KONICHIWA MINNA-SAN, genki? Oh iya Aza-chan cumin mau ngasih tau kalau ini adalah LAST CHAPTER jadi tanpa basa-basi lagi langsung saja selamat membaca Minna-san ^^


"Sepertinya ini akan menarik" kata Kurohaku sambil menunjukan seringaian misteriusnya

"cihh, Urusai!" Natsu segera berlari menuju Kurohaku dengan api yang membara di tangannya

"Karyuu no tekken" saat Natsu akan menyerang Kurohaku, tiba-tiba saja ia menghilang dari hadapan Natsu dan dengan cepat Kurohaku berada dibelakang Natsu

"Kurayami ken" tangan Kurohaku mengeluarkan sebuah pedang berwarna biru tua yang akan menusuk Natsu dan pedang itu nyaris menusuk Natsu tepat di jantungnya

"NATSU!" teriak Happy, untung saja Natsu berhasil menghidarinya

"ternyata kau cukup kuat ne salamander, tapi tidak cukup kuat untuk melawanku" Kurohaku kembali menghilang dihadapan Natsu. Natsu menoleh ke segala arah dan saat dia melihat keatas, Kurohaku muncul di atasnya sambil mengarahkan ujung medangnya kearah Natsu. Natsu segera menghindari serangan itu

"Sebenarnya apa yang kau inginkan?" Tanya Natsu dengan geram

"yang kuinginkan hanya buah itu" Kurohaku menunjuk buah yang sedang dipegang Happy

"untuk apa kau menginginkannya?"

"hah? Untuk apa? Tentu saja untuk menambah kekuatanku, apa kau belum tau, salamander? Buah itu dapat membuat kekuatan sihirmu menjadi semakin kuat bahkan kau dapat mengalahkan dewan sihir dengan kekuatanmu sendiri"

"tunggu apa lagi, serahkan buah itu padaku"

"Tidak akan kubiarkan"

"kita lihat saja" pedang Kurohaku lalu berubah menjadi sebuah pisau berwarna biru tua, Kurohaku berlari kearah Natsu, Natsu juga berlari kearah Kurohaku

"Karyuu no Yokigeki" saat Natsu akan mengarahkan sihirnya kearah Kurohaku, dengan cepat Kurohaku berpindah posisi kearah belakang Natsu namun Natsu terlambat menghindarinya

"Kau terlambat, Salamander" pisau Kurohaku menusuk tepat kearah jantung Natsu

"TIDAKK, NATSUU" Happy yang melihat kejadian itu matanya terbelalak dan kaki mungilnya seakan tidak sanggup menahan tubuhnya. Buah itu juga terjatuh dari genggamannya. Natsu tersungkur sambil memegang dadanya yang tadi tertusuk, darah terus mengalir dari dadanya. Natsu terus mencoba untuk bangkit namun tetap tidak bisa tak lama kemudian kedua matanya terasa berat dan akhirnya tertutup sempurna. Happy berjalan menuju kearah Natsu

"Nat-Natsu…hiks… Natsu bangun hiks…" Happy mengguncangkan tubuh Natsu, namun Natsu tidak merespon, Kurohaku mengambil buah akai ringo tersebut.

"gomen ne Luce…."

Sementara itu….

"di-dimana ini, apa aku sudah mati?" kini yang dilihat Natsu hanya hitam tidak ada cahaya hanya kegelapan yang dia lihat

"Natsu, Natsu" tiba-tiba saja terdengar suara, suara yang sangat lembut, suara yang sangat Natsu rindukan selama ini. Suara seorang gadis yang sangat dia cintai

"Lu-Luce, itu kau?"

"Ya ini aku, Natsu" terlihat sebuah cahaya keemasan yang mengarah kearah Natsu, Natsu mengangkat tangannya seolah-olah ingin meraih cahaya itu. Saat cahaya itu semakin dekat dengannya, Natsu menutup matanya dan saat dia kembali membuka matanya ruangan yang berwarna hitam tadi berubah menjadi warna putih dan samar0-samar dia melihat sosok gadis pirang, gadis itu mengenakan dress putih dan dia berjalan menuju kearah Natsu. Natsu menyadari siapa gadis itu, Gadis itu berada di depan Natsu. Natsu merasakan kedua tangan gasi itu berada di pipinya, gadis itu tersenyum lembut. Mata Natsu masih belum berpaling dari wajah gadis itu, perlahan-lahan Natsu menggenggam tangan gadis itu yang masih berada di pipinya

"Lu-Luce.."

