Dr. Boo-Chan Proudly Present

Di sini WARNING diterapkan karna ke-OOC-an,Typo yang masih bertebaran, EYD yang ngawur ,jalan cerita yang berantakkan dan segala kekurangan lainnya

DON'T LIKE DON'T READ

Disclaimer by Hiro Mashima

Chapter 5 : Broken ?

Percaya kah kalian kalau cinta itu punya titik jenuh ? Sama seperti awan, jika sudah mencapai titik jenuhnya pasti akan menjatuhkan liquid bening yang membebaninya ke bumi.

Rasa bosan saat mereka yang sedang menjalani percintaan. Rasa bosan yang di karenakan perasaan sesaat . perasaan yang tumbuh karna kejenuhan melakukan sesuatu hal yang sama, aktifitas yang sama dengan orang yang sama pula.

Seperti yang sedang di alami kekasih ku. Awalnya baik baik saja. Tapi… mungkin karna rasa bosan yang dialaminya dia mulai berubah. Tidak ada lagi ciuman sayang setiap kami kencan, tak ada pujian yang biasanya hanya di tujukan untukku, dan sikapnya yang mulai acuh kepada ku.

" Luce hari ini kita tak jadi kencan tidak apa kan?. Aku ada makan malam dengan klien ku bersama dengan Lisanna"

Isi pesan singkat yang di kirimkan Natsu kepada ku. Tidak ada kata yang menunjukkan untuk meminta persetujuan ku dan tidak ada kata yang menunjukkan bahwa dia meminta maaf karna membatalkan janji yang dia buat sendiri.

Kalian pasti bertanya tentang respon ku atas kelakuan Natsu. Mau apa lagi aku pasti akan membalas pesannya dengan kata 'tidak apa, aku mengerti kau pasti sedang sibuk. Jangan lupa makan ya sayang dan jangan terlalu lelah ' dan berharap Natsu dapat kembali seperti dulu. Natsu yang hangat kepada ku.

Walau sekarang dia mulai berubah .

Mungkin tidak ada lagi yang bisa dipertahankan dari semua ini. Haruskah ku lepaskan semuanya ? atau mungkinkah tuhan akan memberi sedikit keajaibannya untuk hubungan ini ? hubungan yang mulai memudar eksistensinya. namun aku selalu berharap bahwa hubungan ini akan kembali seperti dulu.

.

.

.

Natsu POV

Bosan itulah kata yang sekarang ada di benakku saat bersama dengan Lucy . Mungkin tidak seharusnya aku berpikir seperti itu kepada seorang gadis yang selama 5 tahun belakangan ini melengkapi hidup ku. Sebenarnya tidak ada yang salah dari Luce. Dia tetap seorang kekasih yang setia, kekasih yang rela mengantarkan bento untuk makan siang ku di kantor, gadis yang dengan suka rela membersihkan apartement ku yang cukup jarang aku bersihkan, mengingatkan agar jangan lupa makan, menasehati ku tentang buruknya merokok untuk kesehatan dan gadis yang masih dengan tulus mencintaiku.

Benar ,Tidak ada yang salah dengan Luce sama sekali tidak ada.

Entah setan apa yang membisikan kata 'bosan' itu. Tapi begitulah adanya. perasaan tak bisa di bohongi kan ?

" Natsu-san kau sedang memikirkan sesuatu ?" Lisanna membuka suara dan membuyarkan lamunan ku

" Tidak, hanya sedikit lelah. Pekerjaan kantor akhir-akhir ini sangat banyak " kilah ku

" Seharusnya kau tidak memenuhi ajakan ku untuk makan malam bersama jika kau sedang lelah Natsu-san" Lisanna terlihat mulai khawatir

" tidak apa-apa jangan terlalu dipikirkan. Lagi pula aku juga belum makan " jawab ku sambil memberikan senyum agar dapat meyakinkan lisanna

" Baiklah kalau begitu. Hm sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan pada Natsu – san " lisanna mulai membuka topik pembicaraan

" Benarkah ? apa itu ? "

" Bagaimana menurut mu tentang perasaan bosan dalam hubungan sepasang kekasih ? " lisanna bertanya dengan nada yang serius

" Entahlah mungkin itu adalah rasa yang tidak baik bagi suatu hubungan dan seharusnya rasa itu tidak boleh ada " well sebenarnya aku merasa sedang menyindir diri ku sendiri

" Yah kurasa juga begitu. Dulu aku sempat merasa jenuh dan bosan pada hubungan asmara ku "

