Naruto by Masashi Kinomoto
Pair : Mina x Kushi (utama), Miko x Fuga (pendukung)
Rate : T+
Languange : Bahasa Indonesia
Genre : Romance, Humor, Supernatural
Selamat membaca *ber-ojigi*
Chapter 5 : Hunting and couple
Kushina prov
DEG DEG DEG DEG
Kenapa jantungku ini? Sejak Minato menembakku jantungku begini terus.
...
...
Tunggu sebentar, tadi aku ngomong sesuatu yang aneh deh.
...
...
Iya iya, aku ngomong tentang menembak.
...
...
Oh iya, Minato kan tadi menembakku.
...
...
Wuaaa, Minato menembak ku dattebane?! Aku harus jawab apa dattebane?!
Tiba-tiba ponselku bergetar. Tanpa ba-bi-bu aku langsung mengangkatnya.
"Moshi-moshi? Ah, Sarutobi-sama. Konbawa. Besok pagi kesana? Bisa, kebetulan besok libur. Konbawa," ucapku ditelepon.
Misi? Sepenting itukah sampai disuruh datang pagi? Lebih baik aku mandi dulu.
Setelah mandi, tiba-tiba ada email masuk di hpku (seingat author kalau di Jepang namanya email bukan sms). Ternyata Mikoto yang mengirimnya.
'Kushi-chan, Fugaku-nii-san memberitahu kalau kau ditembak oleh Minato. Kau sudah memberitahu jawabannya?'
Hah?! Kok si manusia es itu tahu kalau Minato menembakku?
'Kau tahu itu dari si manusia es itu? Iya sih Minato menembakku, tapi aku belum menjawabnya.'
'Hah? Kau belum menjawab pernyataan itu? Ya ampun Kushi-chan, kau harus menjawabnya cepat, kalau gak Minato bisa mati kutu buat nunggu tuh jawaban.'
Pipiku memerah, iya kali Minato begitu.
'Aku sebenarnya masih memikirkan perasaanku. Aku merasa nyaman dengannya tetapi aku juga merasa takut karena dia vampir.'
'Hihihi, kau suka dengannya Kushi-chan.'
Kupastikan mukaku memerah karena email itu. Tiba-tiba Mikoto meneleponku.
"Kau suka dengannya, Kushina-chan."
"Su-suka?! Apa kau yakin, Miko-chan?"
"Tentu sekali, jika kau nyaman dengannya maka kau suka dengannya."
"A-aku tidak tahu, Miko-chan, kurasa yang kau katakan ada benarnya."
"Kau harus membalas perasaannya, Kushi-chan, aku akan mendukungmu."
"..."
"Ganbatte ne."
"I-Iya."
"Jaa ne."
"Jaa ne, Miko-chan."
Pip
Apa yang dikatakannya benar? Bahwa aku menyukai Minato? Aku ragu dengan perasaanku. Aku merasa nyaman dengannya tetapi aku juga merasa takut karena dia adalah vampir.
Ada email masuk lagi, aku membacanya kemudian mukaku memerah lagi. Dasar, Minato baka.
'Oyasuminasai hime, aishiteru yo :*.'
Lebih baik aku tidur sekarang, besok aku harus kesana.
Skip time
Next morning at VHO
Tok tok *ketuk pintu*
"Silahkan masuk," ucap seseorang di dalam. Langsung saja aku masuk.
"Ohayou gozaimasu, Sarutobi-sama. Ada misi apa hari ini?" tanyaku.
Hari ini aku hanya memakai kemeja bewarna abu-abu dengan celana panjang bewarna hitam. Aku juga memakai ikat pinggang bewarna putih juga sepatu hak hitam. Rambutku digerai biasa dan memakai jepit hitam.
"Kau ada misi untuk malam ini. Di hutan Konoha sering terlihat vampir liar dan mayat-mayat yang kehabisan darah. Aku ingin kau memberantas vampir-vampir itu malam ini juga," ucap Sarutobi-sama dengan muka serius.
Sendiri? Tumben sekali, biasanya 2 atau tidak 3 orang.
"Ano Sarutobi-sama, aku sendiri mengerjakan misi ini?" tanyaku.
"Sebenarnya misi ini membutuhkan 3 orang, tetapi anggota VHO lain sibuk dengan misi mereka masing-masing sehingga aku terpaksa menyerahkan misi ini ke kau."
"Kau bisa mempercayakan aku untuk misi ini, Sarutobi-sama," ucapku semangat.
"Bagus, itulah semangat yang ku inginkan, Kushina. Kau akan datang kesini lagi jam 5 sore. Ada 1 mobil van hitam khusus untuk misi ini. Kau libur kan sampai hari minggu nanti?"
"Minggu ini diliburkan Sarutobi-sama, kau lupa minggu depan ada apa?"
"Oh iya." Maklum Sarutobi-sama udah tua, bukan maksud menghina yah hihihi.
"Bisa kau tidak memakai embel-embel '-sama', kau kan keponakkanku, Kushina."
"Giliran panggil jii-san gak mau, sekarang panggil Sarutobi-sama juga gak mau. Maunya apa sih?" tanyaku ketus.
"Sarutobi-nii-san."
"HOEKK... Yang benar tuh Sarutobi-jii-san."
"Aku masih muda tau," ucapnya sambil pose kuat. Hidih, ngaku-ngaku muda tapi sekali push up malah nyerah.
"Ya udah, aku mau balik ke rumah," ucapku sambil berjalan ke pintu.
"Titip salam buat Arashii yah."
"Hai."
Kushina end prov
Kita ketempat Minato yuk reader-san.
"Nii-sama, bisa kau jelaskan kenapa Kushina-nee-sama ingatannya dicuri?" tanya Kyuuko ketika memasuki kamar Minato.
"Nanti aku jelaskan, sekarang aku sibuk," ucap Minato tanpa menoleh. Minato sibuk dengan laporan yang diberikan ayahnya tadi pagi.
Tiba-tiba ada 4 siku dikepala Kyuuko dan hawa mengerikannya keluar.
"SE-KA-RANG, NII-SAMA," ucap Kyuuko penuh penekanan.
"Iya iya."
"Huh!"
"Kau ingat kejadian Kushina diserang vampir liar?"
"Banget. Lalu apa kaitannya dengan ingatan Kushina-nee-sama yang dicuri?"
"Ingatannya dicuri saat itu juga."
"NANI?!"
"Hei, tidak usah berteriak juga, kuping nii-sama sakit."
"Gomen, gomen," ucap Kyuuko sambil menjulurkan lidahnya.
"Kalau menurutku, ingatannya dicuri oleh vampir bangsawan yang mengontrol vampir liar tersebut."
"Kalau bertemu vampir bangsawan itu aku akan membunuhnya," geram Kyuuko.
"Onii-sama, aku haus," ucap Kyuuko. Minato tertawa melihat gelagat manja adiknya.
"Kemari," kata Minato sambil membuka dua kancing teratas kemeja yang tengah dipakainya saat ini. Kyuuko mendekati Minato dan ia membenamkan kepalanya di sela leher Minato dan menancapkan gigi taringnya di leher Minato. Ia menghisap darah Minato. Minato diam saja dan bersikap biasa, seolah tidak ada vampir yang menggigit lehernya dan meminum darahnya.
"Kau minum banyak juga, Kyuuko-chan," ucap Minato setelah Kyuuko melepaskan taringnya.
