Crazy for Dash Girl?
Author: Grace Jung a.k.a Jung Eun Hye
Main Cast:
Kim Jaejoong
Jung Yunho
Support Cast:
Kim Junsu
Kim Kibum
Park Yoochun
Shim Changmin
Kim Jonghyun
Genre: Romance, Drama
Warning: Genderswitch! abal, ga jelas, dll.
DON'T LIKE? DON'T READ THEN!
LIKE? ENJOY READING^^
.
.
.
Jaejoong membuka mata saat perlahan Yunho melepaskan ciumannya. Mereka saling menatap dengan nafas terengah. Tersadar dengan apa yang baru saja mereka lakukan membuat jantung Jaejoong kembali berdetak kencang. Dengan gugup dia menunduk, menyembunyikan wajahnya yang memerah.
Ada apa dengannya? Hey, ini bukan pertama kalinya ia berciuman!
Jaejoong mengalihkan pandangannya, dan seketika itu juga dia merutuk. Shit! Dia bahkan lupa dimana mereka tengah berada sekarang. Bisa ia lihat dari kejauhan Lee Hyori yang menutup mulutnya sambil menatapnya tak percaya.
"Tuan Jung, Nona Kim, bisakah anda menjelaskan apa maksud semua ini?"
.
.
CHAPTER 6
.
.
Yunho merutuki perbuatan bodohnya beberapa detik lalu. Sungguh dia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya hingga mendorongnya melakukan hal itu. Pikirannya mendadak kosong saat ia menatap mata besar nan bening itu. Akal sehatnya seolah hilang entah kemana saat ia mendapati bibir semerah cherry berada persis di depannya.
Dan semuanya terjadi begitu saja.
Yunho menatap Jaejoong yang menundukkan kepalanya. Posisi mereka masih sama. Tangannya yang melingkari pinggang ramping Jaejoong posesif, serta tangan Jaejoong yang melingkar manis di lehernya.
Para wartawan mulai ribut mendengungkan pertanyaan, hanya saja tak ada satupun dari mereka yang berani mendekat.
"Apa hubungan kalian?"
"Kenapa anda menciumnya, Yunho-ssi?"
"Apa kalian berpacaran?"
"Tolong jelaskan!"
Perlahan Jaejoong menurunkan lengannya dari leher Yunho. Matanya menatap Yunho, menuntut. Yunho menghela nafas panjang lalu meletakkan kedua tangan Jaejoong ke dadanya. Tidak ada jalan lain.
"Aku harap kau tidak marah setelah ini," bisiknya. Sebelum Jaejoong sempat membuka mulutnya, Yunho dengan cepat mendekap erat yeoja itu. Matanya menatap para wartawan yang tengah mengambil gambar mereka bak serigala kelaparan.
Yunho menghela nafas sejenak.
"Dia, Kim Jaejoong, adalah kekasihku."
.
.
Dalam hitungan detik, foto-foto hot kissing antara Yunho dan Jaejoong sudah tersebar di dunia maya. Disusul kemudian berita pengakuan Yunho tentang hubungan mereka. Tentu saja hal itu langsung membuat heboh para netter. Bagaimana tidak, keduanya merupakan sosok yang berpengaruh di Korea Selatan serta tidak pernah terlibat gosip satu sama lain sebelumnya. Tentu saja beredarnya foto-foto dan berita itu mengagetkan banyak orang.
Dan yang membuat keadaan ini tambah menggemparkan adalah siaran langsung dari SBS TV yang merekam kegiatan tak senonoh pasangan chaebol itu sekaligus live statement dari Yunho. Tidak tahukah bahwa acara itu ditonton oleh beratus-ratus ribu bahkan berjuta-juta pasang mata? Membuat rating acara itu tanpa diragukan lagi melonjak drastis.
Dan di sinilah dua tokoh utama yang tengah membuat gempar Korea Selatan berada. Setelah berhasil kabur dari para wartawan, kini Yunho dan Jaejoong sampai di perbatasan Seoul-Incheon. Mereka duduk terdiam di dalam mobil Yunho. Tak jauh di belakang mereka tampak dua mobil yang mengawasi. Satu mobil lamborghini kesayangan Jaejoong yang dikendarai oleh Kyuhyun, serta satu lagi di belakangnya mobil yang dikendarai oleh Joon, Mir, dan Cheondoong.
