"ya menurut ku bodoh. Ya diri ku bodoh namun karena aku bodoh maka akan ku rebut seichi dari kurokochi."

"huf ya terserah kau saja, kise."

"mou, aku lapar midorimachi. Ayo makan."

"baiklah kita akan makan direstoran dekat apartemen ku saja."

"baiklah, aku akan menginap lagi ya."

"hah ? kise kau."

"apa ? memang tidak boleh, midorimachi."

"ya ya lakukan hal yang kau suka, kise."

"sankyu."

Midorima melajukan mobilnya ke restoran yang ia maksud. Sepanjang perjalanan masih memikirkan perkataan kise yang akan merebut Akashi dari kuroko dan entah mengapa rasanya begitu sesak di dada. Tapi apa daya toh ini semua keputusan dia untuk menyembunyikan perasaannya kepada kise karena bila saja ia cereboh dengan egois mengatakan perasaannya maka bias jadi kise akan perlahan meninggalkannya. Tentu midorima tidak berharap begitu bagaimana pun tetap berada disisi kise itu lebih dari cukup.

.

.

true love, right !

maaf bila masih banyak typo bertebaran dimana-mana..

happy reading..

.

.

.

Sudah hampir 10 hari sejak natal dan sikap kise ke Akashi masih sama mencoba untuk perhatian dan juga ramah, namun kini kise senang karena sedingin-dinginnya sikap Akashi setidaknya sikap dinginnya itu perlahan mencair walaupun hanya sedikit ya sedikit sekali. Tentu kise senang itu berarti kesempatannya ada untuk mendapatkan Akashi. Tetapi ada satu hal yang masih mengganjal dipikiran kise yaitu kemana Akashi selama ini bila tidak pulang dan kise hanya berkesimpulan bahwa Akashi menginap ditempat kuroko. Bila memang seperti itu maka kise hanya tinggal membuat Akashi untuk selalu pulang ke apartemen mereka dan menemaninya ya itu hal yang kise harus lakukan.

"seichi, sudah mau berangkat ?"

"ya, aku ada kunjungan kerja diluar negeri 3 hari kedepan."

"kenapa mendadak, bukan kah 3 hari mendatang itu ulang tahun kaa-san mu ya."

"ini permintaan tou-san. Aku akan pulang saat perayaan ulang tahun kaa-san."

"hem begitu, baiklah hati-hati seichi."

"ya."

Lalu Akashi pergi karena seorang buttler menghampirinya dan menyampaikan kendaraan sudah siap untuk mengantarkannya ke bandara. Kise pun bersiap untuk melakukan sesi pemotretan.

.

.

"terima kasih minna untuk kerja samanya." Ucap kise untuk semua kru yang ada distudio.

"ya sama-sama kise-san." Balas salah satu kru.

"ah iya kise, apa kau sudah menyiapkan kado untuk ulang tahun orang tua Akashi."

"ah iya terima kasih alexchi sudah mengingatkan. Aku akan mencarinya hari ini sebelum pulang."

"kau memang bodoh kalau tidak diingatkan pasti lupa."

"hidoi, aku tidak bodoh alexchi."

"tidak ada orang bodoh mengaku. Dan jangan lupa kalau besok kau harus fitting dress yang akan kau kenakan nanti ya jam 10 jangan sampai telat."

"iya iya, baiklah aku pergi dulu ya."

"ya hati-hati."

"um ya alexchi."

.

.

Kise sudah berkali-kali keluar masuk toko namun tidak ada yang pas untuk kado ibunya Akashi sampai akhirnya dirinya melihat wanita bersurai baby blue didepan salah satu toko dan kise pun berjalan menghampiri sosok itu.

"hai kurokochi." Sapa kise dengan ramah.

"ah iya kise-kun hai." Balas kuroko ramah.

"apa yang sedang kurokochi lakukan disini."

"aku baru saja selesai belanja, bagaimana dengan kise-kun sendiri."

"sama aku juga baru selesai belanja. Apa kurkochi mau mengobrol dengan ku sebentar."

