Naruto by Masashi Kinomoto

Pair : Mina x Kushi (utama), Miko x Fuga (pendukung)

Rate : T+

Languange : Bahasa Indonesia

Genre : Romance, Humor, Supernatural

Selamat membaca *ber-ojigi*

Chapter 6 : Happy or awkward moment?

SKIP TIME

"Ohayou, Kushi-chan," ucap Mikoto.

"Ohayou. Kau memanggilku untuk apa?"

"Hanya menanyakan sesuatu."

"Menanyakan apa?"

"Apa benar kemarin malam kalian jadian?"

"Kau tahu itu darimana?"

"Dari nii-san dan nii-san tahu dari Minato-san."

"Aish."

"Baru saja 2 hari yang lalu aku meminta kau membalas perasaannya dan kau membalasnya kemarin," goda Mikoto yang sukses membuat muka Kushina memerah.

"Wah Kushinaku sudah besar yah," goda Mikoto.

"Mikoto!" teriak Kushina.

"Hihihi, duduk dulu Kushina," ajak Mikoto dan Kushina duduk di depan Mikoto.

"Sarutobi-sama ada ngomong sesuatu tentang vampir liar kemarin tidak?"

"Kurasa tidak. Memangnya kenapa?"

"Sudah kuduga"

"Memang ada apa?"

"Kemarin vampir liarnya semakin kuat, Fugaku-nii dan aku kemarin sampai kesusahan melawan mereka."

"Oh iya yah, kemarin Minato juga kekuatannya berkurang banyak dan aku kemarin terluka."

"Kau terluka? Daijoubu?"

"Daijoubu, kemarin Minato menyembuhkan lukaku."

"Syukurlah, ngomong-ngomong besok kau ada acara?"

"Besok aku ada latihan."

"Yah, padahal aku mau mengajak double date lagi."

"Kau date saja sendiri, tak perlu mengajakku."

"Hihihi."

"Sudah siang nih, Miko-chan. Mau ku antar pulang?"

"Tidak usah, Fugaku-nii mau menjemputku."

"Ya sudah, aku duluan yah."

"Iya, jaa nee."

"Jaa nee."

Di kediaman Uzumaki

"Nee-chan, aniki nyariin tuh," ucap Nagato di perpustakaan.

"Untuk?"

"Entahlah."

"Aniki ada dimana?"

"Di ruang kerjanya."

"Ya sudah aku ke sana," Kushina menutup bukunya, mengembalikkan ke raknya dan berjalan keluar menuju ruang kerja Arashii.

"Aniki, apa ada masalah?" tanya Kushina.

"Aniki ingin tau, apakah kau tahu bahwa keluarga Namikaze adalah vampir bangsawan?" tanya Arashii.

"Tahu."

"Kalau begitu kenapa kau masih berhubungan dengan dia?"

"Aku mencintainya." ucap Kushina.

"Apa kau tidak takut dimanfaatkan sama dia? Dia penghisap darah, Kushina."

"Dia cuma bisa minum darahku."

"Maksudmu?"

"Aku sudah disegel sama dia."

"Jadi?"

"Salah satu fungsi segel itu adalah dia hanya bisa meminum darahku dan darahku hanya bisa diminum sama dia." jelas Kushina singkat.

"Kau dimanfaatkan olehnya, Kushina."

"Aku percaya aku tidak dimanfaatkan Minato, dia tulus mencintaiku."

"Nah, itu baru jawaban yang aniki inginkan." ucap Arashii.

"Hah?"

"Aniki hanya mengujimu, sekarang aniki percaya kalau kau sudah dewasa," ucap Arashii sambil tersenyum.

"Kau merestui hubunganku dengan dia?"

"Tentu." Kushina tersenyum.

"Aku ada urusan lain, aku keluar yah." Arashii mengangguk dan Kushina keluar.

"Tou-san, kaa-san, kalian sudah melihat Kushina kan? Dia sudah dewasa sekarang. Kaa-san, kau lihat Kushina? Dia semakin mirip dengan kaa-san walaupun dia galak. Tou-san, perusahaan yang kau buat sudah semakin hebat, bahkan sudah masuk salah satu perusahaan besar di Jepang. Apakah tou-san setuju jika perusahaan ini sampai ke dunia? Tou-san, kaa-san, semoga kalian bahagia di sana," ucap Arashii yang kemudian melanjutkan pekerjaannya.

Di kamar Kushina

"Nagato, tolong panggilkan Sera-san," ucap Kushina ketika melihat Nagato di depan pintunya.

"Hai."

'Jadi begini rasanya jadi pelayan yah? Mulai ke depan aku tidak akan menyuruh-yuruh pelayan lagi,' batin Nagato miris.

"Hn."

"Permisi, Kushina-sama," ucap Sera sambil mengetok pintu Kushina.

"Ah, Sera-san, bisa bantu aku memilih baju?" tanya Kushina.

"Tentu saja. Kushina-sama akan pergi ke mana hari ini?"

"Aku akan pergi ke Restoran Libra, bersama aniki dan Nagato."

"Wah, itu kan harus pakai pakaian formal?"

"Maka itu bantu aku yah."

"Baik."

"Ini bagaimana?" tanya Kushina sambil menunjukkan dress bewarna hijau yang panjangnya semata kaki.

"Itu seperti mau pergi ke undangan. Bagaimana kalau ini?" tanya Sera sambil menunjukkan gaun berwarna putih selutut.

"Bagus, dattebane! Kau memilih bajunya sangat tepat."

"Biar aku bantu memakainya Kushina-sama."

"Kau lebih tua dariku, Sera-san, jadi panggil saja aku Kushina."

"De-demo..."

"Kan aku sudah mengenal kau dari lahir, jadi tidak apa-apa."

"Ba-baik, boleh saya memanggil anda Kushina-chan?"

"Boleh, dattebane. Ngomong-ngomong kuliah Sera-san bagaimana?"

"Alhamdulilah lancar (?)"

Gak salah tuh? Di Jepang ngomong alhamdulilah? Author ralat tuh kalimat.

"Lancar, Kushina-sama." Kushina langsung meng-death glare.

"E-eh maksudku Kushina-chan." ucap Sera. Kushina tersenyum.

"Ayo, dattebane, sebentar lagi Minato akan menjemputku."

"Pacar Kushina-sa eh Kushina-chan yah?"

BLUSH

"I-iya."

"Wah selamat ya, Kushina-chan."

"A-aku mandi dulu." ucap Kushina sambil menyambar handuknya dan masuk ke kamar mandi yang terdapat di dalam kamarnya.

SKIP TIME

Ting tong.

Minato menekan tombol bel. Dia mengenakan kemeja putih yang di kancing rapi, rompi berwarna biru gelap dan juga celana bewarna hitam.

"Ada yang bisa ku bantu?" tanya Sera saat membukakan pintu depan.

"Maaf Kushina ada?" tanya Minato.

"Emm nama anda?"

"Namikaze Minato."

"Ah Namikaze-sama, silahkan masuk." Minato menganggukan kepala.

"Silahkan duduk Namikaze-sama, saya akan panggilkan Kushina-sama," ucap Sera kemudian pergi meninggalkan Minato.

