Chapter 5

My Hated Fiancé

Don't like Don't read

Disclaimer : Naruto by Masashi Kishimoto

Warning : AU, OOC

Rated : T

Genre : Drama, hurt , romance

Pairing ; MinaKushi x MinaOC

Summary : Kushina sudah ditunangkan dengan Minato, tapi sayangnya Minato menyukai gadis lain. Akankah Kushina mendapatkan hati Minato? Ataukah Kushina akan merelakan Minato direbut oleh gadis lain, walaupun hatinya tersakiti?

A/N: oya, di chappie ini aku yang buat! XD maaf kalau ada typo, diksi yang agak kurang! Dan untuk chap kemarin yang nge-beta adalah Ace Clover! Arigatou juga bagi para reviewnya serta nge-fave fic ini, serta juga para silent reader... dan juga untuk yang nge beta fic ini!

.

.

.

Semoga senang membaca neee...

Previous : Kesal karena Mikoto tidak mempercayai perkataannya tersebut, Kushina yang tidak ingin kalah dengan Mikoto membanting telepon genggamnya yang tidak bersalah. Ia bertekad akan membuktikan kebenaran dari perkataannya itu.

'Awas saja! Akan kubuktikan kalau Minato agak berubah ketika di sekolah-ttebane!' pikir Kushina berapi-api.

Akhirnya Kushina pun kelelahan dan tertidur hingga pagi dengan pulas, tanpa ada yang menyadari bahwa ada yang sedang memperhatikannya dari jauh.

1

.

2

.

3

"Hooaaammm!" ucap Kushina yang sudah bangun dari tidurnya sambil menggeliat dan menggumpulkan tenaganya untuk berdiri.

Entah kenapa perasaan Kushina hari ini begitu senang, dari sepanjang sarapan pagi hingga berpakaian pun ia menyengir tidak jelas alasannya. Karena Mito takut terjadi sesuatu pada putrinya itu, ia pun langsung menanyakan keadaan Kushina, "Kushina, kenapa kamu dari tadi menyengir sendiri? Kau seperti orang gila..." ujarnya khawatir.

Kushina yang mendengar pernyataan ibunya pun langsung sadar akan tingkah yang dilakukannya tadi, dan segera menjawab pertanyaan ibunya dengan grogi, "uhm, maaf Kaa-san! Aku hanya menghayal jika aku-" muka Kushina pun langsung sedikit merona merah.

TING TONG!

Perkataan Kushina pun terputus, karena ada suara bel rumah yang berbunyi. Kushina pun merasa terselamatkan oleh bel rumahnya langsung menghela napasnya lega, "uhhh, untung saja aku keceplosan..." dan berpikir untuk memikirkan alasan yang tepat untuk Kaa-sannya.

.

.

Minato yang penasaran akan lanjutan perkataan Kushina pun langsung membuat Minato mengerutkan dahi dengan seketika. Dan ia pun bingung dengan dirinya sendiri, apa yang ia rasakan bersama Kushina pun berbeda jauh dengan yang ia alami dengan Minami.

Sambil berpikir tentang apa yang ia rasakan, tanpa sadar ia pun tidak menyadari di depannya ada tembok. Karena telat menyadari, kepala Minato yang masih mulus pun, seketika menjadi buah durian yang mengalami pembengkakan. Dan karena tabrakan itulah yang menyebabkan tawa Kushina meledak seketika.

"KYAHAHAHA! LUCUU SEKALIII-TTEBANEEE!" tawa Kushina yang menggelegar seketika pun, langsung membuat Mito marah dengan mode yang membuat Kushina menghentikan tawanya yang besar pun menjadi tertawa kecil. "hihihihii..." tertawanya sambil merasakan aura membunuh dari kaa-sannya.

'ugghhh! Matilah aku bisa diceramahi 1 jam penuh-ttebanee! ' batin Kushina yang sedang merutuk apa yang akan terjadi dengan dirinya nanti.

Minato yang merasa kesal pun langsung terlintas ide yang sangat menyenangkan dan sekaligus menyiksa untuk Kushina nantinya. Ia pun langsung menyeringai senang, lalu berjalan dan melangkahkan kakinya kearah Kushina. Dan berbisik, "Aku mempunyai permainan yang sangat menyenangkan untukmu, Uzumaki-san..."