"Aku sudah haus dari kemarin, nii-sama," ucap Kyuuko kemudian. Minato mengelus kepala Kyuuko yang bewarna pirang.
"Nii-sama tidak minum?" tanya Kyuuko polos.
"Kau lupa? Aku kan sudah menyegel Kushina," ucap Minato sambil menyentil dahi Kyuuko.
"Ah, ittai, nii-sama!" Minato terkekeh.
"Kalau tidak salah hari ini adalah jadwal minum nii-sama kan?"
"Iya, lalu?"
"Kau minumnya bagaimana?" tanya Kyuuko.
"Gampang." Minato menyerigai.
SKIP TIME TO 05.00 PM AT KUSHINA PLACE
"Yosh, semua lengkap, dattebane," ucap Kushina didepan mobil van hitam. Kushina menggunakan kemeja hitam, jaket coklat, celana legging hitam, dan sepatu kets hitam.
"Ayo jalan, dattebane!" ucap Kushina bersemangat. Baru saja Kushina menyalakan mobil tersebut ada yang menelepon. Kushina kemudian mengambil hpnya.
'Aniki? Kenapa dia meneleponku?' batin Kushina.
"Moshi moshi. Aniki?" ucap Kushina.
"Kushina, kau kemana?" tanya Arashii.
"Kan sudah kubilang kalau aku kerja," ucap Kushina jengkel sambil menyalakan mesin dan memasang earphone biru kesayangannya.
"Ya ampun, sudah kubilang, berhenti jadi hunter."
"Dan sudah kubilang aku tidak mau."
"Aku tidak mau kau terluka, Kushina."
"Yah aku tidak mau vampir-vampir itu berkeliaran, aniki."
"Hah, aku mengalah, kau menang." Kushina menyerigai.
"Jadi aku masih boleh jadi hunter kan?"
"Kau jadi hunter untuk mengetahui kematian orang tua kita, kan? Kau masih SMA, Kushina. Kau harus tau bahwa aku dan Nagato mengkhawatirkanmu."
"Itu alasan utamaku, alasan lain hanya menyelamatkan orang dari vampir tersebut."
"Hah, kau mirip sekali dengan kaa-san." Kushina tersenyum.
"Kan aku anaknya. Aniki, aku sudah akan berburu. Kumatikan yah, jaa ne."
"E-eh tung-"
pip
"Nah sekarang kita persiapkan semuanya," ucap Kushina menyerigai evil dan mencabut earphonenya.
Ketika Kushina pergi kebelakang mobil dan memasukkan pisau peraknya di tas kecilnya, ada yang menutup matanya.
"Ketemu kau~" ucap seseorang.
'Ga-gawat, baru saja sampai sudah diserang,' batin Kushina yang kemudian mengambil pisau perak dan langsung menusuk tepat diperutnya.
"I-ittai, Kushina-chan!" ucap seseorang itu sambil melepaskan tangannya dan memegang perutnya yang terluka
'Hah?!' batin Kushina kaget karena mengenal suara ini.
Kemudian ia menengok ke belakang. Mata Kushina terbelalak lebar, ternyata itu adalah Minato.
"Huwaa!" teriak Kushina kemudian mendekati Minato.
Author akan menjelaskan penampilan Minato, dia pakai jaket leather coklat dengan kaos hitam dan celana jeans hitam serta sepatu kets hitam.
"Daijoubu desuka?"
"Aku terluka, Kushina. Kau lupa aku ini vampir?" ucap Minato sambil menutup sebelah matanya dan menahan sakit diperutnya.
"A-ah gomenne."
"Ittai yo, Kushina-chan."
"Huwaa, aku harus berbuat apa supaya kau tidak kesakitan?" tanya Kushina panik dan Minato menyerigai.
"Give me your blood, Kushina-chan," ucap Minato membuat pipi Kushina memerah.
"NA-NANI?!"
"Ittai yo."
"Hah..." Kushina menyerah, dia tidak ingin Minato kesakitan.
Surrender, eh? Tumben Kushina yang galak dan pantang menyerah bisa surrender.
Abaikan itu
"Kuanggap iya," ucap Minato yang sudah mendekat ke Kushina.
"E-eh?!" Kushina langsung mundur perlahan.
Maju
Mundur
Maju
Mundur
Maju mundur maju mundur, cantik cantik (?)
Dikata Syahrini kali *Abaikan itu*
Maju
Mun-
Brak
'Ga-gawat?!' batin Kushina yang punggungnya menabrak bagasi mobil.
Minato melihat muka Kushina. Violet bertemu sapphire. Kushina yang melihat mata sapphire Minato membuat pipi Kushina memerah. Minato terkekeh ketika melihat pipi Kushina yang memerah.
Minato membuka 2 kancing atas kemeja Kushina, membuat muka Kushina memerah. Kushina mencengkram bahu Minato ketika dia merasakan bibir dingin Minato yang menyusuri lehernya.
"Akh!" jerit Kushina saat gigi taring Minato mengoyak kulit lehernya. Kushina mengalungkan tangannya di leher Minato dan malah menarik vampir itu mendekat.
Ada sensasi nikmat tersendiri baginya ketika darahnya dihisap oleh Minato. Tidak sakit, sama sekali tidak sakit, tapi rasanya begitu memabukkan.
Kemudian Minato melepaskan gigitannya dan menjilat bekas luka yang ia buat di leher Kushina. Dan tiba-tiba saja luka tusuknya tampak menghilang, dengan air yang menyelimutinya.
"Lu-lukamu sudah sembuh?" tanya Kushina.
"Sudah," ucap Minato sambil menjilati bibirnya.
"Kau tidak apa-apa Kushina?" tanya Minato ketika melihat muka Kushina yang pucat. Kushina menganggukan kepala.
"Mau kubantu Kushina-chan?"
"Bantu apaan?" tanya Kushina sambil menaikkan alisnya.
"Bantu membunuh vampir liar."
"Ti-tidak usah, aku bisa melakukannya sendiri."
"Benar nih?"
"Iya. Kau pulanglah."
"Aku lihat dari atas saja boleh?"
"Hah?!" Tiba-tiba Minato terbang di atas Kushina.
Author jelaskan sedikit, sayap Minato berukuran agak besar dan persis seperti segel Kushina.
"Kau tidak perlu berburu," ucap Kushina ngotot.
"Aku bisa menyegelmu supaya kau tidak perlu berburu juga."
"Huh!" Kushina mem-pout-kan bibirnya sambil memalingkan mukanya membuat Minato gemas.
"Sudah waktunya Kushina-chan, kau tidak siap-siap?" tanya Minato dari atas.
"Aku saja belum ganti baju."
"Oo." Minato ber-oh-ria dan Kushina masuk ke mobil itu.
"Yo, Minato," ucap seseorang dari bawah. Refleks Minato melihat ke bawah.
"Ternyata ada Fugaku dan Mikoto," gumam Minato dan turun.
"Konbawa, Minato-san," ucap Mikoto.
"Konbawa Fugaku, Mikoto," ucap Minato.
"Hn."
"Kau ngapain disini?" tanya Mikoto.
"Bantuin Kushina."
"Bantuin apa?"
"Bunuh vampir liar."
"Kita ikut yuk Fugaku," ajak Mikoto.
"Terserah."
"Bolehkan Minato-san?"
"Boleh," ucap Minato. Dia tahu kekuatan Mikoto sama kayak Kushina.
