Yeah, i'm back. Setelah sekian lama hiatus akhirnya balik juga hehehe ... :)
Chapter ini termasuk panjang, jadi memang butuh waktu lama untuk ini, teheee ... Terima kasih karena telah mereview dan mendukung author. Terharu saya. :') Sedikit info, ini merupakan semi-canon berdasarkan imajinasi Author beberapa bulan sebelum Boboiboy Galaxy. Okey, ini dia lanjutannya!
Note: Rated T+, Gaje, abal-abal, hiatus kelamaan, sedikit adegan 'implied villainous Incest', Kebanyakan Flashback dll ...
Bagaimanakah cara Trio Kebenaran untuk menyadarkan Halilintar, Taufan dan Ais yang tengah dipengaruhi Rosaline? Temukan jawabannya disini. :)
M.A.W.A.R. L.I.A.R.
'Dawn of The Real Sin'
(Season Final)
.
.
.
Boboiboy belongs to Animonsta
.
.
.
Bagian 22: Cecair Penawar dan Kilang Sfera Kuasa
Bekas Lab Sfera Kuasa, 27 Juli 2014 pukul 16:00
Kringgg-! Kriiinnnnggggg-!
Ponsel Arumugam berbunyi. Anak India itu segera merogoh saku celananya dan menjawab panggilan itu.
"Halo? Kenapa, Tuan Ketua?"
Lawan bicara di seberang teleponnya mendesah panjang. "Ah Meng, Arumugam, aku butuh bantuan kalian sekarang juga," katanya serius, membuat Arumugam mematung.
"Kejap, Tuan Ketua," katanya lalu menoleh ke arah Ah Meng yang sedang bercengkerama dengan Ah Ming. "Dey, Ah Meng. Tuan Ketua butuh kita sekarang tau."
"Eh, Sekarang?" tanya Ah Meng dengan wajah malas. "Alaah, saya malas wo. Nak bincang lama dengan Kak Ming pulak. Kenapa bukan lu sahaja yang dia suruh?"
"Hmm, tak pe lah, Ah Meng. Tuan Ketua butuhkan kamu," ucap Ah Ming lembut, membuat Ah Meng tersipu.
"Haiya, Akak buat saya macam punya malu maa-"
"Haahh, dah lah, dah lah. Pergi sertai Arumugam tu. Mesti tugas dia lagi berat kalau kau tak sertai dia."
"Terima kasih, Kak." Ah Meng menggumam seraya mengedipkan mata ke arah Ah Ming dengan sikap genit. Ia lalu mendekati Arumugam yang sedang menunggunya sembari memegang gagang ponsel. Temannya yang berdarah India itu segera menanggapi dengan ketus.
"Hayoyo, tiap-tiap hari pun korang buat pasal romantik macam tu. Bosan tau!" regut Arumugam. "Macam tak betul lah budak-budak nie."
"Hehe, sori Aru," balas Ah Meng nyengir. "Tak payah lah lu risaukan kitorang wo."
"Dey, mestilah aku risau! Korang ni memang tak betul. Adik-beradik konon, tapi tingkah laku dah macam Suami Isteri dah," sindir Arumugam kesal. Dia nyaris muntah melihat hubungan Ah Ming dan Ah Meng yang memang terkesan ganjil itu tiap harinya. Anak India itu bertanya-tanya, mengapa masih saja ada kejadian aneh semacam itu di dunia ini?
"Wey, Aru. Lu tadi kata ada panggilan dari Ketua ho. Panggilan apa tu?" kata Ah Meng mengalihkan perbincangan ke topik semula, membuat Arumugam tersadar.
"Oh, Sori. Ini panggilan dia."
Arumugam menekan tombol pembesar volume di ponselnya dan menaruh ponsel itu di antara dirinya dan Ah Meng. Segera Arumugam melanjutkan percakapannya tadi di ponselnya.
"Tuan Ketua, apa yang Tuan nak kan dari kitorang?"
Haryan menghela nafas panjang. "Rosaline terkena pasal pelik dekat halaman depan. Lawan dia banyak sangat. Aku nak korang berdua bantu dia."
"Ei? Bantu Rosaline?!" tukas Arumugam kaget. Pasalnya jarang sekali Haryan meminta bantuan dari mereka, apalagi menyangkut tentang wanita terkuat di Supreme Diamond itu.
"Haiya, Tuan Ketua bergurau kah?" tanya Ah Meng tak kalah herannya, malah merasa agak ngeri karena terkadang Rosaline memperlihatkan tanda-tanda kepedofiliannya pada mereka berdua, khususnya terhadap diri Ah Meng pribadi. Kalau saja Ah Ming tidak mati-matian mempertahankan adiknya dari Rosaline, maka sudah lama Ah Meng menjadi bulan-bulanan Ratu Succubus itu.
Haryan mendengus. "Sayang sekali aku tak bergurau, Ah Meng," katanya tegas. "Aku nak korang bantu Rosaline sekarang juga! Dia salah satu ahli pasukan ONION yang paling diandalkan, walaupun peragai nafsu dia buruk macam tu. Kalau dia kalah, aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan keberlangsungan Organisasi ni."
"Hmp, baiklah kalau itu yang Anda mahukan, Tuan Ketua," ucap Ah Meng pasrah. Nada sambung terputus tanda telepon ditutup. Setelah itu, Ah Ming mendekati mereka berdua dengan tampang penasaran.
"Apa yang Tuan Ketua bincangkan dekat korang?" tanyanya.
Arumugam mendesis. "Dia nak kitorang bantu Rosaline dekat halaman depan," ujarnya muram. "Cih, apa yang istimewa daripada Rosaline? Sampai Tuan Ketua andalkan dia pulak. Kalau bukan Tuan Ketua yang suruh, mesti aku dah tolak perintah ni."
"Betul maa. Saya pon takut sikit," Tambah Ah Meng lesu lalu menatap Ah Ming. "Kak Ming, Akak nak sertai kitorang ke?"
Ah Ming menggeleng. "Maaf, Ah Meng. Akak tak boleh sertai korang sebab Akak tengah tunggu Mimi kat sini," katanya. "Ada benda penting yang Akak nak bincangkan dekat dia. Mestinya sekarang dia dah tiba pon."
"Haih, Apasal kau masih mahu ladeni budak manja tue?" dengus Arumugam kesal. "Apa yang dia kerja dekat Organisasi ni? Cuma buat eksperimen dekat badan mayat-mayat korban dia dan jadikan diorang patung koleksi dia. Patutlah nama kode dia 'Anak Bawang', hampir tak de lah keje budak tue."
"Mimi mungkin manja," sela Ah Ming. "Tapi bagaimanapun juga, dialah yang paling kejam di antara kita semua. Kalau ada satu pasal sahaja yang tak sesuai dengan kehendak dia, dia mesti marah besar. Lagipun dia anak tunggal kepada Tuan Haryan, jadi boleh saja dia yang akan jadi penerus Ketua dari Organisasi kalau-kalau Tuan Haryan dah tak lama lagi ada kat dunia ini."
"Betul apa yang Kak Ming cakap." Ah Meng mengangguk tanda setuju. "Wey Aru, lu tak ingat ke dengan Kes kematian Siti dua tahun lepas? Merinding badan saya ingat Kes tu. Saya tak habis fikir... sampai hati Mimi bunuh dan belah-belah badan dia. Untung sahaja Kes tue tak de yang lapor dekat pihak Polis. Kalau tak, dah habis jati diri badan ONION ni. Dan satu lagi. Mimi-lah yang paling marah selepas BoBoiBoy pindah dekat Pulau Rintis tue. Dia pun boleh bertukar peragai ma, dari yang awalnya budak ayu comel molek bertukar jadi Monster Psikopat!"
"Ahh, sudah, sudah! Tak habis-habis lah kita bahas pasal Mimi ni," potong Arumugam. "Baik kita pergi sekarang, Ah Meng. Tuan Ketua mesti marah kalau kita lamban!"
"Okey," balas Ah Meng lalu menoleh ke arah Ah Ming. "Akak, boleh tak hubungi satu kompi R.A.S.* dan satu kompi T.A.S.**? Kami butuhkan mereka sekarang."
"Baiklah." Ujar Ah Ming lalu melesat menuju sebuah mikrofon di atas meja tak jauh di hadapannya. Ia pun menggumam di depan mikrofon itu.
"Kepada satuan Kompi R.A.S. dan T.A.S, mohon sertai Mawar Liar dekat Halaman depan Markas pusat. Saya ulangi, Kepada satuan kompi R.A.S. dan T.A.S., mohon sertai Mawar Liar dekat halaman depan Markas pusat."
Tak lama kemudian, terdengar balasan dari speaker di atas Ah Ming.
"Arahan diterima. Satuan R.A.S. dan T.A.S. mulai bergerak menuju halaman depan Markas pusat untuk sertai Mawar Liar. Kami ulangi, Arahan diterima. Satuan R.A.S. dan T.A.S. mulai bergerak menuju halaman depan Markas pusat untuk sertai Mawar Liar."
Mendengar itu, Ah Ming menghembuskan nafas lega. Dipalingkannya kepalanya menuju Ah Meng yang telah menyandang dua bilah Katana yang sudah diasah di kedua sisi pinggangnya, juga Arumugam yang telah memikul sebuah senapan mesin di bahu kanannya dan menyampirkan dua buah pistol AK-47 di saku hem-nya. Melihat mereka sudah siap, Ah Ming tersenyum simpul lalu bergumam.
"Aku sudah hubungi Tim RAS dan TAS. Korang boleh pergi sekarang."
"Baik, kak," ucap Ah Meng lalu menoleh ke arah Arumugam. "Lu dah sedia, Aru?"
"Sedia," balas Arumugam nyengir sembari menyentak senapan mesin di bahunya. "Mari kita mulakan pestanya."
