Fandom: Kuroko no Basuke (c) Tadatoshi Fujimaki
Warning: ooc, typo
.
Termangu di depan pagar tanpa bisa masuk ke dalam rumah itu adalah hal konyol yang Aomine lakukan. Alasan satu, ini bukan rumahnya. Dua, ini rumah Satsuki.
Aomine ingin mengantarkan beberapa barang kepada Satsuki. Sudah dua hari gadis itu tidak masuk sekolah karena sakit. Sedangkan kata-kata terakhir yang Satsuki lontarkan padanya adalah penolakan.
Ya, dua hari lalu mereka baru saja beradu mulut dengan hebatnya. Sampai-sampai habis semua kata-kata terpakai oleh mereka sengketa.
Kedua kaki Aomine memaku bumi seolah latihan tadi menyerap seluruh daya otot betisnya. Pandangannya menelusuri halaman. Rumput-rumput hijau setengah menghitam tertutup bayangan, bergemerisik halus. Pintu bercat putih itu masih tak bergeming. Ia mereka-reka sedang apa Satsuki sekarang. Masihkah ia terbaring lemah di atas ranjangnya? Masihkah ia sakit hati terhadap Aomine?
Tak biasanya Aomine begitu gelisah. Sesekali ia mengeluarkan ponsel lalu memasukkannya kembali.
Kata-kata seolah tercekat keluar sejak saat itu. Menunggu Satsuki mau kembali bertatap muka dan membuka sendiri pintu rumahnya.
"Ya ampun, Dai-chan. Apa yang kau lakukan di situ?" Seseorang meneriaki.
Aomine menoleh hampir berjingkat.
Sang gadis yang dikhawatirkannya melambai dari ujung gang. Sorot lampu jalan menyinari kulitnya sampai terlihat berwarna pucat, kontras dengan rambut juga senyumnya yang merekah. Satsuki baru datang.[]
a/n: cross-posted at infantrum . co . nr
