Raygha Raikouga : ya, mkasih buat dukungannya. Tapi maaf ane belum baca ceritanya ^^

Acekazem22 : For english release, I'm working, but I'm not sure when the exact date. so be patient a little longer

Chapter 5 : Deck dengan Semangat Baru

Di chapter sebelumnya.

Konami yang sedang berduel menghadapi Hakuto hanya tinggal selangkah lagi menuju kemenangannya, namun belum sempat duel berakhir, tiba-tiba situasi menjadi kacau setelah petugas keamanan datang. Ditengah kekacauan tersebut, muncul siswa misterius dengan tujuan yang tidak jelas.

*pant* Konami memasuki kelas dan menuju tempat duduknya.

"Padahal tinggal sedikit lagi, tch..." Konami duduk sambil melepas duel disk nya

Tidak lama kemudian saat konami memeriksa kembali duel disk nya

"Apa!?, dimana...dimana deck nya?!" konami terlihat panik saat menyadari deck nya sudah terlepas dari duel disk, yang tersisa hanya kartu-kartu yang dia gunakan saat duel.

"Aku belum melepas deck nya sama sekali, aku yakin!"tangan Konami bergetar sambil menatap duel disk nya dengat wajah kaget

Konami terus mencari-cari deck nya namun dia tidak berhasil menemukannya.

~Di sisi lain~

Ban ureija yang terpisah dari Hakuto dan Yuji.

Ban terlihat sedang membuntuti seseorang, dia menjaga jarak beberapa meter dengan targetnya

Siswa misterius yang dibuntuti oleh Ban tiba-tiba berbelok, namun saat berusaha dikejar oleh Ban dia terkejut. Target yang dia buntuti tiba-tiba menghilang

"Apa? Kemana dia pergi?" Ban terlihat bingung

~Flashback saat kekacauan terjadi~

"Ayo Hakuto kita harus pergi dari sini!" teriak Yuji yang sudah beranjak dari tempatnya

"Tapi...duelnya-. Ugh lupakan.." Hakuto kemudian bergegas

Ban masih diam ditempat dan bermaksud menghampiri konami, tapi dia melihat sesuatu yang mengejutkan.

Konami ditabrak oleh beberapa siswa yang berlari kearahnya, kemudian Ban melihat salah satu dari siswa tersebut dengan keterampilan yang hebat bisa melepaskan deck yang terpasang di duel disk

"Apa yang dia lakukan!?" Ban terkejut

Konami berusaha bangun dan langsung pergi, Ban berusaha meneriaki konami namun tidak sempat.

"Red Hat! Tunggu!... Ah, dia sudah pergi" teriak Ban

Terdiam beberapa saat

"Tunggu dulu, orang itu-" Ban sambil mencari-cari siswa yang mengambil deck milik Konami

"Itu dia!, aku ingin tahu apa yang sebenarnya dia rencanakan" Ban sambil berjalan membuntuti siswa misterius tersebut

~end flashback~

Ban ureija kehilangan jejak siswa misterius tersebut dan bergegas kembali ke kelasnya.

Setelah duel hebat antara Konami dan Hakuto, sekarang mereka menjadi pusat pembicaraan. Nama Red Hat tiba-tiba menjadi populer pada hari itu.

"Apa kau tahu duelist elit LDS Hakuto Shijima?"

"Ya, bukankah rekornya itu tidak terkalahkan selama beberapa pertandingan"

"Tidak, seseorang hampir saja merusak rekornya"

"Apa kau bilang?, ada orang yang bisa mengalahkannya?"

"Aku tidak bilang begitu, tapi dia berhasil membuat Hakuto kewalahan sampai mengeluarkan kekuatan sejatinya"

"Sampai segitu nya?(tercengang). Apa dia murid LDS juga?"

"Kurasa bukan, tapi orang menyebutnya si Red Hat!"

"Red Hat?"

~Di kelas yuya dan yuzu~

Yuzu menceritakan apa yang telah dia lihat

"EHH, Apa itu benar?" Yuya kaget mendengar apa yang telah diceritakan oleh yuzu

"Ya, si Red Hat itu sangat hebat. Kalau duel nya tidak terhenti mungkin dia yang akan memenangkannya" Yuzu

Setelah bercerita banya yuzu terdiam sejenak

"hmm..ngomong-ngomong, di YSDS kita belum memiliki fusion user. Ah, benar juga. Bagaimana kalau kita mengajaknya bergabung?" Yuzu

"Kedengarannya menarik!, aku setuju" yuya terlihat bersemangat

~Di kelas Hakuto~

Yuji menghampiri tempat duduk Hakuto

"Kenapa denganmu?, kau terlihat kesal" tanya yuji

"Tidak...aku hanya-"jawab Hakuto yang terlihat canggung

Terdiam sesaat, Ban akhirnya tiba di kelas.