Kushina pun bergidik ngeri dan ia pun melihat tatapan Minato seolah berkata jangan-harap-kau-bisa-kabur-dari-siksaanku. Dan sekarang pun Kushina dihadapkan dua pilihan yang sangat menyusahkan dirinya. Yaitu, mencintai Minato walaupun tersiksa atau merelakan Minato bersama orang lain.

SKIP TIME!

Konohagakuen High School

Dan sekarang kita lihat penampilan sang Uzumaki yang sedang berjalan dengan sangat lesu, pucat pasi dan agak berantakan. Mikoto yang melihat penampilan Kushina seperti orang yang tidak punya semangat hidup pun langsung berteriak dengan semangatnya sehingga membuat telinga para murid yang berada di dekat Mikoto pun berdenging seketika.

"KUUSHIII-CHAAANNN!" teriak Mikoto dengan lantang, seperti semangat'45 yang sangat membara di dalam diri Mikoto.

Kushina yang mendengar teriakan Mikoto dalam radius 500 meter pun hanya mampu menjawab teriakan Mikoto dengan kata yang sangat singkat, "Hn." Jawaban Kushina yang sangat singkat itu pun langsung membuat dahi Mikoto muncul perempataan, yang menandakan Mikoto sangat-banget- kesal.

Lalu Mikoto pun mencibirkan bibirnya, dan mendengus kesal. Dan berkata, "heiii, Kushina... kenapa kau jadi seperti ini!? Kau 'kan biasanya penuh semangat dan menawan!". Mikoto pun menghela napas dan melanjutkan perkataannya, "dan kau juga berhutang sesuatu padaku... kau tidak lupa 'kan?"

Kushina yang mendengarkan perkataan Mikoto pun langsung mengangkat satu alisnya sambil mengingat kejadian semalam. Tetapi karena kemampuan ingatannya sedari dulu agak kurang, Mikoto pun(lagi-lagi) menghela napas akan kemampuan mengingat teman satunya ini pun langsung membisikkan sesuatu kepada Kushina.

'Kau harus membuktikan perkataanmu tentang Minato yang ia lakukan kepadamu di depan mata kepalaku sendiri, Uzumaki Kushina..." bisik Mikoto. Mendengar bisikkan Mikoto pun langsung membuat Kushina semakin pucat, seperti mayat hidup.

Dan Kushina pun tertunduk lesu, lalu menjawab, "Gomen nasai Mikoto... sepertinya perkataanmu benar tentang Minato... dan semua yang kualami hanyalah sandiwara belaka tanpa ada kebahagiaan satu pun yang tersisa dalam hidupku..."

Kushina pun meninggalkan Mikoto yang masih mencerna jawaban Kushina kepadanya. Ia hanya bisa berpasrah pada Kami-sama untuk memberikan kebahagiaan sahabat baiknya yang ia sudah anggap seperti saudara.

.

.

Saat sampai di kelas pun, Kushina masih terdiam dalam lamunannya. Tak ada tawa ceria, semangat yang membara dan tak ada kata aneh 'dattebane'yang selalu ia lontarkan. Para murid yang tidak mendengarkan sepatah kata pun terheran akan sikap Kushina.

Mikoto yang melihat sahabatnya seperti orang tanpa harapan pun hanya bisa tersenyum miris. Ia sebenarnya ingin sekali menghibur Kushina, tetapi setiap kali ia menghibur Kushina, Kushina pun hanya bisa senyum tegar, yang menurut Mikoto agak terlalu dipaksakan.

Tetapi lamunan Kushina pun buyar, ketika menyadari ada sesosok pria dan wanita yang sedang berpegangan tangan dengan romantis dihadapannya sekarang. Yah, pasti bisa ditebak kalau mereka adalah Minato dan Minami!

'UGGHHH!kenapa disaat yang tidak kusukai ini datang lagi! Mendokusai... " rutuk Kushina dalam hati.

Dan pasti bisa ditebak lagi kalau itu membuat Kushina sudah mulai menggerutu dan juga mengeluarkan aura membunuh disekitar area kelas itu sendiri. Dan yang pasti membuat para murid itu sudah berkeringat dingin dibuatnya.

