Naruto by Masashi Kishimoto

Pair : Mina x Kushi (utama), Miko x Fuga (pendukung)

Rate : T

Languange : Bahasa Indonesia

Genre : Romance, Action (kayaknya), Supernatural

Selamat membaca *ber-ojigi*

Chapter 7 : Another trouble?

SKIP TIME TO SCHOOL

"Hei kau tau, hari ini ada 2 anak baru disekolah," bisik siswa.

"Anak baru? Kau tau darimana?" balas siswi.

"Liat nih fotonya," bisik siswa itu sambil memperlihatkan fotonya lewat hp.

"Tampannya..."

"Liat deh, yang satu lagi cantik."

"Seperti pasangan artis yah."

Bisikan itu terdengar sampai ketelinga seseorang dan menyerigai.

'Peperangan akan terjadi sebentar lagi gadis kecil,' batin orang itu dan meninggalkan tempat itu.

"Ne Kushi-chan, nanti ada 2 anak baru loh," ucap Mikoto girang membuat Kushina menaikan salah satu alisnya.

"Anak baru?" tanya Kushina.

"Iya anak baru. Katanya mereka seperti pasangan artis loh, yang satu cantik yang satu tampan," jawab Mikoto.

"..."

"Kau tidak apa-apa Kushi-chan?" tanya Mikoto.

"Tidak apa-apa, hanya saja aku memiliki feeling buruk tentang ini," ucap Kushina.

Sreek (suara pintu geser)

"Ohayou minna-san," ucap Jiraiya.

"Ohayou sensei," teriak anak kelas 10-1

"Hari ini kita kedatangan dua anak baru, silahkan masuk," ucap Jiraiya dan masuklah dua anak baru tersebut

"Mereka kan anak baru yang digosipin tadi," ucap Mikoto.

"Hn."

"Hajimaste minna-san watashi Haruna Ishikawa yoroshiku," ucap si gadis.

"Watashi Shin Sakamoto," ucap anak lain dingin.

"Baiklah, apakah ada pertanyaan?" tanya Jiraiya dan satu kelas mengangkat tangan (kecuali Kushina dan Mikoto).

"Simpan pertanyaan itu nanti, Ishikawa-san duduk dibelakang Uchiha-san sedangkan Sakamoto-san duduk dibelakang Uzumaki-san. Uchiha-san, Uzumaki-san angkat tangan kalian," ucap Jiraiya lantang.

"Haik (iya)," ucap Mikoto dan Kushina kompak.

"Perkenalkan namaku Uzumaki Kushina dan dia Uchiha Mikoto, salam kenal," ucap Kushina ramah.

"Salam kenal," ucap Haruna ramah.

"Hn," ucap Shin singkat.

"Kau tidak akan bisa lepas dariku gadis kecil," bisik Haruna tepat ditelinga Kushina. Kushina yang mendengar ini membelalakan matanya.

'Nani?!' batin Kushina kaget.

"Apa maksudmu?" tanya Kushina.

"Kau akan tau nanti," ucap Haruna dan duduk ditempatnya.

"Kita lanjutkan pelajaran hari ini," ucap Jiraiya dan sesi pelajaran pun dimulai.

Diruang OSIS

"Hei Minato, kudengar ada dua anak baru masuk kekelas Mikoto," ucap Fugaku yang berdiri disamping tempat duduk Minato.

"..."

"Kau mendengarkan tidak?"

"Aku mendengarkan, hanya saja berkas ini sangat banyak," ucap Minato jengkel.

"Hoam... Kebanyakan tentang klub," ucap Shikaku yang menguap dan duduk disebelah kanan Minato.

"Ck, ini kebanyakan. Dan... Kalian tidak membantuku sama sekali!" ucap Minato kesal.

"Ck, salah sendiri kau tidak menyicil tugasmu dan menghabiskan waktumu untuk berduaan dengannya," ucap Fugaku enteng.

"Maksudmu?" tanya Shikaku.

"Dia sudah punya pacar," jawab Fugaku.

"NANIIII?!" teriak Inoichi mengebrak meja.

Author lupa jelasin anggota OSIS-nya. Minato selaku ketua, Fugaku sebagai wakil ketua, Shikaku dan Inoichi sebagai bendahara, Kizashi dan Chouza sebagai sekretaris.

"Kau sudah punya pacar Minato?" tanya Kizashi yang kaget dan dibalas anggukan dari Minato.

"Tak kusangka kaichou (ketua) kita sudah pacaran," ucap Inoichi dan dibalas anggukan dari Chouza.

"Krauk... Krauk... Traktirannya yah Minato," ucap Chouza yang duduk disebelah Inoichi sambil memakan keripik kentangnya.

"Siapa yang bisa menaklukan hati kaichou kita?" tanya Kizashi penasaran.

"Nih fotonya," ucap Fugaku sambil menyerahkan foto Kushina.

"Wuaaaa... Cantiknya..." ucap Inoichi.

"Tak kusangka selera kaichou kita bagus," ucap Kizashi.

"Hoam... Daripada itu kau sendiri juga pacaran kan?" tanya Shikaku.

"Heeeeeeh?!" teriak Inoichi.

