Those Times and Moments

Pairing : NejiTen (Neji Hyuuga x Tenten)

Language : Indonesia

Genre : Friendship,(maybe) Romance,(another maybe) Humor

Rate : K+

Disclaimer : Naruto Masashi Kishimoto,cerita punya watashi sendiri

Summary : Pandangan Neji pada Tenten saat menjadi ketua pada satu misi

Warning : Baru sembuh dari penyakit hiatus. Kemungkinan besar bakalan gaje ceritanya. Penyakit gaje bisa menyerang kapan saja pada author. DLDR!

Note : bayangkan kamu (readers) sebagai Neji

X

X

X

"Kita sudah sampai" Jawab Tenten didepanmu.

"Gubuk itu kah?" Tanyamu dari belakangnya karena saat ini kau bukanlah ketua dalam misi ini,sedangkan Tenten adalah ketua dalam misi kali ini. Maka dari itu Tenten memimpin dirimu dan Naruto sampai ketempat tujuan misimu.

"Benar. Tempat Riset Persenjataan Konohagakure. Yang kita butuhkan adalah 1000 kunai dan 1000 shuriken. Dan jika memungkinkan,senjata baru." Jawab Tenten sembari membacakan instruksi yang berada pada gulungan yang diberikan Guy-sensei padanya.

"SEMUA ITU?! Bagaimana caranya kita membawa itu semua?" Tanya Naruto kaget mendengar apa yang harus dilakukan pada misi kali ini.

"Tidak heran mengapa Tenten ditunjuk sebagai ketua pada misi ini." Katamu yang akhirnya mengerti mengapa bukan dirimulah yang ditunjuk sebagai ketua,melainkan temanmu yang sangat dekat denganmu itu.

"Eh?" Sahut Naruto atas perkataanmu tadi.

"Gulungan milik Tenten itu menggunakan konsep Bukijutsu,dimana sang pengguna bisa menaruh dan mengambil segala sesuatunya dari dimensi yang lain." Terangmu pada Naruto yang kelihatannya masih tidak mengerti.

"Dimensi yang lain?" Tanya Naruto seperti meminta penjelasan lebih.

"Kau tahu kuchiyose kan?" Tanyamu pada Naruto,yang dibalas dengan anggukan. "Anggap saja ini seperti kuchiyose,namun dalam bentuk senjata." Jelasmu lebih simple.

"Dengan kata lain,kita tidak usah susah-susah membawa semua senjata itu kan?" Tanya Naruto senang karena misinya tidak seribet yang ia bayangkan.

"Kurang lebih seperti itu." Jawabmu mengiyakan.

"Senjata baru ya…" Kau mendengar gumaman yang berasal dari depanmu yang tidak lain dan tidak bukan adalah dari Tenten.

"Ada apa,ibu ketua?" Tanya Naruto yang sepertinya juga mendengar gumaman Tenten.

"Aku penasaran senjata baru seperti apa yang mereka punya…" Jawab Tenten yang,jika dengar lebih teliti lagi,mengandung unsur bahagia disana. Tanpa kau sadari,kau juga sedikit tersenyum namun merasa beruntung karena Naruto tidak melihatnya.

Sedetik kemudian,kau dan teman-temanmu mendengar suara ledakan yang berasal dari gubuk tua itu yang berhasil membuat kalian bertiga kaget dan memandang gubuk itu. Kau melihat ada asap yang keluar dari cerobong gubuk itu.

"Ayo." Takut terjadi sesuatu yang bisa menghambat misi kalian,kau langsung pergi mendahului Naruto dan Tenten.

"Tunggu,bagaimana dengan senjata barunya?" kau bisa mendengar kata-kata itu dari Tenten yang akhirnya ikut menyusulmu dari belakang.

X

X

X

Saat kalian bertiga memasuki gubuk tersebut,kalian idsajikan pemandangan seorang pemuda sedang berusaha memadamkan api dan seorang bapak-bapak tua yang menyangga dagunya dengan tangan layaknya orang yang sedang berpikir.

"Hmm… apa ada yang salah ya?" Gumam bapak-bapak tersebut yang sepertinya sedang menggumamkan apa yang telah terbakar itu.

