka seperti zombie (?).
"Kau tidak apa-apa Kushi-chan?" tanya Mikoto khawatir. Mereka sudah sampai didepan toilet.
"Aku mual," ucap Kushina kemudian bergegas memasuki toilet tersebut.
"Kushi-chan," Mikoto mengikuti Kushina.
"Kau bawa terlalu kasar," ucap Fugaku.
"Emang iya yah?" tanya Minato.
"Kalau tidak kenapa dia bisa muntah-muntah?"
"Mungkin Kushina sakit," ucap Minato polos.
"Menurutku sih kau terlalu kasar mainnya."
Di toilet, bilik Kushina dan Mikoto
"Hoekk.. Hoekk..." Kushina muntah-muntah di toilet.
"Daijoubu?" tanya Mikoto sambil mengelus punggung Kushina. Kushina menganggukkan kepala.
"Kau kenapa bisa muntah Kushina? Kau hamil?" tanya Mikoto polos.
"Na-nani?! Aku hamil?! Yang benar saja Miko-chan."
Author lupa kalau Kushina dan Mikoto polos bukan main.
"Iya kan? Buktinya kau muntah-muntah," ucap Mikoto polos.
"Karena aku muntah-muntah dibilang hamil? Ya ampun," Kushina facepalm.
"Lah, terus apa?"
"Pasti gara-gara Minato bawanya kasar," ucap Kushina.
"Hah? Kasar?"
Author dan Kushina facepalm.
"Tadi kita kan main bom-bom car Miko-chan, pas kita lagi main Minato bawanya kasar," jelas Kushina.
"Oo," Mikoto ber-oh-ria.
"Sekarang udah agak baikkan?" tanya Mikoto.
"Baikkan, ayo keluar," ajak Kushina yang disambut anggukan dari Mikoto kemudian mereka keluar.
"Ayo kita ke cafe," ajak Minato.
Di Imagination Cafe
"Aku pesan parfait strawberry, ya," ucap Kushina semangat.
"Aku parfait buah. Nii-san mau apa?" tanya Mikoto yang kebetulan bersebelahan dengan Fugaku.
"Aku ice coffe saja. Kau Minato?"
"Aku fruit punch saja."
"Saya ulangi pesanannya, parfait strawberry 1, parfait buah 1, ice coffee 1, dan fruit punch 1," ucap pelayan kafe.
"Iya," ucap Minato.
"Kalau begitu saya permisi," ucap pelayan kafe.
Author akan menjelaskan posisi duduk mereka. Kushina duduk bareng Minato, di depan mereka ada Mikoto dan Fugaku.
"Habis ini kita main apa?" tanya Minato.
"Mumpung sudah sore kita pergi ke biang lala, yuk! Pemandangan sorenya sangat indah jika dilihat dari atas," ajak Mikoto.
"Boleh, aku bersama Miko-chan yah," ucap Kushina.
"Tidak, kau bersamaku, Kushina," ucap Minato sambil mengarahkan kepalanya ke Kushina.
"Mikoto bersamaku," ucap Fugaku.
Kushina mem-pout-kan bibirnya membuat Minato gemas. Tiba-tiba Minato mencubit kedua pipi Kushina.
"Hanaste, dattebane!"
"Kau membuatku gemas Kushina-chan!"
"Hihihi," Mikoto tertawa kecil sedangkan Fugaku masih dengan muka dinginnya.
"Pesanan anda sudah siap, silahkan dinikmati," ucap pelayan sambil menaruh pesanan mereka diatas meja.
"Arigatou," ucap Minato dan Mikoto. Fugaku menganggukan kepalanya. Pipi Kushina masih dicubit oleh Minato.
"Bagaimana?" tanya Minato sambil menegokkan kepala ke Mikoto.
"Enak sekali. Buahnya segar, krimnya juga manis," puji Mikoto.
"Hn," ucap Fugaku singkat.
"Bagaimana Kushina?" tanya Minato dengan muka tanpa dosa sambil melihat Kushina.
"Bagaimana aku mencoba jika kau masih mencubit pipiku?"
"A-ah gomen," Minato melepaskan cubitannya. Saat Kushina mau memakannya tiba-tiba Minato menyuapi Kushina.