"baiklah kebetulan aku senggang."

"baiklah, ayo kita cari café saja ya."

"ah iya ayo kise-kun."

Kemudian kise dan kuroko berjalan menuju salah satu café terdekat dan setelah memesan makanan dan juga minuman di café itu suasana canggung sempat tercipta dikeduanya, sampai akhirnya kise memutuskan untuk memulai pembicaraan.

"apa kabar kurokochi sudah lama kita tidak bertemu lagi ya."

"kabar ku baik kise-kun. Bagaimana dengan mu."

"baik. Oh kurokochi boleh meminta sesuatu tidak."

"apa kise-kun."

"boleh aku bertemen dengan kurokochi karena teman ku disini hanya alexchi manajer ku dan juga midorimachi sahabat kecil ku. Jadi aku agak kesepian hehehe."

"tentu saja boleh kise-kun. Oya apa kise-kun mau mampir ke apartemen ku setelah ini karena aku ada janji dengan kedua teman ku yang akan berkunjung nanti aku akan kenalkan mereka pada mu agar teman mu lebih banyak."

"ya ya ya tentu aku sangat mau kurokochi."

Setelah menghabiskan pesanan mereka, merekapun berjalan menuju apartemen kuroko.

Kise cukup terkejut karena letak apartemen kuroko terletak di daerah elit Tokyo sama seperti apartemennya. Dan begitu masuk kedalam apartemen itu kise melihat begitu rapih dan juga clasik penataannya. Kuroko pun mengajak kise keruang tengah dan dia kedapur untuk membuatkan kise minum.

Sementara menunggu kuroko kise melihat sekitar diruang tengah dan ia menemukan sebuah gitar di samping sofa yang didudukinya dan mengambil gitar itu sampai akhirnya kuroko dating dengan membawa teh dan juga beberapa cemilan dan meletakannya dimeja.

"kise-kun bias bermain gitar."

"hem iya. Kau juga bisa."

"belum terlalu bisa, aku sedang belajar karena sepertinya akan menyenangkan mengajarkan anak-anak bernyanyi dengan iringan suara gitar."

"kurokochi guru ?"

"iya aku salah satu guru disebuah taman kana-kanak."

"wah hebat berarti kurokochi menyukai anak-anak ya, boleh sesekali aku main kesana."

"tentu saja, silakan kise-kun. Oya kise-kun mau menyanyikan sebuah lagu."

"hem iya, kau mau mendengarkannya kurokochi."

"tentu."

"baiklah."

Kise mulai memainkan gitar itu dan mulai menyanyikan lagu…

It feels like a perfect night to dress up like hipsters
And make fun of our exes
It feels like a perfect night for breakfast at midnight
To fall in love with strangers

Yeah, we're happy, free, confused and lonely at the same time

It's miserable and magical, oh yeah
Tonight's the night when we forget about the deadlines,
It's time

I don't know about you but I'm feeling
22
Everything will be alright if you keep me next to you
You don't know about me but I bet you want to
Everything will be alright if we just keep dancing like we're
22, 22

Begitu selesai kise menyanyikan lagu kuroko bertepuk tangan karena kagum suara dan permainan gitar kise begitu indah.

"suara yang indah dan juga permainan gitar yang indah pula. Mau mengajari ku, kise-un."

"hem aku mau kurokochi, kapan-kapan akan ku ajari ya."

Tingg nonggg…

"sepertinya mereka sudah datang, tunggu sebentar ya kise-kun."

"hem baiklah."

Kuroko membukakan pintu apartemennya dan tidak lama kembal dengan seorang wanita surai pink yang sangat imut dan juga pemuda yang uhuk-dim-uhuk.

"kise-kun. Kenalkan ini momoi-san dan aomine-kun." Kuroko mengenalkan sosok wanita surai pink itu bernama momoi dan sosok laki-laki uhuk-dim-uhuk itu bernama aomine.

"hai, kenalkan aku kise ryouta senang berkenalan dengan kalian." Kise mengenalkan dirinya.

