Naruto by Masashi Kishimoto

Pair : Mina x Kushi (utama), Miko x Fuga (pendukung)

Rate : T

Languange : Bahasa Indonesia

Genre : Romance, Action (kayaknya), Supernatural

Selamat membaca *ber-ojigi*

Chapter 7 : Romance begin

"Jawabanku iya," ucap Minato dan Kushina membelalakan matanya.

"Apa ini tidak terlalu cepat Minato?" tanya Kushina dengan suara kecil.

"Asalkan aku bersamamu tidak apa-apa," ucap Minato dan tersenyum.

"E-eh?!"

"Wah syukurlah," ucap Lisa kemudian berdiri.

"Akhirnya Kushina-chan menjadi menantuku," ucap Lisa riang dan memeluk Kushina, padahal Kushina masih dipeluk Minato.

"Kaa-sama, Kushina-chan masih dipeluk sama aku," ucap Minato.

"Kalian akan tinggal dirumah yang akan kami siapkan. Dirumah itu kalian akan dijaga oleh prajurit vampir kami sehingga keamanan kalian lebih terjamin," ucap Fukuda.

"Rumah baru itu tidak jauh dari kediaman ini dan Uzumaki, sehingga kalian dapat berkunjung kapan saja," ucap Fukuda.

"Kalian sudah menyiapkan?" tanya Minato.

"Akan selesai dalam waktu satu minggu," ucap Arashii.

"Setelah satu minggu kita akan mempersiapkan pesta pertunangan kalian. Kushina-chan akan ikut mengukur bajumu. Kyuuko-chan ikut juga yah. Hmm... Kau juga bisa mengajak temanmu, Mikoto-chan yah," ucap Lisa.

"Kaa-chan juga mengenal Miko-chan?"

"Tentu saja, dia sepupu dari Fugaku-kun."

"Nah tugasku selesai, aku dan Kushina akan pulang," ucap Arashii dan berdiri.

"Konbawa Minato, Fukuda-san, kaa-san, Kyuuko-chan," ucap Kushina dan mengikuti Arashii yang keluar. Tentu saja Lisa dan Kyuuko yang mengantar mereka.

"Tou-sama, apa ini tidak terlalu cepat yah?" tanya Minato.

"Emang kenapa nii-sama?" tanya Kyuuko.

"Yah..." muka Minato memerah.

"Oh, aku tau maksud nii-sama," goda Kyuuko.

"Sstt... Diamlah," ucap Minato dan menutup mulut Kyuuko.

"Apa maksud kalian?" tanya Fukuda.

"Ahahaha..." tawa Minato.

"Nii-sama takut ada apa-apa dengan Kushina-nee-sama," ucap Kyuuko.

"Ooo..." Fukuda nyegir.

"Jika Kushina ada apa-apa kau bertanggung jawab Mina-chan," ucap Fukuda dengan senyuman mematikan.

Glup

"A-aku akan me-menjaganya."

"Bagus."

"Rumah yang akan ditinggal nii-sama dan nee-sama kayak gimana sih?" tanya Kyuuko.

"Kau akan melihatnya satu minggu lagi," ucap Fukuda.

Skip ke kamar Kushina

'Aku emang menerimanya tetapi aku tidak tau jika aku serumah dengannya,' batin Kushina sambil memeluk bantal pink-nya.

BLUSH

"Aku malu dattebane," Kushina menenggelamkan wajahnya kebantal.

"Aku juga harus ikut kaa-chan membuat baju-nya lagi, aku harus memberitahu Mikoto," ucap Kushina dan mengambil handphone-nya.

To Miko-chan

Konbawa Miko-chan, maaf menganggu. Bisa kau mau menemaniku pergi membuat baju? Baju itu yah... Untuk pesta pertunangannku dengan Minato. Kaa-chan (kaa-channya Minato) mengajakku membuat baju itu dan dia memperbolehkanku mengajakmu. Harinya akan ku kasih tau, jadi kau mau ikut?

From Kushi-chan

Drrt drrt (nada getar handphone)

To Kushi-chan

Kau akan bertunangan dengannya?! Selamat yah Kushi-chan, Kushi-chan ku sudah besar ternyata hihihi. Baa-chan mengajakku juga yah? Pasti aku ikut hehehe

From Miko-chan

"Apa tidur aja yah?" gumam Kushina sambil berputar-putar dan memegang bantalnya.

'Sebenarnya aku malu memakai baju ini, tetapi tidak buruk juga,' batin Kushina sambil memandang baju yang dia kenakan.

