RENDEZVOUS
CHAPTER 2
Typo yang bertebaran, alur yang sangat berantakan, jalan cerita yang sangat tidak jelas, EYD yang tidak sesuai.
Kyuhyun terus mengayuh sepedanya dengan cepat. Bertemu dengan Siwon kembali sungguh tidak pernah dipikirkan oleh Kyuhyun. Padahal dirinya sudah sangat sengaja meninggalkan Seoul untuk tidak bertemu lagi dengan Siwon.
Tentang bagaimana ceritanya Kyuhyun malah sampai ditoko bunga Milik ibunya. Oke, untuk ini Kyuhyun akui walaupun ibunya pemarah, berkata kejam dan mungkin Valak dan ibunya ada sisilah keluarga atau mungkin saudara jauh tapi ibunya memilik kecintaan sendiri terhadap Bunga. Makanya ibunya membuka toko bunga. Setidaknya ada sisi lembut dari ibunya.
"Sedang apa kau disana?" Kata Heechul, eomma Kyuhyun.
Heechul heran bukannya tadi Dirinya dengan Kyuhyun bertengkar karena masalah Kyuhyun ingin ketaman Bunga. Kok malah dia jadi kemari? Jujurnya saja Kyuhyun jarang sekali kemari.
Setelah memakirkan sepedanya dengan baik dan benar. Kyuhyun berjalan dengan dihentak-hentak seperti anak kecil yang tidak diberi uang jajan untuk membeli permen oleh orangtuanya.
"Apa akan badai besar hari ini?" Kata Heechul berjalan keluar memandangi langit yang sepertinya mendung.
"Wae?" Kata Kyuhyun masam.
"Seharusnya eomma yang bertanya kenapa kau kemari? Apa kau sudah lupa ingatan sehingga tidak ingat jalan menuju taman bunga? Perlu eomma antar? makanya jika mempunyai uang belilah handphone bermerek" kata Heechul.
"Tidak, aku sedang tidak berselera untuk ke sana" kata Kyuhyun menatap kedepan.
"Yak! Kau kenapa?! Jangan membuat eomma khawatir" kata Heechul.
"Eomma aku bertemu dengan orang yang tidak ingin kutemui" kata Kyuhyun.
"Nugu? Nugu?" Kata Heechul.
"Masa eomma tidak tahu" kata Kyuhyun menatap eommanya.
"Yak! eomma mana tahu?! Banyak orang yang tidak ingin kau temui. Jadi mana eomma tahu siapa yang tidak ingin kau temui"
"Siwon eomma. Siwon." Kata Kyuhyun.
"Mworago?" Teriak Heechul.
Changmin dan Taemin saling menatap satu sama lain. Binggung dengan Kyuhyun yang hanya mengaduk-aduk makan. Biasanya Makanan takut kepada Kyuhyun tetapi Kyuhyun aneh hari ini.
"Ada apa denganmu, Kyunnie? Apa aku perlu mengganti makanannya?" Kata Taemin khawatir Yang diikuti anggukkan oleh Changmin.
Sebenarnya tadi pagi Kyuhyun sudah malas datang kesekolah. tadi juga Kyuhyun sudah malas kekantin tetapi berkat Changmin dan Taemin yang memaksakan kehendak akhirnya Kyuhyun dengan pasrah ikut ke Kantin. Jadilah sekrang Kyuhyun hanya mengaduk-aduk makanan.
"Kyunnie, bila kau tidak ingin makan itu, Boleh changminnie yang makan?" Changmin sedari tadi sudah ingin makanan Kyuhyun tetapi dihalangi terus oleh Taemin. Akhirnya dengan tekad yang kuat Changmin mengutarakan niatnya. Yang langsung disambut dengan Kyuhyun dengan menyodorkan piringnya.
"Kyunnie, kau yang terbaik" teriak Changmin dan langsung melahap makan Kyuhyun.
"Sebenarnya ada apa denganmu?" Kata Taemin lagi.
