Crazy for Dash Girl?
Author: Grace Jung a.k.a Jung Eun Hye
Main Cast:
Kim Jaejoong
Jung Yunho
Support Cast:
Park Yoochun
Shim Changmin
Kim Junsu
Kim Kibum
Kim Jonghyun
Genre: Romance, Drama
Warning: Genderswitch! abal, ga jelas, dll.
DON'T LIKE? DON'T READ THEN!
LIKE? ENJOY READING^^
.
.
.
"Tentu saja kau pernah melihatnya, dia kan yeoja yang kemarin berteriak-teriak itu!"
"Bukan! Kalau itu sih aku tahu. Tapi sepertinya aku memang sering melihatnya. Siapa ya?"
"Aish, jangan-jangan dia malah salah satu dari yeoja-yeoja yang sering kau godai, hyung."
"Tidak mungkin, biar begini aku hafal semua yeoja yang aku kenc-" ucapan Yoochun terhenti. Dia dan Changmin hanya melongo begitu melihat objek pembicaraan mereka tengah duduk santai di sofa apartemen Yunho.
"Oww.."
.
.
CHAPTER 3
.
.
"Tidak salah lagi, aku pernah melihat yeoja itu!"
Yoochun menatap Yunho dan Changmin dengan wajah yakin. Kini mereka bertiga berada di dalam kamar Yunho, meninggalkan Jaejoong yang sedang menyantap makanannya di ruang tengah.
"Entahlah, aku tidak begitu yakin," sahut Yunho. Dia berjalan menghampiri meja belajar, menyalakan laptop serta memasang modem.
"Mau apa hyung?" tanya Changmin bingung.
Yunho tidak menjawab. Dia membuka internet dan tak lama muncul sebuah situs pencarian. Dua orang di belakangnya mengangguk paham.
"Kau tahu namanya?" suara Yoochun terdengar sangsi.
"Tentu saja," jawab Yunho singkat. Dia mengetikkan sebuah nama di kolom yang tersedia dan tak butuh waktu lama hingga hasil pencarian yang berkaitan dengan nama itu keluar. Dan ternyata tak sulit mencari yang dimaksud karena hampir semua image result menunjukkan foto seorang yeoja yang kini berada satu atap dengan mereka, begitupun berbagai web result di bawahnya.
Kim Jaejoong Pewaris Tunggal Perusahaan Raksasa BigEast Group
Kim Jae-Joong luncurkan new brand Lex
No.1 Penerus Wanita Paling Menarik di Dunia, Jae-JoongKim
Kim Jaejoong Wanita Terkaya Pertama di Korea Versi Majalah Forbos
Big 20 World's Hot Celebrity, Kim Jaejoong
Penerus Perusahaan Terbesar di Asia, Kim Jae Joong
Wanita Paling Berpengaruh No.1 di Korea dan Asia, Jae-Joong Kim
Jae-Joong Kim's Interview with VOGUE
Yoochun dan Changmin menelan ludah membaca tiap judul di depan mereka, sementara Yunho masih memasang wajah datar sambil memilih salah satu judul.
Kim Jaejoong, 25 tahun, merupakan cucu satu-satunya Presiden Direktur Kim Jonghyun sekaligus pewaris tunggal BigEast Group, sebuah perusahaan raksasa yang bergerak di bidang perhotelan, elektronik, properti, rekontruksi, transportasi, fashion, dan entertainment. BigEast Group sendiri mempunyai pasar yang luas serta pengaruh yang sangat besar pada perkembangan ekonomi Korea, Asia, dan bahkan dunia sehingga mendapat gelar Perusahaan Terbesar dan Terkaya di Asia sejak tahun 2005 silam dan terbukti belum ada yang mampu menandinginya sampai sekarang.
Kim Jaejoong lahir pada 26 Januari 1988 di California, USA. Dibesarkan disana sampai berumur 10 tahun sebelum akhirnya pindah ke Korea Selatan. Kedua orangtuanya meninggal akibat kecelakaan pesawat dalam perjalanan menuju London, membuat Jaejoong menjadi calon penerus di usianya yang masih muda saat itu yakni 16 tahun.
Cerdas dan bermultitalenta, itulah Kim Jaejoong. Di usianya sekarang dia menjabat sebagai direktur BigEast Group sekaligus pemilik dari Hero Ent., sebuah agensi model terbesar di Korea Selatan yang didirikannya sendiri. Selain bisnis, dia juga aktif di dunia modeling dan fashion. Brand-brand miliknya bahkan sudah diakui secara Internasional. Baru-baru ini namanya masuk sebagai salah satu wanita paling berpengaruh di dunia dalam salah satu majalah bisnis USA.
