"midorimachi."

BRUK.

"kise bisa kah kau muncul dengan normal."

"kau saja yang lengah sampai jatuhkan coba kau tidak lengah pasti bisa menangkap ku dengan baik."

"sikap mu masih saja ke kanak-kanakan dan bangunlah mau sampai kapan kau diatas ku seperti ini."

"ah gomen ne, midorimachi." Kise mengulurkan tangannya ke midorma yang terjatuh untuk berdiri kembali.

"lebih baik kita cari tempat untuk ngobrol saja sekalian makan."

"baiklah." Kise langsung merangkul sebelah tangan midorma.

"jangan seenaknya merangkul orang, kise."

"biarkan saja aku sangat merindukan saat-saat seperti ini dan kau masih saja mengeluh sudah kau diam dan jalan saja."

"huffff… terserah saja, kise."

"hem."

"hem, selamat datang kembali ke jepang."

"waaahhhh terima kasih midormachi."

Kise dan midorma berjalan dan memutuskan untuk makan di maji burger karena tempat itu adalah tempat favorit mereka berdua saat masih SMP.

"aku sangat rindu tempat ini, sudah lama sekali rasanya tidak kesini."

"salah sendiri kau tidak pernah kembali kesini sejak kepindahan mu."

"aku sibuk midorimachi dan aku senang kau mengunjungi ku di amerika saat senggang."

"kenapa kau kembali, kise."

"aku dijodohkan oleh otou-san dan okaa-san dengan anak rekan kerja mereka dan aku akan tinggal dengan orang yang akan dijodohkan dengan ku agar kami bisa saling mengenal sebelum nanti bertunangan. Bukan kah itu terdengar menyedihkan, midorimachi."

"…"

"midorimachi."

"…"

"midorimachi."

"ah iya ada apa kise."

"kenapa kau melamun ? kau cemburu ?"

"jangan bercanda kise. Siapa yang cemburu."

"hahahahahaha baiklah ayo makan aku sangat lapar sekali dan hari ini boleh menginap di apartemen mu ?"

.

.

.

"tuan muda seijuuro, saya sudah mencoba menghubungi nona ryouta namun belum ada balasan."

"cih, sudah ku bilang jangan pedulikan orang seperti itu dan aku akan pergi malam ini, ada urusan yang harus ku selesaikan."

"tuan saya hanya ingin mengingatkan kalau besok tuan besar dan nyonya besar meminta anda untuk makan malam bersama dirumah."

"baiklah."

"apa tuan muda tidak ingin menunggu nona ryouta."

"tidak. Ada hal yang lebih penting yang harus ku urus."

Akashi bangun dari duduknya dan keluar apartemen.

"siapa dia memangnya, membuat ku menunggu." Batin akashi.

.

.

.

"kau harus pulang, kise. Lebih baik temui dulu calon tunangan mu itu."

"aku tidak mau."

"jangan membuat ku pusing, kise. Bila kau pulang aku berjanji akan mengajak mu ke taman bermain."

"kau serius, midorimachi ?"

"ya."

"baiklah aku akan pulang."

"kau tahu alamat apartemennya biar nanti ku antar."

"hem, sebentar sepertinya tadi aku diberitahu dan aku taro ditas alamatnya." Kise mengacak-ngaca isi tasnya mencari alamat apartemnnya.

"kenapa lama sekali ? ini sudah larut lebih baik kau pulang, aku tidak mau dituduh menculik mu."

"sebentar midorimachi aku sedang mencarinya."

"ya."

10 menit kemudia kise mengeluarkan semua isi tasnya dan hasilnya nihil tidak ada kertas yang berisikan alamat apartemennya.

"bagaimana ini midorimachi, aku tidak menemukannya dimana." Kise mulai merengek ke midorima.

"jangan merengek seperti itu nanti orang berpikir yang tidak-tidak melihat mu seperti itu."

"apa tidak ada nomor yang bisa kau hubungi untuk menanyakan alamat ?"

"tunggu sebentar tadi aku memberikan nomor ku ke seorang buttler. Mungkin saja dia menghubungi ku."

Kise mulai mencari hp nya dan melihat banyak email masuk di hpnya dan mulai mengecek satu-satu email yang masuk.

"yeah. Mereka menghubungi ku. Aku selamat midorimachi dan sepertinya aku akan meminta jemput mereka saja."

"baguslah lebih baik kau hubungi sekarang."

