Kuroko no Basuke—plesetan! © LaChoco Latte
Kuroko no Basuke © Tadatoshi Fujimaki
Genre: Parody.
WARN: Typo(s), OOC, Nista! – Bahasa Gawl muncul—
Don't Like? Go back.
~ Happy Reading ~
Kuroko no Basuke eps.33 / Kuroko no Basuke s2 eps.8 –
.
Kiyoshi, Izuki, Mitobe, dan Koganei berdiri dengan gagahnya di atap sekolah.
"Yosh." Kiyoshi membuka mulutnya lebar-lebar. "Kami bersumpah! Kami, para pemuda tampan— minus Izuki karena dia imut!—, dari tim basket, dengan ini menyatakan kemerdekaannya! Dan oleh karena itu, maka kami akan ikut pada kejuaraan nasional tahun ini untuk menjadi tim yang terbaik di Jepang! Kelas 1-E, nomor 7. Kiyoshi Teppei, bukan Tape!"
"Hah? Tape? BAGI BAGI SINI! LAPER NIH!" Murid lelaki dari sekolah Seirin itu berteriak dengan napsunya.
"Kita punya tim tape? Tim macam apa?" Gadis berambut coklat yang disanggul bertanya bingung.
... plis. Ini telinga anak dua kenapa dah.
"Yaampun, jika gagal kita akan jadi bahan lelucon," ucap Izuki sang pemuda imut pelan.
Koganei yang berada disebelahnya pun melihat ke arah Izuki. "Siapa yang peduli? Sepertinya menyenangkan!"
Izuki dan Koganei berlari pelan ke masing-masing sisi Kiyoshi.
"Kelas 1-C, nomor 3. Izuki Shun, bukan Ijuk Iii Tsun~"
"Kelas 1-B, nomor 8. Koganei Shinji! Shinji Dua Tilu Opat!"
"Kelas 1-B, nomor 17. Mitobe Rinnosuke bukan uke!"
Setelah berteriak, mereka berempat pun membentuk sebuah lingkaran.
"Kita sudah melakukannya." Izuki menatap Kiyoshi, Kiyoshi menatap balik Izuki.
"Aku rasa kita sudah berhasil membuat terobosan." Koganei berkata dengan semangat. Mitobe memegang dadanya, dan mengagguk pelan.
"Hyuga tidak..."
BRAK!
"Chotto matte!" Hyuga muncul setelah dengan 'sopan'nya membuka pintu.
"Sepertinya kau berhasil mendapatkannya, Kiyoshi," ujar Izuki.
"Hah? Apa yang kau katakan, dasar bodoh? Aku bukan bersimpati pada kalian, hanya saja, aku ingin menyampaikan sesuatu." Dengan gagahnya, Hyuga berjalan menuju mereka dengan membawa sebuah...
DAFUQ! Hyuga! Kenapa bawa bawa benda begituan, ha? Ha? HA!
Izuki, dan Koganei menatap Hyuga dengan mata membulat, keringat dingin muncul di dahi mereka. Lutut mereka gemetaran.
Mitobe mengelus dadanya. 'Tobat, nak... tobat,' ucap Mitobe DALAM HATI. DALAM HATI, MAMEN! DALAM HA— YA TERUS KENAPA?!
Kiyoshi menatap Hyuga dengan datar. 'Kami-sama, jangan buat aku melihat pada benda yang dibawanya. Kami-sama, tolong, jangat buat aku berdarah sekarang. Kami-sama tolong, Kiyoshi, hambamu yang ber-peri-kebapak-an ini masih polos tak ternoda dan kinclong karena setiap hari mandi memakai sinarsun yang warna hijau. Kami-sama...' Kiyoshi komat kamit dalam hati.
Hyuga maju lagi sehingga Ia sampai pada pagar— atau pembatas?— atap. Ia memperhatikan apa yang Ia bawa kepada para murid yang berbaris –tidak— rapih dibawah sana.
"Uwaw. Jika dilihat dari sini, mereka seperti gerombolan semut," komentar Hyuga. Ya terus kenapa...
Murid-murid yang melihat apa yang dibawa oleh Hyuga pun melotot tak percaya.
"O EM JI!" teriak salah satu murid dramatiss.
"O MAI GAD!" Ini juga ngapain ikutan?
