Chapter 2
.
"Oy, bro!" Sehun memanggil Chanyeol.
"Apa? Aku sedang bermain game dan jangan ganggu please" ucap Chanyeol tanpa mengalihkan pandangannya dari layar televisi yang menampilkan permainan playstationnya.
"Mau ikut tidak? Kalau kau tidak ikut, kau bukan lelaki sejati!" ucap Sehun yang kini duduk di sebelah Chanyeol.
"Kemana?" tanya Chanyeol.
"Lihat saja nanti," Sehun berkata pada Chanyeol dengan wajah jahilnya. Chanyeol merasa ada yang tidak beres dengan tempat yang akan mereka kunjungi.
Sementara itu di dapur, Jongin dan Sehun sedang berbicara berdua. "Kau ikut?" tanya Sehun pada kekasih barunya ini, Jongin.
"Ya, aku ikut, apa tidak boleh, hum?" jawab Jongin sambil mengelus rahang Sehun, menggoda agar dibolehkan ikut bersama Sehun dan Chanyeol.
"Yaya. Silahkan ikut. Namun jangan beritahu Chanyeol tentang apa yang akan terjadi di sana, arrachi?" Sehun menatap Jongin dalam, Jongin terlihat sangat senang.
"Ne, ne, arra! Tapi!"
"Tapi apa?"
"Pastikan jangan apa apakan sahabat idiotku itu. Aku tidak mau dia akan menjadi pendiam setelah kau bawa ke tempat nista itu," Jongin mem-poutkan bibirnya.
"Ne, chagiyaa~~ tidak akan aku apa apa kan sahabat idiotmu itu," jawab Sehun sambil menyubit ujung hidung Jongin.
.
.
GANG BANG
CHANBAEK FICTS (and little bit HunKai)
RATED M
MAIN CHAST :Chanyeol Park , Baekhyun Byun
OTHER CHAST : Oh Sehun, Kim Jongin, Xi Luhan
CHAPTER :2 of ?
.
Don't like? Don't read!
Boys Love, OOC, no bash, no fanwar, no plagiarism please gays^_^
Ah, don't forget to review, follow, and favorite my story please?
.
.
"Jong," panggil Chanyeol dengan suara beratnya kepada Jongin yang sedang asyik meminum coklat hangatnya di balkon apartemen, menikmati suasana malam Seoul.
"Kenapa?" jawab Jongin, tanpa mengalihkan pandangannya dari pemandangan indah malam hari kota Seoul.
"Menurutmu Sehun akan membawaku kemana? Kau tahu selama ini aku jarang pergi kemana mana," tanya Chanyeol pada sahabat yang sekarang sudah menjadi kekasih dari partner dance-nya ini.
"Ung. Mana ku tahu, Yeol. Aku saja jarang jalan sama dia, harusnya kau lebih tau dibandingkan aku!" ucap Jongin yang sekarang mengalihkan pandangannya pada sahabat kecilnya itu, memandangnya, dan memikirkan apa yang akan terjadi di tempat itu nanti.
'Maafkan aku berbohong, Yeol. Mana mungkin aku tidak tahu tempat itu, tempat yang mempertemukanku dengan seorang Oh Sehun,' batin Jongin bersedih sekaligus tidak tega dan mengingat pertemuan pertamanya dengan Sehun.
"Ugh, Yeol, kamu ikut dia?" tanya Jongin setelah beberapa saat mengingat pertemuan pertamanya dengan Oh Sehun. Chanyeol terlihat bingung, antara ikut atau tetap di rumah, namun ia mengngat kata kata Sehun tadi.
"Ya, mau bagaimana lagi, kalau aku tidak ikut, dia akan mengatai ku bocah ingusan yang tidak mengerti hal dewasa sama sekali. Aku tidak tahu akan di bawa kemana olehnya," wajah Chanyeol terlihat agak murung, takut Sehun akan membawanya ke tempat yang aneh aneh.
