Kamera memperlihatkan bagian luar restoran, tampak seorang yang memakai lencana LDS dibalik kerahnya sedang mengawasi Konami. Kemudian dia masuk kedalam restoran tersebut dan sambil memengang sebuah koran untuk menutpi wajahnya, dia hanya berdiri disamping pintu masuk.

Lalu dia mengaktifkan alat komunikasi tersembunyi miliknya

"Dia sedang duduk di sebuah restoran, selama ini semuanya aman tidak ada aktifitas yang mencurigakan"

*mematikan sambungannya*, kemudian dia melihat Konami dengan keheranan, "Dia sedang berbicara dengan siapa?"

.

.

"Kau siapa?" tanya Konami

"pssst, seseorang sedang mengawasimu" dengan nada bisikan sambil meembungkukan badannya lebih dekat pada Konami

"Apa?", Konami terkejut, "Apa maksudmu?"

"Orang yang disamping pintu itu"

"Yang mana?", Konami mencoba menoleh kearah yang disebutkan oleh orang misterius tersebut

"Jangan MENOLEH!" dengan nada tinggi dan wajah serius. Lalu setelah Konami menghentikan usahanya dia tersenyum, "Karena itu akan membuatnya curiga"

"Jangan memasang palsu seperti itu kau aneh"

"Hahaha, terbiasalah karena mulai sekarang kau akan sering bertemu dengaku"

Konami kemudian memukul meja, "Cukup sudah omong kosong nya, aku hanya ingin deck miliku kembali", Konami dengan wajah sedikit kesal

Orang misterius itu tidak langsung menjawab, "hmm" ,dia bersandar dikursinya, "Perkenalkan, namaku Akira, . . Akimoto Akira, namamu Konami kan?" sambil mengulurkan tangannya kepada Konami.

Konami tidak merespon, lalu Akira mengambil deck dari sakunya

"Kau mencari ini kan?"

"Itu! Kembalikan padaku!", kata Konami sambil mencoba mengambil decknya, namun Akira mencegahnya

"Tenanglah kau membuat penguntit itu curiga, dengar. . aku akan memberikan deck ini jika kau memperhatikan baik-baik perkataanku"

Konami dengan wajah kesal mengepalkan tangannya

"Baiklah, aku mengerti . . lanjutkan bodoh!"

Beberapa menit kemudian

"Mereka terlihat serius" Orang yang mengawasi Konami terlihat curiga dengan pembicaraan yang dilakukan oleh Konami dan Akira, kemudian dia mencoba mendekati mereka. Setelah itu, dia duduk disamping mereka.

Lalu orang yang mengawasi tersebut mencoba melihat mereka berdua dibalik korannya namun, Konami dan Akira hanya saling menatap dan tidak mengatakan apapun.

Akira menggerakan matanya untuk memberikan kode kepada Konami, lalu tidak lama kemudian mereka berdua meninggalkan tempatnya masing-masing.

Akira dan Konami berjalan kearah yang saling berlawanan

"Aku tidak tahu maksudnya tapi, kurasa dia bukan orang yang sembarangan" Konami dalam hatinya

"Ini dia", Konami melihat keatas sebuah plang bertuliskan *toilet*

~Flashback~

Akira berbisik kepada Konami, "Aku menyimpan deckmu di sebuah toilet, berada paling pojok. Jika kau sudah masuk kau akan melihat sebuah tulisan kecil didinding tepat dibelakang kloset"

"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Konami

"Kau akan tahu, hanya saja jangan melupakan perjanjiannya"

"Aku mengerti"

~End Flashback~

Konami berhasil menemukan tulisan kecil dibelakang kloset, "Jadi apa yang harus aku lakukan?"

Dia memperhatikan baik-baik dan ternyata itu adalah sebuah kotak rahasia, Konami membukanya pelan-pelan dan sebuah deck tersimpan dengan rapi.

"Ini dia, hmph" Konami tersenyum dengan kepala menunduk, dia terlihat senang mendapati decknya telah kembali

"Oh, aku hampir lupa. Aku akan terlambat" Konami bergegas menuju You Show Duel School.

Disisi lain

"Bagaimana perkembangannya, Akira?"

"Sudah aku bereskan, kita bisa serahkan padanya sekarang"

"Baguslah, kalau begitu segera kembali keposisi"

"Roger"

#You Show Duel School#

"Konami lama sekali, apa dia tersesat" Yuzu berada disamping duel field, sedangkan Yuya sedang melakukan latihan

Beberapa menit kemudian

"Oy, kalian semua!, berkumpulah, kita kedatangan murid baru" teriakan Shuzo membuat semua orang yang ada ditempat tersebut terkejut

"hm?" Sora masih asik dengan permen ditangannya

"Eh? Benarkah?" Futoshi, Ayu dan Tatsuya terlihat sangat penasaran

"Mungkinkah!?" Yuzu

Yuya dan Gongenzaka nampaknya tidak mendengar dan terus melanjutkan duelnya

"Ini dia teman baru kita, namanya adalah Konami" Shuzo memeperkenalkan Konami

"Senang bertemu kalian" Konami membungkukan badannya

"Kau sangat kaku, simpan hormatmu itu nak. Itu tidak perlu" kata Shuzo sambil tertawa

"eh. Baiklah" jawab Konami dengan sedikit gugup

"Konami!, kau terlambat" kata Yuzu

"eh, kak Yuzu kenal dengan Konami?" tanya Ayu

"Tentu, karena aku yang mengajaknya kemari"

"Benarkah?, kalau begitu kak Yuya juga?" tanya Futoshi

"hm hm" Yuzu hanya mengagguk

Kemudian Sora menghampiri Konami, "Namaku Sora, sebagai tanda perkenalan kita, kenapa tidak berduel saja"

"Apa?, tunggu dulu, tapi sepertinya aku ingin melihat dulu pertarungan Yuya" Konami terkejut

"hm tidak menyenangkan" jawab Sora dengan cemberut

"tch . . dasar bocah" Konami dalam hatinya

"Jangan dengarkan, dia memang seperti itu" kata Yuzu

Konami kemudian menghampiri action field, dia melihat-lihat apa yang ada disekitarnya

"Jadi inikah action duel, hebat . . ini terlihat sangat nyata" Konami dalam hatinya dengan mata kagum

Shuzo memandang Konami, lalu menghampirinya "Apa ini pertama kalinya Konami-chan?"

"Ya, begitulah. Aku tidak pernah sesuatu yang seperti ini sebelumnya. . eh?" Konami melihat Yuya melakukan hal yang sama seperti sebelumnya,"Jangan-jangan?!"

"aku pasang pendulum scale menggunakan scale 1 Astromancy Magician dan scale 8 chronomancy magician, PENDULUM SUMMON! Datanglah monster-monsterku"

"Whoa, itu Odd Eyes!" Futoshi kegirangan

"Kau menolak tantanganku karena ingin berduel Yuya kan? Kau tertarik dengan pendulumnya, apa aku salah" tanya Sora dengan tersenyum pada Konami

"Bocah ini . . dia berbeda . " Konami dalam hatinya, dia terlihat kesal

"hmph, baiklah aku terima tawaranmu. Kau menginginkan duel?, kau akan mendapatkannya" Konami dengan terlihat yakin

Sora tersenyum "Kalau begitu, beri aku kesenangan"

"Dia meremehkanku, kalau begitu ini akan menarik" Konami dalam hatinya

. . . . . . . . . . .