Sepeninggal kedua anak lelaki itu, Ah Ming membalik badan dan bersandar ke sebuah pilar besi di belakangnya. Dipandangnya Lab Sfera Kuasa yang dahulu didatangi BoBoiBoy dan teman-temannya saat Insiden Tengkotak itu terjadi dan tempat dimana Ochobot di-upgrade ini. Matanya melirik ke sebuah komputer bulat berleher panjang yang dahulu menyambut BoBoiBoy dan teman-temannya disana. Komputer bulat itu sudah tidak berfungsi sejak kematian Klamkabot. Dan Mimi-lah yang menonaktifkan semua sistem Lab Sfera Kuasa sejak saat itu dibawah perintah Haryan yang secara diam-diam telah memantau aktifitas di Pulau Apung.
"Menyedihkan."
Itulah kata yang keluar dari mulut Ah Ming. Gadis itu mendesah panjang. Dua jam yang lalu, sebuah gerombolan yang terdiri dari dua anak sekolah menengah, satu gadis Succubus berpakaian serba hitam putih bak sinar X dan seorang pemuda Cyborg yang begitu mirip dengan Ochobot menyusup ke dalam Lab itu dan memeriksa isinya. Ah Ming meringis geram karena ia dan Gaga Naz yang saat itu tengah berbincang santai di Pabrik Sfera Kuasa gagal menangkap gerombolan penyusup tersebut. Parahnya, rombongan itu mengambil tiga buah tabung suntik mini yang berisi ramuan penawar dari ramuan kontrol hasil ciptaan Ibu Mimi di Laboratorium pribadinya dan kabur, membuat Ah Ming dan Gaga Naz merasa ingin meremas-remas badan mereka layaknya kertas koran.
Namun ada satu hal yang disampaikan Gaga Naz padanya waktu itu, yang tentu saja membuatnya cukup bingung.
"Ah Ming, kau kena tahu, pemuda Cyborg itulah generasi kesembilan daripada Sfera Kuasa."
Gadis itu segera pasang tampang keras.
Kesimpulannya: Itukah Ochobot? Sfera Kuasa yang saat ini tengah diincar oleh Organisasi untuk dijadikan salah satu sumber kekuatan mereka? Ah Ming memukul dinding di sebelahnya. Ia kesal sekali. Ochobot-lah target mereka semua saat ini. Dan saat sang Sfera Kuasa generasi kesembilan itu muncul di rombongan penyusup tersebut, Ah Ming benar-benar tidak siap untuk menangkapnya.
Detik berikutnya ia tersenyum getir.
"Tenang sahaja. Semuanya akan berjalan sesuai rancangan Tuan Haryan."
Gelap.
Ya, Gelap. Mungkin itulah kata yang bisa menjelaskan apa yang dilihatnya kini.
'Kaizo, Pin Juan Liau'
'Bi shang yan jing kuai shui jiau'
'Shui de zhao shen ti hao'
'Kaizo shi ge hao bao bao'
Eh?
Suara itu... Suara seorang perempuan tengah menyanyikan lagu tidur untuknya. Perlahan Kaizo membuka matanya. Begitu semuanya sudah tampak jelas, serta-merta ia tertegun.
Di atas kepalanya terlihat sesosok perempuan berwajah lembut. Rambut ungunya dijepit keatas dengan sebuah tusuk konde. Mata merah pink miliknya memberi kesan ketenangan tiada tara. Pakaiannya bak bidadari dari kayangan. Rupanya kepala Kaizo sedang berada di atas pangkuan pahanya, membuat pria itu untuk sementara waktu tidak bisa berkata-kata.
"Ah, Kau sudah bangun, Kaizo."
Perempuan itu bergumam dengan suaranya yang selembut sutra. Kaizo, yang rasa kagetnya belum hilang sepenuhnya, segera bangun dari pangkuan wanita itu dan membalik badan hingga ia dan perempuan itu saling berhadapan satu sama lain. Diperbaikinya posisi duduknya. Sesaat Kaizo memandang wajah perempuan itu lamat. Detik berikutnya, ia mencicit pelan dengan wajah terpana.
"Mak..."
Halaman Depan Gedung Markas Pusat O.N.I.O.N., 27 Juli 2014 pukul 16:02
"BERSEDIALAH UNTUK MELAWAAAANNNN, WAHAI TRIO TRENDY KEBENARAAAANNNN!"
Papa Zola berteriak lantang di atas punggung J-Rex-nya, bertindak sebagai pemimpin dari kumpulan 'Trio Kebenaran' bersama dengan Tok Aba dan Iwan yang masing-masing berada di sisi kanan dan sisi kirinya. Ketiganya langsung pasang kuda-kuda di hadapan Rosaline dan ketiga 'Pelayan Setianya'. Yang ditatap hanya pasang wajah kencang. Sikapnya acuh tak acuh ditambah senyuman menggelikan tanda meremehkan.
"Pfft-! Trio Kebenaran? INI TRIO KEBENARAN?!" ucap Rosaline menahan geli melihat penampakan ketiga Pahlawan kesiangan (Atau mungkin empat jika J-Rex ikut dihitung) itu. "Korang cuba nak melawak kat hadapan aku, eh? Hahahahahahahhahahaaaa! Hebat, Hebat... Sayangnya gertakan tu tak kan cukup buat lemahkan aku."
"Ckckck." Papa Zola mendecak-decakkan lidah. "Mungkin Kebenaran telah Kesiangan. Tapi sesiapa yang mencuba untuk menghinakan Kebenaran mesti merasakan akibatnya! Ayo, serang diaaaa!"
Tok Aba terhenyak. "Kejap, Papa Zola," katanya tiba-tiba. "Kita tak boleh serang Rosaline tue secara langsung. Tiga pecahan daripada cucu aku masih ada dekat bawah pengaruh kawalan minda dia. Kalau kita serang Rosaline tue secara spontan, pecahan-pecahan Cucu aku mesti pertahankan dia, dan itu boleh sahaja melukai diorang."
"Um! Um!" Iwan mengangguk tanda setuju. Anak itu berpikir, serangan langsung tidak akan berguna banyak dalam situasi kalut seperti sekarang. Wajahnya menjadi sumringah begitu melihat Papa Zola mengangguk-angguk kecil.
"Hmm, betul juga apa yang Tok Aba cakapkan tu," katanya sembari mengelus-elus dagunya sendiri. "Tapi macam mana kita nak serang Rosaline tanpa melawan pecahan-pecahan BoBoiBoy yang ia kawal tue, Haaaahhhh?!"
"Haish, takde cara lain ke?" ucap Blaze sedih lalu memandang Gempa yang masih belum siuman di rangkulannya. Ia semakin sedih melihat Taufan, Ice dan Halilintar yang masih saja berada dibawah pengaruh Cecair Kontrol Rosaline. Kalau saja kondisinya sudah lebih baik, ia bisa membantu menyadarkan mereka. Namun kelihatannya usaha itu tidak banyak gunanya.
Sekonyong-konyong Ochoboy yang berada di sebelahnya terhenyak dan memanggil Iwan.
"Iwan! Kau masih simpan Cecair penawar yang kita jumpa dekat bekas Lab Sfera Kuasa tadi ke?"
Mendengar itu, Iwan tersentak dan baru-buru merogoh saku celananya. Dikeluarkannya tiga buah tabung suntik berukuran mini yang berisi suatu cairan berwarna biru keunguan. Spontan Tok Aba dan Papa Zola melongo melihat ketiga benda itu.
"Itu Cecair Penawar buat apa, Iwan?" tanya keduanya serempak. Iwan yang memang tidak terbiasa berbicara secara langsung segera menunjuk Ochoboy guna memberikan penjelasan lebih lanjut. Menyadari tudingan Iwan, Ochoboy langsung cengar-cengir.
"Sebenarnya-"
'Sebenarnya-'
(Dua Jam yang Lalu)
Gedung Markas Pusat ONION, 27 Juli 2014 pukul 13:05
Setelah Papa Zola membagi-bagi semua anak menjadi tiga kelompok, mereka pun berpencar. Kelompok Papa Zola, Gamma, Kevin dan Amar Deep masuk ke gedung bagian kanan. Kelompok Ochoboy, X, Iwan dan Stanley masuk ke gedung bagian kiri. Kelompok Gempa, Yaya, Infra, Gopal, Ying, Amy, Melody dan Melissa mengawasi halaman depan gedung markas pusat.
Untuk kelompok pertama yaitu kelompok Papa Zola, mereka masuk dengan berjingkat-jingkat ke bagian lift dan langsung naik menuju lantai sembilan puluh dimana secara kebetulan mereka menemukan Ice, Halilintar dan Taufan di ruang tahanan di sana.
Kelompok Gempa mengawasi keadaan sekitar halaman depan gedung. Tak lama kemudian, Infra memutuskan untuk menelaah halaman belakang dimana ia menemukan Koko Ci di sana.
Lain halnya dengan kelompok Ochoboy, dimana mereka salah masuk ke dalam Lift yang ternyata membawa mereka ke ruang bawah tanah. Mereka baru menyadari ini ketika sudah masuk ke dalam lift dan tanpa sengaja menekan tombol TURUN.
"Eh? Kita salah masuk lift ke?" tanya Stanley heran. Heran karena tombol dalam lift itu hanya ada tiga: 'TURUN', 'TUTUP' dan 'BUKA'. Tidak ada tombol menuju ke atas sama sekali.
X mendengus. "Nampaknya kau betul." tukasnya kesal. "Kita salah masuk lift. Macam mana ni, Ochoboy?"
Ochoboy berpikir keras. Sepuluh menit kemudian, ia akhirnya menyerah.
"Kita kena keluar dari lift nie dan cari lift yang pergi ke atas." katanya seraya menekan tombol 'BUKA'. Mereka keluar dari lift itu dan mendapati diri mereka berada di gua kristal dimana Klamkabot bertemu dengan Ochobot secara empat mata setahun silam. Stanley dan Iwan melongo hebat melihat gua itu. Apa lagi yang lebih indah dari melihat kristal-kristal zambrud yang bertebaran di lantai gua? Dan ini adalah kali pertama mereka melihat gua yang satu setengah tahun sebelumnya pernah diinjak oleh BoBoiBoy dan teman-teman superhero-nya. Dan karena gua inilah Ochoboy sadar kalau mereka telah berada di Dimensi asli mereka dimana Pulau Apung berada.
