Wahoo~~ Shiranui Desu~~ (Za Atarashi Author)
Uhmm Saya sampaikan perasaan maaf saya yang sebesar-besarnya karena keterlambatan saya untuk mengupdate fic ini (sempet kena flu sama radang tenggorokan :'(
Oke it's review time XD
-Fuyukaze Mahou-san:
Wahahaha, apapun bisa terjadi kalau anda ke klinik Luka, kalau bag-bagi daging mungkin tanya ke Miku saja dia kan baik, berbeda dengan Luka, juga terima kasih sudah membaca chapter 1 cerita saya, silahkan nikmati chapter 2 ini, mohon maaf banget udah telat review ama nge update, tapi saya senang atas dukungan anda.
-TasyaMarvell-san:
Sesuai rencana saya masukkan beberapa background ke chapter ini (masih sedikit sihh) pokoknya nikmati saja chapter baru ini, sorry banget karena telat, terima kasih atas dukungannya teheee XD
-Kurotori Rei-san:
SEME! ADALAH SELATAN DAN UKE! ADALAH UTARA, DUA HAL INI BAGAIKAN MAGNET YANG SALING MENEMPEL SATU SAMA LAIN WAHAHAHAHA, ahh maaf saya kelewat semangat, terima kasih atas dukungannya, maaf juga karena sempet telat, silahkan baca chapter 2 ini tehee.
Kita mulai aja kelanjutan fic ini ya~~
Diclamer: It's belong to yamaha & crypton
Miku-chan tolong bacakan dengan singkat cerita sebelumnya.
Miku: Roger~~
Previously on Daily Lives of Megurine Luka~
Megurine Luka! ! Tokoh utama kita akhirnya bertemu dengan rival abadinya! !
Hatsumo Mikuku! !
Shiranui: ehhh? Mikuku?
Setelah berhasil mengumpulkan 7 buah Dragon Fruit,
Luka telah membuka potensi barunya untuk menjadi Raja Bajak Laut Masa Kini! !
Shiranui: JANGAN BERCANDA! !
Mikuku! Yang mengetahui hal ini pun tidak tinggal diam! Dan mulai mengumpulkan tentara bawah tanah
yang tertidur berjuta-juta tahun lamanya! ! Demi mengalahkan sang rival! !
Shiranui: OI! OI! KAU PIKIR INI DRAGON QUEST APA!?
Selain itu! Elvis Jackson yang mendengar hal ini!
Tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini untuk mempromosikan albumnya yang berjudul "Bleh Bleh Bleh"
yang akan dijadikan live show 54 Juli 2014 nanti.
Shiranui: Elvis Jackson!? Siapa itu!? Dan apa-apaan nama album menjijikkan itu!?
Orang sinting macam apa yang menamakan albumnya Bleh Bleh apalah itu!?
Dan apa-apaan tanggal show tidak wajar itu!? Kalau dipikir-pikir lagi,
memangnya ada hubungannya dengan cerita yang kau bicarakan tadi!?
Apa yang terjadi dengan dua rival yang kau ceritakan sebelumnya hahh!?
Kau mempermainkanku ya!?
Promosi ini akhirnya terdengar ke telinga Magic Jackson! ! Seorang koki India handal yang meraih gelar Sucker Chef tahun ini!.
Dan pasti tidak akan tinggal diam.
Shiranui: KENAPA MUNCUL KARAKTER TIDAK BERGUNA LAGI!? MEMANGNYA ADA HUBUNGANNYA DENGAN ACARA MEMASAK!?
SELAIN ITU KENAPA DUA ORANG YANG KAU SEBUT NAMANYA SAMA-SAMA BERMARGA 'JACKSON', APA MEREKA BERELASI!?
ATAU KAU YANG TERLALU TEROBSESI DENGAN NAMA 'JACKSON'!?
Saksikan perjuangan George Jackson dalam menumpas kadas dan kurap setelah pesan-pesan berikut ini! !
Shiranui: SUMMARY MACAM APA INI!? APA HAL SEPERTI INI BENAR-BENAR TERJADI DI CHAPTER SEBELUMNYA!?
LALU SIAPA LAGI ITU GEORGE JACKSON!? APA YANG TERJADI DENGAN ELVIS JACKSON DAN MAGIC JACKSON SEBELUMNYA!?
KENAPA TIDAK KAU PANGGIL SAJA SEKALIAN M*CHAEL JACKSON DARI ALAM KUBUR HAHH!? ARRRGGGHHH!