"annn…anoo.. bu-bukannya ka-kau itu ki-kise ryouta mo-model terkenal it-itu ya."

"ah iya, senang kau mengenali ku momochi."

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA aku senang bertemu dengan mu." Momoi berteriak dan juga lompat memeluk kise.

GUBRAK!

Endingnya momoi dan kise sukses tersungkur dilantai.

"cih model apa dia, dadanya rata begitu."

JLEB. "an..ano maksud mu dengan model berdada rata apa, aominechi."

"iya kau itu lah. Dada mu rata."

BRUK!

Kise melemparkan bantal yang ada di sofa pas ke muka aomine.

"HEH KAU BAKA, kenapa melempar bantal itu !"

"aominechi no baka ! sembarangan mengatai orang saja."

"aku tidak mengatai memang kenyataannya begitu, heh."

Aomine dan kise sibuk dengan adu argument mereka sampai akhirnya momoi dan kuroko melerai mereka. Setelah kise dan aomine selesai beradu argument keduanya berdiam diri dan saling membuang muka satu sama lain. Kise masih terus menggembungkan pipinya karena masih kesal dengan orang yang baru dikenalnya ini. Dan aomine pun melihatnya dengan wajah yang malas.

"minna, sudahlah kalian baikan saja yaa."

"benar kata momoi-san. Aomine-kun dan kise-kun lebih baik berdamai saja. Dan aomine-kun lebih baik meminta maaf pada kise-kun."

"TIDAK MAU!" jawab aomine dan kise bersamaan.

"ehhhh kalian ini keras kepala sekali sih."

"ahhh baiklah-baiklah. Oi kise maaf ya."

"hah apa ?"

"jangan pura-pura tuli dadakan."

"aominechi meminta maaf yang tulus dong."

"ah terserah, aku sudah meminta maaf."

Melihat ekspresi aomine yang meminta maaf dengan malu-malu akhirnya kise tertawa dan perdebatan kecil terjadi lagi namun kini baik kise ataupun aomine sudah saling berbicara dengan akur dan hanya bercanda gurau saja. Kuroko hanya menghela nafas lega melihat mereka berdua sudah akur kembali.

Mereka pun berbincang mengenai kegiatan, pekerjaan, bahkan sampai hobi sekalipun dan suasananya sudah tidak canggung karena kise bisa cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya.

"wahh sepertinya sudah malam aku pulang ya."

"wah ki-chan sudah mau pulang rupanya."

"hem, lain kali ayo kita berkumpul lagi minna. Hari ini sangat menyenangkan. Baru pertama kali aku seperti ini semenjak pindah ke jepang."

"baiklah kise-kun, silakan mampir jika kau senggang."

"baiklah kurokochi."

"ayo aku antar kau sampai loby."

"hem. Baiklah momochi, aominechi aku pulang ya, dahh."

"sampai jumpa lagi ki-chan."

Setelah itu kise dan kuroko keluar dari apartemen dan menunggu pintu lift terbuka lalu setelah pintu lift terbuka mereka masuk dan turun menuju loby apartemen. Didalam lift kise agak canggung dengan kuroko karena masih ada yang ingin dia tanyakan tentang akashi.

"apa ada yang mau kise-kun tanyakan."

"ah ano.. kurokochi boleh bertanya sesuatu."

"silakan saja."

"apa seichi sering menginap di apartemen kurokochi dan maaf bertanya seperti ini hehe.. bila kurokochi tidak mau menjawab tidak apa."

"hem iya sei sering menginap disini untuk membantu ku mengerjakan dokumen untuk pendirian taman kanak-kanak yang ingin ku dirikan."

"ah iya wah bagus kalau gitu. Kurokochi hebat sekali ingin mendirikan taman kanak-kanak."

"hem karena aku menyukai anak-anak kise-kun makanya aku ingin membangun sebuah taman kanak-kanak sendiri dan juga menjadi senseinya disana."

.

.