X menoleh ke Ochoboy yang tampaknya tengah asyik menerawang ke masa lalu.
"Ochoboy, kau dah pernah datang kesini ke?" tanyanya.
Ochoboy mengangguk. "Betul. Aku pernah datang kesini, tepatnya semasa aku digunakan Yoyo Oo untuk mendeteksi Klamkabot. Untungnya Klamkabot berjaya lepaskan aku dari gari sinyal yang mengikat tubuh aku masa tue," ucapnya bernostaligia. "Tapi yang lagi penting, kita kena cari jalan keluar dari sini."
"Oh, aku lupa sangat pasal tue," ucap X malu-malu sungkan. "Jom kita pergi cari jalan keluar tue, kawan-kawan."
"Jom!"
Mereka menelusuri gua kristal itu. Ochoboy merasakan sebuah sinyal kuat dari sebuah jalan setapak tak jauh dari mereka. Ia menelusuri jalan setapak itu diikuti oleh X, Stanley dan Iwan. Lima menit berlalu. Mereka pun tiba di ujung jalan setapak. Ochoboy melongokkan kepala ke balik dinding gua di ujung jalan setapak itu. Serta-merta kedua mata biru lautnya terkejut begitu melihat apa yang ada di balik dinding gua tersebut.
"I- Ini..."
Di balik dinding gua itu terbentang rongga gua yang besar sekali. Dan itu bukanlah sembarang rongga gua yang kosong melompong, melainkan ada beberapa sektor penanda Pabrik disana. Di pabrik itulah para ilmuwan Galaksi menciptakan Sfera Kuasa dari beberapa Cyborg Ultra Humanoid yang terpilih, dan Ochobot adalah salah satunya.
Sfera Kuasa generasi kesembilan itu menelan ludah. Ia kenal betul dengan tempat ini.
Kilang Sfera Kuasa.
"I- Ini ke tempat kau dirakit dahulu, Ochoboy?" tanya X takjub sembari melirik Ochoboy. Yang dilirik langsung balas mengangguk.
"Ya. Disinilah para Sfera Kuasa dicipta," jelas Ochoboy. Ia sibuk menerawang tempat itu. Satu setengah tahun yang lalu, Klamkabot membawa BoBoiBoy dan teman-temannya ke tempat ini. Beberapa bagian Pabrik tampak hancur akibat serangan Bora Ra dan Gaga Naz dahulu. Tempat itu terlihat sangat tidak terurus. Mesin-mesin yang tidak dilapisi aluminium ataupun bahan pelindung logam sebangsanya terlihat mulai berkarat. Kabel-kabel banyak yang putus akibat digigiti makhluk-makhluk gua. Mungkin kondisinya memang sudah seperti ini sejak Klamkabot menyuruh Ochoboy dan para Ultra Humanoid yang merangkap sebagai Sfera Kuasa untuk melarikan diri, Dan pelarian itu disebabkan oleh satu hal kecil namun sepele yaitu keserakahan pihak-pihak jahat di seluruh galaksi yang begitu menginginkan kekuatan-kekuatan fantastis dari mereka.
Sekonyong-konyong acara pengkhidmatan Ochoboy dan kawan-kawannya terhadap Kilang Sfera Kuasa diinterupsi oleh sebuah seruan.
"Siapa korang ni, Hah?!"
Ochoboy menoleh, diikuti X yang tentu saja segera menyikut Iwan dan Stanley yang sedang asyik-asyiknya mengagumi Pabrik antik pembuat Sfera Kuasa itu. Kedua anak itu terhenyak begitu melihat siapa yang berseru pada mereka.
Sesosok Alien berpotongan raksasa dengan dua capit logam di punggung lebarnya. Tidak lain dan tidak bukan dialah Gaga Naz, Alien terkuat di pasukan Tengkotak setelah Bora Ra. Namun ia tidak sendiri. Seorang gadis berusia sekitar 14 atau 15 tahun berdiri di sebelahnya. Rambut panjangnya yang berwarna ungu kehitaman dikuncir dua. Kedua mata sipitnya terlihat dari balik kacamatanya yang berbingkai warna merah marun. Pakaiannya bernuansa a la Kungfu. Ochoboy dan teman-temannya terhenyak melihatnya. mungkin karena penampakan gadis itu mengingatkan mereka pada Fang.
"Kejap, Ah Ming," ucap Gaga Naz seraya memicingkan matanya pada Ochoboy. "Kau Ochobot? Wah, ini baru kejutan namanya. Tak sangka salah satu target yang kitorang incar ada kat sini. Kau mesti masih simpan Kuasa Teleportasi dari Klamkabot. Kapten Bora Ra mungkin boleh kau kalahkan. Tapi kali ini kau tak kan boleh lari dari kami!"
"Gaga Naz, siapa dia?" tanya gadis di sebelahnya yang dipanggil dengan nama Ah Ming. Dilihatnya Ochoboy dari ujung rambut hingga ujung kaki. "Penampilan dia macam Cyborg Ras Ultra Humanoid. Tapi kenapa insting aku macam cakap kalau dia adalah salah satu daripada Sfera-Sfera Kuasa yang kita incar."
Gaga Naz menghela nafas panjang. "Ah Ming, kau kena tahu, pemuda Cyborg itulah generasi kesembilan daripada Sfera Kuasa."
"Hah? Generasi kesembilan daripada Sfera Kuasa?" tanya Ah Ming kaget. Ditatapnya Ochoboy lamat. "Kalau macam tu kami takde pilihan lain selain membawa kamu ke Tuan Ketua."
"Hmp, tak kan semudah itu kau nak ambil Ochoboy dari aku." X tahu-tahu sudah menghadang Ah Ming seraya menghunus pedang sinar X-nya ke depan. "Tamak betul! Korang ni memang tak habis-habis dengan ambisi gila korang! Jangan berani korang sentuh dia!"
"Mi- Mila, maaf. Tapi kami tak nak begaduh dengan diorang tu," ucap Stanley gugup. "Lagipun aku dan Iwan takde kuasa pon. Mestilah kami akan kalah teruk nanti."
"Betul apa yang Stanley cakap," angguk Ochoboy setuju seraya berbisik. "Walaupun diorang cuma berdua, tapi kita memang kalah dari segi kuasa, terutama Gaga Naz, dia sukar untuk dikalahkan. Lagipun kita tidak tahu apa kebolehan gadis yang penampilan dia macam Fang tu. Dia memang takde senjata. tapi aku boleh rasa kalau dia pon cukup berbahaya."
"Oke lah kalau macam tue," ujar X pasrah. "Nah, aku punya rancangan bagus sekarang."
"Rancangan apa tu?"
"LARI!"
X menjerit sembari menyentak lengan Stanley dan Iwan serta menyambar tangan Ochoboy dan segera saja ambil langkah seribu, membawa ketiga lelaki itu sejauh mungkin dari Ah Ming dan Gaga Naz. Keduanya terkejut sekali melihat mangsa mereka tahu-tahu sudah lari tunggang langgang.
"Tch, mana korang nak lari, Heh?" Ah Ming mendecih kesal lalu melirik Gaga Naz. "KEJAAARRRR!"
"OKEY!"
Mereka langsung pasang ancang-ancang dan menyerbu ke arah Ochoboy dan kawan-kawannya. Insiden kejar mengejar kembali terjadi di Kilang Sfera Kuasa. Ah Ming, dengan kecepatan larinya yang luar biasa ditambah dengan kelenturan tubuhnya akibat sering berolahraga, dapat bergerak dengan gesit sekali. Dengan lincah gadis itu melompati jurang-jurang di bawah kakinya, menapakkan kakinya ke satu menara pabrik ke menara pabrik yang lain. Sesekali ia meluncur di atas kabel-kabel tipis dengan keseimbangan yang tidak terduga. Gaga Naz menyusulnya dari belakang menggunakan Jet Pack bertenaga Plasma di punggungnya sembari terus menerjang ke arah mangsa mereka.
"Itu mereka! Jangan biarkan lolos, Ah Ming!"
"Aku tahu lah! Jangan banyak cakap lagi, Gaga Naz. Kita tak kan berhenti sebelum kita dapatkan mereka!"
Sementara itu, Ochoboy menemukan sebuah kotak besi yang hanya cukup dimuati oleh dua orang. Ia memutar otak lalu menatap teman-temannya.
"Stanley, Iwan, korang naik ke dalam kotak ni sebab korang tak boleh terbang," katanya lalu menatap X. "Mila, kau pegang sisi kiri kotak ni. Aku pegang sisi kanan. Kita akan terbangkan kotak ni bersama dengan Iwan dan Stanley. Cepat! Kita tak punya banyak masa lagi. Kalau Gaga Naz dan Ah Ming sudah dapat kita, habislah!"
Iwan dan Stanley buru-buru melompat masuk ke kotak itu. X segera menyambar sisi kiri kotak sementara Ochoboy memegang sisi kanan. Mereka segera menerbangkan kotak yang dimuati oleh Iwan dan Stanley dan melesat. Melihat itu, Gaga Naz menggeram gemas lalu berteriak lantang.
"Jangan mimpi korang boleh lari dari kami. HEAAAAHHHHHHH!"
BLAAAAAASSSSHHHH!
Alien raksasa itu menembakkan Laser kendali dari kedua cakar logam raksasa di punggungnya menuju Ochoboy dan kawan-kawannya. Iwan menjerit panik melihat itu dan langsung pingsan di lantai kotak sementara Stanley menutup kedua matanya dengan tangan. Jantungnya berdegup begitu kencang. Dia sudah bosan bertemu dengan Alien kepala kotak. Tapi untuk Gaga Naz, itu merupakan pengecualian.