Setelah Kyuhyun menghela nafas akhirnya Kyuhyun mulai menceritakan peristiwa kemarin yang dialaminya bertemu dengan Siwon.
"Mwo?" Teriak Changmin dan Taemin bersamaan.
"Cepat sekali kalian bertemu" kata Changmin lagi.
"Apa maksudmu tiang listrik?"
"Begini Kyunnie, sebenarnya aku dan Changminnie sudah tahu kalau Siwon Hyung akan datang. Kami ingin bilang kepadamu tapi kami takut kau marah nantinya" kata Taemin.
"Sudahlah aku tidak ingin membahas tentang..." Kata Kyuhyun tanpa sengaja melihat Kibum lewat dihadapannya.
Kyuhyun segera berdiri dan menghampiri Kibum. Changmin memberikan isyarat kepada Taemin untuk menyusul Kyuhyun. Bahaya jika Kyuhyun dibiarkan berlama-lama dengan Kibum.
"Ah, Kau tahu Siwon kemari?" Kata Kyuhyun tepat didepan Kibum dengan Kibum membawa nampan makan dengan kedua tangannya.
"Beritahu kekasih tercintamu untuk tidak mendekatiku, aku sudah cukup mual mendengar dia berkata bahwa dia kemari untuk menemuiku" kata Kyuhyun lagi kemudian berlalu, mau tidak mau Taemin harus berlari. Tetapi kemudian Kyuhyun berhenti.
"Ah, satu lagi terima kasih karena sudah mengambil Sampah bekas dariku" kata Kyuhyun berlalu tanpa menyadari Kibum menangis karenanya.
"Benar, dia sudah ku anggap sebagai sampah yang mengganguku"
Siwon merapikan satu persatu pakaiannya didalam lemari yang disediakan dirumah itu. Siwon memutuskan untuk menyewa Rumah daripada harus menginap dihotel.
"Jujur kau seperti yeoja saja" kata Seseorang dibelakang Siwon.
"Sejak kapan kau disana?" Kata Siwon yang tetap pada aktifitasnya tanpa memperdulikan Donghae yang tepat dibelakangnya.
"Sejak dari kau memasukan kemeja biru itu" kata Donghae kemudian masuk kedalam kamar Siwon dan kemudian duduk diatas kasur.
"Bagaimana?" Kata Siwon.
"Kurasa kau akan lama disini, penduduk sekitar sana tidak mau pindah dari taman itu"
"Busajangnim..." Teriak seseorang dari luar.
"Ada apa?" Kata Siwon melihat karyawannya berlari dan berada didepan pintu kamarnya.
"Penduduk..." Kata karyawan Siwon terlihat menarik nafas.
"Penduduk berkumpul didepan perusahaan"
"Mwo?"
Terdengar suara teriakan bahwa mereka tidak ingin diusir dan tidak mengizinkan didirikannya bangunan dikawasan mereka. Suara teriakan itu semakin terdengar saat sebuah mobil sudah mendekati pintu utama perusahaan dan para penduduk yang berkumpul.
Saat Siwon dan Donghae turun, semua penduduk langsung mengerumuni mereka berdua.
"Tenang harap tenang" kata salah satu Bawahan Siwon.
"Bagaimana kami bisa tenang kalau kalian ingin merusak desa kami?!" Teriak salah seorang warga.
"Kami akan memberikan kalian kompensasi yang cukup tinggi" kata Siwon tiba-tiba.
"Kompensasi katamu?! Memangnya kami percaya?!" Kata Seorang pria paruh baya yang berdiri tidak jauh dari Siwon.
Tiba-tiba seseorang melemparkan sebuah telur kepada Siwon dan mengenai Siwon.
Segera petugas keamanan bertindak mengamankan Siwon dan segera membawanya kedalam perusahaan.
"Mereka sungguh mengerikan" kata Siwon yang sudah berada dalam Gedung.
"Berhentilah mengeluh dan segera mendapatkan persetujuan dari warga disana. Jangan harap bisa pulang sebelum selesai" teriak Seorang pria paruh baya seberang sana.