Dia mengenakan baju baby doll pink (dress), rambut digerai dan menggunakan bandana putih untuk tidur. Dia menggunakan sandal tidur yang berbulu dan depannya berbentuk kelinci, dan sandalnya bewarna putih.

"Sebentar..." Kushina berpikir sejenak.

"Jika aku pergi kesekolah siapa yg menjagaku?"

"Tentu saja aku," ucap seseorang

Kushina menengok kearah sumber suara

"Hei! Kenapa kau masuk kekamarku seenaknya saja?!" teriak Kushina.

"Tidak ada salahnya masuk kekamar calon istriku kan?" ucap seseorang a.k.a Minato dan berjalan kearah Kushina.

"Kenapa kau kesini dattebane?!"

"Ingin melihatmu," ucap Minato dan duduk diranjang Kushina.

"Hei! Aku tidak mengijinkan kau masuk kekamarku!" teriak Kushina dengan pipi merah.

"Apa salah aku kekamar calon istriku?" goda Minato.

Blush

"I-itu..." Kushina menundukkan kepala.

"Hahaha, aku suka melihat mukamu memerah Kushu-chan," tawa Minato.

Pluk (suara bantal yang dilempar)

"Hahaha," tawa Minato.

"Huh!"

"Tak kena tuh," ucap Minato dan memegang bantal yang Kushina lempar.

"Sejak kapan kau disini?"

"Hmm... Sejak kau memandang bajumu."

"Oo, aneh yah?"

"Tidak kok, kau jadi tambah lucu aja, aku gemas," ucap Minato kemudian tersenyum dan mencubit kedua pipi Kushina.

"Hanaste o (lepaskan), pipiku sakit dattebane."

"Kau sangat lucu Kushu-chan," ucap Minato dan melepaskan cubitannya.

"Untuk apa kau kesini?"

"Untuk melihatmu."

"Gak masuk akal, alasan lain?"

"Menjagamu," ucap Minato enteng dan muka Kushina sukses memerah.

"Ka-kau..."

"Apa?"

"Kau akan menjagaku malam ini?"

"Tidak hanya malam ini juga, sampai kapanpun aku akan menjagamu Kushu-chan."

"Ck, gombal."

"Terserah kau mau menganggap ini gombal atau tidak, yang penting aku akan menjagamu sekarang," ucap Minato dan Kushina duduk disebelahnya.

"Tou-sama menyuruhku menjagamu jadi aku akan menjagamu sekarang," ucap Minato.

"Kau akan bangun terus sampai pagi?"

"Tentu tidak Kushu-chan, aku akan tidur."

"Tidur dimana? Dikamar tamu?" tanya Kushina dan Minato mengelus rambut Kushina.

"Tentu tidak, jika aku tidur disitu aku tidak bisa menjagamu."

"Lalu kau tidur dimana?"

"Disini."

"Oh, yasudah."

Satu...

Dua...

Tiga...

"NANI?!" Kushina kaget.

"Emang kenapa?"

"Ja-jadi kau tidur bersamaku?"

"Kau ingin aku tidur bersamamu?" goda Minato.

Duagh

"Tentu tidak," ucap Kushina dan membersihkan tangannya.

"Ouch, ittai," ucap Minato dan memegang perutnya yang habis dipukul (ditonjok) Kushina.

"Arashii-san mengijikan aku tidur bersamamu kok," ucap Minato.

"Hah?! Aniki?!"

"Tanya saja kalau tidak percaya," ucap Minato dan berbaring. Kushina keluar kamarnya untuk bertanya.

10 menit kemudian

"Hah... Ternyata benar, ta-tapi masa iya aku tidur bersama Minato. Mending dia tidur disofa tetapi aku kasihan sama dia," ucap Kushina dan sampai didepan kamarnya.

Cklek (suara buka pintu)

"Minato lebih baik kau tidur di-" ucapan Kusuhina terputus karena melihat Minato tidur.

"Hihihi, dia lucu ketika sedang tidur," ucap Kushina dan berjalan mendekat keranjangnya.

"Emmm..." Minato mengubah posisinya.

"Hah... Aku tidur dimana?" tanya Kushina dan duduk diranjangnya.

"Tapi kenapa aku menerimanya yah?"

"La-lagipula rencana ini terlalu cepat," pipi Kushina memerah.

"Sebenarnya aku senang hanya saja aku terlalu malu dattebane."

"Hah... Tidak sampai satu bulan aku pacaran eh malah udah bertunangan."