"Hati-hati, ya! Jangan sampai kau kenapa napa, okay?" ujar Jongin sambil menepuk pundak Chanyeol, kemudian tersenyum dan berlalu ke arah dapur.
Sebenarnya, Jongin sedih, khawatir, dan takut kalau Chanyeol benar benar pergi ke tempat itu. Itu adalah tempat awal pertemuannya dengan Oh Sehun. Oh Sehun yang beraksi sebagai penyelamat hidupnya, meskipun dengan cara yang sangat salah dan memaksa.
.
.
Chanyeol melamun di balkon kamarnya. Sehun bilang, mereka akan berangkat bersama pada pukul setengah 10 malam dan sekarang baru pukul setengah 9 malam. Ia terus memikirkan, akan dibawa kemana ia oleh si 'evil' Sehun. Masalahnya, mereka berangkat pukul setengah 10 malam, pasti ada hal aneh aneh yang akan terjadi.
Beberapa menit kemudian, Sehun tiba tiba masuk ke dalam kamar Chanyeol, membawa paper bag berisi pakaian yang harus Chanyeol gunakan. Pakaian yang wajib digunakan untuk orang baru.
"Hoy, Yeol," sapa Sehun yang dibalas anggukan oleh Chanyeol. "Pakai baju ini, setengah jam lagi kita berangkat," Ujar Sehun sambil memberikan paper bag berisi setelan celana dan atasan itu. Chanyeol pun langsung menuju ke kamar mandi untuk berganti baju tanpa melihat isi paper bag itu terlebih dahulu.
.
.
"Lu, malam ini ada anggota baru lagi?" tanya seorang laki-laki bertubuh mungil dengan rambut hitamnya kepada sahabatnya yang berambut blonde, Luhan.
"Yatuhan, apa kau tidak tahu di sini setiap hari pasti ada anggota baru?" tanya sang sahabat kembali tidak percaya.
"Aku malas melihat daftar anggota baru, apalagi hasil foto dan videonya," ujar laki-laki berambut hitam ini dengan wajah datarnya.
"Hari ini kau hanya duduk santai di ruanganmu lagi, boss?" tanya Luhan nada menyindir kepada sahabatnya itu. Bosan karena kerjaannya datang ke tempat itu hanya untuk menemani sahabatnya berdiam diri di sebuah ruangan sambil minum aneka ragam minuman beralkohol.
"Memangnya aku harus ngapain lag, Lu, kalau tidak di sini?" tanyanya balik.
"Ya, kau bisa ikut melaksanakan kegiatan itu dan tahu bagaimana enaknya melakukan kegiatan itu. Atau setidaknya, kau bisa menonton dari dekat, lihat para anggota baru memohon pada namamu," Ujar Luhan pada sahabatnya yang pemalas ini, dan seorang pemilik tempat yang tidak pernah terjun langsung ke lapangan.
"Aku malas. Kalau kau mau lihat atau ikut, ikut saja. Aku akan minta Minah atau siapapun temani aku di sini," ujar laki laki berambut hitam tadi masih dengan wajahnya yang datar, seakan tidak ada ekspresi lain di wajahnya yang tampan itu.
"Dasar pemalas," Luhan mendengus lalu pergi ke kulkas mengambil minuman dingin favoritnya, bubble tea yang wajib tersedia di kulkas itu.
.
.
Chanyeol keluar kamar mandi dengan pakaian yang membutnya sangat sangat tidak nyaman. Bayangkan saja, tubuh proposional nan tinggi milik Chanyeol harus dibalut dengan skinny jeans yang robek sedikit di bagian lututnya, dan kemeja putih yang pas ngetat dengan tubuhnya.
Jongin yang melihatnya kaget, lalu melotot kepada Sehun yang berdiri di sampingnya sambil tersenyum kepada Chanyeol, dan berkata, "Ayo berangkat. Lebih cepat lebih baik." Jongin benar benar harus bicara dengan Sehun nanti.
