Pair : Taekook, Vkook

Main Casts : Kim Taehyung x Jeon Jungkook

Other Casts : Member BTS, Lee Jihoon Seventeen

Rate : T

Genre : Romance, Drama

Disclaimer :BTS Diciptakan oleh Tuhan dengan pahatan sempurna disetiap inci tubuh mereka, BTS milik mutlak kedua orangtua dan keluarga mereka, kebanggaan BigHit dan Kesayangan ARMY tentunya ! but I only own the story,Chingu

Happy Reading

.

.

.


THE PROBLEM

.

.

.

.

.

.

Pagi yang indah itu adalah pagi ketika kau membuka mata dan menemukan sang pujaan hati dalam pelukanmu. Pagi yang indah itu adalah ketika kau sangat beruntung ketika dia berucap sangat mencintaimu. Benarkan, Tae ?

" Morning, Hyung " senyum Jungkook dalam pelukan Taehyung sambil mengadah melihat wajah sang kekasih.

CUP. Tentu saja Taehyung langsung melayangkan kecupan selamat paginya kepada sang tambatan hati tersebut.

" Selamat pagi juga, tukang tidur " balas Taehyung sambil mencubit pipi mulus Jungkook.

" Appo Hyung !" rengek Jungkook sambil memanyunkan bibirnya. Lucu.

" Aigoo, berhenti menggoda Hyung Babby Bunny " Taehyung mengulum senyum agar tidak lepas kendali menyerang bocah kelinci itu.

" Hyung yang mulai duluan, kenapa Kookie yang salah ?" Jungkook tak terima Taehyung menyalahkannya.

" Hmm, Saranghae.. " Taehyung tak tahan lagi. Langsung saja dia pererat pelukan untuk Jungkook, sampai seseorang menginterupsi kemesraan mereka berdua.

" Woi.. berlovey-dovey terus, kalian tak ingin sarapan ?" ucap seseorang yang menongolkan kepalanya dari balik pintu.

" Kau ganggu saja Hyung !" protes Taehyung kepada Hoseok. Jungkook langsung menutup wajahnya dengan selimut.

" Terserah kalian sajalah, tapi Jin-Hyung bilang sih, kalau dalam 5 menit kalian tidak keluar tidak ada jatah sarapan apalagi Banana-Milk " jelas Hoseok panjang lebar kemudian berlalu.

" Hei, kenapa menutup wajah Kookie ?" tanya Taehyung melepas selimut kekasihnya itu.

" Tentu saja aku malu Tae " setelah resmi menjadi pacar sah dari seorang Taehyung, Jungkook masih saja kikuk dan segan memperlihatkan adegan mesra mereka. Kadang-kadang saja dia sadar, bukan ?

" Hahaha , kau ini.. Ayo kita keluar, kau mau disini denganku saja atau mau Banana-Milk ? Hm ?" tanya Taehyung lagi.

" Bagaimana kalau sekarang minum Banana-Milk dulu terus bersama Taehyung lagi nanti? Boleh ?" Tawar Jungkook sambil memperlihatkan senyuman gigi kelincinya.

" Dasar Bayi Besar serakah " cibir Taehyung, langsung saja mendapat pukulan gratis di lengan kirinya.

" Ayo keluar " ajak Taehyung bangkit dari ranjangnya.

" Gendong..." nada manja langsung mencelos dari bibir merah Jungkook. Taehyung langsung saja menggeleng-gelengkan kepala, namun tetap menggendong Jungkook keluar. ' sabar Tae, Jungkook tetap masih polos, tunggu sampai waktunya' Taehyung sibuk merapalkan kalimat itu di hatinya.

Sampai diruang makan, mereka langsung saja memulai ritual pagi mereka, sarapan. Pagi ini dengan personil lengkap dari Bangtan.

" Dua hari ini kan libur,apa rencana kalian ?" Hoseok membuka percakapan.

" Hm, kami mau memakai kamarku dua hari, jangan ganggu aku dan Jin-Hyung, bisa ?" langsung saja Namjoon mengeluarkan pendapatnya, tujuan liburnya adalah bersenang-senang dengan kekasih hati. Sontak membuat mata Jin membulat dihiasi rona merah di kedua pipinya.

