Tao terus berjalan menyelusuri hutan, sampai sebuah asap mengenai wajahnya, membuat Tao terbatuk-batuk. "Uhuk, uhuk!"

"Aku sudah menunggumu, Tao..."

Tao In Wonderland

.

.

.

Disclaimer : The characters isn't mine

Warning : Typo(s), Yaoi/Shou-ai/BL

.

.

.

Chapter 2 : Advice from a Caterpillar

.

.

.

Tao menyeritkan dahinya bingung. "Kau siapa?"

"Aku Xiumin" Jawabnya singkat. Xiumin menghisap kembali pipanya. "Sudah lama sekali aku menunggumu disini." Tambahnya.

"Berarti... kau tahu kan apa yang harus kulakukan?" Tanya Tao.

"Huh? Aku tak tahu apa yang kau bicarakan." Jawab Xiumin santai.

Tao mendengus kesal. Pemuda dengan kedua kaki menyerupai ulat didepannya ini sama sekali tak membantunya.

"Yasudahlah." Tao melangkahkan kakinya–ingin beranjak pergi dari tempat itu.

"Tunggu–"

"Apa?"

"Satu sisi akan membuatmu menjadi besar dan sisi lainnya akan membuatmu menjadi kecil. Itu adalah hukum didunia ini." Ucap Xiumin.

Tao terdiam sejenak. "Apa maksudmu?" Tanyanya polos.

"Jamur." Jawab Xiumin singkat.

Tao kembali terdiam. Lalu ia memotong dua jamur yang ia temukan disekitarnya. Ia berpikir sejenak. Satu sisi akan membuatnya menyusut lebih kecil , sementara yang lain akan membuat ia menjadi besar. Lalu ia memakan jamur yang disebelah tangan kanannya. Semoga kali ini berhasil Batinnya.

*PUFFFF* (?)

Dan, TA-DA! It's B.A.P! #eh #salah

TA-DA!

Tao berhasil! Ia kembali ke ukuran semula. Sekarang ia mengerti. Sisi disebelah kanan akan membuatnya kembali ke ukuran semula, sedangkan sisi disebelah kiri akan membuatnya menyusut menjadi kecil–ini adalah kesimpulannya untuk sementara ini.

Tao meloncat kegirangan. Lalu ia beranjak pergi dari tempat itu sambil melambai-lambaikan tangannya kepada Xiumin sambil berteriak, "Terima kasih banyak!"

.

.

.

Tao In Wonderland

.

.

.

Tao terus menyelusuri hutan itu sambil bernyanyi kecil dan sesekali meloncat kegirangan.

"Meow. Meow."

Tao menghentikan langkah kakinya. Sepertinya ia mendengar sebuah suara tadi. Apa hanya perasaannya? Tao melihat sekelilingnya, tapi tak ada siapapun selain dirinya sendiri disana.

Hal itu sukses membuat Tao merinding. Ia mempercepat langkah kakinya.

"Meow."

Kali ini sebuah mata muncul didepan Tao. Membuat Tao terlonjat kaget. "HUAH!"

"Meow."

"Jangan menunjukkan dirimu setengah saja! Kau membuatku kaget." Tao mengelus dadanya.

Lalu perlahan sebuah hidung, mulut, dan ekor muncul. Makin lama sosoknya makin terlihat jelas.

Sekarang, didepannya adalah seorang pemuda dengan telinga dan ekor kucing. Pemuda itu memakai kemeja bewarna putih polos dilengkapi dengan rompi bewarna hitam. Kaki jenjangnya dibalut celana panjang bewarna hitam. Sebuah dasi kupu-kupu melengkapi penampilannya.

"Kau siapa?" Tanya Tao sambil menatap pemuda berekor kucing itu.

"Aku Chanyeol si Cheshire Cat. Kau pasti... Tao kan?" Sekarang Chanyeol sudah berada diatas pohon.

"Iya, kau benar. Ehm, apakah kau tahu arah mana yang harus aku tuju? Aku tersesat."

Chanyeol tersenyum lebar. "Ikuti aku."

.

.

.

Tao yang mengikuti Chanyeol telah sampai disebuah persimpangan jalan. Ada sebuah papan yang menempel di sebuah pohon besar ditengah-tengah persimpangan jalan tersebut. Papan berbentuk panah yang menghadap kearah kiri bertulisan Mad Hatter sedangkan papan lainnya yang menghadap kearah kanan bertulidsn March Hare.

"Jadi... Jalan mana yang harus kuambil?"

Chanyeol tersenyum lebar–memperlihatkan deretan gigi putihnya.

"Tentu saja keduanya!" Jawab Chanyeol semangat.

Tao menatap Chanyeol datar.

"Aku serius, Chan–"

"IT'S SHOW TIME!" Chanyeol tiba-tiba berteriak, memotong perkataan Tao yang masih belum selesai.

Ia melakukan gerakan-gerakan aneh(?). Membuat Tao sweatdrop. Tapi hal itu membuat pohon-pohon belakang Tao terbelah menjadi dua–membuat jalan untuk dilewati.

"Kita sudah sampai disini, tak ada pilihan selain tersesat. Ayo kita masuk!" Chanyeol segera berpindah-pindah tempat dari atas pohon ke bawah pohon. Tao hanya pasrah mengikuti Chanyeol.

Semoga kali ini pilihanku benar...

.

.

.

Tao In Wonderland

.

.

.

Mereka terus berjalan. Hingga mereka menemukan sebuah jalan lain, dimana semua pohon gundul dan terdapat banyak gagak yang membuat tempat itu semakin terlihat seram.

