2 hari kise menjalani pemotretan di Kyoto dan cukup melelahkan karena selalu saja selesai tengah malam dan esok paginya harus kembali menjalani sesi pemotretan. Namun kise beruntung midorima yang sedang senggang menemaninya untuk pemotretan di Kyoto. Midorima selalu menemani kise menjalani pemotretan dan juga menjaga asupan makanan dan vitamin agar kise tidak sakit karena kelelahan.
Namun kise berpikir alasan dia pindah ke jepang bukan untuk menjalani beribu aktifitas modelingnya dan juga merepotkan sahabatnya midorima tetapi untuk mengenal akashi seijuuro ya akashi yang akan menjadi tunangannya. Bahkan saat kise akan berangkat ke Tokyo pun akashi tidak ada di apartemen. Hal yang selalu menjadi tanda Tanya besar untuk kise adalah kemana akashi pergi sampai tidak pulang ke apartemen. Pertanyaan yang tidak pernah kise tanyakan langsung kepada akashi seijuuro.
Hari ini kise kembali dari Kyoto dan saat kembali keapartemennya terlihat sama sebelum dia pergi, sepi. Kise berjalan menyeret kopernya lalu duduk sebentar diruang tengah. Tidak lama setelah itu pintu apartemen terbuka dan sosok akashi seijuuro masuk dan kise hanya tersenyum melihat akashi datang.
"doumo seichi."
"ya."
"seichi, sudah makan siang, mau makan bersama tidak ?"
"maaf, aku sudah ada janji dengan seseorang untuk makan siang bersama. Kau makan sendiri saja."
"baiklah seichi, hem seichi boleh aku bertanya ?"
"ada apa ryouta."
"memang seichi ada urusan apa sampai tidak pernah pulang ke apartemen."
Akashi mengela nafas sampai akhirnya menjawab "apa ada masalah dengan mu, ryouta ?"
"tidak. Hanya saja terasa sepi disini. Setiap malam kau tidak pernah pulang, aku hanya merasa sepi setidaknya akan lebih baik kita kita berbincang."
"malam ini aku akan disini."
"baiklah akan kubuatan pancake."
"baiklah." Akashi lalu melangkah masuk kedalam kamarnya.
Kise senang akashi malam ini aka nada diapartemen dan membuatnya terus tersenyum. Setelah itu kise masuk kedalam kamarnya untuk membereskan barang-barangnya. Setelah itu kise memutuskan untuk membuat jus dan bertemu akashi yang sudah siap untuk berangkat lagi.
"hati-hati seichi, semoga urusan mu hari ini berjalan lancar."
"hem."
Akashi melangkahkan kaki keluar dari apartemen dan kise bergegas kedapur untuk mengambil jus jeruk dan kembali kekamar.
Krruk.
"hem ya aku belum makan siang." Kise mencari ponselnya dan mencari nelfon telfon sahabatnya.
Kise duduk di maji burger menunggu sahabatnya datang dan tidak lama laki-laki bersurai hijau itu muncul dan menghampiri kise lalu duduk dibangku didepan kise.
"siang, midorimachi."
"kise, bisa-bisanya kau mengganggu istirahat ku."
"kau kan bilang belum makan siang tadi, apa salahnya makan siang bersama."
"aku bisa masak sendiri di apartemen."
"sudahlah, aku yang traktir kali ini. Ini sudah ku pesankan." Kise menyodorkan burger, kentang goreng, dan juga segelas cola-cola.
Midorima hanya menghela nafas lalu memakan makanan yang diberikan kise padanya.
"midorimachi, malam ini aku kan mengobrol dengan seichi."
"baguslah."
"abis ini kau antarkan aku ke supermarket ya. Aku berjanji pada seichi untuk membuatkan pancake."
"hem. Sudahlah kau berisik sekali kise. Kalau sedang makan jangan bicara."
"ya ya ya shintarou."
Mendengar kise memanggil nama kecilnya, midorima tersenyum tipis. Selesai makan di maji burger mereka berbelanja ke supermarket. Lalu setalah itu midorima mengantarkan kise sampai apartemennya.
"mau mampir midorimachi."
