Yooo Minna-san, kembali lagi dengan cerita Aza-chan yang satu ini. Yoshh tanpa basa-basi lagi langsung saja selamat membaca minna-san


Natsu, Happy, Erza dan Gray masih melanjutkan perjalanan mereka menuju hutan terlarang yang berada di timur Fiore. Selama perjalanan Natsu sama sekali tidak berbicara sepatah katapun namun Erza, Gray dan Happy sudah tau penyebab perubahan sifat Natsu, mereka juga merasakan apa yang Natsu rasakan. Ya…., perasaan jika orang yang sangat kau cintai sedang dalam keadaan antara hidup dan mati. Mereka tak bisa mengatakan apa-apa mereka juga terdiam dan hanya menatap Natsu dengan tatap nanar.

"Natsu….."gumam Happy, meskipun Natsu mendengar gumaman Happy, dia tidak menjawab sama sekali. Sedikit demi sedikit mulai terlihat pepohonan hijau nan rindang mulai terlihat dan mereka sekarang sudah berada di depan hutan terlarang tempat dimana Akai Ringo berada.

"jadi…, ini hutan terlarang itu?" Tanya Gray

"ya, di hutan ini terdapat banyak monster berbahaya dan sebelumnya Levy menemukan sebuah informasi kalau buah itu hanya terdapat satu di setiap musimnya jadi mungkin saja ada penyihir lain yang mengincarnya jadi berhati-hatilah " kata Erza memperingatkan, disertai anggukan Gray dan Happy

"aku akan mendapatkan buah itu, aku akan menyelamatkan Luce apapun yang terjadi" kata Natsu dengan tangannya yang terkepal erat, Erza menepuk pundaknya.

"tenang saja kita pasti dapat menyelamatkannya" mereka melanjutkan perjalanan, mereka memasuki hutan tersebut. Monster-monster berbahaya mulai menyerang, namun mereka semua dapat mengatasinya.

"O-oi Erza, sebenarnya dimana letak buah itu?" Gray mulai terlihat kelelahan mungkin karena dia sudah terlalu banyak mengeluarkan sihir untuk menyerang monster-monster berbahaya itu

"a-aye" bahkan Happy sudah pingsan ditempat

"Erza, apa Poluschka memberitau tempatnya?" akhirnya Natsu mengeluarkan pertanyaan pertamanya selama perjalanan ini.

"hmm….., aku rasa tidak"

"AAAPAAA?" tubuh Gray dan Happy memutih, sedangkan Natsu hanya bersweet drop saja.

"Erza, kau bisa dengar aku?" tanpa sengaja mereja mendengar suara atau mungkin lebih tepatnya seperti telepati dan pastinya sihir telepati itu berasal dari Warren (Note: italic = suara telepati)

"Ada apa, Warren?"

"Levy dan Mirajane menemukan sesuatu"setelah itu terdengar suara Levy

"Erza, aku menemukan informasi tentang letak Akai Ringo, buah itu terletak disebuah goa ditengah hutan namun kalian harus berhati-hati karena didalam goa itu terdapat banyak jebakan berbahaya"

"baiklah kalau begitu, Arigathou na Levy"

"Yokata, Arigathou Kami-sama" batin Gray dan Happy bersamaan

"baiklah kita lanjutkan perjalanan" ujar Natsu dan dia berjalan lebih dahulu meninggalkan Erza, Gray dan Happy dibelakang

"Natsu, matte yo" Happy terbang menyusul Natsu, Erza dan Gray saling berpandangan setelah itu mereka menyusul Natsu.

"sepertinya mereka juga mengincar buah itu" kata sesosok laki-laki berjubah hitam yang sedari tadi mengawasi mereka

"dan sepertinya salah satu dari mereka seorang dragon slayer, aku tidak akan membiarkan mereka merebut buah itu dari kita" sahut seorang yang sepertinya dari suaranya adalah seorang gadis yang juga memakai jubah namun jubahnya berwarna coklat

"tentu saja, kita harus mencegah mereka mengambil buah itu" setelah itu sosok mereka berdua menghilang secara tiba-tiba

.

.

.

.

.

.

.

.

DI TENGAH HUTAN

"hmm, sepertinya ini tempatnya" kata Erza dan sekarang mereka sudah berada di depan sebuah goa besar yang di kelilingi dedaunan dan tumbuhan liar.

"ayo kita masuk" Erza mengeluarkan pedang dari sihir equipnya dan memotong tumbuhan yang menghalangi jalan masuk goa itu, setengah perjalanan di dalam goa tersebut tidak terjadi apa-apa namun tak berselang lama tanpa sengaja Gray menginjak sesuatu dan goa itu terasa begoncang, tiba-tiba….

