Yooo~~ Kagamine Len Desu! (Za Kagamine Twins!)
Uhmm saya tahu apa yang anda para reader sekalian pikirkan. Saya sendiri juga bingung kenapa malah saya yang ngucapin salam pembuka disini.
Sebenarnya daritadi Len tidak melihat siapa-siapa disini jangankan author, Rin-nee, Luka-nee, dan karakter lainnya juga tidak menunjukkan batang hidungnya.
Yang Len tahu, Len hanya disuruh author untuk menggantikannya sementara. Ohh, Shiranui-san juga minta tolong kalau ada PROFIL dari karakter-karakter yang telah muncul di bawah (silahkan dibaca).
Jadi pertama-tama saya selaku mewakili Shiranui-san, mengucapkan terima kasih pada para reader dan author sekalian yang telah membaca fic ini, semoga masih setia mengikuti perkembangan ceritanya (walaupun ooc, gaje, ancur, dkk. sihh).
Jadi sekarang kita ke Review-Time:
(Berikut ini tulisan asli author, Len hanya perantara)
-Shinseina Hana-san:
Hahahaha, gak masalah kok Shinseina-san, panggil saya sesuka anda(jangan yang aneh-aneh tapi :3 Update shiranui memang sengaja di pagi-pagi buta. Alasannya? Karena di jam pagi itulah shiranui download anime jadi cepet banget (Wahahahaha). Dan soal update berapa hari sekali itu memang susah menentukannya, jadi saya berterima kasih karena telah membuka mata saya(yahh tapi yang namanya update memang bingungin). Tapi yang paling penting saya berterima kasih karena Shinseina-san mau meluangkan waktunya untuk membaca fic saya ini, Sankyuu, silahkan nikmati chapter ini :3
-Fuyukaze Mahou-san:
Fufufu anda belum melihat kegajean Gumi yang sebenarnya, dan Len? Ohh ya Len kasihan ya... Kasihan dehh Len XD Tapi karena kasihan itulah Len malah jadi tokoh paling penting di fic ini, karena Len itu satu dari tiga karakter yang 'Normal/Waras' yang tugasnya tau kan? Meluruskan pikiran karakter lain yang mudah berubah arah. Soal Haku tinggal lihat di profilnya nanti. Dan Luka? Fufufu anda beruntung karena di chapter ini saya akan menunjukkan bagaimana dia bekerja plus obat-obatan yang dia gunakan. Dan tentu saja, saya ucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besar telah membaca fic saya, silahkan nikmati chapter baru~~.
-Kurotori Rei-san:
Wahoo~~ nishishishishi (Apa sebaiknya Shiranui tambah nama belakang jackson aja ya? XD ). Soal Haku, ada alasan kenapa si rambut uban #JEDUKK. Maksud shiranui si rambut perak nulis kertas kayak gitu (silahkan lihat profilnya dibawah). Dan untuk GumixRin. . . . . Entah kenapa darah Shiranui jadi mendidih, yahh boleh lahh nyoba pairing baru. "Anything is Possible" (Sekalian buat nambah pengalaman) . Dan terakhir, Shiranui mengucapkan banyak terima kasih karena Kurotori-san telah membaca fic saya ini, silahkan nikmati chapter baru :D
-Yamashii Raura-san:
Muhahaha, Terima kasih telah membaca fic shiranui yang satu ini~ (welcome to the party XD). This is only the beginning, masih banyak kegilaan lainnya yang menunggu di chapter-chapter lainnya. Shiranui sarankan untuk mendinginkan kepala sebelum membaca fic Shiranui ini #DIHAJAR Len!. Ehemm jadi tentu saja Shiranui ucapkan terima kasih lagi atas waktu yang anda berikan untuk membca fic saya ini, nikmati chapter baru XD
-TasyaMarvell-san:
Bener-bener tuhh Luka~~, Tasya-san aja tau, makanya jangan marah-marah entar Luka ketemu sama preman balet lho kukukukuku, dan semua yang Tasya-san sampaikan soal karakter-karakter di fic saya ini 99,99% akurat (kecuali Shiranui tentunya, saya kan anak baik muhahahahaha #DITABRAK TRUK)
Ermmm, jadi saya berikan ucapan terima kasih karena telah membaca fic saya ini, yoshh! silahkan nikmati chapter kali ini.
