Naruto © Masashi Kishimoto
Story © Kawaiihanabi
It Started With A Kiss
Sakura x Sasuke
...
..
.
.
BUGH ~~
Sasuke yang sedang tertidur seketika bangun dan heran melihat Sakura yang datang dengan nafas memburu.
"Kau kesetanan?" Ucapnya sembari menggosok matanya yang menandakan kalau ia sedang tertidur tadi.
"A- sa... sa ...Sasuke, aku...punya penawaran untukmu." Ucap Sakura dengan nafas yang terengah engah karena tadi berlari dari ujung koridor.
.
..
...
..
.
Sasuke yang masih setengah sadar menatap Sakura heran. 'Penawaran' pikirnya. Apa sebegitu pentingkah sesuatu yang ingin ditawarkan seorang Haruno Sakura sampai harus lari lari dari ujung koridor hanya untuk menawarkan sesuatu pada Sasuke? Apalagi dengan keadaan yang terburu buru. Sudahlah kembali ke Sasuke.
"Selain jadi model kau jadi sales juga ya?" Ucap si bungsu Uchiha sambil membenahi dirinya yang baru bangun dari tidurnya itu.
Perempatan siku kembali muncul didahi indah Sakura, ingin rasanya menjitak kepala ayam itu tapi emosinya masih bisa ia redam sekarang karena kepepet.
"Kau boleh berdagang tapi tidak dengan menganggu ketenangan tidurku!" Seru Sasuke yang masih tak terima ketenangan sekejap yang ia dambakan tiba-tiba sirna akibat suara gaduh yang Sakura timbulkan.
Sakura dengan cepat memutar otaknya, ia harus mencari cara supaya Sasuke mau masuk ke dalam skenario yang ia buat dadakan tadi tanpa cara yang berbelit-belit.
"Nee, Sasuke -kun kau mau ketenangan kan? aku bisa membantumu mendapatkan itu asalkan kau bilang kalau kau benar benar mencintaiku!" Sasuke yang bingung mengerutkan dahinya. Ia tak paham maksud dari perkataan Sakura, mungkin ia baper gara gara insiden ciuman dadakan tadi?.
"Dengar Aku kan sudah minta maaf, tadi itu hanya..." belum beres penjelasan yang Sasuke berikan Sakura cepat cepat memotong ucapannya.
"Kau ajak aku berkencan dan aku akan membebaskanmu dari fangirl mu yang berisik dan liar itu . " tawar Sakura pada Sasuke.
"Apa maksud.."
"Mulai dari pagi hingga pulang sekolah aku jamin kau mendapatkan ketenangan." Ujar Sakura.
"Aku tahu kau sebenarnya terganggu dengan wanita-wanita itu selama 2 tahun sekolah disini dan aku bisa membuatmu mendapatkan ketenangan masa SMAmu itu jika kau mengatakan aa yang ku mau.".Tambah Sakura dengan mantap.
Penawaran Sakura cukup membuat Sasuke menelan ludah, ketenangan yang Sasuke idam idamkan sudah di depan mata . Abaikan sifat Ke Ucihaannya saat ini pikirkan ketenangan masa SMA ucap batin Sasuke.
"Baiklah." Tanpa pikir panjang apa rencana gadis pink ini Sasuke langsung menyetujuinya. Senyuman mengembang di wajah cantik Sakura. Dengan segera ia membuka kembali pintu UKS.
"Nah sekarang ajak aku kencan dan katakan kau benar benar mencintaiku."
Uchiha Sasuke yang akan turun dari ranjang segera menolehkan kepala pada Sakura yang berdiri memunggunginya.
"Hah? Sekarang?" Tanya Sasuke yang kembali menghidupkan mode OOCnya.
"Waktuku tak banyak tuan." Desis Sakura.
"Cih so sibuk. " Ayolah Sasuke demi ketenangan yang kau dambakan apa susahnya bilang. 'Aku benar benar mencintaimu, berkencanlah denganku?' Sasuke menarik nafas dalam sebelum mengucapkan kata yang menurutnya kramat itu.
"Sakura.. Aku benar benar... " Sasuke gugup mengucapkannya. Jelas ini pertama kalinya ia menyatakan cinta pada seorang gadis. Meskipun paksaan tapi tetap saja.
