Naruto © Masashi Kishimoto
Story © KawaiiHanabi
It Started With A Kiss
Sasuke X Sakura
.
"Sasuke-kun!"
Pria yang merasa dipanggil namanya pun menoleh memndang gadis yang berlari kecil menghampirinya dari pintu masuk depan restoran.
"Sakura?! Apa yang..." Gumamnya .
Sakura berhenti , Gadis itu memandang Sasuke lekat-lekat dari atas kebawah.
"Apa yang kau lakukan disini Sasuke-kun? Kenapa kau nampak berantakan? Sedari tadi kau belum pulang kerumah? Kenap kau terlihat kesal ?Jangan bilang kau berkelahi dengan seseorang?!" Ujar Sakura tanpa henti. Nampak tersirat kekhawatiran di wajah cantiknya itu. Sasuke nampaknya enggan menjawab petanyaan Sakura barusan, dengan cepat ia meraih gadis mungil itu kedalam pelukannya .
Tanpa mereka Sadari beberapa pemuda tengan asyik mengintip di balik pintu tak jauh dari tempat Sasuke memeluk Sakura kini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"...Ano, Sasuke-kun." Ucap Sakura yang sedikit gelisah dalam dekapan erat seorang Uchiha Sasuke .
"..Kau memelukku terlalu erat." Ujarnya kemudian .
Merasa malu cepat-cepat Sasuke melepaskan pelukan tiba-tibanya itu dari Sakura. Ia sedikit berdehem menetralisir kecanggungan yang tengah melanda dirinya.
"Gomen.." Ucapnya sembari menutup setengah wajah dengan telapak tangannya . Bisa kita intip dari dekat,
rupanya wajah Uchiha bungsu ini tengah blushing akibat kelakuannya sendiri. ck ck ck tidak Uchiha sekali!
Onyx Sasuke mulai menatap Sakura yakin. Dirinya berniat melanjutkan pembicaraannya tadi siang dan
menjelaskan soal perilakunya barusan.
" Sakura, kita harus bicara sekarang." Titahnya .
Sakura melirik jam tangannya sejenak. "Aku ada janji dengan seseorang."
Namun sayang beribu saat niatan baik itu kembali terhalang oleh eksistensi seorang pemuda yang kini tengah berjalan hendak menghampiri Sakura . Oh jadi ini orang yang memiliki janji dengan Sakura .
'Seorang pria?'
"Inuzuka-kun." Ujar Sakura sembari membungkuk memberi salam sopan pada seorang pria muda dengan tato segitiga merah di wajahnya.
" Ah, Sakura-san." Sapa pemuda yang diketahui bernama Inuzuka Kiba itu. Matanya melirik Sasuke yang ada
disamping Sakura . "Ah, Uchiha Sasuke-san lama tak bertemu . " Ujarnya sembari membungkuk .
Sasuke pun ikut membungkuk menanggapi salam Kiba- yang diketahui adik dari Kakak Iparnya Uchiha Hana .
Pemuda bermarga Inuzuka itu tersenyum hangat pada Sakura. "Sakura-san maaf membuatmu lama menunggu. Ada beberapa hal yang harus kuurus tadi." Jelasnya.
Sakura tersenyum maklum menanggapi Kiba. Emeraldnya menatap Sasuke sembari tersenyum . "Ano, Sasuke-kun mungkin kita bisa bicara nanti. Aku ada janji dengan Inuzuka-kun. Dewa mata ."
Namun sebelum Sakura melangkah pergi menjauh darinya cepat-cepat pemuda Uchiha itu menarik tangan Sakura, Kiba dibuat heran karenanya . Sebenarnya apa hubungan mereka ini pikirnya.
"Inuzuka. Bisakah aku bicara dengan Sakura malam ini? Ini penting." Ujarnya .
Kiba nampak mempertimbangkan jawaban yang akan dia beri. Lah orang dia kan ada acara kencan buta gitu sama Sakura masa tiba-tiba batal gara-gara permintaan Sasuke yang bisa dibilang ujug-ujug begitu?
"Sebenarnya bagiku tidak masalah tapi Sakura..." Lirik Kiba pada Sakura yang menggeleng pelan kearahnya .