" Kau mau membuat Jin-Hyung tak bisa berjalan lusa, hah?" sindir Yoongi duduk diapit oleh Jimin dan Hoseok.

" Seperti kau tak pernah membuat Jimin berjalan tak baik saja, Hyung"celetuk Namjoon lagi.

" Iya, bahkan desahan bodoh Jimin juga terdengar dari kamar kami " Taehyung ikut-ikutan nimbrung dalam pembicaraan kotor mereka dipagi hari.

" See.."Namjoon merasa menang atas pembelaan Taehyung secara tak langsung. Mencibir ke arah Yoongi.

" Dasar kau, Taetae.. diam saja,anggap tak pernah dengar" Jimin melempar Taehyung dengan buah jeruk yang ada didepannya.

" Jimin !" Jungkook berteriak dengan mata menyalang tajam kearah Jimin, mereka yang ada diruangan itu langsung merasakan aura gelap dari Jungkook.

" Wa..e ?" Jimin langsung menjawab cepat. Gugup di tatap seperti itu oleh Maknae-nya.

" Jangan pernah memanggil Taehyung seperti itu, hanya aku yang boleh memanggilnya dengan panggilan itu, mengerti kau, Jimin ?" Tanya Jungkook penuh dengan nada sarat tekanan.

" Hoi.. Hoi sudahlah, kenapa kalian pagi-pagi sudah perang seperti ini ?" Jin sebagai Eomma disana langsung menegahi mereka.

" Hei, sayang.. sudahlah.. habiskan Banana-milk dan sarapan milikmu" Taehyung mengusap punggung Jungkook guna menenangkan kekasihnya itu.

" Awas saja kau " kembali Jungkook menatap Jimin tajam sambil menusuk-nusuk omelet di piringnya dengan garpu. Jimin langsung bersembunyi dibalik punggung Yoongi.

" Tae, jadi hari ini pergi syuting episode 00 Hwarang ?" Yoongi memecah keheningan.

" Hm, jadi Hyung, kau jadi ikut ?" Taehyung menjawab Yoongi sambil mengunyah sarapannya.

" Kenapa kau ikut Hyung ?" tanya Hoseok langsung, mewakili pertanyaan kekasihnya yang juga penasaran.

" Oh itu, aku ingin bertemu dengan Sunbaeku, Park Hyung-Sik,sudah lama aku tak bertemu dengannya. Kemaren dia juga menanyakanku kepada Taehyung, menyuruh kalau ada waktu mampir ke tempat mereka syuting. Ya , tak ada salahnya kan aku pergi dengan Taehyung ?" Yoongi menjelaskan.

" Aku ikut ! " teriak Jimin dan Jungkook bersamaan. Mereka semua minus mereka berdua kembali terkejut.

" Boleh ya Hyung, kan aku juga ingin ikut, melihat Taehyung syuting" Jimin merengek manja sambil bergelayut kepada Yoongi. Sudah tak memanggil Taehyung dengan "Taetae" lagi, tentu saja dia takut nanti kelinci berubah menjadi Kanguru yang akan menginjaknya hingga mati.

" aku tak ada kegiataan, boleh ya aku ikut,Hyungie ?" tanya Jungkook memelas dengan tatapan yang membuat bagian lain dari tubuh Taehyung menegang.

" Hmm, baiklah.. " Taehyung langsung menjawab dan langsung menatap piringnya yang sudah kosong. 'Sungguh, aku tak kuat'

"Kau juga tak mau ikut Hoseok ? Hitung-hitung mengosongkan dorm, aku hanya ingin berdua saja dengan Jin-Hyung, iya kan Hyung ?" tanya Leader dengan aegyo bodohnya menghadap ke arah Jin. Langsung saja di hadiahi cubitan sayang diperutnya lelaki berlesung pipi itu.

" Mau enak sendiri saja kau !, Tae, Jimin, nanti aku pinjam kamar ya.. Woozi ingin kesini " Hoseok meminta izin kepada Taehyung dan Jimin selaku pemilik juga dari kamar yang dia tempati.

" Terserah kau saja lah Hyung " Taehyung menjawab.

" Terus nanti siapa yang akan tidur dimana ?" Jin melepaskan pertanyaan rancu kepada mereka.