"Ada yang ingin kau katakan Sasuke-kun ?" Sakura membalikan badannya dengan tatapan lembut ditambah senyuman manisnya yang membuat Sasuke makin malu mengatakannya.
"Aku.. aku benarbenarmencintaimu berkencanlahdenganku!" Ucap Sasuke cepat.
Sakura menyeringai mendengar pengakuan Sasuke tersebut. Tunggu bukan kah seharusnya pemeran utama wanita kita ini blushing tapi kenapa Sakura menyeringai dan pemeran utama pria kita ini membelalakan matanya?
Klikk...
"Kalian semua dengar?" Seru Sakura pada segerombolan orang yang memadati depan ruang UKS dengan tatapan tajam.
Pandangan teralihkan pada Sasuke , Ia menatapnya dengan pandamgan melembut. Setelah sepersekian detik Sasuke sadar kalau gadis pink itu menjebaknya! Sasuke di iming-iming ketenangan oleh Sakura agar dia mengakui hubungan mereka di media massa! Gadis benar benar sales pikir Sasuke . Kini habis sudah wajah tampannya akan tertera dibebagai laman. Sirna sudah ketenangan itu.
"Sudah cukup mengambil bukti?" Para wartawan yang ada dihadapan Sakura mengangguk mengiyakan, namun salah satu wartawan yang meminta penjelasan mengangkat tangannya.
"Bisa anda konfirmasi bagaimana ..." Sakura melemparkan tatapan tajam pada si Wartawan yang hendak bertanya itu.
"A-n-Ano anda pasti akan mengkonfirmasi nanti. " Sakura tersenyum pandangannya kini beralih lagi pada Sasuke yang masih terdiam dengan wajah stoicnya-sudah off mode dari OOCnya. Tangannya meraih tangan Sasuke dan menggandengnya keluar dari UKS.
"Oh ya, untuk kalian dan kau khususnya.. " ucap Sakura sambil menunjuk sekumpulan gadis yang menamai diri mereka Uchiha's Fanatic fans dan ketua mereka Karin dengan tatapan membunuh .
"Jangan dekati Sasuke-ku lagi ya." Ucapannya yang lembut ditambah tatapan membunuh membuat para gadis itu terdiam dan mengangguk setuju. Entah apa kekuatan yang Sakura miliki tapi sepertinya Sasuke bersyukur setidaknya gadis-gadis liar itu tidak membuat kegaduhan seperti biasanya. Seiring dengan kepergian Sasuke dan Sakura dari ruang UKS, para wartawan dan anggota Uchiha's Fanatic Fan atau disingkat UFF membubarkan diri dengan tertib.
.
.
.
.
.
.
.
Disisi lain saat Sasuke memasuki kelas, telinganya sudah disambut dengan introgasi dadakan oleh sahabatnya Uzumaki Naruto, dengan malas Sasuke pun menanggapinya meski hanya sebatas gumaman saja atau biasa dibilang jawaban ambigu.
" Kau ini jadi suka membuat skandal ya?" Sindir Naruto .
"Hn."
"Setelah insiden dikantin kau membuat insiden lagi di UKS ." Tambah Naruto dengan nada terkagum kagum?.
"Hn."
"Hey teme, aku tak menyangka ternyata kau bisa menyatakan perasaan juga ya." Naruto memegang bahu Sasuke dan melanjutkan perkataannya.
" Dan kau beruntung bisa mendapatkan pacar secantik Saki dan hey kalau kau berkencan dengan Saki sekarang nasib tunanganmu bagaimana? Kau menyelingkuhinya teme, apa kata tante Mikoto nanti."
"Hn." Trademark andalan Sasuke membuat Naruto kesal dari tadi ia mengoceh tapi yang diajak bicara malah membalasnya dengan jawaban ambigu.
"Kau ini memang pelit kata teme!" Seruan Naruto yang merasa jengah karena diabaikan itu membuat orang orang disekitarnya memperhatikan mereka .
"Kau yang terlalu sering mengoceh! Jangan bahas itu lagi, suara mu membuat telingaku sakit." Ucapan Sasuke yang nyelekit dan diucapkan dengan nada datar sontak membuat orang orang yang memperhatikan mereka tadi menahan tawanya dan betapa malunya Naruto karena penghinaan ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sepulang sekolah, Gerbang KIHS
"Dia itu kemana sih?" Seorang gadis dengan Cardigan hitam tengah memainkan ponsel pintarnya itu celingak-celinguk mencari seseorang yang ditunggunya di depan gerbang KIHS. Rambut pink panjangnya diikat tinggi tinggi dan tak lupa kacamata yang bertengger di hidung mungilnya.
