Those Times and Moments
Pairing : NejiTen (Neji Hyuuga x Tenten)
Language : Indonesia
Genre : Friendship,(maybe) Romance,(another maybe) Humor
Rate : K+
Disclaimer : Naruto Masashi Kishimoto,cerita punya watashi sendiri
Summary : Pandangan Neji pada Tenten saat menjadi ketua pada satu misi
Warning : Baru sembuh dari penyakit hiatus. Kemungkinan besar bakalan gaje ceritanya. Penyakit gaje bisa menyerang kapan saja pada author. DLDR!
Note : bayangkan kamu (readers) sebagai Neji
X
X
X
(Previously on chap. 2)
"Neji,biar aku ambil alih mulai dari disini." Kau mendengar suara yang kau anggap merdu itu dari samping kirimu. Tanpa ragu kau mempersilahkan Tenten untuk menyelesaikan perangkap ini. Kau melihat tepat timingnya dan betapa lihainya ia melemparkan kunainya dan mengenai mannequin diseberang jembatan itu. Namun semua itu belum selesai. Ternyata hujan senbon itu mulai berjatuhan keatas kepala kalian. Namun Tenten dengan lihainya melempar gulungan yang berada di pinggangnya keatas,dan mengeluarkan banyak sekali senjata untuk menangkis senbon-senbon tadi. Kau dan Naruto terkagum-kagum akan kehebatannya. Tidak heran kenapa ia dijuluki Weapon Mistress.
"Ayo jalan." Kata Tenten memimpin jalan. Kalian mulai jalan menyebrangi jurang yang ada dibawah kalian melewati jembatan tersebut. Begitu kalian sudah sampai di seberang,kalian menemukan suatu cahaya mengintip dari sela-sela sebuah pintu. Penasaran,Tenten pun akhirnya membuka pintu tersebut,dan menyajikan sesuatu yang membuat kalian—terlebih lagi Tenten— menganga takjub.
X
X
X
"Ini kan…" Kau mendengar suara takjub dan kaget dari Tenten yang berada di depanmu.
"W-wooooow" Sambung Naruto takjub juga setelah melihat apa yang ada didepan matanya. Ya. Yang membuat mereka berdua takjub sekaligus tidak percaya adalah bahwa pintu yang kalian buka barusan menghubungkan kepada suatu ruangan yang diisi dengan senjata-senjata yang unik dan benar-benar luar biasa bagusnya. Mulai dari bentuk sampai ukiran-ukirannya.
"Sugoii. Coba lihat betapa indahnya senjata-senjata ini. Lihat juga desain senjata-senjata ini. Aku suka sekaliiii~! Rasanya aku ingin membawa semua ini pulang denganku!" Kata Tenten sambil mengagumi ukiran-ukiran dan bentuk dari senjata yang— menurutnya— indah dan bagus itu.
Kau melihat Tenten sudah membuka salah satu gulungan senjata yang ia bawa di pinggang kirinya. Kau melihat ada seberkas cahaya kesenangan dalam mata Tenten. Kau pun mulai merasa bahwa teman kunoichimu satu ini benar-benar imut ketika terlalu senang seperti sekarang.
"Yosh kalian berdua. Masukkan senjata-senjata itu kemari. Aku penasaran akankah muat semuanya," Perintah Tenten padamu dan Naruto.
"Be-berat sekali." Katamu sembari kesusahan mengambil salah satu senjata yang terpajang diruangan itu.
"Iya apa-apaan ini?! Benda ini saja bahkan tidak bergerak seinci pun!" Gerutu Naruto yang berusaha mengambil perisai yang tergantung di salah satu sudut dinding
"Berani-beraninya kalian mau mengambil koleksi senjata terbagusku!"
Kalian mendengar suara yang tidak asing untuk kalian;Yak,itu adalah suara Tuan Io yang tiba-tiba muncul dari lantai dua.
"Izinkan kami mengambil beberapa dari senjata-senjata ini!" Pinta Tenten pada Tuan Io
"He-hem. Tidak bisa"
"Heee? Kenapa?" Tanya Tenten tidak terima akan penolakan Tuan Io.