"Apa kau bernama Tuan Io?" Tanya Tenten pada bapak-bapak itu. Bapak-bapak itu pun langsung berbalik menghadap kalian bertiga.

"Oh iya. Itu aku." Jawab bapak tua itu.

"Kami adalah ninja yang ditugaskan dari Konohagakure." Ujar Tenten sembari membuka gulungan misi. Bapak tua yang bernama Io tadi langsung menyambut ramah kalian bertiga,tanpa memedulikan kebakaran kecil di dalam gubuknya sendiri.

"Anu…" Saat Tenten hendak mengatakan sesuatu,pemuda yang sedaritadi berusaha sendiri mulai kewalahan sendiri. Bahkan—tanpa sengaja— membakar dirinya sendiri. Yang lebih mengejutkan dirimu dan Naruto : Tenten memukul pemuda itu ke samping dan tidak peduli sama sekali. Kau dan Naruto hanya memandang heran kepada Tenten yang masih asyik menanyakan apakah tuan Io ini mempunyai senjata yang baru saja ia buat.

"Senjata baru?" Tanya tuan Io pada Tenten

"Benar!" Jawab Tenten antusias. Kau dan Naruto pun akhirnya memutuskan untuk membantu pemuda yang—dengan tidak sopannya—dipukul oleh Tenten.

"Hei bukannya kita harus memesan senjata untuk desa?" Tanya Naruto pada Tenten.

"Biarkan saja. Ini kan juga termasuk misi!" Jawab Tenten masih dipengaruhi keantusiasan pada "senjata baru" yang ditulis pada gulungan misi. Awalnya dari ekor matamu,kau melihat bahwa tuan Io seperti sedang menimbang-nimbang sesuatu. Tuan Io pun akhirnya menyetujui permintaan Tenten dan menyuruh pemuda malang yang bernama Shouseki tersebut untuk memperlihatkan berbagai macam senjata baru.

X

X

X

"Ini dia barang-barangnya" Ujar Shouseki sembari meletakan sesuatu yang dibungkus dengan kain berwarna gelap.

"Siap-siaplah tercengang. Aku sekarang menemukan senjata yang mematikan : KUNAI DENGAN DUA MATA PISAU!" Kata Tuan Io sembari membuka salah satu kain yang menutupi senjata tersebut.

"Kunai dengan dua mata pisau?" Tanya Tenten di sampingmu sembari melihat kunai baru itu.

"Karena kunai dengan mata pisau satu sudah beredar banyak diseluruh desa,akhirnya aku berinovasi untuk membuat suatu kunai yang unik. Dan juga uniknya bukan hanya dari penampilannya." Jelas Tuan Io pada Tenten,namun tiba-tiba kau mendengar rintihan Naruto yang sedaritadi tidak terdengar suaranya. Kau melihat muka Naruto semakin pucat.

"Oh kedua mata pisaunya sudah dilapisi oleh racun,jadi kau harus hati-hati." Jelas Tuan Io sambil melihat kearah Naruto yang mulai tumbang.

"Kau telat memberitahu…" Kata Naruto yang akhirnya tumbang sedetik kemudian.

"Kalau seperti itu,sang pengguna juga bisa terkena bahayanya." Kata Tenten setelah melihat apa yang terjadi pada Naruto.

"Sudah kuduga kau akan mengatakan itu. Maka dari itu aku membuat PEGANGAN KUNAI DOBEL!" Kata Tuan Io sambil membuka kain dan memperlihatkan pegangan kunai yang disatukan,namun tidak berfungsi sebagai apapun.

"Kalau begitu,jadinya percuma dong." Kata Naruto langsung to the point namun masih melihat aneh kearah Tuan Io.

"Apa kau bilang? Kalau begitu bagaimana dengan ini?!" Cerocos Tuan Io tidak terima dengan perkataan yang diberikan Naruto dan terus saja memperlihatkan senjata baru—dan bodoh—nya itu,mulai dari shuriken berbentuk bulat (yang pasti sulit untuk dipegang oleh penggunanya),dan lain-lain.

"Intinya kau hanya membuat senjata yang tidak berguna." Sindir Naruto pelan,namun sepertinya masih bisa terdengar oleh Tuan Io karena sejurus kemudian,Tuan Io langsung protes.