"Apa benar Fugaku?" tanya Kizashi.

"Wah tak kusangka kaichou dan wakil kaichou pacaran," ucap Chouza.

"Berarti kita akan ditraktir dua orang, banzai!" teriak Inoichi senang.

"Hei! Bantu dong, banyak nih," protes Minato.

Skip time

"Ne Uzumaki-san, bisa kau menemani Shin keliling sekolah?" tanya Haruna.

'Apa maksud dia tadi? Apa aku harus menanyakannya?' batin Kushina.

"Etto..."

"Kumohon Uzumaki-san," ucap Haruna.

"Apa Sakamoto-san tidak keberatan?"

"Hn."

"Kalau begitu aku akan antarkan, Miko-chan kau mau ikut?" tanya Kushina.

"Boleh, ayo Kushi-chan," jawab Mikoto dan berdiri.

"Ishikawa-san, kau ikut juga?" tanya Mikoto.

"Aku ikut."

Di atap sekolah

"Ini atap sekolah, kau bisa melihat pemandangan kota Konoha dari sini," ucap Kushina

"..." Shin dan Haruna terdiam

"Kenapa?" tanya Mikoto.

Kemudian Shin mendekati Kushina.

"Apa kabar broken angelku yang cantik?" bisik Shin tepat ditelinga Kushina.

DEG!

"Apa maksudmu?" tanya Kushina.

"Kau kira kami tidak tau siapa kalian, penciuman kami lebih tajam dari vampir," ucap Haruna.

"Werewolf?!"

"Tepat sekali," ucap Shin.

Kushina dan Mikoto melangkah mundur.

"Miko-chan, pegang senjata ini," bisik Kushina ke Mikoto.

"Kau sendiri?"

"Aku memakai belati, kau cepat panggil Minato dan simuka dingin itu,"

"Tapi-"

"Kau tidak akan bisa kabur," ucap Haruna kemudian berdiri didepan pintu.

"Ck."

"Kalian ada urusan apa dengan kami?" tanya Mikoto.

"Hmm... Tidak ada, hanya memperingatkan kalian saja," ucap Haruna.

"Memperingatkan?" Kushina bingung

"Jangan dekati vampir itu lagi, kalau perlu berhenti menjadi hunter," ucap Shin.

"NANI?!"

"Asal kau tau saja darahmu berharga bagi kami semua. Ras vampir dan ras werewolf sangat membutuhkan darah itu, dan aku memperingatkan kau untuk tidak terlalu dalam mencampuri urusan ras kami," ucap Haruna.

"Masa bodoh, aku akan tetap menjadi hunter dan kau tidak akan bisa menghentikanku," ucap Kushina tegas dan kemudian mengambil posisi didepan Mikoto.

"Kushi-chan aku bisa membantumu," ucap Mikoto dan memegang erat senjata yang diberikan oleh Kushina.

"Kau sudah lama tidak memburu vampir Miko-chan, kau bawa handphone tidak?" tanya Kushina sambil waspada.

"Etto, aku meninggalkannya dikelas," ucap Mikoto

"Ck, kau bantu aku Miko-chan," ucap Kushina.

"Mau menyerang yah? Apa kau yakin bisa melawan kami? Werewolf terkuat sekarang adalah kami loh," ucap Haruna.

"Kau berisik sekali," ucap Shin dingin.

"Urusai atau aku bunuh gadis itu," ucap Haruna.

"Kau bunuh dia aku bunuh kau," ucap Shin disertai aura menyeramkan.

"Ck, kau bisa membunuhku? Aku aja selalu mengalahkanmu," ucap Haruna.

"Kau lupa misi kita hah?!"

"Tentu saja tidak," ucap Haruna.

"Boleh kuserang gadis itu?" tanya Haruna.

"Terserah tetapi jika kau membunuh maka aku tak akan segan-segan membunuhmu dan membagikan dagingmu itu werewolf lain," ucap Shin sangat dingin.

"Ck," Haruna berdecih kemudian muncullah telinga dan ekor bewarna putih.

'Gawat aku tidak membawa senjata lebih," batin Kushina.

'Apa yang harus kulakukan? Aku harus menolong Miko-chan dan diriku sendiri,' batin Kushina.

"Gomenne Miko-chan," bisik Kushina dan mendorong Mikoto dari atap sekolah.

"Hei! Kenapa kau mendoro- Kyaaaa..." ucap + teriak Mikoto.

"Gomenne Miko-chan, ini demi keselamatan kau," teriak Kushina dan Mikoto jatuh diatas pohon yang emang kebetulan berada didekat tempat Kushina mendorong Mikoto.

"Ittai."

"Wah kau menyelamatkan temanmu itu tetapi kau tidak menyelamatkan dirimu sendiri," ucap Haruna kemudian mendekati Kushina.

"Itu bukan urusanmu dattebane."

"Emang bukan urusanku..." ucap Haruna kemudian mencekik leher Kushina.

"Tetapi bukan berarti aku akan membiarkan kalian bebas begitu saja," mata Haruna berubah dari coklat menjadi hitam pekat.

