Bebas

Megane Uzumaki

NARUTO MASASHI KISHIMOTO

RATE : M (Language)

WARNING : FEMALE NARUTO,BAHASA KASAR, BASED ON TRUE STORY (NOT ALL), NO LEMON, GAJENESS, DE EL EL.

PAIR : SasuFemNaru & GaaFemNaru

NOTE : Anggap Itachi itu bukan kakak dari Sasuke (demi kepentingan cerita) dan Naruko itu adik dari Naruto yang masih berusia sepuluh tahun.

Kau mengurungku, tali yang kau ikatkan di leherku semakin kencang hingga membuatku sulit bernafas, kaki dan tanganku juga telah kau pasung dengan janji kosongmu, hatiku sudah lama kau curi dan tidak pernah kau kembalikan lagi. Ne, kalau kau tidak pernah mencintaiku bisa kau bebaskan aku sekarang, kalau kau memang tidak tertarik dengan perasaanku bisa kau lepaskan aku. Asal kau tahu, aku juga berhak bahagia.

This fict inspired by Young Pal /용 팔 이 (Korean Drama)

Don't like Don't Read

No flame please

.

.

.

.

.

Happy reading !

Chapter 3 : Sayap

Gaara POV.

Pernahkah kalian jatuh cinta. Ah, boleh kuubah pertanyaanku. Pernahkah kalian mencintai tapi tidak dicintai. Sakit ? tentu saja. Tapi aku bisa apa, aku tidak akan bisa memaksakan sebuah perasaan hanya karena aku menyukainya. Sangat tidak laki-laki menurutku. Tapi itu dulu, sekarang dia sudah menyerah dengan cintanya yang tidak pernah terbalaskan, dia sekarang hidup dengan dunianya sendiri. Dunia yang tidak akan dia tunjukkan padaku, dia selalu tersenyum padaku, berkata bahwa dia baik-baik saja, tapi aku tahu dia tidak sedang baik-baik saja. Wajahnya semakin lama semakin pucat, dia juga sering kelelahan walaupun dia tidak sedang melakukan apapun. Aku yakin bahwa dia sedang menyembunyikan sesuatu dariku, tapi lagi-lagi aku tidak dapat berbuat apa-apa. Aku tidak akan membuatnya menceritakan apa yang tidak ingin dia ceritakan, biarlah dia datang sendiri padaku untuk menceritakan apa yang terjadi padanya, dan mungkin dia butuh waktu untuk melakukannya. Jika dia ingin tahu, sebenarnya aku sangat mencemaskannya. Dia sekarang jauh berbeda dengan dia yang dulu. Yah, walaupun dia masih saja suka menyimpan masalahnya seorang diri, tapi bukannya berkurang tapi sifat buruknya itu semakin memburuk. Tidakkah dia pernah berpikir bahwa dia membuat orang-orang yang mencintainya hampir tidak bernafas karena cemas. Niatan untuk tidak ingin menjadi beban malah menjadi kebalikannya. Hah, apa dia tidak pernah mau belajar dari masa lalu. Sudahlah, apapun yang dia lakukan aku yakin dia pasti tahu apa yang terbaik untuknya, namun jika ada sesuatu yang buruk terjadi maka aku akan menjadi sayap yang akan melindunginya. Hanya itulah yang bisa aku lakukan, mengawasinya dari jauh dan menangkapnya jika melihat dia akan terjatuh dari tempatnya berpijak.

"Sensei, soal yang ini bagaimana caranya ?"

Aku menoleh saat sebuah tangan menarik ujung baju dinasku. Ternyata salah satu murid yang aku ajar. Aku langsung mengalihkan pandangaku pada soal yang ditunjuk oleh muridku tersebut.

"Cari pembagi terbesarnya lalu akarkan pembaginya, sisanya keluarkan dari akar, itu hasilnya."

Ucapku sambil mencoret buku tulisnya, dia mengangguk tanda mengerti. Kuacak pucuk rambutnya, diapun tertawa polos sambil mencium pipiku. Aku hanya mengangkat bahu acuh, sudah SMP tapi masih bertingkah seperti anak SD.

"Baiklah anak-anak untuk hari besok kerjakan latihan halaman 31. Yang tidak mengerjakan akan sensei hukum."

Suara sorakan itu kudengar saat aku mengumumkan pekerjaan rumah untuk mereka. Dasar anak-anak. Sebelumnya, biarkan aku memperkenalkan diri. Aku Sabaku Gaara, aku adalah seorang guru di Konoha Junior high School. Aku sekarang menjalin hubungan dengan Namikaze Naruto, seorang perempuan yang sekarang menjadi presiden di perusahaan yang dia bangun dari nol. Dia adalah perempuan yang kuat dan juga kekanakan. Dia sering bermanja-manja saat dia tidak memiliki pekerjaan, sebenarnya dia juga pemalas. Jika memang tidak ada jadwal di agendanya maka dia akan tidur sepanjang hari tanpa memikirkan mandi. Kadang aku berpikir, bagaimana cara aku bisa menyukai perempuan seperti itu.

Kulirik jam di tanganku, sepertinya nanti malam aku free. Bagaimana kalau aku mengajaknya dinner, yah sudah cukup lama kami tidak bisa makan malam bersama. Jadi apa salahnya mengajak kekasih pemalasku untuk makan malam bersama. Itu bukan ide yang buruk.

"Moshi-Moshi Naruto desu~"

Dasar kekanakan. Tanpa dia bilang juga aku tahu kalau dia itu Naruto.

"Bagaimana kalau kita dinner malam ini ?"

Ucapku to the poin, jujur aku memang tipe laki-laki yang cuek dan malas berbasa-basi.

"Dinner ? uhm matte ne."

Cukup lama jeda yang dibuatnya, mungkin dia sedang bertanya jadwal pada Iruka. Dengan sabar aku menunggu jawabannya. Kuharap dia tidak memiliki jadwal lain.

"Uhm, I'm free."

Aku tersenyum puas. Akhirnya aku bisa menghabiskan waktu dengannya.

"Okay, I'll waiting for you in Namikaze café at 19.00."

Aku tetap tidak dapat menyembunyikan senyumanku.

"Tonight, in Namikaze café at 19.00."

"Ya."

Kumasukkan smartphone milikku kedalam saku celana. Hah sepertinya langit sedang cerah sekarang.

TBC

Preview next chapter : Jalan Untuk Kembali

"Sudahlah Iruka, aku tidak boleh memilih-milih makanan. Itu tidak baik tahu."

"Kau ada janji makan malam dengan Gaara-san kan ?"

"Tehee, aku lupa."

"Uhm, Nee-chan mau kemana ? Naruko ikut ya ?"

"Naruto, kau dimana sekarang ?"

"Apa yang terjadi Iruka ? Kau sudah memeriksa mobilku bukan ?"

"IRUKA AKU TIDAK MAU MATI !"

"KUMOHON JANGAN BERCANDA ! CEPAT JAWAB KAU DIMANA ?"