Sesampainya diapartemen kise merebahkan dirinya dikasur dan masih terus terpikir kata-kata kuroko bahwa akashi sering menginap disana. Wajar saja karena memang kuroko adalah kekasih akashi tetapi bukan kah sekarang sudah berbeda. Akashi bukan hanya memiliki kekasih namun juga calon tunangan. "baiklah kalau gitu aku hanya perlu membuat seichi untuk sering pulang ke apartemen ini dan maaf ya kurokochi sepertinya aku mulai menyukai seichi." Batin kise. Setelah cukup lelah akhirnya kise memejamkan matanya.

.

.

"yos dressnya pas sekali dengan mu, kise."

"hem iya, terima kasih alexchi sudah membantu menyiapkan dressnya."

"setelah ini kau ada acara kise ?"

"sepertinya aku mau mengunjungi midorimachi saja."

"baiklah."

Setelah selesai fitting dress kise pun berangkat ke rumah sakit tempat midorima bekerja. Sesampainya dirumah sakit saat kise mau mengetuk ruangan midorima ia mendengar bahwa midorma sedang berbicara dengan seseorang dan sepertinya hal penting maka kise memutuskan untuk menunggu urusan midorima selesai dulu walaupun sebenarnya ini sudah masuk jam istirahat. 15 menit kemudian 2 orang perawat keluar dari ruangan midorima dan kise memutuskan untuk segara masuk keruangan itu.

"midorimachi."

Midorima yang sedang membolak balik kertas didepannya berhenti dan melihat ke arah seseorang yang memanggilnya.

"kau rupanya, kise."

"sudah jam makan siang midormachi. Berhentilah dulu bekerjanya."

"tumben kau perhatian."

"hidoi. Aku kan memang perhatian tahu."

"hem terserah. Tumben berkunjung ada apa."

"jangan ketus seperti itu." Kise memeluk midorima dari belakang dan midorima hanya menghela nafas.

"lepaskan kise. Ini ditempat kerja ku."

"ini jam istirahat mu."

"baiklah, ayo makan dikantin."

Kise melepaskan pelukannya dan menarik midorma berjalan menuju kantin rumah sakit.

"kise, kau kenapa ? ada hal buruk terjadi."

"tidak ada. Kemarin aku bertemu dengan kurokochi dan mampir ke apartemennya lalu aku juga dikenalkan dengan 2 teman kurokochi."

"kuroko ? pacar akashi itu."

"hem iya."

"kau buat apa bertemu dengannya."

"aku hanya kebetulan bertemu dan kami memutuskan untuk berteman."

"berteman. Bukan kah kau bilang akan membuat akashi menyukai mu lalu untuk apa kau berteman dengan kekasihnya."

"mou aku hanya berteman saja dengannya dan untuk masalah seichi itu urusannya beda hal."

Lagi-lagi midorima hanya menghela nafas melihat kelakuan kise namun midorima yakin bahwa kise bukanlah wanita jahat yang akan mengambil kekasih orang begitu saja tetapi kise akan membuat seseorang yang disukainya juga menyukainya dan keputusan menganai siapa yang akan dipilih ya ada di orang itu.

.

.

.

Kise masih bersiap untuk menghadiri acara pesta ulang tahun orang tua akashi ya lebih tepatnya ibunya akashi. Entah kenapa perasaan kise menjadi sangat buruk dan tidak tenang ingin menghadiri pesta itu bahkan yang membuat kise heran adalah akashi datang pagi-pagi ke apartemen lalu menyuruhnya bersiap bahkan kini akashi pun sedang bersiap dikamarnya sedangkan kise bersiap-siap juga dibantu dengan alex manajernya untuk make up. Sikap akashi pagi tadi lebih tepatnya yang membuat kise heran karena akashi sama sekali tidak menunjukan sikap dinginnya ya harusnya kise merasa senang namun bila dadakan tentu sangat aneh dan membingungkan.

"baiklah sudah selesai, kise."

"hem, terima kasih alexchi."

"kalau gitu aku pulang dulu ya."

