Tittle: My Life, My fate, or My Bad Luck?
Cast: Ryeowook, Yesung, Donghae, Kyuhyun, Sungmin, Heechul, Kibum, Siwon, Kangin, Leeteuk, and other
Rate: T
Genre: Fantasi, Friendship, Romance
Summary: Siapa aku? Kenapa aku bias berada di sini? Kenapa aku bisa melakukan hal-hal seperti itu? Dan lagi, kenapa aku merasa bahwa…kalau aku bukan yeoja?
Waring: Bad summary and tittle, BoyxBoy, typo(s), etc.
Happy Reading ^o^)9
^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^o^
Chapter 2
Flashback
Seorang anak kecil berumur 6 tahun sedang asik bermain dengan legonya. Tiba-tiba datang sang kakak dengan umur yang sama duduk di samping anak itu. Sang kakak memperhatikan apa yang sedang dilakukan adiknya. Karena bosan, ia pun mengganggu adiknya dengan mengambil beberapa lego yang menurutnya sangat penting untuk rancangan bangunan sang adik. Karena terasa terganggu, sang adik memukul kakaknya dengan keras hingga menangis
"Hueeee Donghae hyung~ Bummie jahat sama Wookie hueeee T-T" adunya kepada kakak yang lebih tua
Donghae-sang kakak- menghela nafas lelah karena melihat kedua adiknya yang lagi-lagi berbuat ulah. "Kibummie kau apakan hyungmu sampai dia menangis?" tanyanya lembut sambil mengusap kepala sang adik yang menangis
"Wookie menggangu aku main hyung, jadi aku pukul saja kepalanya" jawab kibum-sang adik- jujur
"Hiks Wookie bosan hiks ngeliat Bummie hiks main sendiri hiks. Wookie mau main hiks sama Bummie, hyung hiks hiks" bela Ryeowook-anak yang menangis.
"Kau dengar Bummie? Wookie cuman mau mengajakmu bermain. Kenapa kau malah memukulnya?"
"Aku mau buat robot hyung! Kalau aku menemani Wookie main nanti kami main masak-masakkan. Aku tak suka permainan itu!"
Donghae kembali menghela nafas. "Wookie, Bummie sedang tak mau di ganggu. Kau main dengan Sungmin hyung saja ne?"
"ANI! Wookie mau main sama Bummie hueeeeee~~"
Donghae tak tau lagi harus bagaimana membuat Ryeowook tak kembali menangis. Cara satu-satunya hanyalah memaksa Kibum bermain dengan Ryeowook. Tapi dia tak mau adik kecilnya yang satu ini merasa terganggu dengan keasikannya
Suara tangis Ryeowook yang semakin membesar membuatnya semakin panik. Dia benar-benar bingung harus melakukan apa
Tiba-tiba Kibum berdiri dan memeluk Ryeowook dengan erat. "Arraseo arraseo aku akan bermain denganmu, Wookie. Tapi berhenti menangis dulu ne? kalo Wookie gak berhenti menangis aku tak akan menemani Wookie main"
Kata-kata itu membuat tangis Ryeowook berhenti seketika. Bagaikan terkena sihir, Ryeowook kembali bersemangat dan langsung menarik tangan Kibum menuju kekamarnya. Meninggalkan Donghae dengan senyum senangnya dan mainan Kibum yang belum terselesaikan oleh si empunya
Flashback off
.
"Kibummie~" tanpa Ryeowook sadari ia memanggil sebuah nama
"Apa yang kau lakukan padanya Kibum-ah?" Sebuah pertanyaan dari Donghae pun membangunkan Ryeowook dari lamuannya
"Hanya membuka sedikit ingatanya"
"Ah ya koneksi dari saudara kembar lebih kuat dibanding siapapun"
"Hahaha begitulah, sebaiknya aku kembali kekamar. Semoga kau bisa mengingat kami cepat Wookie" ujar Kibum dan langsung melesat menuju kamarnya
Dengan wajah bingung Ryeowook bertanya ke Donghae. "Sebenarnya ada apa Hae? Aku singguh bingung dengan semua ini"
Donghae tak langsung menjawab. Dia melirik kearah Eunhyuk. Dan hanya sebuah anggukan dari Eunhyuk, Donghae mendekati Ryeowook duduk di sampingnya. Sementara Eunhyuk sendiri pergi meninggalkan mereka berdua
"Baiklah, dengarkan aku baik-baik Wookie. Sesungguhnya aku, Eunhyuk, dan Kyuhyun bukanlah orang bumi"
Ryeowook kaget atas pernyataan yang di berikan Donghae. Saat ia akan bertanya, Donghae sudah melanjutkan pembicaraanya. "Tunggu, dengarkan aku dulu baru kau boleh bertanya" katanya. Ryeowook pun hanya mengangguk sebagai persetujuan.
