TWO MOONS
copyright by BunnySyong a.k.a Choi Hanra
A ChanBaek fanfiction, other pair might appear
Genre(s): Fantasy, romance, Angst, Supernatural
Warnings: a bit western, typo, unidentified plot, alur kacau dan lambat.
DLDR!
Baekhyun membelalakkan matanya, melihat perapal mantranya tewas. Krystal gemetar. Anggota pasukan yang lain pun tak kalah terkejut. Baekhyun kembali sadar, dan kembali berpikir. Dilihatnya kembali kemah para werewolves tadi. Sepertinya werewolf tadi hanya melihat dan menyadari elven, Baekhyun mempunyai kemampuan khusus untuk berkomunikasi dengan pikirannya. Dikontaknya Krystal, menyuruhnya mundur, bersembunyi dan menunggu komando darinya.
"Hei, kau. Aku tahu kau disana. Keluarlah! Kau yang keluar atau kau mau aku memberi tahu kawananku?"
"Tidak sabar sekali kau ini. Apakah semua klan werewolves tempramental dan tidak sabaran sepertimu?" ucap Baekhyun tenang sembari melangkah keluar dari persembunyiannya.
"Diam kau, elf. Sekarang katakan siapa kau dan apa urusanmu disini." Baekhyun tersenyum dalam hati, sekarang dia hanya perlu menjalankan skenarionya dan berakting dengan baik.
"Aku? Aku hanyalah elf desa. Seperti yang kau lihat, aku sedang berburu. Aku salah melihat kawanmu itu dan tanpa sengaja menembakkan panah langsung ke jantungnya." dusta Baekhyun lancar. Werewolf tadi tampak bingung. Tidak sia-sia dia mengambil kelas drama sewaktu di Theiran untuk mengisi waktu senggangnya.
"Benarkah itu elf? Kemarikan busurmu, biar kulihat." Baekhyun memberikan busurnya, tapi tanpa semua orang sadar ia telah menyembunyikan simbol kelurga Byun yang tercetak di busurnya dengan mantra yang super halus. Sepertinya werewolf tadi tidak menemukan adanya keganjilan pada busur Baekhyun. Mendadak sebuah smirk terlukis di wajah manis Baekhyun .
"Masih tidak sadar juga? Kau memang bodoh." Ucap Baekhyun dengan nada meremehkan. Seketika itu pula werewolf tadi terjatuh ke tanah, tidak bernyawa. Baekhyun mengambil busurnya yang tergeletak di tanah, berbalik dan melihat Krystal yang terlihat agak pucat, karena dialah yang baru saja memantrai werewolf tadi.
"Krys-ilsa, nei meistleir" kasihku Krystal, maafkan aku.
"Geilst" Tidak apa-apa
Baekhyun kembali membalikkan tubuhnya, memeriksa sekali lagi camp werewolves yang baru ditemukannya. Merasa aman, Baekhyun menginstruksikan perapal mantranya untuk mengirim pesan kepada ayahnya.
"Hei, Dragonborn!"
Orang yang dipanggil 'dragonborn' itupun menoleh, melihat siapa yang memanggilnya. Ternyata seorang werewolf muda bernama Kim JOngdae. Sedangkan orang yang dipanggilnya 'dragonborn' adalah panglima muda pasukan werewolves yang berperang di tanah Dawngard ini, Park Chanyeol, salah satu dari yang tersisa dari kaum dragonborn, mereka yang dibesarkan oleh naga sejak baru lahir. Para dragonborn mempunyai kemampuan untuk melakukan hal-hal yang dilakukan naga, seperti firebreath dan lain-lain. Kemampuan regenerasi mereka pun luar biasa. Namun sayang saat Perang Rusghort berlangsung, sebagian besar dari mereka tewas di bantai.
"Ada apa? Bukankah sudah kubilang untuk tidak mengangguku?" ucapnya dingin. Werewolf muda yang tadi bertanya menelan ludah, tanda mulai terintimidasi.
"Ah, maafkan aku. Tapi aku yakin kau mau mendengarkan apa yang ingin kusampaikan Yeol." Chanyeol menaikkan sebelah alisnya, bingung.
"Kau tahu, aku menemukan ini tadi pagi di perbatasan camp. Kuyakin kau mengenalinya." Ucap Sehun sembari mengeluarkan seutas pita ungu dari saku rompinya. Chanyeol mengambil pita tersebut dan membauinya, lalu paras tampannya tampak terkejut.
"Kau yakin? Tidak. Dia tidak mungkin ada disini sekarang." Ujar Chanyeol yang lalu mengembalikan pita tadi kepada Jongdae, yang lalu menyuruh Chanyeol untuk menyimpannya dengan alasan jika pita itu ditemukan oleh prajurit lain, akan ada kemungkinan ayahnya, Jendral Utama pasukan mereka akan langsung memerintahkan penyerangan.
"Simpanlah. Oh iya, farthen memanggilmu tadi. Kurasa sekarang dia hampir meledak karena gelisah menunggumu. Sebaiknya kau ikut sekarang." Ucap Jongdae sambil berlalu pergi. Chanyeol menghela nafasnya, lalu bangkit berdiri dan mengibaskan debu dari celananya dan lalu berjalan santai mengikuti Jongdae ke tengah camp, tempat tenda para Jendral berada.
