Naruto © Masashi Kishimoto

Story © Kawaiihanabi

It Started With A Kiss

Sasuke X Sakura

Emeraldnya menangkap pemuda yang ia kenali tengah berpelukan dengan seorang wanita cantik bersurai merah dengan mesranya.

Tuk

Suara barang bawaan Sakura yang terjatuh segera menyadarkan kedua insan yang berpelukan itu dan menoleh kearahnya.

Sakura mematung, emeraldnya menatap Sasuke kosong .

"S-s-sasuke...-kun." Gumamnya pelan.

'Dia berpelukan dengan wanita- apa itu pacarnya yang asli? sepupunya? Siapanya Sasuke!?' Teriak batin Sakura saat melihat Sasuke berpelukan dengan mesra-lebih tepatnya dipeluk dengan erat oleh seorang gadis cantik bersurai merah.

Hentikan Sakura dengan pikiran anehnya karena mereka sekarang sudah memisahkan diri dan Sakura masih mematung kaget? Ia datang disaat yang tidak tepat.

"Sakura." Tegur Sasuke yang mulai melangkah mendekati Sakura.

Sakura sadar dari aktifitas bengongnya itu dan bagus sekarang Sasuke menatapnya aneh apa karena baju hiphop? atau wajahnya yang cengo karena memergoki Sasuke berpelukan dengan wanita lain?

"Ano... kau tahu ya tadi aku cuman mau mengembalikan jaket dan Sasori memberiku pekerjaan dadakan dan aku buru-buru kemari karena ingin bertemu, ah kau tau maksudku mengembalikan jaket dan..." ia berjongkok mengambil tas jijing dan kue yang tadi sempat terjatuh "iya aku juga memberimu ini, kau tadi menggerutu karena Naruto dapat hadiah dariku, ah ini juga kue aku membuatnya loh dan maaf jika hancur tadi tergelincir kau tau tanganku kram terus berpose V haha... eh apa ku bawa pulang lagi saja ya? ah kalau begitu aku pulang saja maaf datang disaat yang tidak tepat." Sakura membungkukan badan bermaksud pamit, sedangkan Sasuke dan penghuni lainnya masih terlihat cengo karena sikap Sakura tadi kalian tahu malah Sakura yang terlihat seperti kepergok melakukan hal terlarang.

Namun ditengah kecengoan Sasuke, ia masih dan segera mencegah Sakura pergi.

"Sakura, kau...aneh." ujar Sasuke.

"Eh?!" Sakura sadar akan sikapnya yang tidak wajar merutuki dirinya dalam hati apa yang tengan ia lakukan hah?

"Sakura -chan kau bicara seperti rapper dan itu...keren! apalagi bajunya kau memang model sejati ya!" Komentar Itachi yang entah sejak kapan sudah ada di belakangnya bersama seorang pria paruh baya yang mirip dengannya, Sakura yakin dia pasti ayahnya Sasuke. Tunggu ayahnya siapa?

Tuhan hilangkan aku sekarang

Great! Ia nampak konyol sekarang, saat pertama kali ia datang ke Mansion Uchiha ia berpenampilan manis dan cantik ala idol, dan sekarang penampilan keduanya terlihat... terimakasih pada Itachi yang telah mengatakan Sakura itu Rapper dan memuji pakaian hiphopnya didepan semua orang.

Sasuke berdehem menghilangkan kecanggungan ini. "Hmm, ayah perkenalkan ini Sakura kekasihku, Sakura kenalkan ini ayahku Uchiha Fugaku dan ini... " Sasuke tampak ragu mengenalkannya sebagai apa. "dan dia Saara, masih keturunan kerajaan Roran yang sudah lama hilang." Itulah yang Sasuke ucapkan.

Sakura membungkuk hormat yang sebelumnya sudah melepas topinya.

"Doumo, mohon maaf aku berbicara tidak sopan dan seenaknya." Ujar Sakura tulus.

"Dia memang urakan dan kasar." Gumam Sasuke, Sakura menyikutnya dan membuat Sasuke meringis.

