fanfiksi Kuroko no Basuke (c) Tadatoshi Fujimaki; ooc, typo


"Bagaimana Dai-chan?" tanya Satsuki menatap Aomine lekat-lekat.

Pemuda itu tak memalingkan muka. Ia balas mengintip kedua manik merah muda di depannya, sekilas menerka jawaban seperti apa yang Satsuki inginkan.

Tempo lalu Satsuki pernah membuatkannya juga bento serupa. Kali ini Satsuki berusaha lebih keras. Karakter boneka beruang dari nasi dan nori. Lalu ada sosis juga tamago sebagai hiasan. Benar-benar sebuah kyara-ben yang cantik.

"Ini untuk boneka beruang kemarin," ucap Satsuki tulus.

Mengerti akan maksud Satsuki, Aomine kemudian mencomot sepotong tamago, mengunyahnya sambil berkata, "Enak."

Sepotong apresiasi itu berharap bisa menghalau Satsuki pergi darinya. Aomine tidak berniat memakan seluruhnya di depan Satsuki. Bukan, bukan tidak bermaksud menghargai. Ia hanya tidak tahu kejutan apa yang Satsuki berikan padanya.

Benar saja, beberapa detik kemudian, Aomine berjengit, menahan erat-erat bibirnya membuka.

"Kau baik-baik saja, Dai-chan?" Satsuki menoleh khawatir. Ia berbalik setelah beberapa langkah meninggalkan Aomine. Radar imajiner Satsuki bergerak-gerak peka tiap kali menyangkut teman masa kecilnya itu.

Satsuki mengernyit tidak mengerti.

Aomine hanya bisa menjawab dengan menggerak-gerakkan matanya.

Berapa sendok garam yang Satsuki bubuhkan ke dalam telurnya?[]


a/n: saya akhiri sampai sekian. terima kasih sudah membaca 3

ditunggu lho meramaikan infantrum, yuk yuk.

infantrum . co . nr

Mari majukan fanfiksi berbahasa Indonesia~

bye~