Sorot matanya berbicara 'Jangan biarkan ia bicara denganku!' seperti itulah kira-kira.
Sakura mencoba melepaskan genggaman tangan Sasuke yang jelas sangat kuat baginya. "Sasuke, kita bisa bicarakan ini lain waktu. ayo Inuzuka-kun." Ajaknya pada Kiba.
"Berhentilah menghindariku dan bicaralah padaku sekarang Haruno Sakura!" Tegurnya keras.
Namun tampaknya pemuda pewaris kedua Inu Corp. itu cukup peka dengan keadaan yang tengah dia lihat saat ini. "Tak apa. Nampaknya pembicaraan kalian lebih penting. Aku akan memberitahu keluargamu soal acara ini . Kita bisa makan malam lain waktu." Putus Kiba kemudian.
Pria itu berjalan menuju pintu keluar Restoran dan meninggalkan Sasuke dan Sakura dengan sebuah pesan.
"Selesaikanlah masalah kalian dengan baik . "
Mendengar itu Haruno Sakura membungkuk sopan ungkapan permintaan maaf, setelah sekian lama ia kembali menghancurkan kencan buta yang dibuat oleh Ibunya .
.
.
.
.
.
"Katakan apa yang ingin kau biacarakan denganku Sasuke!." Ujar gadis berambut merah muda itu.
Dirinya dan Sasuke kini tengah duduk di sebuah taman. Dibangku dekat kolam ikan tempat mereka sering
menghabiskan waktu semasa SMA dulu. Entah kenapa Sasuke memintanya ah tidak menyeretnya ke taman tersebut padahal jelas-jelas restoran adalah tempat paling nyaman untuk berbicara . Apalagi jika kita lihat status mereka sekarang. Haruno Sakura-seorang model internasioal yang tengah merintih kembali karirnya di Jepang. Uchiha Sasuke-seorang Direktur muda yang cukup terkenal dikalangan manusia seusianya? Ia juga terkenal karena sering masuk majalah bisnis berkat prestasi yang telah ia raih dan ketampanannya- tentu saja-.
Sakura kembali mendesah hampir sepuluh menit lamanya mereka duduk berdua di depan kolam ikan namun Sasuke belum juga membalas ucapannya barusan . Sebenarnya apa mau pemuda ini? Tiba-tiba bertemu, mengajaknya makan siang bersama , menanyainya banyak hal, dan tadi tiba-tiba memeluknya seperti itu! Oh kawan memikirkannya saja sudah membuat Sakura sedikit memerah. Bagaimana tidak ? Setidaknya dulu ia pernah menyimpan rasa pada pemuda itu kan?.
"Jika tak ada yang ingin kau katakan lebih baik kita pulang." Ujarnya kemudian . Sakura berdiri membelakangi Sasuke dan melipat kedua tangannya di depan dada.
Dalam gelapnya malam Sasuke tersenyum tipis memandangi Sakura, gadis itu ngambek pikirnya .
"Apa kau masih ingat tempat ini?" Ujar Sasuke pelan . Masih dengan posisinya Sakura membelakangi Sasuke
tanpa berniat berbalik menatap Onyx kelam Sasuke.
Meski dalam keadaan minim cahaya Sasuke tahu Sakura mengangguk mengiyakan pertanyaannya.
Memori dalam otak mereka sedikit memutar kanangan masa lalu SMA . Lebih tepatnya saat Sakura menyanyainya soal cinta pertama.
"Kau menanyaiku soal cinta pertama kala itu..." Sambung Sasuke. Sakura masih terus terdiam enggan untuk berbalik. Sama halnya seperti waktu itu Sakura kembali memandangi kolam ikan yang diterangi lampu taman .
Sasuke memandang punggung Sakura dari jauh. "..dan saat itu kau juga secara tidak langsung menyatakan cinta padaku." Ujarya diserati tawa pelan.
Mendengar pernyataan itu membuat Sakura malu sendiri. Ia tak menyangka Sasuke menebaknya dengan betul. Ia kira Sasuke tidak akan pernah peka garis bawahi tidak akan pernah, tapi kenyataannya? Hell Uchiha Sasuke ...
ternyata peka!
