YOOO MINNAA-SAN Aza-chan kembali dengan fanfict Aza-chan yang satu ini, ano terimakasih untuk senpai yang sudah member saran Aza-chan benar-benar terbantu hontou ni arighatou ^^, dan special thanks untuk Elsa Vania, LRCN, Ayati Azkiya, Kanzo Kusuri dan para readers lainnya yang sudah membaca dan mem-favorite fanfic Aza-chan yossshhhh tanpa basa-basi lagi langsung saja SELAMAT MEMBACA MINNA-SAN ^^
"keadaannya baik-baik saja namun, mungkin dia tidak akan pernah terbangun dari tidurnya karena ini efek dari sihir infinity clock" perkataan Poluschka membuat tubuh Natsu menegang, lututnya melemas seakan dia tidak bisa menahan tubuhnya, Natsu jatuh berlutut dia tidak bisa berkata-kata lagi begitu juga dengan semua anggota guild.
"tapi…" mendengar Poluschka akan melanjutkan perkataannya Natsu kembali menatap Poluschka yang tadi sempat tertunduk
"Gadis itu bisa terbangun kembali jika dia diberi penawar yang dapat menghilangkan sihir infinity clock, penawar itu adalah Akai Ringo yang hanya bisa ditemukan di hutan terlarang yang berada di timur fiore dan penawar berbentuk buah apel ini hanya bisa ditemukan saat musim panas. Banyak mage yang mencoba mendapatkannya namun tidak pernah berhasil dan tempat itu sangat berbahaya" kata Poluschka lalu menundukan kepalanya.
"aku tidak peduli, meskipun harus kehilangan nyawaku aku akan tetap menyelamatkan Luce" kata Natsu dengan yakin.
"Lucy adalah anggota keluarga kita, kita harus menyelamatkannya meskipun nyawa taruhannya. Aku akan memanggil master untuk mengatur strategi sebelum kita pergi mencari penawar itu" kata Erza, semua anggota guild mengangguk pertanda setuju. Melihat semangat seluruh anggota guild Fair Tail, Poluschka tersenyum lembut.
"kau beruntung Makarov, anak-anak ini benar-benar luar biasa" Kata Polucshka dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
Setelah berunding dengan master dan untungnya bulan ini adalah musim panas karena Akai Ringo hanya bisa ditemukan di musim panas saja, akhirnya telah diputuskan bahwa tim Natsu akan mememulai perjalanan mereka esok pagi sedangkan yang lainnya tetap di guild untuk mencari informasi lebih tentang buah Akai Ringo dan mengirim informasi tersebut melalui sihir telepati Warren. Karena hari mulai malam beberapa anggota guild mulai kembali ke kediaman mereka masing-masing namun tidak dengan Natsu dia justru berjalan menuju ke ruang ke sehatan guild, dia membuka pelan pintu yang terbuat dari kayu itu dan berjalan menuju kasur dimana tempat seorang gadis yang dia- sangat dia cintai berada seperti yang dia lakukan sebelumnya duduk disampingnya sambil menggenggam tangannya yang sudah mulai menghangat dari pada sebelumnya. Menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan untuk seorang Natsu Dragneel, sedih, sakit hati, takut, khawatir semua itu bercampur aduk. Hal ini mebuat dadanya sangat sakit, biasanya dia dapat menahan segala macam rasa sakit yang dia dapatkan akibat serangan musuh namun kali ini seorang Natsu Dragneel benar-benar tidak berdaya.
"ne Luce, kau bisa mendengarkukan?" tangan Natsu yang menggenggam tangan Lucy sedikit bergetar
"bertahanlah Luce sebentar lagi, kau pasti kembali pulih aku…a-aku ber-berjanji"hal yang sangat jarang terjadi, ya Natsu meneteskan air mata karena rasa sakit yang sudah tak bisa dia tahan lagi.
"se-sejak dulu, sebenarnya ada se-sesuatu ya-yang ingin aku katakan pa-padamu Luce, aku ingin mengatakan kalau aku….a-aku men-mencintaimu Luce. Sangat men-mencintaimu dulu hingga kini karena itu berjanjilah pa-padaku ba-bahwa kau akan terbangun sa-saat aku memberikan obat penawar untukmu dan a-aku harap ka-kau akan terus bersamaku, selalu di-disisiku. Ki-kita ber-berdua akan se-selalu bersama..….se-selamanya" air mata Natsu mengalir semakin deras, namun saat dia memandang Lucy dia melihat setetes air mata mengalir di pipi Lucy. melihat air mata Lucy yang mengalir membuat Natsu berusaha untuk menghentikan air matanya dan dia lalu mengusap air mata yang berada di pipi Lucy.