"Sebagai permintaan maafku aku akan menyuapimu Kushina-chan," ucap Minato sambil menyodorkan sendok yang terdapat strawberry.
"Ti-tidak perlu, aku sudah memaafkan kamu," ucap Kushina dengan muka merah.
"Tidak apa-apa," ucap Minato sambil tersenyum.
"Aaa..." Kushina membuka mulutnya kemudian mengunyah.
"Oishi, dattebane!" ucap Kushina riang
"Ehem," batuk Mikoto. Kushina dan Minato melihat kearah Mikoto.
"Bisa simpan adegan kalian? Disini ada orang," ucap Mikoto. Muka Minato memerah dan Kushina menundukkan kepalanya.
"Oh iya, bagaimana dengan pekerjaanmu Kushina?" tanya Minato serius.
"Semakin hari semakin banyak vampir liar," ucap Kushina.
"Sebenarnya kami ingin membantu, tetapi kami tidak bisa membantu karena pergerakan werewolf semakin menjadi."
"Werewolf? Bukannya vampir dan werewolf sudah bersahabat?" tanya Mikoto. Dulu Mikoto sama seperti Kushina, sama-sama menjadi hunter, tetapi Mikoto keluar dari VHO karena keluarganya tidak mengizinkan dia menjadi hunter.
"Benar, tetapi werewolf membunuh vampir liar, bukan vampir asli. Takutnya kami disangka vampir liar sehingga kami tidak bisa membantu. Apalagi werewolf tidak bisa membedakan mana vampir liar dan vampir asli," ucap Minato sedikit jengkel.
"Namikaze-sama sedang mengurus ini, dia sedang mencari siapa yang membuat vampir liar ini," ucap Fugaku.
"Wah sudah sore, ayo cepat, kita tidak akan melewatkan pemandangan itu, kan ?" ucap Mikoto mencairkan suasana (?).
Di tempat bianglala
"Sugoii.." Puji Kushina ketika melihat pemandangan sore di bianglala. Kushina dan Minato duduk berhadapan.
"Ku-Kushina..." ucap Minato gugup.
"Nani?" Kushina menolehkan kepalanya ke Minato.
"A-aishiteru yo," pipi Minato memerah.
"A-aku..." pipi Kushina memerah juga.
Tiba-tiba Minato duduk disebelah Kushina dan menipiskan jarak mereka. Tangan kiri Minato memegang pipi Kushina dan tangan kanannya memegang pinggang Kushina.
Jarak di antara Minato dan Kushina semakin mendekat, hingga akhirnya bibir Minato mendarat di bibir mungil Kushina. Kushina memejamkan matanya, merasakan bibir Minato yang dingin melumat bibirnya dengan lembut. Walaupun bibir Minato dingin, tapi ia merasakan kehangatan darinya.
Minato akhirnya melepaskan ciuman itu. Wajah Kushina kini benar-benar semerah kepiting rebus. Minato terlihat biasa, namun karena ia adalah vampir. Seandainya ia adalah manusia biasa, wajahnya juga pasti memerah.
'F-first kiss ku?!' batin Kushina kaget.
"..."
"Aku mencintaimu Kushina-chan."
...
...
...
Awkward moment.
Mungkin itu adalah istilah yang paling tepat untuk Minato dan Kushina. Setelah kejadian tadi, keduanya bungkam. Bahkan saat mereka di taman Konoha sampai ke kediaman Uzumaki dalam keadaan hening.
Muka Kushina masih memerah, dia sedang memikirkan ciuman tadi serta perasaannya kepada Minato. Sedangkan Minato, dia sendiri tidak tahu harus bicara apa saat ini.
Tiba-tiba saja ada vampir liar yang menghadang mereka.
"E-Eh?"
Tanpa disadari, ada tangan yang menarik tangan kanan Kushina dan kini ada tangan yang melingkar di pinggang Kushina. Kushina mendongak ke atas dan menyadari Minato tengah memeluk Kushina erat dengan satu tangan. Wajahnya tampak serius dan mata sapphirenya menatap ke arah sekelilingnya.
"Jangan bergerak," bisiknya ke Kushina, tanpa menoleh.
