Naruto © Masashi Kishimoto
Story © KawaiiHanabi
It Started With A Kiss
Sasuke X Sakura
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tak terasa esok hari Sakura akan menikah. Menyiapkan segalanya selama 2 minggu memang bukan perkara mudah. Bayangkan saja saudara-saudara. Untungnya persiapan itu lancar tanpa hambatan, restu pun akhirnya berhasil Sasuke kantongi dari ayah sang kekasih pujaan hati. Meski harus Sasuke akui gugup juga meminta restu untuk menikahi putri sulung Haruno Corp itu. Untunglah saat sedang di timpa krisis? Mebuki selaku ibu dari Sakura Haruno berhasil meyakinkan sang suami tercinta akan kesungguhan Sasuke untuk menikahi putrinya. Mebuki yakin jika Sasuke mampu menjaga putri semata wayangnya itu. -Jika kita lirik chapter awal disana Sasuke berperan penting dalam menghentikan kencan buta Sakura dulu-
Pakaian untuk pengantin sudah siap gedung resepsi tentu sudah di pesan jauh-jauh hari, souvenir,dekorasi, beserta kawan-kawannya sudah aman terkendali. Lantas apa yang membuat gadis berusia 24 tahun ini cemberut sedari tadi?
Sakura merebahkan tubuh letihnya di kasur king size kamar hotel yang sudah ia pesan. Gadis bersurai merah muda itu kini tengah menscroll layar ponselnya, seperti mencari sesuatu namun tak lama ia melempar ponselnya ke ujung ranjang.
"Kau terlihat kesal dari tadi, ada apa Sakura-san?" Ujar Gadis pirang dengan gaya pony tail sembari mengasongkan secangkir cokelat panas pada Sakura.
Dengan senang hati Sakura menerimanya dan menyeruput cokelat panas itu sedikit. "Apa wajahku benar-benar terlihat seperti itu?" Ujarnya disertai sebuah cengiran khasnya.
Gadis pirang itu malah tertawa menanggapi Sakura. " Apa kau tak gugup? Besok kan hari pernikahanmu?"Tanyanya.
Sakura menyimpan cangkir berisi cokelat panas itu di nakas sebelah ranjangnya. " Tentu saja aku gugup!" Ujarnya. "Tapi kau tahu bos gilamu itu malah asyik pergi ke Eropa dan langsung mengadakan pesta bujang dengan teman-temannya tanpa mengabariku dulu cih." Ujarnya kesal.
Jika diingat-ingat Sasuke memang pamit pada sekertarisnya untuk pergi ke Paris 3 hari yang lalu, memang tujuan awalnya bukan berlibur seperti yang tadi Sakura bilang, ia hanya menghadiri jamuan makan malam yang diadakan oleh salah satu kolega bisnisnya disana. Itu bukan hal yang membuat Sakura kesal sebenarnya, yang membuat gadis itu kesal adalah Sasuke yang sama sekali tak ada niatan untuk mengajaknya kesana. Alasannya tentu saja karena pekejaan Sakura sebagai salah satu model yang cukup terkenal disana. Sasuke tak mau ketenangannya terusik karena dikerubuni oleh wartawan setempat yang ingin mewawancarai Sakura. Ah padahal gadis itu sangat merindukan suasana romantis di Paris.
"Jadi kau ingin berlibur berdua dengan Sasuke-san di Paris?" Ujar Hinata yang sepertinya baru datang dari kamar mandi. Terlihat handuk kecil yang masih bertengger di bahu mungilnya.
"Hinata! Berhenti menggodaku." Gerutu Sakura.
Ino dan Hinata tertawa melihatnya, sudah mau menikah kelakuannya tetap saja seperti anak kecil.
Memang sih Sakura sedikit marah pada Sasuke, tinggal menghitung hari menuju pernikahan mereka dirinya malah dengan senang hati menerima jamuan makan malam dari clientnya di Paris, apalagi jika clientnya itu wanita siapa yang tidak cemburu coba? Makan malam di Paris dengan suasana yang romantis. Cih. Kau akan menyesali ini Uchiha batin Sakura.
"Aku bisa memanggil si workholic tampan itu jika Sakura-san benar-benar ingin menghabiskan malam bersamanya."