Kise menghubungi buttler untuk menjemputnya ke maji burger. Setelah itu kise ditemani midorma menunggu buttler itu datang menjemput kise. 30 menit berlalu dan buttler itu menghubungi kise bahwa sekarang ia berada di maji burger, kise pun berjalan keluar dari maji burger dan menemukan buttler yang menunggunya.

"baiklah aku pulang dulu midorimachi. Senang bertemu dengan mu."

"ya aku juga."

"sekarang tanggal 19 desember bukan berarti natal sebentar lagi, kau mau menemani ku saat malam natal ?"

"nanti ku hubungi bisa atau tidaknya, kise."

"baiklah. Aku pulang."

Kise masuk kedalam mobil dan mobil itu perlahan jalan meninggalkan midorma yang masih berdiri melihat laju mobil itu. Sesekali ia melirik layar hp nya dan melihat fotonya bersama kise tadi sebelum mereka meninggalkan maji burger. Kise memaksa untuk foto bersama dan menjadikan wallpaper di hp midorma dan juga hpnya. Menurut kise itu momen dimana dia bertemu sahabatnya lagi dan harus diabadinya melalui foto.

"kau tahu kise. Aku cukup senang kau kembali setidaknya kau berada dekat di sisi ku." Bantin midorima.

.

.

.

Akashi sampai di apartemen kuroko dan masuk kedalamnya dan ruangan itu gelap dan akashi bertanya-tanya apakah kuroko sedang keluar. Akashi melangkahkan kakinya menuju saklar lampu untuk menghidupkan lampu dan setelah akashi menghidupkan lampunya.

"SELAMAT ULANG TAHUN SEI/AKASHI-KUN/AKASHI/AKACHIN."

"kalian."

"surprise." Teriak kuroko.

"hem terima kasih tetsuya, satsuki, daiki, dan atushi."

"baiklah tiup lilin tapi sebelumnya kau make a wish dulu sei."

Akashi memejamkan matanya lalu meniup lilin yang ada diatas kue yang dibawa kuroko.

"akachin, boleh minta kue nya ?"

"tentu atushi tapi setelah ku potong dan aku berikan ke tetsuya dulu."

"baiklah akachin."

Akashi memotongnya dan potongan pertama diberikan ke kuroko tetsuya kekasihnya lalu teman-temannya bergantian.

"memang ini sudah tanggal 20 tetsuya."

"hem, kau lihat ini pukul 00.05 sei."

"terima kasih tetsuya." Akashi mengecup kening kuroko.

Dan acara pesta kecil pun dimulai dengan makanan yang sengaja kuroko siapkan sejak pagi tadi untuk surprise ulang tahun akashi kekasihnya.

"satsuki, lebih baik kita pulang ini sudah pukul 2 nanti aku kena semprot okaa-san mu."

"baiklah."

"aku juga ingin pulang dan kita bareng ya minechin."

"baiklah murasakibara."

"apa kalian tidak ingin menginap saja disini ?" tawar kuroko ke teman-temannya.

"tidak, kami pulang saja tetsu-kun."

"baiklah hati-hati ya dan terima kasih telah membantu ku. Dan murasakibara-kun kau boleh membawa kue yang ada dikulkas itu bila kau ingin."

"baiklah, terima kasih kurochin."

Setelah itu aomine, momoi, dan murasakibara keluar apartemen dan pulang kerumah masing-masing. Dan kuroko memberekan bekas makanan dan minuman yang berserakan di ruang tengah apartemennya.

"bukan lebih baik dibereskan besok saja tetsuya."

"besok siang aku akan pulang kerumah ku sei. Nenek sakit dan aku ingin menjenguknya. Kau mau ikut ?"

"ya akan ku antar. Apa kau akan menginap bila tidak setelah itu ikutlah makan malam bersama dirumah ku."

"sepertinya menginap karena okaa-san besok sore harus menemani otou-san ke Kyoto untuk pekerjaannya selama 2 hari jadi aku yang akan mengurus nenek."

"hem, baiklah lusa aku akan membantu mu menjaga nenek."

"baiklah sei."

"yasudah lebih baik besok pagi saja sekarang kita tidur. Dan tetsuya mana kado ku ?"

"ada di kamar sei. Hem boleh aku bertanya sei ?"

"apa tetsuya?"

"apa kau sudah bertemu dengan orang yang dijodohkan dengan mu ?"

"belum, setelah datang ke jepang dia malah langsung berkeliling dan aku belum menemuinya."

"hem begitu sei."

"jangan cemas, kau tetap akan menjadi milik ku sampai kapan pun dan percayalah pada ku."