Miku: shiranui-san~ kenapa anda malah stress sendiri? Aku kan hanya membacakan summary cerita sebelumnya?
Shiranui: summary jidatmu!? Memang ada hubungannya dengan fic "Daily Lives of Megurine Luka"ku hahh!?
Miku: Tchh...Tchh...Tchh... Inilah mengapa anda masih pemula, tentu saja ada karena fic ini nantinya akan berubah nama menjadi
"The Jackson Lives of Margarin Luka" ! !
Shiranui: hahahahaha... ... ... Aku menyerah...
(Author Shiranui has been defeated)
(Hatsune Miku is Level Up and change her name into Miku Jackson)
"Hahh!?"
"Ohh Miku! Kau mengagetkanku! Apa kau bermimpi buruk?"
"Luka-chan! Aku bermimpi kalau kau berhasil membuat obat tetes untuk menumbuhkan p***s di selangkangan setiap orang sesukanya,
dan membuatku memberikan 'Special Service' ke p***s mu yang besar dan keras! !"
.
.
.
.
"Enyah kau setan mesum... Selain itu, bisakah kita langsung ke cerita utama?"
"Summer", 9 Augustus 2014, 10:00 a.m.
Miku POV
"Baiklah, kita akhiri materi hari ini dan jangan lupa untuk mengumpulkan hasil penelitian kalian minggu depan, yang tidak mengumpulkan akan kukirim ke pabrik prostitusi untuk dijual, sekarang bubar kalian para pelajar malas! !"
Wahhh, akhirnya selesai juga, Uuuuu~~ dasar dosen galak. Memangnya kami ini pekerja *romusha yang setiap harinya diberi pekerjaan apa!? Yahh memang sihh ini adalah resiko anak , saatnya pulang dan memberi pijat 'spesial' ke Luka-chan tercinta, yang pasti akan membuatnya Mmmm~~, Ahhhh~~, Ehemmm~~, gawat hanya memikirkannya saja aku jadi ketagihan disini.
"Oi Miku, bisakah kau tidak meliuri mejamu itu dan hapus ekspresi menjijikkan itu dari wajahmu?, kau menakuti seluruh kelas" kata seorang laki-laki berambut pendek dengan warna rambut sama denganku yang mendekati mejaku.
"Ohhh! Mikuo-Nii, kenapa kau ada disini"
Yapp, seperti yang kalian kira, laki-laki yang menyapaku ini adalah kakakku, Hatsune Mikuo namanya, usianya sama dengan Luka-chan, selain itu dulu kami sering bermain bersama saat kecil.
"Dasar otak burung, apa kau lupa kalau kita ini sekelas hahh?!" katanya sambil men 'facepalm wajahnya.
"Ahh benar juga, kakak kan mahasiswa abadi yang gagal ujian 3 kali, wahahahaha" ejekku sambil menepuk punggungnya berulang kali.
"Kau ngajak berantem ya?" ancamnya dengan wajah penuh urat merah.
Akhirnya kakakku menawariku tumpangan ke apartemenku dengan mobil miliknya, enak sekali dia dibelikan mobil.
"Jadi, bagaimana hubunganmu dengan Luka?" tanyanya padaku.
"Ehhh? Uehehehe bagaimana ya~~ ihihihihi" memikirkannya saja sudah membuatku merinding.
"Lupakan saja, walaupun aku tidak keberatan dengan hubungan kalian, kalau melihat wajahmu aku jadi mulai mual" katanya tiba-tiba.
"Lebih baik daripada masih jomblo, what a virgin, gahahahaha" balasku pada kakakku.
"Ohhh?"
10 minutes later
"Baiklah kita sudah sampai, sampaikan salamku ke Luka ya~~"
"Uuu~~ ya terima kasih, tapi kau tidak perlu sampai membuat kepalaku benjol semua begini kan?" kataku sambil memegangi pegunungan di kepalaku
Setelah itu kakakku langsung tancap gas mobilnya, meninggalkanku di depan apartemenku. Ahh karena Luka belum pernah cerita, akan kujelaskan sebisaku mengenai tempat tinggal kami ini. Walaupun dibilang apartemen juga tempatnya tidak begitu luas karena hanya terdiri dari dua lantai. Setiap lantainya hanya ada 4 kamar. Aku dan Luka tinggal di lantai dua nomor 05. Untuk saat ini, apartemen ini masih tersisa empat ruangan untuk dihuni. Salah satu penghuninya berada tepat disebelah kamar kami tinggal, sementara dua lainnya menempati kamar bawah.