Ditempat Mikoto

"Hosh... Hosh... Dimana Fugaku-nii dan Minato-san? Kenapa aku tidak dapat menemukan mereka?" tanya Mikoto sambil berlari dilorong sekolah.

'Demi kami-sama, baru saja semester satu tetapi kami sudah menghadapi banyak masalah,'batin Mikoto.

"Sumimase" ucap Mikoto sambil mengetok pintu ruang OSIS

Srek (suara pintu geser)

"Ada yang bisa kubantu?" tanya Kizashi.

"Etto... Apakah ada Fugaku-nii?" tanya Mikoto.

"Kau siapanya dia?" tanya Kizashi.

"Aku sepupunya, Mikoto Uchiha."

"Woi Fugaku, ada yang mencarimu," teriak Kizashi dan Fugaku pun keluar.

"Fugaku-nii gawat," ucap Mikoto.

"Gawat?" tanya Minato yang dibelakang Fugaku.

"Kushi-chan..."

"Ada apa dengan Kushina?"

"Etto, susah dijelaskan lebih baik kalian ikut dan melihat kejadian itu," ucap Mikoto dan berlari, tentu saja Minato dan Fugaku ikut berlari mengikuti Mikoto.

"Hah... Dasar Minato, meninggalkan pekerjaannya," ucap Inoichi yang melihat kejadian itu.

"Gara-gara pacarnya tuh," ucap Chouza.

"Hoam... Lebih baik kita istirahat, ini sudah jam makan siang," ucap Shikaku.

"Ayo kita kekantin," ajak Inoichi.

"Ayo," ucap Chouza dan Kizashi sedangkan Shikaku menganggukan kepala.

"Hei! Bisa kau jelaskan apa yang terjadi ke Kushina-chan?" tanya Minato sambil berlari.

"Dia diserang oleh dua werewolf," ucap Mikoto singkat.

"Werewolf?!"

"Mereka ada diatap sekolah, ayo cepat," ucap Mikoto

Fugaku mengendong Mikoto ala bridal style kemudian Minato dan Fugaku berlari dengan kecepatan vampir keatap sekolah.

BRUGH

"Kau masih tidak mau menyerah yah~"

"Hosh... Hosh..." Kushina seketika ambruk dilantai

"Hei! Kau bisa membunuhnya tau," ucap Shin yang duduk dan melihat Haruna menyiksa Kushina.

"Yah, padahal aku hanya mencekik dan melemparnya kedinding, aku masih kurang puas~."

"Kau psikopat," ucap Kushina sambil berusaha bangun.

"Hm? Sudah bangun ternyata, apa aku harus menyiksamu yah? Atau aku langsung saja membunuhmu?"

"Akkh," rintih Kushina saat badannya dicakar Haruna.

"Ah~ aku sangat menyukai ekpresimu itu"

"Sudah cukup, kau akan membunuhnya,"

"Yah, aku masih kurang puas tau," ucap Haruna kurang puas.

Seketika Kushina pingsan dilantai

"Yah, dia pingsan~."

"Hentikan, dia sudah pingsan."

"Padahal cuma segini doang dan dia pingsan."

"Dia manusia dan kita werewolf, kau juga tidak memberi kesan yang baik dihari pertama sekolah."

"Biarin," ucap Haruna kemudian telinga dan ekornya menghilang.

BRAK (suara pintu digebrak)

"KUSHU-CHAN!"

"Ara ara, ternyata pahlawannya sudah datang," ucap Haruna dan Shin langsung berdiri dari tempatnya.

"Kalian," geram Minato.

"Wah ojou-sama sudah dijemput tuh," ucap Haruna.

"Kushi-chan!" teriak Mikoto yang melihat Kushina

Baju yang dipakai Kushina terdapat banyak sobekan dan bekas cakaran. Darah dimana-mana dan Kushina pingsan.

"Dihari pertama kalian sekolah sudah melakukan hal seperti ini. Kami selaku OSIS akan melaporkan kejadian ini dan kalian akan dikeluarkan dari sekolah," ucap Fugaku.

"Akan kubawa Kushina, kau urus mereka," ucap Minato dan mengendong Kushina dengan bridal style.

"Wah ternyata angel diselamatkan berkat bantuan cat, padahal aku masih ingin menyiksanya loh~," ucap Haruna.

"Ternyata cat datang kembali," ucap Shin.

"Mau apa kalian datang kesekolah ini?" tanaya Fugaku dingin.

"Hmm... Untuk apa yah~"

BLAR (suara api yang kena tembok)

"Cepat katakan!"

"Misi," ucap Shin singkat.

"Misi apa?"

"Itu rahasia~" ucap Haruna.

"Jika sampai kami melihat kejadian ini lagi maka aku akan membunuhmu!" ucap Fugaku dan mata onyx-nya berubah menjadi merah.

"Wah, tak kusangka ternyata ada yang berani membunuhku," ucap Haruna.

"Ck, ayo kita kembali Mikoto," ajak Fugaku dan menarik Mikoto.

Ruang UKS

Sreeet (suara pintu digeser)

"Sumimase," ucap Minato dan menutup pintunya.

'Tidak ada orang rupanya, kalau begitu aku bisa menggunakan elemen air untuk menyembuhkan luka Kushina,' batin Minato.