"Darimana saja kau?, jangan bilang kau berurusan dengan petugas sekolah." Tanya Yuji

"*sigh* jangan khawatir, aku hanya mengurus masalah kecil" Ban sampil menghampiri Hakuto dan Yuji

Ban kemudian melihat Hakuto yang tampak gelisah

"Kau masih memikirkan duel tadi?." Tanya Ban

"Diamlah, aku tak ingin membicarakannya" jawab Hakuto sambil memalingkan muka

"Kenapa kita tidak ajak si Red Hat itu menjadi bagian dari LDS?, bukankah itu akan lebih baik" Ban

"Mustahil, kurasa dia bukan orang yang cocok. Ditambah jika benar-benar bergabung dengan LDS, maka Masumi akan punya rival yang sangat berat. Kemungkinan besar dia akan menggantikan posisi Masumi sebagai fusion user terbaik di LDS" Yuji

"Aku juga tidak setuju kalau dia bersanding dengan" Hakuto dengan wajah kesal

"Ya itu menurut kalian, tapi tidak untuk LDS kan?" jawab Ban

"tch..." Yuji terdiam

"Aku tidak peduli lagi, aku tidak ingin orang seperti dia berada di LDS" jawab Hakuto

"*sigh* kalian mengakui kekuatannya bukan begitu?"

"Tapi seseorang telah mecuri deck nya, apa dia akan baik-baik saja?. Aku harus melakukan sesuatu pada pencuri itu"

Ban dalam hatinya

Di sore hari saat kegiatan sekolah selesai

Konami berjalan menuju gerbang sekolah

Konami berhenti sejenak lalu menundukan kepalanya dengan mata berkaca-kaca

"ugh...Maaf ayah, deck itu..aku tidak bisa menjaganya" Konami tidak bisa menahan kesedihannya

~Flashback~

"Sedih itu wajar, kau boleh merasa sedih tapi setelah itu...kau harus segera bangkit. Yakinlah dengan sepenuh hati, dan katakanlah pada dirimu sebuah harapan" Ayah konami sambil memegang pundaknya

"Harapan?*tears*" tanya konami sambil mengusap air matanya

"Suatu saat kau akan mengerti" Ayah konami sambil tersenyum

~End Flashback~

"Benar, aku tidak boleh bersedih sekarang. Selama aku masih memliki kartu, aku tidak akan menyerah" Konami mengusap air matanya

"Aku akan mengambil kembali deck itu, aku janji. Dengan semua yang masih tersisa aku akan membuat semangat yang baru." Konami memegang kartu-kartu yang tersisa

Tak lama kemudian

"Kurasa itu dia" Yuzu menghampiri konami

"Hai" Yuzu menyapa Konami

"Eh? Kau yang tadi pagi kan?, ada yang salah?" tanya Konami dengan keheranan

"Tidak, aku hanya ingin bicara sesuatu. Oh ya, tadi pagi aku belum sempat mengtahui namamu-" Belum selesai Yuzu bicara, Yuya datang

" *pant* Kau meninggalkanku Yuzu...eh..kau yang tadi pagi itu kan?. Yuzu banyak bercerita tentangmu, dan dia bilang kau duelist yang hebat dan hampir mengalahkan murid LDS, apa itu benar?" Yuya langsung bertanya

"Ahh itu.." Konami terlihat kebingungan

"Diamlah yuya, kau membuatnya bingung." Yuzu membentak Yuya

"..." Konami terdiam

"Ah, tujuanku adalah ingin mengajakmu bergabung di YSDS" Yuzu

"Begitu ya, maaf aku belum memberitahu namaku sebelumnya. Aku Konami Hiro, aku tinggal di pinggiran kota Miami tidak jauh sekolah ini. " Konami dengan tersenyum

"Konami?" Yuya dengan keheranan

"Ya aku mengerti, jadi bagaimana konami?, maukah kamu bergabung dengan kami?" tanya Yuzu

"Tentu saja, kurasa itu akan menyenangkan, ditambah aku ingin melihat pendulum summon secara langsung." Konami

"Benarkah?,jadi kau juga ingin belajar pendulum?" tanya Yuzu

"Yah begitulah" konami

"Jika yang dikatakan yuzu benar maka, suatu saat ayo kita lakukan duel yang menyenangkan" Yuya dengan penuh keyakinan

"yuya?" tanya yuzu dengan terkejut

*sigh* Konami tersenyum

"Terimakasih sudah mengajak, tapi hari ini aku tidak bisa kesana sekarang" Konami menolak dengan halus