Hmmm? Kalian penasaran dengan siapa penghuni 3 kamar itu? Kukira tidak ada salahnya kalau aku bercerita sedikit. Pertama tentang penghuni kamar terdekat yang berada di kamar 06, sebenarnya seperti aku dan Luka. Penghuni kamar tersebut memiliki dua penghuni. Kebetulan mereka adalah kakak-beradik yang masing-masing masih SMA, uniknya lagi mereka berdua adalah anak kembar. Nama mereka adalah-
"Miku? Kau sudah pulang" panggil suara perempuan yang familiar dari belakangku tiba-tiba.
Luka-chan!
"Ahh Luka-chan! Sedang apa kau diluar? Aku merindukanmu~ Chuu" teriakku sambil mengambil ancang-ancang untuk memeluknya dengan erat.
"Kuberi peringatan! Jangan memelukku sekarang! Aku sedang bawa banyak belanjaan nihh, dan didalamnya ada telur aku tidak mau kau memecahkannya seperti waktu itu" katanya sambil memamerkan plastik belanjaannya kearahku, entah kenapa aku tidak melihatnya membawa tas plastik itu tadi.
"Mau kubantu?" tanyaku, kulihat dia membawa dua tas plastik yang cukup besar.
"Ohh, terima kasih" katanya yang setelah itu memberikan salah satu tas plastiknya kearahku.
Ughh! Beratnya~ Tumben sekali Luka beli belanjaan sebanyak ini. Apa hari ini moodnya sedang bagus? Yahh, yang pasti nanti akan banyak makanan di meja makan, jangan salah lho~ Luka itu kalau sudah berurusan soal urusan rumah tangga, tehee :D Luka jagonya! Dia pasti akan menjadi istri yang sempurna bagiku nanti.
"-Ku?"
"Miku!?"
"Oi Miku!, kita sudah sampai, kau mau kutinggal diluar apa?" katanya tiba-tiba yang membuyarkan lamunanku, tanpa kusadari dia sudah berada di dalam kamar kami sementara aku hanya berdiri terdiam diluar
"Ahh maaf, aku hanya sedang memikirkan sesuatu" jawabku padanya.
"Jangan berpikir mesum, hari ini aku sedang tidak bergairah" katanya setelah meletakkan plastik bawaannya.
Ehehe, dia berkata begitu tapi sebenarnya dia menginginkannya~ Luka-chan, kau seharusnya bisa lebih terbuka dengan dirimu sendiri, dan biarkanlah dirimu diselimuti kenikmatan dan kehangatnya tubuhku saat kita di kasur nanti, ahh gawat aku mulai kehilangan kendaliku, kalau tidak dikontrol nanti, ufufu bisa berbahaya.
"Nahh Miku, aku yakin kau sudah sadar kalau aku berbelanja lebih banyak dari biasanya, dan aku tahu kau pasti lupa hari ini hari apa"
"Luka-chan, aku ini tidak bodoh tahu~~ tentunya aku tahu, karena hari ini hari yang begitu penting"
Hehh, tentu saja aku tahu karena hari ini adalah hari...
"Hari dimana $#$^&% dan $&%(#&, Fufufu jangan remehkan keluarga Hatsune" (Shiranui: Maaf, karena fic ini berating T, maka kalimat barusan saya samarkan)
PLAKKK!
"OI? KAU MAU SUPLAI DAUN BAWANGMU KUBUANG YA?"
Di...Dia! Memukulku dengan ekor ikan tuna!? Senjata legendaris 'SULTAN CYCLONE ARMSTRONG' DI PERANG BINTANG KE-7, MUSTAHIL BAGAIMANA BISA LUKA-
Shiranui: BISAKAH KAU BERHENTI MELENCENG DARI CERITA!? IMAGE AUTHORKU JADI KACAU KAN NIHH! !
"Ehemm, Ok tidak kusangka authornya malah datang sendiri, biar kuberitahu, hari ini adalah hari "Hari Tetangga Nasional"
Hari Tetangga Nasional? Terdengar fiksi sekali, aku juga pertama kali dengar.
"Hari Tetangga Nasional pertama kali diadakan dan di pelopori oleh-"
"Biar kutebak, Shiranui Jackson?" kataku.
"Bisakah kau berhenti menyebut nama Jackson sebentar SAJA!?"