"Eh ada Miko-chan," ucap Kushina setelah selesai ganti baju. Kushina menggunakan kaos warna hitam, jaket berwarna hitam juga, celana legging berwarna hitam dan sepatu hunting berwarna hitam. Rambutnya pun diikat ekor kuda dan dijepit oleh jepitan hitam. Tambahannya menggunakan tas kecil.
"Kushi-chan, aku ikut berburu, yah."
"E-eh?! Bukannya kau sudah keluar, dattebane?" tanya Kushina kaget.
"Mentang-mentang sudah keluar gak boleh berburu gitu?" dengus Mikoto.
"Hihihi, boleh saja," ucap Kushina sambil menegok ke arah Minato.
"Kok ngeliatin aku begitu?" tanya Kushina. Minato sedang melihat penampilan Kushina.
Baju yang dikenakan Kushina jelas menampilkan lekuk tubuhnya membuat muka Minato memerah.
"Kok mukamu memerah?" tanya Kushina polos.
"Dia belum pernah melihat kau pakai baju itu Kushina," ucap Fugaku.
"Hah?! Biasanya aku pakai ini untuk berburu, kok," ucap Kushina.
"Hihihi," Mikoto tertawa geli.
"Kau ikut berburu kan Miko-chan?" tanya Kushina yang disambut anggukan dari Mikoto.
"Kebetulan aku bawa bajunya lebih. Sarutobi-jii-san yang menyuruhku membawa lebih. Bajunya ada didalam mobil, kau bisa menemukannya di bagasi," ucap Kushina dan Mikoto langsung saja masuk kemobil tersebut.
Author lupa jelaskan penampilan FugaMiko. Fugaku memakai kaos biru dan celana jeans hitam sepatu juga kets hitam, sedangkan Mikoto memakai baju dress warna hijau, sepatu pantofel hijau, dan tas selempang hijau juga. Rambut dibiarkan gerai.
"Kau pakai senjata apa Kushina?" tanya Fugaku.
"Paling busur dan panah perak, pisau perak, belati perak, dan juga rantai perak."
"Kau tidak membawa pistol?" tanya Fugaku lagi.
"Tidak diizinin sama Sarutobi-jii-san, katanya masih dibawah umur. Padahal aku juga udah bisa pakai," dengus Kushina.
"Sudah selesai," ucap Mikoto sambil keluar dari mobil itu. Pakaian Mikoto sama kayak Kushina.
"Kau pakai senjata apa?" tanya Kushina.
"Seperti biasa," ucap Mikoto sambil memegang pisau perak.
"Untung dibawain lebih," ucap Kushina.
"Kau sudah ambil senjatamu?" tanya Mikoto.
"Belum, ini mau ambil," ucap Kushina kemudian berjalan ke bagasi mobil dan mempersiapkan senjatanya.
"Hei Minato, berhentilah melamun," ucap Fugaku. Kemudian Minato tersadar dari lamunannya.
"E-eh, maaf maaf," ucap Minato sambil mengaruk pipinya yang tidak gatal.
"Yosh, semua siap, dattebane! Ayo masuk," ucap Kushina.
"Kau bersamaku, sedangkan Fugaku dengan Mikoto. Fugaku kau terbang saja mengikuti Mikoto," ucap Minato serius.
"Hn."
Kemudian mereka memasuki hutan tersebut.
THE END (?)
Author sangat berterima kasih karena sudah membaca fanfic ini. RnR please *puppy eyes*
...
...
Loh kok udah THE END? Lanjutin yakk!
Kita ke tempatnya Kushina dan Minato yuk!
"Kan sudah kubilang tidak perlu ikut," dengus Kushina sambil melihat Minato yang terbang di atasnya.
"Aku tidak mau kau terluka Kushina-chan."
"Dan aku tidak mau vampir-vampir itu berkeliaran, Minato."
"Kalau kau mau aku tidak mengikutimu, berhenti jadi hunter."
"Aku tidak mau."
(Author : kok percakapan diatas mirip sesuatu yah?
Arashii : itu percakapan kami di telepon.
Kushina : author gak kreatif
Author : biar ada humornya
Kushina : ayo balik ke cerita *bogem author*
Author : wuaa apa lagi salahku *pala benjol*
Anggi : LOL. Btw hai minna
Minato : eh editor muncul
Author : tumben kau muncul nggi
Anggi : sesekali *senyum-senyum*
Kushina : ngapain kau di sini? *siap-siap ngebogem*
Anggi : *terkejut* wow wow wow penyambutannya kasar amat. Okelah back to the story *ngeloyor pergi*
Kushina : -_- )
'Huh, gak aniki gak dia sama saja. Dijodohin saja lagi,' batin Kushina jengkel.
"Lagipula kenapa kau mengikutiku sih?" ucap Kushina jengkel.
'Vampir-vampir itu mengincarmu,' batin Minato.
"Supaya kau tidak terluka," ucap Minato.
Ketika Kushina merasakan ada hawa vampir liar, dia langsung menyiapkan busurnya.
"Tenang saja, aku tidak akan menganggu kau berburu," ucap Minato.
"Huh," dengus Kushina.
'Aku merasakan ada 3 vampir liar disini, ini akan jadi pekerjaan yang mudah,' batin Kushina sambil menyerigai.
Kemudian Kushina memanahkan anak panahnya dan terkena kaki vampir liar itu. Setelah terkena kakinya vampir itu tidak bergerak.
"Kkhh!"
"Kena kau," guman Kushina dan menembak lagi.
"Arrgh!"
"Tinggal tangannya," ucap Kushina sambil
menembakkan 2 anak panahnya ke tangan vampir tersebut.
"Si-sial," ucap vampir tersebut dan tumbang ke tanah.
"Kena kau, dattebane," ucap Kushina sambil mendekat dan mengambil pisaunya.
"Hmm, dilempar di bagian mana yah..." ucap Kushina sambil menyerigai evil.
PATS! (suara pisau yang dilempar)
"ARRGH!" teriak vampir itu kesakitan.
"Kau kejam, Kushina," ucap Minato sambil turun.
"Kau lebih kejam, dattebane," sanggah Kushina.
"Berikan aku rantainya, biar aku yang mengikat vampir itu," ucap Minato dan Kushina memberikan rantai peraknya.
Sambil mengikat vampir itu, Kushina tetap waspada karena dia masih merasakan 2 vampir liar lainnya.
"Disitu kau," gumam Kushina sambil menembakkan anak panahnya.
"ARRGH!" teriak vampir itu. Kushina menembaknya tepat di jantungnya. Langsung saja Kushina melemparkan pisaunya ke tangan dan kaki vampir itu.
(Author : author ingatkan ini kayak shiruken :v
Anggi : lemparnya kayak shiruken
Author : tos dulu *tos*
Anggi : buat? *tos*
Author : *bisik-bisik* kau pasti akan kena habaneronya Kushina
Anggi : *bisik-bisik* senasib dong
Author : iya T.T
Kushina : aku dengar itu
Author : glup
Kushina : kau akan kulempar juga pakai pisau ini *megang pisau perak*
Author : huwaa apa lagi salahku *lari*
Anggi : *sweatdrop* )
"Satu lagi," gumam Kushina.
"Kau hebat juga, Kushina," ucap Minato di belakang Kushina. Minato sedang merantai vampir liar yang lainnya.
'Untung aja rantainya banyak dan panjang' batin Minato sambil mengikat rantai tersebut ke vampir liar lain.
"Hn." Kushina memicingkan matanya.