Sedangkan Mikoto bisa dikatakan menghabiskan waktu dengan pacarnya-Fugaku- sampai waktu bel masuk telah tiba.

.

.

.

.

.

.

.

.

KRINGGGGG!

Bel istirahat pun berbunyi dengan nyaringnya.

Kushina dan Mikoto pun berjalan ke kantin untuk memesan makanan mereka. Tetapi jangan harap Kushina bisa memakan ramennya dengan damai.

Pada saat Kushina membawa semangkok ramen asinnya dengan berhati-hati, tiba-tiba ada seseorang yang menumpahkan ramennya. Sehingga membuat Kushina menjerit kepanasan, karena kuah ramennya itu sangat panas sekali.

"KYAAAA! PANASS SEKALII-TTEBANEE!"

"!"

Mikoto pun terkejut saat sahabatnya-Kushina- berteriak karena tersiram kuah ramennya yang sangat panas. Membuat kulit Kushina pun melepuh dan telihat bercak-bercak kemerahan di sekitar kulitnya.

"ASTAGA KUSHINAA! Apa yang terjadi!? Kenapa kau tidak berhati-hati !" ucap Mikoto khawatir sambil menuntun Kushina menuju UKS. Lalu Kushina menjawab, "aku sudah berhati-hati kok... tapi pada saat aku ingin mencari tempat duduk, tiba-tiba ada yang berlari kearahku. Aku pun juga tidak sempat menghindar... "

"lalu apa kau melihat wajah orang yang menabrakmu tadi?" tanya Mikoto penuh selidik. Kushina yang tidak mengingat wajah orang yang menabraknya tadi pun hanya bisa menggeleng lemah.

'ugghhh! Awas saja jika aku menemukan orang yang menabrak Kushina, akan kuhajar orang itu sampai babak belur!' batin Mikoto OOC.

Kushina pun tersadar kalau hawa membunuh Mikoto sudah agak-sangat- menyeramkan bagi yang merasakannya. Mau tidak mau, Kushina memanggil Mikoto dengan ekspresi yang agak dipaksakan. "hei Mikoto, sudahlah... jangan kau pikirkan keadaanku... yang penting kau urusi saja si muka tembok-Fugaku- agar ia memperbanyak kamus peruchihaan(?) diotaknya..." ujar Kushina sambil tersenyum.

Seketika itu juga muka Mikoto langsung merona merah akibat perkataan Kushina tadi, dan segera melupakan kekesalannya dan tertawa bersama Kushina.

.

.

Di lain tempat.

"HAHAHAHAHA... AKU PUAS SEKALI MENGERJAINYA! Tidakkah kau lihat itu Minami-chan?" ujar seseorang sambil tertawa senang. Nama yang orang yang dipanggil seseorang itu pun langsung menjawab dengan tajamnya, " sejak kapan kau tertawa mengerjai orang? Aku tak sangka kalau kau pasti menyimpan sesuatu dariku..." jawab Minami kepada orang itu.

"Eh? Tidak kok! Sungguh aku tidak merahasiakan sesuatu darimu Minamai-chan..." ujar orang tersebut. Lalu Minami menjawab, " apa iya? Aku pasti akan mencari apa yang kau rahasiakan selama ini dariku, Minato-kun...".

GLEKK!

'Matilah aku sekarang! Seharusnya aku tidak mengerjai si tomat busuk itu dihadapan Minami-chan!' rutuk Minato. Karena takut akan rahasianya terbongkar, Minato pun langsung menjawab perkataan-ancaman- Minami, "tenang saja... jika kau tidak percaya padaku, akan aku bawa si Uzumaki itu menjawab semua pertanyaan yang ada dibenakmu... "

Minami pun membulatkan matanya tidak percaya, ia tahu kalau Minato pasti tidak pernah berbohong apa yang ia janjikan kepadanya. Karena rasa penasaran itulah Minami menanyakan kembali, kapan ia bisa menanyakan semua pertanyaan yang ada dibenaknya itu. " kalau sekarang bisa 'kan Minato-kun?"

