Chapter 3
.
.
"Baek…" panggil Luhan pada sahabatnya yang baru saja mengatakan hal bodoh—ya, menurutnya itu sangat bodoh. "Kau tidak benar-benar ingin melakukan itu, kan?" tanyanya sambil menatap Baekhyun cemas.
Pasalnya, sahabatnya ini, meskipun memiliki club LGBT berkedok club normal di lantai atas, sama sekali tidak berpengalaman dengan hal-hal yang berbau seks. Bukan hanya kurang, tapi benar-benar tidak berpengalaman. Makanya, untuknya, tidak heran mengapa sejak pertamakali didirikan dan adanya upacara tersebut, Baekhyun hanya pernah turun ke club itu selama tidak lebih dari lima kali.
"Kenapa, Lu?" Baekhyun menengok kea rah Luhan dengan wajahnya yang sangat polos. "Apakah salah jika aku melakukannya?" kalimat Baekhyun ini diakhiri dengan wajah Baekhyun yang memelas kepada Luhan, tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya ingin ia lakukan setelah ini.
"Tapi Baek," Luhan menatap Baekhyun yang sekarang malah menunjukkan puppy eyesnya kepada Luhan. "Baek, dengar. Aku tidak mau kau kenapa-kenapa. Jadi, suruh saja orang di bawah untuk meng-oralnya, oke?" ujar Luhan memberi saran yang sangat brilliant tapi terkesan sangat bodoh di mata Baekhyun.
"Mana bisa aku menyuruh orang lain untuk mengoralnya? Ayolah, Lu, biarkan aku melakukannyaaaa," Baekhyun cemberut. "Jika kau tidak kuat, panggil saja Kris-mu itu kesini. Dasar, laki-laki sok sibuk," ujar Baekhyun dengan gerutuan di akhirnya, lalu ia mengalihkan pandangannya lagi kea rah laki-laki bertubuh besar di hadapannya.
"Ah, maafkan aku mengabaikanmu," ujar Baekhyun kepada laki-laki di depannya sambil tersenyum manis. Yang ditatap hanya memasang wajah bingung campur lelah dan bingung. "Sebelumnya, siapa namamu tadi?" berdebat dengan Xi Luhan membuatnya lupa dengan nama orang yang kini duduk di kursi tepat di hadapannya.
"Ah, s-saya P-Park Chanyeol," jawab Chanyeol tergagap. Masih mencerna apa yang didebatkan oleh dua orang kerdil(?) di depannya.
"Ah, tidak perlu nervous. Aku tidak akan melakukan hal-hal yang seperti orang-orang di bawah lakukan padamu," ujar Baekhyun dengan senyuman yang manis, sangat manis. Hingga membuat Chanyeol hampir terkena penyakit diabetes. Oke, ini lebay. "Dan tidak perlu seformal itu padaku!" lalu Baekhyun mempoutkan bibirnya lagi membuatnya tambah menggemaskan.
"Baiklah…" Chanyeol membalas dengan sisa tenaga yang dimilikinya. Siapa yang tidak lelah diserbu oleh ajussi-ajussi dan hampir dimasuki?
"Baiklah. Jadi, Park Chanyeol," Baekhyun memberi jeda sedikit pada kalimatnya sambil menatap wajah Chanyeol yang kentara sekali raut lelahnya bercampur dengan wajah penasaran… sepertinya? "Jadi, apa kau masih mau melanjutkannya? Aku tahu itu sakit sekali.. Jahat sekali mereka menggunakan cock ring itu padamu…" lanjut Baekhyun sambil menunjuk kea rah Chanyeol Junior yang masih berusaha keluar dari tempatnya.
"Apa?"
.
.
GANG BANG
CHANBAEK FICTS (and little bit HunKai and KrisHan)
RATED M
MAIN CHAST :Chanyeol Park , Baekhyun Byun
OTHER CHAST : Oh Sehun, Kim Jongin, Xi Luhan, Kris Wu
CHAPTER : 3 of ?
.
Don't like? Don't read!
Boys Love, OOC, no bash, no fanwar, no plagiarism please gays^_^
Ah, don't forget to review, follow, and favorite my story please?
.
2,245 word(s)
.
"Apa?" Chanyeol masih terkaget, padahal sebelumnya Baekhyun sudah menaminta izinnya untuk menuntaskan urusannya itu. "Ah… Baiklah," jawab Chanyeol malu-malu. Jujur, ia tidak pernah terfikir akan melakukan hal ini dengan laki-laki. Chanyeol harus menebas Sehun setelah ini!
