Blackrabbit8 Present

Two side

JJProject fanfict [Bnior Couple]

Romance-selebihnya tentukan sendiri-

Rated M [For Mature content]

I just own the storyline

Warning!

YAOI FANFICT, BOYS LOVE AREA

YADONG, MESUM, ETC

GA JELAS, TYPO BERTEBARAN, OOC-PENISTAAN KARAKTER

GA SUKA BACK/EXIT/MENJAUH JUSEYOOO

GA TERIMA BASH

BACA? REVIEW!

BACA, GA REVIEW? JAMBAN JUSEYOO

FAV/FOLLOW TANPA REVIEW? KEBIANGNYA JAMBAN SAJA SANA ;)

Aku ingatkan, fav/follow tanpa review itu ga sopan! Songong!

Tanpa banyak ngemeng lagi/?

Two side chapter1

Here we go!

.

.

Hentikan, ku mohon! Kau menyakitiku orang asing. Aku tak mengenalmu!

"Hah-"

Namaku Jb, dan aku bukan orang asing. Aku pemilikmu mulai detik ini

"T-tidak, itu bukan aku!"

Kembalikan ingatanku, Jb!

kau tak perlu itu. kau hanya perlu.. aku!

-Pip pip pip pip

"Haah-apa.. yang barusan itu?" Jaebum terbangun karna er-mimpi aneh dan suara alarm paginya. Ia menggeleng cepat guna menyingkar putih di pandangannya. Uh, refleks ia memegangi kepala sendiri saat terasa agak nyeri. Sepertinya ia habis terantuk sesuatu di bagian itu.

"Astaga! Sejak kapan aku tidur di sini?" Kagetnya begitu menyadari bahwa ia terbangun dalam keadaan ter-agak mengenaskan dilantai. Catat, di lantai yang hanya beralaskan selembar karpet bulu! Agak miris memang tapi nyatanya memang itu yang terjadi dipaginya kali ini.

Berusaha mengumpulkan kesadarannya, Jaebum bangkit dan bingung saat merasa sesuatu yang aneh terjadi pada dirinya. Seperti.. susah menjelaskannya tapi terasa jelas tubuhnya terasa pegal seperti sehabis melakukan olahraga berat.

Jaebum berdiri tegak dan kaget bukan kepalang saat menemukan fakta mengejutkan lainnya yang ternyata adalah dia-terbangun-dalam-keadaan-half naked. Demi tujuh lautan! sebenarnya apa yang sudah terjadi? Dan, adakah yang lebih menyentaknya lebih dari ini?

Kring-

"Oh?" Syukurlah ternyata itu hanya suara dering ponselnya. Beruntung.. tak ada yang lebih buruk dari menemukan tubuhmu dalam keadaan berantakan, bukan?

Kring-pip

Di tempelkannya ponsel miliknya ke sebelah telinga, dan suara seseorang yang sangat familiar baginya mulai terdengar.

"Dimana kau?"

Jaebum berdehem, sebelum memulai kalimat pertamanya. "Aku.. er-aku baru bangun. Ada apa, hyung?"

Terdengar decakan dari ujung sambungan. Jaebum hanya bisa terkekeh geli saat membayangkan bagaimana ekspresi hyung-nya begitu mendengar bahwa saat ini, Jaebum dalam keadaan paling tak siap untuk bekerja-dalam keadaan baru bangun dari tidurnya.

"Dasar bocah menyusahkan. Bersiap dan segera temui aku di kantor. Siapkan presentasi terbaikmu, dan aku akan pertimbangkan untuk promosimu bulan ini"

Apa? Apa yang baru saja hyung-nya katakan?

Presentasi?

Promosi?

Jadi itu artinya jika Jaebum sukses dengan materi presentasinya kali ini, bisa dipastikan ia akan mendapatkan promosi untuk pertama kalinya. Oh bagus, betapa menyenangkannya kabar yang datang ditengah kekacauan pagi ini.

'Ini.. bukan mimpi kan? Promosi, dengan usahaku sendiri!'

"Yha! Bocah malas, apa kau mendengarku?!" Suara tak sabaran di sambungan telepon mengagetkannya.

"Ya? Ah ya maaf hyung, aku dengar"

"Ku tunggu wajah menyebalkanmu dikantor dalam 30 menit. Jika tidak, katakan selamat tinggal pada promosi mu itu. Aku lebih sudi memberikan jabatan itu pada orang yang menghargai seberapa waktu di tiap detiknya"

Pip

Menyebalkan, hyung-nya dan sifat diktatornya itu. Cih, beruntung Chansung adalah atasannya langsung, jika bukan..