"Maaf Minato, lama menunggu?" tanya Kushina sambil berjalan ke arah Minato. Minato mematung di tempatnya.

Cantik. Itu kata yang sangat tepat untuk Kushina. Minato terpana melihatnya. Gaun putih selutut, sepatu flat berwarna putih juga, dan memakai tas tangan berwarna putih dengan hiasan bunga-bunga putih sederhana. Rambutnya digelung dan menyisakan seuntai rambut berwarna merah yang sudah dikeriting yang kini membingkai wajahnya yang cantik.

"Minato?" Kushina mengernyitkan dahinya ketika melihat muka Minato.

"Kushina, dia sedang terpana tahu," ucap Arashii di belakangnya.

"Hah? Maksud aniki?"

"Aku tahu adikku cantik tapi jangan melihatnya seperti itu," ucap Arashii ke Minato.

"A-ah sumimase," ucap Minato.

"Oh iya Kushina, kalau kau sudah sampai tinggal bilang saja, 'Atas nama Uzumaki'. Aniki sudah memesan tempat disana."

"Iya iya."

"Aniki jemput pacar aniki dulu ya."

"Hn." Kemudian Arashii meninggalkan Kushina dan Minato.

"Kenapa, Minato?" tanya Kushina ketika melihat Minato mendekat.

"Boleh kukatakan sesuatu?" Kushina menganggukan kepala.

"Kau sangat cantik, Kushina." Muka Kushina spontan memerah.

"A-arigatou," Minato mengelus kepala Kushina.

"Bagaimana kalau kita jalan sekarang?"

"Sebentar, Nagato, kau pergi bareng siapa?" tanya Kushina.

"Kizame-san bisa mengantarku," jawab Nagato.

(Author : glup

Minato : napa thor?

Kushina : mungking terpesona oleh kecantikanku *narsis* #plak

Author : hawa kehadiran Nagato gak kerasa

Nagato : kau yang bikin thor -_-

Arashii : thor pacarku siapa?

Author : himitsu *mengedipkan sebelah mata*

Arashii : -_- )

"Kalau begitu kami duluan yah, ittekimas," ucap Kushina sambil menarik Minato.

"Itterashai."

"Ne Minato, kekuatanmu sudah pulih?" tanya Kushina ketika memasuki mobil sport Minato.

"Sudah, arigatou sudah mengkhawatirkanmu," jawab Minato sambil mengendarai mobil.

"Douita."

"Bagaimana dengan penampilanku?" tanya Minato.

"E-emm," muka Kushina memerah, Minato menyerigai.

"Aku sudah tahu jawabannya," ucap Minato sambil mencium pipi Kushina.

"E-eh?"

"Tapi jujur aku baru pertama kali melihat kau dan anikimu memakai baju itu."

"Aku sih pakainya kalau ada acara saja sedangkan aniki baru pertama kali lihat dia pakai baju itu sih. Jangan-jangan emang aniki punya pacar lagi," ucap Kushina.

Emang sih Arashii hari ini menggunakan kemeja hitam dengan garis vertikal putih serta celana jeans biru, namun itu adalah kejadian langka untuk Kushina dan Nagato karena biasanya dia pakai pakaian kerja atau pakaian rumah. Bahkan Nagato sampai cengo ketika melihat Arashii bersama Kushina di ruang tamu.

"Nah sudah sampai," ucap Minato sambil menghentikan mobil.

"Silahkan, ojou-sama," ucap Minato sambil membukakan pintu mobil dan mengulurkan tangannya.

"Arigatou," ucap Kushina sambil membalas uluran tangan Minato.

"Ada yang bisa kubantu?" tanya resepsionis.

"Emm, apakah ada pesanan meja atas nama Uzumaki?"

"Ah, ada, untuk 5 orang, mari saya antarkan."

"Ayo masuk, dattebane," ucap Kushina sambil menarik Minato.

"Iya iya, sabar, Kushina-chan."

"Silahkan duduk," ucap pelayan tersebut kemudian meninggalkan mereka.

Author jelaskan bagaimana bentuk mejanya (?) Mejanya bundar dan terdapat 5 bangku bewarna coklat. Taplak putih gading, terdapat piring, serbet dan alat makan. (inner author : udah pasti lah, namanya juga tempat yang udah dipesan #plak). Di tengah-tengahnya terdapat vas bunga mawar merah.

"Silahkan duduk, Kushina-chan," ucap Minato sambil menarik kursi untuk Kushina.

"Arigatou," ucap Kushina sambil duduk.

"Douita." Minato tersenyum kemudian duduk disebelah Kushina.

"Hmm mereka belum sampai," ucap Kushina.

"Iya. Kushina-chan, boleh kupanggil Kushu-chan?"

"Boleh saja. Hihihi, aneh yah kita baru saja berkenalan selama 4 hari habis itu jadian."

"Habis aku sudah tidak tahan untuk menjadikanmu pacarku," goda Minato.

BLUR banget (?) Eh salah BLUSH banget

"Mi-Minato?" ucap Kushina kaget.

"Aku sudah mencintaimu sejak kita masih kecil Kushu-chan."

"Apa kau bisa menceritakan masa kecilku?"

"Bisa, kau mau mulai dari penjelasan singkat atau panjang?"

"Singkat dulu."

"Kita sudah saling kenal sejak masih bayi sedangkan Fugaku kita baru mengenalmu sekitar umur 5 tahun. Dulu kau sering diejek tomat karena mukamu yang bulat dan aku sering menghajar orang yang mengejekmu. Kita sering bermain bersama di taman dekat rumahmu. Aku jadi teringat saat rambutmu ditarik dan aku ingin menghajar orang itu tetapi Fugaku menahanku."

NYUT

'A-apa ini?' batin Kushina. Kushina memegang kepalanya.

"Kau tidak apa-apa Kushina?" tanya Minato.

"A-aku baik-baik saja."

"Sebaiknya kita tidak melanjutkannya, ini akan membuat kepalamu sakit," ucap Minato.

"Ta-tapi..."

"Ssst. Aku tidak mau kau kesakitan," ucap Minato sambil mengelus kepala Kushina. Kushina menikmati belaian Minato.

"Ehem," batuk seseorang yakni Nagato.

"Nee-chan, bisa jangan pacaran berduaan di sini? Ini tempat umum," ucap Nagato kesal. Spontan aja muka Minato dan Kushina memerah.

"Aniki mana?" tanya Kushina menganti topik.

"Entahlah," ucap Nagato kesal sambil duduk di sebelah Minato.

Kelamaan jomblo sih #plak. Balik ke cerita

"Ngomong-ngomong kau tahu bahwa Minato..." ucap Kushina terputus oleh Nagato.

"Vampir? Kurasa iya," ucap Nagato enteng.

"Kalian berdua tahu dari mana sih?

"Keluarga kita sudah bekerja sama dalam perusahaan maupun pemberantasan vampir liar. Tou-san dan kaa-san juga termasuk hunter terbaik sehingga mereka dapat mengenal orang tua Minato-nii. Selain itu keluarga Uzumaki sudah bersahabat dengan keluarga Namikaze sejak lama," terang Nagato panjang kali lebar.

