"baiklah. Sei, kau tahu kaa-san akan berulang tahun sebentar lagi maka nanti saat acara ulang tahun kaa-san." Kaa-san memberi jeda pada ucapannya dan menghela nafas sebelum melanjutkannya "kau bertunangan dengan ryouta saat itu juga."
.
.
"kaa-san tentu tahu jawaban ku apa dan bukannya dulu kita sudah sepakat bahwa aku akan setuju bertunangan bila aku menyukainya dan saat ini aku tidak menyukainya bahkan tidak ada rasa ingin menyukainya, untuk ku tetsuya adalah segalanya." Akashi berdiri dan hendak meninggalkan okaa-sannya sampai tangannya ditahan oleh okaa-sannya.
"duduk dulu sei, kaa-san belum selesai bicara." Pinta okaa-san.
"baiklah, aku harap ada penjelasan mengenai permintaan kaa-san tadi." Akashi kembali duduk dibangkunya.
Okaa-san menceritakan mengenai hari ini saat dia bertemu dengan kise dan mengobrol sampai kise bercerita mengenai pemberitaan dirinya yang pindah ke jepang dan juga kelangsungan karirnya kedepan akibat pemberitaan itu. Dan okaa-san hanya ingin membantu kise untuk menyelesaikan permasalahannya karena semua masalah itu muncul saat kise sepakat untuk bertunangan dengan akashi untuk menyelamatkan perusahaannya dan juga nasib pekerja diperusahannya bahkan kise pun sudah dengan tulus merelakan karirnya untuk hal itu.
"kaa-san, akan ku pikirkan baik-baik mengenai keinginan kaa-san menolong ryouta, dan aku akan cari solusi lain untuk menyelsaikannya tanpa harus bertunangan dengannya."
"bagaimana hanya pengumuman kau akan bertunangan saja dengan ryouta, mengenai kapan pelaksanaan pertunangannya kaa-san sepakat sampai kau menyukainya dan kaa-san yakin kau akan menyukainya."
"akan ku pikirkan dulu semuanya kaa-san dan aku rasa kaa-san salah aku tidak akan menyukainya."
"baiklah kaa-san tunggu jawaban mu dan jangan sesumbar nanti kau kena karma dan menyukainya." Ledek okaa-san ke akashi.
"aku tidak sesumbar, begitulah kenyataannya."
"oke, kaa-san sepertinya harus kembali kerumah. Salam untuk tetsuya ya."
"hati-hati kaa-san."
Setelah itu okaa-san keluar dari café untuk pulang dan akashi masih menikmati kopi yang sudah dia pesan sembari memikirkan hal yang baru saja okaa-sannya sampaikan.
.
.
.
Hari ini midorima menjemput kise ditempat pemotretan karena kise harus menjalani sesi pemotretan sampai tengah malam. Setelah kise berpamitan dengan seluruh kru dan juga manajernya kise melangkah keluar studio dan menghampiri midorima yang sedari tadi menunggu dimobilnya yang diparkir depan studio.
"maaf membuat mu menunggu, midorimachi."
"tidak apa. kau kenapa tidak meminta dijemput oleh calon tunangan mu itu saja."
"melihatnya pagi tadi sedang dalam kondisi yang tidak bagus, aku jadi enggan untuk meminta tolong padanya." Kise mencoba tersenyum ceria didepan midorima.
"aku sudah membaca majalahnya. Apa langkah yang akan kau ambil."
"entahlah aku masih belum memikirkannya sama sekali."
"mau mampir dulu kesuatu tempat."
"bagamana kalau kita mampir ditaman dekat maji burger saja."
"kenapa harus disana."
"ayooolah midorimachi."
"baik-baik."
"sankyu."
Setelah itu midorima melajukan kendaraannya menuju taman dekat maji burger. Sesampainya disana kise langsung turun dari mobil tanpa menunggu midorima dan berjalan lalu duduk disebuah bangku ditaman itu dan kepalanya mendongkak keatas. Midorima menyusul kise dan melihat keanehan tingkah laku kise hari ini namun tidak ada niatan untuk bertanya sampai kise mau menceritakannya sendiri.