Setelah mendengar persetujuan Chanyeol, Baekhyun langsung berjongkok di depan Chanyeol dan menurunkan resleting celananya, dan membuka celananya, membebaskan Chanyeol Junior dari tempatnya, dan langsung menampar wajah manis Baekhyun, membuatnya tersipu.
"Oh.. Aah," Baekhyun bergumam. "Mengapa punyamu besar sekali, eoh?" Baekhyun bertanya sambil memainkan twinsball milik Chanyeol membuat Chanyeol mengerang keenakan.
"Ahhh, ini—oohhh," sampai sampia Chanyeol tidak kuat hanya untuk mengatakan satu kalimat. Hanya desahan demi desahan yang bisa kelyar dari bibir seksinya itu.
Baekhyun mengurut kejantanan Chanyeol yang sudah tegang dan berkedut dengan sangat pelan, membuat Chanyeol mengerak tak sabar. "Oh, tidak bisakah kau lebih cepat lagi? Ughh," geramnya sambil melihat kea rah kejantanannya yang sedang diurut Baekhyun yang kini sudah makin kuat dan cepat.
"Ooohh, yaa, seperti itu!" Chanyeol mendesah nikmat atas apa yang Baekhyun lakukan terhadap penis miliknya. "Ugh, gunakanlah mulutmu yang seksi itu…" Chanyeol mulai meracau tidak jelas. Namun, Baekhyun menanggapi racauan itu dengan langsung memasukkan setengah penis milik Chanyeol kedalam mulutnya.
Tangan baekhyun sibuk meremas penis Chanyeol yang tidak muat masuk ke dalam mulutnya, sebelahnya lagi memainkan twinsball milik Chanyeol. Matanya menatap wajah Chanyeol yang penuh kenikmatan.
"Ssshh—aahh!" Chanyeol masih sibuk mendesah sambil menekan kepala Baekhyun agar penisnya semakin banyak masuk ke goa hangat milik tuan Byun tersebut, pinggulnya ikut ia gerakkan berlawanan dengan arah gerakan kepala Baekhyun, meminta kenikmatan lebih.
Baekhyun terus menaik-turunkan kepalanya, giginya bersentuhan dengan urat-urat penis Chanyeol, membuatnya ikut mendesah tertahan. Lalu, ia mengeluarkan penis Chanyeol yang besar itu dari mulutnya, membuat Chanyeol kecewa. Namun, detik berikutnya pria besar itu kembali mendesah kenikmatan karena Baekhyun bermain dengan lubang kencingnya. Menekan-nekan dengan benda kenyal tak bertulang di dalam mulutnya.
Sekali-kali, ia menggigit kepala penis Chanyeol yang berbentuk seperti topi berwarna merah muda. Lalu, ia memasukkan lagi lolipop baru itu ke dalam mulutnya, menghisapnya kuat. Chanyeol pun memaju mundurkan pinggulnya. Baekhyun dapat merasakan penis besar di dalam mulutnya berkedut, menandakan akan segera menembakkan cairan putih kental dari dalamnya.
Hingga sedotan ke-enam Baekhyun, Chanyeol menumpahkan spermanya di mulut Baekhyun, "Ahhhhhh!" Chanyeol mendesah lega sekaligus nikmat dengan pelepasannya. Mengintip ke bawah, melihat Baekhyun yang sibuk membersihkan sperma yang keluar dari penisnya, yang meluber ke sekitar pipinya juga.
Chanyeol menarik Baekhyun untuk mensejajarkan wajahnya dengan wajah Chanyeol, lalu mencium pria mungil tersebut, juga membersihkan spermanya yang berantakan di pipi Baekhyun, menjilatnya. Baekhyun tersenyum, lalu menyuruh Chanyeol untuk memakai celananya kembali.
"Pakailah celanamu kembali, Park. Jika kau butuh kamar mandi, ada di pojok sana," Baekhyun menunjuk kamar mandi di samping pintu masuk, membuat Chanyeol mengikuti arah tunjukannya. Sedangkan Baekhyun ia memasuki sebuah pintu berwarna putih di pojok yang lainnya, diikuti oleh Luhan, meninggalkan Sehun dan Kai yang melongo, kaget atas apa yang barusan mereka lihat.
.
.
Baekhyun memasuki ruangan pribadinya, yang diikuti oleh Luhan di belakangnya.
BRAK.
Luhan sedikit membanting pintu itu kalalaki-laki bermata rusa tersebut menutup pintu berwarna putih dengan tulisan "Baekki's Area" di depannya.