"tidak mau ikut saja."

"tidak, aku masih harus membereskan beberapa kontrak kerja mu untuk bulan depan dan bersyukurlah kau ada waktu libur 10 hari kedepan tapi bulan depan jangan harap kau bisa bermalas-malasa."

"hidoi."

"terserah kau mau bilang apa, aku pergi dulu ya."

"hem, ayo aku antar ke pintu."

"ya."

Saat kise keluar dari kamar bersama dengan alex, akashi pun keluar dari kamarnya dan sungguh mengaggumkan akashi sangat tampan dengan setelan jasnya kise hanya terdiam melihat akashi namun tidak lama karena kise mendengar alex pamit pada akashi untuk pulang dan hebatnya akashi menjawabnya lagi-lagi dengan tidak bersikap dingin. Setelah mengantar alex kepintu kise kembali kamarnya namun langkahnya terhenti karena akashi memanggilnya dan menyuruhnya duduk disampingnya dan entah kenapa kise menuruti hal tersebut.

"ada apa seichi."

"bisa aku bertanya satu hal."

"hem, apa ?"

"bahagia itu apa menurut mu ?"

"bahagia itu sangat sederhana menurut ku. Sederhananya bila kita bisa membuat orang lain tersenyum karena kita itu lah kebahagian."

"lalu apa kau akan mendapatkan kebahagian dengan cara yang egois."

"tidak, meraih kebahagian dengan cara seperti itu hanya akan bahagia sesaat saja. Memangnya kenapa seichi menanyakan hal itu."

"tidak apa. aku hanya bertanya saja. Kalau sudah siap kita akan berangkat."

"apa kurokochi ikut juga ?"

"tetsuya tidak bisa ikut karena ibunya sakit tetapi tadi pagi sudah mengucapkan ulang tahun ke kaa-san sebelum kembali kerumahnya dan ku dengar kau berkunjung ke apartemennya dan juga berkenalan dengan daiki dan satsuki."

"hem iya kami berteman sekarang."

"berteman. Lalu apa kau akan mengambil kekasih teman mu, ryouta."

"apa itu harus dijawab sekarang seichi."

"menurut mu."

"kau yang akan menjawabnya nanti."

Setelah itu kise kembali ke kamarnya dan mengambil tasnya lalu berangkat menuju rumah akashi. Sepanjang perjalanan kise hanya menanyakan mengenai pekerjaan akashi diluar negeri 2 hari kemarin dan respon akashi tidaklah dingin dan menjawab semua pertanyaan kise.

Mereka sampai dirumah keluarga akashi dan banyak sekali tamu undangan yang juga berdatangan. Kise dan akashi sudah turun dari mobil dan kise memutuskan untuk menggandeng tangan akashi dan akashi pun hanya menghela nafas menanggapinya dan kise pun puas tersenyum ya setidaknya biarkan mala mini akashi menjadi miliknya.

Saat kise dan akashi memasuki ruangan aula besar tempat pesta diselenggarakan dan semua orang didalam aula melihat ke arah akashi dan kise. Semua orang takjub melihat akashi yang memang tampan dan juga kise dengan dress berwarna merahnya dan juga wajah cantik kise, meereka seperti pasangan didalam negeri dongeng ya pangeran tampan dan juga putri cantik. Kise hanya tersenyum melihat respon orang disekitar mereka sedangkan akashi hanya memasang ekspresi datarnya.

"ryouta, seijuuro."

Akashi dan kise pun menghampiri okaa-san yang menanggil mereka.

"selamat ulang tahun okaa-san semoga okaa-san diberi kesehatan dan juga banyak kebahagian."

Okaa-san langsung memeluk kise dan kise membalas pelukan tersebut.

"terima kasih, ryouta. Hari ini kau sangat cantik sekali dan sangat cocok dengan akashi dress yang kau kenakan."

Kise sukses berblushing ria mendengar ucapan okaa-san. Kemudia okaa-san melepaskan pelukannya dari kise dan memandangi akashi yang berdiri disamping kise.

