Donghae masih tercekat ditempat ia berdiri. Tak mampu bergerak bahkan untuk sekedar bernapas normal. Tak pernah terbesit dalam pikiran terliarnya bahwa Hyukjae akan terlihat selemah ini, tak berdaya dibawah kungkungan seseorang. Terlebih—
—terlebih lagi, seseorang bernama Choi Siwon yang kini tengah menatapnya dengan tatapan yang tak pernah ia lihat sebelumnya.
.
The Other Side of the Sky
©Saika Kunieda
Pairing : Donghae/Hyukjae, Siwon/Hyukjae
Warning : Yaoi! Rape! OOC! typo(s)!
A/N : chapter 2 is up! Rape scene ahead! Saya juga banyak menggunakan kata yang kurang enak, mungkin. Jadi kalau ada yang keberatan silahkan di skip saja, ok?
.
"Donghae-ah!"
Donghae tersentak manakala suara Siwon terdengar asing di telinganya. "Tutup pintunya dan mendekatlah kemari."
"A-aku—" Donghae merasa seperti tersedak. Ia bahkan tak sempat menanyakan mengapa mereka berdua bisa sampai dalam keadaan seperti ini. Manik matanya beralih menatap Hyukjae yang masih berusaha memberontak dibawah tindihan Siwon.
Haruskah ia menuruti apa yang pemuda itu perintahkan sebelumnya?
"CEPATLAH DONGHAE!"
BLAM
Dan pintu ruangan itu kembali tertutup
.
Saat itu..
Kenapa ia tidak berusaha menolak?
.
"S-Sunbae.. apa yang kau lakukan—?"
"Tak bisakah kau mengerti situasi ini hanya dengan melihat?" Siwon memalingkan wajahnya dari Donghae kepada Hyukjae yang semakin membuatnya kewalahan. "Bantu aku memegangi tangannya. Ia tetap memberontak, aku tak bisa membuatnya tenang."
"NGH!" Rintihan terdengar pelan dari mulut Hyukjae saat tangan Siwon mencengkram kedua pergelangan tangannya semakin erat. Menyakitinya.
"T-tapi H-Hyukjae Sunbae tidak mau melakukannya—" Donghae mencicit sementara tubuhnya beringsut mendekati Siwon.
Pemuda itu mendecih. "Semua orang seperti itu pada awalnya."
Saat itulah pertama kalinya ia melihat Siwon begitu menyeramkan. Pemuda yang mudah tersenyum itu kini tak lebih dari iblis baginya. Tubuh Donghae bergetar. Ia sangat takut hingga tak mampu untuk bergerak.
"Hei—jadilah anak baik dan jangan banyak bergerak, Hyukjae."
PLAK
Tubuh Siwon sedikit terdorong mundur oleh tepisan tangan Hyukjae. Sapu tangan yang sebelumnya menyumpal mulutnya terbuang kesisi lain ruangan. Pemuda itu terengah hebat dan berusaha untuk bangkit.
"BANGSAT!"
BUGH
"Sunbae!"
Donghae tak bisa mencegah ketika kepalan tangan Siwon mengenai pipi kiri Hyukjae. membuatnya meringkuk dengan kedua tangan berusaha menutupi wajahnya. Hati Donghae mencelos ketika isakan tertahan terdengar dari mulut Hyukjae yang terluka.
Lagi, Donghae tetap diam ketika Siwon berusaha melepaskan celana seragam Hyukjae, tak peduli jika sepatu pemuda itu masih membungkus kakinya dengan sempurna. Kali ini tanpa perlawanan berarti. Menyebabkan tubuh bagian bawah Hyukjae terekpos tanpa sehelai benang-pun.
Donghae menahan napas.
"Heh, lihat Donghae, ia setengah ereksi."
Hyukjae pasrah ketika ia merasakan kakinya dilebarkan oleh Siwon. Pipinya terasa panas dan kepalanya berdenyut sakit.
Deg
Baik Donghae dan Hyukjae tersentak ketika tangan Siwon menggenggam milik pemuda dibawahnya itu. Mengurutnya pelan. Tubuh Hyukjae bergetar karena rasa takut. Sedangkan Donghae, ia tak bisa menahan getaran aneh ditubuhnya yang sulit dijelaskan. Napasnya memburu.