"Natsu.." ya, gadis itu adalah Lucy. Gadis yang sangat Natsu cintai

" Luce, ini benar-benar kau" Natsu memeluk Lucy dengan sangat erat, mereka berdua jatuh terduduk.

"aku merindukanmu, Luce" Natsu mempererat pelukannya seakan tidak akan membiarkan gadis itu menghilang dari hadapannya

"begitu juga aku, Natsu" Lucy membalas pelukan Natsu, Lucy merasakan tubuh Natsu bergetar hebat

"Natsu, kau kenapa?" Lucy melepas pelukannya, saat dia menatap wajah Natsu. Terlihat air mata yang mengalir di pipi Natsu, Lucy menghapus air mata yang mengalir di pipi Natsu.

"aku takut kehilanganmu, Luce" Natsu kembali menggenggam tangan Lucy

"tidak Natsu, aku tidak akan meninggalkanmu. Tidak akan pernah karena itu tetaplah hidup Natsu" Lucy menunjukan senyum manisnya, sangat manis bagi Natsu. Natsu menarik Lucy mendekat padanya, wajah mereka semakin dekat dan akhirnya bibir mereka saling terpaut. Cahaya keemasan menyelimuti mereka berdua dan saat mereka melepas ciuman mereka, cahaya menyilaukan membuat Natsu tidak dapat melihat Lucy. Natsu perlahan menutup matanya….

.

.

.

.

.

.

.

"tetaplah hidup, Natsu"

.

.

.

.

.

NATSU POV

"hueee, Natsu bangun… hiks Natsu" terdengar suara Happy memanggil namaku, aku mencoba untuk membuka mataku lalu samar-samar aku melihat seseorang menggenggam buah obat penawar untuk Lucy, tanpa mempedulikan rasa sakit didadaku. Aku terus berjalan kearah orang itu, orang itu membalikan badannya dan melihatku dengan raut wajah terkejut. aku akan menyelamatkan Lucy apapun yang terjadi

NATSU POV END

"hiks.. Natsu" Happy hanya memandangi Natsu yang berjalan kearah Kurohiku

"ap-apa? Bagaimana kau bisa?" Kurohaku terihat terkejut mengetahui Natsu masih hidup dan berjalan kearahnya

"Tidak akan aku biarkan" tubuh Natsu mulai diselimuti api bercampur petir, Natsu masih terus berjalan kearah Kurohaku

"cih, Ao bukuhatsu" Kurohaku mengarahkan sihirnya kearah Natsu, sehingga membuat ledakan besar. Namun mata Kurohaku terbelalak melihat bayangan Natsu terlihat dibalik debu-debu dan asap, terlihat Natsu masih terus berjalan kearahnya

"Na-Nani?" Natsu mulai berlari kearahnya

"Raienryuu no…." Natsu berlari semakin cepat kearah Kurohaku sambil mengarahkan tangannya yang diselimuti api dan petir kearah Kurohaku

"KOUKEN!" Natsu mengarahkan tinjunya kearah Kurohaku, Kurohaku yang terkena serangan Natsu langsung terpental hingga tubuhnya menghantam batu besar sehingga akhirnya dia terkapar tidak bergerak.

"hah….hah…." nafas Natsu memburu, Natsu tidak sanggup berdiri lagi akhirnya dia terjatuh akibat mengeluarkan sihir terlalu besar

"Natsu, oi Natsu….."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Natsu, syukurlah akhirnya kau sadar" terdengar suara Mirajane.

Setelah itu Natsu melihat sekelilingnya. Tempat itu tidak asing baginya, terlihat berbagai macam obat yang terletak rapi di sebuah lemari, juga beberapa tempat tidur dan disampingnya terlihat seorang gadis berambut pirang yang terlihat tertidur di samping tempat tidurnya. Selain itu disampingnya juga terdapat Erza dan Gray yang hampir sekujur tubuhnya berbalut perban.

"Lu-Luce" Natsu mencoba untuk bangkit

"Natsu, tenanglah dulu" kata Erza mencoba menenangkan Natsu

"Luce…" namun Natsu masih mencoba untuk bangkit, teman-temannya hanya bisa membantunya untuk duduk di pinggir tempat tidur

"Bagaimana dengan Luce?" Tanya Natsu

"Natsu…., Lucy masih belum tersadar sejak kemarin. Meskipun potongan Akai ringo itu sudah kami berikan padanya" jelas Lisanna dengan mata berkaca-kaca

"tidak, tidak mungkin Luce pasti akan sadar. Luce.." Natsu berdiri dari tempat tidurnya menuju kearah tempat tidur Lucy, dia memandang Lucy dan menggenggam tangannya yang terasa dingin

"Natsu.." teman-temannya memandang Natsu dengan tatapan nanar, tiba-tiba…

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

BRAAKK

.