"Kau tahu apa yang sudah kau lakukan?" suara dingin Jaejoong memecahkan keheningan. Yunho menghela nafas.
"Maafkan aku," ujarnya tulus. Ia akui ia salah. Kalau saja ia tadi bisa mengendalikan diri dan tidak mencium Jaejoong, ini semua tidak akan terjadi.
"Kurasa beritanya bahkan sudah tersebar sekarang."
"Bukankah kau sudah terbiasa dengan skandal?" tanya Yunho tak mengerti.
"Aku tidak mempermasalahkan skandalnya. Hanya saja kenapa kau harus melakukan itu di depan umum, memalukan..." desis Jaejoong.
Yunho menoleh, menatap Jaejoong yang tengah menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Dia tersenyum –lebih tepatnya menyeringai. "Bukankah itu bagus? Berita tadi bisa menjadi berita pembuka sebelum mereka dikejutkan dengan berita pertunangan kita."
Jaejoong balas menatapnya, matanya menyipit. "Kau menerima perjodohan ini?"
"Untuk apa aku menolaknya jika kau juga menerimanya," jawab Yunho santai. Tapi sepertinya Jaejoong kurang puas dengan jawabannya.
"Aku serius, Jung Yunho. Kupikir kau tidak menyukaiku."
Yunho kembali menghadap ke depan. "Entahlah. Katakan saja aku tidak menyukaimu tapi merasa tertarik padamu disaat bersamaan," jujur Yunho. Dia tahu itu kedengarannya tak masuk akal, namun itulah yang ia rasakan sekarang. Rumit, eoh?
"Kau aneh," dengus Jaejoong geli.
Yunho tersenyum mendengar komentar itu lalu melanjutkan, "Usiaku sudah cukup matang dan aku masih sendiri. Tidak ada alasan untuk menolak. Lagipula kedua orangtuaku juga terlihat antusias dengan perjodohan ini."
"Walaupun aku sudah membeberkan skandal-skandalku?" tanya Jaejoong sedikit tak percaya.
"Yeah."
Dalam hati Yunho heran, bagaimana mungkin orangtuanya masih menerima Jaejoong setelah melihat sikap yeoja itu tempo hari? Mereka bahkan bilang jika mereka memakluminya. Ck, sebegitu inginkah mereka menikahkannya dengan anak sahabat mereka itu?
"Well, sebenarnya saat itu aku berbohong. Tentang skandal-skandal itu... aku hanya asal mengarangnya. Yeah, kecuali bagian Choi Siwon."
"Mwo? Bagaimana bisa kau...?" Yunho menatap Jaejoong, speechless. Oke, satu lagi hal tak terduga dari seorang Kim Jaejoong. "Lalu, kenapa sekarang kau menerimanya?" tanyanya penasaran.
"Kakek yang memohon padaku. Dia bilang setidaknya aku harus mencoba berhubungan denganmu. Bagaimana menurutmu?"
"Kurasa memang tak ada salahnya mencoba," jawab Yunho tenang. Jujur ia tak keberatan, malah ia rasa ini akan menjadi sesuatu yang menarik. Meskipun sebenarnya ia ragu kalau hubungan ini akan berhasil.
"Hanya saja kutegaskan untuk tidak banyak berharap, karena aku sama sekali tidak tertarik padamu."
Jujur sekali. Yunho terkekeh. "Aku juga tidak terlalu mengharapkannya."
.
..GJ..
.
Keesokan harinya berita menghebohkan tentang Jaejoong dan Yunho beserta foto-foto saat mereka berciuman terpampang sebagai berita utama hampir di semua koran harian Seoul.
Kim Jaejoong dan Jung Yunho, Berpacaran?