"midorimachi, kau lihat bintang-bintang itu sunggu indah ya dan entah kenapa aku kangen dengan otou-san, okaa-san, dan nee-chan. Besok natal aku ingin sekali bersama dengan mereka entah kenapa semenjak aku datang ke jepang terasa sepi sekali disini."
"pulanglah jika kau merindukan mereka."
"pulang ya aku pulang dan tinggal bersama mereka kembali dan~"
kise menundukan kepalanya dan air mata mulai mengalir di pipinya. Midorima yang melihat itu langsung memeluk kise. Melihat kise menangis tentu membuat hati midorima tersayat sakit karena sahabatnya oh ya juga orang yang dicintainya sejak lama kini menangis, mungkin bukan hanya karena kise merindukan keluarganya tetapi pasti ada alasan lain yang membuatnya menangis. midorima mengelus surai kuning itu untuk menenangkannya.
"mi..midorimachi, boleh aku menginap malam ini ditempat mu."
"tentu. Lakukan hal yang kau mau, kise."
"sankyu."
Kise masih menangis dalam pelukan midorima sampai akhirnya midorima mengajaknya pulang karena udara semakin dingin dan salju mulai turun. Kise menurut dan mereka pun melanjutkan perjalanan untuk pulang ke apartemen midorima.
"ki..se."
Midorima hanya tersenyum saat melihat kise sudah terlelap dan enggan untuk membangunkannya akhirnya midorima memutuskan untuk menggendongnya sampai ke apartemen.
Midorma meletakan tubuh kise perlahan diatas kasurnya lalu menyelimutinya. Lalu midorima menarik kursi dan duduk melihat kise yang terlelap dan wajahnya begitu tenang dan damai dalam tidurnya. Dan midorma melirik jam ternyata sudah jam 00.04 berarti sudah masuk hari natal. Midorima membukukan tubuhnya dan mencium kening kise perlahan.
"selamat natal, ryouta." Bisiknya setelah mencium kening kise.
.
.
Akashi masih didalam mobilnya dan enggan untuk melajukannya dan kembali ke apartemen kuroko. Akashi melihat semua kejadian kise dan midorima di taman bagaimana akhirnya kise menangis dalam pelukan midorima sampai kise dan midorima pergi meninggalkan taman itu. Akashi tahu kenapa kise menangis ya karena masalah pemberitaan dan juga kelangsungan karirnya. Akashi ingat bagaimana kemarin malam kise menceritakan karirnya yang sudah dia mulai dari nol sampai sekarang. Akashi bukannya peduli dengan kise namun akashi turut andil dalam permasalahan kise sekarang karena bila saja tidak ada rencana pertungan ini maka kise akan melanjutkan karirnya lebih baik lagi. Namun akashi juga tidak mungkin menerima rencana pertunangan itu karena dia tidak mau melukai kekasihnya yang begitu ia cintai.
.drrt.
From : tetsuya
To : akashi seijuuro
Subject : kapan kembali
Teks : sei, kau dimana sekarang? Apa masih bersama dengan okaa-san. Dan kapan kau akan kembali kesini.
Akashi membalas email dari kuroko dengan cepat.
From : akashi seijuuro
To : tetsuya
Subject re : kapan kembali
Teks : 20 menit lagi aku akan tiba disana dan maaf lama.
Akashi lalu menyalahkan mesin mobilnya dan pergi ke apartemen kekasihnya yang sudah menunggunya sedari tadi.
Sampai di apartemen akashi melihat kuroko masih duduk di ruangan tengah sembari menonton tv dan dia pun menghampirinya.
"sei, kau sudah pulang."
"ya, maaf lama. Apa kau sudah makan malam ?"
"sudah, aku tadi delivery."
"baguslah dan apa sudah meminum obatnya ?"
"sudah. Kau lama sekali memang ada apa kaa-san menemui mu, apa ada hal penting yang terjadi."
"besok akan ku ceritakan semua, sekarang sudah malam. Lebih baik kau tidur."