"tidak. Aku ingin cepat-cepat pulang dan beristirahat."
"baiklah. Terima kasih untuk hari ini ya."
"iya."
Setelah itu kise keluar dari mobil midorima dan berjalan masuk kedalam apartemen. Saat kise membuka pintu apartemennya, ada hal aneh di apartemen itu ya apartemen itu terlihat seperti ada kehidupan. Kise masuk dan menelusuri ke seluruh ruangan dan akhirnya menemukan akashi yang tengah membuat sesuatu di dapur.
"kau sudah pulang, seichi."
"ya. Kau sendiri dari mana."
"aku abis berbelanja bahan untuk membuat pancake."
"hem."
"kau sedang membuat apa seichi."
"jus strawberry, kau mau."
"hem, tentu saja."
Kemudian akashi menungkan jus kedua gelas setelah itu akashi melangkahkan kakinya keluar dari dapur dan kise mengikutinya. Saat kise melihat di layar lcd didepannya akshi tengah menonton film.
"amiteville. Seichi senang menonton film horror ?"
"ya, kau tahu film ini ryouta."
"ya, ini bukannya film lama ya."
"ya aku senang saja menontonnya. Apa film yang kau suka ryouta."
"aku menyukai semua genre aku menyukai film kingdom of heaven, angle and demons, da vinci code, dan series twilight."
"ryouta, kau bilang kau sangat merasa kesepian disini, memang dulu kau tinggal dengan siapa di amerika."
"dengan otou-san, okaa-san, dan nee-chan. Walau mereka juga sibuk namun saat malam mereka ada dirumah dan juga aku sering bertengkar dengan nee-chan mengenai kegiatan kami. Dan sejak kepindahan ku kemari sangat terasa sepi sekali rasanya dan aku merindukan otou-san, okaa-san, dan nee-chan."
Akashi bangun dari duduknya dan menepuk punggung kise "aku ingin tidur sebentar, kau siapkan makan malam setelah itu bangunkan aku." Akashi pun melangkahkan kakinya ke kamarnya.
Kise masih terdiam melihat akashi, entah kise menyimpulkan bahwa akashi setelah ini akan selalu menemaninya dan mengusir rasa sepinya. Ya itu kesimpulan yang kise buat. Setelah itu kise berganti pakaian dan memasak makan malam didapur.
"seichi, makanan sudah siap."
"aku akan keruang makan 3 menit lagi."
Setelah itu kise meningglkan kamar akashi dan menunggunya diruang makan. 3 menit kemudian akashi muncul dan mereka makan malam bersama. Setelah makan malam akashi membantu kise membereskan piring-piring makanan mereka dan kise menyiapkan bahan untuk membuat pancake.
"kau memang bisa membuat pancake, ryouta."
"aku kemarin membaca caranya di majalah, aku rasa mudah dan aku bisa."
Akashi hanya duduk dan melihat kise sedang berkutat dengan bahan-bahannya sampai.
"ahhhhh kenapa gagal lagi, ini sudah 2 kali. Diresep terlihat mudah." Kise mengacak-acak surai kuningnya.
"kau sudah menyerah, ryouta."
"belum. Aku akan terus mencobanya."
Akashi hanya tersenyum melihat kelakuan kise. Sampai akhirnya akashi bangun dari duduknya dan membantu kise membuat pancake.
"seichi, memangnya kau bisa membuat pancake."
"kita lihat saja nanti. Kau lebih baik membereskan kekacauan yang kau buat, ryouta."
"tapi seichi~"
"kerjakan apa yang ku bilang."
"baiklah."
Kise membereskan peralatan dan juga bahan membuat pancake sedangkan akashi sedang membuat pancake.
20 menit kemudian diruang tengah..
"wahhh seichi hebat bisa membuat pancake dan sepertinya enak sekali."
"kau cicipi saja ryouta."
"baiklah." Sampai kemudian kise berteriak "INI PANCAKE TERENAK YANG PERNAH KU MAKAN."
"baguslah kalau begitu."
"seichi hebat sekali, lain kali ajari aku ya."
"ya."