'Disana,' batin Kushina dan langsung melepaskan anak panahnya.
"Meleset tuh," ucap Minato.
"Diam!" ucap Kushina galak, dia menajamkan indra pendengarannya.
'Ternyata kau bersembunyi di sana,' batin Kushina ketika melihat daun yang diinjak.
SET (suara anak panah yang dilepas)
"Kena kau," ucap Kushina sambil menyerigai.
"AKKH!" teriak vampir itu, anak panah itu mengenai dada kanannya.
Kushina melempar shiruken peraknya dan mengenai tangan dan kakinya. Kushina juga melemparkan pisau peraknya dan mengenai sebelah jantungnya. Vampir tersebut tumbang.
"Cuma segini doang? Huh!" dengus Kushina.
"Hahaha, memangnya kau mau berapa banyak, Kushina?" tawa Minato sambil mendekati Kushina.
"Semua, supaya tidak ada vampir liar lagi."
"Vampir liar diciptakan oleh vampir bangsawan, Kushina, jadi percuma kau bunuh semua vampir liar itu," ucap Minato sambil mengelus kepala Kushina.
"Kalau begitu bunuh vampir bangsawan aja, biar gak ada vampir liar," ucap Kushina.
"Emang kau bisa membunuh vampir bangsawan?" tanya Minato sambil terkekeh dan masih mengelus kepala Kushina.
"Entahlah, kalau belum dicoba kita tidak akan tahu hasilnya, dattebane," jawab Kushina.
Saat Kushina memasangkan rantai perak pada vampir liar tadi, tiba-tiba Minato mendengar suara jeritan dan kegaduhan.
"Ga-gawat," ucap Minato.
"Gawat?" Kushina mengernyitkan dahinya.
(Author : *merinding*
Minato : Author tidak apa-apa?
Author : A-aku baik-baik saja. *muka zombie*
Minato : Kau melihat Kushina yandere yah?
Author : *menganggukan kepala*
Kushina : Kau yang menulis ini, baka! *jitakin kepala author*
Author : Huwaa ittai yo.
Anggi : Su-sudahlah...)
"Aku mendengar suara jeritan dan kegaduhan, sepertinya ini pergerakan dari vampir liar," ucap Minato.
"Lalu?"
"Aku harus membawa kau kabur dari sini," ucap Minato sambil mengangkat Kushina ala bridal style.
Pada tau gak bridal style apa? Bridal kan pengantin sedangkan style itu gaya. Jadi bridal style itu gaya pengantin :V
...
...
Oke, otak author sudah error, kita kembali ke cerita.
(Anggi : LOL
Author : *menatap tajam dengan aura hitam ungu*
Anggi : Oke oke aku akan diam *ketakutan*)
"Hei! Lepaskan, dattebane!"
"Kalau kulepaskan kau mau apa?"
"Aku akan membunuh vampir itu, dattebane!"
"Kau tidak akan kuat, Kushina."
"Bodoh, yang penting turunkan aku." ucap Kushina sambil memukul dada Minato. Sebenarnya hati kecil Kushina kesenangan tapi dia gengsi.
"Aku tidak mau kau terluka, Kushina," ucap Minato.
Tiba-tiba saja Kushina memasuki mode habaneronya.
"KAU TIDAK MAU MENURUNKAN AKU, DATTEBANE?" ucap Kushina penuh penekanan.
Glup
"A-ah iya, a-aku turunkan," ucap Minato ketakutan dan menurunkan Kushina.
"Tapi biarkan aku yang membunuhnya, kau di belakangku," perintah Minato sambil siaga.
"Aku mau ikut, dattebane."
"Tidak perlu, aku tidak ingin kau terluka."
"Aku ingin membunuh vampir itu," dengus Kushina. 'Dan aku tak ingin kau terluka juga' batin Kushina.
Sepertinya Kushina sudah jatuh dalam pelukan Minato eh?!
(Anggi : se-sejak kapan udah dipeluk? Cepet bener
Minato : iya dong, gua gitu loh hahaha *tertawa*
Anggi : ...
Author : *sweetdrop* bukan dipeluk, kayak jatuh cintna gitu ama Minato, jatuh dalam pelukan kan cuma istilah
Anggi : oo... )
"Aku tidak ingin kau terluka, Kushina-chan," ucap Minato melembut.
"Kalau begitu biarkan aku melindungimu dari belakang, kau bisa melawan sekaligus menjagaku kan?" tanya Kushina.
Tiba-tiba sekumpulan vampir liar datang dari belakang Minato dan berjumlah sekitar 20.
"Minato, awas!" ucap Kushina ketika melihat vampir liar di belakang Minato. Langsung saja Minato menegok belakangnya dan menggerakan tangannya.
"A-apa ini?" tanya Kushina ketika melihat di sekitarnya terdapat angin yang sangat kencang dan memutarinya. Angin tersebut terbentuk seperti bola dan di dalamnya cuma ada Kushina sedangkan Minato diluar bola tersebut (seperti rasengan tetapi ini berwarna putih).
"Kau akan aman didalam sana Kushina, aku tidak ingin kau terluka," ucap Minato. Mata sapphirenya berubah menjadi merah.
"Mi-Minato?" Kushina ketakutan dengan mata merah Minato juga takut Minato terluka.
"Tenang saja," ucap Minato dan langsung berlari cepat menyerang vampir liar itu.
"Kau akan mati," ucap Minato dingin dan kemudian melemparkan shiruken perak.
"Minato, awas di belakangmu!" ucap Kushina ketika melihat vampir liar lainnya yang akan menyerang Minato dari belakang.
Langsung saja Minato melemparkan kunai bermata tiga di sekitarnya dan vampir liar tersebut dan kemudian menghilang meninggalkan kilat kuning.
Inilah kartu AS Minato, dia bisa menghilang dengan kecepatan kilat. Walaupun dia vampir dan bisa berlari cepat, dia juga menggunakan kunai itu untuk bertarung.
"Hah?!" Kushina cengo.
"Kena kau ~" ucap vampir liar lain dan mendekati Kushina.
"Ka-kau, pergi kau!" ucap Kushina dan mempersiapkan busurnya.
"Wuaaaaa!" teriak kesakitan salah satu vampir ketika menyentuh bola tersebut.
'Wuaa, bola buatan Minato hebat juga' batin Kushina.
"Coba ah," ucap Kushina kemudian menembak salah satu vampir itu.
SAT
"AKKH!"
"Wuaa, kena, dattebane," ucap Kushina senang. Ternyata jika ia menyerang dari dalam bisa kena.
'Minato kemana?' batin Kushina bingung sambil menembak vampir-vampir di sekitar bola itu.
"Kau menganggu Kushinaku, hmm?" ucap seseorang yakni Minato. Vampir-vampir tersebut kaget, teman-teman mereka sudah mati dan terdapat banyak sekali es, shiruken perak, pisau perak.
Kushina juga kaget karena Minato sudah menyelesaikan vampir-vampir itu kecuali vampir yang di sekitar bola.
"Gimana? Bau darahnya enak, kan?" ucap Minato sambil tersenyum dan mendekati vampir-vampir itu dengan aura yang mengerikan.
"Iya enak," ucap salah satu vampir itu senang.
Heh?! Bukannya ketakutan yah, kan kalau Minato bertarung itu seperti macan loh apalagi dia sudah mengeluarkan aura mengerikannya. Ganti tuh kalimat.
"KUBUNUH KAU!" teriak salah satu vampir dan berlari kearah Minato.