"baiklah, dan selamat natal seijuuro-kun."
"selamat natal tetsuya." Akashi mencium lembut kenin kuroko.
.
.
.
Pagi harinya kise terbangun namun masih mencerna dimana dia sekarang lalu saat dia mendudukan tubuhnya dan bersender dengan bantal dibelakangnya, kise melihat ada foto midorma di meja kecil dekat kasur dan ia ingat bahwa kemarin malam dia meminta untuk menginap disini. Kemudian kise berjalan untuk keluar kamar sampai akhirnya dia melihat midorima yang tidur di sofa. Kise menghampiri midorima kemudian berjongkok dan mendekatkan wajahnya ke wajah lalu tersenyum.
"midorimachi kalau tidak pakai kacamata terlihat manis ya." Kemudia kise mengelus surai hijau midorima.
"sedang apa kau kise."
"wuahhhhhhhh." Kise berteriak dan terjatuh karena kaget midorima tiba-tiba membuka matanya.
"berisik ini masih pagi."
"kau mengagetkan ku midorimachi."
"kau sendiri sedang apa."
"hah. An..ano.. midorimachi."
"apa kau akan berbuat mesum pada ku."
"huh siapa yang mau berbuat mesum kepada mu, weeeee"
kise menjulurkan lidahnya kea rah midorima dan mencoba bangun namun kakinya tersandung dan menimpah midorima didepannya. Midorima menahan nafasnya saat bibir kise tepat mencium pipinya dan entah kenapa rasanya sangat panas sekali sampai wajah midorma memerah. Kise yang kaget langsung mencoba bangun kembali tetapi tangan midorma menahannya dan kise jatuh kembali diatas tubuh midorima.
"tetaplah seperti ini sebentar."
"iya."
.
.
.
"ohayou, tetsuya."
"ohayou, seijuuro-kun"
"ayo sarapan, aku sudah menyiapkannya."
"kenapa tidak membangunkan ku sei kan bisa aku yang menyiapkan sarapannya."
"kau pikir aku tega membangunkan mu yang sedang terlelap."
"kau harus tega sei."
"baiklah, sekarang ayo kita sarapan dan mandi bersama, bagaimana ?"
"jangan mesum pagi-pagi sei. Jangan kau tiru sifat aomine-kun yang mesum itu."
"hahahaha lihat wajah mu memerah tetsuya. Bilang saja bila kau ingin."
"tidak."
Kuroko langsung bangun dan meninggalkan akashi yang masih asik tertawa setelah menggodanya tadi. Akashi menyiapkan bubur untuk kuroko sarapan dan kuroko dengan lahap memakan bubur itu sampai tidak tersisa.
"bagaimana kalau hari ini kita ke taman bermain, tetsuya."
"ide bagus. Apa perlu kita aja aomine-kun, momoi-san, murasakibara-kun dan yang lainnya."
"tidak. Aku hanya ingin berdua saja dengan mu hari ini."
"baiklah. Dan kau berhutang cerita pada ku sei."
"baik akan ku ceritakan nanti."
"aku tunggu ya sei."
.
.
.
Setelah adegan kise terjatuh diatas tubuh midorima mereka lalu membuat sarapan dan suasana menjadi hening karena baik kise atau midorima enggan memulai pembicaraan karena masih sama-sama malu karena kejadian tadi.
"midorimachi."
"hem ya."
"ajak aku bermain hari ini, ya."
"bagaimana kita ke taman bermain."
"belikan aku boneka disana ya."
"jangan seperti anak kecil, kise."
"huaaaaaaaaaa hidoi-ssu." Kise mulai mengeluarkan air mata buayanya.
"baiklah baiklah aku akan membelikannya."
"hehe baguslah."
.
.
.
"tetsuya ayo berangkat."
"sabar sei, kau hari ini semangat sekali."
"sudah lama bukan kita tidak kesana jadi ya aku bersemangat."
"jangan mengajak ku naik roller coster sei."
"kenapa, kau harus naik dan itu perintah yang harus ku turuti."