Hinata mengangguk setuju ."Ya, biar ku suruh Naruto-kun menghentikan pestanya."
Ah, teman-temannya ini benar-benar senang menggodanya. Mereka itu sebenarnya sedang mengadakan pajama party yang tentunya di sponsori oleh Uchiha Sasuke. Ia meminta Hinata, tunangan Sahabat karibnya juga Ino sang sekretaris untuk menemani malam Sakura. Inginnya Sakura sih juga mengadakan pesta tapi berhubung ia tak punya banyak teman di Jepang dan Sasuke tak mengijinkan jadilah pajama party ini.
"Tidak perlu." Ujar Sakura ketus .
"Ayolah, Sakura-san kami hanya bercanda." Ujar Ino setelah melihat gelagat Sakura yang nampak merajuk.
"Emm, Bagaimana kalau kita bicarakan Si Boss tampan saat dia kuliah?" Tawarnya.
Mendengar kata bos tampan membuat Sakur mau tak mau membatalkan niatnya untuk merajuk. Hey siapa yang tau kalau sebenarnya dulu Ino, Naruto dan Hinata adalah teman kuliah Sasuke. Mereka dengan senang hati akan memberitahu keseharian si boss tampan ini pada calon istrinya sebelum menikah besok.
Sakura berdehem pelan. "...Memangnya ada apa dengan Sasuke saat kuliah?"
Ino dan Hinata saling melempar senyum. "Jadi..."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sasuke Uchiha and Sakura Haruno's Wedding.
Sakura nampak cantik dengan balutan gaun pengantin berwana putih gading dengan ekor yang menjuntai hingga bisa dipakai untuk menyapu jalanan saat ia berjalan menuju altar nanti. Rambut panjangnya sengaja digelung keatas, Kepala pinknya ditutupi oleh tudung pengantin berwarna senada dengan gaun cantiknya. Tak lupa pula sebuket bunga yang sudah ia pegang sedari tadi.
"Sakura." Tegur Sang ayah.
Gadis itu menoleh dan tersenyum manis pada ayahnya. "Ayo,ayah."
Dirinya kini tengah berjalan menuju altar didampingi sang ayah tercinta. Altar tempat dimana Sasuke menunggunya. Altar dimana mereka akan mengucapkan janji sehidup semati sebagai pasangan suami istri .
"Pengantin wanita di persilahkan masuk." Suara cempreng Naruto menggema di dalam gedung yang mereka sewa. Entah kenapa Sahabat karib dari Uchiha Sasuke itu ngotot ingin menjadi MC acara pernikahan kedua sahabat masa SMAnya itu. Awalnya tentu saja Sasuke menolak mentah-mentah, ia tak mau Naruto membocorkan hal yang aneh selama upacara penikahnannya berlangsung. Tapi apa boleh buat, sang MC terpercaya tak dapat hadir mengingat penikahan bungsu Uchiha yang diadakan sangat mendadak ini.
Tinggal beberapa langkah lagi Sakura Sampai. Sasuke datang menjemputnya dan menggandengnya berjalan menuju altar, persis seperti yang ayahnya lakukan tadi. "Kau sangat cantik. " Puji Sasuke, dan hey sejak kapan Uchiha Sasuke menjadi seperti ini?
Sepasang kekasih itu berdiri, memberi salam pada para tamu undangan yang hadir. Meski hanya di hadiri oleh kerabat dan beberapa teman dekat saja. Sesuai dengan keputusan mereka berdua yang ingin merasakan suasana upacara pernikahan yang khidmat.
Mereka berbalik saling berhadapan, mengenggam erat tangan pasangannya. Sakura tersenyum dengan penuh rona dipipinya saat Sasuke mulai mengucapkan ikrar di depan para tamu undangan .
"I, Uchiha Sasuke, take thee, Haruno Sakura to be my wedded wife, to have and to hold, from this day forward, for better, for worse, for richer, for poorer, in sickness and in health, to love and to cherish, till death do us part, according to God's holy ordinance and there to I pledge thee my faith to you. " Kalimat terpanjang yang pernah Sasuke ucapkan seumur hidupnya. Ini bukan gombalan belaka tanpi janji suci, janjinya pada Sakura dihadapan para tamu undangan untuk selalu bahagia bersamanya.