"Aku tadi ada urusan sebentar ." orang yang ditunggu pun tiba. Sakura nama gadis tadi itu mendengus sebal.
"Kenapa kau tak membalas emailku?" Sasuke nama pria itu mengangkat bahu seolah tak peduli. Ia melangkahkan kakinya keluar gerbang tanpa menoleh pada si gadis pink yang menunggunya tadi.
"Heyy , setidaknya kau minta maaf dulu hey Sasuke!" Teriak Sakura pada Sasuke yang mulai menjauhi gerbang tanpa menghiraukannya.
Tingg
Sakura membuka ponselnya dan melihat satu email masuk.
From; Sasuke-koi
To; Sakura-koi
'Berhenti mengoceh dan cepat selesaikan urusanmu itu! aku lapar'
Sakura membaca email itu dengan teliti tak ada kata maaf didalamnya, perempatan kembali singgah di dahi milik Sakura. Ya kalimat pedas seperti itu sepertinya akan sering ia dengar dari kekasihnya Uchiha Sasuke.
Sakura pun mengalah mengabaikan email menyebalkan tersebut dan segera menyusul Sasuke di depannya.
-kapan mereka tukeran email dan urusan apa yang mereka selesaikan?-
Siang tadi, Taman Sekolah
Sasuke yang merasa tak nyaman tangannya ditarik paksa oleh gadis didepannya ini menghempaskan genggaman tangan Sakura.
"Kau ini bisa pelan pelan tidak!" Bentak Sakura kesal karena perlakuan Sasuke barusan.
"Maksudmu tadi apa?" Tanya Sasuke dengan nada ketus.
"Kita kan membuat kesepakatan Sasuke, sama seperti kau yang kepepet dikejar fans liar, aku pun kepepet dikejar wartawan. Tenang saja wajahmu tak akan terpangpang di laman majalah gosip atau internet ko dan aku jamin kau juga akan mendapatkan ketenangan yang kujanjikan tadi. Kujamin 100% Sakura Haruno tak pernah ingkar janji!" Ujar Sakura panjang lebar sambil membuat tanda V dengan jarinya.
"Dan jika aku ingkar janji kau boleh menuntutku dengan tuduhan penipuan pemaksaan atau apapun itu."
Tambahnya, Sasuke hanya memandang Sakura tak percaya. 'Gadis ini memang aneh' ucap batinnya.
"Kau ini lebih berbakat jadi sales ya daripada model." Balas Sasuke,
"Aku serius Sasuke, suka tak suka kau harus ikut karena kau sudah setuju tadi." Ancam Sakura dengan tatapan membunuh andalannya.
'Bukan hanya aneh sepertinya dia juga menyeramkan.' Batin Sasuke kembali bicara. Ia menganggukan kepala pertanda setuju dengan ucapan Sakura.
"Jika itu memang menguntunganku." Ujar Sasuke.
"Bagus, sekarang aku pinjam ponselmu dan sepulang sekolah nanti tunggu aku di gerbang." Sasuke merogoh ponsel dari saku celana dengan malas. Ia menyerahkannya pada Sakura. Dengan cepat Sakura memasukan email dan nomor telepon miliknya di ponsel Sasuke.
"Ini." Sakura mengembalikan ponsel tersebut.
" Apa ini Sakura-koi? Menggelikan." ujarnya setelah melihat nama kontak Sakura yang tertera dalam ponselnya.
"H-h-hey bagaimanapun sekarang kita ini pacaran. Sudahlah kutunggu sepulang sekolah jaa. " Sakura segera berlari sambil melambaikan tangganya pada Sasuke.
-itulah yang terjadi-
.
.
.
.
.
.
.