"MINNA ABUNAI" tiba-tiba saja dari atas goa, sekumpulan besi-besi yang barujung tajam berjatuhan dan hampir menimpa mereka. Tidak berakhir disitu semburan api keluar dari sisi kiri dan kanan dinding goa, Natsu langsung menghirup (mungkin lebih tepatnya memakan) semburan api tersebut selanjutnya tanah yang berada di lantai goa tersebut jatuh kebawah dan membuat mereka hampir terjatuh. Semua jebakan berbahaya tersebut berhasil mereka lewati. Mereka menemukan Akai Ringo namun buah tersebut berada di tengah goa yang dikelilingi jurang hitam yang tak berujung namun ditengahnya terdapat batu yang melayang membentuk jembatan menuju akai Ringo, saat Erza mencoba untuk menginjak batu pertama batu tersebut terjatuh dan tidak dapat mucul lagi.

"sekarang bagaimana kita mengambil buah itu" Tanya Gray

"Happy, bisa kau membawaku terbang ke sana?" Tanya Natsu pada Happy

"Aye!" Happy mengeluarkan sihir Aeranya dan membawa Natsu terbang, namun saat mereka mendekati tempat Akai Ringo mereka sedikit terhempas akibat menabrak sesuatu yang melindungi buah itu semacam sihir pelindung. Mereka mencobanya sekali lagi namun tidak berhasil meskipun Natsu sudah memakai sihirnya tetap saja tidak dapat menembus sihir pelindung tersebut.

"bagaimana ini? Kita tidak bisa menembusnya" Happy terlihat kebingungan begitu juga Gray dan Erza, tanpa sengaja Natsu melihat sesuatu yang tertulis di sebuah dinding namun dia tidak bisa membacanya

"apa maksudnya ini?" kata Natsu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal

"apa itu?" Erza, Gray dan Happy pergi mendekati Natsu dan benar saja mereka melihat sebuah tulisan kuno yang tidak dapat dimengerti.

"aye, mungkin aku bisa membacanya sedikit" ujar Happy (dikalahin sama kucing what-_-)

"cinta sejati adalah cinta yang tulus, yang memberikan kebahagiaan abadi dan dapat menyembuhkan hati yang gersang" setelah mendengar hal yang diucapkan Happy, secara spontan Erza dan Gray mengarahkan pandangannya pada Natsu. Merasa dipandangi Natsu hanya membalas dengan kata "apa", tanpa pikir panjang Erza menarik Natsu kembali ke jembatan batu tadi.

"ne Natsu, apa kau tidak mengerti maksud dari tulisan tadi?" Tanya Erza dan hanya dibalas dengan gelengan kepala Natsu

"cih, baka" kata Gray namun Natsu tidak menggubrisnya

" sekarang coba kau pikirkan perasaanmu pada Lucy" Tanya Erza

"perasaanku…., o-ohh" sepertinya Natsu baru mengerti sekarang, yah meskipun terjadi perubahan sifat yang drastis padanya tetap saja kebodohannya tidak berubah. Natsu akhirnya mencoba melangkah menuju batu kedua sambil memikirkan dan merasakan apa yang dirasakannya selama ini saat dia ada bersama dengan Lucy, hasilnya dia dapat menginjak batu itu tanpa terjatuh dan batu yang telah dia langkahi mengeluarkan cahaya keemasan yang sangat indah. Tak butuh waktu lama Natsu mengambil buah itu dan berhasil akan tetapi goa itu menjadi berguncang seperti akan hancur, untungnya terdapat sebuah jalan keluar yang terbuka tanpa pikir panjang mereka semua berlari keluar goa tersebut.

"ayee, akhirnya kita berhasil mendapatkannya" Kata Happy terlihat senang

Entah apa yang mereka pikirkan, mereka secara serempak kembali memandang kearah Natsu. Mereka melihat Natsu memandang buah yang ada ditangannya itu sambil tersenyum namun senyuman itu berbeda dari senyuman Natsu yang biasanya, senyuman yang berkata seolah masih ada harapan dan mereka juga ikut tersenyum

"hei kalian, berikan buah itu pada kami" sosok dua orang berjubah yang sedari tadi mengawasi mereka selama dihutan mucul secara tiba-tiba di depan mereka

"siapa kalian?" Erza sudah bersiap dengan sihir equipnya begitu juga dengan Gray dan Natsu

"kalian tidak perlu mengetahui siapa kami karena kami akan menghabisi kalian sekarang juga, Fairy Tail" sahut gadis itu dan mereka berdua akan bersiap untuk menyerang Erza, Gray dan Natsu

TBC…..


Yossshhh akhirnya selesai juga chapter 3 dari fanfict ini, demo Aza-chan minta maaf kalau masih terlalu pendek T_T. yupp saatnya membalas review:

Kanzo kusuri: arigathou atas reviewnya, yoshh Aza-chan sudah mencoba untuk memperpanjang chapter ini. Gomen kalau masih terlalu pendek

Hayati JeWon: aye sudah Aza-chan lanjutkan, arigathou ne untuk reviewnya^^

Shiura Mirashi: aye arigathou ne Shiura-chan atas reviewnya, etoo soal Lucy akan mati atau enggak itu dirahasiakan tetap ikuti cerita ini ya hehehe^^

Sekian dari Aza-chan tunggu chapter selanjutnya ne dan juga Aza-chan tunggu review dari para readers-san dan juga para juri untuk Nalu day completion SOREEJAAAA MATTA NA~