"Kau keasyikan tidur yah dattebane," ucap Kushina dan mengelus rambut Minato.

"Hihihi," tawa kecil Kushina yang melihat muka tidur Minato.

"Dia pasti cape," ucap Kushina dan menyelimuti Minato.

"Masih jam 9, tidur aja kali yah," ucap Kushina dan menguap.

'Lebih baik aku tidur disini, dia tidak akan macam-macam denganku kan?' batin Kushina.

Kushina tiduran diranjangnya dan membelakangi Minato.

Deg deg deg deg

'Ba-baru pertama kali aku tidur dengan cowok selain tou-san, Nagato dan aniki,' batin Kushina

"Apa aku tidur dikamar lain aja yah?"

"Eng..." erang Minato, dia mengganti posisinya menjadi memeluk Kushina.

"E-eh?!"

"Kushina..." igau Minato.

Kushina mencoba melepaskan pelukan Minato tetapi tetap tidak bisa. Bahkan Minato semakin mengeratkan pelukannya.

"Hah..." Kushina menghela nafas.

'Sebentar... Besok kan kita sekolah, apa dia tidak pulang?' batin Kushina dan melihat sekelilingnya.

'Ternyata dia membawa tas sekolahnya dan satu tas, kayaknya itu bajunya,' batin Kushina dan memejamkan matanya.

'Lebih baik aku tidur saja, kalau dia macam-macam aku akan hajar dia besok,' batin Kushina dan masuk kedalam dunia mimpi.

Dimimpi Kushina

"I-ini dimana?" tanya Kushina, Kushina berada disebuah ruang yang bewarna putih.

"Hei, kau bisa mendengarku?" tanya seseorang.

"Siapa itu?" tanya Kushina dan tiba-tiba ada sinar yang sangat terang membuat Kushina memejamkan matanya.

"Aku adalah Uzumaki Kushina," ucap seseorang.

"Hah?!" Kushina cengo.

"Hihihi, jangan kaget kau adalah reikarnasiku," ucap seseorang itu dan mendekati Kushina.

"A-ah," Kushina bingung.

"Kau boleh memangilku dengan nama asliku yakni Uzumaki Suzuka, Kushina hanya nama samaranku untuk membasmi Kyuubi," ucap Suzuka dengan ramah.

"Ba-baik Suzuka-sama."

"Ah, tidak usah formal Kushina-chan."

Kushina memperhatikan Suzuka dengan lekat. Muka yang mirip dengan Kushina, rambut merahnya digerai ditambah dengan jepit rambut sakura yang dijepit diponinya, dan menggunakan kimono pink dengan motif bunga sakura, obi-nya bewarna putih bersih.

"Hihihi, ada yang ingin kubicarakan dengamu," ucap Suzuka.

"Maksud anda?"

"Ini tentang dirimu Kushina-chan..."

"Diriku?"

"Selama ini aku melihat reinkarnasiku dibeberapa zaman dan yang terparah adalah ini..."

"..."

"Ternyata mereka semua tau cara membangkitkan kyuubi, padahal informasi ini dirahasiakan dan yang mengetahui hanya klan kita."

"Maafkan kami Suzuka-sama, sebenarnya kami tidak mengetahui cara membangkitkan kyuubi..." Kushina menundukkan kepalanya.

"Hihihi, yang tau hanya orang-orang yang ada dizamanku dulu."

"Eh?!" muka Kushina memerah karena malu.

"Kau sangat lucu yah Kushina-chan," Suzuka tertawa kecil.

"A-ah..."

"Kau tau, kau reinkarnasiku yang ke-empat dan aku harap kau dapat mengagalkan kebangkitan kyuubi," ucap Suzuka dan tersenyum lembut.

"Baik!"

"Hihihi, aku suka semangatmu. Kita akan terus berbicara melalui mimpimu dan aku akan menjelaskan cara mengagalkan kebangkitan kyuubi tapi sebelum itu..." Suzuka memegang tangan kanan Kushina.

Tiba-tiba saja ada aliran bewarna putih yang masuk kedalam tubuh Kushina.

"I-ini?"

"Ini kekuatanku, aku menamainya chakra. Untuk sementara berlatihlah menggunakan kekuatan ini. Kau dapat mencampurkan elemen lain seperti api, air, dan lain-lain. Kekuatan ini juga dapat mengalahkan kyuubi," terang Suzuka jelas.