"Emang tidak salah kau selalu masuk olimpiade Nagato," ucap Minato.

"Hn."

"Aniki lama yah," ucap Kushina.

"Wah, gomen lama," ucap seseorang di belakang mereka dan mereka bertiga menoleh.

"Ini pacar aniki," ucap Arashii sambil melirik seseorang di belakangnya.

Kushina cengo, Nagato kaget dan Minato biasa-biasa aja.

"A-Anko-nee-san?!" teriak Kushina dan Anko tersenyum.

"Konbawa minna-san watashi Anko, yoroshiku," ucap Anko.

"Nee-san beneran pacar aniki atau cuma bantu aniki?" tanya Kushina curiga.

"Nee-san pacar anikimu, Kushina-chan."

"Aku jadi bingung, kok nee-san mau pacaran sama aniki?"

"Sama," ucap Nagato.

"Ayo duduk, Anko," ucap Arashii sambil menarik bangku untuk Anko.

"Arigatou." Anko tersenyum. Kushina dan Nagato cengo plus kaget.

'Aniki bisa melakukan itu? Dunia sudah terbalik, kah?' batin Kushina dan Nagato.

"A-ah iya, perkenalkan nee-san, ini pacarku Minato."

"Watashi Minato, Namikaze Minato, yoroshiku."

"Yoroshiku," ucap Anko.

"Ayo kita makan dulu, hidangan sudah disiapkan," ucap Arashii.

Skip time ~

"Tidak kusangka aniki bisa begitu," ucap Kushina.

"Kita pergi ke suatu tempat dulu yuk" ajak Minato. Minato dan Kushina sekarang berada dimobil sport Minato.

"Boleh, kita akan pergi kemana?"

"Ke taman dekat rumahmu, bagaimana?" Kushina menganggukan kepala.

"Nah sudah sampai," ucap Minato sambil mematikan mesin mobilnya.

"Sugoi ne, tidak kusangka taman ini terlihat indah di malam hari." ucap Kushina.

"Ayo duduk," ucap Minato sambil menarik Kushina ketempat duduk.

"Sebenarnya aku tak menyangka, dulu aku yang membenci vampir sekarang menyukai vampir." Minato terkekeh.

"Kau jatuh dalam pelukanku dalam waktu 5 hari Kushu-chan," goda Minato.

"U-urusai, dattebane." Minato mencium pipi Kushina.

"Walau berapa lama pun aku akan selalu mengejarmu, Kushu-chan."

BLUSH BLUSH BLUSH BLUSH (?) Oke, author sudah semakin gila, ganti tuh kalimat

BLUSH

"Kau tahu, aku sudah mencintaimu sejak kecil," ucap Minato.

"Rambutmu, matamu, semuanya, aku suka," Minato menyederkan kepalanya di bahu Kushina dan tangannya memeluk pinggang Kushina.

"Hihihi, jangan manja, dattebane."

"Dulu kecil kita sering main disini bahkan aku sampai dimarahi oleh kaa-chanmu karena main dari pagi hingga malam. Kata kaa-chan mu, 'Kau menculik putriku dari pagi sampai malam, Minato.' Aku pun hanya tertawa dan meminta maaf."

"Maafkan aku, aku tidak ingat," ucap Kushina lesu.

"Tidak apa-apa, ingatanmu dicuri oleh seseorang dan aku akan berusaha membuatmu ingat kembali," ucap Minato semangat.

"Hehehe, arigatou ne."

"Untuk itu kau harus menjadi milikku Kushina," ucap Minato sambil mendekatkan parasnya ke Kushina. Kushina mengerti maksud Minato, kemudian menutup matanya.

CHU!

"Boleh aku menghisap darahmu?" Bisik Minato setelah melepaskan ciumannya.

"Tapi kau baru minum kemarin, dattebane."

"Bau darahmu membuat aku tidak tahan."

"Hah... Ya sudah," ucap Kushina pasrah, Minato menyerigai.

"Arigatou," ucap Minato dan mencium singkat Kushina. Kemudian gigi taring Minato mengoyak kulit leher Kushina.

"Akh!" jerit Kushina.

Kemudian Minato melepaskan gigitannya dan menjilat bekas luka yang ia buat di leher Kushina.

"Darahmu yang terenak, Kushu-chan," ucap Minato yang membuat muka Kushina memerah.

"Besok mau ke rumahku?" tanya Minato.

"Untuk?"

"Yah, kau harus tahu rumahku di mana, siapa tau kau nanti mau berkunjung ke rumah calon mertua," goda Minato.

Bisa kita pastikan muka Kushina memerah lagi

"Akan kuperkenalkan kau ke orang tuaku."

"E-etto..."

"Ayolah Kushu-chan, Kyuuko juga ingin bertemu denganmu lagi."

"Baiklah, aku akan ke rumahmu."

"Aku akan menjemputmu jam 9 pagi, bagaimana?"

"Hmm... Bisa. Sudah sampai, aku masuk ya," ucap Kushina.

"Kalau begitu oyasumi hime." Minato mencium kening Kushina.

"Oyasumi," Kushina tersenyum dan membuka pintu mobil.

(Kushina : thor, kok tiap Minato ngomong oyasumi abis itu cium keningku?

Author : emang kenapa?

Kushina : gak apa-apa sih *blush*

Minato : kau senang kan? *goda-in*

Kushina : ba-baka

Author : *iri* (inner : huwaa kelamaan nge-jomblo sih TwT)

Sophia : *nongol dari belakang*

Kushina : tumben nih editor muncul

Sophia : hn

Author : biarkan saja

Anggi : lah, bukannya aku ya editornya? Ups, lupa, dia juga editor ya hahaha *ketawa*

All (kecuali Sophia) : Gubrak!

Anggi : sorry sorry. Back to the story)

SKIP TIME AT MINATO HOUSE

(Kushina : thor iya kali kagak dijelasin -_-

Author : banyak komen nih -,-

Kushina : biarin :p)

Ting tong

Minato menekan bel lagi (?). Di sebelah Minato ada Kushina yang sedang menundukkan kepala. Yah... dia malu.

Author akan menjelaskan penampilan mereka berdua. Minato mengenakan sweater berwarna hitam dan celana jeans biru panjang, oh jangan lupa dia memakai sepatu bewarna hitam. So cool, right? *mata love-love* #plak. Sedangkan Kushina memakai atasan berwarna peach dan celana panjang hitam. Sepatunya wedges hitam yang tingginya sekitar 5 cm, tas selempang bewarna putih dan rambutnya pun digerai begitu saja. Author bisa bayangkan betapa mengagumkan pasangan kesayangan author ini

...

...

Oke kita balik ke cerita.

"Tenanglah," ucap Minato sambil memegang tangan Kushina.

Krieet... (suara pintu terbuka)

"Minato, kamu kan bisa masuk sendiri, kenapa memintaku membuka-," ucapan sang wanita paruh baya itu terhenti ketika melihat anak sulungnya berdiri di depan pintu dengan cengiran dan menggandeng anak gadis yang tampak malu-malu tersebut.

"Kyaaaa! Akhirnya Minato membawa anak gadis juga ke rumah!" seru wanita tersebut dan memeluk Kushina.