Setelah setengah jam perjalanan, mereka sampai di sebuah gedung dengan tampilan kumuh dan lampu neon yang membentuk kata 'EXOTIC' besar di tengah agak ke atas. Chanyeol makin curiga bawa ini adalah club malam. Sebenarnya Chanyeol tidak masalah pergi ke club malam, yang jadi masalah adalah pakaiannya saat ini, ia tidak mau dikira gay oleh orang orang. Ia hanya mau gay dengan noona itu.
"Sehun. Kenapa kau bawa aku ke sini dengan pakaian seperti ini? Aku tidak nyaman, bodoh!" ujar Chanyeol kepada Sehun saat mereka bertiga berada di dalam club malam itu, mengikuti Sehun yang berjalan menembus kerumunan orang orang ke pojok gedung.
"Sudahlah, abaikan perasaan tidak nyamanmu pada pakaian itu, bersenang senanglah di dalam nanti," Sehun menjawab dengan santai sambil berhenti di depan ruangan dengan papan tulisan 'Bei's Aset' tertempel di pintu dengan seorang bertubuh besar berdiri di depannya.
"Mwoya? Makhsudmu bersenang senang apa?!" Chanyeol kaget lantas memelototkan mata bulatnya itu di hadapan Sehun yang beberapa senti lebih pendek dibandingkan dengannya.
"Sudah, berdoa saja si ketua akan keluar malam ini melihatmu," Sehun mulai memegang kenop pintu ruangan itu dan menunjukkan sebuah kartu, begitu juga Jongin sambil menunjuk Chanyeol, mengisyaratkan Chanyeol juga akan ikut masuk bersama mereka.
"Berdoa? Memangnya dia tidak pernah ikut bergabung?" Chanyeol bingung dengan perkataan Sehun. Makhsud dari 'berdoa saja si ketua akan keluar malam ini melihatmu' itu apa.
"Sudah, jangan banyak tanya! Ayo, masuk!" Sehun, Chanyeol, dan Jongin memasuki ruangan tersebut. Mereka menuruni beberapa anak tangga dengan ruangan yang seperti kekurangan sumber penerangan itu, menuju sebuah pintu untuk memasuki ruangan selanjutnya.
Bau sex langsung memasuki indra penciuman mereka setelah Sehun membuka pintu kedua itu. Anehnya, di dalam isinya hanya laki laki saja kecuali para bartender, itupun hanya sediki dan lebih banyak bartender bercelana ketat dan kemeja ketat seperti apa yang Chanyeol kenakan. Bedanya, pakaian mereka lebih erotis dibandinkan dengan Chanyeol.
Di bagian atas, ada sebuah ruangan dengan kaca superbesar yang dapat melihat ruangan ini secara keseluruhan. Ruangan itulah yang digunakan oleh sang ketua untuk bersantai setiap malam tanpa mengindahkan kaca raksasa itu yang bisa memberikan pemandangan erotis dari seluruh bagian ruangan itu.
"Yeol, aku dan Jongin harus menemui temanku sebentar, kau di sini saja dan nikmati semuanya, oke? Kami pergi!" sebelum Chanyeol menjawab, Jongin dan Sehun pun langsung melengang pergi entah kemana.
Sedangkan Chanyeol hana celingak celinguk entah harus berbuat apa. Kebanyakan orang di sini melakukan sex tanpa tahu tempat dan waktu, dan yang melakukan itu sesama laki-laki, namun desahan demi desahan dan pemandangan pemandangan ini, membuat Chanyeol turn on dan miliknya berceplak di balik skinny jeansnya.
"Hei anak muda, kemarilah!" Seorang ahjussi tiba tiba datang ke hadapan Chanyeol dengan membawa segelas minuman beralkohol. Chanyeol bergidik ngeri, namun ia masih tetap berdiri di tempatnya tadi.