"Hah?!" Kushina dan vampir-vampir lain yang tidak lari itu cengo.
Author bisa bayangin vampir-vampir liar itu cengo :V
Mau tau kenapa vampir-vampir itu plus Kushina cengo? Mari kita lihat adegannya.
"E-eh?!" ucap vampir liar yang berlari kearah Minato. Vampir liar itu berputar-putar, sedangkan Minato sedang memutar-mutar tangan kanannya.
"Kau nari?" tanya vampir 1, dia tidak berlari ke Minato.
"Woii, tolongin!" ucap vampir yang tadi berlari ke Minato, kita sebut saja vampir itu vampir 2.
"Kau lagi nari, kan? Ngapain kau minta tolong?" tanya vampir 3 polos.
"Hei, kalau aku menari kenapa mesti putar-putar begini?" teriak vampir 2.
"Siapa tau kau butuh hiburan makanya putar-putar," ucap vampir 4.
"Tolongin!" teriak vampir 2 itu lagi yang masih berputar-putar.
"Ngapain tolongin, kan kau lagi nari," ucap vampir 1,3, dan 4 kompak.
Author sedikit jelasin, tadi yang berada disekitar Kushina cuma ada 4 vampir kecuali yang sudah dipanahin Kushina.
Kushina tertawa terbahak-bahak, dia merasa bahwa vampir-vampir ini bodoh. Vampir ke-2 itu berputar-putar karena ada angin Minato di bawahnya.
"Tasukete," ucap vampir 2, dia sudah mulai mual.
"Makanya jangan berani macam-macam denganku," ucap Minato. Kemudian Minato mengerakan tangan kirinya dan terdapat segumpalan air.
Kemudian Minato mengerakan segumpalan air tersebut dan sekarang gumpalan air itu diatas vampir 2 yang masih berputar-putar.
DREEEESSSSSSSSS!
Bukannya itu bahasa inggrisnya gaun yah :V
...
...
Abaikan itu, itu adalah suara air yang jatuh dari atas.
"Brrr... dingin..." ucap vampir 2 itu sambil mengigil. Udah diputar-putar disiram lagi.
Poor vampir 2.
Tawa Kushina semakin menjadi-jadi, bahkan sekarang perutnya sakit.
Ketika itu terjadi Fugaku dan Mikoto sudah sampai ditempat MinaKushi. Mikoto yang melihat ini hanya dapat menahan tawa sedangkan Fugaku masih dengan muka dinginnya.
"Fugaku, kau hangatkan dia," ucap Minato sambil menyerigai.
"Hn." Fugaku menjentikkan jarinya dan disekitar vampir 2 sudah ada api.
"Huwaa... panas sekali!" Dan vampir 2 lenyap, hanya meninggalkan abu.
Dah-dah vampir 2, semoga kita dapat bertemu lagi dichapter mendatang (?)
Vampir 1, 3 dan 4 semakin ketakutan.
"Kau mau merasakan seperti dia?" Tanya Minato sambil tersenyum evil. Vampir-vampir itu menggelengkan kepala
"Kalau begitu..." Minato menghentakkan kakinya ditanah dan vampir-vampir itu membeku.
"Waah, banyak banget vampir liarnya," ucap Mikoto ketika melihat banyak vampir yang tergeletak tak berdaya.
"Aku tidak terluka kan?" ucap Minato sambil menghilangkan bola itu.
"Baka!" ucap Kushina sambil menjitak kepala Minato.
"Ittai yo, Kushina-chan!"
"Kau tidak tahu aku mengkhawatirkanmu," ucap Kushina sambil menangis.
Heh?! Perasaan tadi Kushina tertawa, bahkan sampai terbahak-bahak. Sekarang dia nangis? LOL
"Gomenne Kushina-chan, aku tidak ingin kau terluka," ucap Minato sambil menenangkan Kushina
"Minato no baka baka baka!"
"Ehem," batuk seseorang yakni Fugaku. Minato menoleh ke Fugaku.
"Boleh kami duluan? Mikoto dan aku sudah lelah, sekarang juga jadwalku meminum darah," ucap Fugaku membuat muka Mikoto memerah.
"Silahkan, nih kunci mobilnya," ucap Minato sambil melempar kunci mobil Kushina (mobil van hitam itu loh).
(Anggi : Tunggu dulu! Terus Kushina gimana pulangnya?
Author : Baca aja)
"Duluan," ucap Fugaku kemudian mengangkat Mikoto dengan bridal style dan terbang.
"Hiks... Hiks..."
"Kushina-chan, gomenne," ucap Minato. Kemudian Minato memeluk Kushina dan mengelus punggung Kushina.
'Hangat' batin Kushina.
"Aku tidak mau kau terluka Kushina-chan, aku akan menghajar mereka jika mereka menganggumu," ucap Minato.
"Nii-san," gumam Kushina tapi terdengar oleh Minato.
"Maafkan aku, yah, Shina-chan," ucap Minato dengan lembut.
Kushina membelalakan matanya, Minato mendengar gumamannya. Kushina samar-samar menyunggingkan senyumannya.
Tangis Kushina sudah mereda tetapi dia tidak lepas dari pelukan Minato. Kushina merasa terlalu nyaman bersama Minato.
"Jadi?"
"Aku maafkan, asal kau tidak berbuat nekat seperti itu lagi," ucap Kushina.
"Arigatou sudah memaafkanku," ucap Minato sambil mencium kening Kushina.
BLUSH
Pipi Kushina memerah, membuat Minato terkekeh.
"Kau tidak apa-apa, kan?" tanya Kushina.
"Tidak, hanya kekuatanku berkurang, kekuatanku akan pulih besok," ucap Minato tanpa melepaskan pelukannya.
"Hontou?" Minato menganggukan kepalanya.
"Kau sendiri?" tanya Minato balik.
"Aku..." Kushina ambruk, untung Minato memeluknya sehingga Kushina tidak mencium tanah (?).
"Kau tidak apa-apa Kushina?" tanya Minato cemas.
"Aku kelelahan," ucap Kushina.
Ya iyalah, darah udah dihisap, berburu, abis itu nangis. Dikata gak kelelahan kali *Abaikan kalimat di atas*
"Ayo kita balik," ucap Minato kemudian dia mengeluarkan sayapnya dan mengendong Kushina ala briday style.
Kushina pasrah, dia sudah kelelahan, badannya juga tidak bisa digerakan.
"Pegangan yah," ucap Minato dan kemudian terbang.
"Sugoiii..." Puji Kushina ketika melihat pemandangan kota KONOHA (?) dari atas.
(Author : Watashi daisuki KONOHA *bibir dipoutkan, mata melengkung*
Minato : Asyik bisa berduaan dengan Kushina
Kushina : *blush* Ba-baka
Anggi : Cie cie *bersiul*
Minato dan Kushina : *pipi memerah*)
"Hehehe."
"Kau sering melihat pemandangan ini yah?" tanya Kushina polos.
"Iya, setiap aku terbang pasti selalu melihat pemandangan ini," ucap Minato sambil tersenyum.
"Minato..."
"Hmm?"
"A-aishiteru yo," ucap Kushina dengan muka merah.
Setelah mendengar pernyataan Kushina, muka Minato ikut memerah.
"Bahkan jika aku vampir kau masih mencintaiku?"
"Aku tidak peduli kau vampir, werewolf, atau apapun itu. Yang penting aku mencintaimu," ucap Kushina tulus sambil tersenyum.