"Sebenarnya bukan hanya aku, Hyukkie, dan Kyu saja yang bukan orang bumi. Tapi Sungmin hyung, dan Jongwoon hyung juga. Tentunya kau tau kan siapa mereka?" Tanya Donghae yang hanya di balas anggukan oleh Ryeowook
"Jadi sebenarnya kami datang ke dunia manusia karena sebuah misi. Misi itu adalah mencari adik kandungku yang sudah 16 tahun ini menghilang dari dunia kami. Dan apa hubungannya denganmu karena kaulah orang yang selama ini kami cari"
"Bagaimana kau tau itu aku Hae? Aku ini manusia, aku tinggal di bumi selama 16 tahun. Tidak mungkin aku orang yang kalian cari. Memangnya kalian ini apa? Bagaimana bisa kalian tidak tinggal di bumi?"
"Kami tetap manusia, hanya saja tempat tinggal kami dengan tempat tinggalmu berbeda dimensi. Tempat tinggalku dinamakan dimensi elemen, sementara tempat tinggalmu diamakan dimensi manusia. Bagaimana aku bisa mengetahui kalau itu kau karena kau memiliki hal penting dalam dimensi elemen. Yaitu kekuatan yang sudah selama sebulan ini kau keluarkan. Lagipula lihat ini"
Donghae mengambil sebuah bingkai foto, dan memperlihatkannya pada Ryeowook. Jarinya menunjuk ke seorang namja. "Ini adikku, atau bisa di bilang itu kau Wookie" katanya. Ryeowook pun memperhatikan namja itu. Wajahnya sangat mirip dengannya. Bentuk mata, hidung, dan bibirnya sangat mirip. Pipi tirus itu juga sama. Tapi hanya dua yang berbeda, yang di dalam foto itu adalah sorang namja. Sementara dirinya adalah seorang yeoja. Dan juga warna mata itu ungu cerah. Sementara punya dirinya berwarna coklat karamel
Kembali ia perhatikan wajah-wajah lain. Ia melihat Donghae, Eunhyuk, Kyuhyun, Sungmin, dan Jongwoon juga ada di foto itu. Hanya saja dengan warna mata yang berbeda. Yang biasanya berwarna hitam, di dalam foto itu sangat lain. Mata Donghae berwarna biru laut, Eunhyuk kuning cerah, Kyuhyun hijau daun, Sungmin merah muda, dan yang paling menyeramkan warna mata Jongwoon, merah.
"B-benarkah itu aku?" tanyanya tak percaya
"Tentu saja. Wajah kalian sungguh mirip"
"T-tapi di dalam foto itu namja. Sementara aku yeoja"
"Jika kau berada di dimensiku sekarang, kau juga akan berubah menjadi namja. Eumm tapi bisa juga sih di sini. Hanya saja benda untuk merubahmu menjadi namja bukan aku yang pegang"
"Benda? Bendanya seperti apa? Siapa yang megang?"