"go-gomen ne Luce, sudah membuatmu sedih" kata Natsu yang masih mengusap pipi Lucy. Tiba-tiba rasa kantuk menyerangnya matanya mulai terasa berat tak butuh waktu lama Natsu tertidur pulas dengan posisi tangan yang masih menggenggam tangan Lucy. benang merah imajiner yang terikat di masing-masing jari mereka mungkin sekarang telah terikat semakin erat dan tidak akan pernah terputus sedikitpun…..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Keesokan harinya
Natsu masih tertidur pulas disamping Lucy dengan posisi yang tidak jauh berbeda sejak malam tadi, sinar mentari keemasan menembus kaca bening yang terdapat di ruang kesehatan guild Fairy Tail membuat mata sang pemuda berambut salmon ini sedikit terbuka dan pada akhirnya matanya terbuka sepenuhnya.
"hmmm, sudah pagi" yang pertamakali Natsu pandangi bukannlah langit cerah yang berada dibalik jendela namun wajah cantik dari gadis berambut blonde yang masih dalam keadaan seperti orang yang tertidur.
"ohayou, Luce" kata Natsu sambil mengusap rambut pirang keemasan milik Lucy, Natsu terus memandangi wajah Lucy hingga suara lembut seorang gadis mengalihkan perhatiannya
"Natsu…" seorang gadis berambut putih memasuki ruang kesehatan guild
"ohayou, Mira" sapa Natsu kepada gadis bersurai putih yang ternyata adalah Mirajane, melihat wajah Natsu yang tidak begitu semangat membuat Mirajane merasa sedih selain itu dia merasa bahwa Natsu yang didepannya ini bukan Natsu yang diakenal selalu ceria, penuh semangat, dan selalu membuat onar
"Ohayou Natsu, ne kau tidak bersiap-siap? bukankah kau akan pergi mencari obat penawar untuk Lucy pagi ini, jam 9 kau akan berangkat kan?" Tanya Mirajane pada Natsu
"ya benar, memangnya sekarang jam berapa?"
"sekarang masih jam 6.30, lebih baik kau bergegas kembali ke rumahmu dulu sebelum Erza memarahimu karena kau belum bersiap-siap" Kata Mirajane sambil berusaha tersenyum lembut, meski masih tersirat rasa sedih melihat keadaan Lucy dan Natsu
"baiklah, aku akan kembali dulu untuk berkemas-kemas" setelah itu dia kembali menatap Lucy sambil mengelus rambutnya
"aku pergi dulu ya, Luce. Aku berjanji akan segera kembali" setelah itu dia mengecup kening gadis yang dia cintai itu dan berjalan keluar sebelum itu dia berpapasan dengan Mirajane
"Mira, aku titip Luce. Tolong jaga dia hingga aku kembali Nanti"
"hm.., itu pasti" kata Mirajane sambil menganggukan kepalanya.
"terimakasih Mira, aku pergi dulu"
"iterasshai, hati-hati Natsu…" Mirajane memandang pintu yang tertutup itu
"aku yakin kau pasti bisa menyelamatkan Luce"
.
.
Setelah Natsu kembali kerumahnya dan berkemas, dia dan happy #yang tadi malam menginap di rumah Wendy berjalan menuju guild di depan pintu guld terlihat Erza dan Gray yang sudah menunggu
"baiklah kita semua sudah disini, ayo kita berangkat" kata erza dan merekapun memulai perjalanan. Mungkin sesuatu yang sangat berbahaya sedang menanti mereka namun mereka akan melakukan apapun demi nakama mereka itulah Fairy tail terlebih Natsu tekadnya untuk menyelamatkan Lucy sunggu besar dan api yang berkobar didalam hatinya sangat membara…..
TBC
NOTE: maaf karena wendy tidak Aza-chan ikutkan dalam misi ini #gomen buat penggemar wendy
Yosshh akhirnya selesai juga chapter ini, baiklah Aza-chan tunggu review dan komentar para juri sore ja matta na~