"Kaa-sama, tenanglah, Lebih baik kita masuk dulu," ucap Minato.

"Benar juga, ayo masuk," ajak wanita itu a.k.a Lisa, wanita berambut pirang dengan warna mata emerald itu menggandeng tangan Kushina dan membawanya masuk ke dalam rumah Namikaze yang sangat besar dan luas tersebut.

"Kushina-nee-sama, hisashiburi," ucap Kyuuko ketika melihat Lisa yang menggandeng (baca : menarik) Kushina ke ruang tamu.

"A-ah hisashiburi," ucap Kushina.

"Siapa namamu?" tanya Lisa.

"Na-namaku Uzumaki Kushina."

"Waah ternyata Kushina ya, sudah lama kita tidak bertemu. Kau semakin cantik ya," ucap Lisa girang sedangkan muka Kushina memerah.

"Akan kupanggilkan ayahmu, Minato ajak dia duduk dulu," ucap Lisa kemudian pergi meninggalkan Kyuuko, Minato dan Kushina.

"Wuaaa nee-sama, aku kangen banget sama nee-sama," ucap Kyuuko manja dan berlari memeluk Kushina.

"E-eh?" Kushina kaget.

"Kyuuko, sudah nii-sama bilang bahwa ingatannya dicuri," ucap Minato.

"Gomenne, Kyuuko-chan" ucap Kushina dengan nada lembut sambil mengelus kepala Kyuuko.

"Daijoubu, aku akan berusaha membuat nee-sama ingat aku," ucap Kyuuko semangat.

"Hihihi kalian berdua sangat mirip yah."

Kyuuko dan Minato tersenyum.

"Ayo duduk dulu," ajak Minato. Kemudian Minato dan Kushina duduk di sofa, Kyuuko duduk di sebelah Kushina sedangkan Kushina duduk di sebelah Minato. Jadi urutan duduknya Minato, Kushina habis itu Kyuuko.

...

...

Author terlalu hobi nge-spam jadi maafkan author *ber-ojigi*. Kita kembali ke cerita.

"Nee-sama sama nii-sama ingin minum apa?" tanya Kyuuko.

"A-aku teh saja," ucap Kushina.

"Sama," ucap Minato.

"Aku ke dapur dulu yah, nii-sama jangan apa-apain nee-sama," ucap Kyuuko dengan mata tajam.

"Iya iya."

Dan Kyuuko pun menghilang, tenang aja dia bukan jin kok (?)

...

...

Kok jadi bahas itu? Abaikan yah

"Jangan gugup yah, Kushu-chan," ucap Minato sambil menenangkan Kushina.

"Ha-habis..."

"Sst, tenanglah," ucap Minato sambil menyederkan Kushina ke bahunya.

"Mi-Minato..."

"Indahnya masa muda," ucap Lisa dari belakang. Spontan Minato dan Kushina menengok ke belakang.

"Minato bisa begitu yah, sayang," ucap Lisa sambil menoleh ke sebelahnya.

"Iya," ucap orang itu.

"Kaa-sama, tou-sama!" teriak Minato malu-malu.

"Hihihi, perkenalkan ini suamiku Namikaze Fukuda sedangkan aku Namikaze Lisa,"

"Kau lupa perkenalkan diri lagi ya?" tanya Fukuda selaku ayah Minato.

"Terlalu gembira karena Minato membawa perempuan ke sini, hehehe."

"Na-namaku Uzumaki Kushina salam kenal," ucap Kushina sambil berdiri dan menghadap orang tua Minato plus membungkukkan badan.

"Sudah lama ya, Kushina. Kau semakin cantik saja," ucap Fukuda sambil tersenyum.

"A-arigatou."

"Aih, dia malu-malu, lucunya," ucap Lisa dan tersenyum.

"Ayo duduk dulu, Kyuuko di mana?" tanya Lisa.

"Dia ke dapur," jawab Minato. Fukuda dan Lisa duduk di depan Minato dan Kushina.

"Ini dia minumannya," ucap Kyuuko sambil menaruh gelas.

"Arigatou," ucap Kushina.

"Sudah lama Kushina-chan tidak ke sini ya," ucap Lisa.

"Ya, apa kabar Kushina?" tanya Fukuda.

"Ba-baik."

"Tidak perlu gagap begitu, Kushina-chan," ucap Minato.

"Ka-kan aku ba-baru pertama ka-kali bertemu dengan orang tuamu."

"Pertama kali? Bukannya kau sering datang ke sini ya?" ucap Lisa polos.

"Ingatannya dicuri, kaa-sama."

"APA?!" teriak Lisa sambil berdiri dan mengebrak meja di depannya.

"Kok bisa?" tanya Lisa.

"Ingatannya dicuri saat vampir liar menyerangnya."

"Kau tidak melindunginya, ya? tanya Lisa sambil menatap tajam.

"E-eh?" Minato ketakutan. Ketakutan kedua Minato adalah Lisa, yang pertama? Kalian pasti tau *smirk*

"Nii-sama tidak ada saat kejadian itu," jelas Kyuuko.

"Apa?!"

"Sudahlah Lisa, tidak sopan berteriak didepan Kushina," ucap Fukuda menenangkan Lisa.

"Kushina memang diserang dan aku datang saat dia hampir dibunuh," jelas Minato.

"Kau tidak menjaganya?"

"Sudah sudah," ucap Fukuda.

"Nee-sama ikut aku saja ya" ucap Kyuuko sambil menarik Kushina.

"E-eh, Kushina-chan di sini dulu saja," ucap Lisa.

"Kalau di sini, nee-sama akan semakin bingung dengan pembicaraan kalian."

"Ya sudah, ajak dia pergi saja," ucap Fukuda.

"Ka-kalau begitu saya permisi," ucap Kushina.

"Oke." kemudian Kyuuko dan Kushina pergi.

"Aih, dia masih gagap tuh," ucap Lisa.

Ternyata mood Lisa gampang berubah -_-. Tadi dia teriak dan sekarang...

...

...

Author spam, kita balik ke cerita

"Ngomong-ngomong status kalian apa?" tanya Lisa.

"Yah, kalian pasti tahu," jawab Minato enteng.

"Oh," Fukuda dan Lisa ber-oh-ria.

"Oh iya aku lupa kasih tahu, tou-sama pergerakan vampir liar semakin menjadi," ucap Minato serius.

"Maksudmu?" tanya Fukuda.

"Hawa kehadiran dan baunya tidak dapat dirasakan."

"Kita harus menyelidiki ini," ucap Fukuda yang tidak kalah serius.

"Apa kita harus menambahkan pengawal?" tanya Lisa hati-hati.

"Iya, bagaimana dengan Kushina, Minato?" tanya Fukuda.

"Aku akan menjaganya," jawab Minato singkat.

"Aih indahnya masa muda," ucap Lisa membuat muka Minato memerah.

"Kaa-sama!" teriak Minato.

"Hihihi, kaa-sama baru pertama kali melihat kau begitu bersama Kushina-chan."

"Iya juga, apa alasanmu memilih Kushina, Minato?"

"Dia gadis yang menarik perhatianku, mata violetnya, rambutnya, sifatnya, lalu-" ucapan Minato terputus.