Tenten melihat semua senjata itu,namun ia tidak tertarik dengan semua senjata yang diperlihatkan oleh Tuan Io,hingga akhirnya Tenten bertanya apakah masih ada senjata baru yang lainnya. Dan dengan lagak membanggakan diri,Tuan Io akhirnya akan memperlihatkan senjata baru yang ia sangat banggakan,yang membuat Tenten senang setengah mati. Kau dalam hati juga berharap bahwa senjata yang dimaksud oleh Tuan Io ini benar-benar senjata yang bisa dipakai untuk bertarung dan membuat desamu menjadi desa yang paling aman.

Namun,apa yang kau pikirkan dan bayangkan tidaklah semanis realitanya;justru Tuan Io memperlihatkan senjata aneh lainnya!

"Inilah yang kusebut SHURIKEN SHINOBI!"

"KENAPA AKU YANG DIPASANGKAN KE ALAT INI?!" Teriak Naruto tidak terima. Posisi Naruto sekarang : kepala dibawah,kaki diatas,dan diikatkan pada suatu shuriken besar.

"Neji,gantikan aku disini!" Kata Naruto padamu,namun kau langsung membuang muka. Tidak mau mengambil bagian dari hal konyol ini.

"Apa ini?" Tanya Tenten sambil melihat benda berbentuk shuriken tersebut.

"Shuriken ini sangat special karena sang pengguna bisa mengontrol kearah mana shurikennya harus menyerang." Jelas Tuan Io sembari Shousuke memberikan instruksi cara penggunaan benda itu pada Naruto.

"Nah sekarang,MARI KITA SAKSIKAN!"

*KLIK!*

Tanpa aba-aba,Naruto pun mulai melayang keatas langit bersama shuriken tersebut. Tenten berusaha memanggil nama Naruto,berharap benda itu bisa turun jika Tenten meneriakkan nama Naruto.

"TUASNYA! ARAHKAN SHURIKENNYA DENGAN TUAS!" Teriak Shousuke pada Naruto. Dan sejurus kemudian,shuriken raksasa yang melayang diatas sana mulai berputar-putar diselingi dengan teriakan Naruto sebelum akhirnya mengenai sebuah target yang sengaja ditaruh diatas bukit. Walaupun tepat sasaran,tetap merupakan senjata aneh yang tidak harus seorang shinobi miliki.

Kau melihat Tenten sudah tidak seantusias saat kalian pertama kali datang ke gubuk itu. "Apakah masih ada lagi?" Tanya Tenten

"Untuk saat ini,hanya segitu saja." Jawab Tuan Io yang menandakan tidak ada lagi senjata aneh yang harus kau dan Tenten lihat. Kau mendengar suara derap kaki yang sangat cepat dari arah bukit. Dan ternyata Naruto sudah kembali dari shuriken raksasa tersebut. Begitu datang kearah kalian,Naruto langsung mencengkram kerah baju Tuan Io.

"OY! Kau disuruh tinggal diluar desa Konoha karena sering membuat kegaduhan berupa barang gagal kan?!" Tanya Naruto emosi.

"Itu bukan barang gagal,melainkan seni!" jawab Tuan Io tidak terima.

"Yang menyebut itu seni hanya kau saja kan?" Akhirnya kau pun berbicara,lemas rasanya melihat semua kekacauan yang telah kau lihat dalam satu hari ini. Kau mendengar Tenten membuang nafas berat tanda putus asa.

"Baiklah cukup dengan senjata barunya. Kami datang kemari karena sebuah misi. Berikan kami 1000 kunai BIASA dan 1000 shuriken BIASA secepatnya." Kata Tenten dengan menegaskan pada kalimat "biasa" nya.

"Kalau hanya barang biasa,tidak ada unsur seninya." Kata Tuan Io berusaha menolak permintaan yang 'biasa-biasa saja'.

Tenten memberikan tatapan tajam penuh emosi pada Tuan Io "Sudah kerjakan saja!"

"Ba-baiklah." Jawab Tuan Io gugup. Kau yang sedaritadi hanya melihat saja,hanya bisa menghembuskan nafas panjang juga.

X

X

X

"Benar-benar membosankan ya Shouseki." Kata Tuan Io sembari mengerjakan pesanan kami.

"Anda benar,Sensei…" Jawab Shouseki yang sedang membantu Tuan Io menyalakan api tungku.