.

.

.

.

"Minna, aku menemukan sesuatu" Levy berjalan menghampiri teman-temannya sambil memegang sebuah kertas yang kelihatannya berasal dari sobekan sebuah buku

"ada apa, Levy" Tanya Erza pada Levy

"aku menemukan cara agar Lucy bisa sadar, disini dikatakan kalau buah itu akan berfungsi untuk menghilangkan pengaruh sihir pada seseorang jika orang yang ia cintai memakannya lalu…..me-menciumnya" wajah Levy entah mengapa menjadi memerah. Tanpa pikir panjang Erza, Levy, Gray, Happy, Mirajane, Lisanna yang berada di ruangan itu menoleh serempak kearah Natsu.

"Mira, bisa kau ambilkan setengah sisa potongan buah itu" Kata Erza pada Mira

"tentu saja" Mirajane segera mengambil sisa potongan buah itu

"ini dia Erza" Erza mengambil potongan buah itu

"Natsu, cepat kau makan buah ini S-E-K-A-R-A-N-G" Erza memberikan buah itu pada Natsu sambil mengeluarkan deathglarenya (kasian Natsu-san-_-), sedangkan yang lainnya hanya bersweetdrop

"ha-hai Erza" Natsu lalu mengambil buah itu dan memakannya

"tunggu apa lagi Natsu, cepat cium Lucy" kata Mirajane sambil ber fangirling ria, Natsu yang mendengar hal itu pipinya terdapat semburat merah tipis, dia berjalan kearah Lucy lalu mendekatkan wajahnya kearah Lucy

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Semakin dekat

.

.

.

.

.

.

.

..

.

..

.

.

.

.

CUP

.

.

.

.

..

.

.

.

.

Akhirnya Natsu melepaskan tautan bibirnya pada Lucy, teman-temannya yang melihat hal itu hanya terdiam dengan wajah memerah (kecuali Mirajane yang dari tadi udah lompat-lompat gak jelas) begitu juga dengan Natsu yang hanya memandangi wajah Lucy dengan wajahnya sendiri sudah memerah semerah tomat namun suasana itu tidak bertahan lama karena ketegangan mulai menyelimuti mereka semua menunggu hasil ciuman? Natsu lama kemudia mata Lucy perlahan-lahan terbuka

"Natsu…" Lucy memandang Natsu

"Luce, Lucee" Natsu langsung memeluk Lucy dengan erat

"Natsu, kau kenapa? Kenapa tubuhmu terluka?" Natsu tidak memepedulikan pertanyaan Lucy padanya dan tetap memeluk Lucy dengan erat

"Lucy" teman-temannya langsung berlari kearahnya dan memeluknya secara bersamaan (teletubbies^^ #bener gak tulisannya)

"Mi-mina a-aku tidak bisa bernafas" Natsu terlihat sesak, terlihat wajahnya yang sudah membiru

"gomen" ucap mereka bersamaan

"Natsu, kau tidak apa-apakan?" Lucy meletakan tangannya di pipi Natsu

"hmm, aku tidak apa-apa" Natsu menganggukkan kepalanya

"ne Lucy.."

"Ada apa Natsu?" Tanya Lucy

"aku tau ini terlalu cepat, tapi maukah kau menjadi pendamping hidupku? Selalu disampingku selamanya?" Tanya Natsu pada Lucy, teman-temannya yang melihat hal itu benar-benar shock karena hal ini sangat langka dilakukan seorang Natsu Dragneel

"maaf Natsu aku tidak akan menolaknya" jawab Lucy sambil tersenyum dengan pipi yang memerah

"tu-tunggu jadi kau menerimaku"

"tentu saja bodoh" Natsu langsung menggendok Lucy keluar ruang kesehatan Guild meskipun tubuh Natsu hampir seluruhnya terbalut perban

"MINNA, LUCY HEARTFILIAN SEKARANG SUDAH SEMBUH DAN NAMANYA AKAN MENJADI LUCY DRAGNEEL" teriak Natsu, suasana guild menjadi riuh. Suasana kebahagiaan mulai menyelimuti guild tersayang kita ini

"ya, karena Lucy adalah bintang yang bersinar dihidupku selamanya. Seperti bintang yang bersinar di musim panas"

THE END


YEAAYY akhirnya berakhir sudah cerita ini, Aza-chan minta maaf jika ceritanya kurang menyentuh. Demo Aza-chan tunggu Review dari minna-san sore ja matta na^^