Begitu pula dengan Sakura, usai ia mengucapkan janji yang sama, Sasuke membuka tudung pengantinnya lalu mendekatkan bibir tipisnya ke arah telinga Sakura. Tangan besarnya membingkai wajah gadis yang tengah merona itu lalu mengelusnya lembut. Pria tampan itu membisikan sesuatu. "Aku mencintaimu...Istriku." Kemudian perlahan Sasuke bergerak kembali mempersempit jarak diantara mereka.
Para tamu undangan meski sedikit tetap bersorak riuh, melihat aksi Sasuke yang mencium lembut Sakura dihadapan para tamu undangan. Tak terkecuali Naruto dan teman dekat SMAnya yang khusus ia undang.
"Berikan kami aksi terbaikmu teme!" Teriak Naruto yang tanpa sadar berteriak saat tangannya masih memegang mikrofon.
Mendengar hal itu tentu saja membuat Uchiha Sakura malu, ia melepas ciuman itu sepihak dan memalingkan wajahnya menjauhi Sasuke, oh lebih tepatnya ia mengerti sikon ternyata . Ia masih sadar bahawa mereka tengah berciuman dihadapan orang banyak. Tak seperti Sasuke yang nampaknya malah kesal saat Naruto yang seenak jidatnya mengganggu kebahagian dirinya. Onyx tajam milik Sasuke menatap Naruto yang berdiri dibelakang podium.
"Wow, sabar teme masih banyak acara yang harus kita lewati disini. Kau boleh menyimpan tenagammu untuk nanti dan tidak dihadapan kami." Ocehan Naruto kembali mengundang tawa dari para tamu undangan. Baik dari keluarga Haruno maupun Sasuke. Oh dan lihat! Itachi dan Hana juga tertawa disebrang sana.
Hahaha, Sasuke kau harus bersabar untuk nanti malam ya, berdoalah agar tak ada gangguan apapun untuk kalian berdua nanti. Ups,
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Setelah upacara pernikahan, potong kue, beserta tetek bengeknya selesai dilaksanakan, pengantin baru itu kini tengah duduk disofa kamar Sasuke yang sangat identik dengan warna biru gelap dan putih. Hn, Uchiha Sekali. Meski warna itu bisa dibilang lebih mirip kamar bujangan dibanding kamar pengantin baru. Seperti yang kalian duga barusan pasangan itu memutuskan untuk tinggal sementara di rumah tidak di mansion keluarga Uchiha, tepatnya dikamar Sasuke yang lama, Inginnya Sasuke sih mereka langsung menetap diapartemennya atau membeli sebuah rumah kecil yang tak terlalu jauh dari keramaian kota, tapi apa daya jika para keluarga memaksa mereka untuk tinggal di Mansion sampai kelahiran cucu pertama. Hnn, Lagi-lagi pemuda Uchiha itu hanya bisa mendesah, memikirkan istrinya yang hilang diculik oleh sang Mama saat ia pergi mandi tadi.
Cklek
Seakan larut dalam pikirannya sendiri pemuda Uchiha itu tak menyadari jika sang istri datang, pelan-pelan gadis merah jambu yang telah resmi melapas marga Haruno itu menutup pintu perlahan, dan merebahkan melaikat kecilnya di kasur king size milik Sasuke. Mendengar suara itu dengan cepat Sasuke menoleh dan mendapati Sakura yang sedang mengelus Hiiro sayang.
"Hmm." Dehemnya cukup keras.
Dengan cepat Sakura menoleh dan meletakan jari telunjuknya dibibir. Mengisyaratkan Sasuke agar tak bersuara. Ia juga berjalan keluar menuju balkon kamar, tak lama Sasuke pun mengekorinya.
"Darimana saja kau?" Tanya Sasuke yang kini tengah mengeratkan pelukannya ke Sakura dari belakang.
"Maaf Sasuke, tadi aku membatu Ibu beres-beres dibawah. Oh ya tadi Neji-nii dan Paman Hizashi juga berkunjung, aku menemani mereka sebentar. " Balas Sakura.