"Aku ingin pesanan kami selesai secepatnya." Perintah Tenten lalu berbalik arah keluar dari gubuk itu. Kau dan Naruto pun memutuskan untuk mengikuti Tenten. Karena hari sudah menjelang siang,kalian memutuskan untuk mencari tempat untuk menyiapkan makan siang,dan sungai didekat gubuk itulah yang menjadi pilihan kalian sembari menunggu pesanan misi kalian selesai. Naruto mendapat bagian untuk menangkap ikan,sedangkan dirimu berinisiatif untuk membakar ikan-ikan tersebut. Saat sedang membakar ikan,kau melihat Naruto sedang mengobrol dengan Tenten yang kelihatannya masih kecewa. Kau merasa ada yang aneh melihat Naruto mengobrol dengan Tenten,padahal sebelum-sebelumnya kau merasa biasa saja melihat Tenten mengobrol dengan yang lainnya. Mungkinkah… karena saat mengobrol dengan Naruto,kau melihat Tenten tersenyum? Apakah kau merasa bahwa kau jarang membuat Tenten tersenyum sedikitpun? Merasa geram tanpa jelas,akhirnya kau menginterupsi perbincangan mereka berdua.

"Hei."

Tenten dan Naruto menengok kearahmu. "Neji?" Tanya Tenten. Kau sedang mencari alasan mengapa kau tiba-tiba mengganggu obrolan mereka.

"Ikannya sudah matang." Kau pun akhirnya berbohong. Padahal kau tahu betul bahwa ikan itu baru saja dibakar,namun kegeraman tanpa alasanmu itulah yang mengakibatkan kau harus berbohong. Untungnya,Tenten percaya akan kebohonganmu. Tenten yang sebelumnya duduk diatas bongkahan batu yang lumayan besar akhirnya turun.

"Kalau begitu ,mari panggil Tuan Io dan Shouseki untuk makan bersama kita." Kata Tenten sembari pergi duluan. Naruto hanya melihat kearahmu sesaat dengan tatapan menyelidik. Namun kau terkenal sebagai manusia dengan wajah stoic,maka kau mudah untuk memasang wajah datar. Merasa tidak ada yang aneh,Naruto pun meninggalkanmu dan menyusul Tenten. Kau pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti mereka berdua.

X

X

X

"Apa yang terjadi disini?"

Itulah yang ada dipikiranmu saat menemukan gubuk itu kosong tidak berpenghuni! Apakah mereka kabur?

"Cih sudah kuduga tidak ada baiknya percaya pada orang macam mereka." Gerutu Naruto sambil melipat tangannya dibelakang kepalanya.

"Jadi bagaimana,ibu ketua?" Tanyamu meminta jawaban sekaligus perintah.

"Apakah kita mau pulang ke desa saja?" Timpal Naruto menambahkan pertanyaanmu.

Tenten terdiam sementara,lalu akhirnya menyadari ada sesuatu yang tidak beres disini.

"Tunggu dulu. Memang senjata baru yang mereka buat aneh dan seperti tidak berguna. Tapi kalau kau berada di posisi mereka,kau pasti tidak akan meninggalkan karyamu sendiri hanya untuk melarikan diri tanpa sebab." Kata Tenten sembari mengambil salah satu senjata baru yang sudah diperlihatkan sebelumnya.

"Memang sih,tapi apa artinya?" Tanya Naruto.

"Itu artinya mereka berdua tidaklah kabur dari gubuk ini. Mereka masih ada disekitar sini." Jelas Tenten sembari menoleh kearahmu. "Neji,bisakah kau cari mereka?" Tanya sekaligus perintah Tenten padamu. Kau mengiyakan dan langsung mengaktifkan Byakugan mu dan menelusuri sudut-sudut gubuk itu.

"Ini…" Kau bergumam saat menemukan sesuatu yang janggal dari salah satu dinding disudut gubuk itu. "Pintu rahasia!" Katamu dalam hati. Setelah menemukan pintu rahasia tersebut,kau menemukan tali yang terhubung ke salah satu alat. Saat kau menariknya,pintu rahasia itu pun terbuka.

"Oh! Dindingnya terbuka!" kata Naruto yang menyaksikannya.