"Ada seseorang. Tapi, asal kau tau saja Wookie. Aku selalu memperhatikanmu setiap saat. Dan semua kelakuanmu itu sangat sangat mirip dengan adikku ini"
"Setiap saat?! Jangan bilang..." kata Ryeowook terputus karean sudah di potong Hae
"Ya setiap saat. Saat kau berada di rumah. Saat kau pergi. Dan saat kau melawan orang yang ingin membunuhmu dan mendapat kekuatan baru. Aku melihat semuanya… Emh dan yang membuat orang-orang itu juga aku"
"A-apa?! Apa kau sudah gila Hae?! Kau yang membuat orang yang ingin membunuhku?! Asal kau tau saja Hae! Itu sangat berbahaya! Bagaimana kalau saja aku tak memiliki kekuatan yang kau bilang itu?! Aku bisa mati!" Emosi Ryeowook saat mengetahui hal itu. Bagaimana ia tak marah? Jika ia benar-benar tak memiliki kekuatan itu ia pasti akan mati karena aliran seperti listrik berwarna biru yang mengenai tubuhnya
"Yah itu sudah resiko sih, tapi jika kalau kau memang tak mempunyainya aku akan membantumu. Seperti pertama kali kau melihat aku menggunakan tanah? Ingat? Saat pertama kali kau juga menggunaka air"
Ya dia ingat. Saat pertama kali seorang namja datang di tengah hujan lebat yang ingin membunuhnya. Saat itu Ryeowook sangat bingung apa yang harus ia lakukan. Ryeowook hanya terus mengindar dari cahaya biru yang berada di tangannya. Hingga Donghae datang dan menginstrusi apa saja yang harus ia lakukan. Dan saat itu juga Ryeowook bisa mengendalikan air
"Tapi, bagaimana bisa kau terus mengawasiku tanpa sepengtahuanku?" tanyanya penasaran
"Dengan terbang"
"Terbang?"
"Ya, perbedaan kami dengan manusia biasa adalah kami memiliki sayap. Lihatlah"
Dia berdiri di hadapan Ryeowook, dan sekitika dari punggungnya tumbuh sayap. Sayap itu berbentuk seperti sayap burung, hanya saja ini lebih besar. Dan mungkin berat
Mulut Ryeowook terbuka saat melihat itu. "I-ini tidak mungkin. Aku...aku pasti sedang bermimpi!". Ryeowook menyubit tangannya sendiri. Sakit. Berarti ini nyata
"Ini bukan mimpi Wookie, ini nyata. Hah~ masih banyak yang harus aku jelaskan padamu. Tapi kita harus mengerjakan tugas bukan?"
Ryeowook hanya mengangguk. Donghae mendekati Ryeowook dan menepuk bahunya pelan "Satuhal yang perlu kau tau Wookie, mulai besok kau harus tinggal bersama kami"
"K-kenapa?"
"Agar kami bisa melatih kekuatanmu"
.
Ryeowook dan Donghae sudah menyelesaikan tugas mereka. Ryeowook yang saat itu masih malas pulang kerumahnya sendiri mengajak-memaksa- Donghae berkeliling rumahnya. Dan di sinilah mereka sekarang, di sebuah halaman yang luas tengah duduk di ayunan yang mengarah ke sebuah kolam ikan kecil.
"Donghae-ya, katamu Eunhyuk-ssi, Kyuhyun-ssi, Sungmin sunbae, dan Jongwoon sunbae itu sama sepertimu, apa kekuatan mereka?" Tanya Ryeowook di sela keasikannya berayun di ayunan
"Kekuatan Eunhyuk itu angin dan air, Kyuhyun petir dan listrik, Sungmin hyung air dan angin, Jongwoon hyung api, air, dan listrik. Sementara aku tanah dan air" jelas Donghae
"Kalau kekuatanmu aku sudah tau" ketus Ryeowook
"Hanya mengingatkan"
Disaat mereka berdua sedang asik mengobrol. Seorang yeoja datang menghampiri mereka berdua. "Astaga Sungmin hyung! Kenapa kau berubah di sini? Kalau ketauan Kyu bagaimana?" Tanya Donghae kaget
"Minnie eonnie? Bagaimana kau ada di sini?" Tanya Ryeowook sama kagetnya
"Hehehe begini Hae-ya, aku dan Wookie sudah saling mengenal sebelumnya. Tapi dalam wujud ini. Yah jadi jika aku ingin bersama Wookie aku akan berwujud menjadi Yeoja. Untuk masalah dengan Kyu... Sebenarnya dia sudah tau kok kadang aku suka keluar dengan wujud ini" jelas Sungmin-yeoja itu.