"Ah dia juga pernah menjadi model diperusahaan kita ayah." Tambah Itachi.

Fugaku yang sedari tadi diam berjalan menghampiri Sakura dan mengajaknya berjaba tangan.

"Pantas aku seperti mengenalimu nona, silahkan menikmati waktumu."ujar Fugaku, Sakura tersenyum canggung dan mengiyaman pernyataannya.

"Sekali lagi mohon maaf atas perlakuan saya barusan. " Fugaku menggeleng dan menepuk bahu Sasuke pelan.

"Eh, Sakura-chan lama tak jumpa kau benar-benar sibuk ya." Ujar Mikoto ramah.

"Ah, maaf aku tiba-tiba datang seperti ini." Ujar Sakura.

"Tidak-tidak kami senang kok Sakura-chan mampir, jadi ada teman mengobrol, apa lagi ada Saara di sini nee?" Ujar Mikoto perempuan bersurai merah itu pun mengangguk mengiyakan.

"Jangan sungkan ya, anggap saja rumah sendiri." Ujar Itachi disertai kedipan mata yang membuatnya terlihat seperti pria mesum di mata Sasuke.

Kini tinggalah Sakura dan Sasuke yang memandangi penampilan Sakura dari atas sampai bawah .

"Kau..."

"Kau bebas menghinaku aku sudah siap." Ujar Sakura tegas.

"Terlihat seperti penari hiphop yang nyasar." Sakura tahu akan begini, setidaknya rapper ber pakaian hiphop keren lebih baik dari pada penari hiphop nyasar.

"Model sejati katanya ? Yang benar saja!" Tambah Sasuke yang tak terima sengan pendapat Itachi yang mengatakan kalau kekasihnya itu model sejati.

"Tapi ternyata benar juga ya, kekasihku ini memang sulit ditebak huu~" ujarnya pelan tepat di samping telinga Sakura.

Blush, Sakura blushing hanya dengan perlakuan Sasuke barusan, dan lihatlah seringai maut Sasuke muncul.

"Kau memang masih polos Sayang..hahahahahahaha." dan kejadian itu diakhiri dengan tawa penuh kemenangan seorang Uchiha Sasuke.

.

.

.

.

.

.

Sakura yang awalnya ingin pulang sesudah mengantarkan jaket Sasuke kembali ditahan paksa oleh Itachi dan Mikoto untuk makan malam, namun usai makan malam ia kini malah bercuap-cuap ria bersama keluarga Uchiha dan Saara sambil di temani teh hangat, dan kue yang ia bawa.

"Sasuke-kun kau mau kuenya?" Ujar Sakura yang menyibukan diri dengan piring dan kue nya. Namun saat Sasuke hendak menjawab seseorang mendahuluinya.

"Kau tidak tahu? Sasuke-kun tidak begitu menyukai makanan manis." Ujar Saara. Entah kenapa Sakura sedikit sebal mendengarnya.

"Souka." Ujarnya pelan.

"Nee Sakura-chan apa benar kau membuatnya sendiri?" Tanya Mikoto, Sakura tersenyum mendengarnya.

"Ya, dari kecil aku suka memasak jadi." Mikoto mengangguk paham dan menikmati cheese cake miliknya.

"Tapi ini banyak sekali Sakura-chan bagaimana kau membuatnya?" Tanya Itachi yang kagum karena kue yang dibawa Sakura beraneka ragam seperti yang ada ditoko-toko .

"Tidak banyak ko, aku hanya membuat 5 loyang saja, karena libur aku sengaja membuatnya, Sebagian dibawa Sasori-nii san ke agensi, tapi aku masih belajar kue ini belum seenak kue yang ada di toko ko. " ujar Sakura.

"Kau terlalu merendah nona." Ucap Fugaku, sepertinya dia menyukai Sakura? Menyukainya bukan dalam arti yang special tentunya.