"Bagi yang ingin mencurahkan isi hatinya, silahkan review ke fic saya, nge flame juga gak masalah terutama mungkin ada Typo(asal jangan kepedesan ya :) Dan yang menyukai fic saya boleh kok di follow dan di Fave~~ Tehee silahkan baca Chapter ini dengan tenang".
Dan itu yang dikatakan Shiranui-san.
Shiranui: Yo Len~ Maaf kami terlambat tadi sempet macet ada kereta ditabrak angkot, kasihan lho yang naik kereta luka-luka, angkotnya malah lari(!?)
Ahh ya tidak apa-apa, ehh tunggu. . . . Kau bilang apa tadi!?
Rin: Maaf ya Len, gara-gara tadi ada harimau dimakan gajah, kami jadi telat.
YANG BENAR SAJA!? APA SEKARANG GAJAH SUDAH NAIK LEVEL DI RANTAI MAKANAN!? DAN APA-APAAN SIKAP BAIKMU INI!? SIAPA KAU!?
Luka&Miku: Gomen nee~ Len-kun tadi Gumi kebelet pipis jadi kami mengantarnya sampai ke kamar mandi~~ Disana kami pipis bareng~~
KALAU MENGANTAR KE KAMAR MANDI AKU MENGERTI, TAPI KENAPA SAMPAI BUANG AIR DI TEMPAT YANG SAMA!? DAN JANGAN MENGATAKAN HAL ITU DI DEPAN LAKI-LAKI! ! !
Gumi: Len-kun maaf ya-
AHHH Cukup-cukup, aku mengerti, ahh tunggu kenapa alasan kalian BERBEDA SEMUA!? Kalian mempermainkanku ya?!
Shiranui: Sudahlah Len~~ bagaimana kalau kau yang memberi summary chapter sebelumnya, aku tidak keberatan kok ;)
Ehh? Aku? Ahh apa benar tidak apa-apa?
Shiranui: Tentu saja~~ Ya kan? Semuanya?
Luka/Miku/Gumi/Rin/(gak ada Haku): Tentu saja Len! ! Bukankah kita semua ini sekeluarga?
Semuanya~ Aku pikir kalian semua itu hanya kumpulan orang-orang abnormal tapi ternyata aku salah perhitungan.
Terima kasih. . .
Terima Kasih Semuanya. . . Dengan ini chapter normal impianku akhirnya terpenuhi.
-Chapter tanpa ada kesalahan summary.
-Chapter tanpa adanya mimpi Miku-nee yang super anehh.
-Dan Chapter dimana aku benar-benar dihargai disini.
Terima kasih. . . . . :')
Shiranui: Hei, tidak usah sampai menangis kan? Sudah Para Reader sudah menunggu tuhh!
Baik~ Shiranui-san.
Disclamer: By Yamaha and Crypton :3
Previously on Daily Lives of Megurine Luka.
Luka yang mengadakan pesta makan-makan untuk memperingati hari tetangga nasional, membuat ikatan diantara para tetangga itu menjadi sangat erat!
Namun ikatan yang erat itu masih diuji oleh psikopat jalanan yang masih berkeliaran(psikopat yang ngerusak pintu). Author yang dicurigai oleh para tetangga akhirnya terlepas dari belenggu kecurigaan mereka.
Sementara itu Haku masih tidak jelas keberadaannya.
Sementara pada chapter kali ini, Shiranui-san akan menampilkan pekerjaan Luka sebagai dokter di kliniknya.
Mari kita simak kelanjutan dari fic "Daily Lives of Megurine Luka"
Tidak kusangka hari ini datang juga~~~
"Winter", 21 December 2099, 00:02 AM
~Gumi Land~
BOOOOMM ! !
BOOOOOOOOMMMMMMM! ! !
"Kapten Gumi! Pasukan musuh semakin mendekat! apa yang harus kita lakukan!?" teriak Kopral Rin yang panik karena banyaknya bom yang berjatuhan.
"Tenangkan dirimu kopral! Dalam perang yang panik duluan itu, adalah pihak yang kalah! ! !" bentak Kapten Gumi pada anak buahnya.
"Kalau begitu apa yang harus kulakukan agar tidak panik!?" tanya Rin pada atasannya.
"Sudah pasti kan? C. . I. .U. .M. . . . . A. .K. U." kata Gumi dengan tangan kanannya yang memegang dagu mungil Rin.