Sakura berbalik mencoba menyangkal namun betapa kagetnya ia saat tiba-tiba Sasuke sudah berada di belakangnya. "Ap... Sasuke! kenapa kau bisa ada dibelakangku!" Ujarnya kaget. Emeraldnya juga ikut membulat karena eksistensi Sasuke.
Sasuke memberikan jas hitamnya lalu memakaikannya pada Sakura. "Punggungmu terekspos. Angin malam tak baik untuk kesehatan." Ujarnya.
Sakura terdiam? karena itu? Hanya karena itu? Dia pikir ini salah siapa? Sasuke yang mengajaknya-tidak Menyeretnya ketaman.
"Kau yang menyeretku kemari." Gerutunya sembarri mengerucutkan bibir kesal. Sakura memang tak berubah Usia memang sudah 24 tahun tapi kelakuannya masih sama seperti saat mereka SMA dulu.
"Jika kita direstoran aku benci melihat orang lain memandangimu!." Ujar Sasuke pelan.
Sayup-sayup Sakura masih bisa mendengar suara seksi itu, Ia kembali memerah. Mou Sasuke-kun sejak kapan kau jadi senang menggoda seorang gadis hah?!
"A-apa maksudmu! aku itu...-ah sudahlah." Sakura kembali berjalan dan duduk dibangku taman.
"Sebenarnya apa hubunganmu dengan Hyuuga itu?" Tanya Sasuke .
Sakura sempat bingung. Apa sih mau pemuda didepannya ini . jelas-jelas tadi ia menggombalinya tapi kini tatapan mata dan raut wajahnya kembali serius dan tiba-tiba bertanya soal hubungannya dengan Neji.
Sakura mendesah pelan sebelum menjawabnya. " Hubunganku dengan Hyuuga Neji adalah sebagai rekan bisnis dan sebagai kakak adik . Hubunganku dengan Hyuuga Hiro adalah sebagai anak dan Ibu asuhnya. "
Sakura menyerah dan memberi tahu Sasuke yang sesungguhnya. Cukup ia berbohong pada Sasuke soal Neji dan Hiro, lagi pula ia juga merasa bersalah jika harus memanfaatkan Hiro untuk menjauhi Sasuke- ehm kembali move on dari Sasuke maksudnya.
Sasuke terengun mendengarnya. Jadi Hyuuga Neji hanya mengerjainya dan Sakura membohonginya? Hell!
Terkutuklah kau Sasuke yang telah memukuli rekan bisnismu sendiri karena kebohongan seorang wanita! Apa yang dikatakan ayahnya nanti jika ia berhasil kena tipu soal Sakura!
"Kau hanya Ibu asuhnya tapi bagaimana bisa?" Tanyanya menuntut penjelasan. Dengan langkah cepat Sasuke mendatangi kursi tempat Sakura duduk dan duduk tepat disebelahnya.
"Seperti yang kukatakan tadi siang Sasuke. Banyak hal yang terjadi." Ujar Sakura.
"Berhenti mengatakan sesuatu yang tak jelas Sakura! Berhenti membohongiku!" Ujarnya frustasi ia lelah dibohongi oleh Sakura. Ia muak mendengar hal yang tak pasti seperi itu!
"Aku tidak! Apa pedulimu jika aku berbohong atau tidak padamu Sasuke!" Teriak Sakura .
Ia juga frustasi dengan tingkah Sasuke yang seolah memberi harapan palsu padanya. Ia akan menumpahkan keluh kesahnya pada Sasuke selama 5 tahun terakhir ini.
"..." Sasuke diam tak menanggapi Ucapan Sakura. Tidak ia sedang berpikir bagaimana menanggapi situasi ini.
"Lihat? Kau diam. Sebenarnya apa maumu kau bertindak seenaknya. Menyeretku lagi dalam kehidupanmu apa..." Ucapan Sakura terputus saat Sasuke yang entah mengapa memeluknya -lagi- erat.