"kau tidak mau memeluk kaa-san mu, seijuuro."

Akashi pun memeluk okaa-san dan memberinya selamat ulang tahun dan kise yang melihatnya hanya tersenyum karena didepannya adalah pemandangan yang sangat indah. Acara peluk-pelukan pun selesai dan okaa-san menemui tamu-tamunya sedangkan akashi meladeni beberapa orang yang menghampirinya dan mulai membicarakan bisnis. Kise memutuskan untuk tidak bergabung karena dia sama sekali tidak akan mengerti dan kise pun memutuskan untuk keluar dari aula dan menuju taman kecil dekat aula. Kise mengecek hp nya dan ternyata ada email dari midorima yang mengingatkannya untuk meminum vitamin yang kemarin ia berikan. Selesai membalas email kise mendongkakan kepalanya dan melihat bintang-bintang yang bersinar sampi akhirnya salah satu maid menghampirinya dan memintanya kembali ke aula karena acara utama akan dimulai ya entahlah apa acaranya utamanya kise hanya mengikuti yang ada saja.

Kise pun menghampiri okaa-san, otou-san, dan juga akashi lalu kue ulang tahun besar pun masuk dan okaa-san meniup lilin di kue tersebut.

"terima kasih untuk semua yang sudah hadir dalam acara ini dan hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi saya karena bukan hanya karena saya berulang tahun namun juga saya ingin mengumumkan bahwa anak saya akashi seijuuro akan bertunangan dengan kise ryouta."

DEG. Kise mencoba mencerna kata-kata terakhir okaa-san lalu melhat bagaimana reaksi akashi dan reaksi akashi sangat tenang. Sukses perkataan okaa-san mengejutkan karena dia tidak menyangka bahwa okaa-san akan mengumumkan didepan umum dan juga reaksi akashi yang biasa saja bukankah itu berarti bahwa akashi menerima pertunangan ini. Baiklah jantung kise berdetak sangat kencang perasaannya antara senang dan juga bingung. Rasanya suaranya tidak mampu untuk keluar menanyakan kenapa kepada akashi.

Acara pesta pun selesai semua undangan sudah pulang dan okaa-san meminta akashi dan juga kise untuk menginap dirumah dan akashi langsung menyetujuinya.

Kini kise berada dikamar yang telah disiapkan oleh maid untuknya tidur namun rasa kantuk itu enggan datang bahkan suaranya sulit untuk keluar untuk menanyakan hal-hal yang mengganjal dikepalanya. Akhirnya kise ingin menyudahi rasa penasarannya itu dan memutuskan untuk menemui akashi menanyakan semuanya. Kise pun bergegas menuju kamar akashi namun hasilnya nihil akashi tidak ada dikamarnya. Karena tidak menemukan akashi maka kise menuju taman untuk menenangkan pikirannya, sampai ditaman kise melihat akashi sedang duduk dan juga hp di telinganya ya akashi sedang bertelfonan. Kise menghampiri akashi namun langkahnya terhenti karena mendengar sedikit percakapan akashi ditelfon itu.

"aku sudah melakukannya tetsuta. Maaf bila itu menyakitkan mu."

Ya itu percakapan yang berhasil kise dengar dan sedikitnya menjawab banyak pertanyaan dibenak kise. Akashi menyadari kehadiran kise dan memutus panggilan di telfon itu.

"bukankah kau tahu menguping itu tidak baik, ryouta."

"aku memang sedang mencari mu seichi."

"aku tahu apa yang akan kau bicarakan."

"benarkah, maka jawablah bila kau memang tahu seichi."

"tetsuya mengizinkan ku mengumumkan pertunangan dengan mu untuk membantu menyelesaikan permasalahan mengenai pemberitaan dan untuk menyelamatkan karir mu. Ini awalnya permintaan okaa-san dan aku membiacarakannya dengan tetsuya ternyata mengejutkan tetsuya mengizinkannya dan meminta ku untuk membantu mu."