"Ohhh~ Kapten~ Menikahlah denganku! ! ! Mmmmm" Rin yang terkesimah oleh ajakan kaptennya itu langsung menerima bibir Gumi, dan melakukan tarian lidah yang panas.
~Luka Land~
"Kapten Luka! ! Pihak Gumi Land melakukan serangan yang tidak terduga, dan memukul mundur pasukan kita! !" teriak seorang Serdadu bernama Miku.
"Apa!? Bagaimana mereka melakukannya!?" Sang pemimpin yang bingung bertanya kearah Miku.
"Kapten dan Kopral mereka melakukan ciuman panas! Hal ini membuat para serdadu kita yang sudah lama nge fans sama Kapten Gumi PATAH HATI! !" teriak Miku dengan panik.
"Gawat! Apa kau ada ide Serdadu Miku!?" tanya Kapten Luka ke bawahannya.
"Fufufu, tentu saja ada. . . Bagaimana kalau kita melakukan adegan panas seperti mereka?" kata Miku yang tiba-tiba memeluk atasannya dari belakang.
"Mi-Miku! ! Tapi kalau kita melakukannya disini, nanti. . . . ."
"Jangan khawatirkan hal kecil, ayo~~ Kita bersenang-senang~~"
~Shiranui Land~
"JENDERAL SHIRANUI! KEDUA PASUKAN MUSUH BERHASIL MENEPIS SERANGAN KITA! !" teriak Kapten Haku pada atasannya.
"APA!? Bagaimana mereka melakukannya!?" tanya sang jenderal ke Haku.
"Di Gumi Land, sang kapten dan kopral bawahannya melakukan ciuman panas dan di Luka Land, MEREKA MELAKUKAN ADEGAN PANAS DENGAN MEMANGGANG BARBEQUE! !" jawab sang kapten pada atasannya.
"TCHH SIAALAN! ! AKU JUGA PENGEN MAKAN BARBEQUE! ! LEN ! APA KAU PUNYA IDE!?" teriak Shiranui ke arah kopral Len.
". . . . . . ."
"Oi Len! Aku bicara padamu" teriak Shiranui kearah Len yang tidak menjawab apa-apa.
...
...
...
...
...
"Ya, seseorang tolong bunuh aku. . . ." kata Len dengan singkat dan dengan wajah damai penuh airmata seakan semua impiannya lenyap.
"HAHH!? LEN! Aku baru saja bermimpi aneh!" kata Rin pada adiknya.
~DUAKKK! ! !~
"JADI KALI INI MIMPIMU! !? AKU SUDAH TIDAK PERCAYA LAGI DENGAN KALIAN! ! !" teriak Len sambil melempari sofa kearah kakaknya.
"Summer", 10 August 2014, 08:00 AM
Normal POV
Seperti biasa di hari yang panas ini, banyak orang mau-tidak mau tetap harus melanjutkan aktivitas sehari-harinya. Sama seperti gadis berambut pirang dengan model side-ponytail ini. Perempuan ini sudah mengambil kereta dari jam 08:00 pagi untuk pergi bekerja.
"Ahh Panas sekali seperti biasa" kata perempuan berambut pirang itu.
Setelah turun dari kereta, perempuan itu kemudian mendatangi sebuah toko bunga dan membeli seikat bunga lili dengan mawar putih si pinggirannya, yang sepertinya untuk orang yang sudah meninggal.
Perempuan berambut pirang itu kemudian duduk disebuah kursi panjang yang biasa dipakai penduduk untuk menunggu bus. 2 menit menunggu kedatangan bus, akhirnya bus yang ditunggunya datang. Disitu perempuan berambut pirang tersebut menyapa sang supir bus yang sepertinya sudah familiar dengannya.
Sesampainya di tempat pemberhentian perempuan berambut pirang itu melambaikan tangannya ke supir bus dan kembali berjalan melanjutkan perjalanannya. Tidak begitu lama ia berjalan, akhirnya dia berhenti di depan sebuah klinik yang diatasnya terdapat tulisan 'Doctor of The Dead Clinic'.
Perempuan berambut pirang itu kemudian mengambil sebuah Klakson-Portable dari tas bawaannya dan kemudian masuk kedalam klinik tersebut. Saat dia sudah masuk, perempuan berambut pirang tersebut langsung memasuki ruangan bernama 'Ruang Ganti' dan tidak begitu lama ia keluar dengan memakai baju perawat putih dengan rok minim lengkap dengan topinya yang bergambar salib merah.