"Ne, aku mengerti abojie" Siwon segera menutup telepon. Siwon memijit pelipisnya.
"Apa yang harus aku lakukan?" Kata Siwon yang masih memijit pelipisnya.
"Apa yang ayahmu katakan?" Kata Donghae yang berada diruangan Siwon didalam perusahaan itu.
"Seperti biasa, tidak boleh pulang sebelum semua selesai. Tapi aku tidak tahu bagaimana cara menyelesaikannya"
"Ah, aku punya ide" kata Donghae.
"Apa?" Kata Siwon senang.
"Bagaimana kalau kau memdekati mereka secara perlahan-lahan"
"Maksudmu?"
"Apa karena dilempari telur otakmu jadi tidak berkerja?"
"Baru memberikan ide saja sudah Sombong" kata Siwon tidak percaya kepada Donghae.
"Aku bercanda, jangan marah. Jadi begini kau dekati seperti mereka bantu mereka dalam melakukan perkerjaan. Nanti mereka akan luluh dan kau akan mendapatkan persetujuannya" kata Donghae menaik turunkan alisnya.
"Kau ternyata pintar juga" kata Siwon tidak menyangka dengan ide Donghae.
"Oh ya, aku baru ingat. Ini alamat Kyuhyun seperti yang kau minta"
Donghae menyerahkan sebuah kertas yang berisi alamat tempat tinggal, sekolah dan usaha yang berhubungan dengan Kyuhyun. Siwon menerimanya dengan senyum yang sangat lebar.
"Ada satu lagi" kata Donghae.
"Apa?" Kata Siwon tanpa mengalihkan perhatiiannya pada kertas yang tadi diberikan oleh Donghae.
"Kibum berada disini juga"
"Mworago?"
Kyuhyun cembrut sedari tadi karena ibunya meninggalkannya ditoko bunga sendirian. Yeoja yang biasa membantu eommanya sedang cuti karena sakit. Bagaimana bisa ibunya meninggalkannya?
"Bagaimana kalau aku diculik karena aku terlalu imut? Bagaimana kalau aku diculik karena terlalu lucu?bagaimana bisa eomma meninggalkan aku sendiri?" Kata Kyuhyun meratapi nasibnya.
Tanpa Kyuhyun sadari sebuah mobil mewah berhenti disamping toko bunga seorang namja tampan dan terlihat cukup muda keluar dari mobil tersebut.
Namja itu memakai kacamata hitam dan tersenyum saat melihat bunga yang ia cari ada disini.
"Permisi" kata Namja itu.
"Permisi" kata namja itu lagi, karena ia tidak melihat ada yang datang menghampirinya jadinya namja itu masuk kedalam toko bunga itu. Tidak sengaja dia melihat Kyuhyun yang sedang perang batin.
"Permisi, agasshi" kata namja itu kenapa Kyuhyun.
Kyuhyun segera menoleh, entah kenapa dia merasa ada yang memanggilnya.
"Mwo? Kau memanggil ku apa?" Kata Kyuhyun tidak terima.
"Agasshi?" ulang namja itu.
"Yak! Aku itu namja bagaimana bisa kau memanggil ku agasshi? Mau ketemu Tuhan ya?!" Kata Kyuhyun.
"Sungguh aku tidak tahu, kau sungguh terlihat seperti yeoja"
"Mwo?!" Teriak Kyuhyun.
Untung Eomma Kyuhyun, Heechul segera datang kalau tidak mungkin namja itu tinggal nama karena Kyuhyun.
"Yak, anak Kurang ajar! Apa yang kau lakukan?" Teriak Heechul.
Segera Heechul berlari mendekati mereka berdua.
"Anak Kurang ajar, sopan sedikit terhadap konsumen. Bagaimana bisa kau memarahinya?"
"Tapi eomma dia memanggilku agasshi"
"Kan ini bukan pertama kalinya ada yang memanggilmu agasshi, jadi biasakan dirimu"
"Saya benar-benar minta maaf, anak ini memang tidak ada sopan santun" kata Heechul kepada namja itu.