"sepertinya aku harus berterima kasih pada mu, okaa-san dan juga kurokochi. Baiklah aku lebih baik kembali ke kamar karena semua pertanyaan itu sudah kau jawab."

Kise membalikan tubuhnya dan juga berjalan menuju kamarnya namun entah mengapa air matanya jatuh. Rasanya sangat sesak didada sikap akashi hari ini ternyata bukan karena ia memang menerima dirinya ternyata karena itu permintaan dari kuroko. Kise merasa berhutang pada kuroko karena sudah dengan ikhlas membantu masalahnya bahkan dengan harus meminjamkan kekasihnya untuk menjadi tunangannya agar karirnya selamat.

.

.

.

"ohayou sei."

"ohayou okaa-san, otou-san."

"seijuuro, kau hari ini buatkan laporan pekerjaan kemarin saat di inggris."

"baiklah tou-san. Oh iya kemana ryouta okaa-san."

"ryouta sudah pergi pagi-pagi sekali katanya ada pemotretan pagi hari makanya dia berpamitan dengan okaa-san dan otou-san."

"oh begitu."

Akashi tahu bahwa kise berbohong karena kemarin akashi melihat kise menangis setelah berbicara dengannya dan mungkin dia pergi pagi-pagi untuk menghindari dirinya.

.

.

Tingg nongg..

Midorima terbangun dari tidurnya karena suara bel rumahnya yang terus berbunyi. Midorima pun berjalan menuju pintu apartemennya untuk melihat makhluk apa yang menganggunya sepagi ini padahal dirinya memutuskan untuk tidur sampai siang karena kemarin dia harus pulang tengah malam dan hari ini ia diberikan libur niatnya ingin mengistirahatkan tubuhnya namun terganggu karena bel apartemennya berbunyi pagi-pagi.

SREK.

Saat pintu terbuka midorima terjatuh karena orang itu langsung memeluknya karena masih dalam kondisi setengah sadar. Dan ternyata makhluk itu adalah kise ryouta.

"oi kise, mau apa kau pagi-pagi menganggu orang."

Kise tidak menjawab yang ada malah mengeratkan pelukannya walaupun dalam posisi terjatuh dan menangis. midorima pun meminta kise untuk bangu terlebih dahulu lalu mengajaknya keruang tengah dan kise terus menangis. midorima pun memeluknya.

"kau kenapa pagi-pagi sudah menangis seperti ini apa ada hal buruk terjadi."

Kise pun menghentikan tangis. "kemarin malam okaa-san seichi mengumumkan pertunangan ku dengan seichi dan ternyata itu hanya untuk membantu ku menyelesaikan masalah pemberitaan buruk tentang ku untuk menyelamatkan karir ku dan seichi setuju karena itu permintaan kurokochi."

"kau ini bodoh atau apa. bukan kah itu bagus setidaknya masalah mu selesai bukan. Lalu kenapa kau menangis"

"aku hanya menangis karena seichi kemarin bersikap tidak dingin kepada ku ternyata itu pemintaan kurokochi saja lalu setelah pengumuman itu seichi kembali bersikap dingin pada ku dan entah kenapa rasanya buruk sekali membuat ku ingin menangis saja."

"itu karena kau memang cengeng. Minta maaflah mereka sudah baik membantu mu. Dan kau harus banyak sabar karena memang dari dulu akashi itu dingin kesemua orang itu tidak menutup kemungkinan dia akan jauh lebih dingin kepada mu."

"kau benar sekali midorimachi. Baiklah aku tidak akan menangis lagi dan akan ku buat akashi seijuuro menyukai ku."

Entah harus berapa kali midorima harus menghela nafasnya bila sudah membahas akashi dengan kise karena membuat hatinya sangat tidak tenang dan harus berpura-pura biasa saja dan juga bersabar menghadapi sikap kekanak-kanakan kise setelah ini.

"mou aku lapar midorimachi."

"tidak peduli, aku masih mengantuk."

"hidoi."

"masak saja sendiri."

"tidak mau, temani aku ya."

"tidak."