"Saatnya kerja" katanya, setelah itu dia meletakkan bunga yang ia beli di sebuah vas bunga bewarna biru dan meletakkannya di meja receptionist klinik itu.
Setelah menata bunga itu sang perempuan berambut pirang mengambil kembali klakson yang dikeluarkannya tadi dan berjalan masuk ke dalam ruangan yang sepertinya adalah ruang pemeriksaan. Disana ada perempuan berambut merah muda dengan piyama yang tertidur di meja kerjanya sambil mengigau.
"Ahhhnn Miku-chan stop~ ahhhnnn~~ stop Miku-chan~ kalau terus dibakar seperti itu nanti dagingnya gosong~~" igau perempuan berambut merah muda itu.
Perempuan berambut pirang itu kemudian mendekatinya sambil memegang klakson-portable di tangannya dan-
DUAKKK! ! !
"HEI DOKTEK MALAS! CEPAT BANGUN! ! ! KAU ADA JANJI DENGAN PASIEN JAM SETENGAH 9 KAN!?" bentak sang perempuan berambut pirang sambil memukulnya dengan klakson-portable itu.
"Ugyaaa!? Ohh? Kau ternyata" kata sang dokter yang menanggapi pukulan asistennya itu dengan santai.
"Jangan mengatakan 'Ohh? Kau ternyata' di depanku, cepat bangun! Atau kau mau kulaporkan ke polisi?" ancam perempuan berambut pirang itu.
Dengan cepat perempuan berambut merah muda itu langsung menuju ke kamar mandi dan keluar dengan memakai kemeja, rok hitam dengan panthy-house hitam dan memakai jas dokter bewarna putih, lengkap dengan sepasang kacamata yang menghiasi wajahnya.
"Jadi ? Akita Neru-san, siapa pasien kita yang pertama?" kata perempuan berambut merah muda itu.
"Kenapa harus seperti ini sihh?" kata perawat berambut pirang yang bernama Neru itu.
Neru POV
Urmmm mungkin beberapa dari kalian sudah ada yang mengenal Neru. Bagi yang belum salam kenal, dan entah kenapa beberapa minggu lalu aku bisa bekerja bersama dokter yang satu ini. Dan lagi, sepertinya beberapa pasiennya selalu berakhir di kantung mayat (Entah kenapa dia tidak dituntut oleh banyak orang padahal tindakannya sudah jelas).
"Pasiennya belum datang, mungkin sebentar lagi" kataku padanya.
"Kalau begitu itu siapa?"
"UWOHHH!? SEJAK KAPAN ANDA ADA DISITU!?"
"Uhmm barusan datang"
Tiba-tiba saja muncul seorang penuda di belakangku, dan... Entah mengapa mengingatkanku pada seseorang.
"Walaupun sudah mengadakan janji, bisa anda isi formulir ini?" kataku, memberikan selembar kertas padanya.
"Wahh, pelayanan klinik ini bagus sekali~ Pantas banyak orang yang datang kesini~ Kebetulan mata kiri saya agak nyeri"
'PELAYANAN BAGUS APANYA!? DARIMANA DIA DENGAR RUMOR SEPERTI ITU!? Ahh tunggu kurasa aku tahu darimana rumor itu berasal' teriakku dalam hati, dan disaat bersamaan menoleh kearah Luka-sensei.
"Ahh ini..." kata pasien itu padaku sambil menyerahkan formulirnya.
"Terima kasih urmm tuan... Nui? Nu-Nui?"
"Nui-Nui JACKSON! Ingat itu namaku Nui-Nui Jackson!"
"Ahh, baik, tuan Jackson... " Uwahh namanya maksa banget.
"Bukan-bukan, nama saya Maeda Jackson! Ingat itu!"
OI SEBENARNYA YANG MANA!? ARGGHH BODO AMAT! !
Setelah itu, aku membawa orang yang namanya maksa banget itu ke ruang pemeriksaan.
"Keluhan anda?" tanya Luka-sensei padanya.
"Anu, begini entah kenapa pinggang saya encok dan nyeri terus setiap pagi, bisa dilihat?" katanya.