" Hn. Pantas saja. Apa mereka masih disini?" Sakura menggeleng. Dahi Sasuke agak berkerut heran. Apa hey- jangan bilang kalau...
perlahan Sakura berbalik dan menampilan cengiran khasnya didepan Sasuke. "Hiiro akan menginap disini malam ini, jadi jangan marah yaa." Ujar Sakura sembari menyentuh rahang kokoh suaminya itu.
Suaminya nampak berkedip beberapa kali, ia tidak marah tidak tapi... "Kenapa?" Tanyanya.
Sakura paham, kenapa maksud suaminya itu kenapa malaikat kecilnya harus menginap dikamarnya? bukan ia tahu Sasuke memperbolehkannya tadi kenapa kenapa harus malam ini?
Ayolah, Sakura memutar matanya dan kembali menyentuh lengan Sasuke seolah meyakinkan. "Sasuke dengar, Hiiro sedari tadi merengek ingin tinggal bersamaku sementara waktu ini. Jika kau tanya alasannya apa, itu karena 2 hari lagi aku akan pergi ke Korea untuk pekerjaan. Hiiro tahu itu dan ia tak ingin di tinggal olehku. "
Onyxnya menatap emerald milik Sakura intens . "Apa maksudmu dengan korea? bagaimana denganku?"
Sakura menghela nafasnya, benar dugaannya. "Aku kesana untuk bekerja, aku tahu ini terdengar mendadak ditelingamu tapi pernikahan ini jauh lebih mendadak, aku merencanakannya tahun lalu Sasuke-kun ku harap kau mengerti. " Jelasnya lagi.
Sasuke tahu ini akan terjadi, ia kira Itachi hanya memanas-manasinya saja soal Sakura akan pergi ke Korea. "Berapa lama?" Tanyanya kembali untuk meyakinkan.
Sakura nampak berpikir, "Mungkin satu sampai 2 bulan. " Ujarnya.
Bukan, itu bukan sehari dua hari Sasuke, kau akan jauh dari Istrimu selama hampir sebulan lebih. Terlebih lagi kau baru menikah. Cih, apakah ini balasan dari istrinya karena waktu itu Sasuke pergi ke Paris tanpa memberitahunya?
"Tidak! kau tak boleh pergi!" Ujarnya . Ia tak terima Sakura pergi selama itu. Jika saja Hiiro tak menginap Sasuke pasti sudah menawan Sakura hingga lusa nanti.
"Sasuke-kun ayolah ini pemotretan terakhirku, aku sudah menandatangani kontraknya dengan kakak ipar dan Sasori-nii. " Balas Sakura.
"Selesaikan dalam 2 hari atau tidak sama sekali. " Putus Sasuke.
Sasuke yang ceritanya tengah ngambek berjalan masuk kedalam kamar dan meninggalkan Sakura sendirian di balkon kamarnya. Pria raven itu duduk membelakangi Sakura.
"Jangan egois Sasuke aku kesana tak untuk menghadiri jamuan makan malam, tapi untuk bekerja. " Sasuke tahu ucapan Sakura itu menyindirnya barusan.
"Kau mau menelantarkan Suamimu selama 2 bulan begitu?" Tanyanya lagi.
Sakura diam.
"Jernihkan pikiranmu sayang, lihat kondisinya kau sudah menikah, biarkan aku yang menafkahimu." Rayu Sasuke lagi.
"Sasuke, dengar ini pemotretan ku keluar negeri kumohon biarkan aku pergi." Pinta Sakura dengan puppy eyesnya.
Sasuke menghela nafasnya kasar "Baiklah ini pilihan terakhirmu Sayang, selesaikan dalam 2 hari tanpaku, atau selesaikan 1 bulan bersamaku disana. "
Emeraldnya melotot. "Jangan gila Sasuke, kau kesana untuk apa? kau harus bekerja disini."
Sasuke menyeringai, "Aku bisa menemanimu disana. Itu pekerjaan suami juga. "
Sakura kembali menghela nafas, ia tahu sulitnya membuat kesepakatan dengan seorang Uchiha ini ternyata memang sulit minta ampun.
" 2 minggu Sasuke, aku tahu kau punya banyak pekerjaan disini, aku akan sering mengirimimu pesan nanti. Sekarang ayo kita tidur ini sudah malam. "
Sakura menarik suaminya menuju ranjang dan mematikan lampu di nakas samping tempat tidurnya. Ia melirik Hiiro yang terpejam , lalu menciumnya , tak lupa ia juga menciup siingkat bibir suaminya . "Oyasumi.."