Akashi memeluk kuroko untuk menenangkannya dan mempercayainya.

"aku percaya pada mu sei." Kuroko mengeratkan pelukannya.

"terima kasih tetsuya karena hanya itu yang kubutuhkan dari mu."

.

.

.

"wah aparteman yang luas juga." Kise mengelilingi apartemen yang akan ia tempati.

"nona ryouta kamar anda sudah diberekan dan juga barang-barang anda sudah disusun bila ada susunan kamar yang ingin diubah nona bilang saja."

"baiklah akan ku cek nanti."

"apa nona ingin memakan sesuatu ?"

"aku sudah makan tadi jadi tidak perlu dan terima kasih. Dan mana seijuuro kenapa aku tidak melihatnya apa dia sudah tidur ?"

"tuan muda seijuuro pergi karena ada urusan yang harus diselesaikan."

"hem. Baguslah. Aku istirahat dulu ya." Kise membuka pintu kamarnya sebelum masuk seorang maid memanggilnya.

"nona ryouta, tuan besar dan nyonya besar meminta anda mengunjunginya dikediaman akashi besok siang dan nona hari ini adalah ulang tahun tuan muda seijuuro dan besok akan diadakan makan malam untuk merayakan ulang tahun tuan muda seijuuro."

"hem jadi orang itu ulang tahun. Baiklah."

Kise masuk kekamar dan melihat ruanganya sudah tertata rapih.

"ulang tahun ya hari ini. Hem pantas saja nee-chan menyuruh ku membeli sesuatu untuknya sepertinya nee-chan tau hal ini."

Kise mengelurkan hp nya dan mulai mengetik sebuah email.

From : kise ryouta

To : kise kyoko

Subject : sudah sampai.

Teks : nee-chan aku sudah sampai dijepang dan juga sudah berkeliling Tokyo setelah sampai lalu aku bertemu dengan midorimachi, kau tahu nee-chan dia semakin ganteng saja sekarang ^.^ . nee-chan aku tahu kau menyuruhku mencari oleh-oleh untuk seijuuro bukan untuk oleh-oleh melainkan kado ulang tahun seijuuro kau memang iseng nee-chan dan akan ku balas nanti ^o^ . dan nee-chan aku belum bertemu dengan seijuuro karena dia sedang ada urusan diluar jadi kedatangan ku ke jepang membuat mood ku baik karena aku belum bertemu dengannya dan bila dia orang yang mengesalkan akan ku buat dia jatuh cinta dengan ku.

Send.

Setelah mengirim email kise berganti pakaian dan tidur.

.

.

.

"tetsuya bangunlah sudah pagi."

Kuroko mencoba membuka matanya yang masih sangat terasa berat dan melihat akashi disampingnya dengan senyumnya yang sangat manis dibanding vailla milkshake kesukaanya.

"ohayou sei."

"ohayou. Bangun dan mandilah ini sudah jam 9 pagi bukan kah kau ingin pulang kerumah mu untuk menjaga nenek."

"hem. Iya benar." Kuroko bangkit untuk duduk lalu memeluk akashi dan mengecup bibirnya sekilas.

"sudah ku siapkan sarapan jadi mandi lah dulu akan ku tunggu kau."

"baiklah dan terima kasih sei."

"hem iya."

40 menit pun berlalu kuroko sudah selesai bersiap dan sarapan bersama akashi sembari membicarakan agenda mereka hari ini. Setelah selesai sarapan kuroko membereskannya dan akashi bersiap untuk mengantar kuroko pulang kerumah. Setelah selesai bersiap kuroko dan akashi pun berangkat kerumah kuroko.

"tetsuya, kau semalam membeli 2 kue ?"

"hem iya. Tadinya aku sudah membeli satu namun dijalan ada seorang wanita yang menabrak mu dan kuenya jatuh walaupun hanya rusak sedikit tapi aku tahu itu tidak layak untuk mu karena kau suka kesempurnaan bukan sei, jadi aku meminta momoi-san membelikan kue lagi untuk mu dan kue yang ku beli ku berikan ke murasakibara-kun karena terlalu banyak kue sayang bila tidak dimakan, kau kan tidak suka yang manis-manis berlebihan sei."

"hem seperti itu."

"dan kau tahu sei, orang yang menabrak ku itu seorang wanita yang sangat cantik dengan rambut kuning yang terurai panjang juga matanya seperti madu. Aku rasa orang itu sangat familiar untuk ku."