'OI! INI KLINIK MATA TAHU! ! KAU BILANG MATA KIRIMU YANG NYERI! MEMANG APA HUBUNGANNYA DENGAN SAKIT ENCOK!?' kataku dalam hati.
"Boleh saja, biar saya cek tensi anda, bisa kemarikan lengan kanan anda?" kata Luka-sensei sambil mengeluarkan sebuah alat ukur tensi dari lacinya.
'KENAPA MALAH PAKAI ACARA UKUR TENSI SEGALA!?'
Setelah mengukur tensi Nui-Nui Jackson, wajah Luka-sensei menjadi sangat terkejut dan terjatuh dari kursinya, tentu saja aku langsung mendatangi dan hendak menolongnya.
"Luka-sensei! Ada apa!?" tanyaku sambil membantunya berdiri.
"Jadi, memang itu ya..." kata tuan Nui-Nui Jackson meneteskan air matanya.
"Hiks... Hiks... Maafkan aku! Maafkan aku!" teriak Luka-sensei yang juga meneteskan air matanya.
"A-ADA APA!? COBA JELASKAN DENGAN RINCI !" melihat mereka berdua menangis aku jadi bertambah panik.
"Benar... Hiks... Kau... Mengalami itu" kata Luka-sensei.
I-Itu? Sebenarnya apa yang mereka bicarakan!?.
"Saya sudah menduganya saat usia 4 bulan" balas Nui-Nui Jackson.
4 Bulan!? JANGAN BERCANDA!? MEMANGNYA DIA BAYI SUPER JENIUS APA!?
"Karena saya ughhh... pernah menjadi bayi super jenius... saya bisa tahu kalau saya mengalami Itu" kata Nui-Nui Jackson.
UWAHH TEBAKANKU BENAR TERNYATA! TAPI ITU SEBENARNYA APA!?
"Kasihan sekali anda, bisa memiliki itu"
"Maaf merepotkan anda karena saya memiliki itu"
"WOYY KALIAN SENGAJA YA!? KALIAN SENGAJA MEMPERMAINKANKU YA!?" bentakku pada dua orang idiot di depanku
"Ehemm jadi kita lupakan saja masalah itu" jelas Luka-sensei pada Nui-Nui Jackson
"Benar sekali, lagipula itu sebenarnya bukan masalah besar" jawabnya pada sang dokter.
JADI KENAPA KALIAN PASANG WAJAH HISTERIS DAN TERKEJUT TADI! !? DAN SEBENARNYA ITU APA!?
"Baiklah, Neru-chan~ bisa ambilkan pisau bedahku? Kita akan mulai operasi" katanya dengan nada santai.
"Tunggu Sensei!? Aku tidak pernah dengar soal operasi!? Sebenarnya sakit apa dia!?" tanyaku sedikit kesal.
"INSOMNIA stadium 6, Bantu aku! Neru!" kata sang dokter dengan wajah amat serius.
"BANTU AKU GUNDULMU!? Mana ada Insomnia pakai operasi segala!? Kenapa juga pakai stadium segala!? Ini bukan Kanker tahu!
PLAKKK! ! !
Tiba-tiba saja secara tidak terduga dokter berambut merah muda itu menamparku dengan sangat keras, dan membuat wajahku bengkak-bengkak.
"APA YANG KAU LAKUKAN LUKA-SEN-"
"JUSTRU AKU YANG BERTANYA DASAR PERAWAT BERHATI DINGIN! !" teriaknya padaku sebelum aku menyelesaikan kata-kataku
Baru kali ini aku melihat Luka-sensei dengan wajah menyeramkan, apa segitu bahayanya kah?
"Dengar Neru, tidak peduli penyakit apa yang di derita seseorang, kita juga harus membantu mereka dengan sekuat tenaga" katanya dengan nada lembut.
"Itulah tugas seorang dokter Neru, apa kau lupa tujuanmu menjadi seorang perawat?" tanyanya padaku yang membuka mata hatiku.
"Untuk membantu sensei...?" jawabku dengan nada penuh kebimbangan.
"Benar, jadi aku ingin kau ke ruang peralatan dan ambilkan peralatan operasi yang aku butuhkan, kau bisa kan?" katanya sambil mengelus kepalaku, hal ini membuatnya air mataku jatuh juga.
"Tentu saja! Kenapa tidak terpikirkan olehku! Tunggu saja! SENSEI! !" jawabku dengan lantang dan melakukan sprint ke ruang peralatan.