Setelah itu akashi dan kise berbincang mengenai film, kegiatan mereka sehari-hari. Tentu kise mendominasi pembicaraan, akashi hanya menjawabnya dengan singkat dan kise terlihat sangat antusias untuk mengenal akashi lebih jauh walaupun akashi membentengi dirinya agar kise tidak mengenal dirinya lebih jauh lagi.
"wah sudah jam 12 malam, pantas saja ku mengantuk. Seichi aku tidur duluan ya."
"hem. Aku juga ingin tidur."
"oyasuminasai seichi."
"oyasuminasai ryouta."
Setelah itu kise dan akashi masuk kedalam kamarnya masing-masing dan kedua tertidur lelap.
.
.
.
Pagi hari kise bangun dan ingin mengambil air minum diluar dan ia melihat akashi tengah terburu-buru keluar apartemen tanpa mengucapkan salam sedikitpun padanya atau bahkan tidak menghiraukan keberadaan kise dan raut wajahnya terlihat sangat sedang mengkhawatirkan sesuatu. Kise yang melihat itu hanya bisa terdiam.
.
.
"akashi-kun. Kau sudah datang."
"bagaimana keadaan tetsuya, satsuki."
"sedang diperiksa dokter dikamarnya."
"tenanglah akashi, tetsu tidak apa-apa sepertinya ia hanya demam saja."
Akashi kemudian duduk disamping pemuda berambut biru tua dan memperhatikan perempuan dengan surai pink sedang berdiri didekat pintu kamar kuroko. Kemudian dokter keluar dari kamar kuroko.
"bagaimana keadaan tetsu-kun dokter." Tanya perempuan dengan surai pink itu.
"hanya demam saja. Dia butuh istirahat dan demamnya akan turun"
"terima kasih dokter."
Setelah itu perempuan dengan surai pink mengantarkan dokter keluar dari apartemen, akashi dan pemuda berkulit tan dengan surai biru tua itu masuk kamar kuroko. Akashi menghampiri kuroko yang tengah terbaring lemah diatas kasurnya.
"tetsuya." Akashi mengecup lembut kening tetsuya.
"sssei." Kuroko membuka kedua matanya dengan perlahan.
"kau sudah bangun tetsuya."
"sei." Kuroko tersenyum melihat akashi disampingnya.
"bagaimana apa kau sudah merasa baikan , tetsu."
"aomine-kun terima kasih dan maaf merepotkan, aku jauh lebih baik sekarang."
"baguslah tetsu."
"tetsu-kun bagaimana keadaan mu."
"momoi-san, aku sudah baikan dan terima kasih sudah menjaga ku."
"tidak apa-apa dan jangan sungkan kita kan sahabat."
"sakali lagi terima kasih, minna."
"akashi, maaf kami harus kembali bekerja."
"baiklah daiki, satsuki terima kasih sudah menjaga tetsuya untuk ku."
"sama-sama."
Setelah itu aomine dan satsuki pergi dari apartemen kuroko. Dan akashi kedapur untuk membuatkan bubur untuk makan siang kuroko dan kuroko tengah tertidur. Selesai akashi membuat bubur ia kembali ke kamar kuroko dengan nampan ditangannya.
"kau sudah bangun, tetsuya."
"apa itu sei."
"bubur. Kau harus makan siang agar kondisi mu cepat pulih."
"terima kasih, sei."
Akashi meletakan nampan di meja dekat kasur lalu menghampiri kuroko dan memeluknya.
"kenapa tidak memberitahu ku kalau kau sakit. Kau tahu mendengar kau sakit. Aku sangat khawatir sekali."
"kau bilang kau akan ada urusan. Aku tidak mau membuat kau khawatir jadi kuputuskan kan untuk meminta tolong momoi-san dan aomine-kun."
"maaf."
"untuk apa sei."
Akashi melepaskan pelukannya dan menatap surai baby blue kuroko dalam-dalam.
"dengar, aku minta kau memaafkan ku. Sebenarnya kemarin aku tidak ada urusan. Aku hanya pulang ke apartemen dan mengobrol dengan~"
"cukup."
"ku bilang~"
"ku bilang cukup sei. Aku tidak ingin mendengar hal itu." Kuroko tertunduk dan air mata menetes dari matanya.