" Hah ?" Jungkook dan Jimin menganga heran menanggapi pertanyaan hyung tertua mereka.

" Maksudku, kan kamar di dorm kita Cuma ada tiga, kalau dua sudah diisi, tentu tinggal satu. Tidak mungkin kan kalian tidur berempat " jelas Jin kepada mereka.

" Sirheo ! aku tak mau hyung " Jungkook mengemukakan pendapatnya.

" Hah, baiklah, Namjoon ayo kita tidur di Hotel " ajak Jin kepada kekasihnya.

" Jeongmal ? kau serius Hyung ? Wah.. " tentu saja Namjoon senang sekali, pasalnya sering kali dia mengajak Jin duluan untuk tidur berdua ke Hotel namun Jin selalu menolaknya. Lihatlah ini, secara langsung kekasihnya duluan yang mengajak, tentu saja Namjoon seperti keruntuhan durian dipagi yang indah ini.

.

.

.

.

Di sinilah mereka, di dalam mobil yang dikendarai oleh Yoongi, mereka bersiap ke Studio salah satu stasiun televisi guna menemani Taehyung untuk syuting episode pra-tayang dramanya. Tayangan yang berisi pengenalan tokoh dan kilas balik adegan mereka selama syuting drama tersebut.

Di dalam mobil Jimin duduk disamping Yoongi sambil memperhatikan jalanan, Jungkook yang bersandar kepada Taehyung, ikut merapalkan lagu yang di stel di radio mobil ini Jungkook menggunakan stelan musim dingin sederhana dengan beani Taehyung yang menutupi rambutnya. Taehyung juga mengusap-usap punggung tangan kekasihnya itu, sungguh dia sangat menikmati suasana saat ini.

.

.

.

.

Sesampainya di studio, Taehyung sudah mewanti-wanti Jungkook agar tidak bosan karena tidak ada yang dia kenal selain Yoongi dan Jimin. Memang disana ada Minho dan Taemin, namun Jungkook hanya sekedar kenal dengan mereka, hanya saling sapa, tidak pernah larut dalam pembicaraan panjang kalau berjumpa.

" Sayang tunggu disini yaa, atau bergabung dengan Jimin atau Yoongi Hyung nanti ketika aku take" tawar Taehyung. Jungkook hanya duduk di tepi ruangan dengan tangan yang masih bergelayut erat dengan Taehyung yang berdiri. Di sisi ruangan terlihat Yoongi sedang bercengkrama dengan Hyung-sik, larut dalam tawa. Jimin juga terlihat akrab dengan Taemin.

" Hyung jangan lama yaa.." rengek Jungkook.

" Iyaa tentu saja, kau sabar sebentar yaaa " bujuk Taehyung.

" Hei Tae, ayo bersiap-siap " ajak Seo-Joon,senior Taehyung dalam drama ini. Sebelum berlalu dia sempat mengacak rambut Taehyung.

" Ne, Hyung !" jawab Taehyung sambil melemparkan senyumannya kepada Seo-Joon, mengundang api cemburu dari Jungkook.

" Jangan tersenyum seperti itu kepadanya, Taetae!" Jungkook menggeram dan menguatkan cengkramannya pada lengan Taehyung.

" Aaaaah, aaaah, Hei Babby, hentikan " rintih Taehyung. Kekuatan Jungkook ketika cemburu berkali lipat tambahnya.

" Hyung kesana dulu ya, nanti Hyung kembali lagi " Taehyung pamit kepada Jungkook karena sudah dipanggil oleh sutradara. Jungkook hanya mengangguk mengiyakan.

Hyung-sik yang tadi berbicara dengan Yoongi juga naik ke atas panggung tempat mereka take. Dia mengajak Jungkook duduk di sebelah Jimin yang sibuk bercanda dengan Taemin. Posisi mereka saat ini dekat dengan Taehyung yang sedang take.

Di menit awal pertama, terlihat mereka saling berjabat tangan dan memperkenalkan diri masing-masing dan karakter mereka dalam drama itu. Sesaat Jungkook langsung saja emosi ketika Seo-Joon menyebut Taehyung dengan panggilan yang membuat dia emosi dengan Jimin tadi pagi.