"Iya, kau itu gadis yang baik Sakura-chan, beruntung Sasu-kun bisa mendapatkanmu nee?" Tambah Mikoto

Sasuke hanya tersenyum tipis mendengarnya. Saara yang melihat sikap langka Sasuke langsung melirik Sakura. 'Apa dia itu sehebat yang mereka katakan' ujarnya.

"Jadi Haruno-san, apa yang dilakukan orangtuamu?" Sakura mencoba menangkap perkataan Saara yang terdengar ambigu menurutnya.

"Maaf? " Ucapnya.

"Ayah dan ibumu." Ujarnya lagi.

"Ayahku dia bekerja dikantor dan Ibuku... " Sakura berhenti sejenak yang ibunya lakukan? Designer bukanlah suatu kegiatan pikirnya. "Menjahit. " ujarnya.

Saara mengangguk paham "karena itu kau menjadi model ya? Kau kesulitan." Gumam Saara.

"Lalu apa alasan kau menjadi model?"tanyanya lagi.

"Eh? Aku tak memiliki alasan pasti karena jadi model bukan kemauanku , sepupuku yang mengusulkan tapi selagi aku menikmatinya kenapa tidak." Jawab Sakura, para audience kini mengangguk setuju.

"Ah, itu ulah Sasori ya? Dia benar-benar." Ucap Itachi membayangkan tingkah laku sahabat karibnya itu.

"Sasori?" Ucap Saara.

"Ah ya, dia sepupuku." Jawab Sakura (lagi)

"Lalu dimana rumahmu Haruno-san?" Tanya Saara (lagi)

"Rumahku di Fukouka, tapi sekarang aku tinggal di Tokyo berasama sepupuku. "

"Apa dia seorang pria?" Saara kembali bertanya.

"Ya, dia sepupuku seorang fotografer sahabat Itachi-san." Itachi mengangguk mengiyakan.

"Begitu, tapi kenpa kau mesti pidah ke Tokyo dan tinggal bersamanya Haruno-san?"

Sakura mendelik, ia masih bisa bersabar menghadapi pertanyaan dari Saara. Anehnya pertanyaan itu seperti ingin menguliti Sakura hidup-hidup. Haruskah ia menjawab kalau ia sebenarnya korban perjodohan yang kabur ke Tokyo?

"Pekerjaan." Untungnya Sakura masih memiliki akal sehat dan kesabaran meski sedikit untuk menjawabnya.

"Jadi mau menelantarkan orang tuamu di Fukouka?" Seseorang tolonglah Sakura, ia jengkel menanggapi pertanyaan wanita yang baru ia kenal beberapa jam lalu itu.

"Aku tak menelantarkannya." 'Hanya kabur dan meninggalkan surat.' Tambah Sakura dalam hati.

"Oh, oh ya btw bagaimana kau bisa bertemu Sasuke-kun?" Cukup sudah kesabaran Sakura habis. Ingin sekali ia menjawabnya 'aku bertemu dengannya karena dia tiba-tiba menciumku dan sialnya lagi identitasku saat itu terbongkar maka dari itu aku membuat perjanjian nista ini dan berakhir dengan pertanyaan absurdmu itu puas kau?! Apanya yang keturunan kerajaan, sikapmu yang kepo maksimal itu menghancurkan imagemu sebagai seorang putri. Itu dusta!" Seperti itu namun otak nya belum kehilangan akal sehat jadi ia menahannya.

"Ano, sebenarnya aku tak enak mengatakannya kau bisa tanyakan itu pada Sasuke, aku harus segera pulang ini sudah terlalu malam." Jelas Sakura.

"Oh begitu." Balas Saara. Perempatan yang telah lama hilang kini kembali singgah didahi indah Sakura. Ia bertekad mulai detik ini ia benar-benar menganggap Saara ini putri gadungan aka musuhnya!