"Hyukjae.." Siwon merangkak naik mensejajarkan wajahnya dengan Hyukjae yang masih menggunakan kedua tangannya untuk menghalangi wajahnya yang penuh air mata. Ia merasakan napas Siwon diantara ceruk lehernya sebelum kecupan diberikan pemuda itu di tulang selangkanya. "Kau selalu terlihat luar biasa dalam semua hal yang kau kerjakan. Tapi kau juga tidak akan bisa menolak sebuah kenikmatan 'kan, Hyukjae? hmm, it's fine, right? Biarkan aku melihat wajahmu, Hyukjae.."
Kali ini Siwon menoleh dan menyeringai ke arahnya. "Donghae—bantu aku memeganginya. Setelah aku selesai, kau bisa mendapat giliranmu juga. Kau mau 'kan? Ayolah.."
Sekalipun ia tahu bahwa apa yang Siwon lakukan adalah salah, Kenapa tubuhnya menghianati akal sehat yang saat itu berteriak dikepalanya—kenapa ia tak mampu menolak?
"Tidak—jangan! Ugh!" Donghae menyimpan tangan Hyukjae diatas kepala pemuda itu. Tak menghiraukan penolakan lemah darinya. Bisa ia lihat jelas jejak-jejak air mata disana. Ekspresi ketakutan di wajahnya.
"Baiklah, tahan dia.." Siwon berusaha membuka resleting celananya sendiri. Miliknya sudah sepenuhnya ereksi. Siwon menatap Hyukjae dengan ekspresi paling kejam yang pernah Donghae lihat. Mata dan hatinya seolah tertutup oleh nafsu birahi. Berbanding terbalik dengan Siwon yang selama ini ia kenal.
Hyukjae semakin memberontak. Pegangannya pada tangan Hyukjae hampir terlepas. "Hentikan Siwon! Kumohon—hiks.."
"Pegang dengan benar, Donghae!"
Donghae menekan pergelangan tangannya lebih dalam. Menggenggamnya erat.
"Ya.. benar, sekarang perhatikan," Siwon menjilat bibir atasnya sekilas. Menyeringai. "Ketika aku mulai bergerak masuk.."
Ekspresi wajah Hyukjae menjadi pias. Ia merasakan kakinya ditekuk dan dilebarkan oleh Siwon. Dan detik berikutnya Donghae membulatkan kedua maniknya saat melihat Siwon memaksa masuk ke dalam Hyukjae.
"AARGHH!"
.
Hyukjae tersedak air matanya sendiri. Tergugu dalam diam. Kekuatannya tak sebanding dengan dua orang lainnya jika ia ingin melawan. Ada rasa sakit yang membuatnya sulit benapas dari bagian selatan tubuhnya. Kedua pergelangan tangannya amat ngilu karena dicengkram erat.
Tubuh Donghae mendadak panas oleh getaran aneh. Tertegun ia memperhatikan bagaimana Hyukjae bernapas tersendat, mengerang. Tubuhnya terus terdorong ketika Siwon bergerak semakin dalam. Donghae merasakan bagaimana suhu tubuh pemuda itu meninggi. Kulit tubuhnya licin karena keringat dan wajahnya basah oleh airmata yang tak mau berhenti mengalir.
Donghae tak pernah meminta untuk terjebak dalam situasi seperti ini. Semuanya terlalu mengerikan untuk ia saksikan dengan mata kepalanya.
Tapi ia tak mau mengalihkan pandangannya..
Tidak, ia ingin melihatnya.
Donghae ingin melihat bagaimana pemuda dibawahnya itu terus mengerang, memohon untuk berhenti sekalipun Siwon seperti menulikan pendengarannya. Ia ingin melihat tubuh Hyukjae yang basah bermandikan keringat, air mata dan air mani, menggeliat kesakitan.
.
Entah setan apa yang merasuki Siwon hari itu. Yang Donghae tahu, ketika Siwon berhasil mengoyak bagian bawah tubuh Hyukjae, bahkan sampai ke hatinya, ia sekaligus berhasil menghancurkan persahabatan mereka.