Kau harus tahu Sakura, Uchiha Sasuke kini tengah menyeringai tipis. Entah apa yang otak jeniusnya itu pikirkan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jadi, Pernikahan macam apa yang kalian idam-idamkan? Setiap pagi, melihat sang kekasih pujaan hati terlelap disamping kita? Sarapan pagi yang romantis, Romantisme di pagi hari ? Atau menghabiskan malam penuh gairah?
Tidak- nampaknya itu tidak berlaku bagi Uchiha Sasuke. Hanya sampai malam ini ia bersama dengan sang istri Sakura Uchiha. Mengapa? Kalian sudah tahu jawabannya bukan. Sakura akan pergi. Tapi kenapa Sasuke tak bisa melarangnya? Bukan-bukan ia bukan tipekal suami takut istri seperti yang orang lain bilang, hanya saja...
"Ini gila Itachi. Batalkan kontrak itu. Aku akan membayar dendanya. " Ucap Sasuke
Sang putra sulung Uchiha itu melotot mendengarnya. "Hey! Sopanlah sedikit Sasuke aku kakakmu."
Sasuke memasang death glare andalannya. Kesabarannya sudah habis disini .
"Dengar Sasuke, seperti yang Sakura bilang, kontrak ini terjadi tahun lalu. Mana bisa aku membatalkannya begitu saja. Ini event yang sangat besar Sasuke. "
"Omong kosong. Kalian sengaja melakukannya." Ujar Sasuke tak mau kalah.
Awalnya ia kira akan mudah membujuk kakak semata wayangnya utuk membatalkan pekerjaan sang istri tercinta ke negeri ginseng sana, namun apa daya nyatanya Itachi tetap kukuh pada pendiriannya , sama seperti Sakura Istrinya.
"Terima saja Sasuke ini hanya sebulan , kurasa bukan masalah untukmu." Jelas Sang Kakak.
Sasuke membuang nafas kasar , onyxnya menatap tajam kearah Itachi. "Demi Tuhan aku baru menikah dua hari yang lalu Baka Aniki. " Oh ini bukan Sasuke Sekali nampaknya.
"Salahmu sendiri Sasuke, kau mengajaknya- tidak kau memaksanya menikah tanpa membicarakannya terlebih dahulu . Ini hukuman untukmu Sasu-chan." Ujar sang Kakak.
Sebenarnya Itachi menahan tawa sedari tadi, melihat sang adik kelabakan karena mau ditinggal sang istri yang baru 48 jam lebih dinikahinya.
"Baiklah ini negosiasi kita yang terakhir. dua hari atau tidak sama sekali. Lagi pula ini kan hanya pemotretan." Sejujurmya ia tetap tak rela, apa kata dunia pebisnis muda nan tampan Sasuke Uchiha yang baru 48 jam menikah sudah ditelantarkan sang istri cantik liburan ke Korea. Ahh tidak, ia tak dapat membayangkan judul apa yang akan orang orang bicarakan nanti.
Itachi pun segera menyudahi kejahilannya , ia duduk di meja kerjanya tangannya menyangga dagu bertumpu pada meja kerja miliknya. "Tetap tidak bisa Sasuke, ini bukan hanya pemotretan saja tapi acara lainnya juga..."
'yang benar saja' Batinnya berteriak.
"...tapi kurasa aku punya ide yang lebih bagus Sasuke." Mendengar ucapan sang kakak membuat Sasuke menyeringai. Apa yang direncanakan duo Uchiha ini ?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mansion Uchiha , Sehari sebelum keberangkatan Sakura ke Korea
"Sakura-chan apa kau yakin akan pergi?" Rengek Mikoto pada menantu kesayangannya itu. Sama seperti Sasuke sepertinya ibu dua anak ini juga tak rela ditinggal Sakura.
"Gomen ne kaa-san. Seperti yang aku bilang sebelumnya kontrak ini sudah ada sejak tahun lalu. Kaa-san bisa tanyakan sendiri pada Itachi-nii. " Jelas Sakura.
