Hari minggu nan cerah...

Seorang gadis remaja tengah sibuk dalam kamar merias dirinya sendiri, tampak beberapa tumpukan baju tergeletak begitu saja di atas tempat tidur miliknya. Butuh waktu hampir dua jam gadis remaja tersebut melakukan aktifitas 'berlebihannya' hingga ia dapat menentukan style apa yang akan digunakannya untuk hari minggu ini.

Melirik kecermin besarnya, sekali lagi gadis tersebut merapikan poninya yang entah mengapa ia biarkan menutupi sebelah matanya, rambut ala ekor kudanya ia elus hingga keujungnya agar terkesan lebih rapi lagi, ia tersenyum dengan sendirinya "yosh, menata rambut pirangku sudah selesai!"

Yap, dialah Ino Namikaze, yang saat ini selesai berdandan dengan baju ungu lengan panjang namun memamerkan lubang pusarnya. Rok pendek yang sedikit memperlihatkan pahanya yang putih mulusnya serta sepatu hak tinggi yang menghiasi kakinya.

Dengan penuh percaya diri Ino melangkah keluar kamarnya, ia berjalan turun dari kamarnya dilantai dua ke lantai dasar menemui kakaknya yang sudah kering menunggunya dari tadi bersama Hinata yang sudah lebih dulu selesai berpakaian, Naruto bangkit dari sofa empuk yang didudukinya ketika melihat adiknya itu berpakaian seperti itu, padahal kan Cuma mau ketaman hiburan saja, ino tersenyum kearah Naruto, sedangkan yang diberikan senyuman juga tersenyum sebelum akhirnya.

DUAGHH..!

Naruto-kun selamanya milikku

Author : Retsuya02

Disclaimer : Mashasi Kishimoto

Ino mendengus kesal sambil mengusap benjol segede apel dikepalanya, setelah mendapat bogem mentah dari Naruto, Ino mengganti pakaiannya dengan yang lebih sopan yakni baju lengan panjang hasil rajutan berwarna pink, rok selutut dan ia juga mengenakan stoking sebagai pelengkap, sepatunya bukan HH lagi seperti tadi, melainkan sepatu biasa.

Untuk urusan berpakaian, Ino lupa kalau Naruto memang keras terhadap dirinya. Ino mungkin lebih galak seperti ibunya, namun dalam hal berpakaian Ino tak akan pernah bisa membantah kakaknya. Padahal menurut ino pakaiannya yang tadi masih normal-normal saja.

"cih, dasar kakak kampungan!" gerutu Ino, Hinata terkikik mendengarnya "Sudah, begini kan juga bagus kok!"

Ino meremas pundak Hinata dengan kedua tangannya "ngeh, kau tidak mengerti Hinata, pakaian jaman sekarang kan harus terlihat hot...terlihat hot, kau mengertikan maksudku?"

Hinata hanya bisa tersenyum kikuk dan mengangguk "Hu'um aku ngerti kok!" sudut siku-siku terlihat dikening Ino karena tahu bahwa Hinata mengangguk dengan tidak iklas.

"Oi, kita berangkat sekarang?" Tanya Naruto mengakhiri percakapan Ino dan Hinata. Keduanya mengangguk dan melangkah keluar rumah kemudian mereka bertiga pun masuk kedalam mobil Hummer milik Naruto, Ino lebih memilih duduk dibelakang membiarkan Hinata duduk disamping Naruto yang sedang mengemudi. Namun sebelum menuju taman bermain, Naruto lebih dulu mengarahkan mobilnya menuju rumah keluarga Haruno untuk menjemput Sakura sesuai janji.

Lima belas menit kemudian mereka telah sampai di area taman bermain, Ino tampak bersemangat melihat wahana yang bisa dicobanya dengan puas dan tentu saja semuanya gratis. Berterima kasihlah pada Naruto yang tanpa sengaja memenangkan selembar tiket emas dari ramen yang dimakannya tempo hari. Meski Cuma berlaku sehari namun bisa mengajak sampai tiga orang dan mengratiskan semuanya itu sudah cukup untuk membuat Ino berbinar-binar.