"Eh? Maksud eonnie apa?" tanya Ryeowook bingung
"Kau tau namja yang selalu berada di samping Kyuhyun?" Tanya Sungmin yang di jawab anggukan oleh Ryeowook. "Itu aku" lanjutnya dengan pasti
"MWO?! Maksud eonnie apa? Bagaimana bisa eonnie menjadi dua orang yang berbeda kelamin?"
"Dengan cincin ini" Sungmin menunjukan sebuah cincin ke hadapan Ryeowook, dan memakainya. Seketika muncul cahaya dari perutnya. Melingkari seluruh tubuhnya dan terbelah menjadi dua. Satu keatas dan satu lagi kebawah. Seketika orang yang berada di hadapan Ryaowook dan Donghae berubah menjadi namja
Ryeowook tercengang atas apa yang ia lihat barusan. Ia sungguh tak mengerti bagaimana bisa hal itu terjadi.
Donghae yang memperhatikan reaksi Ryeowook sontak tertawa dengan keras. Bagaimana bisa dia menahan tawanya jika yang dia lihat adalah wajah Ryeowook yang terlihat kaget bak anak berumur enam tahun? Hah~ ternyata adiknya itu tak pernah berubah walaupun dengan ingatan yang berbeda
Sungmin yang juga melihat reaksi Ryeowook pun ikut tertawa. Bahkan ia sampai jatuh dan berguling-guling di tanah
"A-ada apa? K-kenapa kalian tertawa?" Tanyanya tergagap. Bingung kenapa dua orang namja di hadapannya tertawa dengan sangat keras. Apa ada sesuatu di wajahku? Batinnya bertanya
"Hey kenapa Hyungdeul tertawa sangat keras? Apa ada sesuatu yang lucu saat ini?" Tanya seorang namja tiba-tiba.
Sungmin menunjuk ke arah Ryeowook. Sontak namja itu mengikuti arah dimana jari itu menunjuk
Kyuhyun-namja itu-mengangkat sebelah alisnya. Bingung dengan wajah Ryeowook yang menurutnya biasa-biasa saja. "Kalian kenapa sih? Tak ada yang lucu di wajah yeoja ini" protesnya
Satu menit telah berlalu, Donghae dan Sungmin sudah bisa menghentikan tawanya. Sejenak keheninan menyelimuti mereka berempat. Sebelum suara Donghae memecahkan keheningan. "Kau tak melihatnya dari awal sih Kyu. Jika kau melihatnya pasti kau ikut tertawa"
Kyuhyun mendengus kesal karena dia telat datang. Sementara Ryeowook masih menampilkan wajah bingungnya dengan polos
"Hyung-deul apa gk sadar kalau dari tadi tuh kalian di perhatikan seseorang?"
"Nugu?"
Kyuhyun menunjuk tangannya ke sebuah balkon di belakang mereka. Sontak semua mata memandang ke arah yang di tuju Kyuhyun. Namun yang mereka lihat hanyalah balkon kosong tanpa orang
"Kau mengerjai kami Kyu?" Tanya Donghae malas
"Ani, tadi tuh aku melihat Jongwoon hyu-"
BRUUKKK
Kata-kata Kyuhyun terputus karena mendengar suara seperti benda jatuh ke tanah. Mereka pun mengalihkan pandangannya ke arah suara tersebut. Mereka kaget karena melihat ada 2 orang namja yang jatuh tersungkur di atas tanah. Dan kekagetan Ryeowook bertambah karna ada seorang namja lain yang berdiri di hadpannya. Memunggunginya. Membentangkan sesuatu seperti sayap yang melindungi Ryeowook dari pandangan yang baru mereka lihat
"Ada kaki tangan Ratu kegelapan datang menyerang kita" Desis Jongwoon-namja itu
"Kenapa dia bisa di sini?" Tanya Kyuhyun
"Dia pasti mengincar Ryeowook" tebak Sungmin
"Mwo? Bagaimana dia bisa tau kalau Ryeowook sudah di temukan?" Tanya Kyuhyun lagi
"Tentu saja dia bisa tau. Ratu kegelapan kan punya bohlam yang bisa menunjukan apa saja yang ingin dia lihat. Dan karena Ryeowook yang sekarang kekuatanya masih belum stabil, maka dia menyuruh kaki tangannya untuk membunuh Ryeowook. Aish kita harus siaga" jelas Donghae
"Hae kita serang dia. Ming, Kyu kalian jaga yeoja ini. Jangan bawa anak ini masuk. Dia datang bersama 4 orang lainnya. Mereka berpencar di dalam rumah. Sebaiknya kau buat pelindung, Ming" intruksi Jongwoon
"Baik" jawab Donghae Kyuhyun dan Sungmin berbarengan
Jongwoon, dan Donghae berlari untuk menyerang namja yang tersungkur tadi. Sementara Sungmin, dan Kyuhyun berdiri di belakang Ryeowook. Sungmin mengangkat kedua tangannya, sejajar dengan dadanya. Dan seketika air dari kolam ikan yang berada di depan mereka ikut terangkat. Ia mengangkat tangannya keatas dan membentuk gerakan seperti membuka. Air itu mengelilingi tubuh mereka bertiga dan membentuk seperti bola. Dengan angin yang di hembuskan lewat mulutnya, air itu berubah menjadi keras. Menjadi es.