"Wah~"

"Aku akan menjelaskan kekuatan itu nanti, kau harus ingat bahwa aku memberikan kekuatan ini bukan untuk kesombongan tetapi untuk menyelamatkan orang lain."

"Iya, aku akan menggunakan kekuatan ini untuk menyelamatkan semua orang," ucap Kushina semangat.

"Bagus, kuharap kau dapat menguasai kekuatan ini," Suzuka tersenyum dan dibalas anggukan kepala Kushina.

"Tak kusangka kau disegel oleh vampir, padahal yang kulihat kau selalu memburu vampir."

"Hehehe, kau terkejut yah Suzuka-sama."

"Hihihi, tidak kok, justru aku sama kayak Kushina-chan."

"Suzuka-sama juga?!"

"Dulu ada seorang vampir yang kusukai, karena manusia dan vampir tidak diperbolehkan menikah maka kami hanya berhubungan saja. Tetapi..."

"Tetapi?"

"Dia meninggal bersamaku ketika melawan kyuubi..."

"Maaf..."

"Tidak apa-apa, itu hanya masa laluku."

"Kalau boleh tau, bagaimana cara anda melawan kyuubi?"

"Akan kujelaskan nanti, waktuku sudah habis, kita akan bertemu nanti," ucap Suzuka dan perlahan-lahan menghilang.

"Suzuka-sama!"

Balik kedunia nyata

"Suzuka-sama!" teriak Kushina sambil membuka matanya.

"Ah, kau sudah bangun Kushina," ucap Minato yang duduk disebelah Kushina yang masih berbaring.

"Hah... Hah..."

"Kau tidak apa-apa?"

"Hah... Hah... Tidak apa-apa, sekarang jam berapa?"

"Jam 5 pagi."

"Ini masih terlalu pagi..." Kushina kemudian duduk diranjangnya.

"Hoam..." Kushina menguap dan merengangkan tangannya.

'Apa mimpi itu benaran?' batin Kushina.

'Aku harus fokus, siapa tau bisa,' batin Kushina dan mencoba untuk fokus.

Dan ditangan Kushina terdapat chakra bewarna putih yang menyelimuti tangannya

"Ini benaran dattebane?!"

"Kenapa Kushina?"

'Lebih baik aku ceritakan mimpiku,' batin Kushina dan Kushina mencoba melenyapkan chakranya.

"Emm... Sebenarnya tadi aku bermimpi," ucap Kushina dan Minato duduk disebelahnya.

"Mimpi?"

"Begini..." Kushina menjelaskan mimpinya.

"Jadi dia memberikan kau kekuatan yah?" tanya Minato.

"Iya, dia memberikan ku kekuatan untuk mengagalkan bangkitnya kyuubi."

"Wah sudah jam 6, aku akan lari pagi. Kau mau ikut?" tanya Kushina dan berdiri.

"Sebentar..." Kushina mengarahkan kepalanya ke Minato.

Minato mendekatkan muka Kushina kemukanya.

Chu!

"Morning kiss Kushina-chan," ucap Minato dan tersenyum.

"E-eh?!" muka Kushina memerah.

"Hehehe," Minato tertawa melihat muka Kushina.

"Dasar, kau baka dattebane," ucap Kushina dan menjitak kepala Minato.

"Hahaha."

"Kau ikut tidak?" tanya Kushina sambil berjalan kelemarinya dan memilih baju training bewarna abu-abu.

"Ikut deh," jawab Minato dan berdiri.

Skip time to school

"Lihat deh, Minato-sama berangkat bareng dengan gadis itu," ucap siswi A.

"Sudah gitu mereka naik satu mobil lagi," ucap siswi A lagi.

"Benar... Apa mereka pacaran yah?" tanya siswi B.

"Ck kuso, Kushina-sama berangkat bareng dia," ucap siswa A.

"Argh, aku kalah dengan dia," ucap siswa B frustasi.

"Menurutku mereka pasangan yang cocok kok," ucap siswi C polos membuat orang lain disekitar dia meng-death glare.

"Ummm... Menurut gosip yang kudengar mereka sudah pacaran," ucap siswi C lagi.

"NANI?!" teriak siswi A, B dan siswa A, B

"Bukannya mereka pasangan cocok yah? Yang satu cantik dan yang satu tampan," ucap siswi C dan kemudian mulutnya ditutup oleh siswa C.

"Sst, kau membuat mereka semakin frustasi tau," ucap siswa C.

Jederrr (suara petir)

"Puah... Lagipula mereka sama-sama pintar, lebih baik kita mendukung mereka," ucap siswi C.