"Senjata-senjata diruangan ini merupakan senjata nomer satu. Sehingga akan sangat sulit untuk mendapatkan maupun mengendalikannya. Tapi aku terkejut kalian bisa melewati jebakan yang telah ku sediakan." Jawab Tuan Io menjelaskan dan terkejut mengetahui bahwa ada orang yang mampu melewati rintangan tadi.
"Aku telah berlatih dengan senjata sudah lama sekali. Jebakan seperti itu tidak ada tandingannya denganku." Jawaab Tenten kepada Tuan Io.
'Kau harus percaya padanya,Tuan Io. Tenten tidaklah main-main tentang hal ini.' Katamu dalam hati sembari melihat Tuan Io sedang berpikir keras dan memberikan kode tangan pada Shousuke. Kau pun melihat Shousuke akhirnya pergi meninggalkan Tuan Io.
"Baiklah kalau kau memaksa. Sebenarnya ada satu senjata istimewa yang ingin sekali kupelajari cara memakainya." Ujar Tuan Io setelah menimbang-nimbang perkataan Tenten tadi.
"Senjata Istimewa?"
"Ini adalah senjata istimewa yang hanya aku saja yang buat. Namanya adalah Jidanda!" Kata Tuan Io memperkenalkan senjata istimewa tersebut. Kau melihat Shousuke kembali dengan sebuah gulungan besar. Kau langsung mengambil kesimpulan bahwa Jidanda yang dibilang oleh Tuan Io tadi berada dalam gulungan senjata yang besar itu.
"Jidanda?"
Sejurus kemudian,kalian merasakan tanah disekitar kalian bergetar.
'Apa itu? Seperti sebuah ledakan. Jangan-jangan ada penyusup?' Katamu dalam hati. Kau pun langsung memandang raut wajah Shouseki dan Tuan Io yang seketika berwajah serius.
"Tuan Io,ini kan…"
"Tidak salah lagi Shouseki. Ada yang menyusup ke tempat ini."
Kalian langsung terkejut saat Tuan Io mengatakan hal itu. Tanpa piker panjang pula,Shouseki dan Tuan Io keluar dari gubuk itu,dan disambut dengan 2 ninja yang sepertinya mengenal Tuan Io juga. Kalian bertiga pun langsung mengawasi dari dalam gubuk tersebut,melihat apakah situasinya semakin buruk.
"Sepertinya keadaannya semakin gawat. Kita harus membantu mereka!" Perintah Tenten yang kau dan Naruto setujui. Kalian bertiga pun akhirnya melesat ke depan Tuan Io dan Shouseki,berusaha melindungi mereka.
"Neji,kau kearah kanan. Sedangkam Naruto kearah ninja sebelah kiri. Aku akan terus menjaga Tuan Io disini." Setelah kalian berdua mengerti,kalian langsung berpencar dan berlari kearah 2 ninja tersebut. Tapi kalian melihat kedua ninja tadi mengeluarkan sebuah gulungan besar.
"Apa itu?" Katamu sambil berlari.
"Hiraukan saja. Serang mereka!" Kata Naruto yang berlari juga disampingmu.
Ynag mengejutkan adalah gulungan besar yang mereka bawa adalah sebuah senjata ninja yang belum pernah kalian lihat sebelumnya. Yang satu berbentuk perisai seperti cangkang kura-kura,yang satu lagi berbentuk seperti tombak. Kau dan Naruto berusaha menyerang mereka berdua. Kau berusaha menyerang ninja dengan perisai tadi dengan kunaimu,tapi tidak berhasil. Tiba-tiba perisai tadi mengeluarkan suatu senjata dan membuatmu terpental ke belakang. Jika bukan karena Tenten yang mem-backup-mu, kau pasti akan terluka parah.
"I-itu kan senjata-senjata ku. Bagaimana bisa?" Kau mendengar Tuan Io terkejut begitu mengetahui senjata apa yang dipakai oleh kedua ninja tersebut. Kau tidak begitu memperhatikan,tapi sepertinya ini ada sangkut pautnya dengan Shouseki karena sejurus kemudia,ia bersimpuh meminta maaf pada Tuan Io.