Kyuhyun pun menyentuh tangannya pada dinding es itu. Seketika keluar aliran berwarna biru muda seperti listrik keluar dari tangannya. Mengelilingi semua dinding dari dalam keluar
"Kyu jangan listrik. Kau lupa kelemahan Wookie?" Peringat Sungmin
"Ah ya aku lupa". Seketika aliran yang di keluarkan dari tangan Kyuhyun berubah menjadi berwarna biru tua. Menjadi petir. Dan kembali mengelilingi dinding itu
Sungmin berbalik ke arah Ryeowook dan tersenyum dengan manis
Ryeowook yang sedari tadi diam melihat semua hal yang ganjil pun memilih memeluk Sungmin dengan erat. Ia takut. Sangat takut. Ia tak mengerti apa yang terjadi. Dia bisa melihat pertarungan sengit yang di lakukan Donghae dan Jongwoon. Dari dalam rumah pun ia mendengar suara debuman keras. Sepertinya di dalam rumah pun juga terjadi pertarungan sengit.
Sungmin membalas pelukan Ryeowook. "Tenanglah semua akan baik-baik saja"
"S-Sungmin sunbae, a-aku…"
"Panggil aku seperti biasa saja Wookie"
"A-aku takut eonnie"
BUUMM
Terdengar suara ledakan yang berasal dari dalam rumah. Sungmin meringis kecil karena pelukan Ryeowook yang semakin mengerat
"Oh sh*t! Kita kalah jumlah. Aku harus membantu mereka"
"Jangan Kyu, aku tak bisa menjaga Wookie sendiri"
"Tapi Ming…."
Treekk…..PRANG
Suara pecahan nyaring dari pelindung buatan Sungmin, membuat Kyuhyun tercengang. "Ini tidak mungkin.." ucap kyuhyun
"Oh hai saudaraku. Kita bertemu kembali"
Sebuah suara memecahkan kekagetan Kyuhyun. Sungmin yang merasa dialah yang di maksud oleh suara itu menyeringai kecil. "Oh kau ternyata. Apa kabarmu eoh? Lee Minseok. Hhmm atau harus aku panggil Xiumin?" Tanyanya dingin
Xiumin orang itu terkekeh "Kau tau harus memanggilku apa, Hyungku tersayang"
Seringaian Sungmin semakin melebar. Ia melepas pelukannya dengan Ryeowook dan berhadapan langsung dengan Xiumin. Kilatan kecil terlihat dari mata keduanya. "Oh ini tidak baik" racau Kyuhyun dan berdiri di depan Ryeowook
"Diamlah kau adik kau tidak lihat aku sedang melepas rindu dengan kembaranku?"
"Hm? Sejak kapan aku mempunyai kembaran yang berkhianat sepertimu?"