"Eh? itu tak semudah yang kau pikirkan Minami... kau tahu 'kan kalau Uzumaki itu jika ingin jalan-jalan saja harus ditemani bodyguard ayahnya secara diam-diam... dan harus membuat perjanjian dulu dengan ayahnya... kalau tidak-" perkataan Minato pun langsung mengambil napas untuk mengatakannya, "kalau tidak... aku akan dihajar oleh ayahnya... secara langsung... " ucapnya dengan penuh kebohongan.

Perkataan Minato yang penuh kebohongan itu pun langsung membuat Minami – lagi-lagi – tidak percaya. Karena ia merasa cukup keterlaluan untuk mendapatkan apa yang ia inginkan pun langsung meminta maaf, "Gomen nasai neee... aku tidak tahu kalau serumit itu... aku-"

Eittsss... jangan katakan nama Minato kalau ia tidak bisa mewujudkan keinginan sang kekasih hati-Minami-. Ia pun langsung memotong permintaan maaf Minami, " itu tidak apa-apa Hime-chan... aku bisa kok mempertemukan kau dengan Uzumaki itu... tenang saja... akan kubuat kau bisa menanyakan apa pun kepada si Uzumaki itu..." ujar Minato.

Minato pun langsung memeluk Minami dengan mesra, sampai membuat Kushina yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka berdua pun sangat kesal. Sebenarnya Kushina sudah diobati dengan salep beberapa menit yang lalu.

Tetapi ia sadar kalau ia mendengar suara Minato dan Minami, pada saat itu juga sebenarnya Kushina ingin pergi, karena ia merasa namanya disangkut-pautkan mau tidak mau ia menguping pembicaraan Minato dan Minami.

Alangkah terkejutnya ketika Kushina mendengarkan perkataan Minato, kalau Minato sendirilah yang telah menyenggolnya agar ia terkena kuah ramen itu. Dan dengan air mata yang mengucur dari kelopak matanya pun, ia pun langsung meninggalkan tempat itu dan berlari kearah yang tidak jelas.

.

.

.

KRINGGGGG!

Waktu bel pulang pun telah berlalu dari tadi. Kushina pun masih duduk ditempatnya dengan sangat lesu. Ia pun masih teringat perkataan Minato yang menyakitkan hati dan batinnya. Ia sudah terlalu lelah akan semua kehidupan asmaranya itu.

Ia melangkahkan kakinya satu persatu menuruni tangga. Sambil melihat matahari yang sudah ada di ufuk barat yang ada di belakang sekolahnya. Ia pun seharusnya sudah pulang bersama Mikoto, tetapi karena Fugaku sudah mengajak Mikoto pulang. Ia pun terpaksa harus pulang sendiri –tentunya dengan berjalan kaki- dari sekolah menuju rumahnya yang agak jauh dari rumahnya itu.

Dan jangan tanya mengapa Minato tidak mengajaknya pulang dengan satu mobil bersama Minato itu. Sudah pasti Minato akan mengajak Minami pulang bersama. Ia pun berpikir bahwa tidak mungkin ada yang mencintainya dengan tulus hati, yang ia pikir sekarang adalah

'Cinta itu menyedihkan dan sulit dipikir dengan logika...'

.

.

.

.

.

Akhirnya Kushina pun sampai di rumahnya dengan penuh keringat di dahinya karena jika ia sampai telat dan acara makan malam sudah dimulai, Kushina tidak akan mendapatkan jatah makan malamnya. Kushina pun langsung mengambil napas dan langsung menuju kamarnya dengan penuh semangat dan tidak ingin memikirkan apa yang terjadi di sekolahnya tadi siang.

BRUKKK!

Kushina pun langsung merebahkan badannya di kasur berukuran queen size itu sambil mengutak-atik handphonenya tanpa ada yang menggangunya. Tapi itu tidak berlangsung lama, ketika ibunya memanggil Kushina untuk makan malam.

Kushina pun langsung tersadar kalau dirinya belum mandi dan berganti baju, ia pun langsung menjawab perintah ibunya, "iya kaa-san... sebentar lagi ya... Kushina sedang belajar sedikit..." ujarnya bohong.

Lalu ibunya pun mejawab, " baiklah, asal kau jangan terlalu lama... Tou-sanmu akan marah jika kau tidak ada di ruang makan selama 10 menit lagi untuk menemani tunanganmu..." ujar ibunya dengan seringaian yang tidak diketahui Kushina.