"Mi-Minato, kenapa?" tanya Kushina. Kushina sadar ada yang tidak beres.
"Vampir liar."
"Na-Nani?" Kushina menolehkan kepalanya ke kiri dan melihat ada seorang yang berpenampilan layaknya berandalan dan berwajah pucat. Ia tertawa dan gigi taringnya terlihat.
'Vampir liar! Bagaimana aku tidak bisa menyadari ada vampir? Selama ini aku selalu bisa menyadari hawa kehadiran vampir. Tapi kenapa kali ini aku tidak bisa menyadarinya?' batin Kushina.
"Aku tidak sadar ada vampir liar… Hawa mereka seakan lenyap dan tidak ada bau darah vampir liar," bisik Minato.
"Pegang kemejaku. Jangan memberontak, biar aku yang membereskan mereka."
Kushina mengangguk dan menurut. 'Semoga semuanya akan baik-baik saja.' batin Kushina.
"Serahkan wanita itu~ Daraah!" Minato menyeringai.
"Tidak akan pernah! Kau pikir kau bisa mengalahkanku?" Ada 10 vampir liar yang mengelilingi mereka berdua. Minato yakin mereka berbeda dari vampir liar yang biasanya. Sepertinya ada seseorang yang berada di balik mereka, karena hawa kehadiran dan bau darahnya bisa tersamarkan.
Tapi jangan harap mereka akan menang melawan Minato, vampir bangsawan yang sejak lahir ditakdirkan untuk menjadi pemimpin para vampir untuk menggantikan Namikaze Fukuda (author akan menjelaskan biodata mereka + biodata tokoh lain). Karena, Minato adalah salah satu vampir terkuat saat ini dan merupakan satu-satunya yang bisa melawan Namikaze Fukuda.
Hawa gelap Minato pun menguat. Kushina merinding merasakan hawa Minato yang terasa lebih menyeramkan dari sebelumnya. Begitu pula dengan para vampir liar yang kini hendak melawan. Semuanya mundur selangkah dua langkah karena ketakutan dengan hawa Minato yang begitu kuat.
"Seraaang!" teriak salah satu vampir. Para vampir liar itu pun mulai menyerang Minato. Minato melompat tinggi begitu para vampir menyerbunya di tengah. Pelukannya pada Kushina semakin erat. Kushina memejamkan matanya, tidak berani melihat apa yang terjadi. Tangannya kini sudah berpindah tanpa ia sadari, berpegangan erat pada bahu Minato.
Para vampir pun segera sadar bahwa Minato kini telah berpindah tempat setelah melompat dan menghindari mereka. Para vampir liar pun kini berbalik ke arah Minato dan hendak menyerbu Minato.
Tanpa disadari, salah satu dari mereka berhasil melancarkan serangan dari belakang dan berhasil melukai salah satu lengan Kushina dengan kuku tajamnya.
"Akkh!"
Minato terkejut ketika melihat satu vampir liar itu melukai Kushina.
"Ka-Kau tidak apa-apa?" tanya Minato cemas sambil waspada.
"Tidak apa-apa," ucap Kushina sambil menahan sakit. Lukanya dalam dan panjangnya sekitar 10 cm.
'Hebat juga dia,' batin Minato.
Vampir-vampir liar itu semakin bersemangat karena mencium darah Kushina. Lalu mereka menyebar ke berbagai arah. Tapi bukan Minato kalau begitu saja kewalahan. Ia lalu menyerang dengan kekuatan angin yang membuat vampir-vampir itu melayang dan sulit mendekati mereka.
Ketika Minato lengah, salah satu vampir menabrak tubuh Minato dan Kushina pun terlepas dari pelukannya. Alhasil, para vampir itu pun mulai mendekati Kushina.
"Akhirnya... hahahahahaha! Kemari kau~" ucap vampir liar itu.
"Tidak akan!" teriak Kushina. Saat hendak melarikan diri, ia ditangkap oleh salah satu vampir dan vampir itu bersiap untuk meminum darah Kushina. Namun Minato dengan cepat berlari ke arah vampir itu dan menyerang dengan air yang menjauhkannya dari Kushina. Minato kembali memeluknya.
