Naruto by Masashi Kishimoto
Pair : Mina x Kushi (utama), Miko x Fuga (pendukung)
Rate : T
Languange : Bahasa Indonesia
Genre : Romance, Action (kayaknya), Supernatural
Selamat membaca *ber-ojigi*
Chapter 9 : Back to past
Kediaman Uchiha
"Untung saja Kushi-chan hari ini tidak diserang," ucap Mikoto dan duduk disebelah Fugaku.
"Hn," Fugaku sedang membaca buku.
"Yang menyerang kalian kemarin siapa?" tanya Fugaku.
"Mereka anak baru dikelas bernama Shin dan Haruna."
"Marga?"
"Kalau tidak salah Haruna Ishikawa dan Shin Sakamoto"
"Apa?!" teriak Fugaku dan melempar bukunya sembarangan.
"Eh?"
"Coba kau ulangin marga mereka," perintah Fugaku.
"E-etto Haruna Ishikawa dan Shin Sakamoto."
"Apakah Shin werewolf juga?"
"Kurasa iya."
"Ck, kuso. Kukira dia kawan kita ternyata dia musuh."
"Maksud nii-san?"
"Shin dulu teman kecil kami. Kushina, Minato dan adiknya Minato, Kyuuko sering bermain bersama," jelas Fugaku.
"Tak kusangka dia ingin membunuh Kushina juga, apa dia melupakan janjinya?" tanya Fugaku.
"Janji?"
"Minato dan Shin berjanji untuk melindungi Kushina," ucap Fugaku.
"Tapi itu hanya masa lalu, apa dia masih mengingatnya?" tanya Mikoto.
"Entahlah."
"Ck, harus kuberitahu Minato soal ini," ucap Fugaku dan meraih handphonenya.
Drrt drrt (nada getar handphone)
"Segarnya~" ucap Minato sambil mengeringkan rambut dengan handuknya.
"Moshi moshi, ini Minato."
"Hei! Kau masih ingat dengan dua murid yang menyerang Kushina?" tanya Fugaku to the point.
"Tentu saja, lalu kenapa?" tanya Minato.
"Ternyata anak laki-laki itu Shin, kau masih ingat bukan?"
"Shin? Ah maksudmu 'dia'?"
"Hn."
"Dia tidak menyerang Kushina, hanya diam saja disana."
"Otakmu sedang error yah?"
"Shin..."
1
2
3
"NANI?!" teriak Minato.
"Ck, berisik sekali."
"Shin Sakamoto?!"
"Hn."
"Apa dia ingin membunuh Kushina?"
"Untuk itu kurang tau, lebih baik kau menjaga Kushina lebih ketat."
"Tentu saja," ucap Minato tegas.
"Baguslah, aku akan menyelidik ini."
"Arigatou."
Pip (suara handphone)
"Ck, kenapa dia juga mengikuti misi itu?"
"Hmm?" Kushina masuk kekamar Minato.
"Bagaimana dengan kamarmu Mina-kun?" tanya Kushina.
"Bisa kau lihat Kushu-chan," jawab Minato.
"Ahahaha..."
"Kau mendengarnya yah?" gumam Minato.
"Iya," jawab Kushina yang mendengar gumaman Minato.
"Dia juga merupakan teman kita Kushu-chan."
"Teman?"
"Teman masa kecil kita."
DEG
'Nani kore wa? (Apaan ini?)' batin Kushina.
"Shin-kun, chotto (tunggu)" ucap Kushina kecil yang berlari.
"Hn," ucap Shin kecil singkat.
"Nii-san, Shin-kun terlalu cepat," keluh Kushina.
"Dia lari Kushina-chan," ucap Minato kecil.
"Hora! Jangan lari kau dattebane."
"Hahaha," tawa Minato.
"Aku kan gak lari, kau aja yang berjalan lambat," ucap Shin dingin dan terus berjalan.
"Dasar kau dattebane."
Balik ke cerita
"Kushina-chan?" tanya Minato ketika melihat Kushina yang memegang kepalanya.
"Kau kena-"
Bruk (suara jatuh)
"Hei! Kau kenapa?" tanya Minato sambil mengoyang-goyangkan tubuh Kushina yang jatuh.
"Nii-san," igau Kushina.