"tidak akan pernah sei. Cukup waktu itu saja."
"akan ku buat kau naik nanti."
"coba saja."
Setelah itu kuroko dan akashi berangkat menuju taman bermain.
.
.
.
"oi, kise apa yang kau lakukan lama sekali."
"sabar midorimachi. Aku harus menyamar dulu atau mau nant fans-fans ku menyerang saat kita sedang bermain disana, aku tidak mau bukan karena tidak suka hanya saja hari ini aku ingin bermain bebas."
"cepatlah."
"baik. Tunggu 10 menit lagi setelah itu kita berangkat."
"baik-baik."
10 menit kemudian kise selesai menyamar ya dia menguncir rambutnya dan juga memakai kacamata.
"inikah yang namanya menyamar. Kau masih terlihat sama saja."
"sudahlah, ayo berangkat."
.
.
.
Ditaman bermain akashi sukses membuat kuroko mau naik roller coster dengan embel-embel vanilaa milkshake sepuasnya hari ini. Namun poor kuroko setelah naik roller coster ia mengeluarkan semua isi sarapannya. Setelah itu akashi memutuskan untuk membelikan kuroko roti untuk mengisi perutnya yang kosong setelah muntah tadi.
Hari ini akashi dan kuroko puas bermain dan sudah sore dan taman hiburan akan segera tutup dan wahana terakhir yang mereka naiki adalah kincir angina untuk sembari menikmati pemandangan kota menjelang malam hari.
.
.
"ayooolah midorimachi kita naik kincir angin untuk yang terakhir, yayayayaya."
"baiklah. Setelah itu traktir aku makan dan bawa boneka beruang ini sendiri."
"tidak mau. Itu besar sekali. Kau saja yang bawa dan akan ku traktir nanti."
"menyebalkan kau kise."
Setelah itu midorima dan kise menaiki wahana kincir angin. Kise menikmati pemandangan kota dengan lampu-lampu yang mulai menyalah dan hatinya hari ini sangat senang karena seharian bisa bermain setidaknya bisa menyisihkan masalahnya sebentar. Dan senang karena hari ini midorima menuruti semua permintaannya mulai dari naik wahana istana boneka, membelikannya boneka beruang besar, dan lainnya tentunya hal yang tidak pernah dilakukan midorima sebelumnya walaupun midorima berkali-kali menolak tetapi kise punya jurus ampu untuk membuat midorima akhirnya setuju melakukannya.
.
.
"kau tahu sei apa yang sedang ku pikirkan."
"apa."
"aku dulu berpikir akan menikah dengan mu dengan mudah namun kini rasanya menikah dengan mu itu perlu perjuangan dan rintangan. Kau tahu aku tidak akan melepaskan mu dengan mudah."
"aku tahu dan aku pun tidak akan melepaskan mu denga mudah."
"kau tahu juga sei, aku rasa cepat atau lambat kau akan menyukainya."
"jangan berpikir hal seperti itu."
"baiklah sei, aku percaya dengan mu."
"terima kasih untuk percaya dengan ku tetsuya."
.
.
.
Setelah selesai menaiki wahan kincir angina akashi dan kuroko terlebih dahulu keluar wahana dan kise melihat kebawah ya melihat sosok akashi dengan sosok wanita disampinya dan baru saja turun dari wahana yang sama dengannya.
"kau kenapa kise."
"ah tidak apa-apa. hanya saja aku melihat sosok yang aku kenal namun masih belum yakin apakah itu dia."
"siapa."
"akashi seijuuro. Calon tunangan ku."
"aka..akashi seijuuro."
"kenapa midorimachi."
"namanya tidak asing."
"kau mengenalnya."
"tidak, hanya saja sama seperti nama teman SMA ku dulu."
Setelah itu giliran kise dan midorima turun dan mereka memutuskan untuk makan malam dan mencari restoran terdekat dengan taman bermain.
.
.
Akashi berjalan dengan kuroko yang menggandengnya sembari melihat-lihat akan makan direstoran yang sama sampai akhirnya memutuskan untuk makan direstoran italia namun sebelum masuk ke restoran itu akashi bertemu sosok yang ia kenal ya kise ryouta dengan midorima shintarou.