"Kau tidak apa-apa, kan?"
"I-iya."
"Mereka lumayan juga," ucap Minato.
Saat para vampir itu mulai mendekat satu sama lain dan berjalan ke arah mereka, Minato menghentakkan kakinya ke tanah.
CREEEESSSH!
"UAAARRRGHHHHH!"
"ARRRRGGGHHHH!"
"Tenang saja, tak sampai satu menit kalian akan membeku." Kushina mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Minato. Ia mendongak, menatap Minato yang tengah memeluknya itu.
"Membeku?" tanya Kushina. Minato mengangguk.
"Lihatlah." Kushina memutar kepalanya, menengok ke arah para vampir liar. Ia terkesiap. Mata violetnya membelalak lebar melihat bagaimana keadaan di depannya.
Para vampir liar itu membeku. Tubuh mereka seolah menjadi es. Jalanan di bawah mereka pun menjadi es. Mata Kushina menelusuri arah asal es itu dan berhenti di bawah kaki Minato. Jalanan yang membeku hanya sampai di batas kaki Minato. Membuktikan bahwa Minato memiliki bakat yang spesial.
"Ini…"
"Bakatku. Aku bisa mengabungkan 2 elemen dan menghasilkan es juga membuat barang apa pun yang kuinginkan menjadi es. Dan es yang kuhasilkan bukan es biasa… Es yang kuhasilkan bisa sekuat baja, itupun kalau aku mau," kata Minato dengan nada rendah.
Kushina menelan ludahnya. Vampir yang satu ini benar-benar mengerikan. Kekuatannya sudah di luar batas normal, belum lagi dengan otaknya yang jenius. Tidak akan ada yang bisa mengalahkannya.
"Kau mengerikan, Minato…"
Minato tersenyum mendengarnya.
"Aku tidak akan melakukannya padamu." Minato melepaskan pelukannya dari Kushina. Wajah Kushina merah padam. Ia merasa terlalu nyaman dalam pelukan Minato. Suhu tubuh Minato memang dingin, namun pelukannya terasa hangat bagi Kushina.
Minato hanya tersenyum kecil melihat wajah merah merona Kushina.
"Kemari kan lenganmu," ucap Minato dan kemudian Kushina menyodorkan lengannya ke Minato.
(Arashii : pasti dijilat
Nagato : menurutku sih dihisap
Arashii : apa bedanya?
Author : ...
Kushina : *blush*)
Minato kemudian mendekatkan tangannya ke lengan Kushina dan mengeluarkan elemen airnya.
"Kau mau membersihkan luka ini?" tanya Kushina polos.
"Membersihkan sekaligus menyembuhkan," ucap Minato yang masih fokus dengan lengan Kushina.
"Sudah, coba kau lihat," ucap Minato. Kushina melihat bahwa luka di lengannya sudah hilang.
"Sugoi, dattebane," puji Kushina.
"Hehehe, tunggu sebentar yah," ucap Minato. Ia mengambil ponselnya, lalu jemarinya dengan cepat menekan nomor ponsel seseorang.
"Kyuuko-chan, cepat kemari. Ada yang menyerang. Tolong bereskan mereka, bawa saja ke penjara." Kemudian Minato menutup teleponnya.
'Siapa Kyuuko?' batin Kushina bingung.
"Kau tidak memberitahu tempatnya dimana?" tanya Kushina.
"Tidak perlu karena sebentar lagi dia sampai," ucap Minato dan tiba-tiba muncul gadis berambut pirang dan bermata sapphire yang berusia 14 tahun.
"Nii-sama, kenapa kau tidak memberitahu tempatnya sih? Untung saja Fugaku-nii-sama kasih tau kalau kau mengantar Kushina-nee-sama," ucap gadis itu kesal.
"Kan tadi pagi sudah ku bilang kalau aku akan pergi bareng Kushina," ucap Minato.
"Huh!" gadis itu mem-pout-kan bibirnya.
"A-ano..." Kushina bingung
"Ah, ini Kushina-nee-sama yah? Konbawa nee-sama," ucap gadis itu.
"Kau siapa yah?" tanya Kushina membuat gadis itu pundung.