"Neru-chan! !" panggil Luka-sensei tiba-tiba, yang membuatku menoleh lagi kearahnya.
"Ayo kita selamatkan pria malang ini!" katanya dengan nada mantap.
"ROGER LUKA-SENSEI!" jawabku yang tidak kalah mantap, kemudian langsung melanjutkan sprintku ke ruang peralatan.
.
.
.
.
~5 minutes later~
.
.
.
.
.
"Luka-sensei! ! Infus! Pisau Bedah! Inkubator! Alat jahit! Dan Alat lainnya sudah kubawa! Kita sekarang siap untuk-"
"Jadi kau kuberikan obat pil dan sirup ini, aku ingin kau meminumnya sehari 2 kali, jangan lupa untuk kumur-kumur setelah minum obat"
"Ahh terima kasih Sensei! Saya mengucapkan terima kasih banyak!"
"Tidak usah sungkan, saya kan dokter~"
"Kalau begitu saya permisi dulu..."
Blamm...
"Wahh lumayan, bayaran kali ini banyak juga~~ Ahh Neru!? Sedang apa kau disitu? Aku ingin kau carikan dokumen pasien nomor 45"
". . . . . . ."
"Hei~~ Jangan diam saja disitu, dan kenapa kau membawa peralatan operasi segala? Ini kan klinik mata! Dasar bocah lucu, uhmm? Kau tidak sakit kan Neru?"
"Tidak. . . . . . . Hanya saja, aku merasa kalau sebagian jiwaku hilang begitu saja"
"Ohh? Aku tidak mengerti maksudmu, sudahlah cepat carikan dokumennya"
"Ahh baiklah, daripada itu Sensei. . . . . Obat apa yang kau berikan pada orang itu?"
~Kagamine Apartment~
"Uhmmm? Seharusnya ada disini?" kata Len yang bingung di depan sebuah laci.
"Seingatku aku meletakkan pemutih bajunya di laci? Kenapa malah tidak ada!?" katanya sedikit panik.
"Selain itu kurasa aku juga menyimpan pil racun tikus? Hilang lagi? Padahal sekarang lagi banyak tikus! Ya sudahlah, aku bisa minta Rin belikan" katanya lagi sambil menghela napas dan membuka handphonenya untuk menghubungi kakaknya.
"Halo? Rin-nee? Bisa belikan pemutih baju dan pil racun tikus? Iya! Ini sudah yang kesembilan kalinya hilang! Iya! Tolong ya!"
-Beep-
~Back to Luka Clinic~
"Tentu saja obat mujarab ala Megurine Luka~~" katanya.
Setelah merasa sebagian harga diriku dijual begitu saja, akhirnya aku hanya melakukan apa yang Luka-sensei suruh, dan menyerahkan dokumen yang dicarinya. Kebetulan karena pasiennya sepi, Luka-sensei menyuruhku untuk menonton Tv di ruang istirahat.
-Beep-
"Breaking News, baru saja! Pihak kepolisian setempat menemukan mayat laki-laki di pinggir jalan" kata host berita tersebut.
"Ohh!? Apa psikopat jalanan itu beraksi lagi" kataku pada diriku sendiri.
"Pihak kepolisian akhirnya menemukan sejumlah barang bukti di dekat tubuh korban, bahwa korban sebenarnya melakukan bunuh diri di pagi bolong ini, di tengah jalan pula!" kata host itu lagi.
"Fuhh bodoh sekali!, melakukan bunuh diri! Dasar tidak sayang nyawa! !" kataku agak kesal.
"Identitas korban adalah Nui-Nui Maeda Jackson dan bunuh diri dengan menelan pil racun tikus dan pemutih pakaian!"
". . . . . . . ."
...
...
...
...
...
...
...
"LUUUUKAAAAAAA-SEEEEENSEEEEEIIIII! ! ! ! ! ! ! ! !"