"Indahnya masa muda," ucap Lisa sambil menahan tawa.

"Huh!" Minato merajuk.

"Wah anak ayah sudah besar ternyata," ucap Fukuda yang kemudian berdiri, mendekat Minato dan mengacak-acak rambutnya.

"Aku memang sudah besar, tou-sama."

"Bagi kami kau masih seperti anak kecil, Mina-chan," ucap Fukuda.

"Jangan memanggilku dengan sebutan itu," ucap Minato.

"Hihihi, kan itu panggilanmu, Mina-chan," ucap Lisa geli.

"Tou-sama dan kaa-sama sama saja."

Di tempat Kushina dan Kyuuko

"Ne ne nee-sama, lihat ini," ucap Kyuuko sambil menunjukan foto di album foto. Mereka sedang duduk di sofa ruang keluarga.

"Nani?"

"Ini foto kita saat masih kecil," ucap Kyuuko dan Kushina melihatnya. Di foto itu terdapat 5 anak kecil, anak kecil tersebut adalah Kushina, Minato, Fugaku, Kyuuko dan satu anak laki-laki(kiri ke kanan)

"I-ini?"

"Ini nee-sama, nii-sama dan ini Fugaku-nii-sama."

Sekilas kenangan bagai film terlintas di otak Kushina.

Flashback ~

"Minato-nii, lihat ini," ucap Kushina sambil memegang bunga mawar.

"Wah Kushina mendapatkan bunga mawar," ucap Minato.

"Hehehe."

"Nee-sama, lihat ini, ada bunga daisy," ucap Kyuuko dan menyodorkan bunga daisy.

"Kyuu-chan nemuin bunga bagus juga," ucap Kushina.

"Hehehe."

"Kalian hebat bisa menemukan bunga bagus," ucap anak laki-laki.

"Hn." ucap Fugaku singkat.

Flashback off ~

"Hosh... Hosh..."

"Nee-sama tidak apa-apa?" tanya Kyuuko panik.

"Daijoubu, hanya saja kepalaku sakit."

"Apa benar? Perlu kupanggilkan dokter?"

"Benar, tidak perlu memanggil dokter, aku baik-baik saja."

"Hontou ni?" Kushina menganggukan kepala.

"Bi-bisakah kau menjelaskan masa laluku?"

"Eh?"

"Kumohon..."

"E-etto, aku sih mau saja ta-tapi nii-sama tidak membiarkan aku menjelaskan."

"Kenapa?"

"Ya-yah... Katanya sih dia yang akan menjelaskan semua." Kushina mengernyitkan dahi.

"Nee-sama mau lihat kamar nii-sama?" tanya Kyuuko menganti topik.

"Boleh?"

"Tentu saja," jawab Kyuuko semangat sambil berdiri.

"E-emm, boleh aku bertanya?"

"Boleh saja."

"Kalian kembar?" tanya Kushina polos.

"Tidak kok, beda 3 tahun. Banyak sih yang bilang kembar karena warna rambut, bola mata dan juga sifat. Tapi sifatku beda sama nii-sama."

"Hihihi, kamu sedikit tomboy ya?"

"Kok tahu?"

"Hanya menebak saja."

"Apa karena pakai baju ini?" Kyuuko sekarang hanya memakai kaos putih dan hot pants biru. Rambut sepunggungnya diikat ekor kuda dan poninya dijepit.

"Tidak kok."

"Ayo nee-sama, aku ajak kekamar nii-sama," ajak Kyuuko sambil menarik tangan Kushina.

"Hihihi, ayo," Kushina tertawa kecil ketika melihat Kyuuko sedikit manja.

Di tempat Minato, Lisa, dan Fukuda

"Sebaiknya kita menyelidiki ini semua. Apakah kau sudah meminta Kakashi menyelidiki ini semua?" tanya Fukuda.

"Belum," jawab Minato.

"Hmm, kaa-sama boleh bertanya?" Minato mengangguk.

"Kau sudah menyegel dia, ya?" tanya Lisa polos membuat muka Minato memerah.

"I-itu..."

"Sudah disegel sama Minato, Lisa. Kau

baru tahu ini?" tanya Fukuda.

"Heh? Kapan kau menyegelnya?" tanya Lisa membuat Fukuda facepalm.

"Dia kan sudah meminta izin ke kita sebelum Kushina disegel, kau lupa ya?"

"Aku saja baru tahu hari ini," ucap Lisa polos.

"Kau lupa ya?" ucap Fukuda menahan tawa.

"Emang kapan Mina-chan kasih tahu?"

"Akan aku jelaskan nanti," ucap Fukuda sambil mengelus kepala pirang Lisa.

"Aih, indahnya masa tua," goda Minato.

"Mina-chan/Minato!" teriak mereka berdua.

"Hehehe, sumimasen," ucap Minato sambil berlari kelantai 2, tempat Kyuuko dan Kushina berada.

"Dasar," ucap Lisa berkacak pinggang.

"Biarkan saja."

Kita pindah ke tempat Kyuuko dan Kushina

"Nah, ini kamar nii-sama," ucap Kyuuko saat berada didepan pintu kamar.

"Apa boleh kita ke kamar Minato?" tanya Kushina ragu-ragu.

"Boleh saja, kalau dia marah tinggal aku bales," ucap Kyuuko enteng.

"Ayo masuk," ajak Kyuuko dan kemudian membuka pintu kamar Minato.

"Sugoi," puji Kushina.

Author jelasin yah. Kamar ini berwallpaper biru, ranjang king size dengan seprai berwarna putih, bantal dan selimutnya biru tua, meja nakas di sebelah kiri dan kanan ranjang, gitar, meja belajar beserta laptop, rak buku, lemari pakaian, kamar mandi, dan juga terdapat balkon.

"Gimana, nee-sama?" tanya Kyuuko setelah berlari, meloncat, dan duduk di atas ranjang Minato.

"Bagus sekali," puji Kushina. Kushina masih didepan pintu.

"Benar kan, kamar nii-sama bagus, tapi kamarku lebih bagus," ucap Kyuuko dan memeluk bantal.

"Kukira kamar Minato seperti kamar pada umumnya, ternyata-" ucapan Kushina terputus karena ucapan Minato.

"Ternyata apa?" tanya Minato di belakang Kushina.

"E-eh?"

"Ni-nii-sama!"

"Kyuuko, sudah kubilang kan, jangan memasukin kamarku seenaknya saja!" ucap Minato dengan kesal.

"Hehehe, Kushina-nee-sama ingin lihat kamar nii-sama makanya aku tunjukin," ucap Kyuuko tanpa dosa.

"Ka-kalau begitu aku keluar yah," ucap Kyuuko berjalan pelan dan keluar dari kamar Minato.

"Sudahlah Minato, kasihan dia," ucap Kushina.

"Kau mau masuk?" tanya Minato.

"Tidak perlu, aku hanya penasaran saja."

"Kita ke taman belakang, yuk," ajak Minato.

"Ada taman belakang juga?"

"Tentu saja," Minato nyengir 5 jari.

"Rumahmu besar juga ya," ucap Kushina ketika mereka akan berjalan ke taman belakang.