Kushina yang mendengar nama 'Minato' itu pun langsung mendengus kesal dan langsung mengambil baju dan handuknya untuk mandi.

.

.

.

.

10 menit kemudian...

"KUSHINA! kau sedang apa ? lama sekali kauu... cepat ke ruang makan! Tou-sanmu sudah sangat kesal menunggumu sedari tadi..." ujar ibunya dengan khawatir. Karena terlalu asik di kamar mandi, Kushina pun langsung sadar dan langsung cepat-cepat mengeringkan badannya dan memakai baju yang sudah ia siapkan sedari tadi.

"IYA KAA-SAN! AKU SEGERA KE RUANG MAKAN DENGAN SEGERA!" teriak Kushina yang menggelar sampai ke ruang makan pun membuat Hashirama Senju dan Minato hampir berdenging telinganya karena teriakan Kushina. Sampai-sampai membuat gelas di meja makan pun ikut bergetar karenanya.

'huhh... dasar anak itu, dibilangin jangan berteriak sekencang itu pun masih saja ia lakukan... " batin Mito sambil memijit kepalanya karena kelakuan Kushina tadi.

.

.

.

.

Kushina pun ke ruang makan dengan berlari. Dan langsung duduk disamping Minato dengan terpaksa serta dengan senyum yang agak dipaksakan.

'tenang Kushina... dan ingat peran kau disini sekarang adalah seorang aktris yang sedang memainkan suatu pertunjukan...' batin Kushina yang agak –sangat- kesal. Dari tadi orang tuanya, menanyakan hubungan Minato dan Kushina sebagai tunangan. Yah, mau tidak mau mereka pun agak-banyak- berbohong.

'kalau aku bukan tunangannya pasti aku gak bakal kerepotan begini melayani pertanyaan yang dilontarkan kedua tomat/durian busuk ini...' batin mereka bersamaan, yang kebetulan juga Namikaze Jiraiya dan Tsunade datang berkunjung ke rumah Kushina sambil makan malam.

.

.

.

.

.

"hah... akhirnya-ttebaneee... aku bisa bebas juga dari pertanyaan yang sangat bodoh ituu! Bisa gila aku -ttebane... dan untungnya dengan permisi ke toilet pun dapatku akal kan dengan pergi ke tempat ini-ttebaneee..." ucap Kushina yang berada di taman kota. Ia pun agak jenuh dan kesal melayani pertanyaan itu dan meninggalkan kedua orang tuanya dan orang tua Minato.

Ia pun berjalan sambil memakan ice cream vannilanya. Dan melihat-lihat barang yang dipajang etalase toko tersebut. Ia pun berlirih, "kapan aku bisa mendapatkan barang sebagus ini ya? Rata-rata barangku saja yang kukoleksi itu dari uang jajanku semua..."

Yah, selama ini Kushina selalu diajarkan tou-sannya agar selalu berhemat. Dan ia tidak seperti anak perempuan lainnya yang manja merengek dibelikan barang yang diinginkan. Ia pun bertekad agar dapat berbakti kepada orang tuanya suatu saat nanti.

.

.

.

Tetapi pada saat Kushina ingin menuju rumahnya lagi, ia merasa ada yang mengikutinya sedari tadi ia meninggalkan rumahnya untuk berjalan-jalan. Dan ia pun sekarang agak merinding karena semakin lama ada yang mendekatinya, sepertinya ia mempunyai firasat buruk saat ini. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi nanti.

'uggghhh! Kenapa perasaanku gak enak begini ya? Apalagi aku ke luar rumah diam-diam lagi... apa yang terjadi sesuatu...'

'tapi apa ? apa terjadi sesuatu di rumah?' batin Kushina yang sedari tadi tidak enak, dan terus berlari menuju rumahnya sekarang. Karena kurang berhati-hati, ia pun menabrak seseorang.

BRUKKK!

"Aww... SAKIT TAHUU! KAU PUNYA MATA TIDAK SIHH!?" teriak Kushina kepada orang yang ia tidak kenal. Lalu orang itu pun menjawab, "oh, jadi ini putri dari Hashirama Senju ya? Sangat tidak sopan sekali... aku kira putri dari bangsawan yang sangat kaya ini mempunyai tata krama yang bagus... ternyata tidak sama sekali... " ujar orang itu dengan tajamnya.