Pertarungan kalian semakin sengit. Apalagi setelah kalian melihat kemampuan kedau senjata Tuan Io tersebut;dimana yang seperti tombak itu bisa memanjang dan memendek sesuai pengaturan sang pemakai,dan perisai tersebut bisa menembakkan senbon pada lawannya. Kau dan Naruto tetap berusaha untuk menyentuh musuh kalian,namun hasilnya nihil. Naruto terkena seranagn senbon,sendangkan kau terpental kembali karena tombak tersebut.
"NEJI!"
Kau mendengar namamu diserukan oleh Tenten. Kau yang sebelumnya tidak kuat untuk berdiri lagi,tiba-tiba memiliki kekuatan kembali untuk berdiri dan melindungi Tuan Io,Shouseki dan Tenten. Kau berusaha untuk tidak membuatnya terluka dalam misi ini.
"Neji! Naruto! Sisanya serahkan saja padaku!" Teriak Tenten dari belakangmu. Kau dan Naruto langsung menghadap Tenten. Kau melihat Tenten sudah membuka gulungan Jidanda itu.
'Tenten akan menggunakan Jidanda itu?! Seperti apa bentuknya?' Kau bertanya dalam hatimu,penasaran sehebat apa Jidanda yang dieluk-elukan oleh Tuan Io tersebut.
Sebuah asap mengepul dari arah Tenten,dan menampilkan sebuah bola besi raksasa dengan duri-duri disekelilingnya.
"Ini…. Jidanda?" Ucap Tenten setelah melihat kemegahan Jidanda.
"Uwoooow! Keren sekali!" Ujar Nsruto setelah melihat Jidanda "Tapi besar sekali…" Tambahnya. Kau melihat Tenten susah payah berusaha untuk menggerakan Jidanda tersebut,tapi nihil.
"Cara penggunaannya bukan beralaskan kekuatanmu,tetapi jutsumu." Kata Tuan Io seperti memberikan kata kunci pada Tenten.
"Hei apakah itu senjata baru yang bernama Jidanda itu?" Kau mendengar salah satu dari kedua ninja tersebut sedang berbicara mengenai Jidanda.
'Mereka sudah mengetahui tentang Jidanda? Tapi bagaimana bisa? Bukankah seharusnya senjata ini sangat rahasia?' katamu dalam hati.
"Benar juga. Senjata itu akan sangat bagus jika menjadi koleksi senjata kita." Ujar ninja lainnya.
"Benda ini milikku!" Teriak Tenten pada kedua ninja tersebut
"Baiklah. Jika kau tidak mau memberikannya,AKU AKAN MEREBUTNYA DARIMU DENGAN PAKSA!" Teriak ninja yang memakai tombak. Namun mata tombaknya tidaklah mengarah kearahmu dan Naruto.
"Kuso!"
Setelah melihat arah mata tombak tersebut,kau langsung berusaha mengejar mata tombak tersebut agar tidak mengenai Tenten.
'Aku harus menjaganya! Aku akan mengutuki diriku sendiri jika ia kenapa-napa! Aku harus melindunginya!'
PRANG…
"Neji!"
Timingmu sangatlah tepat. Seinci lagi,mata tombak tersebut mengenai wajah temanmu yang ingin kau lindungi itu. Kau pun tetap berusaha menangkin mata tombak yang berusaha mengecohmu,namun akhirnya kau pun terkena pukulan dari mata tombak tersebut.
'Setidaknya ia tidak apa-apa…'
"NEJI! NARUTO! PERGI DARI SITU!"
Kau dan Naruto mendengar teriakan sekaligus perintah dari Tenten. Seketika dua nin tadi terpental cukup jauh. Tenten pun kemudian menaiki ganggang Jidanda dan meneriakan "baku" terus-menerus hingga akhirnya ia pun terus naik ke udara.
"Tenten menggunakan kertas peledeak agar Jidanda melayang di udara. Bahkan aku saja tidak terpikirkan akan hal itu." Katamu kagum akan kecerdikan Tenten dalam memanipulasi cara pakai dari Jidanda.