Donghae tersentak ketika merasakan tangan Hyukjae diatas pahanya. Membuatnya memundurkan letak duduknya.
"S-Sunbae?"
Hyukjae tersenyum, masih menyangga dagunya dengan sebelah tangannya. Donghae pikir laki-laki itu sudah terlalu mabuk.
"Ada apa, Donghae? Apa kau ingin meneruskan apa yang kau tinggalkan waktu itu?"
Donghae terdiam.
"Kita jarang memiliki waktu untuk bertemu seperti ini," Tangan yang sebelumnya terasa diatas pahanya terangkat menuju sisi wajahnya. "Aku pikir, melakukan ini akan lebih menyenangkan daripada harus mengingat masa lalu yang membosankan.."
Lelaki di depannya beringsut mendekat. Tangan Hyukjae terasa seperti mengelus pipinya sebelum ia berbisik, "Bukan begitu, Donghae?"
PLAK
Keduanya sama-sama terkejut saat Donghae menepis tangan lelaki yang lebih tua itu. Donghae memperhatikan bagaimana Hyukjae memegangi pergelangan tangannya sambil menunduk. Ia tersadar dan segera bangkit dari kursinya. Merasa bersalah.
"Ah—maafkan aku, Sunbae."
"Kau memang tak berubah, ya—" Hyukjae mendecih. "Kau juga tak bisa melakukan apa-apa waktu itu."
Kali ini Donghae menunduk, benar-benar tak bisa menyembunyikan rasa bersalahnya.
Andai dia bisa bersikap lebih berani saat itu.
"Ah—haah.."
Donghae beralih menatap Siwon yang terengah. Memperhatikan bagaimana pemuda itu klimaks di dalam Hyukjae. Pandangannya berubah nanar saat melihat Hyukjae menutup matanya. Terlalu malu untuk melihat bahwa seorang pria telah berhasil menginjak harga dirinya. Satu lagi cairan bening menetes dari sudut matanya.
"Donghae," Siwon berbisik lirih. "Kita punya perjanjian, bukan? Sekarang giliranmu."
Donghae masih ragu ketika melihat tubuh Hyukjae menegang kembali manakala Siwon menarik diri dari tubuhnya. sontak ia lepaskan genggamannya pada tangan Hyukjae, memperlihatkan noda merah yang kentara pada kulit pucat itu. Sedangkan Hyukjae tergolek diam. Masa bodoh jika ia harus digagahi bergiliran oleh dua orang yang ia anggap teman selama ini. Sekujur tubuhnya lelah dan sakit. Terlalu sakit hingga bisa ia rasakan sampai ke hatinya.
"Kenapa, Donghae?" Siwon bertanya setelah membenarkan celananya ketika melihat Donghae beringsut mundur, menggelengkan kepalanya. "Tsk. Aku tahu sejak lama kau sudah memperhatikan Hyukjae. Jangan berpura-pura menolak sekarang."
"Atau—kau sengaja datang hanya untuk menonton kami?"
Donghae tersentak. "Bukan—"
"Terserahlah," Siwon bergerak memunggunginya sembari mengenakan jas sekolahnya. "Lagipula aku sudah bersenang-senang. Kalian bedua bersenang-senanglah."
Siwon sempat menyeringai kearahnya sebelum membuka pintu ruangan dan pergi. Donghae menatap kepergiannya tak percaya. Bagaimana mungkin ia pergi semudah itu setelah apa yang telah terjadi?
Donghae tersadar kembali ketika Hyukjae tiba-tiba saja berusaha bangkit. Mati-matian menahan rasa sakit di bagian bawah tubuhnya saat mencoba duduk. Seragamnya terasa lengket dan berantakan. Ia bahkan tak berani melihat keadaannya sendiri.
"Hyukjae S-Sunbae kau tida apa-apa—" Donghae mengulurkan tangannya kepada pemuda itu. mencoba membantu. Namun tangannya ditepis kasar.
"Pulanglah," Desis Hyukjae lemah. "Jangan menyentuhku!"