"kau mengenalnya ?"

"tidak. Hanya saja sepertinya aku pernah melihatnya disalah satu majalah, mungkin saja dia seorang model."

"hem. Apa kau berkenalan ?"

"tidak. Hanya saja dia menanyakan nama ku tapi aku lupa bertanya kembali padanya. Apa kau nanti akan langsung pulang kerumah sei setelah mengantar ku ?"

"tidak. Aku harus ke kantor kerena ada laporan akhir tahun yang harus ku periksa terlebih dahulu setelah selesai baru aku akan pulang Karena dari pagi okaa-san sudah cerewet menelfon untuk segara pulang."

"hem. Jangan lupa nanti kau makan sei disela-sela pekerjaan mu karena kau selalu saja lupa makan."

"baiklah."

Sampai dirumah kuroko akashi langsung pergi menuju kantornya untuk segera menyelesaikan pekerjaannya lalu pulang untuk menemui orang tuanya yang sudah menunggunya.

.

.

.

"wah nona ryouta sangat cantik sekali dengan drees putihnya." Puji seorang maid yang melihat penampilan kise.

"ah terima kita berangkat sekarang"

"iya nona."

Kise pun berangkat menuju rumah calon tunangannya itu. Sepanjang perjalanan kise mencoba menebak bagaimana orang yang akan dia temui itu dan terniang kata-kata okaa-sannya "apa kau mengingat akashi seijuuro." Apakah itu berarti kise pernah mengenal orang itu sebelumnya namun kise mencoba memikirkan kapan dan dimana ia kenal dengan orang itu namun pikirannya tidak menemukan jawbannya atau mungkin okaa-san hanya bergurau saja.

Tangan kise membuka email yang baru saja masuk di hpnya.

From : nee-chan

To : kise ryouta.

Subject : none

Teks: bukan kah bagus berarti kau tidak perlu lagi membelikannya kado. Dan semoga sukses untuk pertemuannya dan jaga sikap kekanak-kanakan mu itu lebih dewasa lah.

Kisepun tersenyum melihat email dari kakanya itu dan jemarinya mulai sibuk mengetik balasan untuk kakanya.

From : kise ryouta

To : nee-chan

Subject : none

Teks: wah nee-chan memantau ku ya. Senangnya dan tenanglah nee-chan akan ku pastikan akashi seijuuro itu jatuh hati pada ku ^.^

Sepanjang jalan kise asik bertukar email dengan kakanya tentunya hal yang tidak biasa selama di amerika bertukar email dengan kakanya hanya seperlunya saja namun sekarang bahkan ia bertukar email hanya untuk sekedar menggoda kakanya dan menceritakan hari-harinya dijepang. Mungkin memang pertunangan ini baik karena membuat komunikasi kaka dan adik dalam keluarga kise itu berjalan dengan baik dan peran kaka dan adik berjalan sebagaimana mestinya.

Sampailah kise disebuah mansion besar dengan banyak maid yang menyambutnya dan menghantarkannya keruang yang akan mempertemukannya dengan rekan bisnis ayahnya dan juga orang tua dari calon tunangannya. Dan kini dia berhenti didepan pintu yang akan segera terbuka dan kise akan bisa melihat orang-orang itu dan untuk menenangkan pikirannya kise menarik nafas dengan pelan dan akhirnya terbuka pintu itu dan memperlihatkan sosok lelaki paruh baya yang begitu rupawan dan juga berwibawa dengan disampingnya seorang wanita dengan charisma dan juga paras cantik tersenyum kearahnya.

"selamat siang, saya kise ryouta anak dari kise hyuga dan kise aida." Kise memberi salam dan mengenalkan dirinya.

"selamat datang ryouta kami menunggu mu dan panggil saja kami okaa-san dan otou-san." Perumpuan itu menghampiri kise dan memeluknya.

"ah iya okaa-san. Senang bertemu dengan anda."

"wah sangat manis sekali kau ryouta."

"selamat datang ryouta."

"iya otou-san terima kasih telah menyambut saya."

"baiklah ayo kita duduk dan berbincang sedikit."

Kise pun berbincang dengan kedua otang tua calon tunangannya itu. Membicarakan menganai karir kise sebagai model sampai membicarakan hal-hal seperti makanan dan juga hobi kise. Dan kesan yang kise dapat adalah keluarga yang hangat dan juga menyenangkan seperti keluarganya sendiri ya kecannggungan itu mulai pudar secara perlahan.