"Berkhianat? Aku tak pernah berkhianat denganmu Minnie hyung~"
Sungmin mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Aura hitam yang keluar dalam tubuh Sungmin sudah Xiumin rasakan sedari tadi. Tapi ia abaikan hal itu. "Apa kau marah denganku hyung? Jika iya, ayo pukul aku". Lihat? Dia bahkan berkata dengan nada meremehkan Sungmin
Sungmin yang merasa tertantang pun mulai mengangkat kedua tanganya. Bersiap menyerang Xiumin. Namun sebelum Sungmin mengeluarkan jurus airnya, Xiumin sudah menyerangnya duluan. Untungnya Sungmin memiliki refleks yang tinggi, kalau tidak ia pasti sudah terkena lemparan es dari kembarannya itu.
Kyuhyun pun ikut menghindar dari serangan Xiumin. Ryeowook yang tak sempat menghindar terkena serangan itu. Dia terhempas beberapa meter.
"Wookie!" teriak Sungmi
"Masih lemah seperti dulu" sindir Xiumin
Sungmin mulai menyerang Xiumin dengan brutal. Namun Xiumin masih bisa menangkis serangan itu. Kyuhyun tak mau kalah, ia membantu Sungmin melawan Xiumin. Ia keluarkan elemen listriknya dan menarahkannya ke Xiumin
Karena Xiumin hanya fokus ke Sungmin, ia tak menyadari datangnya serangan dari Kyuhyun. "Argh!" erangnya kesakitan
Sambil terengah, Sungmin meliriki Kyuhyun dengan tajam. Kyuhyun yang merasa di perhatikan menoleh ke arah Sungmin, dan nyalinya langsung ciut katena melihat tatapan Sungmin yang seolah berkata jangan-ganggu-aku!. Ia pun berlari mendekati Ryeowook. Kabur dari tatapan mematikan Sungmin, dan melihat keadaan Ryeowook
Ryeowook bangun dengan susah payah dari posisinya. Ia menutup mulutnya, dan batuk beberapa kali. Saat dilihat, telapak tangannya terdapat beberapa bercak darah. Ia menghapus bercak darah itu di roknya-yang memang berwarna merah.
"Ya Wookie, gwenchanayo?" Tanya Kyuhyun setelah sampai di sampingnya
"Nan gwenchana, Kyuhyun-ssi" jawab Ryeowook dengan suara sedikit serak
"Berhentilah membanggilku dengan embel-emel –ssi, itu sangat mengganggu. Aku lebih muda satu tahun darimu tau"
Ryeowook hanya menatap Kyuhyun dengan bingung. Kyuhyun menghela nafasnya "Intinya panggil aku Kyuhyun saja, arra?" ucapnya yang hanya dibalas anggukan dari Ryeowook
PRANG..
Lagi, terdengr sebuah benda pecah. Kyuhyun menoleh keasal suara. Ia melihat Eunhyuk tengah tersungkur diantara pecahan pintu kaca yang terhubung antara rumah dan halaman belakang
"Pergilah menolong Eunhyuk hyung, Kyu. Biar aku yang menjaga Wookie" terdengar suara namja. Kyuhyun menoleh dan melihat Kibum tengah berdiri di belakang Ryeowook. Kyuhyun hanya mengangguk sekilas dan pergi meninggalkan Ryeowook dengan Kibum.