"Hehehe, keluargaku sudah memimpin kerajaan vampir selama beratus-ratus tahun, apalagi tou-sama memiliki perusahaan Namikaze corp."

"Sugoi, dattebane."

"Hehehe," Minato mengacak-acak rambut Kushina.

"Hei, kau jangan merusak rambutku, aku sudah merapikannya, dattebane."

"Sudah sampai," ucap Minato.

"Waw..."

Author sarankan kalian bayangin sendiri, kalau author yang jelasin nanti dikira spam lagi :v #plak.

"Ayo duduk," ajak Minato sambil menunjuk pondok di tengah-tengah taman itu. Kushina menganggukan kepala.

"Ne Minato?" ucap Kushina ketika sudah duduk di kursi panjang.

"Hmm?"

"Kenapa aku bisa melupakan masa laluku? Kata Kyuuko kau akan menjelaskan semuanya."

"Emm, susah juga sih, ketika aku menceritakan ini kepalamu pasti sakit."

"Demo..."

"Aku tidak ingin kepalamu sakit," ucap Minato dan memeluk pinggang Kushina sedangkan kepalanya di bahu kanan Kushina.

"Jangan manja, dattebane," ucap Kushina.

"Boleh aku minum?"

"Minum?"

"Darahmu."

"Kau ingin aku kehabisan darah, ya?" ucap Kushina kesal.

"Tapi bau darahmu mengiurkan."

"..."

"Onegai."

Kemudian rambut Kushina membentuk 9 untaian dan tangannya terkepal.

Glup

Minato, author harap kau selamat dari habanero Kushina

Lewatin adegan habanero Kushina

"Wuaa, ittai yo, Kushu-chan!" ucap Minato sambil memegang kepalanya.

"Huh!" Kushina memalingkan mukanya.

"Salah sendiri kau mau meminum darahku."

"Kan aku harus meminum darahmu, kalau tidak aku mati."

"Minum darah adikmu saja," ucap Kushina kesal.

"Kau lupa kalau aku menyegelmu?"

Kushina mempoutkan bibirnya.

"Aku bingung kenapa bau darahmu sangat mengiurkan. Udah gitu rasanya manis, lalu saat aku terluka penyembuhannya lebih cepat."

"Entahlah, bukannya kau lebih tahu?"

"Sepertinya aku juga harus menyelidiki ini."

"Kushina-chan, harusnya kau memukul dia lebih keras," ucap Lisa dari belakang. Kushina dan Minato menegok ke belakang.

"Kaa-sama kok begitu sih?"

"Habis jarang sekali kau dipukul oleh wanita," ucap Lisa sambil mendekati mereka.

Bletak

"Makanya jangan seenaknya meminum darah orang," ucap Lisa sambil menjitak kepala Minato.

"Kaa-sama dan Kushina sama saja."

"Mina-chan, kau dipanggil papamu," ucap Lisa.

"Untuk?"

"Vampir liar."

"Oh, kalau begitu aku masuk dulu ya, Kushu-chan."

Kushina tersenyum dan Minato meninggalkan Lisa dan Kushina.

"Kau bisa menaklukan Minato, ya," ucap Lisa.

"Maksudnya?"

"Kau tahu, sejak kau kehilangan ingatanmu sifatnya sangat dingin di sekolah."

"Hah?"

"Dia itu selalu memikirkanmu, Kushina-chan. Bisa dibilang dia sangat mencintaimu."

"Maafkan aku karena kehilangan ingatan tentang masa laluku," Kushina menundukan kepalanya.

"Hihihi, tidak apa-apa kok. Sejak saat itu dia jadi semakin fokus mencari vampir itu dan ingin membalas dendam."

"Ah Kushina-chan, kau ingin ikut makan siang?" tanya Lisa.

"Tidak perlu, emm..."

"Panggil saja kaa-chan."

"Eh, tapi itu sebutan untuk ibu."

"Kau akan menjadi menantuku, Kushina-chan," ucap Lisa sambil memeluk erat Kushina dari belakang.

"Haik, kaa-sama," ucap Kushina.

"Dasar, kau mengikuti Minato dan Kyuuko ya?"

"Hehehe."

"Kau ikut ya, kaa-sama akan memasak banyak untukmu."

"Apa boleh kaa-sama?"

"Tentu saja."

"Apa aku juga boleh ikut masak?"

"Boleh, ayo," Lisa melepaskan pelukannya, menarik Kushina dan meninggalkan tempat itu.

Di tempat lain

"Sial, gadis itu belum kita dapat juga!" ucap seseorang geram.

"Madara-sama, gadis itu dijaga oleh Namikaze Minato," ucap seseorang a.k.a Pain.

"APA?!" teriak seseorang itu a.k.a Madara.

"Dan kami juga mendapat info bahwa gadis itu sudah disegel oleh dia," ucap Pain.

"Gawat, sepertinya dia tahu gadis itu berbahaya untuk kita," ucap Madara.

"Menurut kami Namikaze Minato tidak mengetahui gadis itu spesial."

"Kita harus memastikan gadis itu ditangkap, kalau tidak kita tidak akan bisa menguasai dunia."

"Maaf Madara-sama, bolehkan saya bertanya? Kenapa kita harus menangkap gadis itu?"

"Pertanyaan bagus. Kita harus menangkap gadis itu karena darahnya sangat berguna untuk kita."

"Maksud tuan?"

"Darahnya dapat membangkitkan Kyuubi."

"Kyu-Kyuubi?"

"Betul, ketika kita mendapatkan Kyuubi maka kita dapat melawan Namikaze itu."

"Apakah ada yang lain selain itu?"

"Untuk saat ini tidak akan kuberitahukan."

"Maaf menganggu, Madara-sama, penjagaan prajurit kerajaan semakin ketat," ucap Hidan yang masuk.

"Ternyata mereka sudah mengetahui kalau pergerakan kita semakin cepat," ucap Madara.

"Posisi gadis itu dimana?" tanya Madara serius.

"Di kediaman Namikaze."

"Siapkan vampir liar, kita akan menyerang gadis itu nanti malam," perintah Madara.

"Baik!" ucap Pain dan Hidan kemudian meninggalkan ruangan.

"Harus kudapatkan darah itu sebelum 'dia' bangkit," gumam Madara.

Tempat Sarutobi

"Sarutobi-sama, pergerakan vampir liar semakin menjadi dan kami mendapat informasi bahwa vampir ini dipimpin oleh anggota Akatsuki," ucap salah satu hunter yakni Sara.

"Apa ada laporan dari Fukuda?" tanya Sarutobi sambil meminum kopi.

"Tidak ada, Fukuda-sama akan memperketat penjagaan di sekitar kediaman Uzumaki dan Namikaze."

"Bagaimana dengan laporan dari anggota yang mengintrogasi vampir liar?"

"Untuk saat ini tidak ada laporan tentang itu."

"Jadwalkan jam 12 siang untuk bertemu dengan Fukuda."

"Baik."

"Hmm... Kushina sekarang di mana?"

"Kushina-san sedang libur, apa perlu saya menelepon dia?"

"Tidak perlu. Kau boleh keluar."

"Baik, saya permisi," ucap Sara dan keluar.