Putri BigEast Group Tertangkap Kamera Berciuman dengan Putra Bungsu HC Group
Skandal Foto-Foto Hot Kim Jaejoong dan Jung Yunho
Pengakuan Mengejutkan Jung Yunho, Kim Jaejoong adalah Pacarnya?
Live Kissing Dua Chaebol Ternama, Korea Heboh
Televisi pun tak kalah antusiasnya menanggapi skandal ini. Bahkan bisa dipastikan wajah Jaejoong dan Yunho akan terus mewarnai layar televisi sepanjang hari dan beberapa hari kedepan. Infotainment-infotainment dengan senang hati mengulasnya, meski masih kurang memuaskan karena belum adanya konfirmasi lebih lanjut dari kedua belah pihak. Haus akan informasi, para wartawan pun berbondong-bondong mendatangi dua tokoh utama berita mereka.
Seperti sekarang, jam masih menunjukkan pukul 10 pagi dan wartawan dari berbagai jenis media massa telah memadati gerbang utama kediaman megah Kim Jaejoong. Lebih dari dua puluh bodyguard dikerahkan untuk berjaga di depan dan belakang gerbang, memastikan tak ada satupun wartawan yang menerobos masuk.
Jaejoong hanya bisa menutup kedua telinganya dengan headphone dan memainkan lagu saat Junsu beserta Kibum masuk ke kamarnya, mengeluh betapa susahnya mereka melewati pintu gerbang lalu menyerocos panjang lebar tentang skandal yang mereka lihat di internet dan televisi.
Sekian menit berlalu dan kini Junsu dan Kibum sudah terduduk lemas di sofa setelah sebelumnya berbicara panjang lebar sampai mulut mereka berbusa sambil berdiri.
"Sudah bicaranya?" tanya Jaejoong santai seraya melepas headphone-nya, yang balas dipelototi oleh kedua sahabatnya karena sedari tadi mereka mengoceh ternyata dirinya tidak mendengarkan.
"Pertama, aku minta maaf tidak memberitahu kalian. Tapi, yeah... Jung Yunho adalah pria yang dijodohkan haraboji denganku."
"Oh, astaga! Dan kau menerimanya?" kaget Junsu.
"Aku tidak punya pilihan."
"Kapan itu?" tanya Kibum calm.
"Mmm... sekitar seminggu yang lalu?" Jaejoong memiringkan kepala lalu mengangkat bahunya acuh. Dia meraih boneka gajah pink kesukaannya dan mulai memainkannya. "Dan soal kemarin, itu adalah suatu ketidaksengajaan. Kami hanya terbawa suasana."
"Kami menonton rekamanmu di TV dan kau terlihat menikmatinya." Kibum menaikkan kedua alisnya.
"Aku sudah bilang bahwa kami hanya terbawa suasana."
"Kau tahu, bahkan video kalian yang diunggah di youtube sudah mempunyai lebih dari 2 juta viewers," tambah Junsu, kekaguman tak bisa disembunyikan dalam suaranya.
"Oh, senang mendengarnya. Apa aku akan dapat penghargaan?"
"Jung Yunho, 27 tahun, Wakil Presiden Direktur HC Group. Well, kurasa dia tak buruk. Mengingat kau pernah selamat menginap satu malam di tempatnya," analisa Kibum. Yeoja itu mengetuk-ngetukkan jari ke dagu layaknya detektif profesional.
"Dan dia juga tampan. Aku setuju kau bersamanya, Jae!" seru Junsu antusias. "Pasti anak kalian nanti akan lucu-lucu!"
"Yeah, yeah... terserah apa kata kalian." Jaejoong memutar kedua bola matanya bosan.
.
..GJ..
.
Keadaan yang tak jauh berbeda pun terjadi di Avenue Apartment. Para wartawan yang sudah stand by bahkan sejak kemarin malam masih tampak setia berkumpul di depan gedung apartemen mewah itu, menunggu kemunculan sumber berita mereka. Seruan-seruan berupa pertanyaan terus pun terus mereka kumandangkan seakan tak kenal lelah.