Sepulang Sekolah, Himawari Cafe
SAKURA's POV
Sepulang sekolah tadi aku dan Sasuke berencana menemui seseorang di Himawari Cafe, jika kalian bertanya kami akan bertemu dengan siapa kami akan menemui Rock Lee orang yang beberapa minggu ini kencan buta denganku. Kami sampai di depan cafe, Sasuke berjalan di depanku sembari memasukan sebelah tangannya ke dallam saku celana. Dia keren? Memang, hanya saja sifatnya yang sedikit menyebalkan. Kami masuk ke cafe, cafe ini memang cocok untuk pasangan kekasih ya,ehh ko jadi mikir gitu. Sasuke memilih duduk di samping jendela. Kota ini memang ramai disore hari.
Hening
Bosan? Tentu, dari tadi yang kami lakukan hanyalah diam. Ah tidak Sasuke sibuk memandangi hiruk pikuk kota sambil meminum ice coffenya.
"Kau ini benar benar membosankan ya?" Ujarku dengan nada kesal.
"Urusanmu bukan denganku kan?" Balasnya dia kembali menyibukan diri dengan kegiatannya tadi.
"Terserah." Tak lama kemudian seseorang dengan Jaket hijau yang sangat kukenali muncul menegur kami.
"Sakura-san hisashiburi. " tertanya benar itu Lee-san, akhirnya dia datang juga.
"Hisashiburi Lee-san maaf menganggu waktumu. " ujarku basa-basi pada Lee.
" Tidak, ini masih 15 menit lagi sebelum waktu latihanku." Balas Lee ramah dia adalah orang yang sangat mencintai olahraga.
"Ano apa dia Ini kekasih Sakura-san?" Lee menatapku dan Sasuke bergantian.
Apa Lee tidak bisa basa-basi terlebih dahulu? Sial
"Iya, dia kekasihku." Balas Sasuke dengan tampang datarnya.
Cepat cepat aku membungkukan kepala di depan Lee.
"Hountou ni gomenasai Lee-san. Aku tak bisa melakukan perjodohan ini, aku mencintai... " ucapanku menggantung sedikit kulirik Sasuke. Ia menatap sambil menaikan alisnya seolah berkata 'apa kau tak mau melanjutkan perkataanmu?'
"Mencintai...Sa...Sasuke." sial Sasuke menyeringai, dia pasti membully ku habis-habisan.
Lee menganggukan kepalanya mengerti.
"Aku tahu kok Sakura-san pasti akan menolak perjodohan ini.." ujar Lee.
"Sakura-san cantik, wajar bila memiliki kekasih. Dan aku sepertinya beruntung pernah berkencan dengan Sakura-san, kalau boleh jujur aku benar benar menyukai Sakura-san lho..".entah kenapa pernyataan Lee itu membuatku tak enak.
"Maaf Lee-san." Ia menggeleng.
"Tidak, aku senang Sakura-san memiliki orang ya Sakura-san sukai, jadi tolong jaga Sakura-san ya?" Lee melirik Sasuke.
"Uchiha Sasuke." Ujar Sasuke.
"Iya Sasuke-kun tolong jaga Sakura-san baik baik." Tambahnya.
Lee tersenyum kemudian berdiri. Ia melihat jam tangannya dan segera pamit padaku dan Sasuke karena harus kembali ke Dojo.
"Sakura-san tenang saja, aku yang akan bicara pada tante Mebuki tentang perjodohan ini. Kalau begitu aku pamit, masih ada latihan, semoga kalian bahagia ya ." Lee beranjak dari tempatnya dan melambaikan tangan, sekali lagi aku mengucapkan maaf pada Lee-san dan Sasuke pun kelihatan melakukan hal yang sama? Atau ia hanya berdiri membetulkan bajunya.
Dan di situ aku menyadari kalau Lee-san pemuda yang sangat baik.
End of SAKURA's POV
Sasuke terlihat tidak nyaman dengan posisinya, ia menutup setengah wajahnya dengan tangan dan terlihat seperti menahan sesuatu.
"Tertawalah Sasuke, terlihat lebih baik jika kau mengeluarkan sedikit ekspresimu." ujar Sakura dengan nada pasrah dan Sakura sepertinya paham kenapa Sasuke terlihat menahan tawanya.
"Pffftttt~~ a..ahahahahahahaha." Tawa seorang Uchiha Sasuke meledak hari itu juga.
"Ya seperti itu tertawa." Desis Sakura.
"Kau yang terlihat galak bisa jinak didepan pria seperti itu." Ujar Sasuke yang sudah puas menertawakan Sakura.