"..."

"Hei! Kau membuat mere-"

"Lebih baik kita mendukung," ucap siswi A dan disambut anggukan dari semuanya.

"Ayo kembali kekelas," ajak siswa B dan mereka kembali kekelas tanpa memperdulikan kejadian Minato yang mengandeng tangan Kushina.

"Hari ini aku ada kegiatan OSIS, kau dapat menunggu ditaman belakang sekolah," ucap Minato, melepaskan gadengannya, dan memakai sepatu putih khusus untuk sekolah.

"Eng," Kushina menganggukan kepala dan memakai sepatunya.

"Jaa ne," ucap Minato dan melambaikan tangannya.

"Jaa," Kushina juga melambaikan tangannya.

"Ini masih pagi loh Kushi-chan," ucap Mikoto yang berada dibelakang Kushina.

"Miko-chan?!"

"Hihihi, ayo kekelas."

"Lukamu bagaimana Kushi-chan?" tanya Mikoto.

"Sudah tidak ada lagi," jawab Kushina dan tersenyum.

"Hati-hati, mereka masih dikelas kita," bisik Mikoto dan Kushina menganggukan kepala.

"Kudengar kau sudah mengetahui kalau aku menjadi incaran mereka," ucap Kushina.

"Fugaku-nii yang memberitahuku, tenang saja Kushi-chan aku akan menjagamu dikelas," ucap Mikoto.

"Arigatou," ucap Kushina dan tersenyum.

"Itu mereka," bisik Mikoto dan menunjuk Haruna dan Shin.

"Kau selamat yah gadis kecil," ucap Haruna dan tersenyum evil.

"Lalu?" tanya Kushina dingin.

"Tenang saja, aku tidak akan membunuhmu. Atasanku hanya menyuruhku untuk memindahkanmu keluar negeri dan jika kau tidak mau kau akan kubunuh," ucap Haruna.

"Hei Shin, kau berbicara sedikit dong."

"Hn," ucap Shin singkat.

"Jika kau membunuhnya aku tidak akan segan-segan membunuhmu," ucap Mikoto.

"Sama," ucap Shin membuat Kushina mengernyitkan dahinya.

'Kenapa dia juga begitu? Bukannya dia werewolf yah?' batin Kushina.

"Hei! Kenapa kau ikut-ikut dengan dia?!" teriak Haruna.

"Bodoh," ucap Shin dan meninggalkan mereka semua.

"Kami akan memberi waktu satu minggu, jika kau menerimanya kau akan kami kirim ke luar negri yakni Amerika. Tetapi jika kau menolaknya maka kau akan mati," ucap Haruna dingin dan mengikuti Shin.

"..."

"Jangan dengarkan mereka, jika mereka berani begitu aku akan melindungimu," ucap Mikoto.

"..."

'Kenapa? Kenapa mesti aku yang diincar?' batin Kushina.

"Kushi-chan?"

"Huh?"

"Kau tidak apa-apa?"

"Tidak apa-apa, ayo kekelas."

Tempat Minato

"Shikaku, kau sudah membaca laporan kemarin?" tanya Minato sesampai dikelasnya.

"Hoam... Sudah, tak kusangka pacarmu diincar mereka," jawab Shikaku.

"Krauk... Krauk... Kau harus melindunginya Minato," ucap Chouza sambil memakan keripiknya.

"Untuk itu aku minta tolong kepada kalian untuk meningkatkan penjagaan dan mempersiapkan yang kita butuhkan nanti," ucap Minato serius.

"Tentu saja, ini mengangkut nyawa kita semua," ucap Inoichi.

"Minato, ayahku juga sudah memerintahkan anak buahnya untuk memperketat kediaman Uzumaki," ucap Fugaku.

"Aku minta tolong kepada kalian semua yah," ucap Minato.

"Tentu saja. Keluarga Uchiha, Nara, Akamichi, dan Yamanaka selama ini selalu melindungi keluarga kerajaan Namikaze," ucap Shikaku.

"Tapi tetap saja aku meminta tolong kepada kalian sebagai teman," jawab Minato dan nyegir.

"Hahaha," tawa Inoichi.

"Kita akan selalu menjadi teman Minato," ucap Chouza.

"Hei! Guru sudah datang," ucap Inoichi dan mereka semua duduk.

Skip time ~

"Laporan ini sudah selesai, aku duluan yah," ucap Minato dan berdiri.

"Hoam... Silahkan," ucap Shikaku yang duduk dan kakinya diatas meja.