Ino dan sakura sibuk membolak balikkan buku panduan tentang wahana yang membuat mereka tertarik, sedangkan Naruto dan Hinata tak melakukan apa-apa mereka lebih memilih menyerahkan semuanya pada Ino dan Sakura wahana apa yang akan mereka gunakan nanti.

"Hei, kau haus?" Tanya Naruto pada Hinata yang berada disampingnya, Hinata hanya mengangguk malu-malu "yosh,tunggu disini yah aku segera kembali!" Naruto pamit sebentar berniat untuk membeli minuman ringan, meninggalkan Hinata bersama Ino dan Sakura yang masih saja belum bisa memutuskan wahana apa yang akan mereka coba pertama.

Naruto berjalan santai menuju mesin minuman kaleng, sambil bersiul ringan Naruto memasukkan beberapa koin kelubang yang telah tersedia disisi kanan atasnya, setelah itu ia menekan beberapa menu minuman yang tersedia dan ia memilih 2 minuman kaleng rasa orange. Secara otomatis, minuman yang telah dipilihnya tadi keluar dari bawah mesin, naruto menunduk untuk mengambilnya.

Naruto sedikit ceroboh ketika membawa kedua minuman ditangannya sehingga terjatuh dan menggelinding menjauh dari dirinya. Namun untunglah ta terlalu jauh karena kaleng tersebut berhenti ketika menabrak ujung kaki seseorang. Naruto mendongak dan sedikit terkejut melihat orang yang ada dihadapannya tengah menatapnya dengan seyuman manis.

Sementara itu...

"Hinata, kenapa kakakku lama sekali sih?" Ino mulai jengkel karena Naruto belum juga kembali padahal ia dan Sakura sudah selesai memutuskan pilihan mereka. Hinata menggeleng lemah karena ia juga sudah merasa jika Naruto agak lama dari yang diperkirakannya. Sakura celingak-celinguk mencari sosok Naruto "Nah itu dia!" teriaknya menunjuk Naruto yang muncul

Hinata tersenyum lega melihat kekasihnya itu muncul sambil membawa minuman kaleng yang dijanjikannya, namun lagi-lagi ekspresi senyum Hinata berubah total menjadi datar setelah melihat sosok yang mengikuti Naruto dari belakang, ia seorang wanita yang akhir-akhir ini terus mendekati Naruto. Hinata mengerang dan mengeratkan tinjunya, ia kesal, marah,cemburu semua emosi itu bercampur menjadi satu. Ino langsung menyadari perubahan mood Hinata.

"Ah, maaf kelamaan soalnya kebetulan tadi aku bertemu konan-san di sana tadi hehehe!" ungkap Naruto setelah mendekat, Naruto langsung meyodorkan sekaleng minuman ringan kearah Hinata , Hinata menarimanya dengan kepala menunduk. Naruto merasa aneh"hei, kau tidak apa-apa Hinata-chan?" hinata tak bergeming sedikitpun.

"ano, apa benar tidak apa-apa jika saya ikut kalian?" Konan bertanya pada Naruto karena merasa tidak enak jika harus ikut dalam rombongan Naruto "Tentu saja tidak apa-apa, iyakan?" Naruto melirik tiga gadis remaja dihadapannya, Ino mengangguk kikuk, jujur saja ia juga kaget kenapa mereka harus bertemu Konan ditaman hiburan ini. Apalagi firasat ino langsung jadi buruk setelah melihat tingkah Hinata yang sedari tadi hanya menundukkan kepala tanpa tahu apa yang tengah dipikirkannya saat ini.

"yap, kerena semuanya sudah sepakat ayo kita mulai saja dan..!" Naruto memandang kearah Konan "Karena tiket emas ini hanya bisa mendaftarkan 4 orang, aku akan membayar sendiri tiap wahanya yang akan kita coba!" lanjutnya menjelaskan.