"Cepat! Kesana!" Ochoboy berseru sembari mengangguk ke arah sebuah ceruk di tebing. Ia dan X membawa kotak berisi Iwan dan Stanley ke ceruk itu. Waktu yang tepat. Laser kendali Gaga Naz mengenai bingkai ceruk tebing dan meruntuhkan bebatuan di atasnya dan membuat ceruk itu menjadi jalan buntu sehingga Ah Ming dan Gaga Naz tidak bisa melewatinya untuk mengejar Ochoboy dan teman-temannya.
"Hish, apasal kau tembak lohong ceruk tue?"gerutu Ah Ming pada Gaga Naz. "Tengok! Sekarang kita tak boleh kejar diorang. Padapun kita nyaris dapatkan diorang tadi."
Gaga Naz mendesah hambar. "Maaf, Aku tak fikir akan jadi macam nie," tukasnya malu. "Takde jalan lain ke?"
Ah Ming menatap ceruk yang telah ditutupi bebatuan itu sejenak. Tiba-tiba sebuah ide singgah di benaknya.
"Gaga Naz, kita kena balik ke dimensi gedung Markas Pusat."
"Eh?" Gaga Naz mengerutkan kening tanda bingung. "Kau tak nak kejar diorang lagi ke?"
Ah Ming mendengus. "Mestilah aku nak kejar diorang," katanya. "Tapi aku dapat satu idea. Ceruk tue ialah pintu belakang daripada Dimensi Lab utama Sfera Kuasa. Dan gedung Markas pusat punya bilik lift teleport yang langsung menuju kesana. Jom, Gaga Naz. Kita tak boleh biarkan diorang terlepas dari kita!"
Sepeninggal Ah Ming dan Gaga Naz, X mengintip dari celah-celah bebatuan yang menutupi ceruk gua dimana ia dan teman-temannya bersembunyi. Menyadari pengejar mereka sudah pergi, ia menoleh ke Ochoboy dan Stanley tak jauh di belakangnya.
"Diorang dah pergi beredar," ucapnya pelan." Nasib baik Gaga Naz tembak ceruk nie, jadi jalan ni dah buntu buat diorang."
"Memang bagus," kata Stanley menimpali. "Tapi kita dah terperangkap dalam ceruk nie tau! Iwan pon masih pengsan. Macam mana kita nak keluar?"
Ochoboy melayangkan pandangan ke kegelapan di hadapannya. Sinyal otaknya mendeteksi sesuatu yang kuat di kegelapan itu. Disikutnya Stanley dan menuding ke kegelapan di hadapannya.
"Nampaknya aku tahu jalan ni," ucapnya yakin. "Stanley, bawa Iwan di punggung kau. Mila, jaga-jaga di belakang, boleh sahaja ada musuh di sekitar kita. Aku akan pandu korang buat lewati jalan ini."
"Hmm, okey." Stanley bergumam seraya memapah tubuh Iwan yang lebih kecil darinya. X berjalan di belakangnya seraya mengawasi keadaan sekitar kalau-kalau ada anggota ONION di sekitar situ. Ochoboy menyalakan matanya yang berfungsi sebagai senter. Mereka menelusuri kabut dan kegelapan itu.
"Kau yakin ke ada jalan keluar dekat sini, Ochoboy?" tanya X sangsi. "Tak nampak pun benda dekat sini."
Stanley mengangguk. "Betul tue. Takde apapun. Gelap sangat. Kau pasti ke?"
"Aku pasti kot," balas Ochoboy mantap. Ia lalu berseru tertahan. "Nah, kita dah tiba!"
"He- Eh?"
Sekonyong-konyong tiga buah robot mungil muncul dari depan mereka dan memindai tubuh Ochoboy. Mereka lalu masuk ke dalam sesuatu, dan sesuatu itu segera menampakkan dirinya: Sebuah pintu gerbang raksasa bermotif unik yang menyala dalam kegelapan. Stanley dan X menganga melihatnya.
"A- Apakah?" Stanley teranggap-anggap. "Tempat apa ni?"
Ochoboy tersenyum. "Nanti korang tahu je lah," katanya. Serta-merta gerbang itu terbuka di hadapan mereka dan menampakkan apa yang ada di belakangnya. Sang Sfera Kuasa Kesembilan segera menyeringai lebar.
"Kawan-kawan, Selamat datang di Lab Sfera Kuasa."
"Wuaaahhh!"
Stanley dan Milyra X menatap takjub. Ruangan Lab Sfera Kuasa itu cukup besar. Desainnya mengikuti teknologi mutakhir. Sayangnya ada satu yang janggal bagi Ochoboy. Robot penjaga Lab yang mengontrol Lab itu sekaligus yang menerima perintah Klamkabot untuk meng-upgrade Ochobot dahulu sudah tidak berfungsi, seakan sistemnya telah diretas dan diambil alih oleh orang lain.
"Pelik. Apasal dia tak aktif lagi ni?" tanya Ochoboy heran. Ia memeriksa sistem Lab Sfera Kuasa itu di sebuah komputer di depannya dan menemukan nama User baru yang menurutnya sangat asing.
'Anak Bawang'
"Eh?" Ia mengerutkan kening melihat nama itu. "Anak Bawang? Siapa Anak Bawang? Takde pon nama Sfera Kuasa cam nie. Kenapa-"
"Kenapa, Ochoboy?" X mendekatinya karena melihat tampang kaget Ochoboy. "Ada benda teruk ke?"
"Ehh, Ha'ah. Aku rasa Lab ini dah diretas secara ilegal. Dan nama peretas tue 'Anak Bawang'. Pelik tak?"
"Anak Bawang?" X merenung. "Nampaknya itu nama kode daripada salah sorang ahli Supreme Diamond daripada ONION. Ini mesti kerjaan diorang. Maaf, Ochoboy. Tapi memang dah macam nie jadinya."
Ochoboy mengangguk lesu. "Aku harap Lab ini tak disalahgunakan," katanya murung. "Kalau tak, bisa gawat!"
Ia mendekati robot penjaga Lab Sfera Kuasa yang dahulu meng-upgradenya dan memeluk robot itu dengan perasaan gundah.
"Terima kasih, kawan. Kau dah laksanakan tugas kau sebaik-baiknya," bisiknya lirih.
Beberapa menit kemudian...
"Iwan, Kau dah sedar?"
Iwan mendengar suara-suara yang memanggilnya dan segera siuman dari pingsannya saat dikejar Gaga Naz dan Ah Ming tadi. Matanya berkelibit. Tampak X, Ochoboy dan Stanley yang mengelilinginya. Iwan bangkit dari pembaringannya dan langsung tertegun melihat tempat dimana mereka berada sekarang. Melihat Iwan seperti itu, Ochoboy cepat-cepat menenangkannya.
"Takpe, Iwan. Kita dah aman," ucapnya lembut. "Masa kau pengsan tadi, kami jumpa jalan masuk kesini. Ini dia Lab Sfera Kuasa, dimana aku di-upgrade dulu."
Iwan mengerjapkan kedua matanya dan menatap Lab Sfera Kuasa dimana mereka berada sekarang dengan wajah berbinar-binar. Ia termasuk anak yang suka dengan kemajuan teknologi, dan setelah melihat Lab Sfera Kuasa, ia semakin terobsesi dengan hal itu. Setelah puas melihat-lihat, ia berpaling ke Ochoboy dan pasang tampang yang seakan berkata "Kita tak pergi kah?"
"Maaf, Iwan. Kita terpaksa sembunyi buat sementara waktu. Gaga Naz dan Ah Ming mungkin masih cari kita kat luar tue," kata X seakan mengerti dengan raut muka anak itu. "Kalau kita dah sedia, baru kita akan bergerak lagi."
Iwan mengangguk maklum. Sejenak mereka semua membisu. Tahu-tahu Iwan melihat sesuatu yang berpendar di sebuah rak kecil di sudut ruangan. Ia bangkit dari dudukannya dan mendekati rak itu. Diambilnya benda yang berpendar dari sana dan meneliti benda itu dengan seksama.
Benda itu adalah tiga buah tabung suntik yang masing-masing berisikan cairan berwarna biru keunguan yang tampak berpendar layaknya lampu neon. Iwan memekik senang dan berlari mendekati teman-temannya sembari memperlihatkan 'temuannya'.
" Benda apa tu, Iwan?" tanya Stanley. Jarang-jarang mereka melihat tabung suntik yang diisi dengan cairan menyala. Ochoboy mengambil salah satu tabung suntik dan memeriksanya dengan seksama. Mata biru lautnya membesar begitu melihat tulisan yang ditempelkan di tabung itu.
Nama: Cecair Penawar Kontrol Tipe 1J7yro
Indeks: 1O56p
Khasiat: Untuk menetralisir Cecair Kawalan tipe Xhr94uh
"Cecair Penawar Kawalan?" gumamnya. "Boleh juga. Bagus, Iwan! Ada baiknya kita simpan benda ni. Boleh-boleh digunakan nanti. Lagipun kita tak tahu apa yang akan berlaku selanjutnya, kan? Kan?"
"Tak secepat itu. Korang ingat boleh ambil barang-barang kat Lab ni sesuka hati? Hmp, tak patut sangat."
"Hah?"
Mereka menoleh ke asal suara dan mendapati Ah Ming dan Gaga Naz di ambang pintu Lab.
"Apa? Bi- Bila masa korang ada dekat sini?" tanya Ochoboy kaget bukan kepalang melihat musuh mereka tahu-tahu sudah memergoki mereka di tempat itu. "Dan apasal korang boleh tahu pasal Lab ini?"
Ah Ming mendengus. "Korang nie memang ada hal," ungkapnya sebal. "Korang tak tahu ke? Sejak kami jumpakan Lab ni satu setengah tahun lepas, kami segera buat lift penghubung dimensi dari Markas ONION menuju kesini dan meretas sistem Sfera Kuasa kat sini. Dan sekarang serahkan diri kau dan kami tak kan ganggu kawan-kawan kau lagi, Ochobot."