.
..GJ..
.
Seorang namja berusia sekitar 80 tahunan tengah duduk di kursi kebesarannya. Dia tampak serius dengan koran pagi di tanganya. Sesekali dia menyesap teh hijau miliknya.
"Tuan."
Namja itu mendongak, menampakkan wajahnya yang masih terlihat tampan walau kerutan-kerutan sudah menutupinya. Dia menatap namja paruh baya yang berdiri di hadapannya lalu mengangguk, mengisyaratkan namja itu untuk melanjutkan perkataannya.
"Kami sudah melakukan pencarian. Kami melacak GPS di ponsel agasshi dan menemukannya berada di The Cloud club, sepertinya agasshi lupa dan meninggalkan ponsel serta kopernya di sana. Kami juga memeriksa kediaman teman agasshi, Kim Junsu dan Kim Kibum, tapi agasshi tidak ditemukan. Kami bahkan sempat kembali lagi ke sana, tapi mereka tidak ada di kediamannya. Menurut laporan, Kim Yesung, kakak dari Junsu-ssi baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas dan mereka berdua pergi ke Seoul International Hospital untuk menjenguknya. Kami juga sempat ke sana tapi tetap tak bisa menemukan Jaejoong agasshi."
"Kalian sudah memeriksa semua tempat?"
"Ne, kami sudah memeriksa semua hotel, rumah sakit, dan tempat-tempat yang sering didatangi agasshi, tetapi hasilnya tetap nol."
"Bagaimana dengan namja bermarga Lee itu?"
"Kami sudah memeriksa apartemennya dan sama sekali tidak ada tanda-tanda keberadaan agasshi. Kami malah menemukannya tengah bersama wanita lain."
"Cih," namja yang sudah berumur itu mendecih. Dia lalu menatap namja di depannya tajam. "Jadi, kau hanya mau melaporkan kalau kalian tidak berhasil menemukan cucuku?"
Namja paruh baya itu menunduk. "Justru itu Tuan, ada sedikit keanehan."
"Jelaskan."
"Kami diam-diam mengawasi Junsu-ssi dan Kibum-ssi. Beberapa saat yang lalu mereka terlihat pergi bersama. Saat ini kami tengah membuntuti mereka dan menurut laporan mobil mereka melaju ke arah Samsung-dong, tempat Lee Donghae-ssi tinggal."
"Hmm..." Namja berumur itu menggumam paham. "Arraso, kalian terus awasi duo Kim itu dan bawa Jaejoong ke sini secepatnya!"
"Baik, Tuan."
Sepeninggal bawahannya, namja yang bernama asli Kim Jonghyun itu mendesah.
"Tak bisakah kau berhenti membuat masalah, Jaejoongie?"
Jonghyun meletakkan korannya di meja lalu memijit kedua pelipisnya. Tampak headline di koran itu berbunyi, 'KIM JAEJOONG DIAM-DIAM KEMBALI DARI PERANCIS' disertai foto seorangyeoja cantik berkacamata hitam yang tengah berjalan di bandara.
.
..GJ..
.
Sebuah mobil Audy R8 berwarna silver melaju tenang di jalanan. Dua penumpangnya, seorang yeoja berwajah imut dan seorang yeoja berwajah manis tampak asyik mendengarkan lagu.
"Sekarang jelaskan apa yang sebenarnya terjadi, duckbutt!" ucap yeoja berwajah manis menuntut.
"Mwo?"
"Tentang Jae. Kenapa kita ke Samsung-dong? Tidak mungkin dia bersama dengan si brengsek itu, kan?"
"Mmm, sebenarnya aku meninggalkannya bersama namja yang menolong kami di club semalam," jawab yeoja yang berwajah imut polos.
"APA?!" Yeoja manis itu menginjak rem mendadak, membuat kaget yeoja di sebelahnya.
"Yah! Hasil fotonya jadi jelek, kan!" protes si yeoja imut sambil memperhatikan ponselnya.
"Are you crazy or something?! Bagaimana bisa kau meninggalkan Jae yang tengah mabuk bersama namja asing?! Bagaimana jika dia mengambil kesempatan dalam kesempitan? Bagaimana kalau... astaga Kim Junsu!" Yeoja manis yang bernama Kibum itu mengacak-ngacak rambutnya frustasi.