'Pita itu bukan milikmu kan? Kau tidak berada disini kan? Kumohon, jangan. Kumohon dengan sangat, aku tidak bisa melihatmu turun ke medan perang.'
Chanyeol melangkahkan kakinya menyeberangi camp werewolves yang tidak terlalu ramai, menyapa saudara-saudaranya para werewolf yang sedang beristirahat santai di depan tenda masing-masing ataupun duduk bersama di dekat api unggun sambil menegak brendi.
"Yeol! Kemarilah dan duduk bersama kami!"
"Panglima, beristirahatlah sejenak disini!"
"Hei dragonborn, kau tidak lelah? Kau tampak banyak pikiran"
Chanyeol hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya singkat sebagai jawaban atas seruan-seruan dari pasukannya. Setelah mengisyaratkan bahwa ia akan bergabung nanti setelah urusannya selesai dan kembali ia melangkahkan kakinya menuju tenda milik Jendral Jongwoon, ayah Jongdae.
"Jendral, ini aku."
"Masuklah Yeol, buatlah dirimu senyaman mungkin" sambut sang jendral saat melihat kepala Chanyeol yang menyembul dari pintu tendanya. Chanyeol pun mengangguk dan duduk di depan sang jendral.
Jendral Kim Jongwoon, salah satu jendral utama kaum werewolf adalah seorang werewolf tangguh dengan wajah yang entah bagaimana dijelaskannya, tetapi menurut orang-orang, jendral satu ini berwajah batok dan dilengkapi pula dengan ukuran kepala yang diatas rata-rata. Tetapi jendral ini tak pernah gagal membuat prajurit-prajurit muda respect padanya berkat mata coklatnya yang bersinar-sinar tetapi tetap penuh ketegasan. Rambutnya yang hitam sebahu sudah mulai dihiasi dengan helaian-helaian rambut putih. Dengan badan yang tinggi tegap, tentu tak ada yang mengira jendral satu ini adalah orang yang humoris.
"Ada apa jendral memanggilku?"
Jongwoom bangkit dari kursinya dan berjalan menuju sebuah lemari dimana terletak sebilah pedang merah darah yang hampir transparan. Lalu berbalik dan menghadap Chanyeol.
"Aku tidak ingin mengatakan ini Yeol, tapi dua penjaga kita tewas senja tadi. Aku yakin, siapapun atau apapun yang membunuhnya sangatlah luar biasa. Entah bagaimana caranya, tapi benak kedua penjaga itu dilingkupi mantra yang sangat rumit." Ucap Jongwoon sambil menghela nafas. Chanyeol memiringkan kepalanya, tanda dia menemukan kejanggalan.
"Kau yakin dia dibunuh dengan mantra?"
"Tentu. Tak ada bekas luka di tubuh yang seorang, sedangkan yang satunya menghilang. Tapi telapak tangan penjaga yang kita temukan memerah, entah kenapa. Tapi kurasa itu karena dia berlatih terlalu sering, rekan-rekannya berkata padaku bahwa ia adalah tentara baru yang tidak cukup percaya diri." Jelas Jongwoon.
"Hm? Apakah dia shifter?" tanya Chanyeol. Jongwoon menggeleng, yang dibalas Chanyeol dengan senyuman pahit.
"Maafkan aku jendral. Aku tidak tahu dia bukan shifter. Aku yang mengatur giliran jaga, jadi ini adalah kesalahanku." Jongwoon menggeleng sekilas.
"Tidak nak, ini kesalahanku juga. Aku tidak mendata ulang para non-shifter yang ikut pasukan kita. Tapi Yeol, aku menemukan jejak bau elven di hutan saat aku kesana untuk mengecek lokasi ditemukannya mayat tadi, dan sangat disayangkan, kita harus bergerak besok. Sekarang kau pergilah, beristirahatlah panglima muda. Aku ingin kau dalam kondisi sehat besok" tandas Jongwoon. Chanyeol bangkit dari kursinya dan berjalan keluar. Dipenuhinya paru-paru manusianya dengan udara malam yang dingin, dan lalu menghembuskannya dalam satu hembusan panjang. Ditujukannya pandangannya ke atas, pada langit malam yang kelam, dimana sumber kekuatan dan cintanya bertahta berselimutkan awan tipis.
'Kuharap besok tidak akan merubah sejarah. Dan aku masih berharap bahwa ini bukan milikmu. Tapi, jikalau benar ini milimu, aku berjanji, aku tidak akan membiarkanmu terluka. Aku yakin kau mendengarku saat ini. Jagalah dirimu baik-baik, Baekhyun.'
TBC (very soon)
EAAAA BUNNY APDET AKHIRNYA HADOH GUE HIATUS LAMA BANGET
melihat review dan tanggapan kalian di chapter kemarin, bunny jadi lumayan percaya diri buat melanjutkan ff ini, semoga sampai akhirpun akan tetap banyak tanggapan-tanggapan seperti itu ^^
dan bunny minta maaf juga sebesar-besarnya atas keterlambatan apdet yang super parah ini. dua ff lain macam terlantar gitu hiks bunny sedang mengusahakan untuk memperbaiki plot chapter 9 LTIFY yang amat sangat berantakan, akan bunny update secepatnya ^^
oh ya, SELAMAT NATAL9for those who celebrate) DAN TAHUN BARU YAA SEMUANYAAA ^^^^
Lastly, review please?