"Sepertinya akan ada perperangan antar vampir dan manusia," gumam Sarutobi.

"Hei Arashii, aku tahu kau ada di luar!" teriak Sarutobi dan Arashii masuk.

"Hehehe, maaf menganggu, jii-san," ucap Arashii.

"Kau datang untuk membahas Kushina, bukan?"

"Betul sekali," ucap Arashii dan duduk di depan meja Sarutobi.

"Sepertinya kau tahu bahwa Kushina gadis yang sangat spesial."

"Aku sangat tahu itu karena orang tuaku memberitahuku."

"Kau tahu itu dan kau tidak melarang dia menjadi hunter?"

"Aku tidak melarangnya karena dia memiliki alasan untuk mencari tahu kematian mereka."

"Kau sudah tahu kalau Hashirama-nii dan Mito-nee dibunuh oleh vampir bangsawan dan kau membiarkan Kushina menjadi hunter?" ucap Sarutobi kesal.

"Hehehe," Arashi cengengesan.

"Kau pasti ada urusan lain selain itu."

"Wah, jii-san bisa membaca pikiran ku ya?"

'Kau ke sini pasti ada permintaan,' batin Sarutobi sambil sweatdrop.

"Katakan urusan itu sekarang juga, aku sibuk."

"Bisakah kau menambah pengawal untuk Kushina?" tanya Arashii serius.

"Tanpa kau beritahu sudah ku lakukan."

"Apa bisa juga pengawal di kediaman Uzumaki ditambah juga?"

"Itu sudah cukup, Arashii. Kau masih ingin menambah lagi? Apa kau ingin pengawalku menjaga kamar kalian juga?"

"Hahaha, kalau bisa jii-san."

"Dasar. Aku tidak akan menambah pengawal di kediaman Uzumaki. Jam 1 siang nanti aku akan bertemu dengan Fukuda, apa kau mau ikut?"

"Urusan apa?"

"Vampir liar."

"Di sini?"

"Entahlah."

"Jii-san membuat janji dengan Fukuda-san tapi tidak tahu bertemu di mana, ckckck parah sekali."

"Hei, aku baru saja membuat janji dengan dia."

"Pasti di kediaman Namikaze."

"Kau tahu dari mana?"

"Kushina pergi ke sana untuk bertemu Fukuda-san," ucap Arashii memberi info (?).

"Untuk apa dia ke sana?"

"Entahlah."

"Jadi kau akan ikut?"

"Entahlah."

Tiba-tiba muncul 4 buah siku di kepala Sarutobi.

"Kau ikut atau tidak?" tanya Sarutobi penuh penekanaan di setiap katanya.

"A-aku ikut," jawab Arashii takut.

Kita pergi ke tempat Madara atau Minato yah? Author jadi pusing :v

...

...

Ciao ketempat Minato aja yah :v

"Tou-sama hari ini ada janji bertemu dengan Sarutobi-san ya?" tanya Minato. Fukuda menganggukan kepala. Ia sedang membaca buku.

"Nii-sama, ganti dong channel tv-nya," ucap Kyuuko yang sedang memeluk bantal sofa.

"Kau mau nonton apa?" tanya Minato sambil mengambil remote di atas meja.

"Apa saja, yang penting jangan ini," ucap Kyuuko.

"Memang kenapa? Kan ini berita biasa."

"Tapi itu dilakukan sama vampir," ucap Kyuuko kesal.

Tv sedang menampilkan berita tentang seseorang yang mati kehabisan darah dan badannya terpisah-pisah.

"Susah juga sih, vampir sekarang semakin parah."

"Apa tidak ada cara lain?"

"Mereka tidak tahan dengan bau darah manusia, Kyuuko. Vampir liar kan ada 2 jenis, yang terkontrol dan tidak terkontrol. Nah yang di berita itu pelakunya pasti vampir yang tidak terkontrol."

"Kau kembangkan bakatmu seperti Minato, Kyuuko," ucap Fukuda.

"Ih, tou-sama kok bandingkan aku dengan nii-sama," ucap Kyuuko agak jengkel.

"Karena aku lebih kuat darimu," ejek Minato.

"Ck, kuso, nii-sama memiliki 2 elemen sedangkan aku cuma 1."

"Hei, sebelum menguasai elemen air nii-sama harus menguasai elemen angin."

"Huh, dan hasil akhirnya bisa memiliki elemen es. Sekalian aja nii-sama memiliki elemen petir, tanah sama api."

"Aku baru bisa mengabungkan kedua elemen itu."

"Baru bisa tapi sangat kuat," dengus Kyuuko.

"Tou-sama juga memiliki 1 elemen kok," ucap Minato.

"Aku jadi bingung, kenapa kita berdua memiliki elemen angin sedangkan tou-sama memiliki elemen api?" tanya Kyuuko.

"Karena biasanya keluarga kita memiliki elemen angin, tetapi kakek menikah dengan nenek yang memiliki elemen api makanya tou-sama bisa memiliki elemen api," jawab Minato.

"Kau tidak marah?" tanya Minato.

"Untuk apa? Dia, kan, bukan anakku."

"Apakah sudah ada laporan tentang vampir liar?"

"Untuk saat ini tidak ada, kalau kau?"

"Kami baru saja menyelidikinya."

"Kudengar Kushina kewalahan menghadapi vampir liar tempo hari."

"Bahkan sampai anakku ikut juga."

"Dan aku mendapat laporan bahwa vampir liar tersebut menyerang anakmu. Kushina berkata bahwa yang mengikuti misi ada 4 orang."

"Anakku, Kushina, Fugaku dan Mikoto."

"Bahkan sampai ada 2 vampir bangsawan yang melawan, ckckck. Sepertinya vampir liar ini semakin kuat saja."

"Kami akan mencari dalang dibalik semua ini," ucap Sarutobi tegas.

"Jika kau membutuhkan bantuanku, beritahu saja," ucap Fukuda.

"Ayo kita ke dapur, sepertinya mereka sudah selesai masak," ajak Fukuda ketika sudah mencium bau masakan.

Har har, kayaknya Fukuda sudah mulai lapar tuh. Lapar? Makan snickers

...

...

...

Kok author promosi yah? Abaikan minna-san.

"Wuaaa, keliatannya enak," ucap Kyuuko.

"Kaa-sama dan Kushina masaknya banyak banget," ucap Minato.

"Dihabiskan ya," ucap Lisa dan tersenyum.

"Yang masak ini semua siapa?" tanya Sarutobi.

"Tentu saja Kushina-chan," ucap Lisa riang.

"Kaa-sama juga ikut buat kok," ucap Kushina.

"Itadakimasu!" ucap mereka semua kompak.

"Wuaaa... Hoishi (enak)," ucap Kyuuko.

"Hontou? Arigatou nee," ucap Kushina.

"Kushu-chan, suapin dong," pinta Minato yang duduk di sebelah Kushina. Arashii yang mendengar ini mukanya memerah karena kesal.

"Makan sendiri, dattebane."

"Ayolah," pinta Minato manja.

"Hei, jangan meminta Kushina melakukan itu," geram Arashii.

Kambuh deh penyakit 'sister complex'nya

...