" benarkah ? " tiba-tiba aku tertarik untuk mendengar

" Benar, dulu aku sempat mencari kesenangan sesaat dari hubungan ku dengan laki-laki lain yah sekedar menghilangkan jenuh ku. Namun aku tidak sadar akibat cara yang kuharap dapat menghilangkan rasa jenuh itu menyakiti seseorang yang sebenarnya sangat ku cintai. Sampai akhirnya aku sadar dan berbalik untuk mengejar kembali lelaki yang kucintai dengan seluruh kesungguhan hati ini " lisanna memegang dadanya seakan menunjukkan tempat hatinya berada

" lalu apa yang terjadi ? " aku bertanya

" Sungguh ku kira aku terlambat. Terlambat untuk memohon maaf padanya , terlambat untuk minta ampun kepadanya , terlambat untuk meminta agar kami dapat memulainya dari awal dan terlambat untuk berkata bahwa aku sangat mencintainya " raut lisanna berubah sedih

" Lantas.. apa hubungan kalian baik-baik saja ? "

" Yep sangat baik. Aku tidak akan mengira dia masih menuggu ku di apartemennya dan mengatakan 'okaeri' saat aku datang. Dan aku lebih tidak menyangka lagi bahwa dia melamar ku untuk menjadi satu-satunya pendamping hidupnya " dia mengakhiri ceritanya dengan seyum yang tulus, lalu lisanna menggenggam tangan ku erat

" Aku tidak ingin pengalaman bodoh ku ini terjadi pada mu Natsu-san " dia tersenyum meyakinkan

5 detik lamanya aku memerlukan waktu untuk berpikir maksud perkataan lisanna. Dalam waktu 5 detik aku lantas bangun dari kursi ku dan buru-buru merapikan barang-barang ku dan berlari untuk mengejar sesuatu yang menjadi milikku yang hampir lepas tapi tak lupa aku berkata terima kasih pada lisanna.

.

.

.

Luce tertidur di atas meja makan saat aku sampai di apartemennya. Gadis cantik itu terlihat sangat lelah dan matanya terlihat sembab yang kuduga habis menangis karna ulah ku. Perlahan aku melangkah menuju lucy berusaha agar langkah kaki ku tidak mengganggu tidur lelapnya.

Menarik kursi yang ada di dekatnya aku mendudukkan diri ku dan mulai mengamati wajah ayu gadis ini. Hingga tanpa sadar tangan ku menjelajah, mulai dari rambut blondie yang halus , pipi yang tembam dan sering merona karna ucapan cinta ku, alis yang tebal, mata beriris indah, hidung yang mancung dan juga

Bibirnya yang kissable. Disanalah tangan ku berhenti. Dan disaat itu juga aku merasa menjadi lelaki paling brengsek yang sudah membuat gadis baik seperti luce sedih. Ohh sekarang aku ingin sekali memukul diri ku sendiri

" Hmmhh Natsu kau sudah pulang ? " Lucy terbangun dan menatap ku dengan.. bolehkah aku menganggap itu pandangan bahagia ?

" Hm, apa aku mengganggu tidur mu luce ? " kembali aku menenggelamkan jari ku ke rimbunnya helai pirang itu dan mengelusnya lembut

" Tidak, sama sekali tidak ", dia menggeleng kuat " Ah, iya makanannya. Tunggu sebentar natsu aku akan menghangatkanya terlebih dulu " dan saat dia bangkit aku dengan segera menarik pergelangan tangan itu dan menjatuhkannya ke dalam pelukan ku.

" Nat…natsu ada apa ? " dia kebingungan

" Tadaima luce " gumamku pelan disamping telinganya. Dapat kurasakan tubuh luce menegang dalam pelukanku, sedetik kemudian tubuh itu bergetar pelan

" Okaeri natsu. Aku sangat merindukan mu " ungkapnya sambil menangis tersedu

" Maafkan aku Luce, bisakah kita mulai lagi dari awal ? aku berjanji akan berusaha membuat mu untuk tidak sedih luce " janji ku

" Ha'i , ayo kita mulai semuanya dari awal lagi " lucy berkata sambil tetap memelukku dengan erat

We're not broken just bent

And we can learn to love again

.

.

.

.

Dr. Boo-Chan Note :

Yahoo chapter 5 udah boo update nihh. Monggo dibaca, wkwk apa feel nya dapet ? apa bahasanya terlalu alay ? huftt niatnya pengen belajar bikin hurt gitu tapii ihhh fail banget ini *gegulingan. Ini efek galau makanya lagi candu sama yang hurt gitu deh *sapa yang Tanya. yah namanya juga belajar yakan ?

sampai jumpa chapter depan yaa ;) ah iya berkenan kah meninggalkan review ?

Spesial Thanks untuk semua reader baik yang sudah mereview dengan login ataupun tanpa login, semua silent reader yang berkenan membuang waktunya untuk membaca fic seperti ini. Boo love you so much :*

Dr. Boo-Chan