"Kau melupakan ku nee-sama," ucap gadis itu membuat Kushina mengernyitkan dahinya.
"Ada yang mencuri ingatannya, Kyuuko," ucap Minato.
"Hah ?!" Kyuuko membelalakan matanya.
"Emm Minato, ini siapa yah?" tanya Kushina.
"Ini adikku, Namikaze Kyuuko."
"Kok bisa?" tanya Kyuuko.
"Entahlah. Kau urus vampir liar itu, aku mau mengantar Kushina," ucap Minato.
"Waaah, vampir liarnya banyak yang membeku," ucap Kyuuko.
"Kau urus yah," ucap Minato kemudian menarik Kushina.
"Tidak apa-apa kalau kita meninggalkannya?" tanya Kushina.
"Tidak apa-apa, Kyuuko akan menelepon pengawal kami untuk membawa mereka."
"Oh," Kushina ber-oh-ria.
"Sudah sampai," ucap Minato ketiika sudah sampai di kediaman Uzumaki.
"A-arigatou."
"Douita, oyasumi Kushina-chan," ucap Minato kemudian mencium kening Kushina. Muka Kushina memerah. Minato terkekeh, melihat gadis pujaannya memerah.
"Duluan yah," ucap Minato kemudian berlari dengan kecepatan tinggi (ingat Minato vampir).
Kemudian Kushina masuk ke kediamannya dan disambut lagi oleh Arashii.
(Author : Arashii jadi bell boy
Arashii : kau yang menceritakannya *dark aura*
Author : hehehe
Arashii : *siapin katana*
Author : *lari* )
"Hmm, Kushina, bagaimana dengan kencanmu ?" Arashii menyerigai.
"Itu bukan kencan."
"Lalu apa?" Kushina langsung bungkam.
"Nee-san naik saja, kalau tidak aniki akan begitu terus," ucap Nagato di belakang Arashii.
'Untung punya adik yang peka' batin Kushina. Kemudian Kushina pergi ke kamarnya.
"Dasar Nagato, aku tidak bisa menggoda dia kan," ucap Arashii kesal.
"Hn."
"Emang kau tidak penasaran dia ngapain aja hari ini?"
"Daripada itu, aniki sudah menyelesaikan laporan perusahaan?"
"Oh iya, aku lupa," ucap Arashii sambil menepuk jidatnya.
"Hoamm... Aku masuk kamar yah," ucap Nagato kemudian meninggalkan Arashii.
"Huwaaa... Gara-gara mau godaiin Kushina jadi lupa selesaiin laporan!" ucap Arashii.
Poor Arashii
TBC
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.
Wah cerita author makin aneh yah hehehe. Maafkan author yah *ber-ojigi*. Author baru ngeh kalau chapter 1 ada 1K+, chapter 2 ada 2K+, chapter 3 ada 3K+ dan chapter 4 ada 4K+.
Author merasa chapter ini kurang humor, author akan usahakan dichapter 6 banyak humornya karena chapter 5 Kushina berburu vampire liar. Author butuh asupan ide nih, abis beberapa hari ini otak author lagi error. Author juga ingin berterima kasih kepada Anggi (teman sekaligus editor) yang membantu membereskan cerita ini.
Wah author terlalu hobi nge-spam nih.
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.