"OH NO. PINKY SWEAR, STAWBERRY SHAKE, BANANA SPLIT!" – KAMU PROMOSI ATAU APA?!—
"DEMI EMAK GUE! SIAPAPUN YANG PUNYA, JUAL, ATAU PUN TAHU DIMANA TEMPAT PENJUALAN BIKIN... IIII BERENDA WARNA PINKY MACEM BEGINI—" Hyuga menunjuk pakaian yang dipakai Mieyabeeeh. "TOLONG HUBUNGIN GUE. TERTANDA, HYUGA JUNPEI, LELAKI MEGANE GANTENG, PUNYA PUPIL MATA, KOK!"
ANJAAAY. Ternyata yang dibawa Hyuga tadi adalah poster Mieyabeeeh— sang model tercekcih dan model terhawt— yang sedang memakai bikin... iii berenda! Oemji! Hyuga! Kenapa kau sesat, ha?! HEI, JANGAN DIBAYANGIN!
BRAK!
Suara dobrakan pintu terdengar kembali— duh sabar ya nak pintu, kamu tahan banting 'kan, ya?—
"Hei! Apa yang kalian lakukan disini?!" teriak Seorang guru, sedangkan guru yang lain hanya diam. "Sudah saatnya upacara pagi!"
Mereka berlima— Kiyoshi, Hyuga, Izuki, Koganei, Mitobe— otomatis melihat ke arah guru. Dan... poster yang dibawa oleh Hyuga terpampang jelas dihadapan sang guru... TUTUP POSTERNYA SEKARANG, HYUGA! KAU CARI MATI?!
Kedua guru itu berjalan mendekati kelima muridnya.
Sang guru melipat tangannya didepan dada, menatap murid-muridnya yang sedang duduk lesehan dihadapannya.
"Hyuga!" Sang guru menunjuk Hyuga. "Kenapa kau membawa poster seperti itu disekolah?!"
"Begini, pak. Saya ketahuan menyimpan poster ini dikamar oleh Ibu saya. Terus, Ibu saya suka sama bikin... iiii yang dipakai oleh Mieyabeeeh. Jadi, Ibu saya nyuruh saya buat beli ini, harus sama percis masa, Pak! Yaudah, saya bawa poster ini sebagai contoh gitu, Pak," jelas Hyuga pake bahasa formal— ga pantes banget deh ah.
Si Guru –Sebut aja Bapak— manggut-manggut. "Jadi, kamu mau beli bikin... iii macam begitu?"
Hyuga mengangguk. "Iya,Pak."
Guru itu menarik kerah Hyuga. "Kalau begitu... ayo kita cari sama-sama, nak!" Mata sang Bapak berapi-api. – KOK BAPAK MALAH IKUT-IKUTAN?! –
"Pak, serius mau cari bareng saya?" Hyuga ga percaya masa.
Si Bapak ngagguk. "Yaiyalah! Lumayan buat istri saya."
"Yaudah, yuk, Pak!"
"Ayo, nak!" Bapak merangkul Hyuga, lalu mereka berjalan menuju pintu.
"Tunggu pak!" Guru yang satu lagi— sebut aja Papih— menahan si Bapak untuk meninggalkan tempat itu.
"Apa?"
"Upacaranya gimana, pak?"
"Gak usah ada upacara, bubarin, bubariin!" – BAPAK KOK SESAT?!—
"Oh gitu..."
Si Bapak dan Hyuga melanjutkan perjalanan mereka.
"Bapak!"
"Apa lagi sih, pih?!"
"Papih icuuut~!" Si Papih berlari ketempat Bapak dan Hyuga layaknya banci. – KOK PAPIH IKUT-IKUTAN SESAT JUGA?!—
"Papih," panggil Hyuga pelan. "Papih juga mau beli itu?"
Si Papih ngangguk. "Iya downgs~ Kan itu keren, iii berenda. Cucok deh aw~"
Mereka bertiga pun saling rangkul merangkul, dan pergi dari tempat itu.
... INI KOK PADA SESAT SIH, HA?!
"K— Khh—" Kiyoshi, Izuki, Koganei, dan Mitobe sukses ayan ditempat.
A/N: Sumpah, ini saya ngetik apaan yaampun. Nista. Sekali. :""D Maafkan bila chapter ini garing, ya. :""D
Makasih buat yang udah read, fav, follow, dan review! :"D
.
Balesan Review yang gak Log-In:
G-san: Capsmu jebol, nak? XDD Terkapar ganteng itu gimana hayoo? X"DD Ini sudah lanjut kok. Makasih udah RnR. :3
Dena Shinchi: (Kiyoshi: Aku selalu tabah... terimakasih...) Ini sudah lanjut. Makasih sudah RnR. :3
Jesper.s: Makasih sudah kasih tau, saya lupa soal itu. ;;w;; Ini sudah lanjut. Makasih sudah RnR. :3