Yeoja imut yang dipanggil Junsu itu mengerucutkan bibirnya. "Mianhae.. Semalam aku panik sekali saat mendengar Yesungie oppa masuk rumah sakit. Aku tidak mungkin membawa Jaejoong dalam keadaan seperti itu jadi aku menitipkannya pada Yunho oppa."
Kibum berusaha menenangkan dirinya. Matanya menyipit. "Jadi namanya Yunho?"
Junsu mengangguk. "Ne.. Kau tak perlu khawatir, Yunho oppa orang yang baik kok. Dan lagi dia tampan. Lebih tampan dari Dong-dong songong *mian elf n elfishy, just scenario, peace ._.v* itu, hoho.." ujar Junsu bangga.
Kibum mendesah. Dia kembali melajukan mobilnya.
"Terserah. Yang jelas bila sampai terjadi sesuatu pada Jae, aku tak akan segan-segan mengadukanmu pada Jonghyun haraboji biar dia menggorengmu, hahaha..." tawa Kibum nista. Junsu hanya cemberut.
"Tapi ngomong-ngomong, kenapa alamatnya sama dengan Donghae?"
"Itu juga aku tidak tahu. Bahkan nomor apartemennya cuma beda satu nomor. Sepertinya mereka bertetangga."
"Kebetulan sekali," gumam Kibum. Matanya fokus ke depan sambil sesekali melirik kaca spion. Dia mengernyit.
"Kau tak merasa kalau kita sedang dibuntuti, Su?" tanya Kibum begitu melihat mobil yang tampak mencurigakan di belakang mobil mereka.
Junsu yang tengah sibuk berselca ria menurunkan ponsel mahalnya lalu menatap Kibum putus asa.
"Kau itu terlalu waspada, Kibummie. Kau pikir yang mau ke Samsung-dong cuma kita? Bisa saja mereka memang searah dengan kita kan," jawab Junsu santai. Jawaban yang cukup masuk akal.
Kibum masih agak ragu, tapi lama-kelamaan dia membenarkan ucapan Junsu.
"Benar juga ya..."
Ckck.. Tampaknya otak Kibum yang smart ini sudah konslet karena terkontaminasi dengan kepolosan Junsu.
.
..GJ..
.
Yunho keluar dari kamarnya, diikuti Yoochun dan Changmin yang bersembunyi di balik punggungnya. Dengan langkah pelan, Yunho berjalan menghampiri yeoja yang tengah duduk membelakanginya dengan kaki menyilang.
"Aku sudah menghubungi Junsu temanmu. Dia akan segera ke sini," ucap Yunho. Dia mendudukkan dirinya di sebelah Jaejoong.
"Hmm.." Jaejoong hanya menggumam singkat, membuat Yunho keki. Dia lalu melirik Yoochun dan Changmin yang duduk merapat di sofa lain di dekat mereka. Mereka tak henti-hentinya menatap Jaejoong, seolah-olah yeoja itu adalah makanan terenak di dunia.
Tak tahan melihat dua temannya yang sudah mulai mimisan dan ngiler, Yunho berdehem. "Ehm, ehm."
Berhasil. Dengan salah tingkah Yoochun mengusap darah yang keluar dari hidungnya menggunakan lengan baju, begitu pula Changmin yang dengan segera mengusap air liurnya yang mulai menetes.
Yunho berdecak. Bagaimana bisa dia berteman dengan dua idiot itu? Beruntung Jaejoong tidak begitu memperhatikan mereka karena matanya masih fokus pada layar LCD TV di depannya.
"Ah, ngomong-ngomong kita belum berkenalan. Park Yoochun imnida." Dengan pedenya Yoochun mengulurkan tangannya pada Jaejoong. Senyum ala cassanova menghiasi wajahnya. Senyum yang akan membuat yeoja manapun klepak-klepek. Well, tapi sepertinya tidak untuk yang satu ini.
Jaejoong menoleh dan menatap Yoochun aneh. Sepertinya dia baru sadar ada namja lain selain Yunho di dekatnya -_-
"Kim Jaejoong," jawab Jaejoong cuek. Dia kembali menghadap depan, mengabaikan tangan Yoochun yang masih menggantung pasrah. Hupft~ Baik Changmin maupun Yunho berusaha menahan tawanya.
Dengan wajah memerah karena malu, Yoochun menarik tangannya. Baru kali ini ada yeoja yang menolak pesonanya. Shit!
