Kini Sehun berada didepan rak topi merah tadi. Kepalanya sedikit menunduk mengamati topi itu.

Sehun dilema antara menabung untuk rumah keluarga atau topi yang pastinya akan cocok dan jika digunakan akan Kai, Kai akan semakin imut dan menggemaskan!

"Ayo pergi ketempat lain!" Sehun akhirnya meraih keputusan untuk keluar dari toko itu.

"Geure kajja.." Kai menjawab sambil sedikit menunduk, melihat untuk terakhir kalinya topi merah itu.

"Permisi" Sehun meminta maaf karena tidak jadi membeli. Kai terlihat sedikit mengambek dengan berjalan cepat terlebih dahulu keluar dari toko topi tersebut.

-What Do You Want-

Ditengah perjalanan mereka, kini malah mendiskusikan tentang hadiah yang baik dan hadiah yang buruk. Bagaimana hadiah itu biasa penerima dan hadiah yang baik adalah hadiah yang tidak biasa atau waw dan penerima hadiah harus merasakan apa yang dirasakan pemberi. Sungguh diskusi aneh namun keduanya tampak serasi sekarang.

Namun keduanya akhirnya saling menatap dengan ekor mata masing-masing setelah tidak menemukan sama sekali hadiah yang sesuai.

"Apakah ada disini? Sesuatu yang seperti itu" Sehun berfikir.

"Jika kau membeli sesuatu untuk dimakan, itu tidak memberikan arti yang besar" Kai berujar.

"Ya itu benar, dan itu semua biasa" Sehun menimpali.

"Geure, ooh.. apakah yang seperti ini baik?" Kai menatap sesuatu.

"oho.." Sehun memandang Kai yang tertawa.

"Mwoya ige?" Sehun melihat jualan yang tertata disana.

"Saya akan melihat semuanya dulu, berapa harganya?" Kai berujar pada penjual.

"5000 won" Penjual terlihat sedang menata aksesoris dagangannya.

"Kami membeli hadiah untuk member hyung kami" Kai menerangkan.

"Sesuatu yang tidak biasa" Sehun menambahi.

Sehun dan Kai mulai mencari benda yang bagus menurut mereka.

Sehun sedang mencari gelang biru yang couple dengan gelang yang dikenakannya sekarang, untuk couple dengan Kai dan bisa segera membayarnya.

EH TUNGGU! MEMBAYAR.. MEMBAYAR..

Sehun berfikir sebentar. Ia teringat Kai yang tadi hendak membayar topi Chanyeol dengan kartu kreditnya tapi digagalkan oleh Sehun.

"Tapi.. apa kau membawa dompet?" Sehun mencubit sedikit lengan coat Kai, berusaha mendekatkan diri pada Kai.

"Kau tidak bawa?" Kai bertanya pada Sehun.

"Aku tidak membawa apapun kecuali kartu kredit tapi kau tidak bisa menggunakan kartu kredit disini" Sehun akhirnya tertawa.

"Ah. Jinja aku tidak membawa dompet" Kai merogoh kantong coatnya.

"Aigo… maaf" Sehun melepas dengan tidak rela gelang biru yang menurutnya cocok jika digunakan berpasangan olehnya dan Kai.

"Aah.. maaf, terimakasih" Sehun dan Kai menunduk kemudian pergi.

-What Do You Want-

"Aku bahkan tidak berfikir sampai sana" Kai mengingat betapa konyolnya dia.

"Aku tertarik dengan sesuatu disana" Kai menunjuk sesuatu diseberang jalan. Tepatnya.. toko serba ada.

Sehun berwajah ogah-ogahan karena untuk kedua kalinya ia harus merelakan benda yang ingin dibelikannya untuk Kai.

"Bukankah disana banyak benda-benda unik" Kai menunjuk toko itu.

"Yah, kau juga bisa menggunakan kartu kredit" Sehun berujar.

Kemudian keduanya berkutat mencari sesuatu yang tidak biasa.

Kai memegang kotak pembersih lensa.

"Kadang saat kau menggunakan computer terlalu lama, matamu akan menjadi sakit. Jika kau membeli yang besar, itu akan terlihat memberatkan" Kai mengatakan apa yang ada dipikirannya.

"Ah, andwaeji" nyatanya mata Sehun terfokus pada jemari lentik Kai.

"Tapi jika kita membeli yang kecil!" Kai berujar dengan suara imut.