Pandangan Mikoto beralih ke Itachi memcoba memohon demi dirinya dan Sasuke. Ya kalau Sakura pergi sebulan ia pasti akan ditinggal sendiri di mansion yang besar ini dengan para lelaki. Oh ada Hana menantu kesayangannya juga, namun ia pasti akan ikut perjalanan bisnis dengan Itachi juga.
"Itu benar Kaa-san, maaf aku tak bisa membatalkannya sesukaku, tiket sudah dipesan oleh agensi Korea. Semuanya sudah diatur jadi..." Itachi menggaruk kepala belakangnya yang tak gatal itu.
"Hana pergi, Sakura pergi. Kaa-san kesepian. " Lirih Mikoto .
Sakura menghela nafas, ia duga ini pasti akan terjadi juga, Cih jika saja suaminya tak sembrono dalam merencanakan pernikahan dengannya pasti tak akan begini kejadiannya. Sekarang mana? Bukannya menantu menenangkan sang Ibu ia malah enak enakan tidur diatas.
Sakura duduk di sebelah Mikoto. "Kaa-san dengar, Sakura janji ini perjalanan yang terakhir, aku sudah membicarakannya dengan Sasuke, setelah ini aku tak akan mengambil perkerjaan yang mengharuskan untuk pergi dari Jepang, dan seperti rencana sebelumnya aku juga akan berhenti menjadi model setelah anak pertama kami lahir. "
Mendengar perkataan Sakura membuat mata onyx Mikoto berbinar, Ia sangat senang mendengarnya. "Benarkah itu? aku benar akan memiliki cucu yang cantik sepertimu?"
Sakura hanya nyengir tanpa dosa,Lancang sekali mulutmu ini Sakura, prosesna saja belum dimulai sama sekali tapi kaa-san nya yakin akan memiliki cucu perempuan, ah tapi sesekali menyenangkan hati mertua tak apa kan? siapa tahu itu benar adanya. eh?
Disisi lain Itachi hanya tertawa mendengar ucapan Kaa-sannya.
'ya mungkin sebentar lagi itu akan terjadi kaa-san.' Ia pun pamit meninggalkan ruang keluarga Uchiha untuk membantu istrinya Hana yang sibuk berkemas.
.
.
.
.
.
Cklek. . . .
Pintu kamar bernuansa biru itu terbuka, menampakan seorang gadis dengan rambuh merah muda yang di gelung asal, emerald miliknya melirik sisi sebelah kiri ranjang, ya Suaminya Uchiha Sasuke tengah terlelah memunggunginya menghadap ke balkon kamar. Bahkan malam terakhirnya sebelum ia berangkat ke Korea Sasuke malam mengcuhkannya.
"Kau tertidur.." Ujar Sakura pelan. Perlahan ia mulai naik keatas ranjang menyelimuti suaminya dan ikut berbaring memeluk Sasuke dari belakang.
"Maaf, aku tak bermaksud jahat menelantarkanmu Sasuke. " Ujarnya lagi.
Sakura semakin mengeratkan pelukannya pada Sasuke, hidungnya mencium harum khas lelaki Uchiha itu lama-lama.
" Kau menyebalkan. Bisa bersenang-senang ke Paris tanpaku, tapi tak mengizinkanku ke Korea. padahal tak sampai pindah benua. " Gerutunya.
Diam - diam Sasuke tersenyum, ia menyukai momen seperti ini, momen dimana Sakura menghilangkan sifat tsunderenya dan mengungkapkan isi hatinya. Ia tak berniat bangun sama sekali, ia ingin mendengarkan apa yang istri merah mudanya ini katakan.
"...maaf harus meninggalkanmu, seperti janjiku aku akan menghubungimu setiap hari dan... soal kesepakatan kita kemarin aku akan berhenti menjadi model sampai..." Wajah Sakura mulai memerah, ia menyembunyikan wajahnya di punggung Sasuke, meski ia tak mengatakannya secara langsung tapi tetap saja membayangkan itu semua dengan Sasuke agak sedikit. Uh
"...sampai aku, kau...maksudku kita memiliki anak." Akhirnya kau mengatakannya Sakura, dan lihat Sasuke tersenyum penuh kemenangan dalam tidur palsunya.