"Aku juga mencintaimu," ucap Minato.
Kemudian Minato menipiskan jarak wajah mereka. Hingga pada akhirnya bibir mereka bertemu lagi. Bulan purnama seolah-olah menjadi saksi percintaan mereka.
Dan Minato melepaskan ciuman itu. Walau singkat tetapi mereka mengetahui bahwa perasaan mereka terbalas.
Kushina kemudian menangis, dia menangis bahagia.
"Arigatou sudah membalas perasaanku, Kushina-chan," ucap Minato sambil mencium kening Kushina.
"Eng," Kushina menganggukan kepalanya.
"Ayo kita pulang," ajak Minato kemudian terbang menuju mobil Kushina.
(Author : enaknya...
Anggi : hah?
Author : T_T
Anggi : kelamaan nge-jomblo sih, di multichat aja ngaku-ngaku jomblo
Author : *pundung*
Minato : apa maksud kalian nyeret-nyeret kami di multichat?
Anggi : entahlah *muka polos*
Kushina : *habanero*
Anggi : wuaaaa, sumimase *lari*
Author : *masih pudung*)
"Kushi-chan lama banget," keluh Mikoto.
"Hn."
"Itu dia," ucap Mikoto setelah melihat Kushina dan Minato yang terbang.
Kemudian Minato menginjakkan kakinya ke tanah.
"Kau ngapain saja sih? Lama banget," dengus Mikoto ke Kushina.
"Hehehe," tawa Kushina.
"Ah iya ini kunci mobilnya," ucap Mikoto sambil menyerahkan kunci mobilnya.
"Kau pakai kunci mobilku buat apa?" tanya Kushina polos membuat Mikoto menepuk jidatnya.
"Kan aku ganti baju Kushi-chan, bajuku kan ada di mobilmu," ucap Mikoto.
"Oo..." Kushina ber-oh-ria.
"Ya sudah, kita duluan yah, jaa nee," ucap Mikoto sambil melambaikan tangan.
"Jaa ne," ucap Kushina balas melambaikan tangan.
"Mau kuantar pulang?" tanya Minato.
"Aku harus mengembalikan mobil ini," ucap Kushina.
"Kalau begitu oyasumi hime," ucap Minato sambil mengecup pipi Kushina dan pipi Kushina memerah.
"Aku duluan yah, Kushina," ucap Minato yang disambut anggukan Kushina.
Kemudian Minato terbang dan pergi meninggalkan Kushina.
AT VHO
"Sarutobi-sama, aku sudah melaksanakan misinya, sekarang aku boleh pulang kan?" ucap Kushina ketika memasuki kantor Sarutobi.
"Ah Kushina, kerjamu bagus sekali. Bahkan banyak sekalli vampir yang tergeletak di sana," ucap Sarutobi sambil memeriksa laporan.
"Hn, jadi aku boleh pulang sekarang?" tanya Kushina.
"Emang sekarang jam berapa?"
"Jam 10 malam."
"Hah?!" teriak Sarutobi sambil mengebrak meja.
"Tak perlu berteriak," ucap Kushina sambil menutup kupingnya.
"Ah maaf maaf, kau pulang saja," ucap Sarutobi.
"Hai," Kushina keluar dari ruangan itu.
'Hashirama-nii, Mito-nee. Lihatlah putri kalian, mirip sekali dengan kalian,' batin Sarutobi sambil melihat jendela yang berada di belakang bangkunya.
'Andai mereka tahu bagaimana kematian kalian,' batin Sarutobi miris.
FLASHBACK
(Note : Arashii berumur 19 tahun, Kushina berumur 14 tahun, Nagato berumur 13 tahun, dan Minato 15 tahun. Mito dan Hashirama masih hidup)
Ruang tamu kediaman Uzumaki, pukul 17.15
"Tou-chan, lihat ini," ucap Kushina sambil menunjukan piala ke Hashirama yang sedang duduk di sofa.
"Piala apa ini, sayang?" tanya Hashirama sambil mengelus kepala Kushina.
"Ini piala untuk juara 1 dalam olahraga, tou-chan," ucap Kushina senang.
"Wah, hebat anak tou-chan."
"Emm, Nagato dan kaa-chan dimana?"
"Nagato sedang tidur sedangkan kaa-chan..." ucapan Hashirama terputus saat Mito memasuki ruang tamu.
"Hashi-kun, ada telepon dari Sarutobi," ucap Mito serius.
"Ah, Kushina kau bersama kaa-chan dulu yah," ucap Hashirama kemudian pergi untuk mengangkat teleponnya.
Author jelasin dikit, teleponnya adalah telepon rumah. Telepon itu ada di dekat tangga sehingga Hashirama harus berjalan keluar dari ruang tamu.
"Kaa-chan, lihat ini," ucap Kushina sambil menunjuk-nunjuk pialanya.
"Nani?" tanya Mito lembut sambil berjongkok menyesuaikan tinggi Kushina.
"Aku dapat juara 1 dalam olahraga."
"Kau hebat, Kushina-chan," ucap Mito sambil mencium pipi Kushina.
"Aniki di mana kaa-chan?"
"Aniki belum pulang, sepertinya sebentar lagi."
"Tadi yang menelepon tou-chan Sarutobi-jii-chan yah?"
"Iya."
"Jii-chan telepon buat apa?"
"Entahlah, jika jii-chan mencari tou-chan pasti itu masalah penting."
"Mito, Sarutobi meminta kita untuk pergi ke tempatnya sekarang," ucap Hashirama ketika memasuki ruang tamu.
"Baiklah. Kushina-chan, kau jaga adikmu ya, kaa-chan dan tou-chan pergi ketempat jii-chan. Kau baik-baik di sini ya," ucap Mito sambil mengelus kepala Kushina.
"Hai," ucap Kushina mantap.
Kemudian Mito berdiri dan pergi meninggalkan kediaman Uzumaki bersama Hashirama.
"Tadaima," ucap Arashii dan melihat Kushina berlari ke arahnya.
"Okaeri. Aniki lama banget," ucap Kushina sambil memeluk Arashii.
"Hehehe, maafkan aniki yah," ucap Arashii sambil mengangkat Kushina.
"Ya ya ya." Kemudian Arashii menurunkan Kushina.
"Tou-san dan kaa-san dimana?" tanya Arashii ketika memasuki ruang tamu.
"Mereka pergi ketempat Sarutobi-jii-chan," ucap Kushina.
"Ini sudah sore, kaa-san sudah siapin makan malam belum? Aniki lapar nih," ucap Arashii sambil duduk di sofa.
"Kayaknya belum," ucap Kushina yang ikut duduk di sebelah Arashii.
"Nagato dimana?"
"Kata kaa-chan masih tidur."
3 jam kemudian
"Kaa-chan dan tou-chan lama banget," ucap Kushina sambil memencet remote tv.
"Kushina-nee, bisa ajarin aku matematika gak?" tanya Nagato sambil menghampiri Kushina.
"Bisa, bawa bukumu ke sini," ucap Kushina sambil mematikan tv.
"Ini nee-chan, aku tidak mengerti aljabar," ucap Nagato sambil memberikan buku matematikanya.
"Ah, kalau ini..." ucapan Kushina terputus ketika Arashii datang dengan muka pucat.
"Aniki kenapa?" tanya Kushina dan Nagato kompak.
"Ayo Kushina, Nagato, kita pergi ke rumah sakit," ucap Arashii.