...

Spam, balik ke cerita (-_- )

Jduak!

"Kau bisa makan sendiri, kan?" ucap Kushina tanpa dosa.

"Udah 2 kali kena tahu, ittai yo."

"Makanya jangan meminta Kushina menyuapimu," ejek Arashii.

Bletak!

"Aniki juga, tidak boleh begitu sama Minato," ucap Kushina.

"Kena lagi," ucap Arashii sambil memegang kepalanya yang habis dijitak Kushina.

"Aih indahnya masa muda," ucap Lisa.

"Hahaha," tawa Fukuda dan Sarutobi.

"Bagus, nee-sama, pukul nii-sama lagi," ucap Kyuuko.

Pada akhirnya mereka tertawa bersama dan melanjutkan makan siang.

Di suatu tempat

"Hei, apa kau akan pindah ke sekolah manusia?" tanya seseorang ke temannya.

"Tentu saja."

"Alasanmu konyol sekali, hanya ingin bertemu gadis itu."

"Urusai, kau urus dirimu sendiri saja."

"Hai hai (iya iya)," ucap orang itu, kemudian meninggalkan temannya.

"Sebentar lagi kita akan bertemu, Kushina-chan."

"Hei, kau masuk kelas 'dia' ya?" tanya seorang wanita yang duduk di sebelahnya.

"Kau sendiri juga masuk kelas 'dia' kan?" ucap nya dingin.

"Hoi, bos menyuruh kita berburu vampir nanti malam!" teriak seseorang yang baru saja meninggalkan mereka.

"Ayo kita pergi."

"Hei hei, kau mau kemana?" tanya wanita itu.

"Ck, bukan urusanmu."

"Kau mau gadis ini dibunuh, hah?" tanya wanita itu sambil menunjukkan foto.

"Kau bunuh gadis itu maka aku bunuh kau."

"Hei, asal kau tahu saja ya, yang paling kuat diantara kita adalah aku."

"Hn."

Kemudian ia meninggalkan tempat itu.

"Akan kubunuh gadis ini," ucap wanita itu sambil melemparkan pisau di foto yang di tempel di dart board.

Ya, orang yang terdapat didalam foto itu adalah Kushina.

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.

Minna-san, ongeki desuka? Author harap kalian baik-baik saja. Minggu ini sudah mulai sekolah, bagaimana dengan sekolahnya *ketawa*? Maafkan author atas keterlambatan mengirim chapter 6, ada suatu kendala sehingga author telat ngirimnya.

Ayo ditebak siapa yang akan masuk ke sekolah manusia itu, pilihannya :

a. Haruna (cewek)

b. Karin (cewek)

c. Shin (cowok)

d. Takashi (cowok)

e. OC

Author akan memberitahu sesuatu, kan author pernah post fanfic 'cemburu?' dan di dalamnya terdapat pengumuman tentang fanfic yang akan author buat. Author akan meralat semua itu, tidak ada acara menebak lagu di songfic. Author akan mempost fanfic seperti biasa. Di sini juga ada beberapa yang author rubah:

1. Elf (one shot)

Pair : Minato Kushina (Naruto)

Intinya Minato dan Kushina merupakan elf. Di sini Kushina dan Minatonya nanti mati dan ber-reinkarnasi menjadi manusia. Mereka mati karena membantah perintah sang raja.

2. Berdasarkan anime Gosick (one shot)

Pair : Karin Kazune (Kamichama Karin)

Intinya hampir mirip dengan cerita peri emas dari anime Gosick tapi author akan ubah cerita itu. Nanti disini Kushina dan Minato akan mati bareng dan ber-reinkanarsi.

3. Culun (one shot)

Pair : Minato Kushina (Naruto)

Intinya Kushina akan menjadi culun dan Minato akan terus membela Kushina.

4. Judul : Kings vs queens (one shot)

Pair : Minato Kushina (Naruto)

Intinya Minato & Fugaku adalah laki-laki most wanted disekolah sedangkan Mikoto & Kushina adalah perempuan most wanted di sekolah. Minato dan Kushina dimasukkan kedalam sebuah lomba yang menentukan siapa yang terkenal. Lomba itu secara pasangan tetapi mereka tidak tahu. Mikoto & Fugaku tahu bahwa lomba ini ber-pasangan dan merekalah yang memasuki Minato & Kushina. Minato & Kushina bersaing secara sehat hingga mereka jatuh cinta. Mereka merasa bahwa lomba ini tidak ada gunanya sehingga mereka saling mengalah. Saat di akhir lomba mereka baru tahu bahwa lomba itu ber-pasangan membuat mereka menang. Yah lomba ini kayak siapa yang paling romantis.

5. Songfic (multichapter)

Pair : Karin Kazune (Kamichama Karin)

6. Drabble A-Z (multichapter)

Pair : Minato Kushina (Naruto)

7. Sequel 'vampire love at school' (one shot)

Pair : Minato Kushina (Naruto)

Ini akan dipost saat fanfic 'vampire love at school' selesai.

Jadi bagaimana dengan ide yang author tulis? Author harap tidak akan ada kesamaan dengan fanfic yang telah author buat Sekian dari author, jaa nee

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.

Nu shi Hottest Queens : Ini udah lanjut, arigatou sudah membaca fanfic ini

Josephine La Rose99 : Hehehe, ini udah lanjut. Emang author sengaja bikin agak panjang karena author benci dengan akhir mengantung (inner : padahal chapter ini akhirnya mengantung #plak). Arigatou sudah membaca fanfic ini

yudi arata : Maafkan author jika alurnya terlalu cepat. Ini sudah diceritakan disini, tapi author gak nulis semuanya. Kan gak seru kalau dijelasin semuanya *smirk*. Ini sudah dipost hehehe. Arigatou sudah membaca

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.

Author : oskaresamadista minna-san.

Kushina : arigatou :).

Minato : (inner : tumben author ngomong itu).

Arashii : sister complex? *baca skrip*

Author : yap, Arashii sister complex.

Arashii : (T.T).

Nagato : thor, kok aku gak nongol di sini?

Author : kau nongol di chapter mendatang.

Mikoto : aku baru nongol sekali (TwT).

Author : bodo :p.

Mikoto : author kejam... Hiks... Hiks...

Sophia : ckckck author gak tahu diri.

Author : tumben kau muncul. *smirk*

Sophia : hn.

Minato : thor, kasihan amet bagian Kushinanya. *baca skrip*

Kushina : tahu tuh, author gak tahu diri. Banyak yang berharap aku garang tahu.

Author : author niatnya sih begitu tapi ini fanfic kan chara-nya hampir OOC.

Arashii : thor, bikin Kushina galak dong. *nyegir evil*

Author : kalo Kushina galak nanti Arashii yang jadi korbannya. *muka polos*

Arashii : jiah X(.

Anggi : oi thor, jangann spam mulu ah. Iya sih buat humor, tapi harusnya humor di ceritanya, bukan spam nya. *jitak author*

Author : huaaa... kejem banget. *nangis bombay*

Anggi : huh!

Nagato : mohon direviewnya yah minna-san.

Minato : betul, mohon direviewnya yah. *smirk*

Author : REVIEW PLEASE!