Kemudian Minato menidurkan Kushina diatas ranjang UKS dan mengerakkan tanganya. Muncullah pusaran angin dan Minato mengarahkannya ke Kushina sehingga Kushina melayang. Setelah itu dia membentuk sebuah gumpalan air berbentuk kapsul (bentuknya berdiri) dan memasuki Kushina disana.

"Selesai," ucap Minato.

"Minato-san, Kushina bagaimana?" tanya Mikoto yang memasuki ruangan tersebut.

"Dia terluka parah."

"Bisa kau jelaskan kenapa Kushina bisa begini?" tanya Minato.

"Begini..." Mikoto menceritakan semuanya.

"Jadi begitu..."

"Gomenasai Minato-san seharusnya aku membantu Kushi-chan," ucap Mikoto dan menundukkan kepalanya.

"Terima kasih juga untuk menyembuhkan Kushi-chan," lanjut Mikoto.

"Seharusnya aku yang berterima kasih karena kau telah memberitahu kejadian ini."

"Fugaku, tolong urus kedua werewolf itu. Jangan sampai dia melukai Kushina lagi," perintah Minato sambil melihat Fugaku yang berada disebelah Mikoto.

"Hn."

"Bisa kau ambilkan tas dan seragam untuknya?" tanya Minato.

"Akan segera aku ambilkan," ucap Mikoto kemudian berlari keluar UKS.

"Menurutmu kejadian ini sudah diluar batas bukan?" tanya Minato sambil melihat Kushina yang berada dikapsul air.

"Hn."

"Mereka sudah tau bahwa darah Kushina sangat berguna bagi kita semua."

"Hn."

"Perkiraanku sebentar lagi akan terjadi perperangan antara vampir, werewolf, dan manusia."

"Kau harus menyiapkan rencana yang matang Minato."

"Tentu saja."

Normal end prov ~

Kushina prov ~

Sakit...

BRAK (suara pintu dibanting)

"KUSHU-CHAN!"

Suara siapa itu? Apakah Minato?

"Ara ara, ternyata pahlawannya sudah datang," ucap Haruna.

"Kalian," geram Minato.

"Wah ojou-sama sudah dijemput tuh," ucap Haruna.

Itu suara Minato kah?

"Kushi-chan!" teriak Mikoto.

Suara siapa lagi itu?

Seketika pandanganku mengelap

...

...

...

...

...

"Iya, coba kau selidiki vampir liar lagi. Informasinya sangat kurang. Kau boleh meminta Inoichi untuk membantumu. Arigatou Kakashi."

Pip (suara memutuskan telepon dihandphone)

Suara siapa itu?

"Lukanya sangat parah, sekarang sudah jam 4. Kau sudah memberi alasan ke Arashii-san kan?"

"Sudah, tetapi aku mengucapkannya sampai jam 6 Minato-san."

"Arigatou Mikoto."

Ternyata Minato dan Mikoto

Ugh, susah sekali membuka mata. Mengerakkan tangan saja susah...

Kushina end prov ~

Normal prov ~

"Hm?" Minato menggerakan kepalanya ke arah Kushina.

"Kenapa?" tanya Mikoto.

"Aku merasa Kushina sudah sadar," Mikoto mengernyitkan dahinya.

"Benarkah? Kau tau darimana? Kushina kan belum membuka matanya."

"Air didalam kapsul ini."

"Eng..." Kushina perlahan-lahan membuka matanya.

"Kau sudah sadar Kushina," ucap Minato.

"Tenang saja, disana kau bisa bernafas dan berbicara," terang Minato.

"Ini... Dimana...?" tanya Kushina.

"Diruang UKS dan sekarang kau berada dikapsul air buatan Minato-san," ucap Mikoto.

"..."

"Apa masih sakit?" tanya Minato dan Kushina mengelengkan kepalanya.

"Tunggu lukamu sembuh total baru aku akan mengeluarkanmu," ucap Minato dan dijawab anggukan dari Kushina.

"Istirahat dulu Kushi-chan, kau perlu istirahat sejenak," ucap Mikoto dan Kushina memejamkan matanya.

"Mikoto, jika Kushina terluka apa dia bisa sembuh dengan cepat?" tanya Minato.

"Hmm... Iya, saat Kushina terluka saat berlari dalam sebentar lukanya sudah tertutup."

"Sudah kuduga, darah dia sangat berguna untuk kaum vampir dan werewolf," gumam Minato.

"Lihat, luka dia sudah sembuh total."

"Mikoto, pegangin Kushina," perintah Minato, mengerakan tangannya, dan Kushina terpisah dari kapsul itu.

"Nah sudah," ucap Mikoto ketika sudah selesai menidurkan Kushina diatas ranjang UKS.

"Kau tidak pulang?"

"Fugaku-nii sudah memberitahu orang tuaku kalau aku pulang telat."

Tring... Tring... (Suara dering handphone)

"Sebentar Mikoto," ucap Minato dan mengangkat teleponnya.

"Moshi moshi, ini aku. Kau sudah mendapatkan informasi lengkap? Bisa kau taruh didalam kamarku? Arigatou."

"Sudah dapat informasinya Minato-san?"