"Apa-apaan yang barusan kau lakukan?!" Luhan membentak, sadar akan ruangan ini yang dibuat kedap suara. "Kau membiarkan laki-laki random itu menjadi orang pertama yang kau layani seperti itu?!" Baekhyun hanya pasrah sambil menggosok giginya dan menatap Luhan dengan mata sayunya.
"Baek, are you serious?! Hah?" Luhan menggelengkan kepalanya, bingung dengan kelakuan ajaib dari temannya ini.
Baekhyun terdiam, ia hanya memandang kosong ke depan. Ia juga tidak mengerti kenapa ia melakukannya kepada Chanyeol yang baru ia lihat hari ini, di tengah barnya. Ia juga tidak mengerti kenapa batinnya merasa Chanyeol tidak pantas diperlakukan seperti itu sehingga ia menghentikan upacara adat yang seharusnya berakhir dengan Chanyeol yang bersumpah di depan semua anggota.
Tak lama, pintu pun terbuka, menampakkan sosok tinggi dengan mata elang yang tajam dan rambut pirang yang di-pomade klimis yang sudah sedikit berantakan.
"Kris!" pekik Luhan, mendekati kekasihnya lalu memeluknya, mencium bibirnya sejenak. Membuat Baekhyun jengah sendiri. "Jangan pasang wajah seperti itu! Makanya cepat cari pasangan—"
"Oh, siapa pria tinggi di depan yang berama dengan Sehun dan Jongin? Kupikir itu pacar pertamamu, Baek," Kris memotong ucapan Luhan lalu mendekati Baekhyun, memeluknya sekilas.
Luhan sudah terbiasa dengan kebiasaan Baekhyun dan Kris jika bertemu, berpelukan. Yang mengenalkan Luhan dan Kris juga Baekhyun, jadi ia tidak perlu khawatir. Baginya dan Kris, Baekhyun sudah seperti adik yang harus mereka lindungi bersama, makanya Luhan sangat marah mengetahui Baekhyun menawarkan oral kepada Chanyeol, orang asik.
"Bukan! Tapi Baekhyun kita meng-oral-nya!" Luhan kembali berapi-api. Kris mengalihkan pandangannya kepada Baekhyun yang tertunduk.
"Bagaimana bisa? Kupikir kau suka perempuan!" Kris berpura-pura ngambek, membuat Baekhyun memukul lengannya.
"Baek, aku tanya lagi. Kenapa kau bersedia mengoralnya bahkan disaat kau benci hal tersebut karena—"
"Kau tidak mengerti, Lu."
"Kalau begitu, buat aku mengerti!"
"Aku tidak bisa menjelaskannya. Yang pasti, ada yang berbeda dan tidak asing dalam dirinya... Meskipun kami baru bertemu. Batinku tidak bisa membiarkannya diperlakukan seperti itu, seperti kejadianmu, atau Jongin beberapa tahun yang lalu," Baekhyun menunduk, tidak berani menatap Luhan yang sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri. Ia merasa sudah mengecewakan orang yang ia sayangi.
"Biarkanlah Baekhyun tumbuh, Lu," Kris menenangkan kekasihnya, memeluknya. Lalu, kembali menatap Baekhyun yang terduduk di kursi pianonya, siap melantunkan nada-nada indah dari alat musik tersebut. "Dan—wah! Coba lihat, Baekhyun kita yang manis sudah besar! Sudah bisa menyukai seseorang—"
"Aku tidak menyukainya!" Baekhyun mendongak, menatap Kris nyalang.
"Kalau begitu, mengapa kau membawanya kesini? Ke ruanganmu, tuan Byun tersayang," Kris menyeringai, berusaha memojokkan adiknya yang menggemaskan ini.
"Setidaknya biarkan ia bersumpah dulu, atau—"
"Kau memang ingin cepat-cepat dengannya ya? Wah, Baekhyun kita yang agresif!"
Lalu, Kris dan Luhan tertawa terbahak-bahak. "Kalian menyebalkan!" Baekhyun berteriak lalu melempar mereka berdua dengan bantalnya, mengusirnya agar cepat keluar dari ruangannya. Luhan dan Kris pun keluar dengan Kris yang memeluk pinggang Luhan sambil masih tertawa dengan kelakuan Baekhyun.
.
.
"Aisssh!" Baekhyun mengacak rambutnya frustasi. Bukan hanya Luhan dan Kris yang bingung dengan perlakuannya, ia sendiri pun demikian. Bagaimana ia melakukan hal seperti itu kepada orang yang baru saja dikenalnya—oh! Bahkan, mereka baru saling mengetahui nama masing-masing.
