Yooo, Minna-san Aza-chan kembali lagi demo Gomenasai Minna karena Aza-chan telat update chapter 4 karena Aza-chan baru saja selesai ujian dan belum dapet feel + inspirasi yossh tanpa basa basi lagi selamat membaca minna-san


"kalian tidak perlu mengetahui siapa kami karena kami akan menghabisi kalian sekarang juga, Fairy Tail" sahut gadis itu dan mereka berdua akan bersiap untuk menyerang Erza, Gray dan Natsu. Gadis berjubah itupun mulai berlari kearah Gray dan berusaha menyerang Gray dari tangannya terlihat cahaya merah dan cahaya itu membentuk sebuah pedang yang siap menusuk Gray

"RED LIGHT SWORD!" dan untung saja Gray dapat menghindar namun tanpa sengaja tudung jubah gadis itu terbuka menampakan wajah putih gadis itu dengan rambut putihnya yang dikat pig tail dan matanya yang berwarna biru, melihat gadis itu membuat Gray teringat akan seseorang….

"ka-kau Angel dari Oracionseis?"

"karena kau kakakku tidak dapat menggunakan sihirnya lagi, dia benar-benar terpuruk KAU TAU ITU HAH?!" gadis itu terus mencoba menyerang Gray dengan pedang merahnya

"sepertinya kalian berdua membutuhkan tempat privasi untuk bicara ya?" seorang lagi yaitu laki-laki yang berjubah mengeluarkan cahaya biru tua dari tanganya dan tangannya diarahkan kearah Gray dan gadis tadi

"Doko ka ni kieru" dan tiba-tiba saja Gray bersama gadis itu menghilang entah kemana

"GRAY!" Erza, Natsu serta Happy terkejut akan apa yang mereka lihat tadi, Gray bersama gadis itu menghilang entah kemana dan sekarang tinggal Erza, Natsu serta Happy bersama laki-laki berjubah yang terlihat dari senyuman dibibirnya menampakan seringaian yang misterius

"Kau apakan teman Gray?" Natsu kini terlihat marah dan ingin sekali membakar laki-laki itu

"hmmm, tidak ada aku hanya menyikirkannya saja" jawab laki-laki itu santai

"kuso omae" tubuh Natsu mulai diselimuti api

"tunggu Natsu biar aku hadapi dia, kau dan Happy lebih baik bawa buah ini dulu dan pergi dari sini. Karena hanya buah itu satu-satunya yang dapat menyelamatkan Lucy"

"ta-tapi" Natsu mencoba mengelak

"sudah cepat pergi dari sini!" Erza membentak Natsu, Natsu tidak dapat mengatakan apa-apa lagi

"cih, tapi kau harus cepat menyusulku bersama si ice prince" Natsu berlari meninggalkan Erza dan laki-laki berjubah itu

"tenang saja, aku akan mengatasinya" jawab Erza sambil memandang Natsu yang mulai tak terlihat

"hoo, sepertinya kau sangat yakin dapat mengalahkanku ya?" laki-laki itu angkat bicara

"sebenarnya siapa kau? Dan apa maumu?" Tanya Erza yang sudah bersiap dengan heaven wheel's armor-nya

"baiklah jika kau memaksa, aku akan memperkenalkan diriku" Laki-laki itupun membukan jubahnya dan Erza begitu terkejut akan apa yang dia lihat, wajah laki-laki itu kembali mengigatkannya akan kenangan pahit yang masih tersimpan dibenaknya ya wajah seorang laki-laki yang pernah menyelamatkan hidupnya dan sangat mustahil kalau dia masih berada di dunia ini…..

"Si-simon, tidak mungkin" sangat mustahil bagaimana dia bisa ada disini? Itulah pertanyaan yang sekarang berada di benak Erza.