"Dia pingsan atau kelelahan?" tanya Arashii didepan pintu kamar Minato.
"Kayaknya kelelahan Arashi-san," ucap Minato dan mengendong Kushina dengan bridal style.
"Tak kusangka dia merupakan reinkarnasi dari Uzumaki Kushina itu," ucap Arashii dan berjalan dampingan dengan Minato.
"Dan kau sendiri juga merupakan reinkarnasi dari Namikaze Kazuto eh?" tanya Arashii sambil membuka pintu kamar Kushina.
"Ah, iya, arigatou" jawab Minato dan menidurkan Kushina diranjangnya.
"Padahal aku hanya bercanda kalau kau akan tidur dengan Kushina tetapi Kushina nekat juga yah," goda Arashii dan memadang Kushina.
"I-itu..."
"Hahaha, biasa aja Minato. Sesekali mengoda calon adik iparku," goda Arashii lagi.
"Entah kenapa aku bisa melupakanmu Minato, dulu kita juga bermain bersama bukan?" tanya Arashii.
"Arashii-san pindah ke Hokkaido untuk melanjutkan sekolahnya," jawab Minato.
"Biasa kau memanggilku apa?"
"Arashii nii-san."
"Oke, kau panggil aku begitu. Aku tidak terlalu suka kau memanggilku dengan embel embel '-san', jadi berasa tua hahaha."
"Haik! Arashii nii-san," ucap Minato dan tersenyum.
"Hoam... Kau jaga Kushina yah," ucap Arashii, dia keluar dan menutup pintu kamar Kushina.
"Nii-san..." igau Kushina.
"Apa dia mengingat semuanya yah?" tanya Minato.
"Sampai dia pingsan karena itu, harusnya aku memberitau dia secara pelan-pelan."
"Shina..." Minato mencium kening Kushina dan menyelimutinya.
"Kita akan menghadapi perang itu sebentar lagi, untuk itu kau harus bertambah kuat."
Keesokan harinya
"Eng..." Kushina merengangkan tubuhnya.
'Apa yang terjadi semalam?' batin Kushina bertanya dan duduk diranjangnya.
"Ah, aku ingat. Aku berbicara dengan Minato dan kemudian..."
"Kau pingsan," ucap seseorang disofa Kushina.
Secara refleks Kushina menengokkan kepalanya kearah sofa disebelah ranjang Kushina. Dan ternyata itu adalaah Minato.
"Kenapa kau bisa disini?" tanya Kushina.
"Kau pingsan karena kau mengingat sesuatu dan aku mengendongmu kesini, kalau tidak percaya tanya saja Arashii-nii-san," jawab Minato dan mendekati Kushina.
"Sudah baikan?" tanya Minato dan duduk disebelah Kushina.
"Iya," ucap Kushina dan tersenyum.
"Apa yang kau ingat?"
"Ahahaha, cuma sedikit tetapi itu membuatku sakit kepala."
"Apa kau hari ini mau izin?"
"Tidak perlu," jawab Kushina dan berdiri.
"Tak kusangka yang menyerangku merupakan teman kecilku," gumam Kushina dan berjalan kelemari pakaian.
"Aku tau itu," ucap Minato yang mendengar gumaman Kushina.
"Hari ini jadwalku minum, boleh yah?" tanya Minato.
"Yasudah."
Skip bagian itu
Kelas 10-1
"Hari sabtu masih lama dattebane," ucap Kushina dan merengangkan tangannya keatas.
"Hari ini selasa Kushi-chan," ucap Mikoto yang duduk disebelahnya.
"Aku sudah mulai lelah dengan ini," keluh Kushina.
"Ini aja baru kelas 10 Kushina-chan, apalagi kelas 12," ucap Mikoto.
"Kelas 11 saja sudah menyiksa."
(Itu merupakan pengalaman author dikelas 11 -,-)
"Hihihi, kita harus menjalaninya Kushi-chan," tawa kecil Mikoto.
"Kau sudah memikirkan itu gadis kecil?" tanya seseorang.
"Kau..." geram Kushina.
"Yaho! Haruna desu~" ucap Haruna dan memamerkan giginya.
"Ck, satu minggu lagi bukan?"
"Ahahaha, satu minggu seperti satu hari untukku."