'Jadi ini maksudnya Tuan Io dengan "menggunakan jutsumu"? Benar-benar unik. Pantas saja kedua nin tadi sangat terobsesi dengan senjata ini.'
Kau melihat kedua nin tadi sudah merubah posisi mereka untuk bertahan dari serangan Tenten,sedangkan Tenten sendiri sudah melayangkan serangannya kearah mereka. Serangan Tenten berhasil ditangkis oleh kedua senjata ninja tadi.
'Serangan Tenten bisa ditahan oleh mereka? Bagaimana bisa?' tanyamu terheran-heran. Kau paling tahu seberapa hebatnya kemampuan Tenten dalam menyerang musuh dengan segala jenis senjata yang ada di muka bumi,dan kedua orang ini bisa menangkisnya?
"Ki-kita berhasil menahan serangan gadis itu…" ujar salah satu nin tadi kaget sekaligus takjub.
"Baku!" serangan terakhir dari Tenten diluncurkan;ternyata di dalam Jidanda banyak sekali kertas peledak.
'Skakmat!'
DUARRR!
Tak lama setelah musuh dikalahkan,Tuan Io menghampiri kalian bertiga. "Benar-benar luar biasa!" Ujarnya kagum pada Tenten.
"Tuan Io,aku sudah memutuskan untuk mengambil Jidanda."
"Hmhm. Tidak boleh." Jawaban tuan Io sukses mengagetkan kalian bertiga;terutama Tenten.
"Setelah kupikir-pikir,Jidanda ini masih banyak kelemahannya. Jadi aku tidak bisa memberikannya padamu." Jelas Tuan Io.
"Kalau begitu,aku yang akan urus sisanya." Kata Shouseki sembari mengambil Jidanda dari tangan Tenten,yang dibalas dengan kekecewaan Tenten karena tidak bisa mendapatkan Jidanda. Namun sebagai gantinya,Tuan Io memperbolehkan Tenten untuk mengambil semua persediaan senjatanya yang berada di gudang bawah tanah.
"Misinya berhasil,Tenten." Ujarmu berusaha menghibur Tenten yang masih kecewa.
"Tadi itu hebat sekali lho,Bu Ketua. Kau tadi terlihat keren sekali lho!" Bahkan Naruto pun berusaha menghibur Tenten. Tenten pun akhirnya tersenyum pada kalian berdua.
'Suatu saat nanti. Suatu saat nanti kau pasti akan menggunakan senjata itu lagi,Tenten.'
Lalu kau berbalik membelakangi Tenten,dan melakukan sesuatu yang jarang kau lakukan: tersenyum untuk orang lain.
X
X
X
Benar-benar kenangan yang sangat sulit dilupakan. Setelah selesai mengingat kenangan itu,kau akan lanjut berjalan ke gubuk tua itu sampai akhirnya kau menyadari bahwa ada yang masih terjebak dalam kenangan masa lalunya.
"Ayo." Ujarmu membangunkan kunoichi yang sekarang menjadi partner-in-crime mu itu dari bengongnya.
"Oh. I-iya! Aku berharap apakah Jidandanya sudah selesai." Jawab Tenten sembari berjalan beriringan denganmu. Kau pun hanya melemparkan senyum samar yang tidak aka nada orang yang tahu;termasuk Tenten.
OWARI DESU!
A/N : YESSSS AKHIRNYA SELESAIIII! Gomen watashi baru publish chap terakhir dari fanfic aneh ini. Jujur watashi makin kesini,malah makin ngerasa bahwa nih fanfic GAJELAS PARAH! Ini terjadi karena watashi lagi sakit huuuft. Jadinya ga konsen tiap kali nulis fanfic. Walaupun dibilangnya ada genre romance,gomen ya kalo merasa romance nya maksa tingkat parah. Watashi ga tau napa agak gimanaaa gitu sama fanfic ini. Intinya kalo tidak sesuai dengan selera readers-tachi,gomenasai ne. Yaudah deh,this is it! Fanfic on-the-list watashi yang akhirnya competed! Selamat membaca (bagi siapapun yang kepengen baca karya aneh ini). Don't forget to review ne?
Regards,
Mizusagawa Hyuuga