"Buat apa?" tanya Kushina.
"Kaa-san dan tou-san masuk rumah sakit."
"Aniki bercanda kan?" tanya Nagato.
"Tidak, ayo kita pergi sekarang," ajak Arashii.
"Huwaa... Huwaaaaa..." tangis Kushina.
"Ayo kita bergegas."
Di Rumah Sakit Konoha
"Jii-san!" teriak Arashii ketika melihat Sarutobi. Mereka (Arashii, Kushina dan Nagato) berlarian.
"Bagaimana dengan keadaan tou-san dan kaa-san?" tanya Arashii.
Sarutobi menggelengkan kepala.
"Apa maksudmu?"
"Me-mereka sudah meninggal," ucap Sarutobi.
"Ti-tidak mungkin..." ucap Arashii yang kemudian berlutut dan menangis.
"Huwaa... Kaa-chan... Tou-chan..." tangis Kushina semakin menjadi.
"Jii-san bohong! Tou-san dan kaa-san tidak mungkin meninggal!" bentak Nagato.
"Maafkan jii-san Nagato, jii-san tidak bohong."
"Huwaaa..." tangis Kushina sambil berlari.
"Kushina, kau mau kemana?" teriak Sarutobi ketika melihat Kushina berlari.
Kushina langsung berlari ketaman dirumah sakit itu.
"Huwaaaaaaaaa..." Tangisan Kushina semakin keras.
"Kushina?" Kushina menolehkan kepalanya.
"Nii-nii-san?" ucap Kushina saat melihat Minato.
"Kau kenapa menangis?" tanya Minato mendekat.
"Ka-kaa-chan dan tou-chan meninggal," ucap Kushina sambil menangis.
"Kita duduk di sana dulu, Shina-chan," ucap Minato sambil menunjuk bangku kosong.
"Eng," Kushina menganggukkan kepala dan berjalan ke bangku.
"Shina-chan, tidak usah menangis lagi yah, jii-chan dan baa-chan pasti tidak ingin melihat kau menangis," ucap Minato sambil mengelus punggung Kushina.
"Hiks, hiks." Kemudian Minato memeluk Kushina dari samping.
"Sst Shina-chan, tenang yah, nii-san berjanji akan selalu menemani Shina supaya tidak kesepian lagi," ucap Minato menenangkan Kushina.
"Nii-san jangan meninggalkan Shina yah," ucap Kushina.
"Aku berjanji tidak akan meninggalkan Shina."
"Janji?" Kushina mengeluarkan jari kelingkingnya.
"Janji," ucap Minato sambil tersenyum dan mengaitkan jari kelingkingnya ke Kushina.
Di tempat Arashii
"Arashii, tenanglah," ucap Sarutobi sambil menenangkan Arashii yang sudah duduk di bangku.
"Jii-san, bisa beritahu aku kenapa tou-san dan kaa-san meninggal?"
Sarutobi memastikan tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka. Setelah memastikan dia menatap Arashii serius.
"Kau percaya dengan vampir?" tanya Sarutobi serius.
"Itu hanya mitos."
"Tidak, vampir benar-benar ada."
Mata Arashii terbelalak.
"Ja-jadi..."
"Orang tua kalian diincar oleh vampir, lebih tepatnya vampir bangsawan."
"..."
"Sebenarnya aku adalah pimpinan dari VHO yang bertugas memberantas vampir liar. Mito-nee dan Hashirama-nii menjalankan misi untuk memberantas vampir liar tetapi saat sampai di lokasi tersebut ternyata yang muncul adalah vampir bangsawan. Mereka berusaha untuk kabur namun sia-sia. Saat kami sampai di tempatnya..."
"Teruskan, jii-san."
"Mereka berkata bahwa vampir bangsawan itu mengincar Kushina."
"A-APA?!" teriak Arashii.
"Kami kurang tahu kenapa vampir itu mengincar Kushina, jadi aku memutuskan untuk menyuruh anak buahku menjaga Kushina. Apa kau keberatan?"
"Tidak sama sekali, asalkan adikku selamat aku rela melakukan apapun."
"Nagato dan Kushina dimana?" tanya Arashii.
"Nagato pergi ke toilet sedangkan Kushina, dia berlari entah kemana."
"Aku akan pergi mencarinya." Arashii kemudian berdiri dan berlari.
Kembali ke tempat Kushina
"Kalau kau menangis kau terlihat jelek tahu."
"Minato-nii jahat," ucap Kushina sambil mengembungkan pipinya.
"Aku lebih suka melihat kau tersenyum dan tertawa, Shina-chan," ucap Minato.
"Fugaku-nii tidak bareng nii-san yah?" tanya Kushina.
"Aku ke sini sendiri."
"Kushina!" teriak Arashii ketika melihat Kushina bersama Minato.
"Aniki? Nii-san, aku duluan yah, jaa nee," ucap Kushina sambil berlari dan melambaikan tangan.
"Iya, jaa nee," ucap Minato sambil tersenyum dan melambaikan tangan.
FLASHBACK OFF
(Author : (-_-)
Minato : flashbacknya cuma sampai situ doang?
Author : iya
Kushina : author kenapa?
Author : gak kenapa-napa (inner : mesranya, kecil-kecil aja begitu apalagi dah gede -3-)
Anggi : pasti iri *menebak*
Author : *pundung* (lagi)
Anggi : -_-" (inner : apa tebakanku benar? Ah pasti benar hehehe) *tertawa dalam hati* )
"Kau ngapain di depan rumahku?" tanya Kushina ke Minato ketika sampai di kediamannya. Kushina sekarang masih mengenakan pakaian hunternya plus tas berukuran sedang yang didalamnya terdapat baju dia.
"Menunggu hime," ucap Minato.
BLUSH
"A-ah, kau tidak pulang?"
"Kalau hime sampai dirumah dengan selamat baru aku pulang."
"Mau masuk dulu?"
"Boleh."
"Tadaima," ucap Kushina.
"Okaeri. Nee-chan tumben pulangnya lama banget."
"Salahkan jii-chan."
"Nee-chan gak ganti baju yah? Kok masih pakai baju itu?"
"Kagak, nee-chan mau sekalian mencuci baju ini."
"Nee-chan, itu siapa?" tanya Nagato.
"Ah ini Minato, Namikaze Minato."
"Watashi Nagato, Uzumaki Nagato, adik dari Kushina-nee, yoroshiku."
"Watashi wa Minato, Namikaze Minato, yoroshiku," ucap Minato ramah.
"Kau mau minum apa?" tanya Kushina.
"Aku teh saja."
"Oke, kau duduk dulu yah. Nagato, kau juga mau teh?" tanya Kushina.
"Tidak usah, aku mau tidur. Aku naik duluan yah," ucap Nagato dan naik ke lantai 2. Kushina pun pergi ke ruang dapur (?)
Maksud author dapur ama ruang tamu pisah makanya Kushina keluar dari ruang tamu dan masuk ke ruang dapur :v
"Kakakmu di mana Kushina?" tanya Minato ketika melihat Kushina membawa nampan.
"Entahlah," jawab Kushina sambil menaruh gelas di meja.
"Arigatou," ucap Minato ketika Kushina menuangkan teh ke gelasnya.
"Douita."
"Emm, Kushina?"
"Nani?" tanya Kushina sambil duduk di sebelah Minato.
"Ka-kan kau sudah menerima perasaanku, jadi..."
"Jadi?"