Ketika Taehyung membaca pertanyaan untuk mereka berenam, pemeran dalam drama ini, Minho langsung berceletuk bahwa Taehyung adalam MC-nya, pembawa acara dalam review kali ini.

" MC Taetae ?" tanya Seo-Joon.

"MC Taetae...taetae" Terdapat kegugupan yang tertutup dalam Taehyung menjawab pertanyaan melirik tempat Jungkook duduk sekilas. Takut kalau namja-chingu nya itu marah.

" Sunbae sialan itu, menggoda Taetae terus " manyun Jungkook dalan kekesalan yang dari ia tahan.

Mereka yang take sibuk dalam tawa ketika mereka melihat adegan-adengan mereka ketika syuting. Taemin dan Jimin juga terus bercanda. Mengindahkan kedua manusia yang dilanda cemburu didekatnya.

" Jungkook, aku mau ke mobil, lelah disini " Yoongi pamit ke Jungkook, percuma saja dia disini, Jimin sialan itu sedang bercanda mesra dengan Maknae Shinee itu.

"Aku ikut hyung, lelah melihat pacar sendiri digoda orang lain " geram Jungkook sambil berdiri dan mengekor Yoongi menuju parkiran mobil mereka.

.

.

.

"Aku kesal setengah mati di dalam sana Hyung, jadi selama ini Taehyunh diraba-raba oleh mereka ?" tanya Jungkook kepada Yoongi

" Iya, Hyung juga kesal, pemuda pendek yang tak tau malu malah berduaan dengan pemuda lainnya, tak tau apa kalau aku ini pacarnya. Sialan mereka memang " Yoongi juga menumpahkan kekesalannya. Merasa senasip dengan maknae-nya ini.

.

.

.

Satu jam berselang, setelah syuting mereka selesai, dan mengucapkan terimakasih atas kerja sama team, Taehyung mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan guna mendapati kekasihnya. Nihil.

" Chim, kau lihat kemana Jungkook ?" tanya Taehyung kepada Jimin yang masih bercerita dengan Taemin. Jimin juga mengedarkan pandangannya, tak mendapati Jungkook dan kekasihnya.

" Eh, bukankah mereka tadi disini ?" Jimin balik bertanya.

" Ih, kau ini.. " kesal Taehyung. " ayo kita cari mereka di mobil " ajak Taehyung. Langsung saja mereka pamit kepada Minho dan Taemin yang ada dihadapan mereka.

.

.

.

Akhirnya mereka mendapati pasangan masing-masing di bangku belakang mobil mereka. Tertidur saling bersandar.

" Hei, Hyung..Kau sudah disini ?" tanya Jimin lembut. Yang di tanya membuka matanya setengah.

" Bodoh, bahkan kau tak sadar kami sudah tidak disana " Sarkas Yoongi menolak tangan Jimin yang hendak mengelus pipinya.

" Wae, Hyung ?" tanya Jimin. Kenapa pemuda ber-abs ini mendadak tidak peka sekarang.

" Tae, kau bawa saja mobilnya, biar aku dan Jungkook duduk di belakang" Jelas Yoongi tanpa membalas pernyataan dari Jimin.

" Cih.. " Jimin juga kesal sendiri menghadapi sifat Tsundere kekasihnya ini, sebelas duabelas dengan maknae mereka, padahal kan Yoongi Seme. Taehyung langsung mengangguk dan mengambil kunci dari tangan Yoongi. Tak berani menjawab.

Di jalan menuju pulang mereka di hadapi dalam suasana yang hening. Taehyung sibuk melirik Jungkook dari kaca spion mobil. Jungkook dengan mata sendu menghadap ke arah jendela. Padahal Jungkook sedari tadi tenggelam dalam lamunannya sendiri. Yoongi sudah tidur dan masuk ke dalam mimpinya.

Jimin melirik ke arah Tehyung, yang di tanggapi dengan lengusan dan helaan nafas berat dari Taehyung. 'Kenapa kekasih mereka bisa serentak melakukan aksi merajuk terhadap mereka ?'

.

.

.

.