Kyuhyun berlari mendekati Eunhyuk, dan membantunya berdiri. Dilihatnya ada 4 namja lain tengah menatapnya dengan tajam. 4 namja itu pergi tiba-tiba dan bergabung dengan 2 namja lain yang tengah bertarung dengan Jongwoon dan Donghae
Mereka semua berkumpul. Donghae, Jongwoon, Kyuhyun, Eunhyuk, dan Sungmin tau siapa yang mereka lawan. 6 orang kaki tangan ratu kegelapan, yang paling kuat. Suho pemimpin mereka yang berkekuatan air, Baekhyun dengan kekuatan cahaya, DO dengan kekuatan tanah, Sehun dengan kekuatan angin, Xiumin dengan kekuatan es, dan Chen dengan kekuatan listrik. Sungmin, Donghae, Eunhyuk, Jongwoon, dan Kyuhyun tak bisa melawan mereka. Karena kekuatan Suho, Baekhyun, DO, Chen, Sehun, dan Xiumin berbeda dengan mereka ber-lima. Yang bisa melawan mereka ber-enam hanyalah si kembar non-identik yang berdiri tepat di belakang Jongwoon
"Jadi, kalian ingin melawan kami?" Tanya Suho sinis
"Menurutmu bagaimana, Suho-ssi?" Balas Jongwoon tak kalah sinis
"Jika itu yang kau inginkan, akan aku kabulkan. Serang mereka semua!" Perintahnya ke anak buahnya. Dan langsung di kerjakan oleh DO, Baekhyun, Chen, dan Xiumin
"Kyu! Ming! Hyuk! Kalian berjaga di sekitar Kibum dan Ryeowook! Hae katakan pada Kibum agar ia membuat pelindung!" intruksi Jongwoon. Kyuhyun, Sungmin, dan Eunhyuk langsung mundur. Tak terlalu jauh, dan tak terlalu dekat dari Kibum dan Ryeowook. Sungmin melawan Xiumin, Kyuhyun melawan Chen dan Baekhyun, sementara Eunhyuk melawan DO
'Bummie, bisakah kau membuat pelindung?' Tanya Donghae lewat telepati
'Aku malas hyung. Lagi pula aku bisa menjaga Ryowook sendiri' jawab Kibum
Donghae menghela nafas. 'Baiklah terserah dirimu' Putusnya dan mulai melawan Sehun
Suho menatap Jongwoon tajam. Tak ada keinginannya untuk melawan Jongwoon. Tak berbeda pula dengan Jongwon, ia juga malas untuk melawan Suho. "Jadi kau ingin melawanku?" Tanya Suho
Seringaian kecil tercetak di bibir tebal Jongwoon. "Bukankah kau yang ingin melawanku?"
Suho menyeringai lebar. Ia mulai maju dan menerang Jongwoon, Jongwoon pun tak ikut diam. Ia ikut melawan Suho
Kembali pertarungan hebat tertampang jelas di depan mata Ryeowook. Kibum melihat keadaan Yeoja yang berdiri di depannya. Yeoja itu terlihat gemetar. Ia pun memeluk Ryeowook dari belakang. Bisa ia rasakan bahu Ryeowook sedikit menegang, namun tak lama kembali merileks
"T-tak bisakah pertarungan ini di hentikan saja?" Tanya Ryeowook lemah
"Tak bisa, kita harus melawan mereka"
"T-tapi adakah cara agar pertarungan ini berakhir?"
"Ada, tapi hanya berlaku sementara"
"Kenapa?"
"Karena kekuatanmu belum stabil"
Ryeowook terdiam. Ia nyamankan dirinya di pelukan Kibum. Ia menutup matanya, mencoba merasakan kehangatan yang Kibum berikan lewat pelukannya. Selintas fikiran mengganggunya. Ia merasa pernah merasakan pelukan hangat ini. Tapi dimana?
Tiba-tiba Kibum melepas pelukannya, membuat Ryeowook merasa kehilangan. "Wookie aku tau kita baru pertamakali bertemu. Tapi, aku mohon bantu kami. Hanya kita yang bisa menghancurkan mereka" mohon Kibum sambil menatap Ryeowook lembut
Ryeowook balas menatap Kibum. Mencari keraguan disana. Tapi yang ia lihat hanyalah keyakinan yang kuat. "Tapi bagaimana caranya? Kekuatanku.."
Tangan kanan Kibum menggenggam tangan kiri Ryeowook dengan erat. "Ikuti mantra yang aku ucapkan, Wookie"
"B-Baiklah"
Tangan kiri Kibum terangkat dan mengarah ke perperang yang sedang terjadi di depannya. "Na tous katastrépsoun…" ucap Kibum memulai
"N-na tous katastrépsoun" Ryeowook mengikuti dengan tergagap. Ia merasa pernah mendengar mantra itu
"Katastrépsei ólous tous echthroús mas…."
"Katastrépsei ólous tous echthroús mas. Na tous páei makriá gia mia stigmí̱. Me astrapés dýnamí̱ mas, na tous páei makriá!" entah dari mana Ryeowook mengetahui lanjutan mantra itu tanpa di bantu Kibum.