Sakura mohon pamit pulang pada keluarga Uchiha lainnya, Fugaku menyuruh Sasuke mengantarkannya karena memang sudah malam, Mikoto menyampaikan maaf pada Sakura karena Saara yang lancang mengintrogasinya. Sedangkan Itachi hanya melambai saja? Oh Saara dia masih didalam rumah tak mengantar Sakura keluar, sedang meratapi kesalahannya mungkin?

.

.

.

.

.

.

Sasuke dan Sakura mereka duduk berdua di taksi dalam diam.

Canggung

Itu mungkin yang mereka rasakan saat ini.

"Ano ne Sasuke-kun sebenarnya kau tak mengantarku juga tak apa ko.." Sasuke menatap Sakura heran "seperti katamu aku kan urakan jadi mana ada yang berani macam-macam." Tambah Sakura

'Ini hanya perasaanku atau dia itu cemburu?' Pikir Sasuke.

"Hey hiphop nyasar kalau ga mau dianterin bilang dari tadi. " gerutu Sasuke .

"Oh jadi kau masih mau cuap-cuap ria sama ratu ceret itu! Ya usah pulang lagi sana! Harusnya aku memang tak datang." Balas Sakura. Ia memalingkan wajahnya ke kaca jendela dan mengamati langit malam di kota.

Sasuke tersenyum tipis 'jadi ini sifat Sakura yang sedang cemburu'

Onyx Sasuke perlahan menatap gadis bersurai merah muda disampingnya yang tengah menyibukan diri dengan pemandangan kota yang sedang ramai. Bibir tipisnya bergerak mengeluarkan suara.

"Kami teman kecil." Ujarnya singkat.

"Teman kecil yang saling jatuh cinta namun terjebak friendzone." Gumam gadis yang tengah memandangi kota itu.

"Apa yang dimaksud Naruto itu dia?" Tanya Sakura.

Sasuke diam tak menjawab.

"Sudahlah toh aku ini bukan siapa-siapamu kan." Tambah Sakura lagi.

"Kau tak perlu tahu Sakura." Sasuke mengatakannya dengan nada yang menueutnya lembut namun lain di telinga Sakura.

"Ya, aku tahu." Desisnya.

Taksi it pun berhenti depan apartemen Sasori , Sakura turun dari taksi dengan wajah datar, mungkin dia sekarang terlihat jengkel dan marah?

"Terimakasih, sampaikan salamku pada keluargamu, sampai jumpa." Sakura pergi meninggalkan Sasuke sebelum pria itu membalas Ucapannya.

Satu kesimpulan yang dapat Sasuke ambil hari ini adalah Sakura mungkin cemburu padanya dan entah kenapa ini membuatnya senang.

Jujur ia bukan tipe pria yang suka mengumbar gombalan manis atau janji manis pada wanita namun mungkin sekarang Sakura pengecualian karena Sasuke senang menggoda gadis itu. Ia merasa nyaman berada didekat Sakura , meski dia urakan dan kasar pada Sasuke.

Well Sasuke bukannya tidak mau menceritakan apa yang terjadi antara dirinya dan Saara pada Sakura , meski Sakura tak terlihat kepo dengan Sasuke tapi Sasuke tahu kok Sakura itu penasaran namun ini masih belum waktunya, jika sudah waktunya Sakura akan tahu dengan sendirinya kan Sakura pacarnya Sasuke. -meski itu cuma rekayasa.

"Maaf, sekarang kita pergi kemana?" Sasuke sadarlah si supir taksi bertanya padamu tuh.

"Ah, ke mansion yang tadi saja." Ujar Sasuke .

Namun setelah beberapa lama taksi yang ia tumpangi tak kunjung maju, apa si supir tak mendengar ucapanya ya? Apa jangan jangan habis bensin ya? Pikir Sasuke. Benar-benar bukan seorang Uchiha. Entahlah mungkin ini efek Sakura tadi.

"Kenapa belum jalan?"

Si supir taksi menoleh kebelakang dengan wajah yang tiba -tiba rata -becanda ini romance kok bukan horor viss- maksudnya datar.

"Dihalangi pria itu, jadi saya tidak bisa lewat."