"Bukan cuma vampir liar aja, Kakashi mendapatkan informasi dari misi mereka," ucap Minato dengan muka serius.

"Misi?"

"Memindahkan Kushina keluar negri atau..."

"Atau?"

"Membunuh Kushina," ucap Minato melemah.

"NANI?!"

"Sepertinya mereka sudah mengetahui masalah ini terlalu jauh."

"Masalah apa?"

"Kayaknya aku harus memberitahu ini."

"Pada intinya sepertinya akan terjadi pertempuran antara ras vampir, werewolf, dan juga manusia. Informasi lebih lanjut kau bisa tanyakan ke Fugaku."

"Apa ini berhubungan dengan Kushina?"

"Benar sekali dan aku akan menjaganya walau aku harus mati."

Tempat Haruna dan Shin

"Kau tahu, misi ini sudah diketahui oleh mereka," ucap Shin.

"Lalu~?"

"Ini berhubungan dengan Kushina tau!"

"Terus~?"

"..."

"Aku akan membunuh semua vampir itu dengan taring dan kuku-ku nanti," ucap Haruna sambil tersenyum evil.

"..."

"Hei! Kau ingin aku membunuh gadis itu hah?!"

"Kau bunuh dia maka aku bunuh kau," ancam Shin.

"Ck, kau tidak akan bisa mengalahkanku."

"Misi kita hanya memindahkan dia keluar negeri atau membunuhnya bukan? Jadi jika dia tidak pergi maka aku akan membunuhnya," ucap Haruna.

"Berisik sekali kau."

Twitch (muncul siku-siku dikepala Haruna)

"Hei!"

"Berisik," ucap Shin singkat kemudian meninggalkan Haruna.

"Ck sialan kau, akanku pastikan gadis itu mati ditanganku," teriak Haruna tetapi tidak didengar Shin.

'Jika gadis itu meninggal maka...' batin Shin.

Flashback ~

"Shin-kun~" ucap Kushina kecil.

"Hn."

"Kau suka membaca buku itu yah?"

"Hn."

"Minato-nii sedang ada urusan sama Fugaku-nii, kau bermain denganku yah."

"Hn."

"Hei! Kau orang berbicara didengarkan."

"Hn."

"Shin-kun baka!"

"..."

"..."

"Kushina-chan?"

Buk bak bik buk (Suara memukul orang)

"Ittai..."

"Aku kesal sama kau dattebane."

"Aku sedang membaca Kushina-chan."

"Huh!"

"Yah marah," ucap Shin sambil menutup bukunya.

"Kushina-chan jangan marah dong," ucap Shin dengan muka memelas.

"..."

"Aku janji deh kagak begitu lagi."

"..."

"Hmm... Kalau begitu aku berjanji akan melindungimu dari segala bahaya, aku juga akan menghajar anak-anak yang mengejekmu."

"Benarkah?"

"Iya."

"Tapi..."

"Kenapa?"

"Jangan menghajar anak-anak itu yah..."

"Hehehe, baiklah."

Flashback off ~

'Aku melanggar janjiku dengannya.'

Kembali ketempat MinaKushiMiko

"Eng..." erang Kushina.

"Mikoto, kau mau balik lebih dulu atau-"

"Aku akan pulang lebih dulu, aku tau pasti kalian ingin berdua," goda Mikoto membuat pipi Minato memerah.

"Mikoto!"

"Hehehe. Duluan yah Kushina, Minato. Jaa ne," ucap Mikoto sambil melambaikan tangannya.

"Hah... Dasar," ucap Minato.

"Eng... Minato..." gumam Kushina.

"Kau sudah sadar rupanya, bisa bangun?" Kushina menganggukan kepala.

"Ada yang sakit?" Kushina mengelengkan kepala.

"Kau tidak apa-apa?" Kushina menganggukan kepala.

'Kushina tidak mengucapkan sesuatu, apa ada sesuatu?' batin Minato heran.

"Kushu-chan, kau beneran tidak apa-apa? Kau tidak mengucapkan sesuatu dari tadi."

"Aku tidak apa-apa, hanya kelelahan saja," jawab Kushina.

"Ayo kita pulang," ajak Minato.

"Gendong~" pinta Kushina manja.

"Dasar," Minato tertawa geli sambil mengambil tas mereka.

"Kyaa," teriak Kushina karena Minato mengendongnya secara bridal style.

"Ayo pulang hime-sama," ucap Minato sambil membuka kedua jendela dan melebarkan sayapnya.

"Ayo."

Wusss (suara terbang gitu)

"Bagaimana?"

"Wah sudah sunset."

"Cantik kan?"

"Iya."

"Tapi lebih cantik kamu."

"Gombal," Kushina memukul pelan dada Minato.

"Minato, bolehkah aku bertanya?"

"Tentu saja."

"Apa benar nanti akan ada pertempuran antar vampir, werewolf, dan manusia? Dan ini berhubungan denganku?"

"Kau mendengarnya yah?"

"Jelaskan Minato! Kenapa bisa terjadi pertempuran itu dan kenapa ini berhubungan denganku?"

"Karena darahmu..."

"Hah?!"

"Darahmu sangat berguna untuk kaum vampir dan werewolf."

