What Do You Want?
...
.
.
HunKai-ChanKai
..
.
this is..
lets read!
"Aku senang karena kita membeli Chanyeolie hyung hadiah" Kai tersenyum melihat hadiah yang kini sedang dihitung dikasir.
Sehun hanya cemberut terdiam karena sungguh hari ini tidak menyenangkan sama sekali. Seharusnya ia bisa melakukan date dengan Kai, ah sungguh!
"semuanya 7,100 won" pelayan kasir memberikan barang belanjaan mereka.
"aaaah" Sehun bahagia sekali. Dan wajah Kai sedikit merasa bersalah.
"Ini sangat mahal bukan?" Kai mengejek betapa murahnya hadiah untuk Chanyeol.
"Apakah anda membutuhkan tas plastic?" pelayan kasir menawari.
"Ah ya, berikan kami wadah"
"ah kertas kado?" Sehun mengatakan salah satu poin terpenting dalam kado.
…
Ditempat lain…
Sebuah store khusus menjual barang ori Michael Jackson
"Ah, ini benar-benar sangat bagus" Chanyeol mengambil kotak putih berisi mug.
"Dia sangat menyukai Michael Jackson" Chanyeol memikirkan orang yang akan diberikannya hadiah itu.
Kemudian Chanyeol menulis surat juga untuk orang yang dituju.
…
"Tenanglah, Chanyeol hyung tidak akan marah. Kalau ia marah, aku akan tanggung jawab" Sehun berbisik pada Kai.
"Ne" Kai memasang wajah muramnya, poni halusnya kini sudah turun dan menutupi dahinya. Sangat imut sekarang. Dan Chanyeol sedari tadi berebut kursi dengan Xiumin untuk bisa duduk sejajar dengan Kai. Chanyeol juga ingin menanyakan mengapa Kai tega meninggalkannya di toko topi tadi.
"Chanyeol duluan" produser memanggil Chanyeol, dan semua member menjalankan actingnya cukup baik.
…..
Tap-Tap-Tap
Kaki Chanyeol melangkah menaiki tangga.
"Hm?"
Chanyeol melihat kertas yang tertempel di belakang sofa itu. Happy birthday.
"Aaah.. kamsamhamnida" Chanyeol tersenyum bahagia.
"Ini semua hadiahku?" Chanyeol mendudukkan dirinya di sofa lalu menatap bingkisan bingkisan yang ada didepannya.
"Wah, ini sungguh luar biasa" Chanyeol memandang sekitar.
"Kau harus lebih tersentuh~" Kai berucap di ruang lain bersama member yang lain.
"Lalu bagaimana dengan hadiah yang aku beli?" Chanyeol menatap pada kamera.
"Kau harus memberikannya padaku" Kai berujar optimis. Dan tentunya ucapan kai tidak diketahui chanyeol. Karena mereka berada di ruangan yang berbeda.
….
Setelah cukup frustasi karena banyak salah menebak hadiah dari member. Chanyeol akhirnya mengambil kado dari arah yang berlawanan.
Kado kecil unik dengan lem yang tidak merata dan wadah yang amat hancur untuk dilihat.
"…." Chanyeol memandang dengan tampang kosong bungkus yang amat jelek itu.
"ehmp.." Chanyeol menahan tawanya.
"Dari siapa itu?" Lay penasaran. Dan Sehun hanya tertawa.
"Cobalah untuk menebak" Kai berujar.
"Bukankah itu Sehun?" Lay menebak.
"Tidak, aku tidak membeli benda semacam itu" dan sehun berbohong..
"Aku pikir itu Baekhyun" Luhan menebak.
"Aniyo" Baekhyun menyangkal.
Dan disana tidak ada yang mau mengakui hadiah itu.
"Dia selalu menebak Kai untuk semua hadiah!" Xiumin berujar sambil melihat Kai yang tesenyum.
"Haha" Kai hanya tertawa.
"Kai, apakah ini darimu?" Chanyeol melihat kearah kamera. Seperti orang bodoh yang selalu menyebut-nyebut nama Kai.
"Ini seperti darimu. Gambar yang sangat tidak cocok diberikan pada namja" Chanyeol menatap gambar motif bunga-bunga pada kertas bungkus itu dan lem kado yang sungguh berantakan, lalu memperlihatkannya pada kamera.