~1 Hours Later~
Shiranui POV
Akhirnya setelah menunggu satu jam lamanya, Luka berhasil menyelesaikan Questnya. By The Way saya sebenarnya tidak berada di ruangan yang sama dengan Luka dan Miku sekarang, yahh tentu saja saya baru akan menampakkan diri saat mereka mulai makan.
"Fuahh selesai juga akhirnya!" teriak Luka dengan antusias setelah menghidangkan 'Sesajen' yang nantinya akan kami makan bersama-sama di hari tetangga ini.
"Mulai dari yang simpel seperti 'Nigiri-Sushi', Hirameki-Sushi, dan 'Inari-Sushi'. Lalu dengan hidangan utama macam-macam daging 'Yakiniku' bersama dengan 'Sukiyaki', 'Teriyaki', 'Tempura', 'Donburi' dan 'Oyakudon', diseimbangkan dengan Sayuran yang bergizi, 'Brokoli salad' dan 'Daikon', serta disuguhkan dengan sebuah botol wine yang diproduksi tahun 1787, 'Chateau Lafitte' dan juga 1 botol 'Dai Ginjo Sake', semua ini diakhiri dengan Desert kelas atas 'Strawberry Marshmallow Cake', 'Raspberry Brownie Muffins', dan 'Midnight Sin Chocolate Cake'.
'Dan dengan ini, semuanya lengkap sudah, tinggal menunggu para tetangga saja. Fufufu, kalian lihat itu? Jangan remehkan keluarga Megurine!' kata Luka dalam hatinya.
"Uwahh.. Luka-chan! Semuanya kelihatan enak, semoga jerih payah kita menghasilkan berkah nantinya" kata Miku tiba-tiba, apa dia bilang?
"Aku tidak ingin mendengarnya dari orang yang selama satu jam ini hanya membaca majalah p*rno dan manga, sementara akulah yang memasak"
Tchh, benar sekali Luka, perempuan ini kerjanya hanya tiduran saja! Mari kita intip isi pikiran si pemalas ini.
'Gawat, yang bisa kulakukan sekarang adalah hanya tersenyum dan memuji Luka, tapi yang jadi masalahnya adalah darimana dia bisa mendapatkan benda-benda legendaris seperti botol wine dan botol sake itu? Itu kan barang langka!? Kalau makanan lainnya aku masih bisa mengerti karena dia memang jago masak, tapi tunggu!?'
'Bagaimana bisa dia membuat semua hidangan itu hanya dalam waktu sejam!? Ini kan bukan acara Tv M*ster Ch*f!? Ditambah lagi semua Desert itu... Gawat bisa-bisa aku diabetes nanti.'
Dan itulah isi pikirannya, kurasa kadang dia ada benarnya juga. Entah mengapa aku merasakan firasat buruk nantinya.
Sementara itu, diluar ruangan mereka, tampak 2 buah bayangan yang mulai mendekati pintu kamar 05.
"Nee-chan~ Baunya enak sekali! Baik sekali mereka mengundang kita untuk makan bareng, walaupun aku tidak mengerti alasannya" kata salah satu orang itu, yang kedengarannya adalah suara laki-laki.
"..."
"Nee-chan? Tumben sekali tidak banyak bicara?"
"..."
"Nee-chan? Apa kau tidak enak bad-ARGGHHHHHH! ! ! NE-NEECHAN!? KENAPA MENYETRUMKU DENGAN TASER ITUUUUUU!?"
UAHHH!? Jujur saja yang barusan itu benar-benar mengagetkanku! Tiba-tiba saja orang yang dipanggil 'Nee-chan' itu menyetrum dengan sebuah taser kearah laki-laki malang itu.
"Kenapa kau tanya? Itu karena... Namaku adalah RIN" kata perempuan bernama Rin itu dengan memasang wajah yanderenya lengkap dengan senyumannya.
"MEMANG HUBUNGANNYA NAMAMU DENGAN MENYETRUMKU ITU APA!? GYAAAHHHH! !"
dan dia disetrum lagi.
BRAKKK!
"Ahh ternyata memang Rin-chan!"
"Apa kabar, Rin"
"Ahhh Miku-Nee, Luka-Nee selamat siang~ , maaf ya kami agak terlambat habisnya Len tadi minta dibelikan es krim dijalan"
"Padahal aku yang diminta-GYAHHH! !"
