Kuroko no Basuke (c) Tadatoshi Fujimaki
Warning: semi-au, ooc, maaf kalau ada salah dalam interpretasinya )...(""
Mulanya, Momoi mengira crescendo hanya ada dalam paduan suara. Namun, ia mulai meresapinya pada kesempatan lain. Saat raja siang berkuasa atau pun sang candra berbinar mesra, Momoi bisa mendengarkannya dengan seksama. Pada sesosok lelaki di tengah stadium yang kakinya menghentak bumi berpacu dengan debum rotasi bola basket.
Bibir lapangan menjadi penuh dengan manusia. Sorak sorai suara, gesekan balon tepuk, serta tarian pemandu sorak berpadu menyenandungkan lagu selaras dengan gerakan manusia-manusia di lapangan. Tempo naik satu satu bak kucuran keringat dari tubuh Aomine, tatkala menjadi pemain utama. Bola di genggamannya kemudian terlepas naik begitu saja dalam kecepatan tak kasat mata.
Momoi menggigil. Sadar bahwa ekstasinya mungkin berlanjut pada momen-momen serupa berikutnya.
Ia lupa bahkan jantungnya sendiri masih menghentak-hentak, perlahan semakin cepat, kala retinanya menangkap langkah kaki Aomine pagi itu. Meski tak ada stadium. Meski tak ada bola basket yang menemaninya.
Sebuah setelan tak biasa terpakai di tubuh Aomine, lengkap dengan tuksedo.
"Maaf aku telat. Selamat atas kelulusanmu, Satsuki."
Sebuah buket bunga terangsur ke arah Momoi, menyempurnakan senandung bernada crescendonya.[]
cross-posted at infantrum . co . nr
mari mari mampir ke sana