"Minato, jangan lupa besok ada razia jadi kau harus datang lebih pagi," ucap Kizashi yang mengetik laporan.

"Baik," ucap Minato dan keluar dari ruangan OSIS.

"Enaknya sudah punya pacar," ucap Inoichi yang duduk disebelah Shikaku.

"Krauk... Krauk... Kau carilah, siapa tau nanti kau berjodoh," ucap Chouza dan duduk didepan Inoichi.

"Kalau aku masih mending daripada Shikaku, kerjaannya tidur mulu," ucap Inoichi tanpa dosa.

"Urusai, aku mau tidur," ucap Shikaku yang merasa tersindir.

"Tapi aku masih mending, lah Chouza badannya be- ups," ucap Inoichi kemudian melihat Chouza.

"Apa kau bilang?!" teriak Chouza dan mata hitamnya menjadi merah.

"E-eh?!" Inoichi ketakutan.

"Gomenasai," ucap Inoichi dan berlari.

"Berisik sekali kalian," ucap Kizashi dingin.

"Ekhem... Kalian semua ingin dibakar yah?" tanya Fugaku dengan nada yang sangat dingin. Dia baru saja masuk keruang OSIS.

"Hiiih, gomenasai," ucap Inoichi dan ber-dogeza.

"Sekarang bereskan tugas kalian," ucap Fugaku dingin dan duduk ditempatnya.

Ditaman belakang sekolah

"Lama sekali..." ucap Kushina sambil mondar-mandir.

"Ini sudah jam setengah 5, apa Minato lupa yah?" tanya Kushina.

"Pohon sakuranya sangat cantik yah," ucap Kushina dan memadang pemandangan didepannya.

Kemudian ada angin yang berhembus pelan membuat pohon sakuranya bergerak mengikuti angin.

"Kirei~" gumam Kushina dan tersenyum sambil memadang pohon sakura didepannya.

Jepret (suara kamera)

"Huh?"

"Hehehe," Minato tertawa kecil sambil melihat hasil jepretannya.

"Minato?!" teriak Kushina dengan pipi merah.

"Hahaha."

"Hapus foto itu," rengek Kushina dan berlari kearah Minato.

"Kau sangat cantik Kushina, coba kau lihat foto ini," ucap Minato dan memperlihatkan foto itu dihandphone androidnya.

"Hapus dattebane," rengek Kushina dan berusaha mengambil handphone itu.

Karena Minato tinggi mau tidak mau Kushina berjinjit dan melompat berulang-ulang.

"Hahaha," ucap Minato dan berlari.

"Awas aja kau dattebane," ucap Kushina dan berlari.

"Hosh... Hosh... Aku menyerah," ucap Kushina dan duduk disalah satu bangku taman.

"Kita istirahat dulu disini baru pulang," ucap Minato dan dijawab anggukan dari Kushina.

"Kau cepat sekali larinya dattebane, kau lari dengan kecepatan vampir tau."

"Hahaha," tawa Minato dan duduk disebelah Kushina.

"Wah sudah sunset," ucap Kushina.

Karena kebetulan atau apa, ditaman belakang sekolah itu bisa melihat sunset dan sunrise dengan jelas.

"Iya..." Minato melihat sunset itu dengan senyuman menawan.

Jepret (suara kamera)

"Hihihi, balas dendam Minato," ucap Kushina dan memperlihatkan hasil jepretannya.

"Dasar," ucap Minato dan mengacak-acak rambut Kushina.

"Hora! (Hey)."

"Kau mau pulang sekarang?"

"Tentu saja," ucap Kushina dan berdiri.

"Hoam..." Kushina menguap.

"Kau tidurlah Kushina, jarak sekolah dengan rumah sangat jauh," ucap Minato sambil mengendarai mobil sportnya.

Kushina menyamankan posisinya dan langsung tertidur.

"Haah..." Minato menghela nafas dan memadang Kushina.

"Aku begitu mencintaimu Kushina dan aku akan selalu melindungimu," gumam Minato dan kembali fokus ke jalanan.

"Suzuka-sama..." igau Kushina.

"Kau sedang memimpikan itu yah Kushina?" tanya Minato pelan.

Mimpi Kushina

"Api... Angin... Petir... Air... Tanah... Jika kedua elemen digabung maka menjadi kekuatan besar," jelas Suzuka.

"Maksud anda?"

"Itu semua adalah kekuatan alam Kushina-chan, kau bisa mengabungkannya. Sama seperti pasanganmu, dia mengabungkan elemen air dan angin menjadi es," terang Suzuka.