"Kau ini, kau tak tau banyak hal yang sudah kualami, mengingatnya saja benar benar memalukan!" Ujar Sakura saat otaknya tiba tiba memutar memori ketika ia kencan buta dengan pria pilihan ibunya.
"Perjodohan itu wajar, aku dan Kakakku juga mengalaminya." Sasuke memberi opini singkat.
"Hey, apa maksudmu wajar? Ibuku sudah menyuruhku kecan buta dengan berbagai macam pria. Mulai dari dosen hingga anak kuliahnya." Ujar Sakura yang tak terima dengan pendapat Sasuke kalau perjodohan itu wajar.
"Dan kau menerimanya?" Tanyanya.
"Tentu tidak! Kau pikir aku wanita macam apa, aku selalu kabur saat kencan buta itu karena aku tidak menyukainya. " bantah Sakura tegas.
"Itu masalahmu, jika kau bertahan dengan seorang pria Ibumu tidak berlaku begitu." Sasuke mengeluarkan pendapatnya lagi.
"Tapi dia sangat terobsesi dengan-ahh sudahlah malas berdebat denganmu." Sakura meminum Vanila Latte miliknya yang masih tersisa setengah.
Sesekali mata emerald milik Sakura curi-curi pandang kearah Sasuke yang tengah memperhatikan kota.
"Apa?" Sakura terlihat gelalapan saat ia tertangkap basah memperhatikan Sasuke.
"T-tidak." Ujarnya.
"Kenapa kau tak menyukai perjodohan." Tanya Sasuke tiba-tiba.
"Emhh, karena aku tak mau mencintai seseorang dengan paksa. Kau tahu sebuah hubungan itu harus didasari oleh cinta,apalagi jika itu cinta pertama mungkin kau akan sulit melupakannya dan pasti menyenangkan." Ucap Sakura dengan penuh suka cita.
"Klise." Ujar Sasuke singkat.
"Kau ini menyebalkan Sasuke." Gerutu Sakura sambil mengembungkan pipinya.
Sasuke tersenyum tipis melihat ekspresi Sakura saat ini, setelah skandal yang mereka buat bersama hingga sore hari ini mereka habiskan dengan memandangi kota dari Cafe Himawari berdua.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Omake
"Ibu lihat ini." Ujar Itachi putra sulung keluarga Uchiha atau lebih dikenal sebagai Anikinya Sasuke sambil menunjukan sebuah Ipad pada seorang wanita paruh baya bersurai hitam di sisinya.
"Wahh? Darimana kau dapat foto seperti itu Itachi-kun?" Tanya Mikoto nama wanita itu setelah melihat foto yang Itachi tunjukan.
"Rahasia, tapi aku kenal dengan gadis itu." Balas Itachi.
"Yang benar? Kalau begitu kenalkan pada Ibu. " Mata Mikoto tiba-tiba berbinar saat Itachi berkata seperti itu.
"Kalau Ibu mau aku juga bisa membawanya kemari." Tawar Itachi.
"Sungguh? Kalau begitu kau harus membawa gadis itu secepatnya."
Mendengar perkataan Mikoto tadi membuat ia terkekeh pelan.
"Ini akan menarik otouto." Ucap Itachi sembari melenggangkan kaki ke kamar miliknya.
.
.
.
TBC
A/N
Terimakasih sebelumnya buat kalian yang udah mau mampir dan Fav,Follow cerita Hanabi yang satu ini, responnya pun diluar dugaan hanabi, sekali lagi terimakasih .
Mohon maaf sebeumnya Hanabi belum bisa balas reviewnya satu persatu, tapi pertanyaan kalian bakal hanabi jawab.
Q; Bagi yang bertanya siapa tunangan Sasuke itu akan dijawab di Chapter depan, di chapter ini hanabi maunya Sasusaku pdkt dulu heehe.
Q;Dia jadi orang kegita ga ya? Jawabannya juga nanti akan terungkap, Chapter selanjutnya bakal ngejelasin masa lalunya Sasusaku kenapa bisa jadi kaya gitu.
Oh iya, Hanabi mau minta maaf sebelumnya jika ch hanabi publish tidak sesuai harapan dan banyak kurangnya -Karena masih newbie- jadi tolong bantuannya ya .
RnR Doumo Arigatogozaimasu
