Takdir

.

.

.

Takdir adalah sesuatu yang tak bisa diperkirakan siapapun tapi bisa berubah dengan keinginan manus itu sendiri. Takdir adalah misteri yang tidak akan pernah bisa meninggalkan hidup.

Kuroko Tetsuya, semua orang tahu betapa baiknya ia sebagai sesosok gadis yang selalu dipandang sempurna. Cantik, ramah, sopan, ramah, dan banyak hal yang membuatnya banyak dikagumi siapapu bahkan seorang Akashi Seijuuro pun jatuh hati padanya. Mungkin saat ini bisa dikatakan "PERNAH" jatuh hati padanya.

Tapi sekali lagi takdir itu misteri kehidupan yang siapapun pasti tak bisa menebak tapi bisa berubah. Tetsuya kira takdirnya yang juga mimpinya untuk bersanding dengan Akashi, pria yang sangat dicintainya akan terwujud namun sayangnya takdir itu berubah.

Saat kepeergian Ryouta kembali ke Amerika, Tetsuya dan Akashi sudah sedemikian menyiapkan pesta pernikahan mereka ala negeri dongeng tapi Kami-sama coba untuk meruba takdirnya, ketika ia dan Akashi sudah didepan altar, kabar mengejutkan itu datang. Kabar bahwa Ryouta mengalamai kecelakaan yang amat serius dan kondisinya untuk kembali hidup saat kecil. Yang terakhir Tetsuya ingat Akashi berlari meninggalkan altar dengan air mata yang berlinang. Sungguh itu pemandangan sangat langka, seorang yang dikenal "keiblisannya" menangis begitu saja setelah mendengar kabar itu.

Pernikahaan itu tertunda entah sampai kapan, Tetsuya hanya bisa pasrah dengan takdir hidupnya apakah Akashi akan melanjutkan pernikahan mereka atau justru memang semua berakhir begitu saja.

.

.

.

Takdir sekali lagi adalah misteri hidup. Midorima tidak pernah menyangka wanita yang dicintainya ternyata akan hancur karena cinta sebelah tangannya kepada pria yang akan menikahi wanita lain.

Semua tidak sesuai prediksinya, kepergian Ryouta dari Jepang bukanlah hal baik. Midorima menyusulnya dan menemukan wanitanya menangis dan begitu menyesakan melihatnya begitu terluka. Dan ternyata takdir semakin kejam mempermainkan perasaan wanitanya, sebuah undangan saja bisa membuat wanitanya begitu hancur kembali berkepinh-keping. Tiga bulan ia mendampingi wanitanya tapi tak ada satu pun peluang untuknya, wanitanya masih terpuruk karena cintanya.

Takdir semakin kejam karena sebuah kecelakaan membuat wanitanya terbaring hampir sebulan lamanya. Tubuhnya dipenuhi alat-alat penopang hidupnya. Begitu tidak berdaya dan membuat hati Midorima cukup semakin hancur melihatnya. Midorima ingin rasanya mengatakan bahwa Ryouta harus bangun dari tidurnya dan melihat bahwa pria yang dicintainya selalu ada disampingnya , berdoa kepada Tuhan untuk kepulihannya.

Midorima yakin Ryouta akan menyesal bila tidak bangun dari tidurnya melihat bagaimana pria itu kini menemaninya sepanjang hari, sesuai dengan apa yang selalu diinginkan olehnya.

.

.

.

Akashi bukan orang bodoh untuk tidak tahu apapun tentang Ryouta. Ia tahu bahwa keadaan Ryouta setelahn kembali ke Amerika semakin buruk. Tapi Akashi juga begitu mencintai Tetsuya dan Akashi sudah berjanji akan menikahinya.

Semua persiapan pernikahan berjalan baik dan lancar, namun yang terberat adalah memberitahu kepada Ryouta. Ryouta untuk Akashi adalah wanita bodoh yang begitu pandai berakting. Ryouta mampu berakting "baik-baik saja" ketika bertemu dengan Tetsuya dan juga dirinya tapi tatapannya begitu hancur. Sungguh bodoh Ryouta, tidak memperkirakan itu.

Pernikahannya adalah esok hari. Akashi memegang ponselnya dan mendapati satu email dari Ryouta yang berisi ucapan selamat menikah dan ia mengatakan akan datang. Bodoh, Akashi hanya berharap wanita itu tidak pernah datang karena hatinya tidak akan mampu melihat tatapan menyakitkan itu lagi.

Akashi jatuh hati pada Ryouta. Hanya saja ia tidak mampu untuk memilih keduanya untuk dihidupnya, itu hanya akan menghancurkan semuanya.

Hari perniakahan itu tiba. Hari yang sangat membahagiakan juga hari yang paling ia harapkan tidak melihat sosok Ryouta karena itu hanyan kan menambah kesedihannya.

Altar, dan Tetsuya, Akashi merapalkan banyak syukur untuk hidupnya di dalam hatinya. Sampai seketika Midorima datang padanya dengan air mata deras mengalir dan kata-kata "Ryouta kritis kecelakaan dalam perjalanan".

Entah apa yang ia pikirkan, tanpa banyak pemikiran Akashi berlari dan mengambil kunci mobil dari supirnya. Melaju secepat mungkin ke rumah sakit tempat Ryouta berada.

Hancur. Akashi merasa hatinya hancur. Ryouta terbaring dengan penuh darah ditubuhnya, lima jam operasi membuatnya tidak mampu memikirkan apapun termasuk Tetsuya yang menangis di atas altar saat ia tinggalkan. Setelah operasi panjang, hasilnya sangat mengecewakan Ryouta dinyatakan koma. Tubuh Ryouta banyak alat untuk mendukung hidupnya, tak ada kehidupan lagi. Akashi hancur melihatnya. Ini semua takdir yang begitu kejam.

.

.

.

See you in next chap, mina