"iya."

"tidak"

"iya"

"tidak."

"iya."

"ah baiklah dasar keras kepala."

Kise hanya melompat senang dan langsung menarik (lebih tepatnya menyeret) midorima ke dapur untuk menemaninya memasak sarapan. Selesai sarapan midorima mandi dan kise menunggunya. Dan hari ini pun rencana midorima untuk istirahat gagal karena kise terus memaksanya menemani semua aktifitasnya mulai dari menonton film sampai main uno.

"sudah malam, aku pulang ya midorimachi."

"tunggu. Aku antar kau pulang ya."

"baiklah."

Saat kise menunggu midorima ia mengecek hp nya dan ternyata ada email dari alex yang memberinya selamat atas pengumuman pertunangannya dan memberitahukan bahwa hal tersebut menjadi pemberitaan disemua majalah bahkan artikel online sekalipun. Midorima pun memanggil kise yang melalun memegangi hpnya dan mengajaknya untuk pulang.

Sepanjang perjalanan kise memikirkan untuk menghubungi kuroko dan mengucapkan terima kasih.

To : kurokochi

From : kise ryouta

Subject : terima kasih

Teks : kurokochi, terima kasih yaa ^.^ sudah membantu menyelesaikan masalah ku. Aku sangat berterima kasih kepada kurokochi yang peduli pada ku. Aku sangat bahagia mempunyai teman seperti mu dan ayoo kita bertemu lagi.

1 menit kemudia hp kise pun bergetar..

From : kurokochi

To : kise ryouta

Subject re : terima kasih

Teks : sama-sama kise-kun bukankah teman harus saling membantu. Aku percaya pada seijuuro-kun makanya aku menyetujuinya. Baiklah kabari aku kalau kise kun senggan ya.

"bertukat email dengan siapa."

"kurokochi. Aku mengucapkan terima kasih kepadanya."

"apa pertemanan mu baik-baik saja dengannya. Secara tidak langsung kalian itu saingan."

"sepertinya akan baik-baik saja, midorimachi."

"aku percaya pada mu, kise. Kau tidak akan melakukan hal konyol untuk melukai teman mu."

"terima kasih midorimachi."

.

.

.

Pagi hari kise membuka matanya dan mendudukan dirinya setelah itu dia memutuskan untuk keluar kamar karena sangat aneh diluar kamarnya terdengar sedikit berisik tidak mungkin akashi melakukan hal seperti itu karena akashi sangat menyukai ketenangan. Dan benar saja saat membuka pintu kamarnya kise melihat okaa-san.

"okaa-san."

"ohayou ryouta."

"ohayou."

"ayo kita sarapan baru saja okaa-san akan membangunkan mu."

"hah. Maaf okaa-san aku tidak menyadari okaa-san datang."

"tidak apa-apa. aku ada keperluan dengan kau dan juga sei."

"keperluan apa okaa-san."

"kita sarapan dulu ya."

"baiklah."

Okaa-san, kise, dan akashi sarapan bersama dan suasana agak canggung karena semalam kise pulang dan berpapasan dengan akashi ia sama sekali menegurnya dan langsung masuk ke kamarnya.

"sei dan juga ryouta kalian diminta untuk mengunjungi kakek di Kyoto."

"kenapa mendadak okaa-san."

"okaa-san tidak tahu. Kalian berangkat siang ini jadi bersiaplah."

"ano maaf okaa-san tapi."

"tidak ada tapi-tapian ryouta."

"baiklah okaa-san."

"aku sibuk okaa-san."

"semua pekerjaan mu akan dihendel oleh sekretaris mu dulu sei dan tidak ada tapi-tapian."

Setelah itu okaa-san pulang. Kise dan akashi hanya saling bertatapan.

"seichi, kau tahu kenapa mendadak seperti ini."

"tidak tahu. Lebih baik kau bersiap saja dan kau harus tahu kalau kakek itu sedikitnya galak, kau harus bisa menjaga sikap mu disana."

"HAH ?"

Bersambung -