Akashi terkejut melihat reaksi kekasinya itu dan kembali memeluknya dan kuroko mulai menangis terisak.
"maaf aku. Maaf maaf maaf."
"sei, apa kau mulai menyukainya."
"tidak, sudah ku bilang aku hanya meminta mu untuk mempercayai ku saja, aku tidak akan menyukainya."
"aku percaya sei." Kuroko mengeratkan pelukannya dan berhenti menangis. Ya kuroko mempercayai kekasihnya yang akan selalu setia padanya.
"kau makan dulu dan kembalikah beristirahat agar cepat pulih."
"baiklah sei."
.
.
.
Kise duduk diruang tengah dengan remote di tangannya namun pikirannya bukan pada acara yang sedang berlangsung didepannya namun pikirannya memikirkan akashi yang tadi pagi pergi terburu-buru dengan wajah yang penuh dengan ke khawatiran.
.drrt.
Getaran di hpnya menyadarkannya dari lamunanya dan mengambil hpnya dan ternyata manajernya mengiriminya email dan memintanya untuk segera datang ke agensinya.
Sampai diagensinya kise melihat manajernya dengan wajah yang begitu sedang tidak dalam mood baik dan kise pun duduk di kursi bersebrangan dengan manajernya.
"alexchi."
"kau sudah datang kise."
"ya aku sudah dari tadi hanya saja kau tidak sadar karena melamun."
"kau sudah membaca majalah hari ini."
"belum. Kenapa memangnya apa ada masalah."
"masalah besar dan mengancam karir mu." Alex memberikan majalah yang sedari tadi ia pegang ke kise.
Kise pun hanya tersenyum melihat pemberitaan dirinya didalam majalah itu.
"kau tersenyum. Kau tahu masalahnya apa bukan."
"kau juga tahu semua masalah ku kan alexchi."
"kau punya solusi untuk masalah mu atau kau mau karir mu itu hancur perlahan."
"sepertinya kau yang punya solusinya, alexchi."
"umumkan berita pertunangan mu segera mungkin."
Kise hanya tersenyum mendengar solusi dari manajernya.
"jangan hanya tersenyum. Kau pikirkan karir yang sudah kau bangun dari awal dan sampai sekarang. Jelas kepindahan dadakan mu ke jepang dan juga pembatalan semua kontrak di amerika menjadi buah bibir di masyarakat. Bahkan kau dibilang tidak professional dan bisa ku pastikan tidak aka nada brand yang akan menggunakan mu sebagai iconnya karena imaje mu hari ini yang dibilang tidak professional."
"mengerikan sekali ya. Tapi kau tahu alexchi tidak akan mudah. Kau tahu hubungan ku dengan dia bagaimana."
"kau pikirkan segera, kise. Hanya itu solusi yang ku tawarkan."
"baiklah akan ku kipirkan. Apa ada hal lain yang ingin kau bicarakan lagi ?"
"tidak ada, kau pergilah."
"baiklah. Sampai jumpa alexchi."
"ya."
Setelah itu kise keluar dari agensinya dan mencari restoran sushi terdekat untuk makan siang. Dan akhirnya dia menemukan restoran sushi dan masuk kedalamnya. Kise melihat sekitar restoran dan dirinya melihat wanita paruh baya yang tidak asing untuknya walaupun dandananya jauh berberda saat pertama kise melihatnya. Dan kisepun memutuskan untuk menghampiri wanita itu.
"okaa-san." Sapa kise ke wanita itu.
"ryouta. Duduklah sini." Wanita itu menarik kise dan duduk disebelahnya.
"okaa-san, apa yang kau lakukan disini."
"aku sedang menikmati sushi disini. Ini adalah restoran sushi kesukaan ku dengan seijuuro. Kau pesanlah ryouta."
"baiklah okaa-san tapi kenapa okaa-san sendirian."
"suami ku sedang mengurusi bisnisnya diluar negeri dan aku lelah diikuti oleh maid dan buttle makanya aku putuskan untuk pergi diam-diam."
Kise hanya tersenyum mendengar perkataan okaa-san. Kemudian memesan sushi.