"Tunggu sampai waktunya."
"Kau tau, lebih cepat lebih baik," ucap Haruna dan meninggalkan tempat itu.
"Kenapa dia mesti duduk dibelakang kita sih?" teriak Kushina.
"Shht, diamlah," ucap Mikoto.
"Kudengar Uzumaki-san berpacaran dengan Namikaze-san loh," bisik siswi yang duduk didepan Mikoto.
"Hontou?" tanya temannya yang duduk didepan Kushina.
"Buktinya aja mereka selalu pulang bareng, apa kau tidak curiga?"
"Minato-sama hanya boleh pacaran denganku," teriak siswi itu.
"Sst, Uzumaki-san mendengarkan tuh."
Kushina yang mendengar ini hanya diam saja.
"Hei!" teriak Mikoto dan mengebrak mejanya.
"Sudahlah Miko-chan, biarkan saja," ucap Kushina.
"Huh!"
"Aku tau kalian cemburu Nakawa-san, Izanaka-san, tapi aku selalu pulang bareng Minato-san karena kami teman kecil," jelas Kushina tanpa memberitahu hubungannya dengan Minato.
"Lagipula keluarga kami sudah berteman sejak lama, jadi tidak ada salahnya pulang bareng teman bukan?" tanya Kushina dengan senyuman menawan.
"Ah iya, boleh saja sih..." ucap siswi yang teriak tadi.
"Maafkan kami Uzumaki-san," ucap siswi lain.
"Tidak apa-apa, panggil saja aku Kushina dan dia Mikoto."
"Kalau begitu panggil aku Asuka dan dia Sakine," ucap Asuka ramah.
"Kushina, pinjam prmu dong," ucap Yoshino memelas, dia berada disebelah Asuka.
"Pr?"
"Pr matematika, onegai ne Kushina," ucap Yoshino dengan mata berbinar.
"Emm... Ini," ucap Kushina dan menyerahkan bukunya.
"Arigatou," Yoshino tersenyum dan dibalas dengan senyuman Kushina.
"Kau terlihat sangat cantik yah Kushina," puji Asuka.
"Arigatou Izina- eh maksudku Asuka," ucap Kushina dengan pipi memerah.
"Aku jadi ingin memainkan rambutmu Kushina," ucap Asuka.
"Rambutmu sangat panjang, warnanya juga merah," ucap Sakine.
"Warna ini secara turun termurun diwariskan," ucap Kushina dan memegang rambutnya.
"Rambutmu bagus yah," puji Asuka.
"Ah, guru sudah masuk," ucap Mikoto.
Di Uzumaki corp
"Hmm..." gumam Arashii sambil membaca laporan.
"Ini sangat aneh..." ucap Arashii dan berdiri dari bangkunya.
"Kenapa bisa menurun sekitar 5%? Apa ada kerugian yah?"
"Maaf Arashii-sama, ada yang ingin bertemu dengan anda," ucap sekretaris Arashii yaitu Suzuki Sakiwa.
"Siapa?" tanya Arashii.
"Namikaze-sama," jawab Sakiwa.
"Bawa dia masuk."
"Baik, silahkan Namikaze-sama."
"Arigatou," ucap Fukuda yang masuk.
"Saya permisi," ucap Sakiwa dan keluar dari ruangan itu.
"Fukuda-san, apa ada masalah sampai anda kemari?" tanya Arashii setelah mempersilahkan Fukuda duduk disofa.
"Ah tidak, aku cuma ingin memberitahu sesuatu," ucap Fukuda.
"Memberitahu apa?"
"Soal Kushina," ucap Fukuda membuat kening Arashii berkerut.
"Maksud anda?"
"Apa Minato sudah menceritakan semua?"
"Cuma menceritakan kalau adikku dan anak anda merupakan reinkarnasi dari Uzumaki Suzuka dan Namikaze Kazuto."
"Hanya itu?"
"Hmm... Kayaknya tidak ada lagi."
"Aku akan memberitahu semua, sekitar satu bulan lagi akan terjadi bulan merah."
"Lalu?"
"Saat itu juga kyuubi akan bangkit."
"NANI?!"
"Dan yang bisa membangkitkan kyuubi adalah darah Kushina."