Sesampainya di gerbang dorm mereka. Jimin yang hendak menggendong Yoongi langsung di tepis oleh pemuda pucat tersebut. Meminta Jungkook membantu memapahnya menuju dorm mereka. rasa kantuk benar-benar menyerangnya. Jimin langsung melongo melihat penolakan yang di lakukan Yoongi.

" Jadi kau sekarang lebih tertarik sama Jungkook, Hyung ?" tanya Jimin, kesal sebenarnya. Jungkook dan Yoongi makin menjauh dari mereka.

Taehyung dan Jimin berjalan dibelakang mereka. Mengiringi pasangan mereka dalam radius 10 meter.

" Kenapa mereka bisa seperti itu, Tae ?" tanya Jimin yang masih belum peka.

" Kau melakukan apa saja saat di studio tadi ?"tanya Taehyung balik agar Jimin dapat menjawab pertanyaannya sendiri.

" Astaga, benar ! gara-gara aku terlalu sibuk dengan Taemin-Hyung, habis kalau kami sudah membicarakan dance pasti tak kan ada habisnya,pasti Yoongi –Hyung merasa diacuhkan olehku " Jimin baru menyadari kesalahannya.

" Bukan merasa lagi, tapi memang kau acuhkan, dasar bodoh !" tukas Taehyung.

" Kau tau apa kesalahanmu terhadap kekasih-Tsundere mu itu, Tae ?" tanya Jimin kembali.

" Seperti pacarmu tak Tsundere saja. Jungkook marah karena dia cemburu dengan Seo Joon-Hyung, dari awal mood dia sudah buruk, di tambah lagi tadi Seo-Joon-Hyung memanggilku 'Taetae' " jelas Taehyung yang masih melangkah disamping Jimin. Jimin bergidik ngeri membayangkan kondisi Jungkook ketika marah kepada Seo Joon, pasti lebih gelap auranya.

Ketika mereka sudah sampai di depan pintu dorm mereka. Jungkook menghampiri mereka dan berkata kepada Jimin dan Taehyung.

" Kalian tidur berdua saja, aku akan tidur dengan Yoongi Hyung " jelas Jungkook berlalu menghampiri Yoongi di sofa dan mengajaknya ke kamar Yoongi.

" Sekalian saja kalian pacaran " Taehyung tak habis pikir dengan ulah kekanakan kekasihnya dan kekasih sahabatnya itu.

" Iya rencananya, kami sedang berdiskusi untuk itu " cibir Jungkook. Astaga baru saja tadi pagi mereka asyik bermesraan. Demi apapun hubungan mereka bahkan belum sampai tiga hari sudah diterpa masalah seperti ini.

" hah !" Jimin hanya menghembuskan nafas kasar.

.

.

.

Malam ini terpaksa mereka tidur di kamar Namjoon-Jungkook, kamar yang kosong karena penghuninya sudah sibuk saling memuji dan mendesahkan nama pasangan mereka masing-masing, tentu saja di tempat yang hangat.

Taehyung berusaha membuka kamar tersebut. Terkunci.

" Chim, dimana kunci kamar ini ?" tanya Taehyung, kantuk sudah menyerangnya. Namun kamar leader itu tak bisa juga terbuka.

" Astaga, Namjoon sialan itu membawa kuncinya " kesal Jimin. Masalah apalagi ini ? tak cukupkah mereka hanya di acuhkan oleh kekasih mereka ?

" Apa boleh buat, tidur disofa saja lah "pasrah Taehyung. Merebahkan tubuhnya di sofa dorm mereka. Saat ini sudah masuk musim dingin, mereka hanya tidur dengan baju seadanya.

Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari, Jungkook belum bisa tidur. Akhir-akhir ini pelukan dari Taehyung merupakan suatu syarat wajib untuknya terlelap. Ketika hendak mengambil air minum ke dapur, dia melihat pemandangan itu di sofa.

" astaga.." langsung saja dia kembali masuk ke kamar Yoongi dan membangunkan di empu kamar.

" Hyung, mereka tidur di sofa, tidak memakai selimut " jelas Jungkook sambil menggoyang-goyangkan tubuh Yoongi. Yoongi terbangun dan melihat keluar bersama Jungkook.

" Mereka benar-benar merepotkan " Ujar Yoongi yang sudah membawa matras tidur dan selimut. Dia menggendong Jimin, dan menidurkannya di matras itu, tentu saja dia juga ikut tidur di samping Jimin dan menyelimuti tubuh mereka berdua.