Hati Donghae mencelos. Buru-buru ia bangkit sebelum menutup pintu ruangan dengan keras. Pikirannya berkecamuk. Ia ingin menjelaskan tetapi penolakan mentah-mentah Hyukjae mau tak mau membuatnya meninggalkan pemuda itu disana.
Hari sudah petang ketika ia berlari pulang. Sedangkan Hyukjae masih disana, menangis sendirian.
.
Ia terus berlari. Ia pengecut.
Seharusnya ia bisa menyelamatkan Hyukjae. Bukan malah melakukan hal yang sebaliknya. Ia telah membantu Siwon melakukan perbuatan hina itu!
Wajar jika Hyukjae membenci mereka setelah ini. Membenci dirinya, dan menganggapnya menjijikkan.
Tapi— walaupun begitu, panas di tubuhnya tak mau pergi. Getaran aneh itu tak mau menghilang sekalipun kejadian itu sudah berakhir.
.
Hari berikutnya ia terus menundukkan kepalanya ketika berjalan di sekolah. Beruntung ia tak bertemu kedua orang itu berhubung mereka ada di tingkatan yang berbeda. Ia bahkan tak yakin bahwa Hyukjae berangkat hari itu.
Seminggu kemudian ia pindah ke Seoul setelah meminta kepada orangtuanya untuk dipindahkan sekolah. Tanpa mengucapkan sepatah kata perpisahan, ia pergi begitu saja.
Ketika sepuluh tahun berlalu, ia telah melakukan apa saja demi melupakan kejadian malam itu. Walaupun jauh di dalam hatinya, ia tahu, bahwa itu adalah hal yang mustahil.
Keduanya berdiri bersisihan di peron yang sama. Seakan melupakan kejadian sebelumnya di kedai. Menunggu kereta terakhir malam ini. Tak lama ketika sebuah kereta berhenti tepat dihadapan mereka, Hyukjae memilih untuk bersuara.
"Kalau begitu aku pergi dulu," Katanya. "Semoga kau selamat sampai ke Seoul."
Donghae mengangguk. Sedikit ragu untuk membalas. "Selamat tinggal, Sunbae."
Hyukjae membalas dengan senyuman tipis sebelum laki-laki itu memunggunginya.
Setelah ini—mereka tidak akan bertemu lagi 'kan?
Donghae merasa sangat bodoh. Apa yang ia harapkan? Sampai kapanpun, bagi Hyukjae ia hanyalah laki-laki pengecut yang tak akan pernah terlihat olehnya. Kesalahannya tak akan pernah dilupakan oleh Hyukjae, dan perasaannya tak akan pernah tersampaikan kepada laki-laki itu.
Donghae hampir tenggelam dalam pemikirannya sendiri ketika ia merasakan lehernya ditarik mendekat oleh seseorang. Lalu ia menemukan wajah Hyukjae nyaris menyentuh miliknya. Laki-laki itu tersenyum ketika berkata lirih. "Aku akan memberitahumu satu hal,"
Dan ia merasakan napas Hyukjae didekat telinganya. Membisikkan sebuah kalimat yang membuatnya menegang seketika. "Akulah yang membunuh Siwon."
DEG
Hyukjae terkekeh pelan sebelum mendorong Donghae cukup keras hingga membentur tiang peron yang terbuat dari besi. Kekehan Hyukjae berubah menjadi tawa yang kemudian teredam oleh pintu kereta yang tertutup.
Donghae masih berdiri disana. Membeku. Hyukjae masih memperhatikannya dari dalam kereta, dan ia hanya bisa menatap kereta itu berjalan semakin menjauh hingga tak terlihat lagi. Meninggalkannya termenung dengan segala pertanyaan di kepalanya.
Hyukjae… membunuh Siwon?
.
To Be Continued
.
A/N : /inhale, exhale/ fuuh sekarang tahu kan kenapa Donghae bersikap kaya gitu ke Hyukjae? kk
Sebelumnya, makasih buat sebelas orang yang sudah mampir ke kotak review /kecupsatusatu/ Keberatan kalau saya minta lagi? /slaps
.
Review?^^
Regards, Nari.