Sasuke cengo. Lah si bapak klaksonin aja kali nanti juga minggir , gerutunya OOC. Eh tunggu tapi siapa pria yang menghalanginya itu? Apa dia sengaja?

.

.

.

.

.

.

.

Esok harinya di KIHS Sakura memanjakan diri di kantin dengan segelas jus tomat dan takoyaki hangat di depannnya. Setelah kejadian semalam entah kenapa Sakura jadi malas melihat Sasuke jadi ia memutuskan bersantai di pojok kantin seorang diri.

"Wah Sakura -chan lagi makan ya?" Ujar seseorang yang Sakura kenali.

"Eh Naruto-kun, iya nih mau?" Balas Sakura sambil menawarkan takoyaki hangat yang kelihatannya lezat itu.

Naruto menggeleng, emerald Sakura melirik seorang gadis cantik di samping Naruto. Sepertinya anak baru soalnya dia baru lihat atau mungkin dianya yang jarang masuk? Entahlah mari kita tanya.

"Eh, itu pacarnya Naruto-kun ya?" Ucap Sakura, si gadis di samping Naruto merona merah.

"Calon Sakura-chan, mungkin pacar kalo kakaknya ga nguntit terus." Gumam Naruto.

"Ah ini Hinata-chan , dia anak kelas sebelah yang pemalu makanya jarang kelihatan." Ucap Naruto meralat gumamannya tadi.

Sakura mengajak Hinata besalaman "Haruno Sakura salam kenal." Ditambah senyum manisnya.

Hinata membalas uluran tangan itu dan tersenyum malu.

"Hyuga Hinata, salam kenal Haruno-san. "

Sakura menggeleng . "Sakura saja, aku boleh memanggilmu Hinata ?" Hinata mengangguk.

Mereka bertiga kembali menduduki meja yang tadi hanya diisi oleh Sakura.

"Sakura-chan akhir-akhir ini kenapa jarang main sama Sasuke?" Singgung Naruto.

"Karena aku jarang melihatnya sih jadi.. " balas Sakura canggung. 'Bukan lebih tepatnya aku malas melihatnya.' Batunnya berkata lain.

"Oh begitu." Ujar Naruto bola mata biru langitnya melirik seisi kantin, mungkin ia mencari seseorang atau mungkin hanya kebetulan saja saat matanya melirik Sasuke yang berjalan dekat mejanya.

"Wah kebetulan sekali , Sasuke!" Panggil Naruto, orang yang merasa namanya dipanggil pun menengok dan menghampiri Naruto. Pria itu duduk di samping Sakura dengan wajah tanpa dosa miliknya.

"Nah Sakura-chan sekolah ini sempit ya, kau bilang jarang bertemu eh taunya malah ketemu disini. " ujar Naruto di sertai cengirannya , Hinata pun tersenyum melihatnya.

"Haha iya. " balas Sakura yang masih canggung dengan Sasuke beserta wajah tanpa dosanya.

Kini kecanggungan itu perlahan mulai hilang berkat cerita konyol Naruto tentang pengalaman kencannya dengan Hinata dan kakanya , bukan lebih tepatnya jalan-jalan bersama karena kecan itu tidak dilakukan oleh 3 orang kan?

Sakura tertawa mendengarnya, kasian juga Naruto rencananya gagal gara-gara sifat overprotektif milik kakak dari Hinata Hyuga ini.

"Sudah kubilang aku gagal, Hinata lain kali kalau kita kencan jangan bilang kakakmu ya?" Ucap Naruto dengan nada memelas pada Hinata, Hinata blushing dibuatnya.

"H-hai." Balas Hinata menunduk malu.

"Tunggu kamu itu Hyuga, jangan jangan hyuga yang itu ya adiknya Neji?!" Seru Sakura yang baru sadar kalau orang yang diceritakan Naruto itu terlihat mirip seseorang yang ia , ah terlebih lagi sama-sama Hyuga.

"Eh? Darimana kamu tahu Sakura-chan?" Tanya Naruto.