BIODATA (note : author mengerjakan fanfic ini dari hp, dari ch 1-4 jadi jika ada yang aneh maaf yah)
1. Namikaze Minato
Umur : 17 tahun
Kekuatan : Angin, air, es (gabungan air dan angin)
Kelas : 11-1
Sekolah : Konoha Internasional Highschool
Orang tua : Namikaze Fukuda dan Namikaze Lisa
Status : Vampir bangsawan
2. Namikaze Kyuuko
Umur : 14 tahun
Kekuatan :Angin
Kelas : 8-1 / 2-1
Sekolah : Pearl Internasional school
Orang tua : Namikaze Fukuda dan Namikaze Lisa
Status : Vampir bangsawan
3. Namikaze Fukuda
Umur : 38 tahun
Kekuatan : Api
Status : Vampir bangsawan
4. Namikaze Lisa
Umur : 37 tahun
Kekuatan : -
Status : Vampir bangsawan (awalnya dia manusia, lalu diubah menjadi vampir karena suatu alasan)
5. Uzumaki Kushina
Umur : 16 tahun
Kekuatan : -
Kelas : 10-1
Sekolah : Konoha Internasional Highschool
Status : Manusia
Orang tua : Uzumaki Mito dan Senju Hashirama
6. Uzumaki Arashii
Umur : 21 tahun
Kekuatan : -
Status : Manusia (jomblo :V #plak)
Orang tua : Uzumaki Mito dan Senju Hashirama
7. Uzumaki Nagato
Umur : 15 tahun
Kelas : 9-1 / 3-1
Sekolah : Pearl Internasional School
Kekuatan : -
Status : Manusia (jomblo juga #plak)
Orang tua : Uzumaki Mito dan Senju Hashirama
8. Uchiha Mikoto
Umur : 16 tahun
Kelas : 10-1
Sekolah : Konoha Internasional Highschool
Kekuatan : -
Status : Manusia
Orang tua : Uchiha Mina dan Uchiha Jito
9. Uchiha Fugaku
Umur : 17 tahun
Kelas : 11-1
Sekolah : Konoha Internasional Highschool
Kekuatan : Api
Status : Vampir bangsawan
Orang tua : Uchiha Izuna dan Uchiha Sara
Orang tua Fugaku, Mikoto dan Kushina tidak perlu dijelaskan. (Inner : author males #plak).
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.
REPLY REVIEW
Kushina Riza Himawari : udah lanjut :*, arigatou sudah membaca fanfic ini.
Nu shi Hottest Queens : author sudah diusahakan. Ini udah lanjut. Arigatou sudah membaca :3.
Josephine La Rose99 : hehehe, makasih sudah bilang makin menarik. Emm soal masa lalu Kushina author akan menjelaskan di chapter mendatang. Kayak fanfic 'My Lady is My fiance ' yah, author ambil sedikit konsep disana. Kan ceritanya Kushina agak membenci Minato, tapi Minato menyukai Kushina. Makasih juga sudah dibilang humor. Ini udah lanjut. Makasih sudah membaca.
Demons : udah next nih, arigato sudah membaca.
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.
Kushina : kok orang tua Miko-chan, Fugaku dan aku gak dijelasin, dattebane?
Author : yang paling penting kan orang tua Minato :V (inner : malas nulis #plak).
Minato : chapter depan akan dijelaskan orang tua kalian kok.
Kushina : beneran?
Minato : iya.
Author : oh iya, author mau minta maaf jika update lama, cari idenya susah. Udah gitu author belum pernah naik bianglala lagi.
Kushina : bilang aja takut.
Author : bukan takut, tapi gak diizinin naik sama orang tua.
Minato : author tuh sebenarnya udah SMA, kalau udah kuliah mah bisa.
Author : apa kaitannya? ( -,-)
Minato : entahlah. *muka polos*
Author : *siapin rasengan*
Minato : *hiraishin*
Kushina : sudah sudah, jangan berantem (?)
Arashii : bagian aku sama Nagato dikit banget di chapter sebelumnya. Udah gitu di chapter ini kok aku begitu banget sih.
Author : oh iya, aku penasaran rambut Arashii bewarna apa.
Arashii : heh?
Author : waktu itu author penasaran, cari digoogle abis itu ketemu...
Arashii : ketemu?
Author : rambut Arashii ada warna kuning dan merah.
Arashii : hah ?!
Author : sumpah dah ( -,-)v
Kushina : kan dia Uzumaki, rambutnya warna merahlah.
Author : entahlah, kalau warna kuning kayak Minato.
Minato : mencari ku?
Author : iya *siapin rasengan*
Minato : huaaaa, apa salahku? *lari*
Author : *ngejar Minato*
Kushina : terima kasih sudah membaca fanfic ini yah.
Arashii : author membutuhkan asupan ide nih, jadi reviewnya yah.
Kushina + Arashii : REVIEW PLEASE
Makasih sudah membaca fanfic ini dan meng-review fanfic ini. Author ingin minta maaf jika banyak spamnya. ARIGATO GOZAIMASU
