Baru saja ia ingin beranjak pergi dari tempat itu, sebuah kereta kuda berhenti didepan Tao.

"Wah, sepertinya sang ratu mengirim seseorang untukmu." Ucap Luhan sambil tersenyum kecil.

.

.

.

Tao In Wonderland

.

.

.

Disclaimer : The characters isn't mine

Warning : Typo(s), Yaoi/Shou-ai/BL

A/N : Maafkan author yang telat atau lama update, tugas menumpuk disekolah.. maafkan author ini...

.

.

.

Chapter 2 : The King and Queen

.

.

.

Pintu kereta kuda tersebut terbuka, menampakkan seorang pemuda tampan bertelinga dan berekor kelinci. Rambutnya bewarna pirang terang.

"TUAN KELINCI!" Pekik Tao.

Pemuda kelinci itu hanya tersenyum kecil dan langsung menyeret Tao masuk kedalam kereta kuda. Tao? Hanya pasrah apa yang dilakukan oleh pemuda kelinci itu. Tao langsung duduk disebelah pemuda kelinci tersebut tanpa mengalihkan pandangannya dan kereta kuda itu mulai berjalan perlahan.

Didalam kereta kuda itu Tao terus bertanya kepada sang pemuda kelinci. Siapa namanya, kenapa dirinya bisa berada di dunia ini, mengapa ia bisa berpakaian seperti ini dan lain-lain.

"Tuan kelinci, siapa namamu?" Tanya Tao.

"Kris." Jawab sang kelinci singkat.

Tao hanya ber'oh'ria dan kembali berbicara.

Tao tak hentinya berbicara–sampai kereta kuda tersebut berhenti mendadak, membuat Tao tak sengaja terjeduk.

"Auch." Tao mengelus pelan keningnya yang agak memerah karena terjeduk tadi.

Dengan cepat pemuda kelinci itu membuka pintu kereta kuda–dan turun yang diikuti oleh Tao yang masih memengangi keningnya.

Mereka berjalan kearah sebuah istana megah nan mewah. Kris membukakan pintu istana tersebut–membiarkan Tao memasuki istana terlebih dahulu baru setelahnya dirinya sendiri.

Saat Tao memasuki istana tersebut, terdengar suara terompet yang ditiup. Saat ia menoleh kesebelahnya, sang pemuda kelinci sudah tak ada. Ia melihat sekelilingnya dan menemukan Kris sudah berada jauh darinya dan sedang meniup terompet. Disebelahnya ada seorang raja dan ratu.

Tao berjalan kedepan.

"Halo gadis kecil. Namaku Suho, dan disebelahku ini adalah istriku, sang ratu, Lay." Suho menunjuk Lay yang berada tepat disebelahnya menggunakan dagunya.

"–AKU BUKAN PEREMPUAN! AKU LAKI-LAKI TAHU!"

Suho hanya tersenyum tipis.

"Kau ingin pulang kan?" Tanya Suho.

"Tentu saja!" Teriak Tao cepat.

"Yasudah, pulanglah."

"Caranya?"

"Ketempat awal kau sampai didunia ini."

"Semudah itu?"

Suho tersenyum–lagi.

Tao hanya mengerutkan keningnya bingung dan berbalik menghadap kearah pintu."Terima kasih." Kata Tao pelan. Ia berjalan menuju pintu gerbang, tapi anehnya pintu tersebut tak bisa terbuka, lebih tepatnya terkunci. Saat Tao berbalik menghadap kearah Suho, tiba-tiba Suho dan yang lainnya sudah tak ada disana. Sekarang hanya Tao sendiri diruangan itu. Sendirian. Hanya dirinya sendirian. Berada ditempat yang tak jelas asal usulnya. Tak ada siapapun. Tao mulai merasa takut, bagaimana kalau ia tak bisa pulang? Bagaimana dengan orangtuanya? Boneka pandanya? Tas Guccinya? Berada disebuah tepat asing tanpa seorangpun disana. Sendirian. Sendirian. Sendirian. Sendirian. Sendirian. Sendirian. Sendirian. Sendirian. Sendirian. Sendirian. Sendirian. Sendirian. Sendirian. Sendirian. Sendirian.

"TIDAKKK!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Tao? Tao!"

"TIDAKKK!"

"Tao! Bangunlah!"

Tao membuka matanya cepat. Ia segera mendudukkan dirinya. Peluh membasahi pelipisnya. Jantungnya berdetak tak beraturan.

"Tao, kau tak apa? Mimpi buruk?" Tanya ibu Tao khawatir.

Tao hanya menggelengkan kepalanya pelan. "Aku tak apa, ma."

"Yasudah, mandilah dan siap-siap pergi kesekolah." Jawab ibu Tao sembari mengelus rambut Tao sayang.

.

.

.

Terlihat Tao tengah berjalan dilorong sekolah. Pikirannya melayang pada mimpinya semalam, tentang dirinya yang berada di Wonderland. Apakah benar itu hanya mimpi? Tapi mengapa terasa begitu nyata? Tapi cukup seram juga... Batin Tao bertanya-tanya.

Karena terlalu fokus dengan pikirannya, Tao tak melihat kearah depan. Membuat dirinya tak sengaja menabrak seseorang. Untungnya tubuh Tao bisa digolongkan ke tubuh yang cukup besar, jadi Tao tak terjatuh karena tertabrak.

"Maaf, aku melamun!" Tao membungkukkan tubuhnya.

"Tak apa." Balas orang yang ditabraknya tersebut singkat, padat dan jelas.

Tao masih membungkukkan tubuhnya. Alisnya saling terkait. Rasanya ia pernah dengar suara baritone seperti ini... tapi dimana? Ia mencoba mengingat-ngingat.

Iapun menatap wajah orang yang ditabraknya tadi.

1 detik...

2 detik...

3 detik...

Matanya terbelalak.

"TUAN KELINCI?!"

.

.

.

.

.

.

END!

.

.

.

.

.

.

Balasan review :

MidnightPandaDragon1728 : FF ini memang hasil dari remake Alice in Wonderland, tapi author juga menambahkan adegan baru. Terima kasih sudah me-review.

TaoKYU : Itu Krisnya udah keluar, awalnya rencananya Kris dikeluarin paling akhir, kekeke~. Terima kasih sudah me-review.

abstyle zitao : Tao disini tetap namja kok ;) Terima kasih sudah me-review.

P.S : BUAHAHAHA. Selesai juga ff pertama author yang gaje ini. Terima kasih sudah membaca Tao In Wonderland! Dan author mohon maaf karena masih banyak kesalahan didalam cerita entah itu typo(s), alur kecepetan dan lain-lain. Maaf jika ada review yang author telat ngebalesnya... Maaf juga jika ff ini mengecewakan... dan astaga, ini sedikit banget...

Sekali lagi, terima kasih!

Jangan lupa review! ^^

XOXO,

Lee Hwi Na

REVIEW, PLEASE?