Baekhyun berjalan ke arah kamar mandi, lalu menggosok giginya dengan pasta gigi rasa strawberry disana. Baekhyun pecinta strawberry.
Setelah itu, ia kembali ke ruang pribadi yang merangkap sebagai kamarnya, menghampiri piano putih gading kesayangannya yang diletakkan engan cantik di depan kasurnya yang penuh boneka. Baekhyun memainkannya, memainkan lagu apapun yang ia hafal guna menghilangkan stressnya.
Bagaimanapun, itu kontak Baekhyun dengan laki-laki dengan begitu dekat, untuk pertama kalinya! Ingat, pertama kalinya!
CEKLEK.
Pintu terbuka, "Baekhyun?" panggil seseorang.
Baekhyun menoleh, dan langsung memekik tertahan karena kaget. "Oh! Sehun? Sedang apa di sini?"
"Baek, aku hanya ingin bertanya," Sehun tidak berbasa-basi. Ada apa gerangan seorang Byun Baekhyun melakukan hal dmikian untuk pertamakalinya kepada seorang laki-laki asing yang mungkin baru ditemuinya kurang dari enam jam.
"Silahkanlah. Pasti kau akan bertanya tentang laki-laki itu," Baekhyun langsung menembak, mengetahui pasti apa yang akan Sehun—bahkan semua orang pertanyakan saat ini.
"Ya. Hehe," Sehun nyengir, lalu berdehem. Kembali serius dengan apa yang akan ditanyakannya. "Jadi, apa kau mengenal Chanyeol sebelumnya? Apa kau menyukainya dan kebetulan melihatnya di meja itu? Atau kau jatuh cinta pada pandangan pertama padanya? Lalu, bagaimana bisa—kau berani mengoralnya sedangkan kau trauma dengan hal seperti itu!"
"Sehun?"
"Ya, Baekki?"
"Aku bingung harus jawab darimana, pertanyaanmu banyak sekali dan kau tidak membiarkanku menjawabnya satu-satu. Jadi, bisa kau ulang?"Baekhyun menampilkan wajah polos seperti anak anjingnya, membuat Sehun mengela nafasnya kasar.
"Baiklah," Sehun lalu mengambil posisi duduk di pinggir kasur berukuran king-size milik Baekhyun.
"Apa kau mengenal Chanyeol sebelumnya?"
"Tidak."
"Ah, atau kau pernah melihat Chanyeol lalu tertarik dengannya lalu melihatnya di meja itu?"
"Tidak juga."
Sehun mendesah frustasi, mengeluarkan pertanyaan terakhirnya. "Apa kau jatuh cinta pada pandangan pertama pada Chanyeol?"
"TIDAK!" Bakhyun refleks berteriak, lalu menutup wajahnya.
"Ah, jadi begitu," Sehun mengangguk anggukan kepalanya sok mengerti dengan semuanya. "Bisa kau ceritakan bagaimana sejarahnya kau bisa melakukan hal seperti itu pada si Park bodoh itu?"
Baekhyun mengangkat wajahnya pelan-pelan. Ia sedikit tercengang melihat alis Sehun yang berkerut, orang ini biasanya tidak pernah menunjukkan ekspresinya, sekalipun!
"Ung... harus kumulai darimana?"
"Dari awal, masa mau kau ceritakan dari akhir?" lalu, mereka berdua terkekeh bersama.
"Awalnya aku hanya bosan karena kuliahku libur dan aku tidak ada tugas sama sekali, jadi kuputuskan untuk menontonnya dari atas. Kalau dihitung-hitung aku baru lima kali turun ke bawah, enam jika kasus Chanyeol dihitung.
Aku memperhatikannya sejak awal—"
"Oh, jadi Baekhyun memperhatikan Chanyeol, ya.. Hm—"
"YAK! Jangan memotong ceritaku!" Baekhyun merengut lucu. Sehun hanya terkekeh lalu mengangguk kecil mempersilahkan Baekhyun melanjutkan storytellingnya.
"Aku memperhatikannya sejak awal. Kupikir, dia, yah—me- menarik.."
"WAH—"
"JANGAN MEMOTONG!" Baekhyun kesal, sehingga ia meneriaki Sehun yang menyebalkan. Lagi-lagi, hanya dibalas dengan kekehan oleh Sehun. Baekhyun membatin, apa Sehun kesambet setan? Tidak biasanya begitu ekspresif seperti ini.
"Menarik, yah.. dan aku merasakan hal yang sama saat aku melihatmu, Luhan, Kris, Jongin seperti itu. Seperti, kalian tidak pantas untuk diperlakukan seperti itu. Meskipun begini, aku masih punya hati nurani!" Baekhyun tersenyum.