"Eh.. tidak usah, aku akan membayar sendiri aku merasa tidak enak soalnya!" Konan berusaha menolak "Hahaha.. santai saja yah, anggap saja ini ucapan selamat datang dikota ini dariku!" bujuk Naruto "Dan lagi pula kita bisa bersenang-senang bersama!" lanjutnya sambil tersenyum lembut hingga membuat wajah tampannya terlihat jelas dimata Konan "I-iya deh, kalau Naruto-san memaksa!"

"aku mau ketoilet dulu!" Hinata langsung pergi menjauh tanpa peduli raut wajah bingung dari Naruto, sedangkan Ino mengambil inisiatif untuk mengikuti Hinata "Aku juga!", Ino sudah tahu jika Hinata 'kambuh' lagi. Sakura pun mau tidak mau harus ikut karena ditarik paksa oleh Ino.

Sayangnya karena Sakura sempat terjatuh membuat Ino harus kehilangan jejak Hinata, "Hei kita mau kemana? Arah toilet kan disana!" protes sakura karena Ino malah berjalan kearah lain jauh dari arah menuju toliet umum.

'bukan, Hinata bukan kearah toilet!" batin Ino

Hinata memang tak meuju toilet sesuai tebakan Ino, ia berjalan tanpa arah dengan tatapan kosong, bola matanya yang biasanya terlihat indah itu berubah gelap, Hinata hanya mengikuti instingnya saat berjalan, hatinya terasa sakit melihat Konan yang sudah jelas menyukai Naruto. Dalam perjalanan tak terarahnya itu, kakinya langsung terhenti dihadapan area stand bermain, Hinata kemudian menatap kosong pada benda-benda yang ada didalam stand tersebut.

SKIP

Ino dan Sakura berlari kembali ketempat semula setelah mendapat telepon dari Naruto. Ino bingung karena Naruto bilang jika Hinata sudah ada bersamanya. Ino tampak ngos-ngosan setelah sampai, menunduk dan mengatur nafasnya berkali-kali Ino bertanya pada Hinata"Kau, dari mana saja?"

Hinata hanya memiringkan sedikit kepalanya "dari mana? Tentu saja dari toilet!"

"Oke, ayo kita mulai saja keburu siang!" Naruto berjalan lebih dulu diikuti Hinata disampingnya, Konan pun juga ikut dari belakang, ino dan sakura berjalan agak menjauh dari mereka bertiga.

Sakura buka suara "hei Ino, dari tadi kau terlihat aneh dan terlihat mencemaskan Hinata padahalkan Hinata terlihat baik-baik saja tuh!" Ino hanya tampak diam.

Saat Ino tadi bertanya kepada Hinata, Ino melihat sesuatu dari seyuman tipis Hinata yang belum pernah Ino lihat sebelumnya dari Hinata. Senyuman itu memang sangat samar dan hampir tak terlihatsama sekali, namun Ino melihat itu adalah senyuman menakutkan yang bahkan Ino sendiripun sampai merinding membayangkannya.

'tidak, Hinata sedang tidak baik-baik saja' batin Ino.

-BERSAMBUNG-

YUHUU... author tua is back... hahaha kenapa aku bilang author tua? Karena author sudah dikaruniai seorang anak perempuan yang kuberi nama Yukki diusiaku yang ke 21 tahun hehehe. Saya sendiri pun tidak menyangka berumah tangga bisa seribet ini (tapi sumpah, aku menikmatinya). Dan ini jugalah alasan saya vakum terlalu lama. Jadi buat kalian yang masih ingat saya, saya mngucapkan maaf yang sebesar-besarnya karena baru kedatangan mood sekarang setelah dihantam berbagai kesibukan didunia nyata.

Yap itu saja dulu untuk menandakan salam pertemuan kembali, soalnya saya juga ga tau mao bilang apa kekalian #nunduk-nunduk

Mohon reviewnya yah hehehe

-Palopo 20-03-2017