"Maksudmu?"

"Setelah aku menyelidiki ternyata darahmu sangat berguna," Kushina mengernyitkan dahinya.

"Kau masih ingat kalau aku pernah ngomong jika aku terluka penyembuhannya lebih cepat."

"Iya, lalu?"

"Ternyata darahmu sangat istimewa Kushu-chan."

"Karena itu maka akan terjadi pertempuran?"

"Bukan hanya itu saja, kau juga merupakan reikanarsi dari 'dia'."

"Maksudmu 'dia' itu siapa?"

"Yah, nama dan marganya sama denganmu karena ini merupakan sejarah klan Uzumaki."

"Sebentar, jangan-jangan cerita tentang 'Uzumaki Kushina' yang itu? Yang dapat membangkitkan kyuubi?!"

"Betul sekali, darahmu sama seperti darahnya jadi perkiraanku kau dapat membangkitkan kyuubi sehingga vampir liar dan werewolf sekarang mengincarmu. Selain bau darahmu yang sangat wangi, darahmu sangat enak Kushu-chan sampai membuatku ketagihan."

Bletak

"Bisa-bisanya kau ngomong begitu dattebane."

"Hahaha," Minato tertawa hambar.

"Apa karena namaku sama dengannya maka darahku juga sama yah?" tanya Kushina polos.

"Kau reikanarsinya Kushu-chan pasti kekuatanmu sama dengannya," terang Minato.

"Oh ya?" Minato menganggukan kepala.

"Kau mau pulang sekarang atau mau berduaan denganku?" goda Minato.

"Hmm... Aku mau pulang saja."

"Ayo pulang."

Di tempat Madara

"Madara-sama, sebentar lagi bulan purnama merah akan muncul 1 bulan lagi," ucap Pain sambil berlutut.

"Bagus, kita akan lanjutkan sesuai rencana kita," ucap Madara.

"Kapan kita menculik gadis itu?"

"Satu minggu sebelum upacara dimulai, segera siapkan apa yang kita perlukan saat upacara berlangsung," perintah Madara.

"BAIK!" ucap Pain kemudian keluar dari ruangan itu.

"Muwahahaha... Sebentar lagi aku akan menguasai ras vampir, werewolf, dan manusia."

Fugaku's place

"Fugaku, lekas beritahu Fukuda-sama soal ini," ucap ayah Fugaku a.k.a Izuna sambil menyerahkan laporan. Dia sedang duduk dikursi kerjanya

"Apa ini?" tanya Fugaku dan menerima laporan tersebut.

"Kau tidak akan percaya ini," ucap Izuna dan Fugaku membaca laporan tersebut.

"A-apa ini?!"

"Ternyata anak dari sepupuku, Madara, merupakan pelaku dari semua ini," ucap Izuna tegas.

"Kenapa bisa begini? Kalau begitu kita harus segera melaporkan ini ke Fukuda-sama."

"Ngomong-ngomong bagaimana hubunganmu dengan Mikoto?"

"Baik."

"Tak kusangka cowok sedinginmu bisa mendapatkan wanita kalem."

"Urusai," ucap Fugaku singkat dan keluar dari ruangan tersebut.

"Dasar..."

"Biarkan saja anata," ucap seseorang.

"Ah kau mendengarkan yah Sara," ucap Izuna.

"Tentu saja," ucap Sara yang mendekat ke Izuna.

"Berarti kau juga mendengarkan bahwa Madara merupakan dalang dari semua ini?" tanya Izuna dan berdiri dari kursinya.

"Iya," ucap Sara dan Izuna memeluknya.

"Kita akan bersiap untuk berperang nanti," gumam Izuna.

"Tenang saja anata, aku doakan semoga ras kita menang," ucap Sara kemudian dia memegang pipi kanan Izuna dan mencium pipi kiri-nya.

"Kau selalu bisa menenangkanku yah."

"Tentu saja aku kan istrimu," ucap Sara dan tersenyum.

"Hahaha... Betapa beruntungnya aku memiliki istri yang cantik, baik, sabar, kalem, dan-"

"Jangan membuatku malu," ucap Sara dengan pipi merona.

Dikediaman Namikaze

"Hmm... Jadi mereka ternyata ingin mendapatkan darah Kushina untuk penyembuhan," gumam Minato. Dia sedang duduk dikursi meja belajarnya.

"Laporanmu lengkap Kakashi, arigatou," ucap Minato ke Kakashi yang berada dibelakangnya.

Minato mengenakan kemeja bewarna putih dan celana jeans biru. Kakashi menggunakan setelan baju khusus untuk pelayan, tentu saja tidak lupa memakai masker hitamnya.

"Jika anda butuh bantuan panggil saya Minato-sama," ucap Kakashi.

"Pemicunya ternyata karena ini, perkiraan bulan purnama merah muncul kapan?"

"Sekitar 1 bulan lagi."

"Jadi begitu..."

Tok tok (suara pintu yang diketuk)

"Masuk," ucap Minato dan seorang maid masuk.

"Permisi Minato-sama, anda dipanggil oleh Fukuda-sama diruang tamu," ucap Maid yang masuk kekamar Minato

"Baik, kau boleh keluar sekarang."