"Jadi aku akan meningkatkan keamanan untuk Kushina dan juga Minato, sebab jika darah Minato dan darah Kushina bergabung saat bulan merah maka itu dapat memicu bangkitnya kyuubi."
"Hah..." Arashii menghela nafas.
"Susah sekali yah..." ucap Arashii dan duduk dikursi kerjanya.
"Kenapa adikku yang mesti kena?" gumam Arashii.
"Dia merupakan reinkarnasi dari Uzumaki Suzuka, Arashii. Kita tidak bisa melawan takdir."
"Kita bisa saja melawan takdir kita selagi kita punya tekad," ucap Arashii.
"Aku suka semangatmu, kita akan mengubah takdir itu bersama," ucap Fukuda dan tersenyum.
"Mau makan siang bersama Fukuda-san?"
"Boleh."
Skip time ke pulang sekolah
"Mina-kun~" ucap Kushina manja.
"Nani?" tanaya Minato sambil mefokuskan diri kejalanan.
"Etto, kau mau pergi kesuatu tempat?"
"Boleh, kau mau pergi kemana Kushu-chan."
"Bagaimana kalau kita pergi ke padang rumput saat kita masih kecil?"
"Emm... Boleh saja sih, bagaimana kalau kita keluarnya saat malam saja?"
"Kenapa gak sekarang saja?"
"Ahahaha, aku ingin belajar dulu."
"Dasar dattebane," ucap Kushina dan tertawa kecil.
Tok tok tok (suara pintu yang diketuk))
"Kushu-chan, kau sudah siap?" tanya Minato dan mengetuk pintu kamar Kushina.
"Sebentar dattebane, aku akan buka pintunya," ucap Kushina kemudian berlari pelan untuk membuka pintu.
Krieet (suara pintu)
"Ayo dattebane," ucap Kushina dan tersenyum. Minato terbengong ketika melihat penampilan Kushina.
Penampilan Kushina. Dress putih simpel sepanjang lutut dengan pita ditengah dada, lengan panjang. Flat shoes putih. Tas selempang putih. Sebagian rambut merahnya dikepang dan membentuk bando di bagian atas kepalanya dan sisanya dibiarkan terurai. Make up di wajahnya tipis, namun sudah cukup membuatnya tampak cantik.
"Kenapa?" tanya Kushina dan menyatukan kedua alisnya.
"A-ah, tidak, ayo," jawab Minato dan mengenggam tangan kiri Kushina.
"Kau sangat cantik Kushina," puji Minato dan membuka pintu mobil sportnya.
"Arigatou," ucap Kushina dan tersenyum.
"Hari ini banyak yang ngomong aku cantik yah," narsis Kushina.
"Karena kau cantik didalam maupun diluar Kushu-chan."
Blush
"Mi-Minato!"
"Ayo kita jalan," ucap Minato dan menyalakan mesinnya.
"Sudah sampai," ucap Minato dan mematikan mesinnya.
"Dekat sekali, kalau begitu mending kita jalan kaki dattebane," ucap Kushina dan keluar dari mobilnya.
"Setelah ini aku ingin mengajakmu makan malam Kushu-chan."
"Ayo dattebane, aku sudah tidak sabar," ucap Kushina dan menarik-narik Minato.
"Sebentar Kushu-chan."
"Wah, tempatnya bagus dattebane," ucap Kushina dan memandang takjub pemandangan didepan matanya.
Didepan matanya terdapat hamparan rumput yang bergerak pelan karena diterpa angin yang lembut, pohon-pohon pun ikut bergerak mengikuti arah angin. Dilangit terdapat banyak bintang-bintang yang bertaburan. Oh, jangan lupa terdapat banyak kunang-kunang yang sedang terbang yang membuat tempat itu semakin romantis.
"Sugoi dattebane~"
"Kan sudah kubilang, lebih baik datang saat malam hari."
"Kau benar dattebane," Kushina melihat Minato yang berada dibelakangnya.
DEG
"Nani kore wa?" tanya Kushina dan tiba-tiba saja terdapat anak kecil yang sedang berlari didepannya.
"Siapa dia?" tanya Kushina lagi.
"Nii-san, lihat kunang-kunang ini," ucap Kushina kecil.