"Moshikashite... Sakura-san itu..." Perkataan Hinata tadi membuat Uchiha Sasuke yang sedari tadi duduk manis di samping Sakura ikut menyimak apa yang mereka bicarakan, mungkin ia sedikit tertarik mengenai Sakura dan masalalunya itu.

"Wah jadi benar ya kau gadis itu." Sakura memegang tangan Hinata dengan mata yang berbinar. "Tak kusangka Neji yang kaku memang mempunyai adik manis sepertimu." Tambahnya.

Naruto yang binggung dengan pernyataan Sakura bahwa ia mengenal Neji, dan Sasuke yang entah kenapa menatap Sakura aneh, sebenarnya ada apa ini? Pikirnya.

"Hey, tunggu Sakura-chan kau kenal Neji?" Tanya Naruto.

Sakura mengangguk mengiyakan, tentu saja ia mengenal Neji, mereka berdua dulu sangatlah dekat, namun saat Neji memutuskan untuk pergi kuliah ke LN mereka jarang lagi berkomunikasi.

"Tapi bagaimana bisa?" Tanya Naruto (lagi) yang masih linglung. Sedangkan Sasuke? Ia kembali membaca bukunya namun telinganya tetap menyimak apa yang mereka bertiga bicarakan .

"Neji-kun itu..." Sakura bingung harus menjawab bagaimana pasalnya teman-temannya ini belum tahu kalau Sakura itu sebenarnya salah satu pewaris perusahaan sukses di jepang dibawah kendali Kizahi ayahnya. Sesekali emeraldnya melirik Sasuke.

'Dia tak pernah peduli ya' batinnya.

"Teman dekat, dia lebih tua dariku ah tapi semenjak dia pergi kuliah kami sudah jarang berhubungan lagi." Ucapnya.

Naruto mengangguk paham.

"Iya Nii-san bilang pernah dekat dengan seorang gadis dijepang, dia agak kecewa karena harus berpisah dengan gadis itu selama ia kuliah di Inggris, dia sangat berharap bisa menemui gadis itu lagi, dan ternyata gadis itu ada didepanku. " ujar Hinata panjang lebar.

Sakura tersenyum senang. "Benarkah?" Ucapnya antusias "Aku juga ingin bertemu dengannya, sudah hampir 3 tahun tak bertemu rindunya." Sesekali emerald itu melirik Sasuke yang sepertinya asyik membaca buku. Apa yang kau harapkan Sakura?

"Kalau Sakura-san mau aku bisa menyampaikannya pada Nii-san, sepertinya dia juga senang bertemu denganmu." Tawar Hinata. Hinata memang baik bagai peri mau menyatukan teman yang 3 tahun lamanya tak bertemu pikir Sakura tapi kenapa harus didepan Sasuke? Tidak salahnya sendiri jelas-jelas ia yang memancing Hinata mengatakan hal itu, lagi pula Sasuke kan tak akan peduli.

"Maji?!" Hinata mengangguk mengiyakan ."ah bagaimana kalau kita double date saja. Naruto-kun dengan Hinata, biar aku yang menemani Neji-kun." Sambungnya kemudian.

Naruto memandang Sakura dan Sasuke bergantian, kalian bisa mengartikan pandangan Naruto itu dengan 'apa kau serius Sakura-chan kau mengatakan itu disini didepan kekasihmu?'

"Aku merindukan kenangan bersama Neji-kun, dia baik, selalu menjagaku, tak pernah mengejek, perhatian, oh ya yang paling penting dia terbuka dan jujur padaku." Tambah Sakura.

Hinata dan Naruto mempunyai pemikiran yang sama. Sasuke dan Sakura tidak dalam keadaan yang baik, mereka memiliki masalah. Sesekali Hinata juga melihat emarald milik Sakura yang terus melirik Sasuke saat membicarakan Neji.

Brak

Diluar dugaan Sasuke mennggebrak meja dihadapannya. Onyxnya menatap tajam emerald Sakura.