Keadaan seperti ini tentu saja mengganggu ketenangan dan aktivitas penghuni apartemen yang rata-rata orang kalangan atas itu. Tapi tak ada yang bisa keamanan lakukan selain memblokir pintu utama dan menghalangi para pemburu berita itu agar tidak menerobos masuk.
"Kau benar-benar menjadi artis dadakan, hyung." Shim Changmin menatap kerumunan yang tampak seperti titik-titik di bawahnya dengan kagum. "Aku masih tak percaya kau membuat skandal seperti ini."
Beruntung dia dan Yoochun dari semalam berada di sini. Bisa dibayangkan betapa susahnya melewati penjagaan di bawah seandainya mereka baru datang sekarang.
"Kau pikir aku percaya, Min?" sahut Yoochun. Namja cassanova itu tengah duduk bersila di sofa sambil menonton Pororo. "Bertahun-tahun aku bersama Yunho, ini pertama kali aku merasa tidak mengenalinya."
Yunho yang tiduran di sofa tak jauh dari Yoochun dengan novel di tangannya hanya berdecak. "Kalian berlebihan."
Hari ini Yunho memutuskan untuk berdiam diri di rumah. Tak ada yang bisa ia lakukan. Tadi pagi-pagi sekali Yonghwa menghubunginya dan memintanya untuk tidak usah datang ke kantor karena gedung mereka sudah dipadati oleh wartawan. Diapun hanya mengiyakan. Bukankah ini kesempatan berlibur yang bagus?
Yonghwa juga mengatakan untuk tidak terlalu khawatir pada orangtua mereka karena dia bilang mereka sama sekali tidak marah dan justru bangga padanya -_-
"Aish, apa mereka tidak punya berita lain untuk dibahas."
Yunho menoleh, menatap Yoochun yang tengah mengganti channel TV sambil bersungut-sungut. Dahinya mengernyit.
"Aku sudah kenyang menonton videomu, membuatku iri saja. Aku kan juga ingin mencicipi bibir itu," gerutu Yoochun seakan tahu arti tatapan Yunho.
"Ya hyung, kau tak boleh melakukan itu pada calon kakak ipar kita," ucap Changmin mengingatkan. Sekarang dia sudah duduk di samping Yoochun sambil memakan snack keripik kentangnya. Mereka berdua tampak hanyut dengan tayangan di depan mereka.
"Owh... Lihat saat dia memagutnya, Min."
"So~ hot~"
"Aku heran mereka tidak menyewa kamar hotel setelah ini."
Mata Yunho beralih pada televisi, namun seketika itu juga dia menyesal telah menoleh saat melihat adegan ciuman dirinya dan Jaejoong di layar. Wajahnya memanas. Ini sungguh memalukan. Sudah cukup dia melihatnya satu kali di laptop Yoochun dan menahan godaan dari duo YooMin sepanjang malam.
"Oh! Dan sekarang mereka saling bertatapan."
"Lihat bibir merah yang membengkak itu, Min. Sungguh sexy."
"Diam kalian," kata Yunho dingin.
Yoochun dan Changmin hanya terkikik.
Walau dari luar Yunho terlihat stay cool, tidak ada yang tahu bahwa dalam hati dia sungguh ingin mengubur dirinya hidup-hidup saat membayangkan foto-foto dan video nista itu beredar dan dilihat banyak orang. Bagaimana jika karyawan-karyawan di kantor serta klien-kliennya juga melihatnya?
Kadang ia berpikir, apa pria di layar televisi itu benar-benar dirinya?
"Kau tidak berniat meladeni wartawan, Yun? Mereka akan terus menunggumu sampai besok pagi." Suara Yoochun membuatnya mengalihkan perhatian ke arah namja berjidat lebar itu.
"Tidak. Mereka bilang mereka dan BigEast Group yang akan mengurusnya." Yunho terdiam sejenak lalu menatap Yoochun dan Changmin satu-persatu. "Dan kalian, apa kalian tidak ada pekerjaan lain selain nongkrong di sini?"
Yoochun mengangkat bahunya. "Well, aku sedang malas pergi ke kantor dan lagi aku tidak punya janji dengan klien hari ini."