Namja itu sedari tadi terdiam melihat ibu dan anak itu bertengkar.
"Ne, tidak apa-apa. Bisakah aku membeli bunga yang ada didepan itu?" Kata Namja itu.
"Oh, tentu" kata Heechul.
Setelah namja itu selesai membayar, dia menghampiri Kyuhyun.
"Maafkan aku, begini saja sebagai permintaan maaf aku akan mentraktirmu makan, bagaimana?" Kata Namja itu kepada Kyuhyun.
Mendengar nama makanan, Kyuhyun jadi bersemangat, yang tadinya marah karena eommanya.
"Sepuasnya?"
"Ne, sepuasnya"
"Aku terbiasa makan banyak, apa kau tidak akan bangkrut?"
"Tidak apa-apa, makan sepuasmu"
"Bagaimana kalau kau kabur sebelum kau sempat mentraktirku?"
"Berikan nomor ponselmu" kata Namja itu.
Kyuhyun segera memberikan nomornya kepada namja itu.
Namja itu segera mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan kartu namanya.
"Ini, kau bisa menghubungiku disitu"
Segera namja itu pergi. Setelahnya Kyuhyun melihat kartu nama tersebut.
' Choi Minho, Direktur penjualan dan pemasaran '
"Bisakah aku tidak berurusan dengan marga Choi?!" Kata Kyuhyun kesal.
Kyuhyun segera melangkahkan kakinya secepat mungkin.
"Mau kemana kau?" Kata Heechul.
"Ketaman Eomma" teriak Kyuhyun.
Siwon berdiri dari tempat duduknya kemudian ia memakai jasnya.
"Mau kemana kau?" Kata Donghae.
"Mau lihat lokasi itu"
"Perlu ku temani?"
"Tidak perlu, aku bisa sendiri"
Kyuhyun memilih duduk dibawah pohon yang ada ditaman itu, dia ingat betul kalau dulu kalau dia pulang kesini Kyuhyun selalu diajak neneknya ketaman ini.
" Kyuhyun?" Kata seorang namja yang Kyuhyun benci, Siwon.
Kyuhyun tanpa menoleh segera bangkit berdiri, menepuk celananya sebentar lalu melangkah pergi. Siwon segera meraih tangan Kyuhyun.
"Lepaskan aku" kata Kyuhyun menarik tangannya sekuat tenaga dan terlepas.
Segera Kyuhyun melangkah pergi.
"Kenapa kau pergi begitu saja dan menyerah?" Kata Siwon menghalangi jalan Kyuhyun untuk pergi.
"Kau yang membuatku pergi dan menyerah, Bajingan!" Kata Kyuhyun tepat didepan Siwon.
Siwon tetap tidak membiarkan Kyuhyun pergi.
"Dengar, Aku sudah mengganggapmu Sampah yang sudah ku buang jauh-jauh dan tidak pernah mengharapkan akan kembali lagi. Jadi menjauhlah dari hadapanku, karena aku sudah jijik melihat wajahmu!"
Mendengar perkataan Kyuhyun membuat Siwon terdiam, membiarkan Kyuhyun melewatinya tanpa menahannya lagi. Tanpa Kyuhyun sadari dia meneteskan air mata.
"Aku benar-benar membencimu!"
To Be Continue
Sorry updatenya lama pke banget. Maaf banget. Mungkin karena kelamaan gk update jdi lupa ama alur ceritanya.
Maaf untuk alur yang aneh, maaf untuk penulisan yang aneh.
BIG THANKS FOR
Cuttiekyu94 / Desviana407 / Songkyurina / Guest / cici fu / abelkyu / Guest / DD / Yong Do Jin316 / uixalmt / Cho KyuNa / rismamalmul / nhoena nhoeni / fatmawatiyustika / Wonkiyu
Thanks yang sudah FOLLOW dan FAVORITE