"Berbeda dengan mereka yang memang datang dengan sukarela, kalian berlima aku yakin diajak teman dan tidak mengetahui isi club bawah ini sebelumnya. Alhasil, tidak menikmati upacara adat yang ada," Baekhyun menunduk. "Maaf, aku membuat ini terlalu kejam, ya? Tapi, banyak orang yang menikmatinya, Hun..."
"Tidak apa, Baek. Lebih banyak lagi yang membutuhkan tempat seperti ini, dimana mereka tidak dikucilkan dan dicaci maki oleh orang-orang. Kau melakukan hal yang hampir benar, Baek," Sehun menenangkan laki-laki yang lima tahun lebih tua darinya ini. Meski Baekhyun lebih tua darinya, Sehun tetap merasa Bahwa Baekhyun adalah Adik kecil yang harus dilindungi, dan diperhatikan.
.
.
Sementara itu di ruangan Baekhyun...
Kris dan Luhan keluar dari kamar Baekhyun bersamaan, memandang sekeliling.
Jongin sedang tiduran di pundak Sehun, mengabaikan Chanyeol yang hanya diam di ujung sofa, meratapi apa yang baru saja dialaminya. Ia- ia di oral oleh seorang laki-laki!
Sedangkan Sehun, tidak beda jauh dengan Chanyeol. Tapi, dia memikirkan bagaimana Baekhyun sekarang. Apa yang dilakukannya setelah melakukan hal yang baru pertama kali dilakukannya, pastilaki-laki itu kaget, dan tidak mempercayai perlakuannya sendiri.
"Ada yang bermarga Park di sini?" suara bariton tegas milik Kris terdengar. Membuat ketiga kaum adam di ruangan itu menengok ke arahnya, tidak terkecuali Luhan yang langsung bangun dari posisinya yang bersandar.
"S-saya," Chanyeol berdiri, berjalan ke depan Kris. Dengan tingi Kris yang hanya dua centi di atas Chanyeol, laki-laki itu tidak terlalu terintimidasi. "Ada apa?" tanyanya yang mendapati Kris hanya diam sambil menelitinya dari bawah ke atas, dari atas ke bawah.
"Apa yang dilakukan Baekhyun barusan, aku minta maaf atas sikap—"
"Tidak apa," Chanyeol langsung memotong ucapan Kris. "Seharusnya aku yang meminta maaf padanya," lalu, Kris hanya mengangguk dan duduk disofa panjang diikuti oleh Luha yang terus memelototi Chanyeol.
Bukannya takut, tapi Chanyeol hampir tertawa dengan wajah imut Luhan yang berusaha garang itu. Sangat lucu.
"Park Chanyeol," Kris berkata dari tempatnya dengan kaki kanan yang ia letakkan di atas kaki kirinya, membuatnya terlihat lebih berwibawa, dan mendominasi. Melihat Chanyeol memandangnya dengan penuh tanda tanya imajiner di atas kepalanya, ia melanjutkan kalimatnya yang membuat mata besar Chanyeol semakin membesar sedetik setelahnya. "Upacara adat kedatanganmu belum selesai."
.
.
===TO BE CONTINUE===
.
.
HALO! PARK-HYUNJI AKA PENULIS GANGBANG DISINI.
MAAFIN ATAS KETERLAMBATANNYA YANG HAMPIR SETAHUN INI. KEMARIN GAADA IDE:(TRS SEBENERNYA UDAH JADI TAPI... FLASHDISKNYA ILANG, LAGI. MAAFIN DIRIKU YANG TELEDOR INI.
AKU HARAP KALIAN MASIH ADA YANG NUNGGU FF ABAL ABALKU INI.
TETAP CINTAI CHANBAEK GAIS.
BTW SELAMAT TAHUN BARU, SEMOGA 2017 MEMBAWA KEBERKAHAN UNTUK KALIAN DAN CHANBAEK KONFIRM. AAMIIN.
BTW LU PADA KAGET KAN, TERCENGANG KAN, HISTERIS KAN CHANBAEK ABIS NGEDATE DI TEMPAT SKI SKI GITU.. AHAY AHAY.
SELAMAT TAHUN BARU.
LOVE,
PARK HYUNJI.
TETAP CINTAI CHANBAEK, JANGAN LUPA. AKU CINTA KALIAN, CINTAI AKU JUGA GAPAPA. EHEHE
YANG MAU KENALAN BISA KASIH INBOX... MAKASIH3