"Kalian berdua memang akrab~"
Tanpa menunggu waktu lama Laki-laki bernama Len dan kakaknya yang bernama Rin itu dipersilahkan masuk oleh Luka, sambil menunggu tetangga lainnya.
"Anu, Luka-san sebenarnya ada event apa sampai kalian mengundang kami ke acara makan bersama ini" tanya Len pada Luka.
Luka kemudian hanya tersenyum dan meletakkan jari telunjuknya ke bibir Len dan bersesis, seakan memberitahu pada Len untuk diam dan mengikuti ajakan si perempuan rambut pink. Len yang terkejut karena tindakan Luka membuat wajahnya merah menyala dan mengangguk setelahnya. Tidak begitu lama saat mereka berempat mengobrol bersama, Luka dan Miku pergi ke dapur sebentar dan meninggalkan dua anak kembar itu berdua.
"Rin-Nee, kira-kira mereka sedang apa ya?"
"Kau ini bodoh ya? Hari ini kan hari spesial yang disah kan oleh Shiranui Jackson!?"
Kau tahu, lelucon itu sudah menjadi garing sekarang, jadi bisakah kalian hentikan? Kumohon?
"Daripada mencemaskan hal seperti itu, aku jadi ingat hari dimana kita pindah kesini pertama kali, apa Rin-Nee ingat?"
"Tentu saja aku ingat, itu kan hari dimana aku menjualmu ke klub kabaret kota seberang?"
"BUKAN YANG ITU!? DAN KENAPA JUGA KAU MENGINGATKANKU KE HAL MENYERAMKAN ITU!?"
DUAKKKK !
Saat dua anak kembar itu asyik berantem, perhatian mereka langsung tertuju kearah pintu keluar yang sepertinya dihantam sesuatu.
DUAKKKK ! DUAKKKK !
"Nee-chan... itu apa? Apa sebaiknya kita panggil Luka-san dan Miku-san?"
"Kurasa tidak perlu, tadi kulihat mereka sedang asyik -Beeeep- di dapur"
"Ap!? Yang benar saja!? Dan kenapa kau bisa tahu!?"
JLEBBB!
ZRRRRAAAKKKKKK! !
Merasa dirinya tidak dihiraukan akhirnya orang misterius itu mengambil sebuah pisau dari kantongnya dan mulai merusak pintu di hadapannya.
"Hiii! Itu kan pisau dapur! Nee-chan! Sepertinya dibalik pintu itu ada psikopat yang sedang marak dibicarakan saat ini!"
Len yang merasa ketakutan layaknya harimau yang hendak diterkam tikus, mulai kehabisan akal dan disaat dia menoleh kearah Kakaknya, dia melihat sosok kakaknya yang sudah memegang sebuah ChainSaw dengan kedua tangannya.
VRRROOOMMMMM! ! !
"Jangan khawatir, aku sudah siap dengan ini~" kata Rin, dengan senyum lebar di wajahnya.
.
JLEBBB! JLEBBB!
.
VRRROOOMMMMM! ! ! VRRROOOMMMMM! ! !
.
JLEBBB! VRRROOOMMMMM! ! ! JLEBBB!
.
VRRROOOMMMMM! ! ! VRRROOOMMMMM! ! ! VRRROOOMMMMM! ! !
.
.
.
.
'Ahh benar juga, aku kan selama ini juga tinggal dengan psikopat sadis...' ujar Len dalam hati.
TO BE CONTINUE~~
Yosshhh! Chapter 2 bagian 1 selesai! ! XD
Terima kasih banyak pada para author dan viewer yang dapat meluangkan waktunya untuk membaca fic saya ini, dan untuk menebus kesalahan telatnya update nanti saya akan update 3 hari kedepan~ Semoga dapat menenangkan hati para reader yang menunggu lama karena update lama :) Okee Mari kita akhiri dengan Extra seperti biasa~~
EXTRA:
~Police Station~
Tikk Tokk Tikk
Tokk Tikk Tokk Tikk Tokk~
"Anu, pak polisi... Apa sekarang aku boleh bertanya kenapa anda sekalian membawa saya kesini" kata Author yang entah mengapa berada di ruang interogasi sekarang bersama 2 orang om-om polisi dengan baju balet yang terus memandanginya dengan tatapan sangar.
BRAKKK!
"JANGAN SOK TIDAK TAHU BOCAH! ! KAMI TAHU KAU ADALAH KRIMINAL KELAS BANDENG YANG BARU-BARU INI MEMBUAT KERIBUTAN! !" bentak salah seorang om-om itu sambil menggebrak meja.