"Hah.. kuyakin kau masih perjaka hmm," ahjussi tadi makin kurang ajar dengan meremas pantat Chanyeol.
"Sepertinya pendatang baru minggu ini sangat menarik," laki laki yang lebih muda dari ahjussi itu namun tidak jauh lebih tua dari Chanyeol tiba tiba datang dan mengelus milik Chanyeol yang sudah berceplak itu.
"Kemari, anak muda!" ahjussi tadi menarik Chanyeol ke arah sebuah meja dengan peralatan yang... errr.
"Hei! Jangan tarik tarik aku, ahjussi mesum!" Chanyeol berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman ahjussi tadi dan berontak. Namun, ahjussi itu masih kuat ternyata dan dibantu oleh laki laki tadi.
"Oh, berani melawan hm?" ahjussi itu berhenti alu berjalan mendekat ke arah Chanyeol dan mengelus miliknya.
"Jangan apa apa kan aku! Sehuuuunnnn~~" Chanyeol tersentak, ia ingin menangis rasanya. Namun, ia harus jaga imej karena ia seorang laki laki, mana mungkin menangis.
Namun, Chanyeol terus meneriakkan nama Sehun dan Jongin karena ia tidak kenal siapa siapa lagi selain Sehun dan Jongin. Ia tidak tahu harus minta tolong kepada siapa lagi disaat seperti ini, saat dirinya dilecehkan oleh ahjussi gay yang mesum itu. Chanyeol berdoa dalam hati agar tuhan menyelamatkan hidup dan harga dirinya sebagai laki laki.
.
.
"Kau serius tidak ada niatan untuk melihat kegiatan menyambut anggota baru sekarang?" tanya Luhan kepada sahabat dinginnya ini.
"Memangnya ke-spesial-an apa yang dia punya sampai aku haus melihatnya?"sahabat Luhan itu balik bertanya, kebiasaan.
"Kata mereka dia menarik," Luhan capek menyuruh temannya ini untuk sesekali memantau. Selama tiga tahun memiliki club ini, temannya itu hanya pernah dua kali memantau kegiatan penyambutan itu.
"Aku tidak peduli," ujarnya datar sambil meminum anggur.
"Tap—"
"SUDAH KUBILANG AKU TIDAK PERDULI!" ia kesal akhirnya berteriak, lalu, "kalau kau mau ikut, silahkan turun."
Luhan hanya mendengus sebal. Selalu seperti ini. Luhan bingung kenapa hampir setiap hari club ini punya anggota baru bahkan dengan sang ketua hanya kurang dari tiga kali ikut berpartisipasi, bahkan hanya menampakkan batang hidungnya saja bisa dihitung dengan jari.
.
.
"YAAKK MAU KAU APAKAN AKU SEPERTI INI HAH!" Chanyeol berteriak takut saat tubuhnya digerayangi oleh ahjussi ahjussi mesum. Tangannya mulai ditarik ke arah... borgol? Atau pengikat tanga?
"EOMMA AKU MASIH SUCIII~~~~" Chanyeol semakin takut dan berteriak sekencang kencangnya dengan suara bassnya ketika celananya mulai dilucuti oleh para ahjussi mesum itu.
"HAHAHAHAHA" ahjussi ahjussi dan para laki laki muda haus sex itu tertawa melihat seorang laki laki yang kira kira berumur tidak jauh lebih tua daripada Chanyeol itu melucuti celana ripped skinny jeans dan celana dalamnya.
Terpampanglah milik Chanyeol yang besar dan sudah berdiri tegak itu di hadapan para kaum adam ini. Dengan bulu yang tumbuh disekitarnya dan kepala junior yang kemerahan, membuat semua kaum adam yang menonton ingin menyentuhnya, bahkan mengulumnya.