Jungkook malah langsung mengambil tempat di samping Taehyung, sofa yang di tempati Taehyung lumayan lebar, bisa menampung mereka berdua. Jungkook juga menyelimuti kekasihnya itu.

" Dasar kau, jahat sekali " Jungkook mencubit ujung hidung Taehyung dan menutup mata guna menyusul kekasihnya itu ke dalam mimpi.

Jimin menyadari Yoongi yang ada disampingnya dan langsung memeluk kekasihnya itu.

" Hyung, Mian.. aku tak bermaksud untuk mengacuhkanmu " jelas Jimin dengan suara seraknya.

" Tidurlah bodoh ! kau tak tau sekarang sudah jam berapa ?" Yoongi membalas pelukan Jimin, membuat keadaan dalam selimut mereka makin hangat.

.

.

.

.

Taehyung membuka matanya karena badannya sakit , tidur di tempat yang sempit yang di apit oleh seseorang. Taehyung kembali megerjapkan mata melihat siapa yang ada disampingnya. Namja-Chingu imutnya. Seulas senyum tercetak di bibir Taehyung.

" Eh, pagi Hyung " sapa Jungkook dengan suara serak menatap Taehyung yang sudah dulu bangun.

" Hm.." jawab singkat Taehyung.

" Kau tidak marah denganku ?" tanya Taehyung bingung karena Jungkook ikut tidur dengannya disofa. Padahal malam tadi Jungkook sangat arogan meski hanya untuk menjawab pertanyaannya.

" Awalnya iya,melihatmu di perlakukan seperti itu oleh sunbae-sunbae mu, tentu saja aku sebagai kekasihmu marah, Tae - " Jungkook mengecup singkat bibir Taehyung.

"—tapi aku sadar, dia yang melakukannya, bukan kau. Kau tak salah, aku baru manyadarinya.. hehe Mian, tapi kan aku melakukan itu karena aku mencintaimu hyungiee.." manja Jungkook yang memeluk erat Taehyung.

" Iyaa.. hyung tau, Hyung juga mencintaimu, My Baby Bunny Nochu " Taehyung juga memeluk erat Jungkook. Kegiatan mereka yang saling menghangatkan diselingi kecupan-kecupan singkat akhirnya membuat mereka terlelap kembali. Tentu saja dengan senyuman indah di pagi hari mereka.

END

.


.

.

.

Epilogue

"Astaga ..." Jin berteriak kaget membuat Hoseok dan Woozi keluar dari kamarnya, sementara Namjoon yang masih melepas sepatunya juga ikut menyusul kekasihnya itu.

" Wae ? Kenapa ribut-ribut sepagi ini ?" Yoongi bangkit duduk dengan mata yang masih tertutup. Berniat mengutuk siapa saja yang berani membangunkan mimpi indahnya.

" Kenapa kalian tidur diluar heh ?" tanya Hoseok heran kepada mereka.

Jungkook dan Taehyung juga bangun dan duduk, Jungkook yang duduk di pangkuan Taehyung.

" Harusnya pertanyaan itu untuk Namjoon-Hyung, kenapa dia bersenang-senang tapi malah membawa kunci kamarnya " jelas Taehyung yang menyandarkan dagunya ke bahu kekasih kelincinya itu.

" Hehe aku lupa.." Namjoon malah tertawa canggung yang dihadiahi sikutan dari kekasihnya.

" Kau itu sialan, Namjoon Hyung, nanti kalau kami sakit, kau harus tanggung jawab " kesal Jimin.

" Mian.. Mian " Namjoon meminta maaf kepada dua pasang di dorm itu.

" sudah-sudah, sekarang bersiaplah, aku akan membuatkan sarapan " lerai Jin.

Setidaknya kamar Namjoon yang terkunci membuat dua pasangan ini akur kembali..

OMAKE


.

.

.

Gimana ? Gimana ? gaje yaaa ?

Maaf saya berusaha untuk mencoba yang terbaik disetiap fict yang saya buat...

Terimakasih yang sudah membaca dan mereview..

Salam Hangat.

Ayumi-chan