Merasa tak nyaman diperlakukan seperti itu Sakura mencoba melepaskan diri dari dekapan si bungsu Uchiha yang kuatnya minta ampun? Dia pun memukul keras dada Sasuke sambil menangis meluapkan amarah yang selama ini ia pendam.
"Kenapa kau selalu ambigu seperti ini! Apa maksudmu memelukku? berhenti membuatku terus salah paham Sasuke..."
"...Kau jahat! padahal aku sudah bisa melupakan perasaan bodoh ini, tapi gara-gara kau perasaan itu datang lagi!" Sambung Sakura dalam dekapan Sasuke.
Sasuke mengelus surai merah muda Sakura sayang, semakin mengeratkan pelukannya pada Sakura seolah enggan melepas gadis bersurai merah muda itu. "Terimakasih. " Ujar Sasuke.
Mendengar Jawaban Sasuke yang rasanya tak masuk akan membuatnya berontak dan berhasil lepas dari pelukannya. "Kau menyebalkan, aku membencimu!"
Pria bersurai dark blue itu kembali memeluk Sakura. "Hn. " Pria itu membisikan sesuatu yang membuat Sakura semakin menangis dan membalas pemeluk hangat Sasuke.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Gadis merah muda itu tengah menatap lurus ke jalanan. Setelah pertengkaran hebat dengan Sasuke barusan, Mereka memutuskan untuk pulang karena hari yang sudah malam. Dari kursi kemudi sesekali onyx milik Sasuke menatap Sakura khawatir.
"Maaf membuatmu menangis." Ujar Sasuke sembari menghapus jejak air mata yang ada di wajah Sakura.
Gadis itu menggeleng dan memegang lembut tangan Sasuke.
"Ini mengangguku." Sasuke menatap jalanan . Sakura heran dengan pernyataan Sasuke barusan. Apa yang menggunya pikirnya.
"Ini soal kau dan Neji. Sebenarnya apa alasanmu pergi ke Paris dengannya kala itu?" Tanya Sasuke.
"Ha-hanya ingin ." Sakura mulai gelalapan. Lambat laun pasti Sasuke akan bertanya soal alasannya itu. Sebenarnya mudah baginya untuk menjelaskan tapi...itu agak.
"Baikalah. Mungkin Neji akan menjawabnya." Sasuke kembali fokus pada jalanan.
"Ja-jangan tanyakan soal itu padanya!" Cegah Sakura. Ia menyilangkan kedua tanggannya pertanda tidak boleh. Sasuke tersenyum melihatnya.
"Kenapa?" Tanyanya dengan wajah polos bak malaikat .
"Ka-karena...Itu memalukan Sasuke-kun." Balas Sakura dengan wajah memerah bak kepiting rebus.
.
.
.
.
.
TBC
OMAKE
"Kenapa kau selalu ambigu seperti ini! Apa maksudmu memelukku? berhenti membuatku terus salah paham Sasuke
..."
"...Kau jahat! padahal aku sudah bisa melupakan perasaan bodoh ini, tapi gara-gara kau
perasaan itu datang lagi!" Sambung Sakura dalam dekapan Sasuke.
Sasuke mengelus surai merah muda Sakura sayang, semakin mengeratkan pelukannya pada Sakura seolah enggan melepas gadis bersurai merah muda itu. "Terimakasih. " Ujar Sasuke.
Mendengar Jawaban Sasuke yang rasanya tak masuk akan membuatnya berontak dan berhasil lepas dari pelukannya. "Kau menyebalkan, aku membencimu!"
Pria bersurai dark blue itu kembali memeluk Sakura. "Hn. "
Perlahan wajah Sasuke mendekat menuju telingan Sakura. Bibir pria itu nampak menggumamkan suatu kata yang membuat Sakura kembali menangis .
"..aishiteru mo, Sakura." Mendengar bisikan Sasuke itu sontak membuat Sakura membalas pelukan Sasuke dan menangis bahagia.
A/N :
Cukup sekian dulu minna, niat hanabi mau bikin SasuSaku bersatu dulu lalu setelah itu munculah side story
soal kepergian Sakura ke Paris. Terimakasih telah membaca dan mereview ISWAK:). Sampai jumpa minggu
depan:)