"Bagaimana cara saya mengabungkan kekuatan itu? Lalu saya mendapatkan kekuatan alam itu darimana?" tanya Kushina.

"Lebih baik dipraktekkan," ucap Suzuka.

"Ini adalah elemen angin," ucap Suzuka dan menunjukkkan tangan kanannya.

"Lihatlah," Suzuka membuat pusaran angin yang sangat kecil.

"Dan ini adalah elemen air," Suzuka membuat gumpalan air ditangan kirinya.

"Jika kedua tangan ini digabung, kita dapat menciptakan elemen baru," terang Suzuka dan menyatukan tangannya.

Kemudian munculah es dibelakang Suzuka.

"Sugoi~"

"Inilah hasil dari pegabungan dua elemen. Pasanganmu sudah mengembangkannya sehingga kedua tangannnya bisa mengeluarkan angin, air ,dan es," terang Suzuka dan melenyapkannya.

"Apakah bisa menghasilkan elemen baru dari tiga elemen?" tanya Kushina polos.

"Sejauh ini kurang tau," jawab Suzuka.

"Berlatihlah Kushina-chan, sebab kita tidak akan tahu kapan kyuubi bangkit kembali," ucap Suzuka.

"Baik Suzuka-sama!"

"Hihihi, aku akan menjelaskan kenapa aku bisa meninggal," ucap Suzuka dan duduk bersilah, Kushina juga ikut duduk bersilah.

"Ketika umurku 10 tahun, aku menyadari bahwa aku sudah memiliki kekuatan ini dan melatih diriku sendiri sehingga aku dapat menguasainya."

"Tetapi saat berumur 17 tahun, aku bertemu dengan seorang vampir dan hampir membuat dia tewas."

"Setelah dia sembuh, kami selalu tertawa bersama dan membicarakan masa depan kami," ucap Suzuka dengan nada sendu.

"Kami saling menyukai dan memutuskan untuk berhubungan. Kami tau bahwa vampir dan manusia tidak bisa bersatu, tetapi kami tidak memperdulikan itu."

"Suatu hari kyuubi datang menyerang, klan Uzumaki hampir seluruh tewas dan hanya menyisakan aku dan adik-adikku. Saat itu juga aku berumur 21 tahun dan adik-adikku masih dibawah 17 tahun."

"Aku terus bertarung walau kehabisan tenaga sampai dia datang dan membantuku."

"Tetapi takdir berkata lain. Aku dan dia tertusuk oleh cakarnya dan aku mengaktifkan jurus terlarang yang hanya diketahui oleh klan Uzumaki, yakni mati bersama kyuubi. Jika kyuubi mati maka dapat menyebabkan keseimbangan alam kacau balau, aku menggunakan jurus lain untuk menyeimbangkannya juga aku dan dia berekarnasi."

"Walau kyuubi mati bersama kami bukan berarti dia mati sepenuhnya, dia dapat bangkit kembali ketika bulan purnama merah dan menggunakan kekuatanku. Sebab kekuatanku sudah diserap oleh kyuubi."

"Ah, maaf, terlalu panjang yah," ucap Suzuka dan nyengir.

"Tidak kok, justru saya paham dengan cerita anda," ucap Kushina.

"Kalau boleh tau, siapa 'dia' yang anda maksud?" tanya Kushina penasaran.

"Dia merupakan keturunan vampir bangsawan, dia berasal dari klan Namikaze."

"Apakah 'dia' juga bereinkarnasi?"

"Tentu saja dan reinkarnasinya sekarang adalah pasanganmu."

"E-eh?!"

"Mungkin 'dia' sudah datang kedalam mimpinya, lebih baik kau bertanya kepadanya," ucap Suzuka.

"Sampai jumpa Kushina-chan, kita akan bertemu lain waktu," ucap Suzuka dan pandangan Kushina mengelap.

Balik ke dunia nyata

"Kau sudah bangun rupanya," ucap Minato yang duduk disebelah ranjang Kushina.

"Ini dimana?" tanya Kushina.

"Dikamarmu, kau tidur sangat nyenyak Kushu-chan," ucap Minato dan Kushina duduk dengan bersadar diranjang.

"Apa kau memimpikan 'dia' lagi?" tanya Minato.

"Iya, dan aku akan berlatih menggunakan kekuatan ini," jawab Kushina bersemangat.

"Aku akan membantumu Kushu-chan," ucap Minato.