"Aku haus. Ambilkan aku minuman dingin," perintah Jaejoong tiba-tiba. Yunho mendengus sementara Yoochun dan Changmin mengerjap-ngerjapkan mata mereka. Sepertinya mereka belum terbiasa dengan sikap almighty Jaejoong.
"Heh, aku sudah berbaik hati membuatkanmu makanan. Ambil sendiri! Lagi pula bukankah kau sudah minum," sahut Yunho ketus, melirik gelas berisi air di meja.
"Tapi aku ingin minuman dingin," balas Jaejoong santai tapi menuntut, tak gentar dengan nada ketus Yunho.
Yunho menggeram kesal dalam hati. Entah kenapa setelah mengetahui identitas Jaejoong, yeoja itu malah terlihat makin menyebalkan. Dengan setengah hati Yunho mengambil jus jeruk kalengan dari kulkas lalu menyerahkannya pada Jaejoong.
Mata besar Jaejoong membulat. Dia menatap Yunho tak percaya. "Apa kau gila? Kau memberiku minuman kaleng?"
Yunho mencoba sabar. "Wae? Bukankah sama-sama minuman? Atau kau ingin aku menuangkannya dulu ke dalam gelas kristal? Dengan begitu jus itu tak akan lagi jadi minuman kaleng."
"Kau- "Belum sempat Jaejoong membalas, bel berbunyi.
'Ting tong'
"Mungkin itu Junsu-ssi," gumam Yunho yang dalam hati langsung merasa lega. Akhirnya dia tidak perlu berurusan dengan yeoja menyebalkan yang berada di sampingnya lagi. Dia bergegas membukakan pintu, meninggalkan Jaejoong yang dengan kesal meletakan jus kaleng itu di meja.
Bruk! Dua orang yeoja langsung menerobos masuk, membuat Yunho hampir terjungkal.
"Mana Jae?!"
"Jae! Jaejoongie!"
Dua yeoja itu berteriak heboh sambil menelusuri isi apartemen yang bisa dibilang mewah itu. Yunho dengan kesal mengikuti mereka dari belakang. Aish, bahkan teman-temannya pun tidak punya sopan santun! rutuknya dalam hati.
"Jaejongieeee!" Salah satu yeoja berpantat bebek yang Yunho kenali sebagai Junsu langsung histeris begitu melihat Jaejoong, sementara yeoja satunya lagi terlihat mendesah lega. Mereka berdua bergegas menghambur untuk memeluk Jaejoong.
"Kalian berisik sekali," komentar Jaejoong yang masih duduk anteng di sofa sambil membalas pelukan mereka. Raut kesal yang menghias wajahnya perlahan sirna begitu melihat sahabatnya.
Di sisi lain tampak Yoochun yang menatap intens tubuh semok Junsu serta Changmin yang tampak kaget dan kesusahan menelan salivanya. Sementara Yunho, dia hanya menatap malas adeganlovey dovey di depannya.
"Jae, gwenchana? Si duckbutt itu sepertinya kehilangan akal sehatnya sampai meninggalkanmu bersama namja tak jelas."
"Ya! Aku kan tidak sengaja. Mian, Jae."
Tak perlu dijelaskan pun Yunho tahu namja tak jelas yang dimaksud yeoja berambut pendek itu adalah dirinya. What the heck!
"Kau tidak apa-apa, kan? Dia tidak melakukan pelecehan apapun padamu, kan?"
Mwo? Mata Yunho membulat mendengar pertanyaan itu. Astaga, se-sexy apapun yeoja itu dan se-pervert apapun dirinya dia tidak akan melakukan hal itu dengan yeoja asing macam Jaejoong.Well, kecuali yeoja itu memang menawarkan tubuhnya.
"Aku tidak melakukan apapun, agasshi," kata Yunho berusaha kalem.
Yeoja itu berbalik lalu memincingkan matanya. "Oh, jadi kau yang bernama Yunho?" Dia menyilangkan kedua tangannya di dada, memeriksa Yunho dari bawah sampai atas. "Tampan juga kau, tapi bukan berarti kau bebas melakukan apa-apa pada Jaejoong."
"Sudah kubilang aku tidak melakukan apapun padanya," balas Yunho sabar
"Sudahlah Bummie, dia tidak melakukan apa-apa padaku." Suara Jaeojoong menginterupsi mereka. Matanya melirik Yunho kesal.
"Jae?"
"Ayo kita pulang." Jaejoong bangkit dari duduknya, lalu berjalan ke arah pintu diikuti Junsu. Sebelum itu Junsu menyempatkan diri membungkuk pada Yunho.