Jika bukan..

ah lupakan

Lebih baik Jaebum bersiap mandi dan segera berangkat untuk promosi yang sedang menantinya. Ia merampas cepat handuknya di lemari dan hampir saja melompat ke depan pintu kamar mandi. Sampai saat Jaebum membuka lebar pintu bercat putih itu dan apa yang di temukannya kemudian nyaris membuat jantungnya melompat dari tubuhnya.

Deg

Tidak, tidak mungkin! Wajah itu.. anak itu.. dia yang ada di mimpi anehnya semalam! Ya Jaebum yakin dan tak pernah meragukan kekampuan mengingatnya yang akurat. Jaebum mendekat perlahan berusaha tak membuat anak yang terpejam di dalam bathtub nya itu terbangun. Entah tertidur atau tak sadarkan diri, Jaebum pun belum yakin. Yang jelas ia tak mau menyentak anak lelaki itu.

"Anak ini.."

Manis, begitu polos. Itulah yang terlintas pertama kali dipikirannya saat meneliti wajah anak lelaki itu dari dekat. Hanya berbalut kemeja putih polos yang agak kebesaran dan-tunggu, kemeja itu tampak familiar. Seperti kemeja miliknya Jaebum. Oh pantas saja dia terbangun dengan keadaan tanpa mengenakan busana bagian atas.

Kancing kemeja yang dipasang berantakan membuat Jaebum terusik untuk memasangkannya dengan benar. Jari-jarinya perlahan bergerak ke arah kancing paling atas kemeja itu. membukanya lalu memasangkan seperti yang seharusnya. Tiba saat Jaebum sampai dikancing urutan ketiga, matanya menangkap sesuatu yang-er agak rancu. Bercak kemerahan menodai kulit putih susu anak manis ini. 'Astaga! Siapa orang bodoh yang telah mencemari anak ini?' Pikirnya merutuk. Bercak kemerahan-yang Jaebum tau jelas apa itu, terlihat dari bagian tulang selangkanya hingga ke bagian belakang telingganya.

"Oh dasar pria mesum gila!" Hardiknya entah pada siapa.

Kesalahannya berteriak spontan di depan anak yang tertidur pulas ini. kedua mata di balik kelopak yang tertutup itu bergerak gelisah, tanda lelapnya terusik oleh sesuatu. Jaebum merasa bersalah telah meneriaki si manis. Lebih baik dia segera pergi dan mandi di tempat lain. Jaebum harap Junho hyung –tetangganya, masih berada di apartement nya saat ini.

Jaebum membawa dirinya bangkit dan merasakan pergelangan tangannya tertahan oleh sesuatu-atau seseorang. Ia telusuri tangan yang memegangnya itu sampai ke wajah si manis yang sebeumnya tertidur. Kedua mata itu terbuka seutuhnya, menampilkan sepeasang netra sebening tetesan air. Indah, memerangkap Jaebum untuk beberapa saat hanya untuk memandangi bola hitam di dalamnya.

Jaebum cepat melirik bibir ranum si manis yang menunjukkan pergerakan. Perlahan terbuka dan menyebutkan sebuah nama.

Sebuah nama yang seketika saja menyentak Jaebum.

Anak itu, menyebut sebuah nama yang Jaebum harap tak pernah ia dengar lagi namanya di dunia. Nama seorang pria brengsek yang selalu membayang bahkan sampai mengacaukan hidupnya.

Si manis ini berucap..

"Jb. Kau.. benar Jb, kan?"

.

(to be continue)

.

My note:

Hallooowwwww! adakah yang masih ingat sama epep ini? -_-

Aku rasa ga perlu banyak ngemeng deh kayaknya, malu bgt udah update lama Cuma dikit pula T.T mian aku potong sampe disini, soalnya takut kebanyakan dan kalian eneg bacanya kkk. Alasanku lama postingnya biar sekalian posting bareng inside of me dan karna kesibukan dan.. karna banyak hutang epepku yg lagi dalam usaha buat diselesaikan. Mood sangat mempengaruhi bagaimana aku berhadapan dengan dan itu hah-sudahlah/?

Anyway, thanks buat kalian yang udah review part sebelumnya, oh aku sangat terharu, serius T.T dan aku balesin di pm ya X) yang review ga pake akun, mian ga aku bales tapi aku bacain kok, sekali lagi terimakasih~ yang review ga pake akun, nanti aku balesin mulai chapter depan :D

So, ada yang sudah bisa menebak jalan ceritanya? Apa, bagaimana? Penasaran kah? ;) tuangkan unek-unek kalian tentang chapter ini di kolom REVIEW XD