"Tch, dah berapa kali aku kata, jangan berani korang ambil Ochoboy!" X langsung saja naik pitam layaknya Boboiboy Halilintar. "Sampai bila korang tamakkan kuasa-kuasa dari Sfera Kuasa tue, Heh?! Pergilah! Jangan ganggu kami!"
"Kau jangan masuk campur!" bentak Ah Ming seraya menerjang ke arah Milyra X. "Ini pasal ONION dengan Sfera Kuasa, dan kau tak layak menginterupsi! TENDANGAN NAGA PUTIH!"
TRAAANNNGGGG!
Dengan sigap X mengeluarkan pedang sinar X-nya dan menangkis kaki Ah Ming yang hendak menendang wajahnya. Menyadari sepatunya mulai luruh akibat efek dari sinar X di pedang itu, Ah Ming buru-buru melompat mundur. Ditatapnya X dengan berang seraya bergumam kesal.
"Siapa kau ni sebenarnya?"
X mendengus. "Aku ialah pecahan dari Milyra, Puteri Mahkota dari Planet Tim Tam Dua dan anak daripada Rosaline!" katanya tegas. "Satu lagi, Ochoboy tu ialah mantan tunangan aku. Jangan harap kau boleh sentuh dia selama aku ada di sisi dia!"
Ah Ming terkejut. "Kau anak daripada Rosaline?" ujarnya kaget. "Apakah?! Rosaline tak pernah cakap kalau dia punya anak perempuan hebat macam kau. Dan kau kata Ochobot tu tunangan kau? Hah! Lawak apakah ini? Bila masa Sfera Kuasa boleh buat benda romantik? Hahahaha, kelakar apakah ini? Tapi tetap sahaja kau tak kan boleh gertak aku. Dan sekarang-"
"Ah Ming, tak payah lah kau serang diorang." Gaga Naz yang sedari tadi diam segera memotong pembicaraan. "Kuasa kau ialah bela diri dengan tangan kosong, bukan dengan senjata. Milyra X tu nampaknya memang berbahaya untuk petarung fisik macam kau. Biar aku yang uruskan diorang."
"Tak. Aku yang akan belasah diorang," ucap Ah Ming bersikeras lalu kembali pasang kuda-kuda. "Mungkin aku memang tak patut buat lawan Milyra X, tapi aku mungkin masih boleh dapatkan Ochobot. Baiklah, kau milikku! TUMBUKAN TELAK! Hiaaaahhhh!"
TRANG!
"A- APA?!
Kali ini Ochoboy yang meladeninya. Ditangkisnya tinjuan Ah Ming dengan tangan robotnya yang sekeras besi. Dengan lihai ia memutir lengan Ah Ming yang masih bebas ke belakang dan menahan gadis itu agar tidak bisa bergerak leluasa. Tentu saja Ah Ming dan Gaga Naz terkejut sekali, terutama Ah Ming. Ia tidak menyangka Sfera Kuasa generasi kesembilan itu bisa menahan serangannya telak.
"Ka- Kau... Bila masa kau boleh tahan serangan aku?!" ucap Ah Ming kaget sekaligus kesal. Ia meronta di cengkeraman Ochoboy. "Lepaskan aku!"
Ochoboy menguatkan cengkeramannya hingga Ah Ming kepayahan. "Kau yang buat pasal ni," katanya. "Dan satu benda yang patut kau tahu, aku memang lemah dalam wujud Segera Kuasa. Tapi dalam wujud Ultra Humanoid ini, kau tak boleh remehkan aku. Aku Ochobot, Sfera Kuasa Generasi Kesembilan, dan kau tak layak remehkan aku!"
Ia pun berpaling ke arah X, Iwan dan Stanley yang berdiri mematung tak jauh di belakangnya.
"Korang semua lari dulu! Aku akan susul korang nanti."
X terkejut. "Tapi Ochoboy-"
"LARI DULU!"
"Ba- Baiklah..."
"Lewat sana!" Stanley segera menuding ke lift dimensi yang menghubungkan Lab Sfera Kuasa dan Markas ONION dimana Ah Ming dan Gaga Naz masuk tadi. Iwan buru-buru mengantongi tiga tabung suntik yang berisi ramuan penawar itu ke dalam kantung celananya dan menyusul Stanley diikuti Milyra X. Melihat itu, Gaga Naz segera mencegat mereka.
"Mana Korang nak lari, HAH? Heeeaaaahhh!"
BLAAAASSSSS!
Ditembakkannya laser kendali dari kedua cakar logam raksasanya menuju ketiga anak itu. Spontan X berseru.
"ELAK!"
Langsung saja Iwan dan Stanley menjatuhkan diri dan ambil posisi tiarap di lantai Lab sementara Laser itu mendesing di atas kepala mereka. X yang tidak tiarap langsung mengangkat tangannya ke arah laser itu.
"TEMBAKAN SINAR X!"
GLADUAAAAAARRRRR!
Ledakan besar terjadi di dalam Lab Sfera Kuasa akibat tabrakan laser dan sinar X itu, namun tidak cukup kuat untuk menghancurkan Lab Sfera Kuasa. Ah Ming terbatuk-batuk karena asap hasil ledakan. Begitu asap itu menghilang, ia dan Gaga Naz tertegun.
Mereka melihat pintu lift dimensi menuju Markas pusat ONION, dan Ochoboy, X, Iwan serta Stanley sudah tidak ada disana.
"Bagus. Sekarang diorang dah kabur," ujar Gaga Naz ketus.
Ah Ming meringis. "Korang... Korang memang nak cari gara-gara dengan kami," desisnya berang. "Jaga kau, Ochobot... Jaga kau!"
Ia menekan tombol di sebelahnya sembari tersenyum getir.
"Korang akan rasakan akibatnya melawan kami."
Sementara itu, Ochoboy dan teman-temannya sudah berada di dalam lift yang membawa mereka menuju lantai 90 dimana Papa Zola dan gerombolannya sudah berhasil menemukan pecahan-pecahan BoBoiBoy yang ditahan Rosaline disana. Iwan menghembuskan nafas lage seraya merogoh kantung celananya dan mengeluarkan tabung-tabung ramuan penawar yang diambilnya tadi. Ochoboy bersandar di sebelahnya dan menatap tabung-tabung itu seraya tersenyum hangat.
"Setidaknya kita dah jumpa benda ni. Mungkin akan bermanfaat nanti," katanya bangga seraya menepuk bahu anak itu. "Kerja bagus, Iwan."
Iwan menyeringai, seakan-akan ia telah menerima hadiah Olimpiade tingkat Nasional. Dianggukkannya kepala tanda setuju. Tak lama kemudian mereka telah tiba di lantai 90 markas Organisasi.
(Kilas Balik Waktu berakhir)
"Tu lah cara kitorang dapatkan Cecair Penawar ni," kata Ochoboy mengakhiri penjelasannya. "Nasib baik kami boleh lepaskan diri dari Ah Ming dan Gaga Naz tue. Kalau tak, kami mesti dah takde kat sini."
"Fiuhh- baguslah kalau macam tue, Ochobot. Kau memang pekerja terbaik Atok!" tukas Tok Aba gembira seraya menepuk-nepuk rambut pirang sang Sfera Kuasa. Yang ditepuk langsung saja tersipu."
"Hehee- makasih, Tok Aba," balas Ochoboy malu-malu.
"Tapi macam mana kita nak gunakan Cecair Penawar nie, Hee?" tanya Papa Zola seraya mengambil tiga tabung suntik berisi cairan penawar dari tangan Iwan. "Tak mungkin pecahan-pecahan daripada BoBoiBoy relakan diri diorang buat disuntik selama diorang masih dalam kawalan Rosaline."
"Eh, betul juga tue. Jadi apa rancangan yang-"
"Hoi! Apahal korang buang masa kat situ, Heh?!" Rosaline membentak karena sudah habis kesabaran. "Dah sepuluh menit korang berbincang. Korang ni memang nak cicip kekalahan rupanya."
"SIAPA CAKAP KAMI NAK CICIP KEKALAHAN, HAH?! Papa Zola balas membentak. "Kebenaran tak kan pernah sudi untuk mencicipi kekalahan, tapi Kebenaran-lah yang akan membuatmu mencicipinyaaaa!"
"Dah tue, apasal lama sangat?!"
"Kau nie, tak sabar betul," dengus Tok Aba ikut menimpali. "Sabar tue sebahagian daripada Iman. Kau tak tahu ke?"
"Ehh, Tok Aba. Rosaline tue jahat. Mana dia dengarkan cakap Atok tue?" tanya Ochoboy bingung."
"Eh, betul lah," ungkap Tok Aba tersipu. "Hehehe... dah tua dah Atok ni."
"Hmm, jadi apa rancangan kita sekarang?" Papa Zola menarik-narik janggutnya, berpikir keras. Tahu-tahu gumaman Ray membuyarkan lamunannya.
"Oh, apa kata kalau Papa Zola, Tok Aba dan Iwan uruskan pecahan-pecahan Boboiboy yang dikawal Rosaline tue masing-masing satu? Dengan begitu, Anda semua tak kan kewalahan sangat. Dan satu lagi. Masing-masing daripada Anda bertiga kena suntikkan cecair penawar yang Iwan jumpa tue ke pecahan BoBoiBoy yang anda uruskan. Dengan begitu Anda bertiga tak lah susah-susah sangat buat belasah Rosaline."
"Syabas, Anak muda! Ideamu memang bernas!" Papa Zola langsung tersenyum sumringah sampai-sampai kumisnya ikut terangkat. "Baiklah! Kebenaran telah memutuskan bahwa Papa yang akan uruskan BoBoiBoy Taufaaaannn!"
"Eh? Kenapa Cikgu nak uruskan Taufan?" tanya Blaze heran.
"Awak nampak Jam kuasa Cikgu nie?"
"Ehhh... iya?"
"Ini Jam kuasa manipulasi Graviti kan?"
"Ehh- Ha'ah?"