"Mianhae atas ketidaksopanan Kibum dan Gomawo Yunho-ssi sudah menjaga Jaejoong. Kami permisi dulu." Junsu lalu menarik temannya yang masih asyik men-deathglare Yunho dan bergegas pergi.
Sekeluarnya mereka, Yunho segera menjatuhkan diri di sofa. Dia menghembuskan nafas panjang, matanya terpejam.
Hening.
"Hyung, kau merasa tidak sedari tadi kita hanya jadi obat nyamuk?"
Poor YooMin.
.
.
Baru saja mereka Junsu menutup pintu, mereka bertiga sudah dicegat oleh tiga namja berpakaian hitam. Jaejoong mendengus sementara Junsu dan Kibum saling berpandangan.
Jadi benar tadi kita diikuti? ujar mereka tanpa suara.
Ketiga namja itu membungkuk.
"Cheosonghamnida agasshi mengganggu kegiatan anda, tapi kami diperintah Tuan Besar untuk membawa agasshi pulang," kata salah satu dari mereka.
Kibum dan Junsu maju selangkah menutupi Jaejoong.
"Maaf, tapi Jaejoong akan pergi bersama kami," ujar Kibum.
"Ne, jadi sebaiknya kalian pulang. Haraboji juga tidak akan keberatan kok," tambah Junsu.
Ketiga namja itu saling berpandangan.
"Tapi..."
"Sudahlah Kibum, Su.. Aku juga belum bertemu haraboji," ujar Jaejoong. Dia menepuk bahu kedua sahabatnya. "Temui aku besok, oke?"
Kibum dan Junsu saling berpandangan sebelum akhirnya mengangguk. Jaejoong tersenyum lalu mulai melangkah pergi, diikuti tiga namja tadi di belakangnya.
"Kita pergi?" tanya Junsu setelah Jaejoong menghilang di balik lift. Kibum mengangguk. Tapi baru beberapa langkah, Junsu berhenti di depan apartemen yang berada tepat di sebelah kanan apartemen Yunho.
"Ad-"
Dugh! Dengan keras Junsu menendang pintu apartemen di depannya. Beruntung dia memakai sepatu olahraga –karena tadi dia memang sedang berada di gym bersama Kibum sebelum mendapat telepon dari Yunho.
Kibum mengerjap-ngerjapkan matanya, tapi sedetik kemudian dia tersenyum evil. "Bisa juga kau, Su."
Kibum mengambil ancang-ancang. Dugh! Dia menendang keras pintu itu.
Mereka berdua tertawa puas lalu bergegas lari.
Tak lama pintu itu terbuka, menampilkan wajah tampan seorang Lee Donghae. Dia celingak-celinguk kebingungan. Menemukan tak ada seorang pun di luar.
"Huh?"
.
..GJ..
.
"Bagaimana?" Jonghyun memutar-mutar pena di atas meja kerjanya. Di depannya berdiri sekretaris kepercayaanya, Hwang Chansung.
"Mereka berhasil menemukan agasshi, Tuan."
"Jadi benar dia berada di Samsung-dong?"
"Ne, ternyata Junsu-ssi dan Kibum-ssi memang pergi ke sana untuk menemui Jaejoong agasshi."
"Apa dia bersama namja itu?"
"Tidak, Tuan. Mereka melihat agasshi keluar dari apartemen yang bersebelahan dengan apartemen Donghae-ssi."
"Jadi, dia tetangga si namja itu?"
"Ne, Tuan. Sepertinya agasshi menginap di sana. Tapi mereka tidak melihat si pemilik apartemen keluar, jadi mereka tidak tahu siapa yang semalaman bersama agasshi."
Jonghyun mengusap-usap dagunya, tampak berpikir. Setahunya tidak ada satupun dari penghuni apartemen itu –kecuali Donghae– yang Jaejoong kenal.
"Baiklah. Kau, cari tahu siapa penghuni apartemen itu. Secepatnya."
"Baik, Tuan."
.
.
.
To be continue...
Apa yang akan terjadi ketika Jonghyun haraboji menemukan identitas Yunho? Well, we will see in next chap, hoho...
Gimana chingu, udah terjawab kan Jaema itu siapa? Mian YunJae moment belum ada di chap ini, aku ngga mau terburu-buru, biarkan saja seperti air yang mengalir *halah*
Semoga chap ini memuaskan ne, n mian lama update. Gomawo yang udah review di chap sebelumnya^^ review lagi ne?