"Aha! Aigo.." Sehun langsung tersenyum melihat betapa cutenya Kai. Ia sampai bertepuk tangan.

"Chanyeol hyung tidak menggunakan lensa kan?" Sehun memastikan.

"Ah tidak, dia tidak menggunakannya" Kai baru ingat bahwa Chanyeol sudah operasi mata dengan laser agar tidak menggunakan lensa minus lagi setelah beberapa bulan debutnya.

"Kapan dia melakukannya.." Kai mengingat-ingat waktunya.

"Ah dan ini, untuk saat kau terluka.." kai menunjuk band aid.

"sebenarnya, kau hanya mendapatkan luka sekali kan?" Kai menatap Sehun dan Sehun mencoba menebak apa pikiran namja sexy tan disampingnya ini.

"Jika kau membeli yang besar ini, itu akan memberatkan" Kai mengangkat kotak band aid yang besar.

Segera Sehun tahu alur pemikiran Kai dan mengambil kotak band aid kecil yang ada disebelah tangan Kai.

"Kita harusnya memilih yang kecil dengan elastisitas tinggi" Kai menggunakan kata-kata bagaikan dia adalah seorang model iklan produk. Dan Sehun tertawa memikirkannya.

"Dan juga! Saat kau menghilangkan make up.. ada benda yang benar-benar kau butuhkan saat menghilangkan make up didekat matamu" Kai mengambil sesuatu lagi.

"Igo!" Kai mengguncang-guncangkan cotton bud kemasan besar.

"Yaaah…" Sehun merasa ini benar-benar hadiah konyol.

"Hahahaha.." dan Kai tertawa puas. Sehun yang melihat Kai tertawa duluan ikut tertawa melihat tawa Kai yang sungguh amat imut baginya hingga ia harus memalingkan wajahnya agar ia tidak mimisan.

"Kemudian, karena ini dingin, kita membutuhkan sarung tangan dan ini!" Kai meraih sarung tangan yang amat murah. Terlihat seperti sarung tangan para pembangun jalan, kuli, tukang kebun, dan sebagainya..

"Waaw.." Sehun menatap sesuatu itu lebih dekat. Yah, jemari lentik Kai.

GREP! Gotcha! Sehun memegang tangan indah Kai! Bahkan kata 'waah' berulangkali keluar dari mulutnya.

"Otte..? ahahaha" Kai tertawa lagi. Hingga membungkuk dan Sehun tersetrum oleh suara tawa manis milik Kai sehingga ikut tertawa.

"Lalu.. ini hanya menghabiskan 5000 won" Kai menunduk melihat dan menjumlahkan semua label harga pada rak barang yang tadi diambilnya.

"Bukankah kita terlalu sedikit mengeluarkan uang? Ayo keluarkan sedikit uang lagi" Kai membujuk sehun.

"Jeongmal, ayo keluarkan sedikit uang lagi jadi kita akan merasa sedikit lebih baik" Kai merasa bersalah kepada Chanyeol hyungnya.

"Andwae, kenapa kita tidak membeli sekaleng kopi saja?" Sehun menatap Kai. Sungguh, Sehun tak suka dengan Kai yang lebih perhatian pada Chanyeol.

"Kita beli sekarang?" Kai menunjuk kearah show case di belakang.

"Keurenikayo" Sehun berujar.

Kai membuka terlebih dahulu dan Sehun hanya menunggu Kopi apa yang akan Kai beli. Ia sungguh tidak sabar untuk meminum kopi sekaleng berdua dengan Kai.. Ciuman tidak langsung lah yang ditunggu Oh Sehun!

"Ini, 1 plus 1" Kai meraih kaleng kopi yang jika membeli satu maka akan mendapat satu.

Sehun segera beranjak melihat kaleng kopi sialan itu.

"Ahahaha.." Sehun tertawa garing. Matanya menatap tajam melihat kopi 1 plus 1 sialan itu diambil Kai.

"Aaah.."

BRUK-BRUK-BRUK

"Aigo-aigo-aigo" Saking kesalnya Sehun sampai menjatuhkan semua belanjaan yang ada ditangannya.

-TBC-

Disini aku suka waktu Kai ambil kopi kalengnya yang 1 plus 1 terus Sehun kayak gak terima sampe barang belanjaan yang dipegangnya jatuh semua.. hehe

Review ya.. thanks