Salah satu dari mereka yang berbadan mungil mulai mendekati Chanyeol yang dengan posisi tangan dan kaki terikat, membuat tubuh tingginya membentuk bintang. Lalu, lelaki mungil bernama Ken itu mulai memainkan milik Chanyeol yang sudah tegang itu.
Ken mengocok pelan milik Chanyeol, membuat Chanyeol mendesah, "Ahhhh."
Sambil mengocok milik Chanyeol, Ken mengulum ujung milik Chanyeol, Chanyeol makin keenakan merasakan service dari Ken. Tangan Ken menjalar ke twinsball milik Chanyeol yang sudah mengeras itu.
"Ahhh sshhh.. Terus-hhh ughhh," Chanyeol terus melenguh merasakan nikmat yang luar biasa karena ujung lidah ken bermain di lubang juniornya.
Merasakan milik Chanyeol berkedut, Ken langsung mengambil sebuah benda besi dan memakaikannya di milik Chanyeol. Chanyeol yang merasakan dingin di ujung penis nya langsung mengintip kebawah dan,
"Ini namanya cock ring sayang," ujar Ken sambil meremas remas twinsball Chanyeol, Chanyeol melotot seketika dan terus mengeram dan mendesah.
"Ahhhh... sshhh.. Terus-ughhh"
"Ahhh ahh ak-uhh mau keluar-hh aasshhh, ahhkk," Chanyeol mengeram karena cairannya tidak bisa keluar terhalang oleh cock ring sialan itu.
"ngghh sshh aahhh aakkkhh!" dan Chanyeol terus mengeram serta mendesah karena sakit di bagian penis nya yang seperti mau meledak itu.
"Ya! Terus mendesah bitch!" teriak seorang ahjussi dengan rambut keputihan di kerumunan, terlihat senang melihat Chanyeol kesakitan.
"Akkhhhh! Biarkan aku cum please.. Ngghh ssshh.." Chanyeol memohon karena ia sudah tidak kuat dengan ini semua. Sperm nya harus segera dikeluarkan karena sudah sangat mendesak ingin keluar. Lihat saja, kepala junior nya sampai memerah seperti kepiting rebus.
"Tidak akan sebelum aku mengizinkanmu, slut!" teriak Ken di depan wajah Chanyeol.
Chanyeol makin menggeram sekaligus mendesah karena rasanya menyakitkan namun juga sangat nikmat dalam waktu yang bersamaan. Membuat Chanyeol terus mendesah tanpa henti.
"Chanyeol-ah.. maafkan aku..." Jongin meneteskan airmatanya di pelukan Sehun. Mereka baru kembali dari bertemu dengan rekan Sehun beberapa menit yang lalu dan keadaan Chanyeol sudah mengenaskan.
"Kau tak bisa apa selamatkan dia seperti kau menyelamatkan aku dulu?!" Jongin menatap Sehun sungguh sungguh.
"Tidak bisa sayang... Aku sudah ter-data sebagai seme mu, sebagai lelaki-mu, aku tidak bisa menyelamatkan dia kecuali ada keajaiban ketua mau menghentikannya..." Sehun menjawab dengan wajah yang sedih juga. Seharusnya mereka tidak meninggalkan Chanyeol sendiri!
"Tapi itu hampir mustahil untuk ketua menghentikan ini Hunni..." Jongin makin sedih mengingat Chanyeol tidak ada yang menyelamatkan.
"Akkhhh! Sakit ahjussii!" Chanyeol berteriak sangat kencang ketika dua buah nipple clamp dipasangkan di masing masing nipple Chanyeol.
"Katakan, please, i'm begging you, BeiBei!" teriak ahjussi itu kepada Chanyeol. Sedangkan Ken masih sibuk dengan penis milik Chanyeol.
"Ahhh,, yeahh sshh nghh I'm begging you, Bei ahhhh Bei!" Chanyeol mau tidak mau harus memohon agar ia dibiarkan cum, lalu seluruh penderitaan ini akan berakhir dan ia bisa segera menghajar si Oh Sialan Sehun itu.