"Siapa yang kau panggil Simon? namaku Kurohaku Mikazuchi dan tujuanku adalah mengambil buah itu dari kalian Fairy Tail" laki-laki yang bernama Kurohaku itu mengarahkan tangannya kearah Erza dan terlihat cahaya biru tua seperti laser menuju kearahnya sangat cepat, Erza berhasil menghidar dan laser itu menghancurkan goa yang tadinya menyimpan buah Akai Ringo itu. Tempat itu hancur tidak bersisa

"tidak dia bukan Simon, Simon sudah meninggal dia tidak mungkin masih hidup" kata Erza dalam hati

"tidak akan aku biarkan kau mengambil buah itu dari kami" Erza menghunuskan salah satu pedangnya menuju Kurohaku. Kurohaku sama sekali tidak bergerak untuk menghindari serangan Erza dan saat ujung medang itu mengarah kewajahnya bedangitu hancur berkeping-keping, laki-laki itu kembali menunjukan seringaian di wajahnya

"hanya itu kemampuanmu, benar-benar payah. Hahh, baiklah sekarang giliranku" Kurohaku menutup matanya dan dari tubuhnya keluar cahaya bitu yang membentuk anak panah yang mengarah kearah Erza

"Ao no Yumi" beribu busur panah menerjang Erza

" Kanso Adamantite Armor" dengan cepat Erza merubah equipnya dengan tameng yang berada dikedua tangannya, Erza terus menahan busur-busur panah itu namun tak lama kemudian salah satu busur panah itu membuat ledakan besar. Erza gagal menghidari serangan tersebut. Tak lama terlihat Erza dengan tubuh yang dipenuhi luka dan armornya yang hampir hancur Erza mencoba untuk bangkit namun tidak bisa dan pandangannya pun mulai kabur.

"aku mengira kau sangat kuat, titania ternyata julukan itu tidak pantas untukmu"

"si-sial…, maafkan aku Natsu" mata Erza mulai tertutup

"hah, tidak menarik lebih baik aku mengejar laki-laki berambut pink itu"

.

.

.

.

.

.

Sementara itu disuatu tempat didalam hutan

Gray terus bertarung dengan gadis itu, dan gadis itu cukup kuat sehingga Gray terlihat sedikit kewalahan

"ICE MAKE, RANSU" tombak-tombak es menerjang gadis yang ternyata adalah adik dari Angel Oracionseis, gadis itu menghindari serangan gark dan mencoba menghunuskan pedang merah menyalanya menuju Gray

"DEATH RED LIGHT" pepohonan terlihat tumbang akibat tebasan pedang gadis itu

"sebenarnya apa maumu hah?" Tanya Gray sambil terus berusaha menghidar dari serangan gadis itu

"aku ingin membalaskan dendam kakaku padamu!" dari wajah gadis itu terlihat perasaan dendam yang seakan tidak bisa dimaafkan

"kau sudah melukai kakakku, kau melukainya, kau menyakitinya, kau sudah menghancurkan impiannya" tebasan pedang gadis itu sedikit mengenai Gray dan membuat goresan pada bahu Gray

"apa maksudmu? Kakakmu hampir saja terperangkap dalam kegelapan"

"aku sudah menyelamatkannya, aku tidak ingin seorangpun tenggelam dalam kegelapan" kata Gray menjelaskan semuanya pada adik dari Angel itu

"apanya yang menyelamatkan hah? Kau tau akibat kau dia tidak ingin menjadi penyihir lagi, dia tidak ingin menguasai dunia ini bersamaku" Gadis itu mengarahkan pedangnya kearah dada Gray dan hampir saja mengenainya

"menguasai dunia katamu?" Gray dan gadis itu berhenti menyerang, dan gadis itu menundukan kepalanya shingga poni putihnya menutupi sebagian wajahnya

"aku ingin menguasai dunia ini, membuat dunia yang baru bersama kakaku. Dunia yang bebas dari penderitaan"

"kau tidak akan bisa menguasai dunia ini" Gray menatap tajam kearah gadis itu

"ap-apa katamu?" gadis itu terlihat sangat marah dan di tangannya terlihat cahaya merah membara dan bukan pendang lagi, cahaya itu semakin membesar seakan siap untuk meledak kapan saja

" KAU TIDAK AKAN BISA MENGUASAI DUNIA INI" Gray bersiap mengeluarkan sihirnya

Dan mata gadis itu berubah menjadi merah dan akhirnya mereka berdua mengarahkan sihir mereka satu sama lain dan..