Kalian bertiga melihat kedalamnya dan disuguhkan dengan anak tangga yang amat banyak dan membawa kalian masuk ke dalam bawah tanah. Ketika mencapai akhir,kalian melihat sebuah jembatan dengan kapak besar terayun-ayun ke kiri dan ke kanan diatas kepala. Namun diujung jalan sana,kau melihat yang sepertinya adalah pintu keluar dari ruang bawah tanah ini.

"Kita hanya harus melewati rintangan ini kan? Kalau begini sih gampa—" Kata-kata Naruto terhenti karena Tenten mendorongnya ke bawah hingga jatuh. Saat ditanya kenapa Tenten melakukan itu,Tenten pun langsung menunjuk kearah seberang jembatan itu. Disana terdapat mannequin dari jerami dengan sebuah target di daerah perutnya.

"Artinya…" Kata Tenten sembari memandangmu. "Harus mengenai itu." Lanjutmu dengan senyuman tanda mengerti. Sejurus kemudian,kau meleparkan kunaimu kearah mannequin itu,namun saying kunaimu menabrak salah satu kapak yang berayun-ayun itu. Untuk sesaat,kapak itu terdiam. Lalu turunlah hujan senbon dari atasmu.

"Apa?!" Katamu kaget.

"Aku harus selamatkan mereka!"

"KAITEN!"

Jutaan senbon tadi terpental karena Kaitenmu yang mampu menyelamatkan rekan timmu… Atau hanya dia saja yang sebenarnya ingin kau lindungi?

"Huaaah. Untung saja." Ujar Naruto merasa lega setelah melihat senbon tadi tidak mengenai kalian.

"Neji,biar aku ambil alih mulai dari disini." Kau mendengar suara yang kau anggap merdu itu dari samping kirimu. Tanpa ragu kau mempersilahkan Tenten untuk menyelesaikan perangkap ini. Kau melihat tepat timingnya dan betapa lihainya ia melemparkan kunainya dan mengenai mannequin diseberang jembatan itu. Namun semua itu belum selesai. Ternyata hujan senbon itu mulai berjatuhan keatas kepala kalian. Namun Tenten dengan lihainya melempar gulungan yang berada di pinggangnya keatas,dan mengeluarkan banyak sekali senjata untuk menangkis senbon-senbon tadi. Kau dan Naruto terkagum-kagum akan kehebatannya. Tidak heran kenapa ia dijuluki Weapon Mistress.

"Ayo jalan." Kata Tenten memimpin jalan. Kalian mulai jalan menyebrangi jurang yang ada dibawah kalian melewati jembatan tersebut. Begitu kalian sudah sampai di seberang,kalian menemukan suatu cahaya mengintip dari sela-sela sebuah pintu. Penasaran,Tenten pun akhirnya membuka pintu tersebut,dan menyajikan sesuatu yang membuat kalian—terlebih lagi Tenten— menganga takjub.

(To Be Continue)

A/N : Yaaash minna-san! Mizusagawa kembali dengan chap kedua dari fanfic watashi yang sedang on-going ini. Watashi sudah baca review kalian mengenai fic ini,dan watashi jujur kaget sekaligus bangga bahwa kalian tau kalo ini adaptasi dari filler Naruto Shippuden (kan lu sendiri yang ngomong thor). Watashi juga kaget begitu ada yang bilang "akhirnya ada fic NejiTen yang baru". Jujur aja watashi selama hiatus jarang mengikuti perkembangan fandom Naruto,khususnya NejiTen. Jadi watashi minta tolong kepada siapapun yang membaca fic watashi ini (terutama para author lain yang watashi hormati),mari kita hidupkan kembali pairing ini! *ngomongnya dengan mata berapi-api*

Jika kalian mulai merasakan adanya ketidaksambungan watashi dalam menulis fic ini,gomenasai ne. Watashi mulai dilanda penyakit mager binti males -_-. Jadi mohon pengertiannya ya minna.

Watashi juga berterimakasih pada siapapun yang sudah memfollow dan memfavorite fic watashi yang agak gaje ini.

Yosh sekian dulu curhatan watashi. Tetap tunggu kelanjutannya fic ini ya minna-san! Tetap kasih review dan saran. Flame juga diterima kok.

Regards,

Mizusagawa Hyuuga