"ryouta, apa ada masalah. Kau terlihat sangat buruk hari ini."
"benarkah okaa-san. Hem aku hanya memikirkan masalah karir ku saja ko. Okaa-san tidak perlu khawatir."
"ceritakan saja pada okaa-san, siapa tahu okaa-san dapat membantu mu."
Kise pun menceritakan mengenai masalah karirnya dan juga pemberitaan yang mulai ramai mengenai kepindahannya ke jepang. Okaa-san kemudian memeluk kise dan memberikannya semangat agar tidak khawatir.
"terima kasih, okaa-san. Terima kasih sudah mau mendengarkan curhatan ku."
"tidak apa-apa. Bila ada masalah jangan sungkan ceritaka pada okaa-san. Agar kau tidak menanggungnya sendiri."
Kise mengeratkan pelukannya dan merasakan hangat karena walaupun ibunya jauh di amerika sana tetapi ibunya akashi sekarang membuatnya nyaman dan seperti ibunya sendiri yang dapat menenangkan dirinya dari semua masalah yang sedang menghampirinya.
"bagaimana hari ini kau temani okaa-san berbelanja. Kau mau kan."
"tentu, hari ini jadwal pemotretan ku sore okaa-san."
"baiklah. Ayo kita belanja."
Setelah itu kise dan okaa-san berbelanja. Sehabis belanja okaa-san mengantarkan kise ke tempat pemotretannya.
"terima kasih hari ini okaa-san."
"sama-sama, mainlah kerumah jika kau senggan nanti akan okaa-san masakan makanan kesukaan mu, ya."
"iya okaa-san."
.
.
.
Akashi dan kuroko sedang diruang tengah dan menonton film kesukaan mereka berdua.
"sei. Boleh aku bertanya."
"ya."
"bagaimana sosok calon tunangan mu itu."
"namanya kise ryouta. Dia seorang model."
"apa dia cantik."
"lebih cantik diri mu."
"kise ryouta, sepertinya namaya tidak asing."
"kenapa memangnya."
"namanya sama denga orang yang waktu itu aku ceritakan. Apa mungkin dia orang yang sama."
"bisa saja."
"dia baik sei walapun terlihat ceroboh. Bisa kau kenalkan aku dengannya."
"bila dia orang yang sama, kau sudah berkenalan dengannya terlebih dahulu, tetsuya."
"hem benar juga ya. Menurut mu dia akan membuat mu menyukai mu sei."
"tidak tahu dan aku tidak mau tahu."
.drrt
Akashi mengambil hpnya dan membaca email masuk dari okaa-sannya.
From : okaa-san.
To : akashi seijuuro
Subject : kangen.
Teks : seijuuro, kaa-san merindukan mu. Sekarang kaa-san tunggu di café biasa ya.
"dari siapa,sei."
"okaa-san. Dia meminta bertemu sekarang."
"pergilah segera."
"kau jangan memasak nanti akan bu bawakan kau makanan. Istirahat saja, tetsuya."
"baiklah sei. Salam untuk okaa-san."
"iya." Akashi mencium kening kuroko lalu pergi.
.
.
Sampai di café akashi langsung menghampiri okaa-sannya.
"maaf membuat okaa-san menunggu lama."
"tidak apa-apa."
"kau hari ini tidak ke kantor sei."
"tadi pagi daiki mengabari ku dan bilang bahwa tetsuya sedang demam. Hari ini aku menjaganya."
"sakit apa tetsuya. Kaa-san juga merindukannya."
"hanya demam saja namun kondisinya sudah membaik."
"baguslah."
"kaa-san apa ada hal yang ingin kaa-san sampaikan."
"kau selalu to the point sei."
"maaf. Hanya saja aku harus segera kembali menjaga tetsuya, kaa-san."
"baiklah. Sei, kau tahu kaa-san akan berulang tahun sebentar lagi maka nanti saat acara ulang tahun kaa-san." Kaa-san memberi jeda pada ucapannya dan menghela nafas sebelum melanjutkannya "kau bertunangan dengan ryouta saat itu juga."
~ BERSAMBUNG ~