"Dan BoBoiBoy Taufan tue boleh terbang kan?"
"I-Iya, Cikgu."
"Dah tue APASAL AWAK TANYAKAN SOALAN TUE HAHH?!" ujar Papa Zola menghujani Blaze dengan air liurnya. "Kerana Cikgu pakai manipulasi Graviti, maka Cikgu boleh tahan BoBoiBoy Taufan tue agar tak boleh terbanggg!"
"Shh-! Jangan cakap kuat-kuat, Cikgu," ucap Amar Deep gugup karena frekuensi suara Papa Zola yang terkesan tinggi. "Nanti Rosaline dengar!"
"Hehehe, maaf, maaf," balas gurunya dengan senyum memalukan. "Nah, sekarang siapa yang mahu uruskan BoBoiBoy Halilintar dan BoBoiBoy Ice tu?"
Tok Aba memasang pose berpikir. Tak lama kemudian, beliau mengangguk. "Baiklah. Atok yang akan uruskan BoBoiBoy Halilintar," ucapnya mantap. "Atok kan gunakan jam kuasa manipulasi masa, jadi boleh lambatkan kelajuan BoBoiBoy Halilintar. Dia kan laju."
"Okey! Iwan, kau uruskan BoBoiBoy Ice!" tunjuk Papa Zola pada Iwan, membuat wajah anak itu memucat seketika. Ia langsung menggelengkan kepala cepat-cepat.
"Eh? Kenapa kau tak nak uruskan dia, Iwan?" tanya Fang yang sedari tadi diam karena memulihkan tubuhnya yang baru saja dihajar hingga nyaris babak belur. Iwan menautkan kedua jari telunjuknya, suatu kebiasaan kalau dia terlampau gugup. Melihat sikap anak itu, Tok Aba segera mengangguk mengerti.
"Nampaknya Iwan bingung macam mana dia nak uruskan BoBoiBoy Ice dengan kuasa manipulasi molekul tu." kata beliau berkesimpulan. "Tak pe, Iwan. BoBoiBoy Ice tu kan santai dan pasif. Kau boleh tembakkan kuasa tukaran molekul tu kalau-kalau dia nak serang kau nanti. Selebihnya terserah dari kau cara buat taklukkan dia."
Iwan mengangguk, senang mendengar usulan Kakek dari BoBoiBoy walaupun ia masih saja ragu. Ia pun pasang kuda-kuda bersama dengan Papa Zola dan Tok Aba.
"Baiklah kalau macam tue," ujar Papa Zola dengan nada suara berkeyakinan tinggi. "Ayo, Trio Kebenaran! KITA BERPENCAR!"
"OKEY!"
Segera saja ketiga orang itu membawa masing-masing satu tabung suntik yang berisi cairan penawar ramuan kontrol dan mengambil posisi masing-masing untuk menghadapi 'target' mereka. Papa Zola dan J-Rex pasang ancang-ancang di hadapan BoBoiBoy Taufan, Tok Aba menapakkan kakinya tak jauh dari depan BoBoiBoy Halilintar, dan Iwan yang masih saja gugup dengan ragu-ragu memasang posisi kuda-kuda tak jauh dari hadapan BoBoiBoy Ice. Tentu saja ini membuat Rosaline kebingungan.
"A- Apa yang korang nak buat ni, He?" tanyanya dingin. "Tak kan kubiarkan korang ambil balik 'Pelayan-pelayan setia' aku. SERANG DIORANG!"
"BAIK!"
Papa Zola dan J-Rex segera menggertak Taufan.
"Wahai anak didikku, Kembalilah kepada pangkal Kebenaran!" bujuk Papa Zola dengan gaya heroik. Taufan yang masih dalam mode pengaruh Rosaline hanya memandang dengan wajah datar. Ditatapnya Papa Zola dengan pandangan dingin.
"Siapa kau ni?" tanyanya datar, membuat Papa Zola terkejut.
"Apa?! Kau tak ingat guru kauuu?!" desisnya kaget. "Ckckck, Nampaknya kau kena diajar untuk menghormati guru, wahai anak tidak tahu diri! HOAAAAAHHHH-!"
Papa Zola dan J-Rex mengambil konsentrasi penuh hingga mereka berkeringat dingin. Muncul sebuah lingkaran pink raksasa di bawah mereka, membuat semuanya takjub.
"Wow, Kuasa Graviti yang hebat!" puji Ochoboy dengan mata berbinar-binar.
"Sekarang kau akan merasakan erti dari sebuah penyesalan," tukas sang guru 'Kebenaran' dengan nada sarkastik. Ia pun berteriak lantang.
"KUASA TERBANGAN GRAVITIIIIIII!"
BLAAAAAAAAASSSSSSSHHHHHH!
Serangan Dashyat itu menimbulkan dentuman yang cukup besar. Begitu dentuman itu berakhir, Papa Zola dan J-Rex sudah tidak ada di tempat mereka berdiri.
"Aik? Mana diorang pergi?" tanya Adu Du heran. Sekonyong-konyong ia mendengar sebuah pekikan dan geraman panik.
"Adeh! Apahal ni?! Cikgu tak boleh kawal terbangan macam nie lah! GAAAAAAHHHHHH!"
"GROOOAAAAAAAA!"
"Heeeee?!"
Semuanya melihat ke langit, dan mendapati Papa Zola dan J-Rex terbang tidak terkendali. Semuanya segera sweatdrop berjama'ah melihatnya.
"Pulah," tukas mereka dengan wajah bosan. Rosaline mendecih.
"Tsk, tak guna punya Cikgu," tukasnya kesal lalu menoleh ke arah Taufan. "Hapuskan dia!"
"Okey..."
Taufan menerjang ke arah Papa Zola dan J-Rex yang sedang terbang tidak tentu arah itu. Melihat anak itu, Papa Zola dan J-Rex secara ajaib berhasil menyeimbangkan tubuh mereka di udara.
"Kembalilah pada Kebenaran, Wahai anak muda!" pekiknya lalu memberikan sebagian kekuatan manipulasi Gravitasi pada J-Rex. Bersama-sama mereka melakukan serangan kombo. "Ayo, Jerungku! HENTAKAN KEBENARAAAANNNNN!"
"GRAAAAAAAA!"
DUAAAAAAKKKKK!
"ARGH!"
Taufan terhempas ke tanah akibat tabrakan kuat Papa Zola dan J-Rex yang menubruk dirinya itu. Belum sempat ia berdiri, Papa Zola sudah terlebih dahulu meletakkan sebuah lingkaran gravitasi di bawah tubuhnya sehingga BoBoiBoy pengendali angin itu kembali terhempas ke tanah.
"Nah, sekarang Papa akan membawamu kembali pada Kebenaraaannn!" ucap Papa Zola seraya menyiapkan tabung suntik berisi cairan penawar ramuan kontrol di tangannya dan menghujamkannya pada lengan Taufan. Segera saja cairan penawar itu masuk ke dalam pembuluh darah Taufan. Anak itu mengerang kesakitan selama beberapa detik. Tak lama kemudian, ia merasa pandangannya berkunang-kunang. Setelah matanya kembali jernih, ia melongo melihat Papa Zola yang menahannya di lingkaran gravitasi.
"Eh? Cikgu Papa?"
"Taufan dah sedar!" pekik Blaze riang. "Taufan, kau dikawal Rosaline tadi."
"Ha? Dikawal? Mana ada?" tanya Taufan kebingungan. Namun tatapan garang Papa Zola membuyarkan segala keraguan.
"Pembohong bersiriiiii!" pekik pria itu dengan air ludah yang membuncah dari mulutnya. "Dah penat Cikgu sedarkan kau, tapi kau tak rasa kawalan tu?! Itu tidak benar, wahai anak muda. Tapi yang jelas, Cikgu bangga kamu telah kembali pada Kebenaran!
"Hehehe, maaf, Cikgu. Saya... saya silap je tadi," ujar Taufan malu-malu.
Rosaline yang melihat Taufan sudah lepas dari pengaruh ramuan kontrol hanya bisa menghentakkan kaki kanannya dengan gemas. Ia melirik Halilintar dan bergumam.
"Halilintar, serang diorang!"
"Um..." Halilintar mengangguk kecil dan menerjang ke arah Papa Zola menggunakan Gerakan Kilat. Namun tiba-tiba kecepatan larinya menurun drastis atau bisa dikatakan melambat. Bukan dia saja yang melambat, tapi semua yang ada disitu ikut melambat pula.
"KUASA SLOW MOD MAKSIMA!"
ZIIINGGGG!
Tanpa ditunggu, Tok Aba telah mengaktifkan kekuatan melambatkan waktu dari jam tangan Ying yang tengah dipakainya. Orang tua itu berjalan santai sembari menyeringai menuju Halilintar yang masih dalam mode lambat itu. Disiapkannya tabung suntik berisi cairan penawar ramuan kontrol di tangan tuanya dan berkata,
"Maafkan Atok, BoBoiBoy. Tapi ini demi kebaikan kau juga. Hiaaahhh!"
JLEB!
"Uh?"
Tok Aba telah menghujamkan jarum suntik itu ke tangan Halilintar dan membiarkan cairan penawar itu bekerja. Setelah dirasa siap, beliau pun bergumam keras.
"KELAJUAN NORMAL!"
ZIIIINGGG!
Kelajuan waktu kembali seperti biasa. Halilintar yang sudah sadar dari pengaruh ramuan kontrol buru-buru mengerem kakinya agar tidak menerjang Tok Aba yang tepat berada di hadapannya. Ia nyaris terhuyung ke tanah kalau saja Tok Aba tidak menahan tubuhnya.
"A- Apa... Apa jadi ni?" tanyanya ling-lung. Tok Aba menatap kedua mata delima itu lamat.
"Kau dikawal oleh Rosaline tadi," kata beliau. "Dah lah, dah lah. Kau kena berehat dahulu, BoBoiBoy. Jangan risaukan pasal Rosaline tu."