"ba-ba-baiklah, Oyasumi," Sakura segera berbalik menghadap ke sisi yang berlawanan dengan Sasuke. mereka nampak saling memunggungi , namun itu tak lama. Sasuke membenahi posisi tidurnya kearah yang sama dengan Sakura, tangan besarnya memeluk posesif tubuh ramping istrinya dan menyesap aroma manis khas Sakura,ah nampaknya ini akan selalu menjadi posisi tidur kesukaannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Narita Airport
From : Uchiha Itachi
To : Haruno Sakura
Maaf sepertinya aku akan terlambat Sakura. Kau tak perlu menungguku diruang tunggu. Segeralah masuk ke dalam pesawat. Aku juga sudah memberitahu Sasori. Selamat menikmati waktumu. Jaa
Your beloved Brother
Uchiha Itachi
Sakura mengerutkan dahi saat membaca pesan dari Itachi dua menit yang lalu, kakak iparnya ini ada-ada saja. Segera ia menonaktifkan ponsel miliknya dan memasukannya kedalam tas. Ia bergegas pergi menuju pesawat karena sebentar lagi akan lepas landas.
Setelah berterimakasih pada pramugari cantik yang mengantarkannya sampai ke kursi ia segera duduk dengan nyaman dan mengidarkan pandangan ke dekat jendela, sepuluh menit lagi pesawatnya akan lepas landas tetapi sang kakak ipar belum juga datang, apa ia ada urusan penting sampai harus memundurkan jadwal penerbangannya ya? terkanya.
Sekali lagi ia menghela nafas saat pramugari mengintruksikan pada para penumpang untuk segera duduk karena pesawat benar-benar akan lepas landas. Akhirnya ia akan duduk sendiri juga.
"Permisi nona..." Seseorang mencoba mengintrupsi indra pendengarannya, dengan malas gadis merah muda itu menolehkan kepalanya melihat siapa yang memanggil dia ...
"Boleh aku duduk disini, aku kehabisan kursi dan hanya kursi ini yang kosong. " Ujar pemuda itu.
Mata Sakura mengedip tiga kali , ia mencoba mendapatkan kesadarannya, ia rasa ini bukan ilusi.
"Sa- sasuke -kun? " Ujar Sakura untuk meyakinkan dirinya sendiri. meski sebenarnya sudah jelas suami tampannya lah yang ada dihapannya kini.
"Aku Uchiha Sasuke, Itachi-san sepertinya salah naik penerbangan ke Eropa dengan Hana-san. Jadi seperti yang kau pikirkan aku yang akan menemanimu ke Korea selama sebulan ." Ujarnya pura-pura.
Setelah mendapat teguran kecil dari pramugari Sasuke pun duduk disamping istrinya. Dirinya tersenyum kecil mengacak rambut sang istri yang nampaknya masih kebingungan dengan apa yang terjadi ini.
"Kenapa ... kenapa kau disini?" Tanya Sakura.
Sasuke hanya menyeringai. "Untuk memenuhi permintaanmu Nyonya Uchiha. " Dan detik itu juga wajah Sakura memerah sempurna seperti buah tomat kesukaan suaminya .
Well, perjalanan bisnis kali ini mungkin bisa dijadikan bulan madu oleh pengantin baru ini, hmm pulau Jeju nampaknya bukan pilihan yang buruk, oh ya jangan lupa titipan mertua soal cucu cantik seperti Sakura yaa, futari domo.
.
.
.
Sementara itu di pesawat lainnya.
Itachi tengah anteng membulak-balik majalah ditangannnya, oh tak lupa sang istri Hana yang tengan menyandar mesra di lengan Itachi.
"Itachi-kun ku kira kau bercanda soal pergi bulan madu ke Eropa, Kyaa kau memang suami penuh kejutan yaa." Puji sang istri. Itachi hanya tersenyum menanggapinya, ia benar-benar bangga memiliki otak yang cemerlang, berhasil menukarkan tiket bisnis ke tiket bulan madu.
eh.. tunggu maksudnya ?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
OMAKE
"Terima saja Sasuke ini hanya sebulan , kurasa bukan masalah untukmu." Jelas Sang Kakak.