"Emm... Suzuka-sama memintaku untuk bertanya. Apa kau sudah bertemu dengan 'dia'?" tanya Kushina.

"Maksudmu 'dia'?"

"Yah... Pasangan dari Suzuka-sama."

"Sudah..."

"Bisa kau ceritakan?" tanya Kushina bersemangat.

"Sama sepertimu Kushina, dia datang kedalam mimpiku," ucap Minato dan mengelus kepala Kushina.

"Dia bernama Kazuto, dia juga berasal dari klan Namikaze."

"Kekuatannya sama sepertiku, angin."

"Dan dia meninggal bersama Suzuka-sama kan?" tanya Kushina.

"Betul," jawab Minato.

"Dia juga dapat mengabungkan dua elemen sama sepertiku."

"Kalau begitu kita bisa berlatih bersama dattebane," ucap Kushina riang.

"Tetapi aku sudah bisa menggabungkan dua elemen sedangkan kau belum."

"Ajari aku dattebane."

"Tentu saja," ucap Minato tersenyum dan mengacak-acak rambut Kushina.

"Hehehe."

"Sudah malam, kau makan malam dulu," Kushina menganggukan kepala.

Tempat Madara

"Madara-sama, kami mendapat info bahwa Minato Namikaze tinggal dikediaman Uzumaki," ucap Pain.

"NANI?!"

"Dan kami menyadari bahwa kediaman Uzumaki telah dijaga ketat."

"Ck, tak kusangka mereka menyadarinya."

"Kami mendapati satu orang dijaga oleh dua vampir prajurit dan dua hunter sedangkan kediaman Uzumaki bagian luarnya dijaga oleh vampir prajurit dan hunter dihalaman depan dan belakang."

"Ternyata mereka memperketat kediaman Uzumaki..."

"Kediaman Namikaze?" tanya Madara.

"Sama ketatnya," jawab Pain.

"Kau boleh keluar sekarang."

"Baik!" Pain keluar dari ruangan Madara.

"Ternyata mereka sudah mengetahui bahwa darah gadis itu berharga," geram Madara.

"Apa harus menculik gadis itu sekarang?" gumam Madara.

"Tapi penjagaannya sangat ketat, jika mengirim vampir buatan maka mereka akan mati begitu saja," ucap Madara dan membuka handphonenya.

"Panggilkan seluruh anak buahku, kita akan membahas rencana ini selanjutnya," ucap Madara di handphone tersebut dan mematikannya.

"Kita akan lihat siapa yang akan menang," ucap Madara dan tersenyum evil.

TBC (To Be Continued)

Yo minna-san, ongeki desuka? Gomen author post telat, sibuk ulangan nih *di-deathglare readers*.

Soal chapter 9 author akan usahakan post minggu depan *inner : walau udah kelar sih #plak*.

Fanfic 'culun?' akan terbit sekitar 5 hari, jadi keep clam and love author (?).

Author mau curhat nih, author pingin ikut IFA 2016, tapi kayaknya kagak bisa masuk lagi deh *pesimis*. Author menganggap karya author masih jelek banget jadinya gak berani ikut. Tahun kemarin aja gak lolos masuk (akun lain).

Balasan review

Yudi arata :

Ini udah update, gomen telat. Iya pelakunya Madara, Madara ingin menguasai dunia makanya mau bikin perang antara vampire, serigala, dan manusia. Arigatou sudah membaca.

Guest-san :

Arigatou sudah dibilang mantep *nyegir*, loh kok bisa nosebleed? Ini udah lanjut. Arigatou sudah membaca.

Nu shi Hottest Queens :

Hahaha, author jadi penasaran kamu gak ngerti dimana :v. Ini udah lanjut. Arigatou sudah membaca.

Sudah membalas review, bagi silent reader arigatou sudah membaca ini. Sayonara :v/.

#spam

Kushina : tor... *deathglare*

Author : kenapa?

Kushina : hobi banget bikin aku bertunangan dengan Minato.

Author : kau senang ini kan *nyegir*.

Kushina : *blush*.

Nagato : not bad.

Author : thanks.

Arashii : thor, ada yang nanya, ini fanfic kapan kelarnya.

Author : hahaha, masih lama. Tunggu MinaKushi menikah.

Kushina : *blush*.

Minato : arigatou thor.

Author : buat?

Minato : kebersamaan ku dengan Kushina *mengendipkan sebelah mata ke Kushina*.

Kushina : Mi-Minato.

Author : minna-san, arigatou sudah membaca.

All chara : review please.