"Ahh" Yuya terlihat kecewa

"Tapi kenapa?" tanya yuzu dengan penasaran

"Ada sesuatu yang harus kuselesaikan" jawab konami

"Baiklah aku mengerti, tapi kalau ada sesuatu kau bisa tanyakan padaku" Yuzu dengan sedikit kecewa

Terdiam beberapa saat

"Aku harus segera pergi" Konami sambil bergegas

Yuya dan Yuzu hanya melihat konami pergi

"Dia orang yang sibuk" Yuya

"..." Yuzu hanya terdiam

~Siswa misterius~

Siswa misterus yang membawa deck milik konami berjalan keluar dari sekolah. Tanpa diketahui, Ban ureija sudah merencanakan sesuatu untuk membuntuti siswa misterius tersebut

"Kau tidak akan bisa lari sekarang, apa yang akan kau lakukan dengan deck itu" Ban dalam hatinya

Berjalan beberapa meter dari sekolah, siswa misterius itu mengaktifkan kembali microphonenya

"Ini aku" Siswa misterius

"Ada apa?" orang misterius

"Kurasa aku akan sedikit terlambat" siswa misterius

"Apa maksudmu?, bukankah perjanjiannya sudah jelas" orang misterius

"Kau tunggu saja disana, aku harus membereskan dulu satu tikus dibelakangku" siswa misterius

"Aku tidak suka menunggu, jangan terlalu lama atau kau akan kehilangan bagianmu" orang misterius

"..." siswa misterius hanya terdiam lalu mematikan microphonenya

Sejak awal ternyata siswa misterius itu sudah menyadari terdapat seseorang yang sedang membuntutinya.

Dengan suasana yang sudah gelap, siswa misterius itu membawa Ban ureija ke jalan buntu.

"Jalan buntu?" Ban ureija terkejut

Siswa misterius itu berhenti

"Sudah cukup main-mainnya, aku tahu kau membuntutiku" Siswa misterius

"Ugh.." tanpa meninggalkan tempatnya Ban terlihat kaget

Siswa misterius itu berbalik badan

"Apa kau teman dari si Red Hat itu?" tanya siswa misterius

"...apa yang kau rencanakan?, kenapa kau mencuri deck milik Red Hat" Ban

"Jadi kau penasaran?" siswa misterius tertawa

"..." Ban hanya terdiam dan terlihat tegang

"Aku hanya sedang memburu deck yang sangat langka" siswa tersebut sambil memgang deck milik konami

"Apa katamu?" tanya Ban dengan penasaran

"Deck ini puluhan tahun lebih tua darimu, tapi masih bisa mengimbangi deck generasi sekarang. Bukankah itu sangat hebat?"

"Apa?.." Ban terkejut setelah mengetahui usia deck milik konami

"Bagaimana kau mengetahuinya?" tanya Ban

"Kau tidak pernah belajar sejarah bukan begitu?...Lupakan saja. Sekarang apa yang kau inginkan?"

"Tak perlu kau tanya, aku ingin kau kembalikan deck itu!" Ban terlihat serius

"Sombong sekali bicara seperti itu, memangnya kau siapa."

"Duelist yang mencuri deck orang lain, sebaiknya berhenti menyebut dirinya sebagai duelist. Kau hanyalah pecundang yang menyedihkan" Ban

"*sigh* hahaha" tertawa keras

"Baiklah sekarang kau membuatku kesal, aku ingin lihat seberapa hebat kau" siswa misterius dengan wajah emosi

"Kau menantangku?, sebaiknya pikir-pikir dulu siapa yang akan kau lawan" Ban

"Yah aku memikirkannya berulang-ulang dan jawabannya adalah...Kau akan menyesal"

"Ini akan berbeda, ini adalah duel kegelapan." Siswa misterius tersenyum

"Duel kegelapan?" Ban telihat kebingungan

"Jangan banyak bertanya kau membuat kepalaku pusing"

"..." Ban terdiam sambil menyiapkan duel disk nya

~Apartemen Konami~

Konami duduk dilantai dengan kartu berserakan, dia sedang menyusun sebuah deck.

"Kuyakin kalian bisa berdampingan" Konami memegang tiga kartu monster, masing-masing Snycro Monster, Fusion Monster, dan XYZ Monster.

Konami menyusun rapi deck nya, lalu dia menyimpannya diatas meja.

"Sekarang semuanya sudah lengkap. Besok aku harus pergi ke You Show Duel School, aku tidak tahu apa yang akan kulakukan selanjutanya tapi..." Konami tersenyum seolah dia sudah melupakan deck nya yang hilang.

Konami menuju tempat tidurnya lalu berbaring.

"Sekolah duel?, ini pertama kalinya bagiku." Konami dalam hatinya

To be Continue...