Karena tidak suka dibicarakan seperti itu pun, Kushina balas menjawab orang tersebut, " tahu apa kau tentangku hah!? dan kenapa kau tahu nama Tou-sanku! Siapa kau sebenarnya! Memakai cadar hitam, seperti orang yang ingin menculik sesuatu-ttebanee!" ujar Kushina penuh curiga.

"Kau sangat tepat sekali Ojou-sama... aku datang ke sini-" ucap orang itu dengan misterius, dan orang itu pun melanjutkan perkataannya tadi sehingga membuat Kushina merinding.

"Untuk...-"

"Menjadikanmu...-"

"Pelampiasan DENDAM... atas perbuatan orang tuamu terhadapku selama ini..." ujar orang mengakhiri perkataannya, sehingga membuat Kushina terkejut. Dan Kushina pun jatuh terduduk.

.

.

'Ya ampun, Kami-sama... entah apa yang kau rencanakan padaku... aku hanya bisa berpasrah kepadaMU saja...' batinnya miris.

DEGG DEG DEGG!

"itu ti-tidak mungkin... orang tuaku itu adalah orang tua terbaik yang kukenal selama ini! Kau pasti berbo-" ucap Kushina yang belum menyelesaikan perkataannya pun langsung merasa sesak napas karena ia merasa disumpal saputangan yang sebelumnya telah ditaruhi obat bius.

Membuat kepala Kushina serasa sangat berat, seperti terhantam palu berpuluh kilo. Ia merasa sesak di paru-parunya. "Hmphhhh!" , dan akhirnya Kushina pun jatuh pingsan serta dibawa oleh orang misterius itu meninggalkan taman kota. Tanpa ada satu orang pun yang mengetahuinya. Lalu orang itu pun bermonolog sendiri, " kau salah besar Uzumaki Kushina... orang tuamu bukanlah orang baik yang kau kenal selama ini..." lirih orang itu.

Lalu orang itu menculik Kushina dengan menggunakan mobil, dan segera meninggalkan taman itu dengan kecepatan tinggi.

Di rumah Kushina

"uhm, apa kau melihat Kushina, Ayame-san?" tanya Mito. Karena ia merasa dirinya dipanggil, ia pun menjawab, "Tidak nyonya... coba anda lihat dikamarnya, mungkin Ojou-sama sedang belajar..." saran Ayame kepada majikannya itu.

"baiklah, aku akan segera mengecek Kushina di kamarnya. Aku akan memanggil kau jika ada sesuatu yang terjadi... " jelas Mito sambil meninggalkan Ayame dan segera ke kamar tidur Kushina.

TOK TOK TOK!

Tidak ada jawaban dari Kushina.

Lalu Mito pun mengetok pintu Kushina untuk kedua kalinya. Ia takut terjadi sesuatu pada anak semata wayangnya itu, biasanya Kushina selalu menjawab ketukannya dari kamar walaupun ia-Kushina- sedang tertidur pulas.

TOK TOK TOK!

Lagi-lagi tidak ada jawaban dari Kushina.

Ia-Mito- langsung membuka pintu kamar tidur Kushina dan mengecek ke seluruh kamarnya. Tetapi Kushina tidak dapat ditemukan dimana pun. Akhirnya Mito memanggil Ayame, "Ayame-san! Kushina tidak ada di kamarnya... Cepat kau suruh semua maid untuk mencari Kushina dengan cepat!" dan menyuruh Ayame untuk mengerahkan semua para maid untuk mencari Kushina di sekitar rumah.

'kemana kau nak? Kaa-san sangat mengkhawatirkanmu tahu...' batin Mito memikirkan Kushina.

.

.

Semua maid yang dikerahkan untuk mencari Kushina pun masih belum menemukan Kushina dimana pun. Bukannya semakin tenang, malahan semakin panik. Mito pun semakin takut dan khawatir akan keadaan putri semata wayangnya itu, dan waktu sudah larut malam, pukul 21.00. Orang tua mana yang tidak khawatir, kalau anaknya pergi dari rumah tanpa ada ijin?