.
.
"YAAKK MAU KAU APAKAN AKU SEPERTI INI HAH!"
"EOMMA AKU MASIH SUCIII~~~~"
Terdengar teriakan dengan suara bass dari ruangan di bawah yang meminta tolong dengan memanggil ibunya. Membuat laki laki berambut hitam legam ini berniat menengok kebawah. Ia merasa sedikit penasaran dengan apa yang terjadi di bawah.
Untuk ke-tiga kalinya dalam tiga tahun lebih, laki laki ini berjalan ke arah kaca raksasa yang membuatnya dapat melihat seluruh penjuru ruangan di bawahnya. Pertama untuk orang yang sekarang menjadi pacar sahabatnya, Kris. Kedua untuk melihat aksi heroik seseorang yang menyelamatkan pacarnya. Dan yang ketiga adalah sekarang.
Pandangan lelaki berambut hitam ini jatuh kepada seorang laki laki bermata bulat yang merem-melek dengan tubuh tinggi yang sudah telanjang, serta kaki dan tangan yang diikat di tengah ruangan. Ia terus memperhatikan laki laki yang memita ampun dan berteriak-teriak itu.
"Anak itu... Ah, aku ini kenapa, eoh?" Ia merasakan perasaan aneh saat melihat lakilaki itu meminta tolong.
"Ahhh. Kenapa anak itu membuatku tidak tega?" Ada sedikit perasaan tidak tega melihat laki laki itu seperti kurang menikmati semua ini. Seperti melakukan atas dasar paksaan.
"Hhh. Dasar bodoh! Aku kan membuat semua ini dari awal demi hyung!" Ia mengingat sang kakak, yang membuatnya membuat club ini. Maka dari itu, ia mengurungkan niatnya untuk menolong laki laki bermata bulat di bawah.
"Ah! Aku tidak kuat! Aku tidak tega!" Ia segera berlari ke bawah. Membuat Luhan, sahabatnya, tercengang kaget.
Sampai di bawah, semua orang langsung membelah jalan, memberinya jalan untuk datang ke seorang lelaki yang sedang mengerang serta mendesah di tengah ruangan. Dan, orang orang juga kaget ia tiba tiba muncul ditengah saat seperti ini.
"BERHENTI!"
.
.
Chanyeol kaget karena Ken membuka celananya, lalu mengarakan miliknya ke manhole milik Chanyeol. Chanyeol belum siap dan tidak akan siap untuk menjadi submissive. Chanyeol dilahirkan untuk menjadi normal atau dominant. Bukan submissive.
Chanyeol berdoa kepada tuhan dalam hati dan,
"AAA EOMMA! TOLOONGG! AHJUSSI AKU INI NAMJA AKU TIDAK MAU DIMASUKI aahhhh sshh aku nggh aku normal. Aku masih menyukai dada besar dan bokong wanita! Kalaupun aku seorang gay aarghhh aku ini pasti sang dominan, bukan nghh submissive – AHHHSSSHHH! AAAA! JA—"
"BERHENTI!" tiba tiba suara seseorang menginterupsi.
"Berhenti atau kau akan merasakan apa yang dia rasakan berkali kali lipat lebih sakit," ucapannya yang tegas membuat semua orang diam terpaku melihat orang yang sangat jarang muncul ini.
Namun sepertinya seorang Ken terlalu nafsu untuk memasukkan miliknya ke dalam Chanyeol yang sudah menempel di manhole Chanyeol.
"Ken! KAU DENGAR AKU?! JAUHKAN PENISMU ATAU AKAN KU KEBIRI KAU!" teriaknya. Membuat Ken langsung pergi dari tempat itu.
"Fiuh. Tuhan, terimakasih!" gumam Jongin dan Sehun berterimakasih kepada tuhan. Sedangkan Chanyeol masih terlalu shock dengan kejadian yang barusan terjadi.