"Ba- Baik, Tok," ucap Halilintar pelan namun bersyukur bahwa dirinya sudah terselamatkan oleh Kakeknya. Melihat Halilintar juga telah tersadar dari pengaruh ramuan kontrol membuat Rosaline panas hati.
"Tch, tak guna!" pekiknya berang lalu berseru pada BoBoiBoy Ice yang masih dibawah pengaruh hipnotisnya. "Ice, hapuskan mereka!"
"Baik... MERIAM PEMBEKU! TEMBAKAN-"
"KUASA TUKARAN KOKO!"
"Huh?"
Ice melongo melihat Meriam es-nya tiba-tiba menjadi biji-biji coklat dan jatuh berserakan di bawah kakinya. Ia menoleh dan mendapati Iwan yang ternyata menembakkan kekuatan tukaran Molekul ke Meriam pembekunya tadi tak jauh darinya.
"Kau akan menyesali ini,"desisnya dingin.
Iwan mendengus. "SEDARLAH WAHAI KAWANKU! AKU AKAN SELAMATKAN KAU!" teriaknya dengan 'suara macho'-nya yang jarang-jarang keluar. Ice kembali menyerangnya dengan tembakan pisau-pisau es, namun Iwan dengan sigap menukarkan pisau-pisau es itu menjadi serpihan debu. Anak itu berlari ke arah sang pengendali es dan secara tiba-tiba menusukkan suntik berisi cairan penawar ramuan kontrol ke tangan anak itu.
"AH!"
Ice meringis kesakitan dan ambruk. Ia menggelepar sebentar akibat efek samping dari ramuan penawar yang disuntikkan Iwan padanya. Dua menit kemudian, ia mencuap.
"I- Iwan?"
"BOBOIBOY!" Iwan langsung memeluk BoBoiBoy pengendali es itu. Yang dipeluk hanya bisa menganga.
"Apa yang sebenarnya tengah berlaku?"
"BoBoiBoy Ice, kau dikawal Rosaline guna cecair kontrol tadi," ucap Fang seraya menepuk pundak Ice. "Nasib baik Iwan sedarkan kau. Kau tak patut jadi bawahan Rosaline, dan aku tak nak itu terjadi pada kawan aku."
Ice tersenyum kecil. "Terima kasih, Fang," balasnya lega."Dan apasal badan kau lebam-lebam ni?"
Fang mendesah panjang. "Korang serang aku masa korang masih dalam kawalan minda Rosaline," jelasnya. "Takpe. Aku masih kuat kot. Jom, BoBoiBoy. Kita hentikan Rosaline sekarang atau tidak selamanya!"
Ia berkata begitu seraya menatap Rosaline dingin. Rosaline, yang sadar ketiga pecahan BoBoiBoy yang dikendalikannya tadi telah lepas dari pengaruhnya, hanya bisa mendecak-decak kesal. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat menahan amarah. Ingin sekali wanita itu menginjak-injak badan BoBoiBoy sampai hancur saking gemasnya.
"Korang akan menyesal telah melawan aku," desisnya murka. "MOD GOTHIC QUEEN!"
BLAAAAARRRR!
Ia kembali berubah ke mode Awakening-nya. Disambarnya sabit raksasanya dan pasang tatapan menyalang nanar. Sekonyong-konyong sebuah suara membuatnya terdiam.
"Rosaline, kau jadi pedofil macam tu sebab kau trauma, Kan?"
"Hah?"
Semuanya menoleh ke sumber suara. Ternyata Gempa yang mengatakan itu. Pengendali tanah itu telah siuman sepenuhnya. Blaze yang ada di dekatnya segera merangkulnya erat-erat.
"Hueeee! Gempa, akhirnya kau sedar juga!" ucapnya terharu. "Kau buat kitorang semua risau tau! Macam mana dengan badan kau?"
"Sakit sikit je. Tak payah kau risaukan," jawab Gempa seraya tersenyum simpul. Rosaline menatap Gempa dengan pandangan terpana.
"Ka- Kau... macam mana kau tahu aku suka hasratkan budak kecik sebab trauma tu?" tanyanya terbata-bata. Gempa memalingkan wajah ke arah wanita itu dan memasang wajah simpatik.
"Klamkambot yang bagi tahu," jelasnya." Semasa aku pengsan tadi, dia muncul kat alam bawah sedar aku dan bagi tahu semua yang dia tahu tentang kau. Tak sangka kau jadi pedofil ni sebab trauma dihasrat dengan Ayah kau dahulu. Sayangnya kau lampiaskan trauma tu dengan menghasrat semua budak kecik yang kau jumpa, termasuk aku. Dan kau makin teruk sejak Suami kau, Tuan Romeo Sparklouise yang merupakan Alien Humanoid berkawan dengan perempuan lain. Kau hapuskan dia dan perempuan itu. Dan selepas tu, keadaan kau makin pelik dan jadilah diri kau yang sekarang."
Rosaline melotot. "Tuan Klamkabot yang bagi tahu kau?!" jeritnya tertahan. "Tak mungkin... kau..."
Untuk beberapa saat wanita itu tidak sanggup berkata-kata. Ochoboy menatap Gempa dengan pandangan tidak percaya.
"Bo- BoBoiBoy, macam mana Klamkabot ada dekat alam bawah sadar kau?" tanyanya kaget sekaligus bingung. Gempa menghela nafas panjang dan menoleh ke pemuda cyborg itu.
"Entah," ucapnya sembari mengangkat bahu. "Dia kata selama Sfera Kuasa masih ada dekat alam semesta ni, dia masih boleh pantau kitorang. Aku pun tak terlalu faham. Tapi hebatnya, Klamkabot tu ialah kenalan Rosaline semasa perempuan tu masih muda disamping dia ialah Sfera Kuasa generasi pertama yang dirakit oleh Ilmuwan Galaksi. Selepas Sfera Kuasa berpencar di galaksi guna menghindari keserakahan Alien-alien jahat akan kuasa mereka, pribadi Rosaline jadi makin pelik sebab Klamkabot tak sanggup buat hilangkan kelainan pedofil tu dari diri dia."
Ochoboy mengangguk-angguk tanda mengerti. Ia paham dengan alasan mengapa Rosaline menjadi pedofil seperti itu. Tahu-tahu ia bergumam.
"BoBoiBoy, kau kena cantum semula. Dah berhari-hari kau terpecah macam ni. Nanti hilang ingatan kau makin teruk tau."
"Eh, betul juga," gumam Gempa cengar-cengir. "Baiklah. Jom, kita cantum semula!"
"Jom!"
Kelima pecahan BoBoiBoy itu kembali bersatu dan BoBoiBoy kembali ke mode normalnya. Anak itu langsung saja terhuyung karena terlalu lelah berpecah dalam waktu yang lama. Dengan sigap Fang menopang punggung temannya itu dan berucap.
"Akhirnya kau boleh cantum semula lagi, BoBoiBoy. Dah berhari-hari kami tak tengok wujud asli kau."
BoBoiBoy tersenyum simpul seraya bertukar pandang dengan Fang. "Tak payah lah risau, Ah Meng. Aku dah baik kot."
"Ah Meng?! Aku Fang lah!"
"Oh, iya ke? Sudah diganti kah?"
"Mana ada nama aku diganti?!" ucap Fang dengan nada ketus. "Sebab kau pecah lama ni, ingatan kau makin pelik tau! Dah lah. Kau kena berehat sekejap. Biar aku dan yang lain uruskan ini."
"Tapi Fang, kami tak sanggup lagi buat lawan Rosaline tu," tiba-tiba Kevin mengangkat tangannya. "Kami mesti tak kan mampu. Macam mana ni?"
"Aku tahu." Ray tiba-tiba berkata. "Adu Du, Probe, bawa kami balik ke Kapal Angkasa Kapten Kaizo. Yang lainnya dah ada dekat sana. Papa Zola dan Tok Aba juga. Anda berdua tidak sepatutnya melawan Rosaline. BoBoiBoy dan Fang mesti ada rancangan terbaik untuk sedarkan Rosaline, jadi tenang sahaja."
Papa Zola mengangguk. "Baiklah! Ayo, kita kembali ke Kapal Angkasa!"
"Okey!"
"Lewat sini." Probe mengiring mereka menuju pesawat angkasa Kaizo. Ochoboy mendekati BoBoiBoy dan Fang yang masih berhadap-hadapan dengan Rosaline.
"BoBoiboy, Fang, korang yakin ke korang boleh sedarkan Rosaline?" tanyanya bimbang.
Fang mengangguk. "Ya. Lagipun nampaknya Rosaline dah mulai sedar sejak BoBoiBoy Gempa cakap pasal kenapa dia boleh ada kelainan pedofil tu. Dan-"
KABOOOOOMMMM!
"Eh?"
Sebuah ledakan memotong pembicaraannya. Mereka menoleh. Rupanya sebuah peluru Bazooka ditujukan pada rombongan Papa Zola dan yang lainnya. Untung saja Probe segera membalas tembakan itu dengan tembakan laser dari badan piringnya.
"Si- Siapa yang tembak kita tadi?" tanya Adu Du khawatir. "Jangan-jangan-"
"Haiya, lu ingat lu semua boleh lari sambil lalu ho? Hahaha, tak secepat itu."
Mereka melayangkan pandangan menuju ke asal suara dengan logat hokkien yang mirip Ying itu dan mendapati dua orang pemuda berlainan ras di atas gerbang utama gedung markas ONION. Di bawah gerbang tampak ratusan makhluk yang terdiri dari manusia, Alien dan makhluk fantasi yang tampaknya terbagi menjadi dua: Bersenjatakan pedang dan bersenjatakan senjata api.
Mereka satuan R.A.S. dan T.A.S., Ah Meng serta Arumugam.
"Misteri dunia apakah iniii?!" jerit Papa Zola kaget bukan main. Yang lainnya mengidik melihat rombongan pembunuh yang telah mengepung mereka itu. Fang, Ochoboy dan BoBoiBoy mendengar sebuah tawa jahat tak jauh dari mereka. Mereka membalik badan. Ternyata Rosaline.