To be Continue~~
Chesuutooo! ! ! Selesai juga akhirnya, fiuhh~~ Terima kasih pada para reader dan author yang dapat menyelesaikan membaca chapter ini dari atas sampai bawah, okee sesuai janji saya berikan beberapa profil lengkap karakter-karakter yang ada di fic saya~~ Jangan lupa untuk membaca extra(omake) di akhir profil karena ada GumixRin dibawah~~ (Omedeto Kurotori-san X3) Bagi para reader yang mau sumbang ide akan saya terima dengan tangan terbuka.Okeyy sekali lagi saya ucapkan terima kasih telah membaca fic saya ini, sampai jumpa beberapa hari ke depan~~ XD (Mungkin saya update semingguan... udah mau sekolah soalnya :) Please Support my work if you guys like it :D
#Daily Lives of Megurine Luka Character Profile#
*Main Character:
1. Megurine Luka
Nickname: Luka, Luka-chan, Luka-sensei
Skill: Operasi pakai gunting rambut, memasak, High-Spirited Person (Only when working)
Occupation: Doctor
Alias: "Doctor of the Dead"
Age: 29
Love Interest: Hatsune Miku
A.N. : Karakter utama di cerita yang memiliki skill luar biasa dalam memasak namun kadang payah dan bersemangat dalam bekerja(dokter).
2. Hatsune Miku
Nickname: Miku-chan, Beast-Women
Skill: Membaca buku setebal 10 cm hanya dalam 1 menit (bertambah cepat jika yang dibaca buku dewasa), Penciuman 15x lebih sensitif dari anjing (Hanya berlaku untuk wanita)
Occupation: College Student
Alias: "Hentai" ( '-')b
Age: 24
Love Interest: Megurine Luka
A.N. : Hanya dalam membaca skill dan aliasnya diatas sudah pada mengerti kan? Miku disini itu sangat buas kalau sudah menyangkut pria dan wanita(terutama Luka)
*Supporting Character:
1. Kagamine Rin
Nickname: Rin-chan, Rin-Nee, Sadist
Skill: Menyimpan segala bentuk senjata tajam dan tumpul di tubuhnya, mampu memikirkan 1001 cara sadis untuk menyelesaikan masalah.
Occupation : Highschool student.
Alias: "Sadist-Loving Girl" / "Super-Masochist Girl" (Only with Gumi)
Age: 16
Love Interest: Unknown (possibly Gumi, possibly Len)
A.N. : Karakter super sadis favorit saya sendiri.
2. Yowane Haku
Nickname: Haku
Skill: Ahli Spam, IQ 300+, minum segentong alkohol.
Occupation: Unknown (possibly SPY )
Alias: "Bake-Onna" (Ghost Girl)
Age: 29
Love Interest: Unknown (possibly Luka)
A.N. : Karakter yang masih penuh rahasia, tenang aja, nanti ada waktunya shiranui ceritakan backgroundnya.
3. Gumi Megpoid
Nickname: Gumi, Gumi-chan
Skill: Mampu berpikir positif 80x dari manusia biasa, Hard-worker
Occupation: Part-Timer
Alias: "SUPER-POSITIVE GIRL"
Age: 27
Love Interest:GUMI LOVES EVERYONES :D
A.N. : Entah Shiranui harus ngomong apa soal karakter imut nan polos yang satu ini, tapi saya suka dengan watak polosnya yang ceria.
4. Shiranui (Jackson [?] )
Nickname: Shiranui, Author, Jackson
Skill: (reader yang menilai)
Occupation: Author
Alias: Author
Age: Masih muda
A.N. : Teheeee gak apa-apa kan shiranui juga ikut? XD
*NORMAL CHARACTER:
1. Kagamine Len
Nickname: Len, Len-kun, Pig(kadang oleh Rin dirumah)
Skill: Mampu tetap normal walaupun author telah mencoba mempengaruhinya, Kebaikan yang over 9000.
Occupation: Highschool Student
Alias: "Futsuu-Kyara 1st" (Normal Character 1st)
Age: 16
A.N. : Karakter laki-laki ternormal dan terfavorit yang sengaja Shiranui pilih
2. Akita Neru
Nickname: Neru, Neru-chan
Skill: Mampu tetap normal walaupun author telah mencoba mempengaruhinya, sms dengan kecepatan 500km/jam
Occupation: Nurse
Alias: "Futsuu-Kyara 2nd" (Normal Character 2nd)
Age: 21
A.N. : Karakter normal terpenting setelah Len yang bertugas meluruskan pikiran Luka saat Len tidak ada.