Yoochun memang suka seenaknya mengingat firma hukum tempatnya bekerja adalah milik orangtuanya. Tapi jangan ragukan otak encernya, karena walaupun begitu dia merupakan salah satu pengacara yang disegani di Seoul.
"Dan kau, Min? Apa hari ini kau tidak ada kelas?" Kali ini mata Yunho menyipit menatap Changmin. Changmin memang belum bekerja dan sedang dalam program S2nya di Paran Univerisity.
Changmin nyengir gugup. "Aku membolos."
Yunho mendesis sebelum kembali menekuni novelnya. Dia hanya bisa pasrah karena nampaknya sepanjang hari ini akan ia lewati bersama dua makhluk di sebelahnya.
.
..GJ..
.
Di belahan bumi bagian lain, tepatnya di salah satu Presiden Suite di sebuah hotel di Paris, tampak Kim Jonghyun dalam setelan jas mahalnya duduk nyaman di sebuah sofa beludru yang lembut. Sedari tadi kedua matanya tak lepas dari foto-foto di tangannya. Senyum tersungging di bibirnya.
Bagaimana tidak, setelah seharian lelah menjalani pertemuan dan melakukan kesepakatan dengan rekan bisnisnya, sekarang sang sekretaris menyodorkan sesuatu yang benar-benar membuat mata suntuknya terbuka lebar.
"Mereka juga berhasil mendapatkan rekamannya, Tuan." Hwang Chansung –sang sekretaris kepercayaan, yang sejak tadi berdiri disampingnya menyerahkan sebuah tablet putih padanya.
Senyum Jonghyun semakin melebar kala melihat scene di depannya. Ckck... anak muda zaman sekarang. Sungguh, tak ada yang lebih memuaskan selain melihat hubungan cucumu dan pria pilihanmu berjalan lebih mulus dari perkiraan.
"Kau menontonnya?"
Chansung menunduk. "Maaf, Tuan."
"Tak apa. Tampaknya semua juga sudah melihatnya. Bagaimana keadaan Seoul?"
"Wartawan sangat gencar mencari informasi, tapi kami sudah mengerahkan banyak bodyguard terbaik untuk menjaga agasshi."
Jonghyun mengangguk.
Chansung meneruskan, "Dan tadi Tuan Jung menelepon, menanyakan kapan kita akan melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada media massa."
Jonghyun terdiam, berpikir. "Kurasa kita bisa melakukannya minggu depan, sekembalinya aku ke Seoul."
.
.
Sementara itu, di sebuah kamar lain di gedung yang sama, seorang pria tampan berwajah Asia berdiri menghadap jendela kaca besar, menatap sendu pemandangan malam kota Paris yang begitu indah. Sayang keindahan itu tak mampu mendamaikan hatinya yang resah.
Perlahan, dia beranjak dari tempatnya dan berjalan menuju ranjang king size di tengah ruangan. Dia merebahkan tubuhnya, membiarkan satu lengan kekarnya menjadi sandaran kepalanya, lalu menatap langit-langit kamar dengan pikiran yang jauh menerawang.
Tak lama kemudian tangannya bergerak mengambil sebuah pigura foto di meja nakas. Ditatapnya foto itu lekat-lekat. Cantik. Sungguh cantik. Sampai kapanpun ia tak akan pernah berhenti memuja keindahan itu.
Dia mengelus foto itu penuh sayang, lalu tersenyum lembut.
"Aku akan pulang sebentar lagi. Tunggu aku, Jae..."
.
.
.
To be continue...
Omo, apa ini?! *ngumpet di ketek yunpa*
Koq aq ngrasa cerita.a makin gaje ya... weuww~
Pihak ketiga dari jaema a.k.a saingan yunpa udah muncul, ada yg bisa menebak siapa?
Untuk yang bertanya tentang pekerjaan hominchun dapat kalian liat diatas ya... terus yang nanya ff ni berapa chap? jujur aq masih ga tau. Mungkin sekitar.. eung, 15? Terus soal ortu jae ma donghae... mmm... no comment deh saat ini :D
Gomawo yg udah baca dan review chap kemarin :D
Review lagi?