"Baik, sisanya tinggal lanjutkan sendiri. Kau tinggal berjalan lurus saja. Bye Bye, meow!" Chanyeol menghilang begitu saja. Meninggalkan Tao yang masih belum bisa mencerna apa yang baru saja dikatakan olehnya.

"Huh?" Tao baru menyadari bahwa Chanyeol sudah menghilang. "YA! CHANYEOL!" Teriak Tao.

Hening...

Tak ada jawaban.

Chanyeol benar-benar sudah meninggalkan dirinya sendiri.

"... sial."

Mau tak mau Tao melanjutkan perjalanannya sendirian. Taopun melangkahkan kakinya, menyelusuri tempat asing itu sendirian. Tetap berjalan lurus saja...

Tao mengikuti saran Chanyeol, untuk berjalan lurus terus saja. Semoga kali ini saran Chanyeol benar.

.

.

.

Tao melihat sebuah gerbang didepannya, iapun membuka gerbang itu perlahan. Disana ada sebuah meja yang cukup panjang. Dan terdapat tiga orang yang duduk di meja itu. Diatas meja tersebut terdapat berbagai jenis kue dan perlengkapan minum teh.

Tao berjalan mendekati meja itu.

"Tak ada ruang lagi." Kata pemuda pertama–yang duduk dipaling kiri. Wajahnya tampan–juga cantik. Ia memakai kemeja bewarna putih polos dipadukan dengan rompi bewarna merah muda cerah dan sebuah jas yang menjuntai hingga selutut– semua kancingnya dibiarkan terbuka. Penampilannya lengkap dengan sebuah topi bewarna merah muda juga boots bewarna putih.

Pemuda kedua yang duduk disebelah pemuda pertama mengangguk pelan. Ia terlihat sangat manis dan–imut. Telinga dan ekornya menyerupai kelinci–menambahkan kesan manis diwajahnya . Pakaiannya serba putih–dilengkapi dengan sebuah dasi kupu-kupu hitam.

Tao menyeritkan dahinya.

"Kami hanya bercanda, duduklah." Ucap pemuda ketiga–yang duduk didepan pemuda pertama dan kedua.

Tao mengangkat bahunya bingung. Ia duduk di sebelah pemuda ketiga, pemuda dengan wajah tampan bertelinga dan berekor tikus. Rambutnya bewarna pirang keemasan, bagian bawah rambutnya bewarna cokelat kehitaman. Pemuda itu memakai kemeja putih dan rompi berwarna merah marun serta dasi kupu-kupu. Ia memakai celana bewarna cokelat tua dan sepatu bewarna senada dengan celananya.

"Terimakasih." Ucap Tao sembari mendudukkan dirinya.

"zzzz" Pemuda disampingnya sudah masuk kealam mimpi dengan waktu kurang dari 3 detik.

"..."

"Dia memang begitu, makanya kita memanggilnya Dormmouse , benar kan D.O?" Pemuda pertama tadi berkata sembari meminum tehnya.

Pemuda yang dipanggil D.O itu hanya mengangguk.

"Ah–Selamat datang di Mad Tea, namaku Luhan si Hatter. Dia D.O si March Hare dan yang disebelahmu itu Sehun si Dormouse. " Ucap Luhan–sang pemuda pertama rupanya sambil menunjuk D.O dan Sehun dengan dagunya.

Tao hanya mengangguk imut.

"Kau suka teh? Tanya Luhan.

"Ya."

Dengan cepat Luhan menuangkan teh ke cangkir yang baru–untuk Tao. Lalu ia memberikannya kepada Tao.

"Terima kasih." Ucap Tao sembari meminum tehnya.

"Bagaimana kalau kita bermain teka-teki?" Ajak Luhan sambil tersenyum lebar.

"Uhm.. baiklah."

"Mengapa gagak seperti meja tulis?" Tanya Luhan. Pertanyaan pertama yang sukses membuat Tao bingung.

Tao gelagapan. Ia tak tahu jawabannya. Akhirnya ia memutuskan untuk menjawab asal saja. "Karena mereka memiliki kemiripan yang sama!"

Ketiga orang disana langsung tertawa. Luhan tertawa terbahak-bahak, Sehun terkekeh sedangkan D.O tertawa kecil. Mereka terus tertawa, membuat Tao makin bingung.

"Jawabannya adalah mereka tidak mirip satu sama lain sama sekali." Kata D.O sembari tertawa kecil.

Wajah Tao langsung berubah merah padam. Ia merasa dihina dan telah dibodohi. Itu benar-benar pesta teh terbodoh yang pernah ia datangi.

Baru saja ia ingin beranjak pergi dari tempat itu, sebuah kereta kuda berhenti didepan Tao.

"Wah, sepertinya sang ratu mengirim seseorang untukmu." Ucap Luhan sambil tersenyum kecil.

.

.

.

.

.

TBC...

Balasan review :

TaoKYU : Terima kasih banyak. Haha, sayangnya bukan kris atau ratu yang jahat itu(?). FF ini memang diadaptasi dari cerita Alice In Wonderland, tapi author menambahkan banyak adegan buatan sendiri. Terima kasih sudah me-review.

MidnightPandaDragon1728 : Terima kasih. Ini sudah update.

Taoris Saus Tiram Terima kasih. Ini sudah di update

P.S : Chapter 2 udah diupdate nih. Terima kasih banyak telah membaca Tao In Wonderland. Ikuti terus kisahnya! Mohon maaf jika masih banyak kesalahan didalam cerita. Sekali lagi, GAMSAHAMNIDA~

.

.

.

XOXO,

Lee Hwi Na

REVIEW, PLEASE?