Laki laki itu mendekati Chanyeol, melepaskan nipple clamp dan cock ring yang terpasang di tubuh Chanyeol. Lalu memberikan celana Chanyeol, "Pakai. CEPAT!" perintahnya pada Chanyeol. Chanyeol pun langsung memakai celananya dalam keadaan juniornya yang masih tegak berdiri.
"Kau! Ikut aku!" ucap laki laki berambut hitam legam itu menunjuk Chanyeol, lalu kembali berjalan ke ruangannya.
"Aku?" Chanyeol membeo sambil menunjuk dirinya.
"Ket-ketua, kenapa? ..." tanya salah seorang dari orang orang yangada di kerumunan itu. Lalu, laki laki berambut hitam itu berbalik,
"Jangan banyak tanya. Lanjutkan aktifitas kalian!" ujar laki laki berambut hitam legam itu tegas. "Ya, kau yang baru selesai pakai celana," ujarnya sambil menunjuk Chanyeol.
Tiba-tiba ia berbalik dan berkata, "Jangan ada foto dan video malam ini yang terekam. Hapus semua atau kalian semua akan kukebiri!" Lalu berjalan menuju ruangannya diikuti oleh Chanyeol di belakangnya.
.
.
Sesampainya di ruangan laki laki itu, Chanyeol terkagum karena ruangan itu bisa terbilang sangan memadai dan juga mewah. Dan Chanyeol juga melihat seorang laki laki mungil cantik bermata rusa dengan wajah shocknya menatapnya dengan laki laki penolongnya tadi.
Laki laki itu menyuruh Chanyeol duduk di sofa putih yang ada di pojok ruangan, lalu ia ikut duduk di sofa single di sebelahnya.
"Perkenalkan, namaku Byun Baekhyun. Panggil saja, Baekhyun," ujar laki laki berambut hitam itu.
"Oh, aku Chanyeol. Park Chanyeol," Chanyeol membalas dengan wajah lelahnya.
"Ugh. Maaf Chanyeol, tapi itu harus diselesaikan. Akan sakit jika dibiarkan seperti itu," ujar Baekhyun menunjuk junior Chanyeol yang masih tegang itu.
Chanyeol dan Luhan menganga karena shock mendengar perkataan frontal Baekhyun.
.
.
~=TBC=~
HALO GAYS. PARA CHANBAEK HARD SHIPPERS.
HUN-KAI HARD SHIPPERS.
DAN EXO-L YANG BACA FF NISTA KU INI KKKK.
Maafin aku ya yeollie kamu disiksa disini... Hiks. Aku juga ga tega bikinnya sebenernya:( tapi skenarionya emang begini mau diapain lagi yegak. Tolong jangan keroyok aku karna chanyeol hampir jd uke hiks.
Jangan lupa ya buat review sama fav sama follow ff nista punyaku ini. Semakin banyak yang review aku semakin semangat lanjutinnya. Aku butuh banget masukan, kritik dan saran dari kalian! Kalo gaada kritik dan saran, ff ku gaakan ada kemajuan hehehe gembel gembel terus /? Kkk
Tapi nih ya, satu review, follow, and fave dari kalian berharga banget buat aku. Setitik review aja udah seneng banget. Apalagi kalo isinya ada saran, kritik, apalagi pujian dari kalian /eh.
Buat yang gasuka, bilang aja lewat review, nanti bakalan aku perbaikin di next chapt. Tapi kalo banyak yang gasuka dan minta aku stop ff ini, aku bakal stop ff ini kok ^_^
Hehehe. Maaf ya banyak omong.-. sekian dan terimakasih dari park-hyunji
Saranghaechanbaek.
Saranghaekaihun.
Saranghaekrishan.
;; PARK-HYUNJI (PREV: FHSILVERTEAR)