"Wah Shina-chan bisa dapat kunang-kunangnya," puji Minato kecil.
"Hehehe."
"Aku jadi ingin terbang bebas seperti kunang-kunang ini," ucap Kushina.
"Kenapa kau ingin terbang bebas?"
"Supaya aku bisa melihat dunia yang luas ini," ucap Kushina.
"Kau tidak perlu terbang untuk melihat dunia yang luas ini Shina-chan. Kau bisa melihat dunia ini dengan berkeliling dunia," ucap Minato dan mengacak-acak rambut Kushina.
"Tapi kan, kalau kita ingin melihat dunia kita harus bisa terbang," ucap Kushina polos.
"Hahaha, kau tidak perlu terbang Shina-chan."
"Kenapa aku tidak boleh terbang?" tanya Kushina polos.
"Kau tidak bisa terbang Shina-chan."
"Hehehe."
Back to normal
"Minato?"
"Hmm?"
"Aku mengingat, kita pernah bermain dengan kunang-kunang disini."
"Iya, dan kau ingin terbang bebas seperti kunang-kunang ini."
"Hehehe, itu dulu sekarang aku sudah bisa terbang bersamamu," ucap Kushina dan tersenyum.
"Kau bisa saja Kushu-chan," ucap Minato dan duduk dihamparan rumput itu.
"Hehehe," Kushina duduk bersilah dirumput itu
"Tempat ini merupakan kenanganku bersama mu, Shin, Fugaku, dan juga Kyuuko."
"Iya, tempat ini banyak kenangan," ucap Kushina dan tersenyum.
Disekitar mereka sudah terdapat kunang-kunang, menambah kesan romantis.
"Aku akan selalu melindungimu Shina-chan," ucap Minato dan mencium kening Kushina.
"Aku akan melindungimu juga nii-san," ucap Kushina dan tersenyum.
"Kita akan berlatih keras mulai dari sekarang, kuharap kau bisa menguasai kekuatannya."
"Iya."
"Aku lapar, ayo kita makan malam," ajak Minato dan berdiri. Dia menyodorkan tangan kanannya ke Kushina.
"Hehehe, ayo," ucap Kushina dan menerima tangan Minato.
Kemudian Minato dan Kushina meninggalkan tempat itu.
"Aih, indahnya masa muda," ucap Lisa dibalik pohon.
"Kaa-sama, tidak sopan jika melihat mereka berduaan disini," ucap Kyuuko jengkel.
"Hihihi, aku sangat menyukai saat mereka berduaan," ucap Lisa dan tertawa kecil.
"Huh! Kalau sampai nii-sama tau beginian, aku tidak ikut-ikut yah. Kan kaa-sama yang mengajakku keluar, eh malah kesini cuma melihat mereka berduaan."
"Seperti biasa, kau seperti tidak tau ibumu ini saja," ucap Fukuda yang berada dibelakang Lisa.
"Hihihi, ayo kita pulang," ucap Lisa. Fukuda dan Kyuuko mengembangkan sayapnya, Fukuda memeluk Lisa dan terbang meninggalkan tempat itu.
"Andai aku juga punya sayap," ucap Lisa.
"Kau tidak mau aku peluk saat kita terbang bersama?" tanya (goda) Fukuda.
"Hihihi," tawa Lisa.
"Kita akan selalu bersama Lisa, aku akan selalu terbang untuk menemanimu," ucap Fukuda.
"Arigatou ne."
"Ekhem, kalian melupakan aku yah," ucap Kyuuko.
"Hihihi, gomenne Kyuu-chan," ucap Lisa.
"Huh!" Kyuuko merajuk kemudian terbang dengan kecepatan penuh.
"Yah, dia merajuk," ucap Lisa.
"Mungkin dia ingin kita berdua dulu," goda Fukuda.
"Ingat, kita sudah tidak muda lagi," ucap Lisa memperingatkan.
"Kita vampir kau tau? Walau umur tua tetapi fisik tidak," ucap Fukuda.
"Kita jalan-jalan dulu yah," ucap Lisa dan disambut anggukan dari Fukuda.
"Huh! Aku jadi iri dengan nii-sama dan nee-sama," gumam Kyuuko, dia terbang dengan kecepatan penuh ke kediaman Namikaze.