"MWAHAHAHAHAHAHAAAA! Masa yang tepat," ujar wanita itu seraya tertawa nista. "Jadi korang nak sedarkan aku, Heh? Fufufu, maaf anak-anak. Tapi itu tidak akan mudah. Korang telah dikepung. Bersiaplah untuk dibelasah, Hahahahahaaa!"
"Tch, tak semudah itu," ucap BoBoiBoy berang. Namun ia ambruk karena masih terlalu lelah akibat berpecah terlalu lama. Fang buru-buru menopang tubuh anak itu dan membantunya berdiri.
"Kau jangan lawan dia, BoBoiBoy," ucapnya tegas. "Biar aku yang hadapi dia. Kau tunggu disini. Ochobot, bawa kawan-kawan kita ke Kapal Angkasa Abang aku sebelum diorang dihapuskan oleh pasukan pembunuh yang kepung diorang."
"Baik," angguk Ochoboy dan berlari menyusul Papa Zola dan yang lainnya yang saat itu tengah dikepung oleh kompi R.A.S. dan T.A.S. milik Arumugam dan Ah Meng. Tahu-tahu Rosaline mengangkat tangannya ke udara.
"Mana kau nak lari, hmm? DINDING TENAGA!"
"Apa?!"
Ochoboy merasa sebuah dinding maya menghalangi dirinya dan Papa Zola beserta kawan-kawan lainnya. Rosaline menggunakan kekuatan Kaizo yang berhasil diserapnya. Ia menoleh ke arah BoBoiBoy dan Fang dengan wajah panik.
"Boboiboy, Fang, kita terkurun- AAAAKKKKHHHH!"
Tanpa dikata Rosaline tahu-tahu menyerbu anak itu bagaikan banteng. Ochoboy yang saat itu memang sedang tidak siap tentu saja terkejut. Rosaline mengarahkan sabit besarnya pada sang sfera kuasa generasi kesembilan sembari menyeringai setan.
"Maaf, Ochoboy. Tapi kau lah yang sebenarnya aku incar selama ini. Kau milikku!"
SLIIINGGG!
"UAAAARRRGGGHHHH!"
Sabetan sabit Rosaline sukses melempar Ochoboy hingga ia terhempas ke dinding beton di belakangnya. Beberapa anggota tubuhnya yang terbuat dari logam retak. Ochoboy meringis kesakitan. Namun sebelum ia sempat mengelak, tangan Rosaline tahu-tahu sudah mencekik lehernya.
"Khh... hentikan semua ini... Rosa... line..." tukasnya kepayahan. Rosaline terkekeh sembari mendekatkan mulutnya ke leher anak itu dan menjilatnya, membuat Ochoboy merinding. BoBoiBoy benar-benar tidak sanggup melihat temannya dinistakan tepat di depannya itu dan berteriak lantang.
"JANGAN, ROSALINE! Apa yang nak kau buat ini, Hah?!"
Rosaline tersenyum sinis. "Oh, takde. Aku cuma nak ambil balik mantan calon menantu aku je," katanya dengan nada sadis. "Baiklah, Ochoboy. Ini kali terakhir kita akan berjumpa, Hahahahaha!"
Fang menggeretuk marah. "Lepaskan dia! Kau ni memang melampau!"
"Melampau, eh?" ejek Rosaline seraya merangkul Ochoboy erat di pelukannya. "Sebanyak apapun kau cakap aku melampau, Aku tidak akan peduli. Aku telah dapatkan apa yang aku mahukan. Dan sekarang, aku akan hancurkan korang semua. SERAPAN ENERGI MAKSIMA!"
"AAAAAAAAAAAAHHHHHHHH!"
Ochoboy meronta hebat di pelukan Rosaline karena wanita itu mulai menyerap energinya. Tahu-tahu sebuah bola cahaya keluar dari tubuhnya dan menampakkan hologram sesosok pria cyborg paruh baya dengan pakaian bernuansa merah dan perak. Rosaline terbelalak melihat sosok itu.
"Tuan Klamkabot?!"
Rupanya sosok itu adalah Klamkabot dalam wujud Ultra Humanoid-nya. Beliau memandang Rosaline dengan tatapan sedih dan marah.
"Rosaline, hentikan semua ini."
Rosaline mendengus. "Apa kau peduli dengan kata-katamu itu, Heh? Robot tua bangka! Kau dah telantarkan aku dahulu, dan sekarang aku akan hancurkan generasi Sfera Kuasa kau tu!"
Klamkabot terkejut. "Rosaline, kau tak layak buat benda teruk macam ni!" desisnya. "Lepaskan Ochobot dan tinggalkan kebiasaan buruk kau, sekarang juga!"
"Hah! Untuk apa? Untuk keamanan Alam Semesta ini kah?" Rosaline membalas dengan nada miris. "Alam semesta dah semakin teruk, dan kau nak aku berhenti? Tuan Klamkabot, kau salah besar!"
"Rosaline, Kau-"
"Pergi dari hidup aku! Heaaaaahhhh!"
Rosaline melemparkan bola-bola api ke hologram Klamkabot hingga hologram itu hilang layaknya asap. Sebelum menghilang, Klambabot menatap BoBoiBoy dan Fang lamat.
"BoBoiBoy, sekali lagi aku minta bantuan kau... Jaga Ochobot... Jaga dia..."
BoBoiBoy dan Fang menganga hebat melihat itu. BoBoiBoy segera berjalan tertatih-tatih menuju Rosaline sembari dibantu oleh Fang. Pemuda bertopi jingga itu berseru.
"Rosaline, aku nak kau hentikan perbuatan terkutuk kau ni!" ujarnya memohon namun hanya dibalas dengan tatapan meremehkan dari wanita Succubus yang masih saja menyerap energi Ochoboy. Rosaline menatap pemuda itu nanar.
"Bodoh! Aku tak peduli lagi," katanya bagaikan kesetanan. "Aku akan jadikan korang semua menjadi bahagian daripada aku. Heaaaaaaahhhhhh!"
"AAAAAAAAAAHHHHHH!" Ochoboy menjerit pilu. Detik berikutnya, ia tergolek bak kertas yang dipermainkan angin di cengkeraman Rosaline. Rosaline merasakan stamina tubuhnya meningkat drastis. Tubuhnya berpendar cahaya kekuningan. Menyadari ia mendapat kekuatan baru dari Ochoboy, ia menjerit bagai kesurupan.
"Ternyata aku mendapatkan kuasa teleportasi itu daripada kau, Ochoboy, Hahahahahahahahahaaaaa!"
Setelah puas tertawa, ia melemparkan tubuh Ochoboy yang rusak parah jauh-jauh. BoBoiBoy menjerit histeris melihatnya dan buru-buru menangkap tubuh yang hampir sekarat itu.
"Tidak! Ochoboooootttt!"
Ditangkapnya tubuh Ochoboy sebelum menghempas permukaan tanah halaman markas ONION yang ditutupi keramik. Fang meringis kesal melihat itu dan membentak Rosaline.
"Keterlaluan! Kau apakan Ochobot, Hah?! TUSUKAN BAYANG!"
ZIIIINNNGGG!
"APA?!"
Rosaline tahu-tahu sudah berpindah ke belakangnya dan menendang tubuh Fang hingga anak itu kembali terluka. BoBoiBoy menjerit sekali lagi.
"Fang! TIDAAAKKKK!"
"Hahaha, jadi kau sedia lawan aku lagi, BoBoiBoy?" sindir Rosaline sembari mendarat tak jauh dari depan pemuda berkekuatan elemental itu. BoBoiBoy meringis. Tekanan darahnya terasa meningkat. Wajahnya merah padam menahan marah.
"Rosaline, jangan buat aku belasah kau lagi," ucapnya murka. Ditaruhnya tubuh Ochoboy di tanah dan bangkit menghadapi Rosaline. Kedua matanya tertutup sembari menahan emosi yang memuncak di dalam dadanya. "Kau dah melampau ... KAU DAH MELAMPAU!"
Lawannya hanya bisa tersenyum kecut. Disilangkannya kedua lengannya di depan dada seraya pasang wajah menghina. Diraihnya sabit raksasanya sembari menatap pemuda yang sedang marah besar itu dengan wajah seduktif.
"Maafkan aku, BoBoiBoy sayang. Tapi ini baru permulaan, Hahahahahahahaaa!"
Bersambung ...
* R.A.S= Rahwana Ammo Scout. Sebuah pasukan pengintai bagian dari O.N.I.O.N. yang diketuai oleh Pandai Besi alias Arumugam. Mereka bersenjatakan senjata api, menjadikan mereka petarung jarak jauh. Tugas utama mereka adalah mengintai dan kalau diperlukan, membunuh langsung target mereka.
** T.A.S= Tao Assassin Squad. Sebuah pasukan bagian dari O.N.I.O.N. yang diketuai oleh Lampion alias Ah Meng. Mereka bersenjatakan pedang dengan segala jenis bentuk, terutama pedang samurai, yang membuat mereka menjadi petarung jarak dekat. Tugas utama mereka adalah membunuh target tanpa pengintaian terlebih dahulu. Tidak seperti halnya dengan R.A.S. yang kebanyakan mengintai terlebih dahulu dan memutuskan apakah target harus dibunuh atau tidak.
Hore! Akhirnya selesai juga chapter ini, hehehe ... pegal tangan author ketik cerita ini :-D Yah, sebenarnya author sedang mengusahakan fic ini tuntas sebelum BBB galaxy karena ... ehm ... mau bikin sekuel (Ups, kenapa spoiler ya? hehehe ...) Dan bagian Mila dkk itu mungkin author munculkan di chapter selanjutnya :)yang penting author sedang berusaha untuk menyelesaikan ini di tengah jadwal harian yang rada padat (Padat darimana -_-?) Silahkan review jika berminat. :)
Tetap setia menantikan kelanjutannya ya ^^ Love you all, dear readers!
