TWO MOONS

copyright by BunnySyong a.k.a Choi Hanra

A ChanBaek fanfiction, other pair might appear

Genre(s): Fantasy, romance, Angst, Supernatural

Warnings: a bit western, typo, unidentified plot, alur kacau dan lambat.

DLDR!


CHAPTER 1: COMING BACK HOME

.

.

3 tahun kemudian

Baekhyun melipat surat dari ayahnya, lalu direnggangkannya tangannya ke belakang, tanda bahwa tubuhnya pegal. Dia memang sudah menghabiskan beberapa jam terakhir berkutat dengan buku-buku tebal dalam berbagai bahasa di hadapannya.

'Aku butuh istirahat sejenak, semua simbol-simbol dan manta-mantra kuno itu membuatku pusing. Dan surat ayah sama sekali tidak membantu.'

Baekhyun pun berdiri dan berjalan keluar dari kamarnya di asrama Fiestryn, asrama untuk mereka yang datang dari seluruh Liestaum ke Theiran untuk belajar.

Theiran, meskipun menyandang predikat 'ibukota', Theiran memang lebih dikenal sebagai kota pelajar, tetapi arsitektur Theiran yang luar biasa juga membuatnya dikenal sebagai kota kecil yang indah. Biarpun Theiran termasuk dalam jajaran kota-kota kecil Lieastaum, kekuatan militer Theiran tidak boleh diremehkan.

Baekhyun melangkahkan kakinya di jalan setapak taman kota, tempat favoritnya selain kamarnya, arena panah, dan perpustakaan. Taman kota di hari itu tidak terlalu ramai, dan angin bertiup lembut, membelai wajah Baekhyun dan memainkan rambut panjangnya yang berwarna pirang pucat. Baekhyun menghela napas, teringat isi surat dari ayahnya yang tadi dibacanya.

'Ayah memintaku pulang, pasukan Reiheym membutuhkanku untuk ikut dalam pertempuran di tanah Dawngard, agar aku bisa membalaskan kematian ibu. Kemampuan sihirku memang diperlukan, tetapi yang diinginkan ayah adalah kemampuan memanahku.' Batinnya sembari kembali menghela napas panjang.

Selama beberapa waktu Baekhyun hanya berjalan-jalan sambil memikirkan apakah dia akan pulang atau tidak. Dan tak lama kemudian, diputuskannya bahwa dia akan pulang, dan bertempur di tanah Dawngard.


Kediaman Byun

Kediaman Byun pagi itu tampak sibuk, mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut nona muda mereka yang pulang setelah tiga tahun.

Ryeowook berdiri di depan gerbang rumah besar tersebut, menunggu ladynya. Dan tak lama yang ditunggu tiba menunggangi Leistein. Sang penunggang pun melompat turun,

"Salam, milady"

Baekhyun membalas salam yang diberikan Ryeowook kepadanya dengan menganggukan kepalanya sekilas.

"Tolong urus Leistein, Ryeowook-ah. Ayah?"

"Di ruangannya, milady" ucap Ryeowook yang kemudian berlalu pergi sembari menuntun Liestein ke istalnya.

Baekhyun melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah yang sudah dia tinggalkan selama tiga tahun. Rumah itu masih sama dengan yang ada di ingatannya. Tiang-tiang pualam, letak lukisan-lukisan hasil karya ibunya, bahkan karpet beludru merah tua yang melapisi tangga yang sedang ditapakinya, menuju ruangan ayahnya di ujung sayap barat rumah tersebut.

"Atra esterni ono theildun, Farthen" Kiranya keberuntungan beseratamu, Ayah.

Byun Sangjoon, ayah Baekhyun, mengangkat kepalanya mendengar salam yang diucapkan putrinya tadi. Segeralah dia bangkit dari kursinya, dan berjalan menuju pintu, dimana putri bungsunya berdiri, dan memeluknya.

"Leir! Baekhyun! Kapan kau sampai, aeril?" tanya Sangjoon setelah dia melepaskan pelukannya.

"Baru saja. Apa yang sedang kau kerjakan ayah? Apakah kau sudah mulai memikirkan strategi perang? Bukankah itu masih terlalu cepat, farthen?" tanya Baekhyun sambil berjalan menuju meja kerja ayahnya, dan melihat peta wilayah selatan Liestaum, Argonia, tempat dimana tanah Dawngard berada.

"Aeril, pertempuran kali ini bukanlah pertempuran biasa, kita akan berhadapan dengan kaum manusia serigala. Jadi tentu saja strategi pertempuran kali ini harus kita pikirkan matang-matang."

"Tetapi aku tidak melihat perlunya berpikir terlalu jauh. Letakkan saja pasukan umpan di garis depan, pemanah di tengah, dan perapal di bagian belakang." Ucap Baekhyun sembari menunjukkan lokasi-lokasi yang dimaksudnya di peta yang terbentang di atas meja. Sangjoon tampak memikirkan ucapan putrinya. Dan kemudian menganggukkan kepalanya, mengakui bahwa ucapan putrinya itu benar.