Kibum menoleh ke Ryeowook. Senyum bangga ia perlihatkan kepadanya. "Kita ucapkan bersama Wookie"
"Arraseo"
"Na tous katastrépsoun! Katastrépsei ólous tous echthroús mas! Na tous páei makriá gia mia stigmí̱! Me astrapés dýnamí̱ mas, na tous páei makriá! (Hancurkan mereka! Hancurkan semua musuh-musuh kami! Buatlah mereka pergi untuk beberapa saat! Dengan petir kekuatan kami, buatlah mereka pergi!)" ucap mereka berdua lantang. Setelah mengucapkan mantra itu, tubuh Ryeowook menegang. Terasa seperti ada aliran listrik yang berusaha keluar dari tubuhnya. Rasanya sangat sakit. Ia menggenggam kuat tangan Kibum. Kibum yang melihat Ryeowook kesakitan, membalas genggaman Ryeowook. Sesungguhnya ia meresakan kesakitan itu juga. Namun karea sudah terbiasa dengan hal itu dia mengabaikannya
Dari tangan Kibum, terlihat cahaya terang berbentuk bola. Tangannya kembali terangkat kearah langit. Cahaya putih itu pun terlempar ke langit, dan masuk kedalam awan. Awan yang mulanya berwarna putih itu, berubah menjadi abu-abu dan semakin lama menjadi hitam. Tangannya kembali turun, kembali mengarah ke pertarungan tadi. Tiba-tiba datang petir yang sangat besar menyambar tubuh Xiumin, DO, dan Baekhyun.
Sungmin, Kyuhyun, serta Eunhyuk membatu saat melihat lawannya mengerang kesakitan. Sementara Jongwoon serta Donghae tetap melawan lawannya yang tak terkena petir tersebut.
Suho yang melihat keadaan yang tak memungkinkannya melanjutkan perlawanan, maju dan melawan Jongwoon hingga ia bisa terlepas dari pengawasan Jongwoon. "Sehun, Chen kita mundur!" ucapnya sambil mengangkat tubuh DO
Chen, dan Sehun mengikuti apa yang dikatakan pemimpinnya. Satu-persatu dari mereka mulai menghilang di kabut yang di buat oleh Sehun. Namun sebelum benar-benar menghilang dari arena pertarungan(?) Chen melemparkan listriknya kearah Ryeowook. Dan langsung menghilang bersama hilangnya kabut itu.
Ryeowook yang tidak tau ada serangan yang mengarah padanya, terkena serangan listrik yang di keluarkan oleh Chen. Besarnya tegangan listrik itu membuatnya terpental jauh ke belakang, membentur tembok dengan keras, dan merosot jatuh ke tanah.
"WOOKIE!" teriak mereka ber-enam dan belari mendekati Ryeowook yang sudah setengah sadar
Donghae yang sampai duluan di tempat Ryeowook memegang kedua pundak yeoja itu dan mengoyang-goyangkannya. "Wookie! Kau dengar aku?! Wookie! Wookie!" Teriaknya kalap
Dan teriakan dari Donghae adalah hal terakhir yang ia dengar sebelum semuanya gelap
.
.
.
.
TBC
Annyeongg~~~ hehehe mian updatenya lama
ugghh semakin dekat dengan UN, semakin sibuk pula diriku ini T-T
mungkin aku bakal lama update chap 3, karena aku udah mulai di larang megang laptop T-T
jadi mian kalo nanti lama update hehehe
kemarin ada yang nanya umur'a mereka berapa? iya kan?
jadi, umur mereka semua di negara aslinya(?) itu Ye 124 th, MinEunHae umur 122 th, KiWook 120 th, dan kyu 119 th. sementara di bumi umur'a Ye 24th, MinEunHae 22th, Wook 16th, Ki 20th, kyu 19th. kenapa wook beda sendiri? jawabannya ada di chap depan yaa~ kkkk
dan mereka semua sudah menikah, kecuali kibum hehehe
ok gomawo sudah mau menunggu ff abal ini^^
mohon untuk kalian semua untuk me-REVIEW! hehehe:D
sampai berjumpa di chap depan~~ *dada-dada gaje*