"seichi." Sapa kise ke akashi didepannya dengan seorang wanita yang menggandengnya.
"doumo kise-kun." Kuroko menyapa kise dan melepaskan gandengannya dari tangan akashi.
"wah kurokochi. Kalian ?"
"lama tidak berjumpa shintarou."
"ya, lama tidak berjumpa juga akashi."
"hah ? kalian saling mengenal." Tanya kise penuh dengan kebingungan.
Namun semua kebingungan kise masih belum terjawab karena midorima mengajaknya masuk kedalam restoran dan disusul oleh akashi dan kuroko. Dan disinilah mereka satu meja dengan posisi kise berhadapan dengan akashi dan midorima berhadapan dengan kise namun tidak ada yang saling membuka pembicaraan dan suasana hening tercipta.
"silakan tuan dan nona mau pesan apa." seorang pelayan menyodorkan buku menu dan menunggu pesanan.
Setelah itu kise, midorima, akashi, dan kuroko memesan makan dan minuman.
"an..ano..seichi mengenal kurokochi?"
"iya."
"hem, lalu kalian abis dari mana tadi."
"kami habis bermain ditaman bermain kise-kun."
"wah sama dengan ku dan midorimachi, kami juga habis bermain disana."
"benarkah kise-kun, sayang sekali kita tidak bertemu tadi ya."
"iya, tapi bagaimana kurokochi bisa mengenal akashichi."
"dia kekasih ku, ryouta." Akashi menekankan kata kekasih saat mengucapkannya.
Kise hanya terdiam mendengar ucapan akashi mengenai sosok kuroko.
"ke..kekasih seichi."
"ya, kekasih ku. Ada masalah dengan itu."
"ahhh tidak apa dan tidak masalah seichi."
"bagaimana kalian bisa kenal kise, akashi." Tanya midorima.
"kau tidak mengetahuinya shintarou."
"hem, makanya aku bertanya."
"kau bisa menjawabnya ryouta."
"dia calon tunangan ku, midorimachi."
Midorima hanya terdiam mendengar jawaban kise karena selama ini midorma tidak menanyakan kepada kise mengenai sosok calon tunangannya itu. Kuroko yang mendengar kata-kata itu dari kise hanya menatap kise dengan datarnya namun hatinya sangat terasa perih. Akashi yang menyadari itu langsung memegang erat tangan kuroko. Kise yang melihat itu entah kenapa hatinya begitu sakit dan terasa sesak didadanya ya mungkin karena kise mulai menyukai sosok akashi namun ketika tahu akashi memiliki seorang kekashi membuat hati kise sangat perih dan sakit.
Midorima tidak bodoh dan dia menyadari kise merasa tidak nyaman dengan adegan didepannya. Midorima mengajak kise untuk pergi dengan alasan bahwa dia diminta untuk melakukan operasi dan meminta kise menemaninya sampai selesai operasi. Setelah berpamitan dengan akashi dan kuroko midorima menarik tangan kise keluar dari restoran itu.
"sei, kenapa kau melakukannya tidak kah kau lihat tadi bagaimana terkejutnya kise-kun. Sepertinya dia sangat terluka."
"kau memikirkannya ? bukan hanya dia yang merasa terlukan tapi kau juga bukan."
"sei."
"sudah lah tetsuya, ayo makan dan kembali ke apartemen."
.
.
.
"kenapa dadakan sekali midorimachi. Padahal aku lapar sekali tadi."
"lalu kau akan makan dengan pemandangan yang seperti itu."
"bagaimana lagi kan aku lapar."
"bodoh. Berhentilah berpura-pura tegar."
"kau tahu midorimachi, rasanya sesak. Apa menurut mu aku mulai menyukainya."
"yang bisa menjawab itu diri mu sendiri."
"menurut ku bodoh. Ya diri ku bodoh namun karena aku bodoh maka akan ku rebut seichi dari kurokochi."
~ bersambung~