3. Hatsune Mikuo
Nickname: Mikuo
Skill: None
Occupation: College Student
Alias: "Botsu-Kyara" (Unused Character)
Age: 29
A.N: . . . . . . . . . . . . . Yahhh gitu dehh :P (Canda! sebenarnya nanti Mikuo dapet perannya sendiri. . . . entah kapan itu. . . . padahal foto profil saya mikuo)
Extra:
Di sebuah mall yang bernama Daily-Mall berdiri seorang Kagamine Rin yang sedang menerima telepon dari adiknya.
"Apa!? Hilang lagi!? Yang benar saja!? Baiklah akan sekalian kubelikan nanti! Apa kau yakin bukan kau yang meminum pemutih baju itu? Halo? Len!? Tchh dia sudah tutup teleponnya! Merepotkan saja!"
Rin kemudian dengan terpaksa membeli satu galon pemutih pakaian dan satu kardus pil racun tikus dan tentunya dikirim lewat antar-barang, Rin mana mau repot-repot membawa barang seberat itu.
Untuk meluangkan waktunya Rin kemudian ke kedai kopi terkenal di dunia "MoonBucks". Untuk menyeduh secangkir kopi dengan camilan-camilan roti. Sampai Rin kembali mengingat apa yang dia alami di mimpinya semalam.
Berciuman dengan temannya, Gumi. Berciuman dengan gaya french-kiss, dimana lidah Rin dan Gumi saling berdansa di rongga mulut masing-masing. Lembutnya bibir Gumi saat bersentuhan dengan bibirnya membuat badannya sedikit geli. Dan juga hangatnya tubuh Gumi saat memeluk tubuh Rin masih terasa jelas.
"Sudah pasti kan? C. . I. .U. .M. . . . . A. .K. U."
"Ohhh~ Kapten~ Menikahlah denganku! ! ! Mmmmm"
#BLUSSHH
"Bi-bisanya aku mengingat hal itu lagi!?" bisiknya sambil menahan wajah merahnya yang semakin panas.
"Uhmm? Rin-chan~~?"
"Gawat kenapa aku malah jadi mendengar suaranya!"
"Rin-chan?"
"Apa aku sudah gila!?"
"Rin-chan! ! Aku ada disini! !"
"Ehh Gumi-chan? Maksudku Gumi-san!?"
Tiba-tiba saja Gumi berada di belakang Rin dan tentunya membuat Rin terkejut.
"Apa kau sedang paruh waktu lagi?" tanya Rin padanya.
"Yapp Sekarang Gumi kerja paruh Waktu di Pizza Hat! tapi sekarang shift Gumi sudah selesai jadi boleh pulang" katanya.
"Ohh begitu?" jawab Rin.
"Hmmm!? Rin ada remah roti di pipimu #Slurpp. Terima kasih atas makanannya~~"
"Ehh!? Ahhh!? Uhmm!? Terima kasih!"
Gumi yang melihat ada sedikit remah roti hasil camilan Rin tadi, langsung menjilat pipinya dan sedikit mengenai bibir Rin, hal ini membuat wajah Rin kembali memerah dan membuat jawabannya terbata-bata.
"Rin-chan~~ Kita pulang bareng yukk Kau juga sedang liburan musim panas kan!?" kata Gumi yang menarik tangan mungil Rin.
"Ba-Baik!" jawab Rin dengan mantap.
Mereka berdua lalu berjalan ke arah lift untuk turun ke lantai dasar, untungnya mereka tidak perlu menunggu lama karena kebetulan liftnya sedang kosong, namun di pertengahan lantai tiba-tiba saja lift tersebut terhenti dan mengguncangkan sedikit isi lift tersebut dan mengakibatkan lampu lift tersebut mati dan menjadi gelap gulita.
"KYAAAAHHHH! ! !" teriak Rin.
"Rin-chan! Kau tidak apa-apa!?" kata Gumi mengkhawatirkan Rin.
"A-Aku takut gelap #hikkss. aku takut..." isak tangis Rin kemudian terdengar oleh Gumi, yang kemudian memberinya pelukan hangat kepada Rin.
"Jangan takut... Gumi-chan ada disini~~" kata Gumi mencoba menenangkan Rin.
". . . . . . . ."
"Terima kasih Gumi-chan~" kata Rin yang sedikit tenang.
Beberapa menit kemudian lampu kembali menyala dan akhirnya mereka pulang ke apartemennya dengan bahagia.
Shiranui: CIEEEE~~ Rin naksir orang nihh~~
Rin: SHHIIIIRRRAANNUUUUIIII! ! ! !