Sasuke membuang nafas kasar , onyxnya menatap tajam kearah Itachi. "Demi Tuhan aku baru menikah dua hari yang lalu Baka Aniki. " Oh ini bukan Sasuke Sekali nampaknya.
"Salahmu sendiri Sasuke, kau mengajaknya- tidak kau memaksanya menikah tanpa membicarakannya terlebih dahulu . Ini hukuman untukmu Sasu-chan." Ujar sang Kakak.
Sebenarnya Itachi menahan tawa sedari tadi, melihat sang adik kelabakan karena mau ditinggal sang istri yang baru 48 jam lebih dinikahinya.
"Baiklah ini negosiasi kita yang terakhir. dua hari atau tidak sama sekali. Lagi pula ini kan hanya pemotretan." Sejujurmya ia tetap tak rela, apa kata dunia pebisnis muda nan tampan Sasuke Uchiha yang baru 48 jam menikah sudah ditelantarkan sang istri cantik liburan ke Korea. Ahh tidak, ia tak dapat membayangkan judul apa yang akan orang orang bicarakan nanti.
ja
Itachi pun segera menyudahi kejahilannya , ia duduk di meja kerjanya tangannya menyangga dagu bertumpu pada meja kerja miliknya. "Tetap tidak bisa Sasuke, ini bukan hanya pemotretan saja tapi acara lainnya juga..."
'yang benar saja' Batinnya berteriak.
"...tapi kurasa aku punya ide yang lebih bagus Sasuke."
Segera mungkin Sasuke menghampiri meja kerja sang kakak dengan tatapan tak sabaran miliknya.
"Santai Bro, kau seperti orang kelaparan saja . " sindir Itachi.
Onyx Sasuke malah menatapnya tajam , dan Itachi kembali tertawa. " Baiklah, baiklah Sasuke. Begini mungkin kau bisa menggantikan ku untuk menemani Sakura bekerja disana. "
Tampak aura disekitar Sasuke mulai agak berubah. Penuh bunga mungkin? "...Itu mudah, seperti memilah kontrak, menemaninya pemotretan, dan membicarakan kontrak beberapa artis kami. Ya seperti pekerjaan manajer. Apa..."
Belum sempat Itachi meneruskan perkataannya Sasuke langsung menjawabnya. "Itu mudah, jangan meremehkanku."
Itachi tersenyum. "Aku tak meremehkanmu, Sasukee. Tapi kau tahu jelas ini semua tidak gratis. "
Sasuke pun mendecih sebal . "Cih, kau menyebalkan tapi ku akui itu ide yang bagus. Akan ku berikan tiket ke Eropa untukmu dan Hana-nee. Jangan ganggu aku lagi." Ujar Sasuke sembari melenggang pergi dari ruang kerja sang kakak.
Aliansi Uchiha brother ini ...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
= END =
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
A/N
Minna-san Moshiwake arimasendeshita.
Mohon maaf yang sebesar besarnya karena dari bulan juli hanabi baru bisa publish epilongnya akhir tahun ini. Kalau boleh cerita sedikit banyak hal yang terjadi mulai dari pertengahan tahun ini, Sekarang hanabi sudah kelas dua , tahun yang benar-benar gwaahhh tugas melimpah, ulangan harian padat, jadwal pelajaran tambahan juga, sulit membagi waktu kapan bisa nulis lagi. Belum hasil yang hanabi rasa kurang memuaskan minggu lalu. Tapi udalah bentar lagi kan mau tahun baru, jadi harus move on hahaha apaan sih.
Iya tapi bener loh, kalian juga harus move on dari ISWAK yaa.
selama waktu luang belakang ini hanabi sudah buat beberapa plot cerita, salah satunya juga dibantu teman hanabi yang merupakan SasuSaku lovers! Nah rencananya Januari nanti Hanabi mau coba publish ceritanya.
Cerita yang hanabi bakal publish kali ini pairnya SasuSaku pasti. Jadi untuk para reader, senpai-tachi yang sempat mampir disini hanabi mohon dukungannya yaa.
Promosi dikit biarin dong yaaa he
Sekali lagi terimakasih atas dukungannya selama satu tahun terakhir, Mohon maaf apabila ada hal yang kurang memuaskan, kekurangan dalam cerita dsb. Terimakasih ^^
Arigatou gozaimashita ^^