"Sudah selesai bernostalgianya?" Tanya Sasuke dengan nada yang terdengar dingin, persis seperti Sasuke yang dulu, dirinya yang saat itu belum bertemu Sakura.

Emerald yang tak mau kalah itu membalas tatapan tajam milik Sasuke dengan tatapan membunuh miliknya.

"Aku tak berpelukan atau apapun aku hanya bercerita." Sakura mengungkit kejadian semalam, kata berpelukan itu menjadi pertanyaan besar dibenak Naruto dan Hinata, mereka tahu Sasuke tak menyebutkan kata berpelukan barusan. Mereka lebih memilik diam dan mendengarkan sepasang kekasih yang tengah cekcok ini.

"Apa yang salah denganmu?" Tanya Sasuke.

"Aku tak salah yang Salah itu kau Sasuke dan sifat tertutupmu. " desis Sakura ketus.

Onyx itu masih setia menatap Sasuke tajam. "Aku tak tau apa yang kau bicarakan, tapi hargai aku sebagai kekasihmu. Jangan membicaran lelaki lain didepanku." Sasuke beranjak dari kursinya dan mulai meninggalkan meja itu.

"Kekasih?" Sakura tertawa meremehkan "aku tak boleh membicarakan pria lain sedangkan kau boleh memeluk wanita lain. Apa itu yang namanya seorang kekasih? Kau bahkan tak mau menjawab hubunganmu dengan wanita itu apa itu yang kau sebut kekasih Sasuke? Jangan bercanda! yang salah itu kau bukan aku, yang harus berbicara seperti itu bukan kau tapi aku!" Bentakan Sakura sontak membuat mereka jadi bahan tontonan.

"Kau bahkan tak pernah bercerita tentang dirimu sendiri, kau memang tak pernah menganggapku." Lirih Sakura.

Sasuke berbalik ia kembali menatap Sakura, namun tatapan itu tak setajam tadi. Ia mulai membuka suara dan berbicara.

"Bercerita? Minta saja cerita itu pada Neji-kun." Sasuke menekankan nama Neji dengan cukup jelas bahkan sangat jelas.

Perlahan Sasuke mendekati Sakura, ia membungkuk bibir tipisnya mengarah ke telinga Sakura dan membisikan Sesuatu. Entah kalimat panjang apa yang dibisikan Sasuke hingga membuat Sakura mematung.

Sasuke tersenyum tipis . "Selamat menikmati double date kalian." Ujarnya sebelum meninggalkan kantin.

Tes

Tes

Tanpa ada yang menyadari liquid bening itu meluncur indah dari emerald miliknya. Ya, Sakura menangis mendengar perkataan Sasuke. Perkataan itu..

"Apa aku perlu menceritakan mantan tunanganku pada orang asing yang tak jelas asal-usulnya? bahkan sembunyi dari masalahnya, dia memang seorang pecundang kan Haruno Sakura?

1 hal dalam benak Sakura saat ini 'Sasuke... tahu semuanya...'

Cepat-cepat Sakura menghapus air matanya sebelum Naruto dan Hinata yang tengah sibuk mengusir orang kepo yang mengerumuni mereka tahu ia habis menangis.

.

.

.

.

.

TBC

A/N

Hai Minna-san hanabi Update nihh! sebelumnya hanabi mau minta maaf karena baru bisa update lagi dan untuk kedepannya It Started With a Kiss bakal Update setiap hari Sabtu.Oiya hanabi juga mau minta maaf karena chapter kali ini harus TBC dengan gajenya hanabi keteteran jadinya begini :( maafin juga Sasusaku hanabi buat berantem.

Untuk Review mungkin hanabi bakal bales di Chapter depan ya, mohon maaf ga bisa bales sekarang, tapi meski begitu Review kalian sangat berarti kok, jadi mohon bantuannya ya.

Hanabi kasih bocoran Chapter depan Ibunya Saku muncul lohh:d

RnR

Doumo Arigatougozaimasu