"Baik, saya permisi," ucap maid itu kemudian keluar.

"Kakashi urus laporan itu," perintah Minato dan keluar kamar.

"Baik."

Ruang tamu kediaman Namikaze

"Aku yakin Minato pasti setuju," ucap Fukuda.

"Etto, apa mesti begini yah?" tanya Kushina.

"Perlindunganmu lebih terjamin Kushina," jawab Arashii.

Penampilan Fukuda, Arashii, dan Kushina

Fukuda : sweater coklat dengan lengan panjang dan celana kain panjang bewarna hitam.

Arashii : jaket leather hitam, kaos bewarna hitam dan celana juga hitam.

Kushina : sweater putih dengan rok hitam yang mencapai selutut.

"Tapi aku masih bisa berburu kan?"

"Hmm... Bisa asalkan ada Minato."

"Huh! Kalau begitu mah bukan aku yang berburu tetapi Minato," ucap Kushina jengkel.

"Yang penting kau selamat."

"Aku masih sekolah anikiku tercinta, masih kelas sepuluh pula."

"Emang kenapa Kushinaku tersayang? Bukannya kau setuju yah dengan rencana ini?" goda Arashii.

"I-itu..."

"Sudah lama tidak melihat adegan ini," tawa Fukuda.

"Tou-sama ada ap-, ternyata ada Kushu-chan dan Arashii-san," ucap Minato ketika memasuki ruang tamu.

"Konbawa Minato-kun," ucap Kushina dan tersenyum.

"Konbawa," ucap Minato dan duduk disamping Fukuda.

"Konbawa Minato, kedatangan kami kesini karena ada urusan dengan kau," ucap Arashii serius tetapi pipi Kushina memerah.

"Konbawa Arashii-san, ada perlu apa yah?" tanya Minato sopan.

"Fukuda-san, bisa kau jelaskan secara rinci?"

"Tentu, tetapi kau bisa membaca laporan ini," ucap Fukuda dan menyerahkan laporan ke Minato.

"Laporan ini dari Izuna yang merupakan pemimpin dari klan Uchiha," terang Fukuda.

"I-ini..."

"Itu laporan lengkapnya, Kakashi sudah mendapatkannya tetapi aku memerintahkannya untuk tidak memberitahu semua."

"Ternyata dalang dari semua ini adalah Madara."

"Betul dan dia mengincar Kushina untuk membangkitkan kyuubi yang disegel oleh 'Uzumaki Kushina' saat seribu tahun yang lalu (1016)."

"Untuk membangkitkan kyuubi?! Ternyata dugaanku benar."

"Karena itu nyawa Kushina sedang terancam dan kami sudah menyiapkan sebuah rencana," ucap Fukuda. Minato menegok kearah Kushina.

"Kau sakit?" tanya Minato ketika melihat pipi Kushina.

"A-ah, tidak," jawab Kushina masih dengan pipi merahnya.

"Pipinya memerah karena rencana kami," ucap Arashii.

"Maksud anda?"

"Kau tidak perlu kaget yah..." ucap Fukuda dan Minato mengernyitkan dahinya.

"A-aku malu," ucap Kushina kemudian berlari keluar ruang tamu.

"Hah?!"

"Ahahaha, dia malu tuh," tawa Arashii.

"Ada apa sih?"

"Kau boleh menerimanya atau menolaknya Minato, rencana ini berhubungan dengan jawabanmu. Yah... Walau aku ragu kau akan menolaknya sih," ucap Fukuda dan tersenyum.

"Rencana apa?"

"Kami memutuskan bahwa Kushina dilindungi-"

"Lalu? Aku pasti setuju kalau Kushina dilindungi," ucap Minato.

"Jangan potong dulu Minato, yang melindungi Kushina adalah kau."

"Emang sudah kewajibanku melindungi Kushina, lalu rencananya hanya begini saja?"

"Bukan cuma itu, kau akan bertunangan dengan Kushina dan juga tinggal bersama Kushina."

"NANI?!" teriak Minato dan berdiri.

'Pantasan pipi Kushina memerah,' batin Minato dan pipinya memerah.

"Ada apa? Bukannya kau senang jika kau bertunangan dengan Kushina-chan?" tanya Lisa yang masuk keruang tamu.

"Aku senang tetapi bukankah ini terlalu cepat?" tanya Minato.

"Menurutku biasa aja," ucap Lisa dan duduk disebelah Fukuda.

"Da-dan kenapa aku tinggal bersamanya?!"

"Supaya kau bisa menjaganya Mina-chan," ucap Lisa.

"Kau menolaknya Minato?" tanya Fukuda.

"Ti-tidak," ucap Minato dengan pipi memerah.

"Lalu?"

"I-ini terlalu cepat, padahal aku berniat melamarnya selesai kuliah nanti."

"Har har, sudah ada niat yah," goda Arashii.

"Wah, tak kusangka sudah ada niat untuk melamar," goda Kyuuko yang masuk keruang tamu.

"Kau mendengarkan yah?" tanya Minato dengan dark aura.

"Tentu saja anikiku tersayang~"

"Jadi keputusanmu bagaimana? Kau menerimanya atau menolaknya?"