"Jangan menangis karena kau tersentuh" Chanyeol membaca tulisan pada bungkus kado tersebut.
"aaahh.." Chanyeol tersenyum riang.
"Ini pasti dirimu Kai" Chanyeol tersenyum bahagia kearah kamera.
"Kai! Kai?" Chanyeol menunggu jawaban.
"Aha.." Chanyeol benar saat menebak hadiah itu.
Dan tentunya hadiah itu bahkan dibeli bersama Sehun tetapi Sehun tidak dianggap(?)
"Ah Kai and Sehun?" Chanyeol merasa iri pada Sehun, namun ia melanjutkan membuka kado itu.
"Ah kau berdua membelinya bersama?" Baekhyun bertanya. Baekhyun mengkhawatirkan nasib Kai ditangan Oh Sehun.
PUK!
Chanyeol membukanya.
"…." Lagi. Chanyeol terdiam menatap hadiah itu.
"Waaaahh" Chanyeol menggelengkan kepalanya. Diambilnya selembar surat yang ada disana.
"Selamat ulang tahun Chanyeol hyung, kami takut kau merasa terbebani, jadi kami hanya mengeluarkan 5000 won untuk obat –Kai&Sehun" Chanyeol membaca surat itu.
"Sarung tangan, cotton swabs kualitas tinggi, band aid elastic, obat kumur manis" setelah membacanya Chanyeol mengeluarkan isinya satu persatu. Sehun dan Kai hanya bisa tertawa.
"cotton swabsnya bisa digunakan bersama di dorm" Chanyeol memegang kemasan cotton swabs yang besar itu.
"Dan ini bisa dibagi bersama" Chanyeol mengeluarkan band aid.
"mouthwash, ah bagaimana kau bisa mengatakan ini manis padahal ini sangat pedas" Chanyeol mengeluarkan obat kumur berwarna biru itu.
SLABS..
"Oh, mengapa kau memberikanku ini?" Chanyeol menatap sarung tangan murah yang sungguh tidak stylist itu. Sehun dan Kai hanya tertawa diseberang sana.
"Hm, kita bisa menggunakan benda ini sekarang dan kedepannya" Chanyeol tersenyum kemudian meletakkan hadiah itu.
"Kenapa kau membeli mouthwash?" Suho bertanya pada Kai.
"Aku takut kita tidak sempat menyikat gigi ditengah jadwal kita yang padat" Kai menjawab seadanya.
"Jika kami membeli yang besar, itu akan membebani" Kai membela.
"Apakah kalian mengeluarkan 10,000 won bersama?" Suho terlihat kesal. Sungguh kedua maknae mereka sangat jahil. Itu hadiah paling murah.
"Apa yang kau maksud 10,000 won? Kami hanya mengeluarkan 7,100won?" Sehun malah menantang rupanya. Dan gelak tawa terdengar dari kedua maknae itu.
…
Chanyeol membuka kado kedua terakhir. Boneka Jerapah!
Dan chanyeol bimbang antara Dio dan Lay.
"Lay hyung?" Chanyeol menebak.
"Aaakh.." Chanyeol mengeluh karena ia salah menebak lagi.
"Gunakan band aid elastisnya untuk menyembuhkan hatimu yang terluka" Kai memberi saran. Disana terlihat coat Kai lepas, itu karena Sehun menariknya.
Bahkan Sehun mendekat dan mulai menempel pada Kai. Kai dengan sabar mencoba menarik dan menggunakan kembali coatnya yang ditarik lepas paksa oleh Sehun.
"Kemudian Chanyeol membuka kado terakhir. Itu adalah topi wolf yang sempat mencuri perhatiannya. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Semua hadiah yang salah ditebaknya tidak menjadi miliknya.
"Kalian bercanda kan? Aku akan melakukannya lebih baik, beri aku kesempatan" Chanyeol eakan tidak rela dengan kado yang terpaksa tidak menjadi miliknya.
…..
=tbc=
Bagaimana? Aku suka waktu Kai bilang dengan yakin 'kau harus memberikan itu padaku' waktu Chanyeol bingung mau kasih hadiahnya ke siapa.
Review ya..