Pikiran negative pun memenuhi otak Mito, ia takut-sangat bahkan lebih- kalau anaknya terjadi sesuatu, memang sempat tadi ia merasakan firasat buruk tentang Kushina. Para Maid dan bodyguard yang dikerahkan untuk mencari Kushina pun masih belum menemukan Kushina dimana pun. Bukannya semakin tenang, malahan semakin panik.

Mito pun semakin takut dan khawatir akan keadaan putri semata wayangnya itu, dan waktu sudah larut malam, pukul 21.00. Orang tua mana yang tidak khawatir, kalau anaknya pergi dari rumah tanpa ada ijin?

Pikiran negative pun memenuhi otak Mito, ia takut-sangat bahkan lebih- kalau anaknya terjadi sesuatu, memang sempat tadi ia merasakan firasat buruk tentang Kushina. Yaitu, Kushina akan dijadikan pelampiasan dendam oleh seseorang... tapi ia tidak tahu siapa. Mau tidak mau, Mito pun lari ke arah ruang makan untuk memberitahu kepada suaminya, agar mempercepat Kushina segera dicari keberadaannya.

"HASHI-KUN! KU-KUSHII-NAA!" teriak Mito yang agak terengah-engah berlari. Karena Hashirama tidak tahu apa yang istrinya bicarakan tentang Kushina, langsung menyuruh istrinya menenangkan dirinya terlebih dahulu, "ada apa Mi-chan? Tidak biasanya kau berteriak... apa yang terjadi? ucapanmu tidak terlalu jelas... " ujarnya sambil memberikan segelas air kepada Mito.

"Kushina... *hiks* aku su-sudah menyuruh se-semua *hiks* maid untuk mencari Ku-kushina... tetapi itu semua sia-sia... aku tak dapat menemukannya dimana –mana... *hiks*" isak tangis Mito saat menceritakan semuanya pada Hashirama. Lalu Mito melanjutkan perkataannya, "aku juga sempat berfirasat buruk pada saat Kushina pergi ke toilet tadi..." lanjut Mito saat isak tangisnya mereda.

Karena penasaran apa yang difirasatkan oleh Mito, Hashirama pun bertanya, " memangnya apa yang kau firasatkan? Pokoknya kita akan segera menemukan Kushina, walau dengan pengorbanan yang sangat besar..." ujar Hashirama kepada istrinya, sambil memeluk istrinya.

Dan Hashirama pun menyuruh bodyguard dan para pelayan untuk mencari Kushina di seluruh tempat, baik di luar maupun di dalam rumah.

"Semuanya cepat cari Kushina ke semua pelosok tempat ini! Dan kembali membawa Kushina, atau sedikit petunjuk... Jika kalian tidak menemukannya, kalian semua tidak boleh kembali ke sini!" titah Hashirama kepada para pelayan dan bodyguardnya.

"BAIKK!"

.

.

.

Kushina pun tersadar dari pingsannya, dan mengerjapkan matanya untuk melihat keadaan sekitar. Tetapi yang ia lihat hanyalah kegelapan. Yah, kegelapan yang melingkupinya. Karena ia takut dengan kegelapan, ia pun berteriak, "HEIII, APA ADA ORANG DISANA!? TOLONG AKUU-TTEBANEEE! SIAPA PUN! TOLONG AKUU!" teriaknya dengan lantang, entah pada siapa.

"Hhmm, cepat sadar sekali kau Ojou-sama... kau ingat 'kan apa yang terjadi denganmu?" tanya orang itu yang masih ada dalam kegelapan yang tidak bisa dilihat oleh Kushina. Perlahan demi perlahan, Kushina pun mengingat apa yang terjadi olehnya.

Semua ingatan yang ia kumpulkan pun agak membuat Kushina terkejut tentang 'aku datang ke sini untuk menjadikanmu pelampiasan dendam atas perbuatan orang tuamu terhadapku selama ini.'

"APA MAU HAHH!? AKU KENAL ORANG TUAKU SEPERTI APA! KARE-" ucapan Kushina yang lantang pun digantikan oleh tamparan yang amat keras dari orang misterius itu dan menyebabkan bibir Kushina lebam serta mengeluarkan darah.

PLAKKK!

"kau benar-benar naif... kau belum tahu kepribadian orang tuamu yang sebenarnya! JIKA KAU TIDAK BISA MENGENDALIKAN PERKATAANMU, AKAN KU BISA LAKUKAN DARI SEKEDAR TAMPARAN INI!" ujar orang misteri itu marah dan meninggalkan Kushina di ruangan yang penuh kegelapan itu.