"Wah, sejak kapan kau bisa merancang strategi, Baek?"

"Sejak aku bisa memegang busur panah dengan benar. Kalau ayah ingin berbicara denganku, aku ada di perpustakaan." ucap Baekhyun sambil berlalu pergi, meninggalkan ayahnya yang hanya bisa mengelengkan kepalanya melihat perilaku putrinya itu.


"Lunaela, kau siap? Ini adalah pertempuran pertamamu kan?" tanya Krystal, kawan Baekhyun sejak kecil yang juga akan ikut serta dalam pertempuran kali ini, yang kemudian duduk di sebelah Baekhyun yang sibuk memoles busur dan memastikan talinya terpasang dengan benar, tak lupa juga mengalunkan mantra dengan lembut untuk memperkuat busurnya. Baekhyun hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Krystal tadi.

"Ini juga pertempuran pertamaku, mungkin akan jadi yang terakhir" ucap Krystal lirih, membuat Baekhyun menghentikan gerakan tangan dan alunan mantra yang sedari tadi dialunkannya untuk memperkuat busurnya.

"Weis jierda, Krystal-ilsa?" Kenapa kau berpikir seperti itu, kasihku Krystal?

"Nei fiskla draumr kopa, nei deist" Aku sudah melihatnya melalui Tatapan Mimpi, aku mati.

Baekhyun tersentak mendengar ucapan Krystal, yang mulai menangis dan berusaha untuk tidak percaya. Krystal adalah salah satu dari mereka yang bisa mengintip masa depan, para Eldrvarya. Dan apa yang telah Krystal lihat belum pernah salah sampai saat ini.

"Krys, dengar, kau tahu bahwa Eldrvarya tidak bisa melihat masa depan mereka sendiri. Bisa saja itu salah." Kata Baekhyun sembari menenangkan Naina yang menangis.

'Tidak akan kubiarkan kau mati, Krys'


Hari masihlah muda, tetapi itu tidak menjadi hambatan bagi mereka yang akan menuju Dawngard hari ini. Termasuk Baekhyun dan Krystal.

"Perjalanan kita akan memakan waktu dua hari. Persiapkanlah diri kalian. Serigala-serigala kotor itu pasti sudah berada disana menunggu kita saat senja besok. Ingat, kalian tahu bagaimana cara untuk membunuh serigala-serigala itu. Janganlah ragu-ragu, sedetik saja kau ragu, nasibmu bisa berubah." Ucap Sangjoon yang diiyakan oleh seluruh pasukannya.

Baekhyun memakai tunik berwarna ungu tua hari ini, busurnya terselimpang di pundaknya. Rambut pirangnya diikat agar tidak mengganggu. Begitu pula Krystal. Bedanya Naina mengenakan tunik warna hitam, dan rambutnya yang sewarna tembaga disanggul.

"Baiklah, kita berangkat sekarang!"


Senja.

Baekhyun bergerak maju bersama para pemanahnya untuk menyelinap ke daerah lawan. Tak butuh waktu lama bagi insting Baekhyun untuk menemukan target pertamanya, manusia serigala muda tak jauh dari mereka. Nampaknya manusia serigala itu tidak menyadari kehadiran pasukan Baekhyun. Baekhyun menyerigai, membidikkan panahnya tepat ke jantung manusia serigala tersebut, lalu melepaskan anak panahnya. Manusia serigala itu jatuh, tak bernyawa.

Krystal yang berada di belakang Baekhyun mengangguk, tanda mereka bisa maju lebih jauh. Baekhyun pun tanpa ragu memimpin pasukan kecil mereka maju, dan mereka pun menemukan perkemahan para manusia serigala itu.

Baekhyun memberikan kode pada perapal mantra di belakangnya untuk memberitahu perapal lain yang berada di sisi lain hutan, tempat pasukan ayahnya menunggu. Baekhyun tahu, pasukan ayahnya akan tiba tak lama lagi, mereka hanya perlu menunggu tanpa ketahuan. Namun sayangnya...

Whuut.. jleb.

Baekhyun terbelalak, anak panah yang tadi ditembakkannya baru saja melewati kepalanya sepersekian senti, dan gantinya menancap tepat di antara mata perapal mantra tadi. Krystal menutup mulut agar tidak menjerit. Baekhyun kembali memfokuskan diri pada perkemahan manusia serigala beberapa meter di depannya.

'Sialan, kami ketahuan'

TBC


Oke. chapter 1. ini bener" cuma ganti sedikit dari yang asli.. karena yang asli pun bakal ttep bunny lanjutkan, tapi jauh lebih western. akan ada total tiga versi sebenarnya dari cerita ini, versi originalnya yang murni fantasi, yang ini, dan english ver. Bunny harap kalian suka sama versi yang ini. ini versi yang lebih 'bersih'. tapi kalau kalian mau baca versi aslinya, kalian bisa pm bunny minta link blogspot bunny, di sana uda ada chapter dua nya..

so, lastly, jangan lupa review oke!