"KAU JUGA BERUSAHA MELARIKAN DIRI SAAT KAMI KE RUMAHMU KAN!?" bentak om-om yang satu lagi.
"BAGAIMANA AKU TIDAK LARI!? KENAPA JUGA KALIAN MENDOBRAK PINTU RUMAHKU PAKAI BULDOZER!? DAN JUGA KENAPA PAKAI BAJU BALET SEGALA!? KALIAN INI BANCI KALENG PASAR SEBERANG YA!?" bentak Author yang tidak sabaran.
"DIAMM! KAMI INI BANCI KARDUS PASAR KEMBANG TAHU! DAN KAMI BANGGA MEMAKAI BAJU BALET ITU!" balas kedua om-om itu.
"JADI KALIAN SEKARANG MENGAKU KALAU BUKAN POLISI YA!? SUDAH KUDUGA KENAPA JUGA POLISI PAKAI BAJU BALET" author mengamuk.
~5 minutes later~
"Ahh maaf, yang barusan itu banci-banci yang sengaja kami kerahkan untuk menangkapmu, kami pikir itu cara yang cocok untuk kriminal sepertimu" kata salah seorang petugas yang menggiring dua om-om tadi keluar ruangan.
"Ohh, begitu... Jadi bisa jelaskan kenapa aku ada disini" kata author yang sudah mulai tenang.
"Ohh kalau itu inspektur Rai Ade yang akan menjelaskannya, inspektur~ silahkan masuk~" kata petugas itu sambil keluar pintu.
Dan disaat petugas itu keluar, terlihat sosok bayangan raksasa yang hendak memasuki pintu.
"Hayy~ Aku inspektur Rai Ade~~"
Sosok raksasa dalam bayangan itu akhirnya memunculkan dirinya dan menyapa sang author, hanya untuk membuat wajah author terkejut setengah mati karena inspektur Rai Ade itu memiliki postur badan kekar dan MACHO! Ditambah lagi dia memakai bikini minim.
"Baiklah jadi ada yang ingin kau tanyakan~~" tanya sang inspektur.
"O..Ohh... Bi...Bisakah...Anda...Je...Laskan...Kenapa...Sa...ya ...Ditangkap?" jawab author tergagap-gagap.
"Okeeyy~~ Jadi kau disini karena telah mencuri produk makanan kelas atas dan juga seenaknya mengubah kalender dunia~~" kata sang inspektur, hal ini membuat raut wajah author kembali menjadi marah.
"TUNGGU! APA-APAAN INI!? AKU TIDAK MELAKUKANNYA!" bentak author lagi, kemudian sang inspektur memberikan beberapa berkas dan sebuah strukk pembayaran ind*maret ke hadapan author yang membuat wajahnya pucat.
"Tidak tunggu, ini mustahil, aku... bukan aku pelakunya!? Kalian dapat ini darimana?" kata sang author.
"Kami diberi ini oleh 2 wanita ini, mereka mengaku kalau sedang dihipnotis olehmu, ini foto dua wanita itu, mereka mengaku bernama Margarin Luka dan Miku Jackson" setelah itu sang inspektur memperlihatkan dua foto wanita, yang satu berambut pink dengan pose jari tengah dan bibir keluar dan satu lagi perempuan berambut twin tail bewarna cyan yang berpose imut, berbeda dengan sebelumnya bukannya terkejut sang author hanya memasang wajah poker facenya, kemudian dia berdiri dan membelakangi sang inspektur.
"Oi kau mau kemana" inspektur yang bingung akan tingkah author kemudian memegang pundaknya mencoba untuk menghentikannya, tapi...
"Tchh... WATAAAAAAAAAAAAAA !"
DUARRRR!
Merasa risih oleh sang inspektur, si author kemudian menendangnya dengan gaya teriakan Br*ce Lee yang membuat inspektur tersebut terlempar sangat jauh dan menimbulkan ledakan besar.
"Dua orang itu... Baru chapter 2 saja sudah mulai ngelunjak, akan kuperlihatkan kekuatanku yang sebenarnya" katanya sambil memunculkan sebuah pisau dapur dari telapak tangannya.
P.s.: "Gini-gini saya pernah ikut karate lho~~" -Shiranui Author.
Luka: Tchh sombong banget lu, palingan juga karate gadungan~~
"BERISIKKK"