"Ma-maukah kau jadi pacarku?"
"Menurut nii-san?" goda Kushina.
"Ku anggap iya," ucap Minato kemudian mencium tepat di bibir Kushina. Kushina awalnya terkejut namun dia membalas ciuman itu.
"Ehem," batuk seseorang.
Spontan Minato dan Kushina melepaskan ciuman dan menoleh dengan muka merah ke arah sumber batuk.
"Kushina, ada aniki disini. Kalau mau begituan jangan di rumah, di luar saja," ucap Arashii dengan kesal.
"Aniki kelamaan nge-jomblo sih."
Tiba-tiba muncul 4 siku-siku di kepala Arashii.
"Aniki gak jomblo."
"Buktikan."
"Kalau begitu besok malam kita pergi ke Restauran Libra, aniki akan buktikan bahwa aniki punya pacar."
"Huh."
"Kau boleh ajak dia kalau kau mau."
BLUSH
"A-aniki!"
"Sudah malam, aniki mau tidur dulu," ucap Arashii sambil naik tangga.
"Emang aniki sudah selesai tanda tanganin tuh laporan?"
"Oh iya, aniki lupa," ucap Arashii sambil menepuk jidatnya.
'Demi kami-sama, kenapa aku selalu lupa menanda tangan tuh laporan sih?' batin Arashii kesal.
(Author : hohoho, itu kerjaan author tuh
Arashii : hei kenapa aku selalu lupain tanda tangan laporan sih
Kushina : karma does exis
Minato : makanya jangan nge-goda kami
Author : kalau gak godain kalian gak seru
MinaKushi : APA?! *Kushina habanero dan Minato menyiapkan rasengan*
Anggi : wow wow, sabar sabar *berusaha menenangkan Minato dan Kushina*
Author : back to the story *ketakutan*)
"Mau kubantu aniki?"
"Tidak usah, mending kau temanin dia. Aniki duluan yah." Kemudian tersisa Minato dan Kushina.
"Besok kau mau ikut?" tanya Kushina.
"Boleh saja. Kalau begitu aku yang jemput yah." Kushina menganggukan kepala.
"Sudah waktunya aku pulang, terima kasih yah Kushina-chan," ucap Minato.
"Aku antar sampai depan yah."
"Tidak perlu, aku kan terbang."
"Tetap saja dari depan kan?"
"Hehehe. Kalau begitu oyasumi hime, mimpi indah yah," ucap Minato ketika sampai di depan. Kemudian Minato mencium kening Kushina.
"Oyasumi nii-san, mimpi indah juga yah," ucap Kushina sambil mencium pipi Minato.
"Jaa nee, Kushina-chan," ucap Minato kemudian mengembangkan sayapnya.
"Jaa nee," ucap Kushina dan Minato pun terbang.
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.
Hallo semua, kembali bersama author gaje ini #plak. Bagaimana dengan cerita? Semakin menarik kan *smirk*. Author emang sudah ada rencana kalau Kushina menyatakan perasaannya saat dia digendong Minato.
Author juga ingin minta maaf jika alur di fanfic ini cepat . Author juga mohon maaf sebesar-besarnya karena baru post chapter ini, author liburan selama 2 minggu dari tanggal 2 sampai 16. Jadi author akan pastikan tanggal 17 chapter 6 akan dipost.
Sekian dari pengumuman author, jaa nee
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.
Balas review *smirk*
Nu shi Hottest Queens : Puasanya batal gak tuh hihihi, author suka nama Mina sebab Mina itu singkatan dari Minato #plak. Author bukan korban valak :v, author aja belum pernah nonton The Conjuring 2 tapi udah nonton trailer plus game 4D nya. Yah anggep aja korban valak #plak. Nih dah lanjut, arigatou sudah membaca yah
Josephine La Rose99 : Author niatnya pm tapi ini kan dihp bb jadi ribet pmnya, author bukannya malas yah cuma ribet aja apalagi mesti tunggu loadingnya, lama banget X(.
Thanks sudah dibilang lucu tentang double date + Kushina yang gak takut sama film horror. Minato mah gak usah dikasihani *dirasengan Minato*. Author emang maunya Kushina tuh kuat dan garang, tapi author lebih suka kalau Kushina sedikit tsun. Keluarinnya dichapter depan saja soalnya author sudah dapet ide buat chapter depan *smirk*.
Author rencana awalnya update 3 hari sekali tetapi karena kadang-kadang ide author mentok dan editor (anggi dan sophia) kadang aktif kadang enggak jadi susah. Author akan usahaiin min 4 hari sekali maks 7 hari sekali. Terima kasih atas dukungannya dan terima kasih juga sudah membaca fanfic ini.
Kushina Riza Himawari : Wah author juga greget bikin fanficnya #plak. Ini dah update *senyum-senyum*. Itu ide author buat chapter terakhir :v. Author spoiler dikit, dichapter terakhir nanti ada bagian MinaKushi bertarung dengan vampir bangsawan yang membunuh HashiMito.
Yosh sudah dibales, sekarang lanjut ke sesi bicara chara fanfic.
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.
Arashii : thor, hobi banget nge-spam dan spoiler.
Author : biarin, yang penting mereka gak penasaran.
Kushina : gak seru kalau gak penasaran tau.
Anggi : wkwk yang sabar ya...
Minato : thor, ada yang minta Kushina garang tuh.
Author : udah diusahain tapi aku buat di chapter 5 ke bawah sedikit tsun habis itu baru sifat aslinya muncul. *evil laugh*
Kushina : emang cerita ini kapan habisnya?
Author : paling 10 chapter.
MinaKushi : NANI?!
Anggi : bagus wkwk *nyengir*
Arashii : yang sabar dek.
Mikoto : thor, kok aku gak ada bagian bertarung ama vampir liar sih?
Author : kan pairing utamanya MinaKushi bukan FugaMiko. *muka polos*
Mikoto : kalau begitu kenapa kau masukkan kami di chara nya?
Author : kan darah kalian berdua dihisap ama mereka.
Mikoto : kalau begitu kenapa fokus ke mereka doang? *nunjuk MinaKushi*
Author : nanti kalian juga dapat bagian, kok.
Fugaku : hn.
Minato : thor, ada bagian aku dan Kushina nikah gak?
Author : menurutmu? *smirk*
Kushina : author, ada yang tanya lewat bbm, dia nanya author agama apaan, udah dibales belum?
Anggi : hah?
Author : sudah dong, agama Kristen Protestan. *bangga-in diri*
Arashii : siapa?
Author : aku. *nunjuk diri sendiri*
Arashii : yang nanya :p.
Anggi : njir (har har)
*tw kan emot har har di line kawan"?*
Author : *pundung*
Anggi : kok kalian pada manggilnya 'thor' sih? Kan ga kuat & punya palu. *muka polos*
Author, MinaKushi, Mikoto : GUBRAK! *jatoh bareng-bareng*
Anggi : bercanda hehehe.
Author, MinaKushi, Mikoto : *deathglare*
Anggi : ._.'
Author : author ingin memberitahu, dibagian spamnya itu kebanyakan Anggi yang nulis yah :v.
Kushina : kau juga nulis thor -_-.
Author : maksud author yang berhubungan sama Anggi, dia sendiri yang nulis.
Arashii : author spam.
Nagato : sudahlah, jangan basa-basi mending kita langsung 'itu'.
All chara + author : REVIEW PLEASE!
Mohon di review ya minna-san. *ber-ojigi*