"okaa-san memainkan piano jua ?" kise melihat piano putih yang berada disudut ruangan.

"hem iya, dan bukan kah kau juga bisa memainkannya ?"

"apa itu benar ryouta. Mainkan untuk kami lagu yang kau suka."

"hem. Baiklah otou-san dan okaa-san." Kise berjalan menuju piano itu dan duduk didepannya dan bersiap memainkan lagu untuk otou-san dan okaa-san yang menunngu untuk mendengarkan permainannya.

Kise mulai menekan tuts piano itu dan kise memutuskan untuk memainkan lagu Kelly Clarkson Because of You.

I cannot cry

Because I know that's weakness in your eyes

I'm forced to fake, a smile, a laugh

Every day of my life

My heart can't possibly break

When it wasn't even whole to start with

Because of you

Diluar ruangan akashi berdiri dan mendengar alunan piano yang begitu indah dan juga suara yang begitu merdu, halus, dan menenangkan dan akashi memejamkan matanya dan mendengarkan alunan music itu memasuki telinganya dan sungguh luapan emosi si penyanyi begitu tersampaikan dengan lagu itu. Dan yang akashi sadari itu bukan suara dan permainan music okaa-sannya yang biasa ia dengar, akashi berpikir bahwa sedang ada tamu yang berkunjung dan biarpun tamu tidak biasanya seorang tamu memainkan alat music yang ada disudut ruangan itu, alat music yang sangat menjadi idola okaa-sannya saat senggan. Perlahan akashi membuka pintu itu dan melihat seorang wanita dengan rambut kuning yang terurai memainkan piano didepannya dengan sangat indah. Namun akashi segera mengalihkan perhatiannya kearah kedua orang tuanya yang sedang duduk bersama sembari mendengarkan alunan music dan suara merdu itu. Akashi membukukan badannya untuk memberi salam namun yang sadar kehadiran akashi hanya otuo-sannya saja sedangkan okaa-sannya terlarut dalam suasana didalam ruangan itu. Akashi masih enggan untuk duduk bersama dengan kedua orang tuanya dan ia memilih untuk tetap berdiri menatap orang yang sedang asik memainkan piano.

I learned to play on the safe side

So I don't get hurt

Because of you

I tried my hardest just to forget everything

Because of you

I don't know how to let anyone else in

Because of you

I'm ashamed of my life because it's empty

Because of you

I am afraid

Because of you

Because of you

Seketika permainan dan alunan suara merdu itu berhenti. Okaa-san bangkit dari duduknya dan menghampiri wanita itu dan memeluknya. Tentu pemandangan yang aneh untuk seorang akashi seijuuro bila memang hanya tamu tidak mungkin okaa-sannya akan memeluknya dan otou-sannya bertepuk tangan dengan bahagia ketika alunan itu terhenti.

"permainan yang sangat indah ryouta, okaa-san sangat menikmati permainan mu." Okaa-san masih tetap memeluk kise dari belakang.

"terima kasih dan syukur bila anda menyukainya."

"sangat indah dan penuh penghayatan, ryouta." Puji otou-san.

"nah nah karena ryouta sudah sangat indah memainkan music bagaimana kalo kita makan malam dulu ."

"baiklah."

"ryouta, seijuuro sudah datang."

DEG. Kise mendadak membatu mendengar bahwa seijuuro datang ya calon tunangannya itu sekarangada satu ruangan dengannya dan mungkin ada dibelakangnya. Okaa-san pun melepas pelukannya.

"wah sei, kau sudah datang sejak kapan?"

"dari tadi okaa-san, okaa-san saja yang tidak menyadarinya ."

Kise bangun dari duduknya dan membalikan tubuhnya. Akhirnya iris dwi warna emas-merah bertemu dengan iris madu. Kise takjub dengan apa yang sedang dilihatnya laki-laki yang begitu tampan dan juga sangat berwibawa namun dengan tatapan dingin yang membekukan.

"baiklah lebih baik kalian berkenalan dulu. Sei ini adalah kise ryouta calon tunangan mu."

Kise tersadar dari lamunannya yang takjub melihat sosok laki-laki didepannya.

"perkenalkan nama ku kise ryouta." Kise membukukan badannya dan mengenalkan dirinya dengan penuh kesopanan.

"akashi seijuuro." Ya akashi memperkenalkan dirinya dengan sangat dingin.

- bersambung -

Terima kasih minna telah membaca.

Sekali lagi semoga tidak membosankan ya.

Dan mohon review nya :)