"Sudah begitu kaa-sama dan tou-sama begitu pula."
"Tapi aku suka melihat mereka begitu, hihihi."
Tempat Madara
"Kita laksanakan sesuai rencana, kalian boleh keluar sekarang," ucap Madara.
"Baik!" ucap anak buah Madara dan berdiri.
"Muwahahaha... Sebentar lagi aku akan menguasai kerajaan vampir dan werewolf," tawa Madara.
"Akan kubalaskan dendamku dengan Hashirama, yang mencoba untuk membunuhku ketika aku hampir menguasai kerajaan vampir."
"Sekitar tiga minggu lagi bulan merah akan muncul. Berdasarkan naskah kuno yang telah dibaca, hanya darah reinkarnasi dari Kazuto dan Suzuka yang bisa membangkitkan kyuubi karena darah mereka telah menyegel kebangkitan kyuubi selama ini."
"Kalau begitu mau tidak mau aku harus mengerahkan semua anak buahku seperti yang direncanakan."
"Tapi bagaimana cara mendapatkan darah itu? Apa aku harus menangkap gadis itu dan memancing dia datang ketempat ini?"
"Hmm..."
"Aku harus memikirkan rencana cadangan."
"Mikoto, kau membawa senjata perak?" tanya Fugaku. Dia sedang bersama Mikoto ditaman kediaman Uchiha (atau sebut aja rumah di kompleks Uchiha?).
"Tentu saja, untuk berjaga-jaga," jawab Mikoto.
"Maaf, aku tidak bisa seromantis Minato," ucap Fugaku.
"Daijoubu, asal kau mencintaiku itu sudah cukup bagiku," ucap Mikoto dan tersenyum.
Pipi Fugaku memerah tetapi dia menyembunyikannya.
"Hn."
"Yah... Dia keluarin kata itu lagi."
"Aku akan tetap mencintaimu Mikoto," gumam Fugaku.
"Aku juga," balas Mikoto.
TBC
Minna ongeki desuka :v? Maafkan Sakura yang telat post, maklum sibuk belajar :v.
Jujur aja nih, author suka fanfic bertunangan makanya gini deh (._.).
Omong2, author kayaknya hiatus selama 3 bulan deh, gomenasai minna-san (._.). Bukan mau menelantarkan tetapi dari bulan oktober sampai desember kan sibuk (iykwim). Tapi author akan tetep usahaiin post chapter 10 dst walau lama.
Balas review :
Yudi arata = Hehehe, iya MinaKushi reinkarnasi-nya. Kushina akan dibantu Minato untuk. Menguasai seluruh elemen. Madara juga mau nyulik Kushina #poorKushina. Nih dah lanjut, arigatou sudah membaca.
Uchiha Uchira = Emang sih, Fugaku lebih cocok jadi vampire-nya. Tapi author setia sama Minato *hugs Minato*. Arigatou sudah membaca.
Josephine La Rose99 = Iya, makasih sudah menunggu :v. Author niatnya sampai 4k+ tapi takut dibogem ama teman *nunjuk teman* *dihajar*. Hahaha author usahakan ne ;). Arigatou sudah membaca dan soal IFA author gak berani ikut udah sibuk banget XD.
Spam mode on =
Author : omedeto Naruto-kun *hugs Naruto*
Arashii : hah?
Author : apa maksudmu hah?
Arashii : *muka bingung*
Naruto : arigatou dattebayo.
Author : otanjoubi omedeto *nebar bunga*
Naruto : sankyu :v.
Arashii : oo...
Author : apa maksudmu? *death glare*
Arashii : na-nandemonai.
Kushina : ne ne Naruto-kun, Sakura-san kemarin senyum-senyum sendiri karena kamu loh.
Naruto : maksud kaa-chan?
Minato : kemarin kan ulang tahunmu, dia nyegir sendiri dikelas.
Kushina : bahkan pas baca LINE dia senyum-senyum sendiri.
Naruto : hontou ni?
Author : wuaaaaa, aib nih aib.
Arashii : abaikan mereka.
Nagato : review please *ber-ojigi*
All chara (minus Author, MinaKushiNaru) : REVIEW PLEASE!
OMEDETO TANJOUBI NARUTO-KUN