"Nii-sama, aku sudah menyeret Kushina-nee-sama," ucap Kyuuko sambil menyeret Kushina.

"Kyuuko-chan, aku malu," ucap Kushina dengan pipi memerah.

"Ayolah nee-sama, kita dengar jawabannya."

"Ini terlalu mendadak, tetapi kita harus bergerak secepatnya. Kushina juga setuju dengan ini kok," ucap Arashii dan nyengir.

"Aniki!"

"Ayo nee-sama," ucap Kyuuko yang masih menarik Kushina dan berjalan kearah Minato.

Entah karena kesandung atau apa, Kushina terjatuh pas dibadan Minato. Secara spontan Minato memeluknya.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Minato.

"Ti-tidak apa-apa," ucap Kushina dengan muka memerah.

"Ekhem, jadi jawabanmu apa Minato?" tanya Fukuda sedangkan Lisa terkikik

"Jawabanku..." Minato melihat Kushina.

"Kau menerimanya kan Kushu-chan?" gumam Minato dan Kushina mengangguk.

"Kalau begitu..." gumam Minato dan memandang Fukuda.

TBC

Yo minna-san, ongeki desuka? Gomen author post telat, maklum dah naik kelas maka semakin sibuk *smirk*.

Akhir ceritanya nge-gantung yah? Gomenne kalau nge-gantung, author sekarang lagi hobi begituan hahaha.

Author menyiapkan 2 chapter nih, chapter 7 dan 8. Chapter 8 sebentar lagi kelar tapi postnya agak lama ya (._."). Author sibuk banget -_-".

Langsung saja saya balas reviewnya yah *smirk*.

Yudi Arata

Niatnya Karin tapi mau aku jadiin sepupunya Kushina aja. Baca aja chapternya hehehe. Nih dah lanjut, thanks sudah membaca.

Mikazuki Ryuuko

Akhirnya ada yang tau kalau disclaimernya salah *nangis bombay*, yap emang author sengajain siapa tau ada yang membaca. Jika readers gak ngeh pasti gak baca :v. Arigatou sudah membaca.

Nu shi Hottest Queens

Iya, author emang usahakan dichapter 5 lebih baca percakapan. Emang kamu tidak mengerti percakapan dimananya :v? Nih dah lanjut, terima kasih sudah membaca.

Selesai sudah membalas review chapter ini. Author berharap ada juga yang menemukan kesalahan seperti disclaimernya. Di beberapa chapter ada beberapa yang aneh (selain disclaimernya).

Author akan mengumumkan bahwa fanfic 'culun' akan segera terbit dan postnya akan memakan waktu karena author nulisnya lewat kertas :v.

Berikut adalah ide author untuk membuat fanfic, silahkan dibaca minna-san

1. Elf (one shot)

Pair : Minato Kushina (Naruto)

Intinya Minato dan Kushina merupakan elf. Di sini Kushina dan Minatonya nanti mati dan ber-reinkarnasi menjadi manusia. Mereka mati karena membantah perintah sang raja.

2. Berdasarkan anime Gosick (one shot)

Pair : Karin Kazune (Kamichama Karin)

Intinya hampir mirip dengan cerita peri emas dari anime Gosick tapi author akan ubah cerita itu. Nanti disini Kushina dan Minato akan mati bareng dan ber-reinkanarsi.

3. Culun (one shot)

Pair : Minato Kushina (Naruto)

Intinya Kushina akan menjadi culun dan Minato akan terus membela Kushina.

4. Judul : Kings vs queens (one shot)

Pair : Minato Kushina (Naruto)

Pertarungan sengit antara Kushina (Ratu) dan Minato (Raja) disekolah Konoha

5. Songfic (multichapter)

Pair : Karin Kazune (Kamichama Karin)

6. Drabble A-Z (multichapter)

Pair : Minato Kushina (Naruto)

7. Sequel 'vampire love at school' (one shot)

Pair : Minato Kushina (Naruto)

Ini akan dipost saat fanfic 'vampire love at school' selesai.

Author juga akan menjelaskan penampilan Haruna dan Shin yah :v/.

Haruna : rambut panjang bergelombang bewarna coklat dan bola matanya juga bewarna coklat.

Shin : rambut bewarna hitam dan bola matanya juga hitam (seperti Zeref di Fairytail).

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.

Kushina : tumben nih author gak nge-spam.

Minato : iyayah, tumben thor.

Author : ...

Arashii : author lagi badmood karena gak masuk selama 4 hari.

Nagato : lah bukannya bagus yah ._."

Kushina : emang sih, tapi tugas sekolah dan catatan menumpuk plus ulangan susulan.

Author : *pundung*

Arashii : tapi ini merupakan suatu keajaiban karena author sendiri yang mengedit fanfic ini.

Author : hiks... hiks... Arashii peka nih *hugs Arashii*

Arashii : hush, pergi yang jauh.

Author : *pundung lagi*

Minato : minna-san, abaikan author ini.

Kushina : mari kita sebutkan kata ajaibnya(?)

Nagato, Kushina, Arashii, Minato : REVIEW PLEASE!

Author : *pundung*