Kushina pun berlirih, "apa aku dilahirkan ke dunia ini hanya untuk mengalami penderitaan yang begitu beratnya... sudah cukup aku dipermainkan seperti ini!" lirihnya. "lebih baik aku mati, daripada harus menanggung penderitaan seberat ini...

" dan mungkin sekarang Kami-sama tidak pernah memberikan keberuntungan kepadaku..." lirihnya sambil mengucurkan air mata yang mengalir melalui mata violetnya itu.

'Tou-san, Kaa-san... mengapa aku harus melewati penderitaan yang cukup berat? Dibenci oleh semua teman, kecuali Mikoto. Lalu diejek, dihina dan dibully oleh tunangan sendiri pun!? Aku hanya berharap dihadapkan dua pilihan saja...' batin Kushina yang mulai mengingat penderitaannya, sebelum melanjutkan apa yang ia batinkan.

'berusaha mencintai tunangan sendiri, walaupun tidak dianggap... atau-'

'meninggalkan dunia ini secara perlahan-lahan...' lirihnya dan segera tertidur dalam ikatan tali yang berada ditubuhnya saat ini.

Kembali ke situasi rumah Kushina.

"Cepat laporkan informasi yang kalian dapatkan!" ujar Hashirama dengan tidak sabaran. Lalu bodyguard itu pun menjawab, " kami menemukan rambut Uzumaki-sama, serta saputangan yang telah diberikan obat bius yang berada di taman kota,Tuan..." jawab bodyguard itu sambil menyerahkan barang itu kepada Hashirama.

Minato yang mendengar dari kejauhan pun hanya bisa menanggapinya dengan rasa yang bersalah. Tapi, pada saat ia ingin sekali berada di sisi Kushina, muncul rasa gengsi dan kebencian yang amat mendalam terhadap Kushina.

'Gomen nasai, Kushi-chan...' batin Minato sambil pergi menjauh.

Tetapi pada saat yang begitu tepat, ia pun berada di depan pintu kamar Kushina. Ia pun penasaran apa saja yang ada di kamar Kushina pun, langsung memasuki kamar Kushina yang kosong itu dengan lancangnya.

Ceklek

'Kamar tidur yang bagus... tapi kenapa cat dindingnya berwarna ungu ya?' batin Minato yang bertanya dalam hati.

Yah, selama ini Kushina selalu memakai warna itu dikamarnya, karena sesuai sekali dengan nasibnya sekarang ini, yaitu kesengsaraan...

Minato pun langsung menyalakan lampu, agar dapat sedikit melihat ruangan kamar dengan baik. Tetapi pada saat yang bersamaan, Minato pun tersandung oleh sebuah buku. Yah, bisa dikatakan seperti sebuah buku pelajaran.

"EH!? apa ini ya ? masa buku setebal ini ada di kamar Kushina... " ujar Minato sambil mengambil buku yang tergeletak di lantai kamar.

Tetapi Minato melihat buku yang ia temukan di lantai, dan segera memeriksanya. Upss, sepertinya buku yang ia temukan bukanlah buku sembarangan...

Ada password yang harus ia pecahkan agar bisa membuka buku itu... dan ia yakin pasti ini barang berharga bagi Kushina... dan Minato pun langsung keluar dari kamar Kushina serta membawa buku itu digenggamannya menuju kamar tidurnya untuk memecahkan password yang terdapat pada buku itu.

TO BE CONTINUED!

Tebak hayoo, yang culik Kushina! pasti pada gak tau kan!? Dan buku yang Minato temukan bukanlah sembarangan buku! Ayooo tebakkk! XD dan aku akan berusaha fic ini gak mainstream! XD

Oya, menurut para readers mau ditambahin gak sedikit action di fic ini? Yah, mungkin ditambahkan dikit saja... soalnya, ada fic yang beda summary tapi hampir sama seperti punyaku ini #curcol_bentar XD

Tolong kritik, saran dan pujiannya*mimpiiii* #plakkk XD

.

.

Log out_ttebaneee!

Chenn XD

.

.

MIND TO REVIEW NEEE?