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

DUUAARRR

.

.

Terjadi ledakan yang sangat besar, debu-debu menutupi pandangan dan saat debu itu memudar terlihat gadis itu tergeletak tak berdaya dan Gray masih tetap berdiri namun tubuhnya dipenuhi luka

"hah…, hah…." Nafas Gray memburu dan akhirnya dia tergeletak ditanah

"p-penderitaan yang kau alami itu semua a-adalah takdir namun kau masih bisa mengubah takdir itu ta-tanpa harus mengubah dunia" gadis itu mendengar kata-kata Gray sebelum akhirnya Gray menutup matanya. Mendengar perkataan Gray gadis itu teringat kembali akan memori bersama kakaknya dan salah satu kata-kata kakaknya dulu..

Flashback on

"Angel-neechan ada apa?" seorang gadis kecil sedang melihat kakaknya yang memandang langit biru

"tidak mary, hanya saja aku ingin sekali kita terbebas dari penderitaan ini" kata gadis yang ternyata adalah kakak dari gadis kecil bernama Mary

"hohh, baiklah kalau begitu suatu saat nanti aku akan menguasai dunia ini dan menghapuskan penderitaan dari dunia ini" Mary menunjukan senyumannya yang lebar

"hmm, kalau begitu kita buat dunia kita sendiri" kata Angel sambil mengelus kepala adiknya

Flashback off

"Kakak…." Mata gadis itu yang diketahui bernama Mary, mulai memberat dan akhirnya tertutup sempurna


Sementara itu Natsu terus berlari bersama Happy yang terbang disampingnya, Natsu masih mengenggam buah itu namun pikirannya terasa gelisah memikirkan keadaan teman-temannya.

"Ne… Natsu, bagaimana keadaan Erza dan Gray sekarang?"

"Aku juga tidak tau Happy, perasaanku tidak enak" mereka masih terus berlari hingga tiba-tiba sebuah panah berwarna biru tua menancap dan membuat ledakan yang besar

"hampir saja" Kata happy yang melayang membawa Natsu menghidari ledakan itu

"ap-apa yang terjadi? Siapa kau tunjukan dirimu!?" Natsu menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan orang yang menyerangnya

"ohh, ternyata kau berhasil menghindar dari seranganku ya Salamander" terdengar suara laki-laki. Happypun menurunkan Natsu dan cahaya biru laser melesat cepat kearah Natsu dan lagi Natsu berhasil menghindari serangan itu. Tak lama terlihat bayangan laki-laki dan saat Natsu melihat wajahnya reaksinya juga sama seperti Erza sebelumnya

"ka-kau, bukannya Simon? Tapi kenapa bisa?" pertanyaan Natsu hampir sama dengan Erza

"hei, pertanyaanmu itu sama dengan perempuan berambut merah tadi" mendengar perkataan Natsu, dia semakin khawatir akan keadaan teman-temannya

"Erza, apa yang kau lakukan padanya?" Natsu mengeluarkan apinya

"aku sudah menghabisinya, hah ternyata mudah sekali" mata Natsu terbelalak mendengar perkataan Kurohaku yang tadi bertarung melawan Erza. Kemarahan Natsu sudah tak terbendung lagi tubuhnya sekarang terselimuti oleh api kemarahannnya

"ka-kau sudah melukai teman-temanku, tidak akan kubiarkan kau hidup" Natsu mulai menyerang Kurohaku

"sepertinya ini akan menarik"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC


Akhirnya selesai juga chapter ini, selanjutnya adalah chapter terakhir yoshh kalau begitu terimakasih atas Reviewnya ne Kanzo kusuri, Hayati JeWon dan Ann kyouka dan Aza-chan minta maaf kalau adegan pertarungannya kurang greget atau kurang terasa. Baiklah Aza-chan tunggu Review dari Minna-san juga komentar para juri soreja matta na~